berHaHaHiHi dengan Golongan Darah O #2

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang SKetSa

Lanjut dikit tentang Golongan Darah O dari buku komik karya Park Dong Sun yang masih asyik buat dikulik…

Darah O PanDe Baik 05

Kemampuan Mengingat ? *hmmm… tapi kerja sama dalam Tim ? Hehehe… *dasar individualis

Darah O PanDe Baik 03

Janji jam 3 Sore ? *mengulur waktu… dan baru terburu buru last minute. ๐Ÿ™‚ *dasar… musti jadi lebih baik nih kedepannya…

Darah O PanDe Baik 02

Diibaratkan sebagai tokoh Jangbi ? *bersikap sopan pada atasan namun sekaligus mampu bersikap tegas kepada bawahan… betulkah begitu kawan-kawan staf ? ๐Ÿ™‚ *nanti kalian kasi masukan ya…

Darah O PanDe Baik 01

Mudah terpengaruh… Mudah goyah… saat kritis… kesabarannya mulai membingungkan *hihihi…

Darah O PanDe Baik 04

…dan ? Saat menyetir ? Hehehe… bener bener parah nih si om Park *tau aja dia

Noted… 28 Agustus 10.00 PM GA422 Seat 48A

Category : tentang DiRi SenDiri

Terkadang aku berpikir bahwa tak sekalipun aku pernah berharap atau meminta bahkan mengemis akan apa yang aku jalani hingga hari ini. Semua hadir begitu saja, dan bisa jadi inilah jalan yang harus aku lalui…

Maka akan sangat menggelikan sekali jika kemudian mereka menganggapku telah merebut impian yang mereka harapkanย  sejak dulu…

Semua memang terlihat indah di permukaan. Tapi apakah mereka mampu memahami gejolak yang terjadi didalam ?

Jalan ini takkan pernah mudah untuk dilalui, Teman…

Kegelisahan ini, 28 Agustus 2014 10.00 PM, GA422 Seat 48A

Berkhayal Filem

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KHayaLan

Sambil menunggu proses Registrasi dimulai *datangnya kepagian* tadi sih sempat berkhayal tentang perjalanan ini sambil mengingat atau mengaitkannya dengan kisah kisah filem yang pernah saya tonton sebelumnya, tapi gag termasuk yang golongan Bokep loh ya. Hehehe…

Pertama itu inget filem yang ada si Will Smith yang ada kata Happiness itu. Ingetnya pas adegan si Will bawa tas jinjing yang isinya baju dan perlengkapan lain, hanya karena gag punya rumah dan harus beraktifitas selama seharian. Tidur berpindah-pindah dari satu lokasi tuna wisma bahkan toilet stasiun kereta api bawah tanah. Jadi inget begitu berhubung sejak pagi tadi, tas selempang ini saya jinjing kemana-mana lantaran sudah check out dari Losari dan berencana langsung cabut ke Bandara usai acara Lokakarya. Hmmm…

Kedua, ingetnya filem Terminal yang ada si Tom Hanks, menjalani hidup di bandara lantaran negaranya pecah perang saat ia tiba di New York. Meski gag separah si Tom, tapi memang lebih baik menunggu di Bandara selama dua jam atau lebih menanti boarding time ketimbang melenggang kangkung belanja di mall, lalu terburu-buru menuju bandara dan pada akhirnya ketinggalan pesawat. Waktu menunggu ini bisa dipake buat menyegarkan muka dan memberi sedikit wangi pada badan, atau menulisi Blog begini.

Ketiga, yang paling parah sih si siapa namanya yang main Devil Wears Prada ? Melamar kerja sebagai sekretaris boss majalah Runaway mengingatkan saya pada penugasan di Dinas Cipta Karya sejak satu setengah tahun lalu, dimana karakteristik Ibu Kepala Dinas kok rasanya mirip-mirip bu Boss Runaway. Tantangan dan gemblengannya juga sama keras, bahkan sesekali tanpa senyum. Tapi asyik juga rasanya pas bisa melaksanakan tugas sesuai arahan Beliau. Semoga endingnya juga nanti bisa happy, bukan masuk Hotel Prodeo macam komentar kawan saya si Om Rofiqi Hasan…

Keempat, mih apa ya ? Ada ide lagi ?

Inget-inget petualangan sendirian, yang paling pas itu inget filem yang ada si Tom Hanks (lagi) terdampar di pulau sepi sambil tereak ‘Wilson… Wilson…’ hehehe…

Pagi di Losari Blok M

Category : tentang PLeSiran

Dibandingkan dengan akomodasi yang pernah saya tempati selama berkunjung ke Jakarta baik untuk kepentingan Dinas atau lainnya, ini kali kedua saya mampir dan menginap di Hotel Melati. Kalo gag salah ya…

Losari Blok M merupakan sebuah hotel yang terletak di pinggiran jalan besar. Tepatnya di tikungan jalan, dengan penampilan luar lebih mirip gedung kantir namun dalemannya bersuasana rumah tinggal. Model kamar yang saya tempati inipun lebih mengarah seperti kamar tidur yang saya miliki. Sederhana. Jadi gag banyak penyesuaian yang dilakukan sejak tiba tadi malam. Langsung beranjak tidur setelah merapikan semua bawaan.

Dulu waktu masih belajar di LPSE, pernah juga merasakan suasana ini. Kalo gag salah pas mengantarkan para pemegang kebijakan melihat LPSE Jawa Barat yang kami jadikan acuan sejak awal. Para pemimpin masuk Hotel berbintang, kami sisanya masuk di Hotel Melati. Jauh lebih nikmat sebetulnya jika menginap di kelas hotel begini, gag harus risih dengan aturan gag tertulis di hotel. Biasa aja…

rps20140828_172207

Saya memempati kamar 211, di lantai 2. Mengambil kamar Superior dengan dua single bed, dipesan berhubung kamar Standard penuh fully booked. Dengan biaya sekitar 558 ribu per malam, Losari Blok M akhirnya jadi pilihan saya atas rekomendasi inspirator di LKPP, Bapak Ikak Patriastomo, setelah bertanya pada posting media sosial FaceBook, sesaat setelah duduk beristirahat di ruang tunggu Gate 20 Bandara Ngurah Rai malam kemarin.

Bagaimana situasi Hotel lainnya, bentar saya lanjutkan. Ini masih bertapa sebentar tapi belum jua menghasilkan. *uhuk

Petualangan Pertama Menjejak Jakarta… Sendirian…

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Perlu waktu 36 tahun rupanya untuk bisa melakukan pertualangan ini sendirian. Kali pertama saya meninggalkan keluarga tanpa ditemani seorang kawan, melintasi cakrawala bersama Garuda Indonesia. Kamis, 27 Agustus 2014.

Perjalanan ini sungguh sangat mendadak keputusannya. Pagi tadi Ibu Kepala Dinas menyampaikan informasi terkait undangan dari Kementerian Pekerjaan Umum… dimana disposisi sebagaimana tertera dihalaman terdepan, adalah Hadir, ditujukan kepada Kepala Dinas. Namun karena Beliau berhalangan, maka mau tidak mau harus ada seseorang yang berangkat dan mengikutinya. Demi kepentingan Dinas.

Awalnya sih saya menolak. Alasannya sederhana. Saya belum pernah melakukannya. Terbang ke Jakarta sendirian. Menghadiri acara resmi di tempat yang barangkali lebih pantas diikuti oleh jajaran Eselon II. dan tanpa rencana. Yang saya pikirkan hanya satu. Menginap dimana.

Angan-angan sih berencana Pulang Pergi sehari, pagi sampai, trus numpang kencing di Jakarta, malam balik lagi ke Bali. Langsung buyar pas dapat kepastian kalo tiket pesawat pagi penerbangan pertama, fully booked. Maka alternatif kedua ya terbang malam ini juga. Alamat buruk nih, bathin saya.

Bagaimana tidak, persiapan apapun saya belum punya. Dari Surat Tugas, bahan materi hingga yang paling urgent ya Tiket Pesawat dan Akomodasi. Tapi ya sudahlah. Nekat aja, toh masih di lingkup Bali dan Jakarta. Anggap saja belajar.

Maka jadilah setelah Tiket dikantongi, menggunakan dana pribadi berhubung dana talangan belum siap, kemudian Surat Tugas ditandatangan namun belum berisi stempel, bahan materi abaikan dulu berhubung materi juga tergolong baru, dan Akomodasi, nantilah sambil jalan.

Setelah berkemas dengan membawa satu baju ganti, sisanya apa yang terpakai di badan, ditambah beberapa item perlengkapan wajib menginap, saya meluncur ke Bandara Ngurah Rai memanfaatkan Taxi Bali seperti biasanya. Gag ingin merepotkan banyak orang pokoknya.

Tiba di Gate 20, keberangkatan Domestik pada pukul 20.30 wita, cukup banyak waktu untuk berkabar dan hunting Hotel. Setelah mendapat Rekomendasi dari pak Ikak Patriastomo, inspirator saya yang dahulu bertugas di LKPP, salah satu hotel terdekat Kementerian adalah Losari Blok M. Hotel Melati yang berada di pinggiran jalan besar, sebelahnya M Point. Ya sudah, di Booking saja mengingat jam tiba di Jakarta juga sudah tengah malam. Tanggung kalo mau cari cari lagi.

Yang unik, begitu turun dari Bandara, saya menghampiri konter GoldenBird. Sempat keder juga baca Executive Class and Bussiness Car Rental, mengingat saya bukan masuk golongan itu. Tapi sudah kepalang basah, sisa itu saja yang tampak masih ada petugasnya, sementara belum pede mencoba Taxi luar, ambil porsi kendaraan Innova, termurah dari pilihan yang ada. Begitu Deal dan Bayar, kendaraanpun disiapkan. Tapi berhubung Innova ternyata Kosong di Bandara, maka kendaraan pun di Upgrade menjadi Alphard. Namun tetap dengan harga Innova. Wah… kapan lagi *uhuk

Maka, inilah Petualangan Pertama Menjejakkan Kaki di Jakarta. Sendirian… *berdiri dengan gaya Shincan dan Pahlawan Bertopengnya…

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah O

1

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang SKetSa

Ha… berikut beberapa kisah tentang Golongan Darah O… kira kira kaya apa yah ?

Darah O PanDe Baik 10

Bersemangat saat memiliki Tujuan… dan bakalan mengendur saat Tujuannya kabur :p

Darah O PanDe Baik 09

Ahli dalam bidang tertentu *uhuk *banyak ide dan…

Darah O PanDe Baik 08

Tidak mudah percaya dengan orang lain… tapi kalo sudah percaya ? Hohoho…

Darah O PanDe Baik 07

Paling lemah dalam mengendalikan Keinginan… tapi punya Keinginan paling Kuat :p

Darah O PanDe Baik 06

…dan …Realistis ๐Ÿ™‚ *kalo lagi jatuh cinta, paling cepat mendidihnya :p *colek ibunya anak-anak

berHaHaHiHi dengan Golongan Darah

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang SKetSa

Tahukah kalian jika Golongan Darah O (milik saya), kalo ditempatkan ditengah ruangan tabiatnya suka menjelajah ruangan ? Atau kalo lagi diminta menilai penampilan seseorang, ia malah memiliki pendapat lain yang tentunya lain dari yang lainnya ? Hihihi…

rps20140805_082016

Kekonyolan tersebut dirangkum dalam satu buku karya om Park Dong Sun dalam tajuk Simple Thinking about Blood Type yang diterbitkan pertama kali tahun 2013.

Tahu ada karikatur beginian sih sudah lama sebetulnya. Kalo gag salah dari forum Kaskus yang diterusin ke akun socmed FB dan terakhir kalo gag salah nyariin edisi lainnya via mbah GooGLe. Tapi sudah jodoh kali, saya nemunya dalam bentuk buku pas nyariin novelnya om Hilman di Gramedia tempo hari dan langsung aja diembat tanpa pikir panjang lagi. Hasilnya, HaHaHiHi…

Iseng aja sih, hanya pengen tahu sudut pandang orang terhadap tabiat Golongan Darah O dan B (milik istri), yang bisa dijadiin bahan candaan. Meskipun didalamnya berisikan juga soal sisi positif semua golongan darah, tapi rasanya untuk yang satu ini yah cukup diingat saja. Just for Fun ceritanya.

Jadi ada 4 Golongan Darah yang terpantau dalam buku yaitu A, B, AB dan tentu saja O. Golongan Darah Biru dapat dipastikan tidak masuk dalam pembahasan di om om dari Korea ini. Ditelisik dari berbagai sudut pandang kondisi dan teori yang kalau tidak salah sih diambil dari hasil survey atau sample. Cukup bisa dipercaya tentunya, apalagi jika mau disandingkan dengan lembaga survey pilpres kemarin yang ditenggarai abal-abal itu.

rps20140805_082049

Sedikitnya ada tiga bab penting yang bisa dinikmati selama menjelajah isi buku. Sifat seseorang dari Golongan Darah, Hubungan Sosial antar Golongan Darah dan Cerita Seru diantara mereka. Sisanya pembaca bakalan disuguhi hasil coretan komik lain karya si penulis.

Dan saya yakin kalau kalian pun berkesempatan dengan buku Simple Thinking about Blood Type ini dalam waktu dekat, ya bisa ikutan berHaHaHiHi juga saat senggang.

Tapi jangan lupa yah untuk tetap berbagi Golongan Darah eh berbagi Darah maksudnya secara rutin tiga bulan sekali… ditunggu loh ๐Ÿ™‚

nge-Blog ? Kacau…

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Beberapa waktu lalu sempat diskusi dengan seorang kawan lewat Whatsapp terkait kesulitan penggunaan aplikasi WordPress for Android, yang kini gag bisa lagi dimanfaatkan dengan baik khususnya bagi mereka yang memiliki hosting blog berbayar. Saya pribadi mengalaminya sudah lama, saat masih menggunakan perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7+, utamanya pasca proses Upgrade OS ke Versi 4.1 Jelly Bean. Entah ada kaitannya atau tidak, yang pasti sejak saat itu saya tak lagi menggunakan aplikasi tersebut.

Praktis aktifitas ngeBlog yang biasanya mudah dilakukan saat berada pada posisi mobile jadi tertunda, berhubung belum nemu solusi praktisnya. Tapi gag lama sih ya. Ternyata semua masih bisa dilakoni dengan memanfaatkan Browser.

Proses untuk bisa menulisi blog pun kini makin berkembang. Meski sebagian besar punya alur yang sama. Menulis dalam bentuk draft di aplikasi Evernote (dulu pake Memo di Tab), trus input lewat Browser, dan sebagai ilustrasi biasanya sih diedit pake aplikasi Reduce my photos. Semua aktifitas tersebut dilakukan pada perangkat Samsung Galaxy Note 3. Efisien secara waktu. Jadi bisa dikatakan laptop ataupun pc sudah gag lagi jadi satu prasyarat khusus buat nge-Blog.

Tapi ada juga hal yang kemudian harus disesuaikan seiring berjalannya waktu. Untuk update tulisan, kini sudah makin jarang. Seminggu paling bisanya ya dua kali saja. Soal tema pun demikian. Apa yang terlintas, teringat lalu dituliskan dan publish. Jadi arti blog pun kini kembali menjadi sebuah catatan pribadi tentang apa saja.

Kini juga gag terlalu peduli soal alur cerita. Ngalir gitu aja. Yang penting isi pikiran tersalurkan. kadang malah jadi aneh kalo dibaca secara utuh. Soal urutan cerita juga begitu. Gag diatur lagi macam dulu. Nge-Blog kini tidak lagi menjadi satu keharusan demi menjaga eksistensi pikiran. Tapi yah buat iseng saja ketimbang gag ada kerjaan. Jadi ya sudah… sampai nanti.