Sebuah Cerita saat Nyepi

3

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

Setiap umat beragama memiliki satu hari perayaan Tahun Baru yang jatuh di hari tertentu, demikian pula halnya dengan umat Hindu.

Nyepi. Demikian kami menyebutnya.

Hari Raya Nyepi merupakan hari dimana kami umat Hindu mematuhi empat larangan yang tampaknya kian hari kian disesuaikan atau malah dilanggar. Amati Geni, tidak menyalakan api, tapi tetap memasak atau menyalakan lampu meski secara sembunyi-sembunyi. Amati Karya, tidak melakukan pekerjaan, tapi tetap beraktifitas seperti biasa, bahkan sebagian tetap lembur dengan tugas kantor meski berada di rumah. Amati Lelungan, tidak bepergian, namun sesempatnya berkunjung ke rumah saudara atau tetangga sebelah rumah hanya untuk bertukar  cerita, dimana di hari biasa rasanya kami tak sempat melakukannya. dan terakhir, Amati Lelanguan, tidak mengadakan hiburan, namun tetap menonton televisi, meceki dan sebangsanya.

Benar tidaknya gambaran diatas ya kembali pada lingkungan sekitar kalian dan kesadaran diri. Namun setidaknya, itu yang kami rasakan hingga kini.

Nyepi bagi saya pribadi, adalah hari yang paling dinanti karena di hari inilah saya bisa menikmati hari tanpa keramaian lalu lalang kendaraan, mendengar kicau burung dengan jelas, bahkan tawa canda ponakan sekalipun mereka berada didalam kamar tidurnya.

Saat masih seusia mereka, Nyepi adalah hari dimana kami berlomba-lomba bangun pagi untuk segera duduk nongkrong di jalan depan rumah, sambil bermain bola hingga didatangi pecalang di lingkungan banjar. Jika pecalangnya kami kenal, biasanya setelah dilarang, kami akan kembali keluar rumah saat ia pergi. Begitu terus hingga kami lapar, pulang dan mandi.

Di usia sekolah, kami masih sempat untuk melakukan puasa, tidak makan dan tidak minum, selama 12 jam, 24 jam hingga 36 jam sesuai kemampuan, lantaran diwajibkan oleh Ibu Guru agama kami (kalo gag salah ingat, namanya Ibu Dayu Puniadhi), dan akan dipastikan kembali usai Nyepi. Puasa mulai jarang dilakukan seiring kebiasaan para ibu yang memasak secara besar-besaran atau berlebih, dan mulai merasa kasihan jika semua tersisa di malam hari. Hehehe…

Jenis makanan atau masakan yang ada setiap Hari Raya Nyepi, dapat dipastikan serupa antara satu keluarga dengan lainnya, yang membedakan hanya pendampingnya saja. Ada yang punya tape, kacang, jajanan kering atau kue buah untuk mempercepat penghabisan pasca meprani sehari sebelumnya. Ini belum termasuk penganan kecil lainnya hasil borongan di supermarket beberapa hari sebelumnya. Ini mengingatkan saya pada ‘kearifan lokal (demikian seorang kawan menyebutkannya), dimana sebagian masyarakat merasa perlu untuk menimbun pasokan makanan seminggu guna mengisi ‘satu’ hari Nyepi.

Disamping berpuasa, sebenarnya usai melakukan sembahyang pagi, kami diharapkan membaca buku agama atau kitab suci demi membersihkan pikiran kembali ke awal mula. Namun lantaran bosan, materi yang dibacapun jauh berubah. Dari majalah di saat sekolah dulu, hingga portal detik dan akun jejaring sosial saat era internet kini.

Bosan yang lahir sepanjang hari Nyepi datang karena hawa diluaran cukup panas bahkan menyengat (entah berbeda jika kami memiliki AC dirumah), dan waktu yang berjalan terasa lebih lambat dari biasanya. Maka, pilihan untuk tidur dan beristirahat sepanjang hari lebih dipilih sebagai cara melewatkan waktu dengan cepat.

Di sela waktu, kami masih menyempatkan diri untuk mengirimkan ucapan selamat merayakan Nyepi pada sanak saudara, teman hingga relasi kantor. Dari jaman kartu pos, telegram, hingga sms jadul dengan satu penerima, berkembang kini lewat whatsapp, BBM atau jejaring sosial seperti FaceBook dan Twitter. Namun untuk mereka yang jarang beraktifitas di era internet ini, sarana sms-lah yang kelihatannya masih tetap bermanfaat. Tidak usah terlalu panjang mengucapkannya, toh usai kata ‘semoga’, sudah sangat jarang dibaca pihak tujuan, bahkan cenderung copy paste dari kawan lain. Yang penting ada nama pengirim, agar yang dituju minimal yakin kenal dengan si pengirim. Hehehe…

Di sore hari Nyepi, rutinitas pagi di hari yang sama kembali terulang. Disini jumlah orang yang hadir di sisi jalan malah semakin banyak, termasuk para orang tua yang memilih untuk saling mengunjungi dan bertegur sapa satu dengan lainnya. Bahkan, ada juga yang sepengetahuan kami berada di luar pulau, kini bertemu dan ikut merasakan sepinya Nyepi di jalanan kami.

Saat menjelang malam, biasanya kami kaum laki-laki mulai mengenakan pakaian adat dan membawa senter untuk melakukan ronda keliling desa, secara berkelompok. Mengingat sendirian, bukanlah ide yang bagus untuk menyembunyikan kedok keinginan berjalan-jalan keluar rumah. Di malam hari, biasanya kami banyak menemukan sekelompok orang lainnya yang memilih duduk di tengah jalan, ngobrol kesana kemari dan menyapa.

Dalam menjalani aktifitas Nyepi, biasanya sih ada aja orang-orang yang merasa terusik dengan heningnya suasana sepi baik siang maupun malam hari, terutama yang belum terbiasa dan merasa terjebak lantaran gag ada aktifitas lain yang bisa diperbuat. Orang-orang ini biasanya merupakan orang yang tidak memiliki toleransi dan rasa sadar pada diri sendiri maupun orang lain, maka itu kerap memantik api permusuhan lewat jejaring sosial yang secara sengaja dilontarkan dan menimbulkan bully atau caci maki baik dari umat Hindu maupun umat lainnya.

Beberapa kejadian unik pun ada di berbagai wilayah adat, seperti penemuan seekor ular sanca berukuran  besar yang naik dari selokan dekat banjar, atau penangkapan warga yang kedapatan melaju dengan sepeda motornya, lantaran tidak tahan dengan sepinya jalan raya, membumbui cerita tentang Nyepi yang ada di sekitar kita.

Dan jelang tengah malam, satu-satunya penerangan yang kami andalkan adalah lampu kamar tidur tengah yang secara kebetulan berada di tengah-tengah rumah, sehingga nyala lampu yang ada mampu menerangi sedikit area sekitarnya meski tak sampai terlihat dari luar. Di ruangan inilah, kami menempatkan bayi agar tidak rewel saat dininabobokan.

Cerita saat Nyepi tentu saja berbeda antar satu keluarga dengan keluarga yang lain. dan kali ini tentu saja Cerita saat Nyepi dari kami.

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1936

1

Category : tentang Buah Hati, tentang DiRi SenDiri

PanDe Baik dan keluarga mengucapkan “Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1936” kembali ke awal lagi…

MiRah Intan 2014 1936

Jangan lupa kunjungi halaman kedua Putri kami, Pande Putu Mirah GayatriDewi dan Pande Made Intan PradnyaniDewi di http://mybaby.pandebaik.com/

Ogoh-Ogoh Kota Denpasar Tahun 2014

Category : tentang KeseHaRian

Berikut beberapa rekaman gambar penampilan sosok Ogoh-Ogoh di seputaran Kota Denpasar Tahun 2014…

Namun lantaran kesibukan yang tambah padat, jumlah foto yang tersaji ya… gag sebanyak tahun lalu. Jadi, Mohon Maklum yah…

Ogoh Ogoh Denpasar 2014 PanDeBaik 4

Ogoh Ogoh Denpasar 2014 PanDeBaik 1

Ogoh Ogoh Denpasar 2014 PanDeBaik 3

Ogoh Ogoh Denpasar 2014 PanDeBaik 2

Yang pertama diatas, hadir dari Banjar Kedaton (art centre), disusul dari banjar di Jalan Sulatri Kesiman… *lupa namanya *trus ada si Macan dari Banjar Tatasan Kelod dan si Biru Banjar Cerancam (kalo tidak salah)

Ogoh Ogoh Banjar Tainsiat Denpasar Tahun 2014

1

Category : tentang InSPiRasi

Ogoh Ogoh Tainsiat Pandebaik 1

Ogoh-Ogoh Kalimaya banjar Tainsiat Kota Denpasar Tahun 2014

Ogoh Ogoh Tainsiat Pandebaik 2

Eksplorasi Air Command

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu fitur terkini yang ditawarkan oleh perangkat Android Samsung Galaxy Note 3 adalah Air Command yang akan muncul secara otomatis saat stylus pen dikeluarkan dari cangkangnya. Dan Ini merupakan pengaturan yang datang secara default.

Air Command merupakan kumpulan dari 5 (lima) shortcut menuju fitur ataupun aplikasi yang memanfaatkan penggunaan stylus pen sebagaimana yang pernah disampaikan sebelumnya, yaitu Action Memo, Scrapbooker, Screen Write, S Finder dan Pen Windows. Kelima fitur atau aplikasi ini ditujukan untuk menerjemahkan produktifitas pekerjaan menjadi beberapa catatan penting yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan atau aktifitas lainnya.

Action Memo untuk mengakses tampilan Memo secara cepat demi menuliskan ide yang terlintas, catatan ataupun hal lain yang dianggap penting dengan tambahan item clipboard, gambar ataupun file multimedia lainnya.

Scrapbooker sebagai sarana penyimpan aktifitas yang ditemukan saat bekerja, berkelana di dunia maya atau berinteraksi dengan layar perangkat, dimana semua catatan yang tersimpan akan direkam dan sedapat mungkin diterjemahkan dalam bentuk visual kata dan dapat ditemukan dalam aplikasi ScrapBook. Ohya, sebagai pengingat bahwa aplikasi atau teknologi serupa dapat ditemukan dalam perangkat BlackBerry 10 atau PlayBook dimana kemampuannya bisa dikatakan sedikit terbatas ketimbang yang telah dikembangkan oleh Samsung kali ini.

Samsung Galaxy Note 3 PanDe Baik

Screen Write adalah fitur untuk menulisi gambar atau apapun yang terekam pada layar secara real time untuk menyampaikan satu informasi secara langsung yang berkaitan dengan gambar tersebut. Jadi ketika menemukan gambar kebaya yang menarik hati misalnya, bisa di-shared ke akun istri, dengan catatan atau coretan ‘gag boleh lebih dari 300rb loh ya…’ *uhuk

S Finder merupakan fitur pencari atas semua catatan atau rekaman yang telah dibuat atau terkait dengan tiga fitur sebelumnya, atau gambar yang pernah diambil dari kamera ponsel, atau bahkan dokumen didalam perangkat berdasarkan kata kunci yang diinputkan. Sehingga untuk hasil pencarian akan dikelompokkan berdasarkan kategori item yang ditemukan. Menarik bukan ?

dan terakhir ada Pen Windows. Fitur ini fungsinya adalah untuk mengaktifkan aplikasi lain secara pop-up diatas layar yang aktif digunakan, dengan tujuan mengakses lebih cepat aplikasi dimaksud tanpa harus keluar dari layar untuk masuk ke menu utama. Misalkan saja Calculator untuk menghitung besarnya diskon penawaran yang ditemukan saat browsing *uhuk

Meski secara default fitur Air Command dapat tampil secara otomatis saat stylus pen dikeluarkan dari cangkangnya, pengguna dapat menonaktifkannya lewat menu Pengaturan. Dan dapat diakses kembali dengan menekan tombol pada stylus pen tanpa menyentuhkan ujung stylus pada layar, cukup diarahkan saja.

Eksplorasi Samsung Galaxy Note 3

Category : tentang TeKnoLoGi

Masih mengulas soal kemampuan dan fitur baru yang ditawarkan oleh perangkat Android Flagship besutan vendor asal Korea Selatan, Samsung Galaxy Note 3, kali ini saya ingin berbagi soal hal-hal yang jadi catatan khusus dalam rangka eksplorasi lebih jauh, tentu dari sudut pandang dan kebutuhan saya selaku pengguna.

Pertama, soal Spek. OctaCore ditambah 3 GB RAM tentu saja bukan spesifikasi biasa. Meskipun dalam tulisan tempo hari beberapa kali masih saya jumpai lag lantaran sisa RAM yang dapat digunakan jauh dari harapan, namun soal kecepatan loading pada beberapa buku atau majalah berformat pdf seperti majalah detik atau Android, baru terasa bedanya dengan perangkat Android yang saya gunakan sebelumnya. Lebih gegas dalam membuka dan merendering halaman, sehingga informasi yang ditawarkan pun dapat lebih cepat selesai dibaca.

Galaxy Note 3 PanDe Baik 3

Lain spek lain pula fitur yang ditawarkan untuk mendukung kehadiran stylus pen yang dibenamkan di sisi belakang bodi, bawah kanan. Apalagi kalau bukan yang namanya Air Command.

Air Command adalah salah satu fitur yang mendukung kehadiran Stylus Pen besutan Samsung Galaxy Note 3, yang secara default akan hadir secara otomatis saat stylus dikeluarkan dari cangkangnya. Fungsinya sebagai jalur shortcut ke lima fitur lain yang pula menjadi pembaharuan bagi Note series yaitu Action Memo, Scrapbooker, Screen Write, S Finder dan Pen Window.

Bagi yang ingin tau lebih lanjut perihal aktifitas apa saja yang bisa dilakukan oleh kelima fitur diatas, kelak akan disampaikan dalam satu tulisan khusus lebih lanjut.

Lalu, terkait pembaharuan fitur atau yang tempo hari disebut hanya sebagai gimmick yang gag terlalu penting, selain koneksi NFC dan Samsung Beam, ada Air View yaitu fitur yang dapat dimanfaatkan untuk memunculkan informasi saat telunjuk atau stylus mengarah pada item tertentu dalam layar perangkat, Air Gesture yaitu fitur yang dapat mengoperasikan beberapa fungsi hanya dengan melakukan aksi sapuan tangan diatas layar (tanpa menyentuh), Motion dan Palm Motion yang memanfaatkan gerakan atau goyangan ponsel, Smart Screen yang memanfaatkan gerak gerik bola mata serta Increase Touch Sensitivity yaitu fungsi untuk para pengguna yang berada di wilayah bersuhu dingin, tetap dapat mengoperasikan perangkat meski tangan terbungkus oleh sarung yang tebal.

Oh ya, selain semua fitur baru diatas, dalam paket penjualan terdapat satu aplikasi lagi yang kelihatannya disuntikkan secara default untuk para penggunanya agar dapat memelihara kesehatan melalui S Health. Sebagaimana namanya, aplikasi ini kelak dapat dijadikan sebagai sarana untuk mencapai tujuan kesehatan tertentu seperti diet atau menurunkan berat, mempertahankan kondisi tubuh atau menjaga stamina keseharian. Semacam asisten ceritanya. Bisa digunakan setelah pengguna menginputkan data diri secara fisik serta tujuan yang ingin dicapai.

Oke, cukup sekian untuk tulisan kali ini, besok kita lanjut lagi dengan mengEksplorasi lima fitur baru Air Command. Sampai nanti…