Menu
Categories
Curhat Tengah Agustus
August 20, 2013 tentang KHayaLan

Empat Bulan terakhir di Permukiman itu bagai mimpi buruk yang hampir setiap harinya, jantung selalu terpacu saat mendengar dering telepon. selalu berpikir saat menerimanya, Apakah ini akan merupakan satu peringatan dari Pimpinan yang berujung pada kemarahan, ataukah intervensi para anggota Dewan yang tiada habisnya ?

Apakah ada yang masih ingat dengan keluhan saya pertama terkait penunjukan tugas sebagai PPK ? Oke, ini adalah efeknya. Salah satu efek negatif tentu saja. Dimana semua beban dan tanggung jawab, dipikul tanpa pandang bulu, dan harus siap menghadapi berbagai rintangan dan cobaan yang mengahadang.

Tidak salah memang, jika kemudian salah satu petinggi di Kabupaten Badung sempat menegur wajah saya yang selalu terlihat kusut, tegang, bahkan ketakutan. Bukan… bukan lantaran tersandung masalah Korupsi, namun ini jauh lebih besar lagi. Pemeriksaan BPK yang kelak mampu mengarahkan saya ke jeruji penjara jika salah mengambil langkah. Ada banyak jalan untuk bisa mengarah kesitu.

Memahami tugas sebagai PPK, bukanlah satu pekerjaan mudah. Apalagi jika berasal atau awal mulanya hanya dari seorang Staf yang sama sekali belum pernah menyentuh opsi pengambilan keputusan, pertanggungjawaban teknis, dan menghadapi pimpinan serta anggota dewan. Sehingga bisa dikatakan, empat bulan terakhir memang benat seperti mendadak mengalami mimpi buruk yang tak kunjung usai. Ada saja masalah yang muncul setiap harinya.

Jangankan untuk meluangkan waktu menulisi blog atau menerima freelance job review berbayar, untuk mengajak kedua putri saya bercanda sepulang kerja pun rasanya sudah jarang dilakukan. Jadi jangan marah bagi kalian yang hinga kini tak sempat terselesaikan permintaan tolongnya. Sungguh, semua berjalan begitu cepat, bahkan terkadang kekurangan waktu dan tenaga.

Meski berat, namun positif thinking tetap saya kedepankan dalam setiap tindakan. Mungkin itu sebabnya, enerji yang saya miliki seakan tiada habisnya untuk duduk berhadapan langsung dengan sejumlah masalah. Bersyukur pula, jika saya memiliki rekan-rekan yang bisa diandalkan untuk itu.

Jujur, kini saya mulai kangen dengan masa-masa indah selama berada di LPSE satu dua tahun lalu, dimana semua itu meski tak memberi janji masa depan dan pengalaman struktural, namun tetap menjadi sebuah cerita yang akan selalu saya kenang dan dambakan. Akan tetapi jika bukan kini, lalu kapan lagi ?

*biyuuuhhh

"7" Comments
  1. Semangat Bli Pande, ditempa untuk jadi lebih baik.

    [Reply]

    pande Reply:

    Yup…

    [Reply]

  2. Semangat Bli, berjuang untuk Bali yang lebih baik.. Jarang ada PNS yang kayak Bli 🙂

    [Reply]

    pande Reply:

    Berarti makhluk langka yah ? *uhuk

    [Reply]

  3. Pasti berat sekali ya bli.. Tapi tetap semangat bli
    Made Wirautama´s last blog post ..Libur Telah Usai

    [Reply]

  4. Buihhhh… segitu parahnya Bli? Sampai ngajak bercanda anak saja sampai jarang. Kalau hemat saya… bekerja punya 2 tujuan ya. income (uang) & kenyaman kerja kalau ga mau dibilang tantangan. Tapi dari yg saya baca, Bi malah bukan tantangan yg di dapatkan, tapi tekanan. kalau dari 2 hal itu salah satunya ga didapatkan, sulit seseorang untuk bisa bekembang.
    IMHO :peace:

    [Reply]

    pande Reply:

    Sejauh ini memang baru tekanan yaang saaya rasakan. bisa jadi lantaran baru memulai, dimana sebelumnya berada di titik nomor satu, langsung loncat ke nomor 5. gag melalui step nomor 2,3 dan 4… tapi yah, berharap semua berjalan dengan baik

    [Reply]

Leave a Reply
*