Campur Aduk

Ada rasa pedih saat melihatmu terbaring disitu dengan dua selang yang menusuk tangan dan kaki kecilmu. Ada rasa sesak didada ini saat melihatmu terpejam sendiri dalam inkubator meski sudah dijaga oleh tante tante perawat yang mengawasimu dengan baik. Ada air mata yang menetes saat kusentuh lembut tubuh terbungkus selimut, saat kunjungan singkatku selasa malam lalu.

Ada rasa iba saat Intan menangis minta ikut menengok adik meskipun ia tak mungkin diijinkan masuk ruang Resti, tempat dimana adiknya dirawat. Ada rasa kebingungan saat Mirah pula minta ikut meski sudah berjanji tidak akan meminta dibelikan macam macam ataupun bermain pasca rencana menengok adik nanti. Ada rasa tak rela saat neneknya melarang kedua anak ini untuk ikut bapak ibunya padahal mereka sudah berganti baju dan bersiap berangkat. Ada rasa kangen untuk bisa mempertemukan ketiga anak cantik ini dan berkumpul bersama Ibunya, tapi bagaimana mungkin bisa dilakukan ?

Ada harap yang terlalu besar untuk bisa mengambil gambar dan videonya saat pertemuan singkat itu. Ada keinginan untuk bisa menyanyikan tembang nina bobo untuknya sambil menepuk punggung si cantik dan menenangkannya dari malam dan kesendirian. Ada hasrat untuk bisa mendekapnya dalam pelukan serta melindunginya dari semua bahaya.

Ada rasa Campur Aduk malam ini di kepala, di pikiran, di dada, di hati, dalam diri ini…

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

2 thoughts on “Campur Aduk

  • February 22, 2015 at 1:19 am
    Permalink

    Salam untuk Intan, Mirah dan Komang ya Bli. Beruntungnya punya tiga putri cantik 🙂

Comments are closed.