Menyoal Protokoler pembacaan Sambutan Pejabat

Category : tentang Opini

Dalam setiap agenda rapat ataupun kegiatan yang berskala besar untuk ukuran Kabupaten dimana para Peserta berasal dari lintas SKPD, salah satu tahapan protokoler yang harus dilalui adalah pembacaan Sambutan dari pejabat tinggi yang sedianya menghadiri dan membuka acara, baik oleh dirinya sendiri atau diwakilkan bawahannya. Yang sayangnya cenderung panjang dan membosankan.

Baiknya sih memang para pejabat sudah mulai memikirkan bagaimana cara membaca atau membuat sebuah draft Sambutan atau minimal Laporan panitia agar mampu mencuri perhatian bagi sebagian peserta, dan tidak membiarkan kondisi yang terjadi jadi mirip ngobrol sendiri di depan audiens.

Dibuat dalam bentuk presentasi apabila memungkinkan, disampaikan tanpa teks sehingga mirip improvisasi padahal sebelumnya sempat dihafalkan sedikit, bahkan kalaupun bisa ya interaktif. Tapi gag bakalan deh ya, mengingat ini protokoler resmi yang malah para pejabatnya merasa enggan kalo harus keluar dari pakem yang ada.

Atau kira kira kalian punya pendapat bagaimana tips yang bagus untuk hal macam ini ? Siapa tahu kelak saya bisa mengadopsinya. Hehehe…

Ini pe-er untuk masa depan kali ya…

Selamat Hari Blogger Nasional

1

Category : tentang DiRi SenDiri

Gag terasa nih udah sewindu saya menyandang status sebagai blogger, status sampingan seorang PNS yang biasa-biasa saja. Hehehe…

dan karena hari ini merupakan Hari Blogger Nasional, sebagai salah satu blogger tentu wajib hukumnya bagi saya untuk ikut-ikutan merilis satu posting yang berkaitan dengan topik tersebut meskipun secara isi sih sepertinya gag penting, hanya nambah-nambahi jumlah posting yang kini baru mencapai angka 2.298. Jadi setelah postingan ini terpublikasi, ya bakalan mengubah angka terakhir jadi 9, itu aja sih.

Akan tetapi, perlu saya sampaikan bahwa menjadi seorang Blogger itu sebetulnya adalah Berkah, satu Anugerah Tuhan yang gag ternilai harganya. Karena dengan adanya status inilah, hobby menulis atau menuangkan isi kepala secara rutin bisa mendatangkan banyak manfaat seperti dokumen Tesis, dokumen tugas Diklat PIM IV atau sekedar Notulen hasil rapat dan penyampaian pendapat secara terstruktur masif dan sistematis. Dimana semua itu gag bakalan bisa saya wujudkan apabila status sebagai seorang Blogger tidak pernah saya sandang selama delapan tahun terakhir. *Sombong itu Perlu, apalagi kalo bisa tamat SMA *uhuk *jadi saran saya mulailah menulis dan sandanglah status sebagai seorang Blogger.

BloGGer

Memang benar apa kata senior saya om Anton Muhajir aka @antonemus bahwa Status Blogger akan disandang begitu ia melahirkan sebuah tulisan, sedangkan soal Update kapan sih ya… terserah, itu urusan masing-masing. Bersyukur sampai tadi pagipun masih sempat nulis satu postingan meskipun secara isi lagi-lagi ya gag penting banget. Curahan hati seorang PNS yang lagi menggalau. Tapi ya gag apa-apa, toh ini media pribadi. Mau jungkir balik pun disini masih sah sah saja.

ditambah apa yang disampaikan seorang Ivan Lanin lewat akunnya @ivanlanin bahwa “Terlalu sering menulis kalimat pendek dapat menumpulkan kemampuan menulis panjang. (maka) Tulislah blog…” ini lagi-lagi benar adanya. Bahwa status Blogger belakangan memang makin berkurang jumlahnya (jika tolok ukur yang digunakan adalah pembaharuan atau interval update tulisan terakhir), seiring lahirnya istilah micro-blogging dimana tulisan yang biasanya sedapat mungkin dipanjang-panjangkan, kini sudah terwakili oleh Update Status yang hanya terdiri dari beberapa kata ataupun satu kalimat singkat.

Tapi sudahlah, di Hari Blogger Nasional ini tentu bukan saatnya kita berdebat sejauh itu. Minimal satu yang perlu diingat bahwa di Indonesia kita masih punya Mas Enda Nasution yang dikenal sebagai Bapak Blogger Indonesia, ditambah halaman MisterKacang nya putra Jokowi, presiden terpilih yang diharapkan bisa membangun kembali semangat para blogger untuk hadir dan eksis di dunia maya. Sedang saya sendiri ya tetap berusaha melahirkan posting tulisan yang ke 2.300, entah kapan.

satu tambahan lagi, sebagai seorang Warga Negara Indonesia yang tempo hari secara terang-terangan memilih Pak Jokowi sebagai Presiden dalam Pemilu lalu, tentu wajib saya mengucapkan Selamat Bekerja bersama Kabinet Kerja bentukan Beliau bersama pak JK, dan berharap meskipun banyak cercaan dan komentar sinis yang mampir, dalam 5 tahun kedepan bisa membalikkan sedikit keadaan bangsa yang kini banyak dipesimiskan generasi muda angkatan saya.

Terakhir, Selamat Hari Blogger Nasional sekali lagi. Semoga gag ada lagi kamus kasus blogger dituntut Media Mainstream hanya karena tulisannya yang menyentil, dan gag ada kamus kasus blogger diamputasi hobby menulisnya oleh Pemerintah berkuasa.

Demikian disampaikan untuk dapat ditindaklanjuti. *eh Maaf, ini kebiasaan saya dalam menyusun surat dinas

Dunia Belum Kiamat

1

Category : tentang PeKerJaan

Terkadang saya ingin tahu apa yang sekiranya ada dalam kepala dan pikiran mereka yang tersangkut kasus korupsi dan memang benar dilakukan. Tetap kukuh meyakinkan diri tidak bersalah sehingga masih bisa mengumbar senyum walau sudah berada dalam tahanan ataukah malah bergemuruh dan berusaha membayar aparat untuk memperingan vonis serta masa hukuman mereka ?

dan Terkadang saya juga ingin tahu bagaimana isi kepala dan pikiran orang-orang yang sudah sedemikian berusaha untuk berlaku jujur dan bekerja, namun akibat tidak mau bekerja sama dalam memelihara aparat ataupun media yang memiliki kepentingan lalu memeras, lalu dijatuhkan sedemikian rupake jurang yang terdalam ? Apakah mereka masih tetap teguh dan tabah bahwa kelak Tuhan akan memberikan jalan yang adil bagi umat-NYA, serta berharap yang namanya Karmapala tidak akan tidur, ataukah harus merasa khawatir akan masa depan juga keluarganya yang telah mati-matian ia jaga martabatnya ?

Ketika kemudian usaha untuk bekerja itu diusik dan disangkakan sama dengan model ‘bekerja’ terdahulu, lalu berharap  akan mendapatkan sesuatu dari usaha  pemerasan, namun karena tidak mendapat tanggapan, kemudian marah dan makin menjadi, kira kira apakah isi kepala dan pikiran mereka dalam hal ini aparat atau media yang memulai dan terlibat didalamnya ?

Tak habis pikir memang…

Jika saja semua dijalankan sesuai aturan, tidak ada titipan ataupun permintaan hanya karena berbaju aparat lalu bisa memaksa, saya yakin kesadaran untuk berbuat yang terbaik itu muncul dengan sendirinya. Hanya saja sayang, tidak semua bisa sama begitu pemikirannya. Maka ya tidak heran kalau kemudian semua disamaratakan.

Kini, Saya hanya bisa menunggu waktu. Merasa sudah berbuat yang Terbaik, namun karena tidak memuaskan semua pihak (dengan cara dan jalan yang benar), rasanya ya tinggal dipasrahkan saja. Jikapun kemudian hal buruk terjadi, minimal suara saya kali ini bisa membuka mata kalian semua.

Rutinitas Pagi seorang Abdi Negeri

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

Alarm pertama terdengar berirama, cukup mengingatkanku pada waktu yang telah menunjukkan pukul 4.45 pagi. Tak Peduli… dan kulanjutkan tidurku kembali.

Alarm kedua menghentak. Menyadarkanku bahwa kini jarum telah bergerak menunjuk waktu pukul 5 pagi. Aku harus bangun, merapihkan tempat tidur dorongku, dan bersiap untuk mandi. Waktu akan bergerak dengan cepat jika aku membuangnya dengan berpindah tidur. Demi hal itu, aku pun akan menyeduh setengah gelas kopi dan menyeruputnya sedikit untuk menumbuhkan semangat. dan aku siap melakukannya.

Alarm ketiga berbunyi lagi. Waktu pun sudah beranjak lima belas menit lamanya. Aku pun mulai beraktifitas dan minimal lima belas menit kedua, sudah siap mengambil rutinitas pagi sebagaimana biasa.

Kusapa malaikatku yang cantik dan menciumnya, serta mengingatkannya untuk bangun pagi dan merapihkan tempat tidur sambil memintanya untuk menjaga sang adik sembari bersiap memulai hari,

Kukenakan selendang dan menghaturkan banten pagi di kemara dan ari ari kedua putriku. Sambil memohon keselamatan bagi mereka dan kami semua, kupanjatkan pula doa bagi kedua saudaraku dan keluarganya dimanapun mereka berada.

Sembari menanti bidadariku bersiap untuk mandi, tak lupa kusiapkan pula semua untuk prosesi yang sama bagi kedua cantik kecilku. Lalu menghampiri dan menggendong mereka berdua dengan senyum, tawa dan canda. Terkadang si kecil masih agak malas untuk mengiyakanku. Jadi butuh sedikit rayuan extra demi meluluhkan hatinya.

Waktu tak terasa menunjukkan pukul 6.15… saatnya memanaskan semua kendaraan, membersihkannya dan sembahyang pagi. Jika sudah, sarapan pagi pun menanti. Walau sedikit, tapi sangat mengenyangkan perut. Si merahpun siap untuk ditunggangi.

Jarum panjang mulai mendekati angka sembilan, akupun mulai mengemas pakaian, sepatu, jaket dan helm. Untuk mengantarkan si murid SD hadir di sekolahnya dengan senyum yang mengembang. dan saat tiba dirumah, semua rutinitaspun kembali dilakoni.

Berulang dan berulang.

Setiap hari tanpa henti.

Rutinitas pagi seorang abdi negeri.

Pande Made Intan Pradnyanidewi

Category : tentang Buah Hati

Demikian nama putri kedua kami. Ia lahir bersamaan dengan hari lahir Bali kakak kandungnya, Pande Putu Mirah Gayatridewi dan juga berbarengan dengan hari ulang tahun neneknya. 23 Oktober 2012 lalu. Jadi ya gampang diingat.

Ia lahir dalam waktu yang singkat. Sore ibunya pecah ketuban, langsung kami larikan ke Bidan dekat rumah, gag nyampe 10 menitan tangis bayi pun terdengar. Kaget. Padahal saat itu Mirah, kakaknya sedang natab banten otonan. Hanya bosa geleng-geleng kepala jadinya.

Tumbuh kembang Intan, demikian kami memanggilnya terasa berbeda dengan sang kakak. Rasa-rasanya ia akan mengambil warisan ibunya yang bertubuh mungil, namun secara wajah mirip banget dengan Bapaknya. Untuk yang terakhir ini, tidak heran ia begitu dekat dan manja pada Bapak ketimbang Ibu. Entah mitos kone, dimana jika wajah anak perempuan mirip Bapaknya ya memang bakalan demikian adanya. Begitu juga kalau sebaliknya jika anak laki-laki mirip Ibunya. Akan tetapi tidak demikian efeknya jika kemiripan menurun sesuai kelamin. Jadi  ya mirip-mirip Mirah yang plek persis dengan Ibunya. Bertengkar terus katanya :p Akibat manja pada bapaknya, sang ibu jadi merasa lebih bebas untuk beraktifitas, meski kadang ada juga rasa iri karena jarang diminta olehnya.

InTan 2 Tahun

Intan kini sudah dua tahun usianya. Sudah mulai merangkai kata demi kata, sudah mulai meniru semua ucapan yang didengar dan sudah mulai meracau dengan semua bahasa yang ia punya. Kadang ia kini sudah berusaha untuk menyampaikan keinginan meski masih terpatah-patah dan kami harus berusaha mengartikan dan memahaminya.

Makin hari aktifitasnya untuk bersliweran makin menjadi. Mirip dengan aktifitas yang ia lakukan semasa berada di perut ibunya. Sampai-sampai saat hamil dulu, Intan sempat mengalami masa terlilit tali pusar yang syukurnya bisa normal kembali jelang kelahirannya. Maka gag heran ia kini bagai taxi yang sebentar terlihat disana, sebentarnya terlihat disini.

Intan yang kami sayangi ini kelihatannya punya rasa bersaing yang tinggi dengan kakaknya. Mungkin karena lahir di hari lahir Bali yang sama. Tapi kayaknya sih yang namanya kakak adik ya emang begitu. :p apalagi si kakak yang emang jahilnya kebangetan. Suka becandain adiknya sambil digeregetin.

Diantara banyak tokoh kartun, yang ia sukai kini adalah si centil nakal Masha and the Bear. Apalagi secara wajah dan perawakan, Intan dan Masha sama persis, termasuk poninya. Semoga kenakalannya gag sama ya Geg. Sedang si Bear, yang hampir selalu jadi bulan bulanan dan tandemnya pula sama sama berbadan besar. Jadi klop dah. Hehehe…

Intan bentar lagi bakalan punya adik. *uhuk *semoga bisa lahir dengan sehat dan selamat. Harapan kami Intan nantinya bisa punya adik cowok, semoga saja Tuhan berkenan memberikannya. Tapi hanya satu yang saya khawatirkan di usianya yang masih kecil ini sudah memiliki adik bayi lagi, apa nanti ia bisa sayang pada si adik, apa sebaliknya malah rebutan sayang dari bapak ibu kakek nenek ? Lagak-lagaknya sih begitu. He…

Lewat blog ini, Bapak doakan di usiamu yang ke-2 kelak bisa jadi anak yang berbakti pada orang tua dan lingkunganmu ya Cantik…
MMMUAAAHHH Love You…

dan bagi om juga tante yang penasaran dengan wajah dan tingkah polah putri kami Pande Made Intan PradnyaniDewi, bisa mampir di halaman PhotoBlognya Intan di alamat mybaby.pandebaik.com *jangan lupa salamnya yah…

Keramik Pintar buatan Samsung

Category : tentang TeKnoLoGi

Era TabletPC boleh-boleh saja dikabarkan bakalan segera lewat, tergerus oleh keberadaan Phablet (layar 5-6 inchi), tapi yang namanya usaha untuk mengambil hati para konsumen bisa jadi tetap dilakukan oleh vendor kenamaan asal Korea ini. Samsung.

Apabila perkembangan selama satu bulan terakhir, infonya mereka positif merilis dua seri Galaxy Note 4 dan Galaxy Note Edge yang memiliki dua layar berbeda fungsi dengan bentukan melengkung di sisi kanan layar utama, jauh sebelumnya ternyata seri Note Pro sudah diturunkan demi mengalahkan persaingan dengan bebuyutan, Apple.

Samsung Galaxy Note Pro merupakan sebuah TabletPC dengan lebar layar aktif 12,2 inchi, yang dirilis secara resmi pada bulan Januari 2014 lalu. Menyasar segmen menengah keatas, dengan dimensi perangkat nyaris mirip dengan sepotong keramik berukuran 20×30 cm. Apalagi soal ketipisan perangkat yang hanya mencapai 8 mm saja. Makin menguatkan imajinasi akan sepotong keramik pintar buatan Samsung.

rps20140922_112700

Menggunakan dapur pacu
Berkekuatan 8 inti 2,3 GHz serta besaran Memory RAM 3 GB rasanya kebingungan juga mau dimanfaatkan untuk apa saja. Mengingatkannya setara dengan para raksasa Android yang belakangan juga hadir di blantika gadget dunia.

Sedangkan lainnya, masih sama dengan para pendahulu maupun pembaharu yang tampil dengan beda nama. Jadi ya gag usah dibahas khusus yah.

Namun jika mau disandingkan dengan yang ada, salah satu fitur baru yang berusaha disajikan dalam perangkat Samsung Galaxy Note Pro ini adalah Remote Desktop, aplikasi yang memiliki kemampuan untuk tersambung dengan perangkat PC rumahan, melalui koneksi internet sehingga penggunanya memungkinkan untuk melakukan operasi dan pekerjaan melalui tabletpc tersebut.

Selain itu urusan Note sebagaimana series yang diusung, tetap menyertakan model stylus yang sama dengan perangkat Note 3 dimana metode input ke perangkat masih menggunakan interface yang sama. Air Command. Demikian halnya dengan perwajahan desain depan yang mengadopsi tampilan ponsel, terdapat tombol sentuh Pilihan dan Back ditambah tomhol fisik untuk Home dan Multitasking.

Dengan harga jual yang nyaris 10jutaan, rasanya agak kecewa saat menemukan kenyataan bahwa Keyboard Samsung yang dijual secara terpisah, tidak mampu memberikan kepuasan dan kenyamanan penggunaan jika dibandingkan dengan perangkat tabletpc berbasis Windows 8 lainnya. Jadi ya jadikanlah pertimbangan akhir sebelum kalian memutuskan untuk membelinya.

Nyobain Makan Pizza di Domino’s Gatsu

Category : tentang Opini, tentang PLeSiran

Minggu siang tanpa rencana matang, kami mendatangi Domino’s Pizza Gatsu tengah, yang dari seberang jalan tampak sepi pengunjung. Kami pikir sih itu wajar, karena teriknya matahari memang membuat malas sebagian besar orang untuk mendatangi tempat tempat makan macam begini, apalagi warung Steak yang tadinya berencana kami kunjungi pun juga Tutup. Yah, iseng dicobain deh.

Tapi memang sih, lantaran hari ini juga merupakan Idul Adha, hari pemotongan qurban bagi semeton Muslim, selain beberapa tempat makan gag ada yang buka, jalanan juga tampak lengang dan sepi dari lalu lalang kendaraan. Rencana mampir inipun sebenarnya cuma untuk wasting time bersama anak-anak, mumpung kakak sepupunya menginap dirumah semalam.

Sayangnya, keputusan untuk mengubah haluan ke Domino’s Pizza gag seindah harapannya. Bayangan kami sudah setingkat lebih rendah dari level Pizza Hut yang kebetulan berada beberapa puluh meter di sebelah barat lokasi. Tapi kenyataannya, jauh dibawah. 🙁

Dominos Pizza PanDeBaik

Oke, memang sih kalo mau disandingkan mungkin gag pantas, lantaran beda kelas. tapi kalo dibandingkan dari soal harga yang ditawarkan ya wajar saja Pizza Hut lebih mahal. Karena selain rasa, mereka ternyata menawarkan banyak pertimbangan yang gag dimiliki oleh Domino’s Pizza. Mau tau apa saja ?

Tempat Makan. Selain nyaman, Pizza Hut biasanya menyediakan pula satu pramusaji di setiap beberapa meja untuk menghandle pelanggan jika ingin memesan menu tambahan. Domino’s Pizza lebih mirip gerai KFC atau Mc.Donalds yang pelanggannya melakukan pemesanan dengan cara antre berdiri, makan dan melayani diri di meja  kecil, serta berimprovisasi atas kondisi yang apa adanya.

Menyambung kondisi yang apa adanya diatas, saat kami memesan Pizza ukuran Medium, satu kentang goreng dan nuggets serta empat botol minuman, gag ada satupun alat makan yang bisa kami pegang, alias ya pake tangan. Yang sayangnya untuk tempat makan lantai satu, tampaknya gag menyediakan washtafel maupun toilet untuk tempat mencuci tangan, sehingga kami disarankan untuk naik ke lantai dua, yang sayangnya, menyajikan kondisi keran yang mati. Duh… jadi mangkel. Maka kamipun meminta sendok garpu untuk anak-anak yang diberikan dengan wajah yang berbeda. Sendoknya mirip sendok putih es krimnya Mc.D dan sedikit lebih kecil, sedang garpu transparan mirip garpu spagetthynya KFC. Untuk minum, hanya botol minuman yang kami terima tanpa gelas dan sedotan. Setelah dimintakan, datang gelas plastik khas soft drink, dan sedotan… jangan harap deh. Gag tersedia, katanya.

Karena gag ada pilihan lain, ya sudahlah… dinikmati saja.

Masuk ke Menu yang ditawarkan, kami gag menemukan opsi penambahan pinggiran layaknya menu yang ditawarkan oleh Pizza Hut. Jadi ya menikmati pizza layaknya biasa, yang ternyata gag seindah aslinya. He… untuk yang satu ini, bagi yang biasa mencoba menu di tempat makan baru, saya yakin pernah mengalami hal yang sama. Pun demikian dengan kentang yang kami pesan dan nuggets nya. Bahkan ponakan yang saya ajak kali ini pun mengamini bahwa pesanan yang ia bayangkan dari tampilan menunya ternyata gag sesuai dengan yang tersaji. Sedikit kecewa tentu saja.

Dengan harga total sekitar 153ribuan untuk satu loyang pizza beef pepperoni medium, satu potato wedge, dan satu chick and cheese, serta dua pulpy dan dua air mineral tanggung (sudah termasuk pajak), rasanya sih memang gag jauh-jauh banget dengan harga yang ditawarkan Pizza Hut, item yang sama. Jadi sebenarnya kalopun mau dikaitkan dengan pelayanan dan kepuasan makannya, rasanya sih Pizza Hut jauh lebih worthed untuk dipilih.

Saya pribadi mulai paham, mengapa Domino’s Pizza minim pengunjung yang menikmati menu langsung di tempat ketimbang melakukan pemesanan dan pergi. Bisa jadi karena kondisi yang gag memungkinkan untuk itu, bisa juga lantaran gag nyaman selama makan di lokasi. Selain minimnya fasilitas pendukung, AC di lantai dua pun tampaknya gag berfungsi. Sehingga ruangan terasa jauh lebih panas ketimbang lantai satu.

Tapi apakah menurut kalian memang benar begitu ? Atau punya pendapat lain ? Mungkin kalau punya pengalaman lain yang berseberangan, silahkan di share deh.

FIFA 15 dan Asphalt 8 di AccessGO 4E ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu yang membuat kaget saat melakukan uji coba ponsel #Android Quad Core Murah untuk Semua, AccessGO 4E tempo hari adalah kemampuannya untuk memainkan dua Games dengan besaran data berukuran raksasa. Pertama ada FIFA 15 yang menghabiskan ruang storage Internal sebesar 1,22 GB dan kedua ada Asphalt 8 dengan space 1,56 GB. Setidaknya sedemikian besar yang harus siap diunduh kedalam perangkat dengan memanfaatkan paket data ataupun wifi hotspot terdekat.

Lalu… bagaimana hasilnya ?

Fifa 15, games besutan EA Sport ini sebenarnya bukanlah satu model permainan yang saya suka. Namun mengingat hasrat ingin tahu yang besar akan kemampuan ponsel AccessGO 4E, yang dibekali dengan empat inti Prosesor Quad Core 1,3 GHz dan dikombinasi dengan RAM sebesar 1 GB, maka jadilah rasa penasaran itu harus dituntaskan habis dengan mencobanya secara langsung.

Hasilnya, lumayan. Setelah menghabiskan waktu sekitar empat jam-an lamanya mengunduh apk dan data dari Google Play melalui wifi gratisan miliknya Telkom IndyHome berkekuatan 512 MB unlimited, maka berikut beberapa skrinsyut dari model permainan sepakbola FIFA 15 sebagai bukti uji. Gag perlu saya jelaskan lebih jauh apa dan bagaimananya kan ? Apalagi soal bagaimana cara memainkannya, saya yakin kalian jauh lebih mahir ketimbang saya.

Screenshot_2014-10-13-21-30-51

Screenshot_2014-10-13-21-33-54

Screenshot_2014-10-13-21-35-18

dan untuk link Video yang bisa dilihat saat ujicoba games FIFA 15 ini, bisa dilihat disini yah…

Kedua, ada Asphalt 8. Entah mengapa, meski berukuran sedikit lebih besar atau sekitar 1,56 GB data yang dibutuhkan, jika berencana diunduh dengan wifi yang sama kelihatannya sih bakalan jauh lebih lama. Sekitar 9-10 jam-an menunggu, jika mau. Maka pilihannya pun berpindah ke wifi kantor yang beruntung sedikit lebih cepat proses unduhannya, yaitu sekitar 2,5 jam lamanya. -tetep lama sih ya :p

dan berikut beberapa skrinsyut dari games permainan Asphalt 8 besutan Gameloft dimana model inilah yang sebenarnya jauh lebih saya sukai, utamanya pada layar PC. Jauh lebih puas untuk dinikmati tentu saja. Tapi karena penasaran jualah, akhirnya dicoba juga di perangkat berlayar 4,5 inchi ini. Yuk dilihat juga bagaimana gambar-gambarnya berikut ini.

Asphalt 8 PanDeBaik 1

Asphalt 8 PanDeBaik 2

Asphalt 8 PanDeBaik 3

Sedangkan link Video yang bisa dilihat saat ujicoba games Asphalt 8 ini, bisa dilihat disini yah…