Tips Menggunakan Aplikasi Bluestack

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika diperhatikan lebih jauh, sebenarnya untuk bisa memanfaatkan aplikasi Bluestack sebagaimana tujuan dan fungsinya itu ya susah susah mudah. Dianggap susah, jika perangkat yang kalian gunakan untuk menjalankan aplikasi Bluestack ini, masih berada di spesifikasi minimum. Apalagi jika besaran RAM dibawah 2 GB. Dijamin lelet dan mengesalkan. Tapi bisa juga dianggap mudah, jika kalian tahu lebih awal bagaimana Tips untuk menggunakan aplikasi Bluestack tanpa kecewa. He… berikut diantaranya.

Blue 2

Pertama, gunakan seperlunya. Sebagaimana yang dijelaskan di awal terdahulu, aplikasi Bluestack sebenarnya hanyalah sebuah Emulator yang mampu menjalankan sistem operasi Android diatas sistem operasi utama yang berjalan pada sebuah perangkat PC Desktop ataupun laptop. Sehingga dari segi fungsi, biasanya digunakan untuk menguji sebuah aplikasi yang sedang dikembangkan atau dibuat, apakah bisa berjalan dengan baik atau tidak. Namun bagi mereka yang bukan golongan pengembang aplikasi dan juga games, dapat memanfaatkan aplikasi Bluestack untuk ajang uji coba aplikasi atau games tertentu, sebelum diterapkan di perangkat Android masing-masing. Bakalan berguna jika kalian menggunakan paket data versi minimum di perangkat Android, atau kuota yang sangat terbatas. Jadi ya kasihan terbuang percuma hanya untuk mengunduh, mencoba lalu menghapusnya.

Kedua, untuk memaksimalkan kinerja aplikasi Bluestack dan juga PC Desktop atau laptop yang digunakan, selalu jalankan Bluestack sesaat setelah PC Desktop atau laptop dinyalakan. Tujuannya untuk mendapatkan porsi memory terbesar dan terlapang saat dijalankan. Sedapat mungkin tidak berbarengan dioperasikan dengan aplikasi yang memakan resources besar seperti aplikasi Foto atau Video Editor. Jikapun masih memungkinkan, nonaktifkan aplikasi yang berjalan di background, seperti AntiVirus, utamanya jika aktifitas yang akan dilakukan pada aplikasi Bluestack aman-aman saja alias tidak mengundang Malware ataupun virus.

Ketiga, jika ingin melanjutkan aktifitas kerja seperti biasa, selalu lakukan Restart PC Desktop atau laptop, usai kalian menggunakannya. Tujuannya, untuk melapangkan kembali resources yang ada seperti kinerja prosesor atau RAM, sehingga tidak mengalami lag lebih jauh.

Keempat, meskipun Bluestack merupakan sebuah Emulator, dimana spesifikasi storage minimun yang dipersyaratkan adalah sebesar 2 GB, namun semakin banyak aplikasi yang diinstalasi dan diuji coba, maka penghabisan storage pada PC Desktop maupun laptop-pun di semakin besar. Jadi lakukan pilah pilih aplikasi sebelum dicoba dengan cermat.

Nah, kira-kira itu Tips yang dapat saya bagikan untuk kalian yang ingin mencoba menggunakan aplikasi Bluestack pada perangkat PC Desktop ataupun laptop yang kalian punya. Semoga berguna dan selamat mencoba.

Uji Coba lanjutan Aplikasi Bluestack

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika posting pertama terkait percobaan aplikasi Bluestack untuk digunakan BBM-an via PC Desktop ataupun laptop bisa berhasil dengan baik, kira-kira apa yang terjadi jika kita coba eksplorasi lebih lanjut soal kemampuan Bluestack dalam menjalankan berbagai aplikasi dan games yang ada di Google Play Store ? Yuk simak diantaranya.

Angry Bird. Games fenomenal hasil kembangan Rovio ini bisa dikatakan sebagai permainan wajib yang ada dalam setiap perangkat Android pemula, untuk sekedar meyakinkan calon pengguna ataupun pembeli terkait kinerja dan kemampuan perangkat yang ingin dijual lebih jauh. Selain itu, Angry Bird merupakan satu diantara sekian jenis Games yang paling mudah dicari, dipahami dan dimainkan baik oleh anak-anak sekalipun. dan Dari percobaan yang saya lakukan, Angry Bird rupanya bisa dijalankan dengan baik, tanpa jeda yang berarti, saat startup maupun tantangan berlangsung.

angry 1

eBook Droid. Ini merupakan salah satu pembaca eBook baik dalam format pdf, epub ataupun cbr yang menjadi favorit saya, lantaran tidak melakukan backup atau penyimpanan tambahan sebagaimana yang dilakukan aplikasi Aldiko, sehingga storage akan tetap berlaku konstan. Uniknya, saat dijalankan, rupanya ada pilihan [windows] pada opsi pencarian/membuka file eBook, yang mengarah pada storage harddisk pada PC. Dan dari beberapa percobaan untuk membuka dan membaca eBook, bisa berjalan sesuai harapan meski dalam jendela yang lebih kecil dari PC Desktop.

DXToolBox. Yang satu ini sebenarnya masuk kategori Utility, sehingga tujuan dan kebutuhan utamanya ya untuk melakukan maintenance serta meningkatkan performance perangkat, sedikit lebih baik dari sebelumnya. Namun dalam kasus kali ini, percobaan tampaknya memang anteng-anteng saja berjalan. Bahkan beberapa fungsi yang biasanya saya lakukan, tetap bisa dilaksanakan dengan baik.

Dari tiga percobaan yang saya lakukan, semua dapat dioperasikan normal tanpa kendala. Namun tentu itu semua kembali pada spec perangkat laptop atau PC Desktop yang digunakan. Mau mencobanya ?

Menghapus Memo, Merapikan Masa Lalu

1

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang TeKnoLoGi

Setidaknya terdapat 150-an file Memo yang tersimpan dalam Galery perangkat tabletpc Android Samsung Galaxy Tab 7+ dalam bentuk gambar, yang di-Capture secara berkala satu persatu, sebelum kemudian dihapus secara permanen.

Semua itu merupakan catatan kecil yang selalu saya manfaatkan untuk mengingat hal-hal bersifat emergency, yang tak mungkin mampu saya ingat secara detail dan paparkan saat dibutuhkan. Maka sudah sewajarnyalah jika harus berTerimakasih kepada Samsung dan Google atas teknologi yang memang sesuai dengan kebutuhan penggunanya.

Screenshot_2014-02-02-19-29-58

Dari apa yang telah dikumpulkan, dapat saya bagi dalam beberapa kategori diantaranya catatan remeh seperti nomor ponsel dari orang-per orang yang datang kepada saya untuk meminta sesuatu dari usulan, kegiatan hingga pekerjaan, atau bahkan hal yang terlintas di kepala, yang saat itu tergolong penting untuk diingat, untuk kemudian disampaikan pada pimpinan demi satu jawaban pasti. Kategori lainnya hadir dengan inti diskusi atau pembicaraan saya dengan pimpinan, yang kelak harus ditindaklanjuti dan diwujudkan sedapat mungkin. Namun ada juga beberapa yang kemudian terlewatkan. Ada juga kategori Notulen Rapat yang biasanya saya pimpin sendirian, demi mencatat hal-hal penting yang disampaikan peserta, untuk dirangkum dan dilaporkan pada pimpinan. Juga Usulan dadakan dari berbagai pihak terkait penanganan Jalan Lingkungan.

Jika uraian kategori diatas lebih banyak mengarah pada dunia kerja dan rutinitas, ada lagi catatan singkat terkait ide tulisan yang terlintas di kepala sebagai bahan update Blog hingga status di jejaring sosial. Pula ringkasan hasil seminar terkait Diabetes yang masih saya simpan dengan baik hingga kini.

Bisa dikatakan Fitur Memo dalam perangkat tabletPC Android Samsung Galaxy Tab 7+ merupakan salah satu yang paking sering diakses untuk sekedar pencatatan sekaligus pengingat hal-hal yang terjadi di masa lalu, disamping aplikasi Voice Recorder dan SMS. Dua yang disebut terakhir merupakan pencatat diskusi dengan pimpinan untuk mendukung catatan tangan via Memo, dan SMS adalah eksekusi akhir dari semua hasil yang didapat, yang hingga kini masih pula saya simpan dengan Baik sebagai Arsip.

Semua aktifitas ini saya yakin, akan pula berguna bagi kalian yang memiliki kelemahan daya ingat, hanya saja dibutuhkan sedikit penyesuaian untuk melakukan pencatatan secara cepat dengan memanfaatkan keyboard sentuh yang tentu saja tak senyaman perangkat BlackBerry, serta cara-cara singkat untuk memindahkannya ke media lain seperti email ataupun sms.

Teliti, Temukan dan Pecahkan Kasusnya

Category : tentang TeKnoLoGi

Kali ini ceritanya giliran berperan sebagai detektif. Tugasnya tentu memecahkan masalah dari kasus per kasus yang diberikan oleh pimpinan. Namun jangan takut jika kalian merasa kurang yakin dengan kemampuan beranalisis, karena disini untuk bisa menutup cerita cukup hanya dengan mengandalkan mata dan ingatan. Sisanya, tentu kecepatan dan pemahaman bahasa Inggris. *uhuk

Oke, untuk yang terakhir tadi, saya yakin kalian jauh lebih mahir. Tapi serius, games yang saat ini ingin saya share, memang benar amat sangat membutuhkan kamus jika kemampuan English kalian minim, atau minimal beberapa kali musti berkawan dengan mesin pencari Google Translate.

Hidden Objects, kurang lebih begitu inti atau kategori permainan yang akan saya ceritakan. dan benar, selama permainan kita dituntut untuk menemukan benda sebagaimana terlampir dalam daftar, baik yang kelak akan menjadi petunjuk dari kasus yang dihadapkan, atau hanya sekedar penambah poin untuk mendapatkan Bintang, sebagai syarat untuk mengungkap petunjuk yang ditemukan. Pun menginterogasi saksi dan orang-orang yang dicurigai terlibat.

Mystery Crime iOS PanDe Baik 1

Bagi saya, jenis permainan seperti ini jelas merupakan salah satu yang menjadi favorit. Karena selain dibutuhkan pemahaman terhadap bahasa Inggris akan benda yang ingin dicari, pula untuk mengingat tempat benda diletakkan sebelumnya, dan kecapatan untuk menemukan benda sesuai list dimaksud dalam hitungan detik. Tentu faktor kejelian mata dituntut dengan baik untuk mendukung semua itu.

Sayangnya, ada 2 hal yang saya benci dari permainan Mystery Crimes ini. Pertama, ketersediaannya hanya pada perangkat berbasis iOS saja. Dan kedua, selalu membutuhkan Koneksi internet untuk membuka satu persatu lokasi baru dari kasus per kasus yang akan dipecahkan. Sehingga saat mood sedang tinggi untuk bermain, terkadang musti terputus akibat petunjuk yang mengarah pada lokasi baru.

Mystery Crime iOS PanDe Baik 2

Namun begitu, dengan menelusuri dunia Google Play Store menggunakan kata kunci Hidden Object tadi, mendapat banyak alternatif pilihan lain games sejenis yang tak kalah seru. Jadi, lanjut aja Gan, mainnya…

TabletPC Impian

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyimak perkembangan teknologi perangkat TabletPC belakangan ini, rasanya sudah makin seru seiring dirilisnya seri dari berbagai vendor dan sistem operasi. Jika dahulu pasar masih dijejali dengan perangkat berbasis Android dan iOS, sementara BlackBerry demikian terpuruknya, maka demi mengejar ketertinggalan di lini Windows, Nokia kabarnya sudah merilis versi Tablet mereka meski bisa dikatakan sedikit terlambat. Mengingat beberapa waktu lalu vendor Samsung maupun Acer sudah mendahului, namun gaungnya tak sebesar Android.

TabletPC berbasis Windows, merupakan satu yang saya idam-idamkan sejak dulu. Namun seiring perkembangan jaman, maka kriteria yang diajukan sebagai satu idaman pun ikut berkembang. Yang sayangnya jika diikuti maunya, ya sejauh ini memang belum ada yang memenuhi syarat. Semoga kelak jika ada marketing vendor mampir kemari, bisa mewujudkannya. Hehehe…

TabletPC PanDeBaik

Yang saya butuhkan adalah perangkat TabletPC berbasis Windows, yang kalopun bisa memberi opsi Dual Boot, switch ke Android. Windows lebih diarahkan ke produktifitas mengingat fitur Office dan aplikasi lainnya masih kompatibel digunakan, sedang Android lebih mengarah ke Multimedia, Games dan Social Medianya.

Untuk ukuran, 8 inchi merupakan pilihan terbaik saya rasa. Masih nyaman digenggam dan memungkinkan untuk masuk saku celana. Kalopun gag ada, 7 inchi pun boleh…

Sedang spek, Dual Core atau Quad Core barangkali ? Dengan RAM minimal 2 GB sepertinya cukup. Spek ini kurang lebih setara dengan perangkat Tablet/Notebook Acer W511 yang saya pegang kini.

Namun secara keseluruhan, yang terpenting adalah kemampuannya untuk berkomunikasi baik telepon atau voice call yang memanfaatkan pulsa (bukan paket data), dan tentu saja SMS. Memang sih jaman sekarang rasanya fitur ini sudah mulai jarang digunakan seiring hadirnya aplikasi chat di semua lini smartphone, namun sekedar mengingatkan saja bahwa belum semua kolega, kawan maupun saudara paham dan mampu memanfaatkan ponselnya. Ada juga yang masih setia menggunakan Nokia jadul era symbian dan sejenisnya.

Dengan kriteria diatas, sebetulnya perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7 Plus yang masih setia menemani, memenuhi syarat secara global, yang sayangnya tidak mendukung OS Windows yang saya dambakan. Sehingga sambil menanti rilis yang saya impikan, sementara Tablet ini sepertinya sih gag bakalan diganti dalam waktu dekat.

(Tambahan spek), Tak lupa besaran memory Internal 64/128 GB, dukung slot Eksternal Memory, Sim Card, WiFi dan Bluetooth. Yah standar spek TabletPC lah kira-kira. Sedangkan slot USB, jika memang tidak mampu disematkan gegara persoalan dimensi dan ketipisan, barangkali yang namanya kabel converter mutlak dibekali dalam penjualan.

hmmm… tapi rasanya sih memang mustahil bisa terwujud, apalagi dengan standar harga terjangkau. Kisaran 5-6 jutaan. Ditambah perangkat keyboard untuk inputing. Terlalu banyak permintaan barangkali ? :p

Tips Beli Ponsel via online (berniaga-tokobagus)

Category : tentang TeKnoLoGi

Menemukan ponsel second harga miring di berniaga ? Hati”tindak penipuan. Apalagi kalo domisili penjual berada di luar Pulau.

Tindak percobaan penipuan ponsel second/baru harga miring di situs jual beli macam berniaga atau tokobagus merupakan trend baru. Pasca penawaran via akun FaceBook atau halaman web gratisan.

Modusnya tetap sama, domisili penjual berada di seberang pulau. Pembeli diminta mentransfer uang lebih dulu, tanpa ada kepastian barang bakalan dikirim atau tidak. sedang testimoni ? Jangan percaya deh.

Sedapat mungkin gunakan permintaan COD ditempat, sesuai dengan lokasi dimana iklan tersebut disajikan. Bukankah si penjual mengiklankan berdasarkan lokasi ? Kalopun berada di seberang, ngapain repot”ngiklan di wilayah luar domisili ?

Jual Beli Online PanDe Baik

Tadi iseng nemu jualan Tab2 P3100 1 juta Rupiah, Lumia 620 1,1 juta. dan Tab2 10.1 hanya 2,5 juta. Hati”saja ada baiknya. Jangan sampe udah tergiur, berharap banyak tapi endingnya si penjual malah kabur. mending cari yg cod di tempat deh. Sempat iseng dihubungi, rata”penjual berada di Jakarta. pantesan berani jual Miring. kalo orang lokal siy biasanya mefet” :p

Dari tiga pengiklan ponsel di berniaga dan dua di toko bagus Regional Bali, semua berkilah barang ada di Jakarta dan Batam. artinya apa ?

Agak aneh aja kalo kita berdomisili di Jakarta dan Batam, tapi ngiklan di berniaga dan tokobagus Regional Bali. trus COD nya dimana ? :p Aneh aja kalo si pengiklan minta pemahaman calon pembelinya akan arti kata ‘net’. padahal malah khawatir percobaan penipuan. Kata ‘net’ bakalan dimaklumi jika barang yg ditawarkan memang diiklankan dan berada di Regional seberang. jadi ya sudah resiko pembeli.

Dari kemarin sih iseng aja nawar, kalo beruntung ya syukur, enggakpun ya gag masalah. kalo dapet ya dihibahkan buat ortu :)) Dan tertarik nawar cuma karena harga jauh dibawah pasar. jadi sejak awal bawaannya sudah curiga. Hehehe… kalo COD lokal ya langsung tembak

Yg unik lagi, klaim jualan di Denpasar, tp calon pembeli diminta transfer rek dan barang dikirim via jasa. ini kerjaan mudah dibuat repot. Memang sih gag ada aturan atau larangan mau ngiklan di Regional mana, itu hak bagi setiap pengiklan. tapi kalopun calon pembeli gag nemu barang yg dicari di lokal, kalo emang butuh, pasti deh bela”in hunting ke luar wilayah. Itu sebabnya baik berniaga ataupun tokobagus terdapat pilihan di semua lokasi.

Tapi sudahlah, cuma sekedar mengingatkan saja…

Hmm… Ganti gag yah ?

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Makin yakin dengan rekomendasi ponsel #Android standar minimum itu musti 1 GB RAM. Termurah yg branded ada Samsung Galaxy Core, yg lain ?

Kemarin minggu sempat rekomend keponakan upgrade ke Galaxy Core, ketimbang Galaxy Fame. Sebelumnya pegang Galaxy Pocket #Android. Harga termasuk standar menengah, 2,5 juta. Tapi puas.

Samsung Galaxy Core PanDeBaik

layar sudah 4,3 inchi, lumayanlah. prosesor Dual Core 1,2 GHz setara GalTab 7. Beberapa permainan berskala sedang, dilahap habis oleh Galaxy Core. Minimal macamnya Angry Bird Go, Plants Zombie 2 dan Prince of Persia. Sedangkan utk porsi sendiri masih mikir”mau ganti GalTab 7+ ke Note 8 atau Note 3. kasian uangnya dibuang”toh masih memuaskan secara kinerja.

Malah yang jadi bahan pertimbangan utama tuh sebenarnya ya kenyamanan akan besaran keypad mode landscape nya, pas buat jempol saya :p Note 8 sepertinya terlalu lebar kalo ditempel di wajah buat nelpon, sedang Note 3 terkendala keypad mode landscape.

Dan terkadang agak mikir juga dengan besaran RAM 2 GB (Note 8) atau 3 GB (Note 3), itu mau dipake buat apa yah ?

1 GB udah cukup rasanya. Jarang main Games skala berat, palingan BabyBusnya Mirah, Subway Surf, Angry Bird, Onet dan Plants vs Zombie. sisanya eBook dan socmed. Sedang kebutuhan fotografi ya palingan Photo Editor, Instagram dan Resizer utk bahan tulisan Blog. Photoshop masih nyaman via Laptop :p

Aktifitas paling berat di GalTab cuma buat AutoCAD viewer lewat Turbo viewer, utk pantau Data Jalan Kabupaten dan Lingkungan Kab Badung. dan nonton film hasil donlot. terakhir ada si Bad Grandpa dan Fast Furious 6. *minim aktifitas di #Android GalTab 7+.

Yg paling bikin mupeng saat ini cuma satu. Smartwatch.. antara ambil Sony, Samsung atau iPod 6th-nya Apple. keren kalo pake jam model gini. Yang masih mikir buat ambil segera, hanya satu. kalo pas hujan, nanti gimana ? Gag asyik kalo musti lepas jam. hehehe…

Tadinya disaranin ambil PSP oleh ponakan. tapi ya krena jarang main game, ya…

mending hunting ponsel lawas via berniaga. :p Eh, sebetulnya masih suka berburu PDA jadul yg OSnya masih Windows Mobile, buat koleksi aja. masih ada yg punya gag yah ?    

Hujan Android gaya Samsung Galaxy Series

1

Category : tentang InSPiRasi, tentang TeKnoLoGi

Ada yang tahu ada berapa banyak seri Android yang sudah dirilis oleh produsen Samsung sejak kemunculannya pertama kali ditahun 2009 lalu hingga kini ? Nyaris mencapai angka 100 unit seri Galaxy. Atau bahkan lebih, jika melihat dari varian yang dimiliki oleh masing-masing perangkat ?

Setidaknya demikian info Release History yang saya dapatkan lewat halaman Wikipedia.

Dan dari sekian banyak yang digelontorkan ke pasar global, 25 diantaranya turun bagai hujan sepanjang tahun 2013. Maka bisa dikatakan, minimal ada dua seri yang dirilis dalam setiap bulannya, belum termasuk kategori TabletPC yang total berjumlah 16 unit. Kagum ? Jangan dulu.

Hal seperti ini sebenarnya pernah dilakukan oleh sang mantan raja ponsel kelas dunia asal Finlandia Nokia, yang belakangan makin terpuruk saja akibat salah langkahnya mengambil keputusan dengan mengembangkan sistem operasi Meego yang gagal sebelum berkembang, atau gabungnya mereka dengan sang raksasa Microsoft. Ada yg masih ingat ada berapa seri Nokia yang pernah digelontorkan ke pasar lewat seri N atau kategori Multimedia ? He… itu baru sebagian kecil. Belum seri E dan lainnya. Ditambah beberapa barisan Lumia atau Asha.

Samsung galaxy PanDeBaik

Lalu benang apa yang bisa ditarik dari dua perilaku serupa sang mantan raja dan raja terkini di dunia mobile telekomunikasi, Nokia dan Samsung ?

Mereka sama-sama cerdik, menggelontor pasar global dengan puluhan seri yang mirip satu sama lain, namun menyasar konsumen di semua lini. Baik pemula, menengah hingga kelas atas, tanpa kecuali. Dan itu dilakukan pada masa jaya, sehingga publik terbelah menjadi dua bagian. Satu yang memiliki loyalitas tinggi dan fanatik akan produk Galaxy Series (atau Nokia dijamannya) untuk pilihan berikutnya, dan bagian lain yang merasa bosan dengan teknologi serupa dalam setiap perangkat, lalu memilih brand lain yang jauh lebih menggoda baik fitur maupun desain akhirnya.

Jika Nokia dahulu bersaing ketat dengan Sony Ericsson yang tak mau kalah lewat brand Walkman dan K series nya, kini Samsung harus berhadapan dengan sejumlah pesaing dari berbagai belahan dunia. iPhone dari Amerika, HTC Taiwan, Sony Jepang, hingga lawan dari negeri sendiri, LG. Termasuk Nokia sang pendahulu.

Meski demikian, usaha Samsung lewat Galaxy Seriesnya patut diacungi jempol mengingat teknologi yang dikembangkan dari tahun ke tahun hingga kini, tetap dibutuhkan oleh pengguna, meski sebagian diantaranya merupakan contekan dari sang maestro iPhone, sebuah ponsel karya Steve Jobs yang fenomenal itu.

Trik pemasaran ini sudah sewajarnya ditiru oleh beberapa brand ternama lainnya, jika memang menginginkan kue keuntungan dengan margin yang lebih besar. Setidaknya nama seperti HTC hingga pendatang baru Oppo sudah mulai bergerak mengikuti, dengan merilis seri Mini dari ponsel flagship yang mereka miliki.

Tapi apakah mereka tahu jika pemasaran dan keuntungan tidak akan datang begitu saja jika tidak diimbangi dengan layanan purna jual atau after sales-nya ? Bagi yang pernah memiliki perangkat Samsung yang bermasalah, saya yakin pernah merasakan layanan mereka yang gegas dan memuaskan. Infonya, Samsung sudah sejak lama merekrut teknisi-teknisi lokal untuk dididik memahami teknologi serta menyuntikkan dana yang besar untuk iklan, demi meraup image terbaik di mata konsumen di tiap-tiap wilayah sasaran. Entah benar atau tidak, namun melihat apa yang terjadi di lapangan, bisa jadi info tersebut akurat adanya.

Nah, masalahnya apakah brand lain mampu mengimbangi langkah Samsung untuk mencuri sedikit pangsa pasar yang ada ?