Menu
Categories
Catatan dari Tragedi AirAsia QZ8501
December 31, 2014 tentang Opini

Mata Indonesia seakan terpaku pada satu tema seminggu terakhir ini. Berita hilangnya kontak pesawat AirAsia setelah tinggal landas dari bandar udara Surabaya dengan tujuan Singapura. Yang pada akhirnya ditemukan sudah menjadi pecahan di Selat Karimata dekat Kalimantan. Semua Berduka.

Terdapat 162 nyawa yang diperkirakan meninggal didalamnya. Beberapa memang sudah diketemukan terapung di lautan yang luas, sisanya masih dalam tahap pencarian. Air matapun tertumpah.

Presiden beserta Wakilnya tanggap menyikapi. Demikian halnya dengan Walikota Surabaya Ibu Risma bersinersi dengan semua pihak termasuk Basarnas makin meyakinkan kami akan sosok impian seorang pemimpin yang begitu didambakan.

Kisah heroik beberapa tokoh yang terlibat didalamnya pun mencuat ke publik. Hanya butuh waktu tiga hari untuk bisa menemukan satu persatu petunjuk yang diharapkan banyak orang. Tidak demikian halnya dengan Wakil Rakyat kita yang Terhormat.

Mereka seakan dibutakan oleh masa lalu. Dimana semua tokoh yang terlibat diatas dituntut agar mampu menyelesaikannya dalam waktu singkat. Tidak hanya itu, mereka juga berkehendak membentuk Panja untuk mengusut penyebab hilangnya pesawat AirAsia, tentu hanya satu dalih kacangan karena bagaimana mungkin jika pesawatnya saja belum ditemukan saat itu. Tapi sudahlah, bersyukur juga jika mereka memperlihatkan kebodohan dan kemunafikan tingkah laku yang seharusnya menjadi panutan. Kelak merekapun akan merasakan akibatnya.

Belum puas dengan Wakil Rakyat, banyak orang yang mendadak pintar menjadi pengamat. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa Pesawat disembunyikan Jin. What The Hell… dan Sialnya lagi, beberapa stasiun televisi begitu teganya menayangkan hal-hal yang tak sepantasnya dilihat, pula mengulik cerita dan kisah yang terlalu absurd. Maka wajar jika kemudian saya juluki mereka Kampret of the Year.

Namun seKampret Kampretnya mereka, jauh lebih Kampret lagi Kita. Ya… Kita. Aku dan Kamu…

Karena kita sudah melakukan pembiaran pada semua itu, sehingga yang namanya Wakil Rakyat, Pengamat dan Stasiun Televisi makin menjadi, sementara KPI sejauh ini hanya mampu melarang penayangan Tom and Jerry yang mengandung unsur kekerasan bagi anak-anak kita.

Syukurnya Tuhan masih mendengar keluh kesah orang orang yang merasa teraniaya, sehingga satu persatu serpihan pesawat AirAsia QZ 8501 bisa ditemukan dan menjadikannya Titik Terang atas semua harapan yang dipanjatkan setiap harinya.

Turut berduka atas semua itu Kawan

"1" Comment
  1. Komen saya hanya satu hal, keluarga korban diberikan kekuatan untuk menghadapi cobaan mereka.

    [Reply]

Leave a Reply
*