Menu
Categories
Teriakan dan Corat Coret
January 22, 2015 tentang Buah Hati

Intan tampak kaget ketika neneknya menegur gara-gara ia mencorat coret tembok kamar tidur dengan pensil warna, kali kesekian yang nenek ingatkan padanya.

Entah karena ada sang bapak didekatnya yang tampak asyik nyariin barang di Lazada via ponsel, ia langsung berkeringat¬† dan ngos-ngosan. Bibir dan mimik wajahnya berubah seketika. Sambil sesegukan, ia membisikkan kata ‘ibu’ dengan sedih.

Tak berselang lama setelah dihibur sang bapak, ia kembali riang seperti biasanya. Kali ini main sambil teriak teriak kegirangan lantaran dicandai Mirah, kakaknya. Rumah jadi lebih bising dari biasanya.

InTan_1

Saya masih ingat saat dipetuahi pak Soetomo, rekan kerja sesama PNS dari Kota Bima, Lombok yang menjadi teman sekamar saat pelatihan tentang Jalan di Kuta, tahun 2006 lalu. Kalo gag salah diblog ini masih ada ceritanya. Waktu itu saya baru saja menikah dan belum dikaruniai anak. Berencana Program tapi tetap gag berhasil.

Beliau sempat mengingatkan saya bahwa ‘Rumah takkan lebih baik tanpa teriakan dan corat coret anak kecil’.

Saat itu karena belum paham maksudnya, saya sih simpel aja menjawabnya. Walaupun belum di karuniai anak, tapi kami memiliki belasan keponakan yang siap memberikan hal tersebut.

Beda, sangat berbeda, ungkap Beliau kembali. Dan mungkin baru kali ini saya paham maksudnya.

Mendengar Teriakan sejak Mirah dan Intan lahir atau saat mereka bertengkar, sudah menjadi hal yang biasa kini. Dan saya memang benar benar menikmatinya sambil tersenyum. Sangat jarang semua itu melahirkan bentakan, hanya ada elusan sayang sambil menghibur salah satunya, serta memberi nasehat pada yang lain. Begitu pula dengan corat coret.

Gag di Tembok, buku hingga pipi dan punggung sering menjadi sasaran kejahilan dan aktifitas keduanya saat mereka sudah memegang pensil ataupun crayon. Pokoknya semua kini menjadi tambah berwarna dan bagi saya -lagi lagi- sedap dipandang. Meskipun pendapat berbeda datang dari Ibu dan neneknya yang lebih senang dengan tembok yang bersih dan rapi.

Mereka berdua kini lagi nakal-nakalnya. Entah bagaimana jadinya kalo yang ketiga lahir dan besar nanti. Tambah ramai tentu saja. He…

Leave a Reply
*