Merampingkan isi Android

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan posting sebelumnya soal Merampingkan Jejak Penggunaan Android, kini giliran sharing Merampingkan isi Android-nya dilihat dari aplikasi apa saja yang saat ini masih tetap digunakan. Yuk diintip…

Dari Kategori Messenger dan Chat, SmS tetap nomor satu, trus ada Whatsapp dan BBM. Akhirnya pake BBM gara-gara staf sekantor gag ada yang mau pake Whatsapp, bikin lelet ponsel kata mereka. Kalo gag gitu, Whatsapp masih jadi satu-satunya pilihan buat Messenger-an. Jadi ya sudahlah…

Kategori Sosial Media ada FaceBook, Twitter dan Instagram. Khusus Twitter dihandel pake aplikasi Hootsuite. Hanya itu. Akun Linkedin atau YouTube sih punya, tapi gag penting banget apalagi sampe install aplikasinya.

Android Ramping

Kategori Belanja Online ada Lazada dan OLX. Yang satu kalo lagi pengen nyari barang Unik dan baru, lainnya buat nyari barang second. Didukung dengan Aplikasi Mandiri Online untuk transaksi keuangan. Belakangan lagi nyobain Buccheri buat nyariin sepatu ukuran 47. Semoga dapet…

Kategori produktifitas sekaligus blogging ada Gmail dan browser, ditambah Reduce Photo. Nanti selengkapnya saya bahas juga. Trus ada S Note dan EverNote bawaan paket Samsung Galaxy Note 3, buat mencatat Notulen Rapat, dan bikin draft blog tadi. Plus SmartMP3 Recorder untuk merekam pembicaraan penting.

Kategori baca berita, bisa main pake Flipboard untuk halaman media mainstream dan eBook Droid untuk yang sudah berformat pdf dan sejenisnya. Yang terakhir tadi lebih banyak digunakan untuk baca majalah, dari detik, Android hingga Playboy dan Penthouse *eh

Kategori Hiburan ada MX Player untuk menonton video satu persatu, dengan dukungan text tentu saja. Sedang TubeMate ya untuk mengunduh videonya dari halaman YouTube.

dan terakhir Kategori Games hanya ada Onet classic dan Hungry Shark. Paradise Island dan Airport City sepertinya sudah gag hobby lagi dimainin gara-gara sudah stagnan, gag ada kemajuan lagi. Sempat nyobain 2048, dan semua games Hits lainnya. Tapi dasarnya emang Gag terlalu hobby buat main games, hanya untuk membunuh waktu menunggu saja sebenarnya.

Ohya, kalo merasa aneh dengan tampilan screenshot diatas, saya kebetulan menggunakan Apex Launcher untuk mendapatkan 3 hal. Tema yang beragam, jumlah grid yang lebih banyak, dan fitur Lock Desktop untuk mencegah terhapusnya icon aplikasi dan games akibat anak-anak. Untuk widget, gag ada nambah nambahin lagi, sedang Homescreen Wallpaper pake yang Grass, tampilan rumput dengan background alam yang sesuai dengan waktu setempat. Kalo lagi pagi ya benderang, kalo malam ya banyak bintangnya :p

Merampingkan Jejak Penggunaan Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Di awal perkenalan dahulu dengan perangkat Android, Samsung Galaxy Ace S5830 bisa dikatakan hasrat untuk mencoba dan menjajal beragam aplikasi serta games yang tersedia di Google Apps Store begitu tinggi. Namun karena keterbatasan memory RAM yang dimiliki, hasrat tersebut terpaksa dipendam hingga tercapainya impian memiliki perangkat Android ber-memory 1 GB. Ya, Samsung Galaxy Tab 7+.

Berbagai aplikasi dari beragam kategori dicoba. Dari yang penting hingga iseng. Dari yang berkapasitas besar hingga minim storage. Dari yang berwajah jadul hingga unik. Pula dari yang menghabiskan resources RAM besar hingga efisien. Satu persatu dicobain.

Makin kesini, semua itu makin berkurang kadarnya.

Jaman pake Samsung Galaxy Ace itu bisa dikatakan eranya oprek. Hard Reset, Custom ROM hingga Root dijabani semua tanpa cela. Proses dilewati dengan mulus hingga satu persatu menjadi bahan cerita di blog pribadi ini. Nekat begitu lantaran gag puas dengan spek dan kemampuannya yang masih terbatas. Lebih banyak dipake buat mendukung kerjaan bidang ITnya LPSE Badung.

Jaman beralih ke tabletPC Tab 7+, yang dicoba hanya yang sekiranya berguna bagi banyak orang dan menarik untuk diceritakan. Wajar karena saat itu tulisan saya mulai dilirik Koran Tokoh untuk dipublikasi secara periodik di halaman terakhir tiap edisinya. Materi pun gag melulu soal Aplikasi, tapi juga Tips dan cara menggunakan. Tablet ini lebih banyak difungsikan untuk mendukung kerjaan yang berkaitan dengan peta jalan dan dokumennya.

Masuk ke Jaman Samsung Galaxy Note 3, semua perlahan sirna. Disamping kesibukan, rasanya sayang membuang waktu banyak untuk belajar aplikasi dan games lagi, lebih banyak ke soal kerjaan, blogging dan Hiburan. Trus luangnya waktu kini lebih banyak diarahkan untuk menemani kedua putri cantik nan nakal itu. Maka gag heran kalo secara isi, perangkat Android terakhir yang saya pegang ini cukup ramping dari penggunaan aplikasi maupun games. Mau tahu apa saja ?

Nanti deh saya ceritakan lagi. Hehehe…

Teriakan dan Corat Coret

Category : tentang Buah Hati

Intan tampak kaget ketika neneknya menegur gara-gara ia mencorat coret tembok kamar tidur dengan pensil warna, kali kesekian yang nenek ingatkan padanya.

Entah karena ada sang bapak didekatnya yang tampak asyik nyariin barang di Lazada via ponsel, ia langsung berkeringat¬† dan ngos-ngosan. Bibir dan mimik wajahnya berubah seketika. Sambil sesegukan, ia membisikkan kata ‘ibu’ dengan sedih.

Tak berselang lama setelah dihibur sang bapak, ia kembali riang seperti biasanya. Kali ini main sambil teriak teriak kegirangan lantaran dicandai Mirah, kakaknya. Rumah jadi lebih bising dari biasanya.

InTan_1

Saya masih ingat saat dipetuahi pak Soetomo, rekan kerja sesama PNS dari Kota Bima, Lombok yang menjadi teman sekamar saat pelatihan tentang Jalan di Kuta, tahun 2006 lalu. Kalo gag salah diblog ini masih ada ceritanya. Waktu itu saya baru saja menikah dan belum dikaruniai anak. Berencana Program tapi tetap gag berhasil.

Beliau sempat mengingatkan saya bahwa ‘Rumah takkan lebih baik tanpa teriakan dan corat coret anak kecil’.

Saat itu karena belum paham maksudnya, saya sih simpel aja menjawabnya. Walaupun belum di karuniai anak, tapi kami memiliki belasan keponakan yang siap memberikan hal tersebut.

Beda, sangat berbeda, ungkap Beliau kembali. Dan mungkin baru kali ini saya paham maksudnya.

Mendengar Teriakan sejak Mirah dan Intan lahir atau saat mereka bertengkar, sudah menjadi hal yang biasa kini. Dan saya memang benar benar menikmatinya sambil tersenyum. Sangat jarang semua itu melahirkan bentakan, hanya ada elusan sayang sambil menghibur salah satunya, serta memberi nasehat pada yang lain. Begitu pula dengan corat coret.

Gag di Tembok, buku hingga pipi dan punggung sering menjadi sasaran kejahilan dan aktifitas keduanya saat mereka sudah memegang pensil ataupun crayon. Pokoknya semua kini menjadi tambah berwarna dan bagi saya -lagi lagi- sedap dipandang. Meskipun pendapat berbeda datang dari Ibu dan neneknya yang lebih senang dengan tembok yang bersih dan rapi.

Mereka berdua kini lagi nakal-nakalnya. Entah bagaimana jadinya kalo yang ketiga lahir dan besar nanti. Tambah ramai tentu saja. He…

Transaksi Online dengan Lazada

Category : tentang KHayaLan

Belanja kini tak lagi pake ribet. Jauh-jauh Datang ke toko atau supermarket lokalan, kebingungan nyariin barang yang diinginkan, lalu antre panjang bayar di kasir. Bisa juga ketika gag nemu barang yang dicari, proses diatas berulang lagi di lokasi sasaran berikutnya.
Tapi yah itu semua berlaku hanya untuk kebutuhan tertentu saja sih, utamanya bakalan berguna untuk barang yang kemungkinan agak sulit dicari stok ketersediaannya di lokalan kita. Kalo cuma buat beli rokok, buku gambar atau jajanan, toko depan rumah juga masih ada kok.

Yang dimaksud kalimat pertama tadi diatas, tentu saya arahkan ke Toko Online sebetulnya. Bakalan jauh lebih hemat energi, hemat biaya dan juga hemat waktu, kalo seumpamanya yang kita cari itu bisa ditemukan secara online, lalu tiba dengan selamat di pangkuan kita tanpa ribet antre pembayaran atau bawa bawa beban bolak balik. Ada resikonya ? Ada kalo kita ambilnya dari toko online abal-abal.

Dulu saya pernah menyarankan transaksi langsung lewat halaman jual beli Online macam Toko Bagus atau Berniaga, yang kini sudah merger dan menjelma menjadi OLX.
Nah, sekarang saya mau nyaranin satu lagi, toko online yang sekiranya saya, bisa dipercaya keakuratannya.

Lazada

Gag butuh banyak hal untuk bisa bertransaksi lewat Lazada. Pertama, bisa install aplikasinya di layar ponsel atau browsing langsung lewat pc atau laptop ke alamat mereka, lalu pilih dan.masukkan barang kedalam troli. Pembayaran bisa dilakukan dengan 2 cara yaitu bayar di tempat ketika barang diantar, atau transfer antar bank melalui sms banking atau semacamnya.

Untuk model pembayaran pertama, jauh lebih aman ketimbang yang kedua, namun cukup sulit ditemukan. Ada sih, tapi gag banyak. Kalopun kalian nemu model ginian dan sudah klop dengan barang yang dicari, mending lanjut ke pembayaran tanpa menunggu barang yang lain untuk digabungkan. Mengingat begitu digabung dengan pembayaran transfer, maka seluruhnya akan disamakan. Jadi ceritanya pembeli baru akan membayar ketika barang sampai di pembeli dengan selamat. Saya pernah melakukannya saat Transaksi pertama dengan Lazada, pembelian jam tangan untuk istri kalo gag salah.

Pembayaran model kedua tentu saja Transfer. Hal biasa ketika kita sudah merambah persoalan jual beli dengan jarak jauh antar keduanya. Resikonya besar terutama saat bertransaksi dengan halaman pembelian online yang abal-abal. Namun dalam kasus Lazada, syukurnya untuk lima kali transaksi dengan nilai terbesar sekitar 1,8 juta, semua proses berjalan lancar.

Lazada_5

Yang unik di Lazada ini adalah, pembeli bisa membandingkan harga untuk pembelian barang sejenis di beberapa penjual lainnya, dengan harapan mendapat harga yang sedikit lebih murah.

Khusus untuk barang yang di diskon dengan nilai besar, ada baiknya dipantau terlebih dulu untuk melihat kemungkinan besar harga aslinya. Jangan jangan harga diskon itu memang sudah harga asli atau bisa jadi dapat murah karena memang lagi promo.

Ada baiknya sebelum terjun langsung, dicobain dulu dengan nilai transaksi yang gag banyak. 200ribuan misalkan. Cari barang yang sekiranya dibutuhkan namun sulit dicari di lokalan. Misalkan saja penghancur kertas yang saya coba carikan pada transaksi kedua, dengan nilai 300ribuan. Lumayan berguna untuk melenyapkan dokumen bertandatangan dan bernilai penting namun tidak terpakai lagi.

Transaksi ketiga yang saya lakukan jauh lebih iseng lagi yaitu pesan PowerBank yang nilainya menyusut jadi 200ribuan *meski harga aslinya gag jauh beda* plus kabel charger untuk tabletpc Galaxy Tab 7+ yang kebetulan bermasalah.

Melihat beberapa kawan jauh lebih simpel menggendong tas ransel yang dapat ditarik saat bepergian jauh, sayapun menyasar sebuah tas berkonsep sama dalam transaksi keempat dengan nilai 250ribuan sudah termasuk ongkos kirim. Soal kualitas sih saya liat memang pas dengan gambar yang disajikan. Jadi gag mengecewakan lah.

Sedang transaksi kelima, sebagaimana yang saya sampaikan diatas dengan nilai terbesar sejauh ini, membeli dua pcs microSD card 64 GB plus card readernya yang berbentuk flash disk, dan radio portable miliknya Sony. Bersyukur semua barang tiba dengan selamat dalam waktu kurang dari 14 hari perkiraan.

Kini, saya sedang menanti datangnya transaksi keenam, memesan Tongsis dan dompet kecil untuk barang barang mini yang bisa diselipkan di ikat pinggang. Nilai transaksinya balik lagi ke 300ribuan. Mumpung ada. Hehehe…

Liburan Panjang edisi Januari

Category : tentang KeseHaRian

Hujan deras mengguyur Kota Denpasar Selasa pagi 20 Januari 2015 sejak dini hari tadi, membatalkan semua rencana yang sudah kami susun rapi sejak kemarin. Efeknya, Mirah putri pertama kami memilih untuk tetap berada di balik selimutnya meski waktu sudah menunjukkan pukul tujuh kosong sembilan. Sementara Intan putri kedua kami, meskipun sejak pagi sudah mandi dan wangi, iapun memilih leyeh leyeh bersama Bapaknya di tempat tidur sambil mimik susu.

Liburan Panjang edisi Januari

Empat hari sejak sabtu kemarin semua PNS *kalo tidak salah* mendapatkan edaran cuti bersama dalam rangka kaitannya dengan Rahinan gumi Siwaratri yang jatuh pada hari senin kemarin. Selasa jadi ikutan libur karena ada anggapan bakalan begadang pada hari Senin malamnya sehingga Selasa masih dapat beristirahat dengan baik.
Namun bagi kami, liburan panjang macam begini tentu gag akan dilalui begitu saja tanpa rencana. Meski sudah ada yang bisa berjalan, namun khusus hari ini semuanya buyar.

Olahraga bersama

Ini kali pertama saya bisa melakukan olahraga bersama anak-anak. Tujuannya sih sederhana, mengajak anak-anak refreshing di sore hari, meninggalkan semua rutinitas harian yang dilakoni nenek dan ibu mereka, sehingga dengan hilangnya kami dari rumah, mereka (nenek dan ibunya Mirah dan Intan) bisa meluangkan waktunya untuk beristirahat.
Rutenya hanya mengitari alun-alun Kota Denpasar sambil menengok puluhan ikan dan kolam tengah. Atau Lapangan Renon yang luasnya dua kali lipat, sambil nyariin siomay atau jagung bakar. Untuk yang terakhir ini, sayangnya belum kesampaian.

Melupakan Tugas

Sebenarnya liburan ini awalnya saya rencanakan untuk menghandle kerjaan yang terbengkalai, menarasikan 9 buku sejarah Puspem Badung yang dirangkum dari semua Notulen Rapat oleh Tim Koordinasi Pembangunan Puspem saat itu. Namun belum usai buku keempat, rasa bosan melanda hingga akhirnya saya memilih untuk bersantai bersama anak-anak, yang secara bergiliran mengganggu kerjaan saya dan pada akhirnya si Bapak pun terpengaruh. Ya sudahlah… kasian juga mereka dicuekin sejak awal kemarin.

Jalan-Jalan

Belum puas dengan sekedar ngempu anak-anak, saya memilih outing keluar rumah bersama keluarga. Baik yang skala kecil maupun besar. Tapi ya gag jauh-jauh sih, masih seputaran Denpasar dan sekitarnya. Makanya tempo hari sempat minta saran kawan seantero sosial media, buat mengetahui tempat makan favorit mereka biar bisa kami kunjungi. Rata-rata masih sejalan sih.
Akibatnya persoalan duit jadi sedikit boros, untuk makan, jajan hingga merembet ke hal-hal yang agak serius, persiapan kelahiran turunan ketiga. Dari beli rak bajunya, pakaian harian hingga bantal gulingnya. Biar gag rebutan dengan dua kakaknya nanti.

Belanja Online

Malas nyariin Tongsis ke tempat jualannya di seputaran Gatot Subroto Barat hasil hunting di OLX mantan Toko Bagus, atau kartu perdana Tri yang katanya bisa dobel pulsa, saya memilih Lazada untuk tempat belanja Online yang walopun sedikit mahal *meskipun sudah dapat diskon* tapi disitu barangnya bisa beragam, bisa lihat gambar fisiknya, dan yang terpenting ya Diantar ke rumah. Jadi ya bisa sambil leyeh leyeh nungguinnya seminggu kedepan.
Ini sudah transaksi keenam kalo gag salah dengan Lazada. Kali ini saya lagi iseng nyariin Tongsis yang pake Bluetooth hasil pendalaman saya dengan seorang kawan di akun Whatsapp, juga kantong pouch kecil untuk diselipkan di pinggang saat malas membawa tas hanya untuk menyimpan barang-barang ukuran mini macam flash disk atau penganan *eh
Selengkapnya nanti deh saya cerita lagi

Melupakan BPK

Hari senin kemarin sedianya BPK bakalan turun di Pemkab Badung, kaitan pemeriksaan kegiatan tahun 2014. Tapi lantaran libur panjang begini, semua seakan terlupakan. Dan sayapun memang lagi belajar untuk EGP ‘Emang Gue Pikirin’, mengingat semua kerjaan itu sebenarnya sudah bikin pusing selama dua tahun ini dan memilih untuk melupakannya demi kesehatan. Telepon semua di AirPlane mode-kan dan mengkoneksikannya dengan Wifi Rumah biar bisa internetan. Tapi sekalinya diaktifkan, telepon dari dua anggota Dewan langsung masuk dan merangsek minta tambahan jatah ruas jalan lingkungan. Weleh…

Liburan Panjang sudah hampir usai. Kira-kira kapan lagi yah ada yang beginian ?

Umur Kita ada pada-NYA

Category : tentang KeseHaRian

Cerita Istriku kali ini, sangat menyedihkan. Hanya karena mencret dan muntah, seorang anak dari Cleaning Service di kantornya meninggal dunia. Padahal ia baru kelas satu SMP. Dehidrasi pikirku.

Musibah yang menimpa saudaraku Dego di Gulingan Tengah pun tak kalah membuat dadaku sesak. Istrinya meninggal awal Januari lalu. Diagnosanya adalah Tumor Kelenjar Getah Bening, dimana masa ia dirawat hanya satu setengah bulan saja di rumah sakit. Padahal ia baru saja menjadi Ibu. Putra Pertama. Belum setahun mereka menikah.

Salah seorang staf di kantor pun memiliki cerita serupa. Kematian suaminya hanya karena panas badan yang tinggi, datang silih berganti. Tidak lama, namun membuatku menarik nafas.

Membaca berita di media terkait kecelakaan Air Asia beberapa waktu lalu, mengingatkanku pada gadis yang kini ditinggal mati ayah ibunya, juga kakak dan adiknya. Meskipun nilai asuransi yang kelak ia terima sangat besar, namun jika pilihan itu masih ada, siapapun akan mengambil pilihan yang sama.

Aku hanya bisa terdiam dan memejamkan mata. Sambil berupaya menempatkan diri pada posisi itu. Bagaimana jika aku yang divonis Tuhan untuk menghadapi cobaan itu ? Apa yang harus dilakukan sejak kini ? Menyayangi mereka yang masih ada ?

Entahlah…

Umur Manusia memang ada di Tangan Tuhan, dan aku yakin satu saat nanti pasti kan datang. Entah apakah aku yang akan ditinggalkan, atau aku yang akan meninggalkan. Tapi jikapun boleh aku memohon pada-NYA, berikan aku kesempatan lebih panjang untuk bisa membahagiakan orang orang yang aku sayangi, juga yang menyayangi aku.