Menu
Categories
Menjaga Asa pada Ara
February 23, 2015 Cinta

Jari kecil itu masih berupaya memegang telunjukku yang kuberikan padanya.
Ditengah sakit yang ia derita tampak wajahnya sedikit lebih baik dari malam kemarin.
Tak kulihat ia menangis saat kuajak bicara ditengah kegalauan yang kurasakan.
Ia tidur memejamkan matanya sembari kuelus keningnya yang bersih sambil mendendangkan gumaman tembang anak Bali yang kusukai.
Hatiku tetap berusaha tabah melihatnya pagi ini.

Mutiara Gek Ara 1

Perkembangan Ara per malam tadi, Trombositnya naik menjadi 10, dengan ambang normal diatas 150.
Tapi karena naiknya akibat transfusi, secara medis belum bisa dianggap baik. Lagipula untuk sekali transfusi minimal menaikkan 10-25 sel/mm, tapi ini sudah 2 kali transfusi baru naik 6 saja.

Disamping itu hasil CPR (test Kuman), hasilnya jauh tinggi sebesar 132 dengan ambang Normal 5-10. Kemungkinan Kuman ini yang menyebabkan Trombosit sulit naiknya.
Terkait ini, Dokter masih mengupayakan untuk mengetahui Kuman jenis apa yang dimaksud.

dan Terakhir, hasil test daya tahan, terpantau menurun. Sehingga Ara kini mulai diberikan infus pengganti utk meningkatkan daya tahan yang harganya sekitar 4 juta per botol untuk 2 kali input ke tubuh bayi.

Terkait pemberian Infus, Tim Dokter kesulitan menemukan pembuluh darah kecil yang ada di tangan dan kaki adik, mengingat minimnya Trombosit itu. Sehingga kini adik disuntikkan infus melalui pembuluh darah (vena) besar yang ada di kepala, leher atau pangkal paha. Utk Kepala sudah dicoba, tapi gagal karena terjadi bengkak. Maka kini yang disuntikkan adalah pangkal paha. ????

Sedih melihat kondisinya kemarin malam. Tubuhnya penuh luka suntikan dan membiru. Ara menangis saja dari pertama ibunya berkunjung. Padahal sebelumnya anteng…

Per tadi malam, adik dipindah ke ruangan NICU untuk lebih intensifnya pengawasan. Dengan harga kamar 1 juta per harinya. Disamping itu, dokter yang menanganinya pun terjadi penggantian ke Dokter Darma, salah satu dokter senior di Puri Bunda.

Kami saat ini tetap berupaya menyiapkan biaya pengobatan. Tidak ada satupun terdapat keinginan untuk menghentikan upaya perawatan, meskipun per hari ini biaya yang dihabiskan Gek Ara sedari awal sudah sebesar 26 Juta.
Pokoknya kami tetap berusaha yang terbaik untuk Ara.
Mahal memang biaya yang dibutuhkan kedepannya, tapi ya memang sudah resiko yg harus dihadapi…

"3" Comments
  1. adik, cepet sehat yaa :’)
    gek mirah´s last blog post ..Berkarya Lewat Musik

    [Reply]

  2. Bli tetap yakin dan percaya bahwa keajaiba akan segera tiba..yang sabar.

    [Reply]

  3. Hikzz… cepet bangkit cantik.. keluarga mu menunggu dengan sabar.. cepatlah bergabung dengan mereka dirumah..

    [Reply]

Leave a Reply
*