Permukiman Dalam Berita

4

Category : tentang PeKerJaan

Sempat memantau tiga posting terakhir di minggu lalu ? Sebenarnya sih ada empat draft  tulisan, cuma yang satu lainnya mendapat banyak koreksi dari pimpinan yang gag sempat saya sempurnakan lagi. Ya, ketiga posting tulisan itu memang pesanan pimpinan dalam rangka advertising di salah satu media cetak yang misinya kurang lebih, memperkenalkan tugas dan kegiatan dari Dinas Cipta Karya, salah satunya Bidang Permukiman, tugas yang saya emban sejak akhir April lalu.

Kalo gag salah ingat sih, ketiga plus satu tulisan lainnya hadir di halaman 6-7 harian Fajar Bali edisi Kamis, 12 Desember 2013. Permukiman dalam Berita, ceritanya.

Permukiman PanDde Baik fajar Bali

Selain menghadirkan empat cerita terkait tugas di Permukiman (PNPM Mandiri Perkotaan, PPIP, Jalan Lingkungan dan Paving), si penulis *uhuk* sempat pula numpang beken meski gag semua publik dan awam mengetahuinya. Paling ya kawan-kawan antar PNS yang memang instansinya diwajibkan untuk berlangganan media satu ini. Jadi ceritanya sempat heboh juga pas ditanyain ‘kok bisa masuk koran ?’

Secara pribadi, edisi masuk koran ini menambah panjang jalan cerita numpang beken yang sebenarnya sedari jaman SMA sudah dimulai, namun secara kedinasan mungkin ini pertama kalinya kami hadir di wilayah Adv dengan berita positif. *uhuk

Sehingga harapannya ya, semoga gag sekali ini saja Permukiman bisa masuk koran, hadir dalam berita yang positif tentunya. Meskipun berbau Adv *uhuk

Genjot Jalan Lingkungan, Badung gelontorkan 100 Milyar

2

Category : tentang PeKerJaan

Demi mewujudkan kondisi infrastruktur dasar di lingkungan desa dan kelurahan, Kabupaten Badung siap menggelontorkan dana APBD untuk tahun anggaran 2014 sebesar 100 Milyar, sedikit lebih kecil bila dibandingkan dengan dana yang dianggarkan tahun 2013 kemarin. Ini terjadi karena terdapat enam desa kelurahan yang sudah tidak lagi mengajukan usulan perbaikan jalan lingkungan di wilayahnya, dengan alasan sudah tuntas ditangani.

Kegiatan peningkatan jalan lingkungan permukiman ini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Badung untuk membantu berjalannya perekonomian masyarakat setempat serta dapat dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan bersama.

PNPM PPIP Badung PandeBaik 3

Besarnya dana yang digelontorkan tersebut menyasar sekitar 56 desa kelurahan di seluruh wilayah Kabupaten Badung, dengan jenis kegiatan pavingisasi atau rabat beton di ruas gang maupun jalan yang berstatus lingkungan permukiman serta perbaikan drainase yang pula menjadi bagian dari infrastruktur dasar di lingkungan desa kelurahan.

Untuk mewujudkan rencana kegiatan tersebut, dalam waktu dekat beberapa paket fisik dan pengawasan terkait peningkatan jalan lingkungan permukiman ini sedianya siap dilelangkan secara online melalui Unit Layanan Pengadaan Kabupaten Badung. Dengan harapan pada awal tahun 2014, sebagian besar paket sudah siap untuk dilaksanakan.

Sementara itu untuk kegiatan yang sama di tahun anggaran 2013 per minggu terakhir sudah memasuki progress kemajuan fisik rata-rata sebesar 95 %, dimana jumlah kegiatan yang tersisa dengan masa berakhirnya Kontrak di pertengahan Desember ini sebanyak 11 paket. Seiring dengan kemajuan yang ada, Kepala Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung Ir. Ni Luh Putu Dessy Dharmayanty, MT optimis bahwa seluruh kegiatan Peningkatan jalan lingkungan ini akan selesai pada waktunya.

Meskipun belum sepenuhnya keberadaan jalan lingkungan permukiman di Kabupaten Badung dapat tertangani secara tuntas tahun ini maupun tahun 2014 yang akan datang, namun dengan adanya dukungan dan komitmen dari Bupati Badung Anak Agung Gde Agung bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah dalam perencanaan RAPBD dari tahun ke tahun, diharapkan agar segenap masyarakat tidak terjebak dalam perselisihan sosial akibat penanganan yang dilaksanakan secara bertahap.

Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan (PPIP) Kabupaten Badung

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Dalam rangka menciptakan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat baik secara individu maupun kelompok di lingkungan pedesaan, pemerintah pusat mencanangkan kegiatan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan atau PPIP sejak tahun 2007 silam. Diharapkan kegiatan ini mampu memecahkan permasalahan terkait kemiskinan dan ketertinggalan yang ada di desanya.

PPIP merupakan program berbasis pemberdayaan masyarakat dibawah payung PNPM Mandiri, dimana komponen kegiatannya meliputi fasilitasi dan mobilisasi masyarakat, sehingga didalam pelaksanaannya mampu melakukan identifikasi permasalahan ketersediaan dan akses ke infrastruktur dasar, menyusun perencanaan dan melaksanakan pembangunan infrastruktur dasar.

Lokasi kegiatan PPIP di Indonesia sejauh ini tersebar di 32 (tiga puluh dua) provinsi dengan sasaran lokasi mengikuti ketetapan SK Menteri Pekerjaan Umum, dimana secara keseluruhan, terdapat sekurangnya 21 (dua puluh satu) desa/kelurahan yang telah terjangkau oleh kegiatan PPIP di Kabupaten Badung, dalam masa pelaksanaan tahun 2012 dan 2013.

PNPM PPIP Badung PandeBaik 2

Untuk Anggaran Perubahan kali ini, sesuai dengan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Nomor 314 / KPTS / M / 2013, terdapat 9 (sembilan) desa dari 3 (tiga) kecamatan di Kabupaten Badung yaitu Mengwi, Abiansemal dan Petang, sebagai lokasi daftar desa sasaran dengan besaran dana yang diterima dalam bentuk Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) masing-masing sebesar 250 juta rupiah.

Besaran dana BLM ini merupakan dana stimulan yang diberikan kepada masyarakat desa sasaran ‘Tanpa Setoran, Potongan & Pungutan’ sebagaimana jargon yang disampaikan oleh Kementrian Pekerjaan Umum khususnya dalam kegiatan Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan.

Adapun proses pencairan dana tersebut dilakukan dalam 3 (tiga) tahap yaitu tahap I sebesar 40 % dari nilai bantuan atau sebesar 100 juta rupiah, dengan kemajuan fisik 0 %, tahap II sebesar 30 % dari nilai bantuan atau sebesar 75 juta rupiah dengan kemajuan fisik 30 %, dan tahap III sebesar 30 % dari nilai bantuan atau sisa dana sebesar 75 juta rupiah dengan kemajuan fisik 60 %. Untuk Kabupaten Badung sendiri, progress kemajuan sudah mencapai pencairan dana tahap III pada tanggal 9 Desember 2013 lalu.

Dalam pelaksanaannya nanti, PPIP diharapkan dapat terus berupaya meningkatkan kapasitas dan peran masyarakat serta pemangku kepentingan (stakeholder), akan kepedulian dan kesadaran mengenai pentingnya ketersediaan dan akses terhadap infrastruktur desa di semua tingkatan pelaku.

Oleh karena demikian, untuk dapat mewujudkan upaya tersebut, diarapkan kepada seluruh tim pelaksana yang terkait, agar dapat mendorong keterlibatan masyarakat secara optimal dalam semua tahapan kegiatan, mulai dari pengorganisasian masyarakat, penyusunan rencana program, penentuan jenis kegiatan pembangunan infrastruktur pedesaan serta rencana pengelolaannya.

Menanggulangi Kemiskinan Berkelanjutan melalui PNPM Mandiri Perkotaan (P2KP)

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

Salah satu upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat dan pemerintah daerah dalam menanggulangi kemiskinan secara berkelanjutan adalah dengan mencanangkan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan atau P2KP yang telah dilaksanakan sejak tahun 1999. Program ini sangat strategis karena ditujukan untuk menyiapkan landasan kemandirian masyarakat berupa lembaga kepemimpinan yang representative, mengakar dan kondusif bagi perkembangan modal sosial masyarakat di masa mendatang.

Sejak pelaksanaan awal P2KP hingga saat ini telah terbentuk sekitar 6.405 BKM/LKM yang tersebar di 1.125 kecamaran di 235 kota/kabupaten, memunculkan lebih dari 291.000 relawan-relawan dari masyarakat setempat, serta mencakup 18,9 juta orang pemanfaat (penduduk miskin) melalui 243.838 KSM.

Kegiatan dan pelaksanaan P2KP diperluas menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perkotaan (PNPM Mandiri Perkotaan) pada tahun 2008 dengan mengalokasikan tambahan dana yang cukup signifikan mencakup 8.813 kelurahan di 995 kecamatan tersebar pada 245 kota/kabupaten.

PNPM PPIP Badung PandeBaik

Di Kabupaten Badung sendiri, kegiatan P2KP telah di mulai pada tahun 2007 dan masih dilaksanakan sampai dengan di tahun 2013 kini, dengan wilayah sasaran 11 Kelurahan dari 2 kecamatan setiap tahunnya yaitu Kelurahan Kedonganan , Tuban, Kuta, Legian, Seminyak, Kerobokan, Kerobokan Kaja, Kerobokan Kelod, Dalung, Tibubeneng serta Canggu melalui kegiatan TRIDAYA Pembangunan yang meliputi ; 1) Kegiatan Bidang Lingkungan (Perbaikan jalan lingkungan dan jembatan, Perbaikan drainage, Renovasi rumah, dan Jamban); 2) Kegiatan Bidang Ekonomi (pinjaman bergulir); 3) Kegiatan Bidang Sosial (pelatihan-pelatihan).

Kegiatan BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) yang digelontorkan pemerintah pusat ini wajib didampingi dan sharing dari APBD, dimana total BLM Reguler (2007 – 2012) adalah sebesar Rp. 6.092.500.000 dari dana APBN sedangkan BLM Program kemitraan (2010 -2012) adalah sebesar Rp. 2.200.000.000 dari dana APBD.

Sementara untuk Tahun Anggaran 2013 komposisi sumber dana BLM Reguler sebesar Rp. 783.750.000 dari dana APBN dan dana sharing sebesar Rp.783.750.000 yang berasal dari APBD, meliputi 1) Kegiatan Bidang Lingkungan (Perbaikan dan pemavingan jalan lingkungan sepanjang 7.114 m’, senderan 270 m’, sumur resapan 17 unit, beton rabat 150 m’, jamban keluarga 5 KK dan Rehab Rumah 37 KK) ; 2) Kegiatan Bidang Sosial (Beasiswa berkelanjutan untuk 91 anak).

Berbenah Diri di Permukiman

2

Category : tentang PeKerJaan

Jika selama delapan bulan terakhir hampir setiap saat saya mengeluh soal kesibukan baru dan jadwal kerja yang bertambah padat baik di sosial media FaceBook dan Twitter ataupun Blog, rasanya jelang akhir tahun begini sudah seharusnya saya melakukan introspeksi diri, berbenah untuk masa depan yang lebih baik.

Terlepas dari semua beban yang tanggungjawab yang diserahkan oleh pimpinan sejak pertama kali menginjakkan kaki di Dinas Cipta Karya Kabupaten Badung, sebenarnya ada banyak hal yang patut saya syukuri. Salah satunya adalah tanggungjawab.

Bayangkan jika sampai saat ini saya masih berkutat dengan masalah sistem, komplain penyedia hingga prosedural yang sesuai dengan SOP, barangkali mental kerja yang saya yakini tetaplah menjadi sebuah area hitam putih. Sementara kini, yang namanya abu-abu pula warna lainnya hadir dalam keseharian tanpa ampun. Bikin deg-degan memang, tapi lama-lama mengasyikkan jika mampu untuk dinikmati.

Hal lain lagi, dengan perpindahan ruangan artinya makin banyak kontak yang bertambah dalam daftar, baik teman atau rekan kantor, tokoh masyarakat, anggota dewan hingga orang per orang yang entah darimana mereka bisa tahu nomor ponsel saya. Hmmm…

Selain itu, posisi sebagai PPK mau tidak mau diwajibkan untuk menambah wawasan kerja, lingkup wilayah hingga strategi praktis untuk menangani masalah intern hingga sosial masyarakat yang beragam kesulitannya. Semua harus bisa dinikmati tanpa harus dimasukkan ke hati jika bisa. Kalo tidak ? Hiy… siap-siap makan hati deh pokoknya 🙂

Namun selama hampir delapan bulan duduk di kursi Kepala Seksi Permukiman Dinas Cipta Karya, jujur saja banyak hal yang belum mampu saya kuasai dengan baik. Manajemen karyawan misalnya. Saya belum mampu menguasai staf atau bawahan satu persatu secara utuh, memberi mereka tugas yang layak dan sesuai dengan ilmu yang dimiliki, atau membagi porsi antar mereka secara adil.

Pun demikian soal penguasaan rekanan penyedia, yang masih ada raa enggan untuk menegur secara tegas saat mereka melakukan kesalahan. Mungkin karena secara pribadi juga kerap melakukan kesalahan yang harus ditanggung oleh rekanan akibat minimnya pengetahun akan perjanjian Kontrak Pengadaan Barang Jasa Pemerintah. Pokoknya horor…

Tapi minimal kini posisinya sudah ada dan bisa dinikmati. Tinggal bagaimana cara belajar lebih jauh dan meningkatkan kemampuan, baik sebagai atasan bagi kawan-kawan staf ataupun sebagai bawahan bagi para pimpinan… juga rekan kerja bagi para penyedia, dan pengayom bagi masyarakat. Susah memang, tapi pasti asyik untuk dijalani. Doakan saja…

Balada #nasibPPK

2

Category : tentang PeKerJaan

Pernah mengikuti hastag #nasibPPK dan segala keluhan yang berkaitan dengannya di akun Twitter dan FaceBook milik saya ? he… rupanya semua berawal dari 30 Juli 2013, kali pertama mulai mengeluh akibat kesibukan baru sebagai PPK (Pejabat Pembuat Komitmen). Mau tahu apa saja alurnya ? yuk, diintip…

Jaga Kantor… ngelemburin berkas usulan Jalan Lingkungan… *hiks > 30 Juli

Kalo gag rapat, pasti deh ngurusin masalah keterlambatan atau usulan yg tak jua kunjung habisnya… *nasibnasibjadiPPK *GalauSeGalauGalaunya > 4 September

Menyusun Surat permohonan perubahan SK Menteri Pekerjaan Umum, terkait PPK Satker PIP atas nama sendiri… *bakal makin sibuk nih sepertinya > 18 September

Jadi PPK dengan 70an kegiatan itu susah, Jenderal… *sampe kebawa mimpi kerjaannya *sudah saatnya untuk liburan lagi *uhuk #kode > 19 September

Masih belum bisa tidur, pikiran melayang ke PPIP, PIP, P2KP, P2P, PNPM dst dst.. sama sekali belum terbayang seperti apa rupanya.. *nasibPPK > 20 September

Absen sehari saja bendel sudah numpuk begini… apalagi lebih ya ? *musti jaga kesehatan nih, biar gag tambah repot… *nasibPPK > 26 September

Jangka pendek, saya hrs mampu memahami pekerjaan dan tanggung jawab yg diemban kini.. tp jangka panjang, pengen belajar dari Pak Ahok.. :p > 27 September

Kasus Jaling yang satu ini kelihatannya memang spesial sejak awal… mungkin karena berada di Ring 1 kali ya ? > 28 September

He.. bahasa kepentingan politik di lapangan itu memang unik.. hancur.. padahal hanya bergeser.. benyah latig.. padahal hanya lubang.. > 29 September

sepertinya nasehat suhu saya di ULP memang benar adanya… sekali”memang musti bisa berpikir EGP dengan kerjaan biar gag mumet… *ealah > 29 September

Yak, minggu”prahara… gula darah naik, makin banyak kerjaan dan tanggungjawab, dan makin banyak kerjaan yg dilupakan… *doh > 8 Oktober

Kuta, Kerobokan, Dalung, Canggu, Tumbakbayuh, Munggu… Cek proyek mumpung libur panjang sambil Touring… #nasibPPK > 12 Oktober

Menikmati Jalan Tol Benoa-Tj.Benoa di libur minggu bersama keluarga… sambil nengok paving jalan lingkungan #nasibPPK > 3 November

Masalah itu harus dihadapi, bukan dihindari dan ditinggal lari… jika berhasil melewati… Masalah baru pun akan menanti… #nasibPPK > 7 November

Padahal datang menghadap paling pertama… tapi ternyata diterima paling akhir… hampir tiga jam nih mesetrap disini… #nasibPPK > 8 November

Udah mulai gag peduli lagi soal Upgrade OS dan semacamnya… kini kepala dipenuhi soal Upgrade paving jalan lingkungan… #nasibPPK > 11 November

Padahal sejak pagi udah kaya’setrikaan hanya utk menjalankan tugas sebagai PNS yang Baik… kini masih jua berkutat dgn kerjaan #nasibPPK > 13 November

Istirahat nge-BLoG dulu deh… kadung uyak gae jani… #nasibPPK > 14 November

Rasanya saya bisa paham bagemana rasanya jadi anak Bappeda Badung… *syukur bisa pulang selid di hari sabtu… #nasibPPK > 16 November

Sebenarnya sih penambahan ruas dadakan begini sangat merepotkan… tapi yah, Tahun Politik… mau bagaimana lagi ? #nasibPPK > 18 November

Kalo sudah berada di jam kerja kadang suka lupa utk online sekedar cek status kawan ataupun hunting gosip… #nasibPPK > 26 November

Gegara kasus dokter Ayu sptnya ada dua kubu antara yg membela dokter dengan yg membela pasien… trus yg membela PPK siapa dong ? #nasibPPK > 26 November

Masih mendampingi BPK bersama Kadis DCK utk pemeriksaan pipa air bersih di Canggu… *laper #nasibPPK > 4 Desember

Menikmati Hujan di Pantai Pandawa

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang PLeSiran

Mendung di langit selatan sebenarnya sudah terbayangkan sejak roda kendaraan memasuki jalur tol dipintu masuk Benoa menuju Nusa Dua, namun hasrat tetap menggebu ingin membuktikan dengan mata kepala sendiri, kondisi beberapa kegiatan fisik pemavingan di kaki pulau Bali jelang akhir tahun anggaran 2013. Tarikan nafas panjang kuhirup untuk memenuhi dada dengan semangat…

Kecepatan motor 50 km/jam kulalui tanpa henti. Ini pertama kali kujelajahi jalan tol diatas perairan dengan roda dua. Satu pengalaman baru tentu saja.

Memasuki akhir perjalanan, satu dua tetes air hujan mulai membasahi jaket mengiringi keraguanku untuk melanjutkan perjalanan, ada sedikit penyesalan mengapa tak menggunakan kendaraan roda empat saja tadi. Namun keinginan sepertinya mengalahkan segalanya. Hujan yang perlahan mulai deras menyambutku di perbatasan Desa Kutuh Kecamatan Kuta Selatan sedikit demi sedikit membasahi jaket dan celana jeans yang kupakai. Ah, memang harus membuka jas hujan bathinku pelan.

Air yang membasahi kaca helm lumayan membuat kabur pandangan sepanjang jalan yang kulalui, masih bersyukur lalu lintas tampak sepi dari biasanya. Mungkin karena hujan, mungkin juga karena ini Sabtu, hari dimana sebagian pekerja libur dari rutinitas mereka.

Dari informasi yang kuterima, salah satu ruas yang dipaving tahun ini berada di jalan dekat Pantai Pandawa. Maka ku terobos saja semua demi hasrat dan tujuan tadi. Dan jadilah siang ditengah hujan, aku berada di tepi Pantai Pandawa yang kerap menjadi cerita itu. Indah… dan kunikmati saja semua perjalanan ini…

Toyota Avanza Veloz White Manual 2013

4

Category : tentang KeseHaRian

Jujur, selama ini gag pernah terbayangkan bakalan mampu mengambil kendaraan pengganti kijang jadul Toyota Grand Extra 1988 terdahulu dengan mobil baru gres, bahkan merupakan kasta tertinggi di jenisnya. Tapi kini, semua terpatahkan. Toyota Avanza Veloz White Manual 2013 siap menemani hari-hari kami selanjutnya.

Setelah mengambil keputusan final pasca mengahadap ke Mertua, tanpa diskusi lagi dengan keluarga, Veloz akhirnya saya pilih dengan beberapa pertimbangan tambahan. Salah satunya adalah memiskinkan diri, menghabiskan seisi tabungan serta mengorbankan rencana untuk menyimpannya sebagian sebagai persiapan pembayaran 4 (empat) polis asuransi setiap bulannya. Ini diambil dengan harapan, kedepan semua bisa dimulai dari awal lagi, menabung dan menabung, apalagi tanggal muda sudah menjelang. Minimal yang namanya gaji dan insentif bisa dijadikan pegangan sementara seperti sepuluh tahun lalu adanya.

Akan tetapi, keuangan kali ini bukanlah berasal dari satu sumber saja. Ada 3 tepatnya. Milik saya, istri dan Bapak. Masing-masing memberikan sumbangan sesuai kemampuan yang pada akhirnya mampu membawa pulang kendaraan SUV keluarga standar Indonesia.

image

Veloz Putih kami pilih dengan alasan mudah dibersihkan, kotor lebih mudah terlihat dan kabarnya merupakan warna favorit masa kini. Entah benar atau tidak. :p Selain itu, bodinya yang menengah (lebih kecil dari Kijang kami terdahulu) memberi peluang pada kami, untuk bergantian mengendarainya tanpa khawatir kebesaran atau kekecilan ukuran mobil. Dan Bersyukur setelah indent seminggu, kami bisa mendapatkannya awal bulan kemarin, dan langsung menggunakannya, sehari setibanya di rumah.

Proses pengenalan dan penggunaan Avanza Veloz ini memakan waktu hampir semingguan, untuk bisa menyesuaikan diri dengan pola baru, kebiasaan baru dan kenyamanan baru. termasuk usaha untuk mencari panel wiper, kunci pintu hingga tombol AC dudukan belakang. Tak lupa gantungan yang absen dari penampakannya. Akan tetapi, Minimal kini yang namanya rasa was-was bakalan mogok di jalan, sudah gag ada lagi di pikiran.

Seperti yang pernah disampaikan waktu lalu, Dibandingkan dengan Toyota Kijang jadul yang kami miliki sebelumnya, yang namanya keleluasaan memang harus dipangkas jauh sehingga membutuhkan pengorbanan. Tapi demi kenyamanan pemanfaatan, sepertinya memang gag masalah kalo harus berkorban dulu. He…

Avanza Veloz Manual, jujur saja memiliki banyak istilah teknologi per’mobilan yang cukup awam diketahui bagi saya pribadi. Tentu hal yang harus saya pelajari ini sedikit lebih rumit dari memahami jeroan ponsel yang rata-rata punya spek serupa, dari layar, prosesor, sistem operasi hingga kamera. Sedang mobil ? *hadeh… banyak yang belum bisa dipahami

Tapi sudahlah. Keputusan sudah diambil. Kini kami tinggal berusaha menikmatinya dan mempelajarinya lebih jauh, agar kelak takkan membuat repot bagi kami. dan terpenting, selamat datang Toyota Avanza Veloz White Manual 2013 di rumah kami yang sederhana, berharap bisa mengantarkan kami sampai ke tujuan dan pulang kerumah dengan selamat.