Instalasi Bluestack pada PC Desktop

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan janji saya di posting sebelumnya perihal cara dan proses instalasi aplikasi Emulator Android, Bluestack pada perangkat PC Desktop atau laptop, berikut disampaikan beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum melakukan instalasi.

Pertama, yakinkan dahulu spec minimum yang dipersyaratkan oleh aplikasi Bluestack pada perangkat PC Desktop atau laptop yang akan dipergunakan, melalui Properties My Computer yang ada di desktop atau halaman utama masing-masing. Cara akses, ya cari icon My Computer lalu tekan tombol kanan mouse dan pilih Properties. Setidaknya ada 2 hal yang bisa dilihat disitu yaitu sistem operasi yang digunakan, minimal Vista untuk Windows… sedang Mac ? entah ya :p Sedangkan satu lagi besaran RAM dalam ukuran GB. Yang disarankan adalah 1 GB, tapi secara pribadi disarankan yang 2 GB keatas. Tak lupa periksa juga sisa kapasitas harddisk utama di drive [C] minimal tersisa 2 GB untuk penggunaan aplikasi Bluestack.

Kedua, koneksi internet yang stabil mengingat proses instalasi aplikasi Bluestack dan pengunduhan aplikasi dalam emulator Android mutlak membutuhkan koneksi internet tanpa putus.

Bluestack Pandebaik 0

Ketiga, masuk ke halaman web milik BlueStack, lalu unduh installernya sesuai dengan sistem operasi yang digunakan pada PC Desktop atau laptop. Ukuran berkisar sekitar 8 MB saja. Jika sudah, langsung eksekusi dan tunggu prosesnya hingga selesai. Jangan lupa, bahwa proses ini membutuhkan koneksi internet yang stabil. Jika tidak, maka proses akan diulang dari awal lagi. Kasian waktu dan biaya yang terbuang kan ?

Keempat, buka aplikasi Bluestack dan lakukan proses inputing data untuk bisa mengaktifkan Apps Store Google sebagaimana proses awal memiliki perangkat Android. Minimal ya alamat email. Lanjutkan proses hingga Sinkronisasi akun berhasil dilakukan.

Perlu diketahui bahwa untuk menjalankan aplikasi Bluestack, selain OS, besaran RAM dan kapasitas Harddisk yang tersisa, sepertinya dibutuhkan pula dukungan kartu grafis atau VGA card. Dimana dalam studi kasus yang saya alami, terdapat peringatan untuk melakukan Update driver kartu grafis sebelum mengeksekusi aplikasi Bluestack. Maka, saat proses Update berhasil dilakukan, aplikasi Bluestack-pun dapat dijalankan dengan baik.

Nah mengapa saya katakan mutlak memenuhi persyaratan minimum untuk menjalankan Blustack, lantaran saat digunakan, Bluestack membutuhkan energi yang besar dan berpotensi memperlambat kinerja PC maupun aktifitas aplikasi lain yang dijalankan secara bersamaan. Dalam PC Desktop HP 2011x yang bertenaga prosesor i-5 dan 2 GB RAM, jeda atau lag rupanya masih terasa ketika membuka aplikasi lain macam Office maupun Browser. Jadi memang dibutuhkan sedikit kesabaran untuk menanti proses berhasil dilaksanakan dengan baik. Berbeda dengan perangkat Acer W511 yang saya miliki pribadi dengan kekuatan prosesor Dual Core dan 1 GB RAM, perangkat seperti mengalami hang atau stuck tanpa bisa melanjutkan proses dengan baik. Itu sebabnya saya sarankan untuk menggunakan PC Desktop atau laptop dengan spec RAM 2 GB keatas.

Bluestack Pandebaik 1

Saat dijalankan bagi yang sudah familiar dengan perangkat tablet berbasiskan Android versi 3.0 Honeycomb (versi awal yang memang diperuntukkan bagi perangkat tabletpc dengan mode layar landscape), saya yakin tidak akan menemui kendala dalam pengoperasian awal aplikasi Bluestack. Baik tampilan utama, pengaturan maupun notifikasinya.

Nah, sementara itu dulu. Berikutnya barangkali akan saya share lagi pengalaman menjalankan aplikasi Bluestack selain BlackBerry Messenger kemarin. Semoga mood nulisnya masih tinggi. He…

Uji Coba BBM for Android pada PC Desktop

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah berhasil menginvasi sebagian pengguna Android dan iOS sedari kuartal terakhir tahun kemarin, BlackBerry tampaknya sedang berancang-ancang untuk melebarkan sayapnya ke ranah pengguna PC ataupun laptop dengan meluncurkan (isu) BBM on Desktop. Hal ini dapat disaksikan melalui video berdurasi 3.54 menit di portal berbagi YouTube yang mana menyajikan demo penggunaan aplikasi BlackBerry Messenger pada sebuah layar PC.

Mungkinkah ?

Sayangnya (isu) BBM on Desktop ini kemudian disalahgunakan untuk memancing beberapa pengguna akun FaceBook yang mengimingkan percobaan lebih dulu namun mengarah pada sebuah halaman yang tak jelas maksudnya dan secara otomatis memaksa pengguna untuk mengirimkan pemberitahuan akan hal yang sama kepada sebagian besar kawan di akun tersebut. Percobaan Penipuan ? he… tebak sendiri deh.

BBM Bluestack PanDeBaik 2

Tapi kalopun memang ngebet untuk mencoba, sebetulnya ada satu cara (sementara, sambil menunggu versi originalnya dirilis resmi) yang bisa dilakukan, yaitu dengan memanfaatkan aplikasi Emulator Android bernama BlueStack yang dapat digunakan baik dalam perangkat PC ataupun laptop berbasis Windows ataupun Mac. Dengan ukuran installer yang hanya 8 MB-an, aplikasi BBM for Android rupanya bisa dijalankan dengan baik. Terkait bagaimana langkah dan cara instalasi dari Bluestack, kelak akan saya share juga disini.

Namun setidaknya jika sudah gag sabar untuk menjajal aplikasi BBM di perangkat PC atau laptop yang kawan miliki, cara ini bisa dicoba.
Dari pengujian yang saya lakukan pada hari rabu lalu, BBM for Android berjalan dengan baik tanpa masalah. Beberapa nomor PIN yang saya add/invite pun merespon meski dengan pertanyaan dan rasa geli meningat kalimat dan status yang saya gunakan untuk akun BBM on Desktop ini mengambil nama (seksi) Permukiman DCK, tempat dimana saya bertugas.

Untuk penggunaannya pun tidak berbeda dengan aplikasi BBM for Android yang dapat dinikmati pada perangkat ponsel ataupun tablet. Termasuk soal tampilan-nya yang Portrait, yang biasanya sedikit menyulitkan pengetikan pesan mengingat ukuran tombol keyboard sentuh tak senyaman mode Landscape. Namun untuk penggunaan di layar PC atau laptop, pengetikan dapat memanfaatkan keyboard fisik yang jelas jauh lebih nyaman ditambah kombinasi mouse untuk mengakses area lantaran layar belum mendukung fitur sentuh atau touchscreen.

BBM Bluestack PanDeBaik 1

Sayangnya ada satu nilai minus yang menjadi kendala, yaitu terkait spec minimum pada PC atau laptop yang akan dipergunakan, kalau gag salah RAM minimal yang dipersyaratkan adalah sebesar 1 GB. Jikapun boleh saya saran sih ya minimal 2 GB, agar jalannya aplikasi tidak tersendat karena Bluestack merupakan sebuah emulator macam VirtualBox yang mampu menjalankan sistem operasi lain (Android) diatas sistem operasi yang sudah ada. Jadi, yang sabar yah…

Menata Kembali Pulau Impian

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebenarnya bukan tanpa sebab jika saya kembali memainkan Games Paradise Island di salah satu perangkat Gadget yang kebetulan dimiliki, mengingat pencapaian di waktu lalu cukup banyak menghabiskan waktu dan pula daya tahan batere. Namun tidak kali ini, demikian sedikit harapan saya.

Salah satu faktor penyebab kenekatan ini muncul gara-gara terpesona dengan kekuatan batere perangkat iPhone 4 CDMA, apalagi jika disandingkan Samsung Galaxy Ace, ponsel Android pertama yang saya miliki. Tanpa penggunaan data sekalipun, iPhone saya yakin punya ketahanan jauh lebih baik. Bisa jadi lantaran Minus Multitasking-nya itu.

Maka ketimbang eman dengan daya tahan yang biasanya dua kali sehari saya charge penuh, iseng saja sih hunting di Apps Store, games yang dahulu pernah membuat saya jengkel akan persyaratannya yang kelewatan mahal dan sulit. Paradise Island.

Paradise Island PanDe Baik

Tidak membutuhkan waktu lama untuk menggapai level 20-an, mengingat beberapa pengalaman bermain terdahulu mulai diterapkan tanpa perlu ngotot untuk mengoleksi sejumlah gedung dan fasilitas pendukungnya. Hanya perlu mencermati antara pendapatan periodik yang harusnya berbanding lurus dengan penambahan XP, syarat untuk naik ke level berikutnya.

Namun ada satu hal yang penting diketahui jika ingin cepat mendapatkan promosi. Cheat ? Ya enggak lah… ikuti saja alur tambahannya, terutama Bonus tambahan gedung yang diberikan saat hari-hari istimewa seperti Halloween, Thanksgiving, Natal dan lainnya. Bonus ini baru akan muncul setelah pengguna melakukan Update lewat Apps Store secara berkala.

Nah, agar tidak membuang usaha yang sudah dilaksanakan selama perayaan hari terkait, usahakan untuk merampungkan misi hingga hari perayaan terlewati oleh waktu. Lakukan semaksimal mungkin untuk mendapat beberapa bonus gedung yang kadang memberikan pendapatan periodik jauh lebih besar ketimbang gedung yang ditawarkan dalam edisi Reguler. Pendapatan ini akan terasa bermanfaat ketika waktu tidur berlangsung, sehingga pengguna tidak akan merasa menunggu terlalu lama untuk panen berikutnya. Jangan lupakan untuk membangun Bank demi bonus emas yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan mendatang. Kumpulkan saja, dan ambil pula fasilitas yang tak kalah menguntungkan.

Jika dahulu saya begitu ngotot untuk mengumpulkan pendapatan dari masing-masing gedung, maka kini sudah tidak lagi. Masa panen biasanya dilakukan di pagi hari, saat bangun tidur atau siang saat makan disela kerja. Maklum, waktu untuk online atau bermain games kini sudah mulai berkurang seiring numpleknya volume pekerjaan.

Lantaran memiliki pola seperti itu, dalam sekali waktu besaran panen bisa mencapai angka $ 300ribu hingga $ 700ribuan. Tentu saja ini dalam permainan, bukan dunia nyata. Hehehe…

Dan agar tidak membuang-buang uang persediaan, dana panen tersebut biasanya akan secara rajin dialihkan ke Penambahan Resources Tenaga Kontrak dan Daya Listrik, pun untuk melakukan Upgrade pada gedung tertentu. Sehingga saat dibutuhkan nantinya, tidak akan kebingungan lagi melakukan penambahan secara dadakan.

Saat ini level yang saya raih baru mencapai 23, belum sejauh keberhasilan terdahulu. Namun dengan adanya gedung yang secara berkala memberikan nilai XP yang cukup banyak, proses pertambahan naiknya level jadi tidak terasa lama. Jadi ya dinikmati saja.

Ohya, apakah masih ada yang memainkannya hingga kini ?

Berlari dan Berlari, menuju kebebasan dunia Vector

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu persatu atap gedung tinggi dilalui. Berlari, memanjat hingga melompatinya meski jauhnya jarak sudah terbentang didepan mata. Semua demi usaha tuk menghindar dari kejaran aparat yang telah siap dengan senjata kejut listriknya.

Vector. Satu permainan bertipe Arcade, yang terinspirasi dari Parkour, sebuah olahraga ekstrem yang belakangan sedang trend, sedikit mengingatkan saya pada Subway Surfer dalam format 2 dimensi, dengan warna hitam mendominasi layaknya Clear Visions.

Tidak ada kontrol khusus yang dapat digunakan agar sang tokoh bisa berlari, sehingga tugas yang diemban selama jalannya permainan adalah melompat, memanjat, perosotan dan lainnya. Beberapa trik tambahan dapat diwujudkan dengan melakukan kombinasi tangan melalui layar sentuh yang berbeda antar level yang dilalui.

Vector Games iOS Android PanDeBaik

Setidaknya dibutuhkan sejumlah cara dan ingatan untuk melewati tantangan demi tantangan agar sang tokoh utama dapat mencapai pintu keluar lebih dulu ketimbang aparat yang mengejar dibelakangnya. Jika tidak ?

Vector informasinya merupakan salah satu permainan yang laris manis diminati oleh pengguna iOS, baik iPhone maupun iPad. Demikian halnya dengan Android yang terpantau telah diunduh 10 juta kali. Tingkat kesulitannya sebenarnya gag terlalu tinggi, meski dengan hanya mengandalkan lompatan biasa tanpa trik tambahan pun bisa, hanya penyelesaiannya barangkali hanya menrebut score yang biasa pula. Namun yang terpenting disini adalah mengikuti alurnya agar tak sampai terkejar oleh musuh.

Untuk setting lokasi lebih banyak melintasi atap gedung, namun tak sedikit pula yang berlari melewati indoor kantor, termasuk di akhir perjalanan dalam setiap levelnya.

Nah, siap untuk berlari ? Yuk unduh dan mainkan Vector di layar gadget kalian.

Tuntaskan Clear Vision, Tyler Smith Tembak Mati 19 orang

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Moncong senapan laras panjang itu secara diam-diam mengikuti gerak gerik sasarannya, yang sedang asyik membaca buku di lantai 1 sebuah apartemen, dan sesuai pesanan, pelatukpun ditarik… DOR ! Sasaran mati dengan kepala bersimbah darah ditembus peluru tajam. dan mediapun mengisahkan satu cerita dari sembilan belas penembakan yang terjadi berturut-turut.

Sebuah email datang dalam akun C-Mail milik Tyler Smith, memohon maaf atas kesalahan informasi yang ia terima. Dan untuk kesempatan kedua, sasaranpun telah ditetapkan. Dengan bayaran $ 3.000 pelatukpun dieksekusi kembali.

Clear Vision, sebuah games atau permainan yang secara tidak sengaja saya unduh di perangkat iPhone 4 CDMA berbasis iOS 6.0 mensyaratkan umur 17 tahun ke atas bagi penggunanya yang serius berkeinginan melanjutkan kisah. dan alurpun berganti begitu cepat, terutama jika kalian paham memainkannya.

Clear Vision PanDeBaik 02

Tidak dibutuhkan banyak latihan untuk dapat mengokang senapan laras panjang yang harus dibeli dari sebuah toko senjata dalam kota. Mencari kepala sasaran, ketahui jaraknya dan perhatikan arah anginnya. Jika sudah, tarik pelatuk dan DOR ! Bayaranpun diterima sesuai pesanan.

Mengikuti alur ceritanya, sesungguhnya membuat saya merinding mengingat dari 19 misi yang dijalankan semuanya berakhir tragis dengan darah yang muncrat terkena tembakan senapan laras panjang. Memposisikan diri sebagai pembunuh sebenarnya tidak hanya sekali ini dimainkan, sebelumnya ada GTA, Wolfenstein dan banyak games bergenre FPS lainnya. Namun, baru satu ini yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan saat peluru ditembakkan, ada rasa galau saat cerita tepat sasaran. Mih…

Dari 19 misi yang didapat lewat surat dan email, hanya satu yang meleset sehingga tingkat keakuratan tembakan mencapai 95 % secara keseluruhan. Misi tersebut dapat diulang apabila target sasaran bukanlah sesuai pesanan. Jadi ya belajar sambil membunuh *uhuk kalopun tepat, syukur… kalopun meleset ya diulangi kembali 🙂

Yang menjadi tantangan selain perhitungan jarak dan arah angin tersebut, ada juga beberapa clue atau petunjuk yang barangkali harus dipahami mengingat sosok karakter yang dimainkan oleh orang per orang dalam Clear Vision hanya garis hitam tebal, tanpa wajah dan ciri lain yang membedakan. Namun bisa ditebak dari perilaku dan gerak gerik yang dilakukan sesuai petunjuk pemesanan.

Clear Vision PanDeBaik 01

Oke, bagi yang penasaran silahkan meluncur ke Apple Store, sedangkan yang gag tertarik… nanti saya coba reviewkan beberapa games lainnya yang sekiranya pula bisa dijadikan pilihan. See ya.

By the way, games yang sama juga tersedia di perangkat Android.

Pertanyaan Awal Tahun, pilih iPhone, Android, BlackBerry atau Windows Phone ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika jeli, tahun 2013 yang lalu bisa dikatakan tahun percobaan peruntungan bagi sebagian besar perangkat berteknologi komunikasi berbasis sistem operasi smartphone, dalam melepas teknologi terkini mereka masing-masing serta sebagai ajang pembuktian perangkat mana yang kini lebih digjaya dalam hal kemampuan untuk beraktifitas.

iPhone, lewat iOS 7 besutan Apple. Satu brand dengan satu jualan. Yang meskipun pada awal kemunculan sempat mengkritik sang rival dari Korea, kini tampaknya ikutan beralih mengikuti keinginan pasar dengaan memanfaatkan material plastik untuk menekan ongkos produksi (yang secara harga masih juga tergolong mahal jika dibanding kompteitor lainnya), serta mengubah ukuran layar sedikit lebih panjang (dengan lebar tetap). Namun meskipun dibanderol mahal, tetap saja iPhone disuka. Bahkan memiliki fanboy diehard tersendiri secara ekslusif. Jika dibandinggkan dengan kemampuan kompetitor, diatas kertas memang bisa dikatakan ketinggalan zaman, namun pada prakteknya dengan ukuran yang ketinggalan zaman ini masih bisa bersaing secara kecepatan bahkan sedikit melebihi secara kemampuan untuk mengeksekusi permainan ataupun aplikasi yang sama, tanpa jeda dan crash. Dan dengan adanya satu jualan, menyebabkan para developer aplikasi maupun games begitu loyal lantaran tidak membutuhkan banyak penyesuaian perangkat untuk setiap peembaharuan versi yang dirilis. Demikian pula update OS secara resmi, dapat digunakan untuk semua perangkat sejenis.

Android. Ada banyak nama yang ditawarkan disini. Dari sang raja asal Korea, Samsung dan saingannya yaitu LG, HTC, Motorola, Asus, Acer dan lainnya. Ditawarkan dalam berbagai jenis kemampuan, kecepatan, lebar layar hingga harga jual. Positifnya tentu konsumen diberikan banyak pilihan yang sama-sama menarik, tinggal disesuaikan dengan penawaran pelayanan after sales atau bundling. Sedang negatifnya, proses update atau pembaharuan aplikasi jadi agak ribet lantaran banyaknya varian atau perbedaan spek antar satu perangkat dan lainnya. Kabarnya lumayan membuat stress di kalangan developer aplikasi dan games, pula versi sistem operasi Android yang diserahkan kepada masing-masing vendor, untuk memperhabarui satu persatu perangkat secara bergiliran. Namun jika kawan-kawan bukanlah pengguna yang berharap banyak pada pembaharuan, persaingan di tingkat spesifikasi rasanya sudah cukup dijadikan dasar pertimbangan. Teknologi prosesor Dual Core kini sudah menjadi standar, sedang Quad dan Octa Core menjadi semacam flagship di masing-masing vendor termasuk berbagai kecanggihaan aplikasi yang dibenamkan. Demikian halnya dengan kehadiran beragai ukuran layar yang tinggal disesuaaikan dengan kebutuhan.

Pilih mana

Blackberry, meski sempat tertinggal jauh di versi 7 terdahulu (yang hingga kini rupanya masih dipertahankan untuk menyasar pengguna pemula), RIM atau Research In Motion selaku pengembang utama sistem operasi yang kini beralih nama menjadi BlackBerry Inc mulai menggelontor pasar dengan versi 10 yang mengandalkan layar sentuh secara murni maupun perpaduan dengan keyyboard qwerty fisik yang fenomenal itu. Sayangnya beberapa seri awal BlackBerry 10 rupanya kandas di pasaran lantaran kurangnya support dari pihak ketiga serta masih menyisakan banyak bugs dalam pengoperasiannya. Terkini, BlackBerry merilis versi Z30 yang merupakan penyempurnaan dari seri terdahulu namun masih berada di kisaran harga deretan ponsel flagship. Seri ini diharapkan dapat mengembalikan kejayaan BlackBerrry di masa lalu, yang sayangnya tidak menyertakan keyboard fisik sehingga terkadang agak menyulitkan para penggunanya untuk berinteraksi.

Terakhir ada Windows Phone yang kini masih didominasi keberadaannya oleh Nokia Lumia. Sedangkan HTC lewat seri 8X dan 8S serta Samsung lewatt seri Ativ tampaknya belum berkeinginan lebih jauh melanjutkan hegemoni mereka dii pasar ponsel berbasiskan Windows 8. Minimnya persediaan aplikasi dan games dari pihak ketiga menjadi kendala terbesar untuk berinteraksi, sehingga Windows Phone masih dipandang sebelah mata bagi sebagian besarr pengguna ponsel tanah air maupun global.

Nah, soal pilihan sebenarnya sih kembali pada budget dan kebutuhan. Kalo budget terbatas, bisa melirik Android dan Windows Phone, sedang jika berlebih bisa mempertimbangkan keberadaan iPhone dan BlackBerry, yang sayangnya masih minim pilihan layar. Hanya satu varian untuk masing-masing vendor. Sedang Windows Phone dideretan flagship lebih mengandalkan kemampuan Megapixel kamera namun tetap mempertahankan antar muka yang membosankan dan monoton.

It’s Windows Phone

Category : tentang TeKnoLoGi

Berkecepatan prosesor Dual Core 1 GHz ditambah 512 MB RAM sesungguhnya bukanlah spesifikasi yang pernah saya sarankan kepada kawan-kawan saat memilih sebuah perangkat berteknologi komunikasi berbasiskan Android. Namun sebaliknya, jika tanpa Android, bisa jadi dengan kekuatan ini sudah cukup mumpuni untuk dijalankan tanpa jeda. Salah satu contohnya ya perangkat satu ini. Windows Phone.

Disandingkan dengan perangkat branded berharga sama dan menyandang sistem operasi Android barangkali persaingan yang terjadi bakalan seru lantaran secara spek gag bakalan jauh-jauh namun beda rasa. Yang paling saya rasakan pertama adalah soal lag atau jeda yang nyaris tidak saya temukan dalam perangkat satu ini saat menjalankan aplikasi maupun saat berinteraksi. Gag percaya kan ?

Nokia Lumia 520, merupakan salah satu ponsel rilis terkini sang mantan raja yang ditawarkan dengan harga terjangkau meskipun sudah mengadopsi sistem operasi ternama buatan Microsoft. Apalagi versi yang ditawarkan sudah mapan, yaitu Windows 8. Gag heran jika ponsel satu ini kabarnya jadi salah satu yang terlaris diantara seri sejenis lainnya dari brand Nokia.

Windows Phone

Saya pribadi iseng berkenalan dengan perangkat satu ini lantaran masih merasa penasaran dengan kemampuan sang pendahulu yang kerap saya banggakan dan gunakan dalam jangka lama, sangat memuaskan meski satu-satunya kelemahan yang tidak saya sukai adalah borosnya daya tahan batere untuk ukuran ponsel/PDA di jaman itu. Dengan harga yang terjangkau (apalagi dalam kondisi second), Nokia Lumia cukup representatif dalam mencerminkan sebuah ponsel berbasis Windows, menyajikan layar 4 inchi serta kamera 5 Megapixel.

Disandingkan dengan antar muka Windows Mobile pendahulunya, jujur saja saya lebih menyukai tampilan terdahulu yang penuh icon dan pilihan add on Launcher. Sedang tampilan Metro Live Tile yang kini diadopsi cenderung membosankan. Ada yang sependapat ?

Office 365 merupakan salah satu paketan menarik yang secara built ini sudah ditawarkan dalam pembelian, dan dapat dimanfaatkan secara optimal meski untuk membuka beberapa file berukuran besar (lebih dari 8 MB) dengan baik. Hanya saja dengan lebar layar yang hanya 4 inchi, jadi gag nyaman untuk berinteraksi lebih jauh, apalagi untuk inputing data seperti halnya Samsung Galaxy Tab 7 inchi yang saya miliki.

Dengan tampilan antar muka yang monoton serta menu yang sama satu dengan lainnya, jadi sedikit terobati dengan adanya slider perpindahan yang halus khas layar sentuh masa kini. Meski demikian, sebaiknya pihak Microsoft dapat memberikan keleluasaan bagi para vendor pendukungnya untuk dapat memberikan sentuhan kustomisasi tampilan, apakah berupa launcher ataupun widget seperti halnya Android sehingga antar satu dengan perangkat lain yang berasal dari vendor yang berbeda, secara tampilan dapat dikenali langsung tanpa melihat tulisan nama vendor di permukaan perangkat.

Sayangnya lagi, pasar aplikasi milik Microsoft dan juga Nokia masih sangat minim persediaan jika disandingkan dengan pasar miliik iOS Apple ataupun Android Google. Apalagi beberapa review pengguna terkaddang sangat menyesatkan, tidak sesuai dengan kemampuan yang diharapkan. Salah satunya adalah akses ala Windows Explorer yang hingga kini belum saya temukan caranya, dengan harapan dapat melakukan copy paste file seperti pendahulunya dengan bebas melalui perangkat secara langsung. Demikian halnya dengan sedikirnya Games yang bermutu secara tidak langsung mencerminkan ponsel Windows Phone merupakan ponsel yang sangat serius seperti halnya BlackBerry.

Tidak heran jika hingga kini peruntungan Nokia maupun Microsoft dalam hal penjualan ponsel berbasis Windows terus merosot, kalah jauh dengan Apple, Samsung, HTC dan lainnya. Apalagi kini dua brand yang saya sebut terakhir tadi sepertinya makin asyik dengan mainan Android mereka yang secara keuntungan jauh lebih menjanjikan. Mungkin itu sebabnya, Microsoft dikabarkan berusaha merayu kembali dua brand tadi untuk kembali berinvestasi dengan ponsel Windows seperti di masa lalu.

Selamat Tahun Baru 2014

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Ah, tiba jua akhirnya di awal tahun 2014… tahun dimana kelak akan ada masa peperangan besar dimulai, tepatnya bulan April nanti. yup… inilah Tahun Politik kawan.

Sejak quartal terakhir tahun lalu, saya sudah diwanti-wanti untuk mempersiapkan diri baik secara pribadi maupun institusi untuk berhadapan dengan berbagai issue, trik, intrik politik yang tidak sehat, menghujam bahkan berpotensi untuk menjatuhkan posisi dimana saya berdiri. Dan ternyata, gag perlu menunggu bulan april, semua itu benar adanya. Namun soal apa dan bagaimananya, you know who lah… karena jujur saya paling males kalo sudah berurusan dengan media yang satu ini. Disamping punya history yang buruk, cara menyajikan beritanya juga mengambil narasumber yang gag nyambung. Hehehe… tapi clue nya sederhana saja, sebagaimana yang saya sampaikan tadi. Jadi kalo kalian smart, pasti sudah tahu bagaimana alur dan akhir ceritanya bagaimana.

Balik ke Tahun Baru, ini adalah tahun pertama saya berada di Permukiman dan menangani sebagian besar kegiatan yang berkaitan dengan jalan lingkungan di seantero Kabupaten Badung. Awal yang sulit tentu saja. Apalagi baru nyemplung sudah mengambil kerjaan setingkat Kabid. Menjadi PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen. Sudah begitu, di pertengahan ya kejadian, mengambil kerjaan Kabid lantaran Beliau mengalami sakit permanen, stroke ringan. Maka jadilah semua tanggung jawab dibebankan pada saya. Belum lagi urusan dengan para anggota dewan, permintaan masyarakat juga komplain yang tak berkesudahan. Dari komplain yang beneren komplain hingga “komplain” yang ada maunya. Semua harus ditangani dengan baik jika tak ingin kasus berakhir dengan senjata tajam, ini berkaca pada aksi premanisme yang saya alami sebulan di Permukiman.

Tahun ini merupakan tahun pertama pula kami melewatinya tanpa kehadiran kakak yang akhir April lalu meninggalkan kami selamanya. Pedih dan membuat rindu tentu saja. Dan untuk mengenang hal itu, kami mengajak putra satu-satunya untuk ikut serta merayakan Tahun Baru meski hanya sekedar makan malam bersama. Miss U mbok…

Sedang resolusi untuk tahun 2014 ini ya sederhana saja deh. Bisa lebih akur dengan istri… bisa lebih dekat dengan anak… bisa lebih banyak berbuat… minimal tetep bisa donor, berbagi rejeki atau membantu kawan… bisa lebih baik saat bekerja… dan bisa meluangkan waktu lebih banyak buat nulis. Sederhana namun sulit tentu saja. Mengingat tahun depan ini saya bakalan berjibaku dengan banyak hal, pekerjaan dan Tahun Politik tadi. Yah, siap siap saja bakalan dapat caci maki dan keluh kesah dari banyak pihak. Namun semoga dengan itikad dan maksud baik, Tuhan akan memberi jalan yang terbaik. Dan semoga pula apa yang diharapkan oleh banyak pihak, jika itu positif, bisa memberi hasil yang positif pula, namun bila negatif ya minimal balik lagi deh ke yang punya. Kan Tuhan punya Hukum Karma hingga saat ini ?

Oke deh, at last dan sekali lagi ‘Selamat Tahun Baru 2014… semoga semua sehat adanya dan bahagia bersama keluarga.

1 Januari 2014, Meja 17 Segara Bambu Peguyangan.
www.pandebaik.com dan keluarga
Semoga Tuhan selalu memberkati hamba-Nya yang terbaik.