Prince of Persia Classic for Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Prince of Persia Classic for #Android, bernostalgia bagi kalian yg besar di era PC DOS :p ukuran installer 177 MB

Berhubung MiRah jadi penguasa baru Tablet Samsung #Android Galaxy Tab 7+, maka biasanya sih saya nyasar tipe yg 10.1 inchi Note series. Di Note 10.1 ini gag banyak permainan yang saya tanam, kecuali Sudoku dan Word Search, Pembunuh waktu kala senggang di @LPSEBadung.

Tapi semingguan ini, ada satu games yang bertambah dalam daftar menu Note 10.1, Prince of Persia Classic for #Android. *ada yg tau ?

Screenshot_2013-04-21-10-59-26

Prince of Persia Classic ini sebenarnya mengadopsi games versi PC di era DOS (jaman saya masih SMP/1990) dgn sentuhan 3D. Jika PoP (Prince of Persia) versi PC lebih banyak mengadopsi warna Biru dan hitam sebagai latar, maka kini dibuat jauh lebih realistis. Saking realistisnya permainan PoP for #Android gag heran kalo ukuran installernya bengkak jadi 177 MB…

Sayangnya, game PoP Classic for Free ini ternyata gag tersedia di perangkat Samsung Galaxy Tab 7+. *gag mendukung kali yah ? 🙁 Lantaran file Installer nya sekitar 177 MB * cek di Note 10.1 *saran sih install via wiFi deh biar aman, gag ngabisin kuota iNet.

Selain bergrafis 3D, games PoP for #Android ini rupanya mensyaratkan perolehan koin untuk masuk ke Level berikutnya *sigh Padahal di PoP versi PC DOS, gag ada syarat apapun untuk bisa naik ke level berikutnya. Dan Koin yang dimaksud kelihatannya hanya dapat diakses secara terbatas setiap kali Level di tembus dgn baik.

Sedang kekurangannya ya, Pengguna dipaksa untuk meraihnya melalui iklan yang hadir disetiap kali usai level atau terbunuhnya karakter untuk beberapa detik di layar.

Lantaran diadopsi dari versi PC, maka gag heran kalo PoP versi #Android ini punya jalan cerita yg sama persis dengan versi terdahulu. Baik dari Prolog, ekspresi si Jaffar dan jam pasir yang akan digunakan sebagai waktu tempuh pengguna, menembus batas seluruh level.

Kalo gag salah ingat, games PoP versi PC hadir dalam 13 Level, dengan level tersulit di 8, 11 dan 12… *nostalgia

Level 8, terdapat lawan yang diam saat bertarung, menunggu pengguna gerak lebih dulu, Sehingga perlu Trik untuk membunuhnya. Level 11, ada banyak gergaji yang siap mencabik tubuh si pahlawan bahkan berdekatan pula jaraknya *perlu kesabaran tentu saja. Dan Level 12 untuk bertarung melawan bayangan sendiri. Yang tentu susahnya minta ampun. Dilevel 12 ini pula ada jalan yang hadir di kegelapan, sempat menipu mata dan bikin deg”an. *nostalgia *bukarahasia

Screenshot_2013-04-21-11-00-49

Akan tetapi memerlukan banyak penyesuaian dalam memainkan PoP versi #Android mengingat kini kontrol gerak melalui tombol sentuh. Sedang versi PC menggunakan arrow kombinasi dengan shift dan ctrl. Tapi kalo sudah tebiasa dijamin ketagihan. Apalagi yg hafal rutenya :p

PoP ini hasil karya UbiSoft di era 90an kalo gag salah. Mampu Running pada PC berbasis DOS, bersaing dengan game sekelas MotoGP etc.

Lawan tandem saya di era itu adalah alm.adik sepupu yang sejak awal saling berbagi trik cara membunuh lawan terutama tiga level sulit tadi. Dan yang bikin *nostalgia adalah level 13 nya tembus pas malam Tahun Baru. *sedih jadi inget almarhum.

Sedang tandem kedua saya, teman sebangku jaman SMA, yg saat itu baru dibelikan PC 486, dengan RAM 16 MB kalo gag salah ingat :p Selain PoP, ada juga permainan bertipe FPS First Person Shooter yang jadi favorit kami berdua seperti Doom, Hexen, Heretic dan Wolfenstein

Jadi, bagi kalian yang menjalani masa remaja di era DOS, yuk bernostalgia dengan game Prince of Persia Classic for #Android ini…

Hunting Manga lanjutin Ngomik

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Oke, judul diatas mungkin agak aneh… Tapi yah, ini kan blog pribadi, boleh dong kalo sekali-kali bikin judul posting yang suka-suka ? Hehehe…

Tadinya saya pikir pengalaman berburu eBook barisan komik yang masuk kategori Manga (bukan mangga) bakalan mentok sampe situ. Kangen baca edisinya Adachi Mitsuru yang bercerita di perenang Rough, atau hantu jail Q and A, juga seri baseball H2, Touch juga Cross Game… Beh, kalo sudah ngomongin ini, rasanya cuma bisa senyum-senyum aja deh di pojokan… Oh,iya, gag lupa ada si hiu Jinbe dan Adventure Boys. Sedang komik manga edisi lain yang pengen dihunting ya lumayan banyak juga… Tipe Shoot,,Harlem Beat, Chinmi hingga the Pitcher masih masuk hitungan buat diburu. *ini usia boleh tua, tapi kegemaran masih anak-anak… Yah, ngimbangi hobi baca PlayBoy dan PentHouse kan masih boleh yah ? Hehehe…

Meski begitu, dulu pernah juga nemu komiknya Dragon Ball dan Kungfu Kenji edisi lengkap, bahasa indonesia pula… Plus komiknya Tiger Wong dan Tapak Sakti. Wiiihh… Kalo sudah ngomongin semua ini, gag ada matinya dah… Trus ? Solusinya gimana ? He… Gag sengaja sebetulnya sih… Awalnya nemu halaman anymanga dan manga-nya Indonesia, yang mutlak bisa dibaca secara online, satu persatu gitu. Tapi ya repot kan kalo dilakoni ? Maka elmu kanuragan jadul pun dicoba lagi.

Adalah aplikasi Http web site copier, aplikasi berbasis windows pc/notebook, punya kemampuan buat mengcopy seluruh content sebuah halaman web (termasuk blog), sehingga dapat disimpan dan dibaca dimanapun secara offline tanpa koneksi internet. Akan tetapi ini bisa dilakukan, selama link atau tautan maupun content gambar dll masih berada di satu tempat (server), gag nuju-nuju ke tempat lain macam ziddu, mediafire dll.

Dulu sempat sukses dicobain donlot halaman blog pribadi www.pandebaik.com juga miliknya Dokter Basuki Pramana, yang cerita-ceritanya kerap bikin kangen.

So… Aksi pun dimulai. Hasilnya lumayan. Dari beberapa hasil perburuan, komik yang sempat saya sebutkan diatas tadi rata-rata bisa didapat dengan sukses, meski beberapa gambar diantaranya hadir dalam bentuk yang tidak dapat dilihat, namun keseluruhan sangat memuaskan. Bahkan saat mengunduh halaman web dari yang versi Indonesia, ditemukan juga dua tiga edisi dari belasan judul komik manga yang ada di halaman tersebut, ikutan tersedot sebagai pelengkap. Makanya bisa nemu komik macam Shincan, Kariage Kun, Conan atau City Hunter. Surprise kan ?

Komik

Namun, saat semua file tersebut dipindah ke layar tablet, efeknya cukup terasa. Fitur Gallery yang biasanya mulus dibuka, kini cukup mengenaskan, karena membutuhkan waktu lama untuk merefresh data hingga selesai. Bagaimana tidak ? Terpantau jumlah file gambar yang tercopy ke handhelds sekitar 10ribuan file untuk belasan judul komik. Itu sebabnya, untuk sementara, tablet tersebut dengan terpaksa dinonaktifkan dulu penggunaan aplikasi yang berkaitan dengan Gallery seperti Instagram, Photo Editor atau email, lantaran lambatnya proses pembukaan file tadi.

Asyik juga sebenarnya. Saya jadi suka ngabisin waktu menunggu dan jelang tidur buat baca-baca komik lama, serta menuliskan pengalamannya sebagai bahan blog *uhuk *sambil menyelam minum kopi… Dan tak lupa menyulap tabletpc jadi sedikit lebih berguna.

Dan berhubung koleksinya kini sudah makin banyak, ada yang mau mengcopynya kedalam bentuk disc ?

Lebih Jauh tentang Subway Surfers

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak MiRah putri pertama kami minta diinstalasikan game Subway Surfers di #Android GalTab 7+, penguasa Tablet jadi berpindah tangan. Hampir tiap pagi baru bangun, MiRah selalu nagihin Tablet buat mainin Subway Surfers. Saingan dengan anak”sepupunya yg udah jago duluan. Sampe”, tablet kakeknya yg BB PlayBook, kini dicuekin gara”gag bisa mainin Subway Surfers dan Temple Run. Gag seru katanya.

Sebenarnya Khawatir juga kalo si MiRah tumbuh kembangnya jadi didepan Tablet. Makanya kini musti dijaga betul durasi per tiap kali mainnya. Selalu mengingatkan bahwa Tablet bakalan cepat panas dan rusak apabila digunakan utk main Subway Surfers terlalu lama. *beda dgn ngTwit *eh

Tapi baru tau kalo game sekelas Subway Surfers gag bisa running di semua #Android, terutama kelas Samsung Galaxy Pocket atau Young. Apakah ini lantaran keterbatasan resolusi layar, atau ada pertimbangan lainnya. Dan meski bisa running, gag jarang game SS menyebabkan Lag. Seperti yang dialami perangkat HTC One V, yg masih adopsi RAM 512 MB, available cuma 150 MB kalo gag salah.*musti rajin free ram

Gara”Subway Surfers jadi demam dihalaman rumah, ada jg sepupu yg bela”in beli tablet 7 inchi biar anaknya bisa ikutan bersaing main SS :p Dan bahan obrolan sekumpulan anak TK-SD yang hadir di halaman, kini beralih ke ‘score, karakter, sktaeboard atau banyaknya koin *duuuhh

Subway Surfers 2 PanDe Baik

MiRah termasuk yang suka di Bully kalo lagi ngomongin game SS, mengingat ia baru kenal SS beberapa minggu lalu. :p Kenal baru juga gara”si Bapak gag ngijinin ia main game SS karena mengganggu aktifitasnya yg lain. Plus #Android jadi cepat panas

Sebenarnya sih di perangkat iPhone 4 CDMA sudah diinstallkan pula games Subway Surfers, cuma ybs gag mau karena layarnya yg mini. Sementara anak”lain main game SS di tablet bapaknya yg berukuran 7 inchi. Beh…

Apalagi kini selain game Subway Surfers, MiRah juga minta diinstlasikan games Temple Run yg punya tipikal sejenis. Temple Run sendiri ada 4 varian, 2 yang free (1&2) dan sisanya berbayar (Oz dan Brave). *punya tantangan lebih ketimbang Subway Surfers

Jika disuruh milih, saya mending main SS ketimbang TR, gara”punya phobia akan ketinggian *pernah alami amnesia gara”jatuh dari ketinggian :p

Di halaman rumah, ada 5 kepala keluarga yg menurunkan perangkat Tablet kpd anaknya, setelah 1 kepala berusaha meracuni sejak 2 tahun lalu :p Yah, tablet kini mmang jadi booming di rumah. Gara”rasa ‘gag mau kalah’ dari saya yg sudah lbih dulu pegang tablet, baik #Android maupun iOS

Merek yg dijajalpun beragam, dari Axioo, Advan, Mito hingga Samsung Galaxy Tab #2 7 inchi. Semua masih #Android minded. Dan meskipun secara spek setara dengan Galaxy Y atau Pocket, rata”perangkat Tablet tsb bisa menjalankan game SS dgn baik, meski agak Lag. Jadi secara pilihan sepertinya memang tepat. Ambil tablet #Android yg harga nya setara ponsel, tapi tetep mampu running game Subway Surfers.

Bagi kawan”yang lagi mainin game Subway Surfers, punya cara nambahin koin dengan cepat tanpa bantuan GameCIH ? *uhuk Karena hampir setiap usai bermain (karena batas waktu), Mirah selalu bertanya ‘sudah bisa beli orang Pak ? *karakter maksudnya :p

Subway Surfers, Game Adiktif untuk Anak

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika tempo hari saya sempat menuliskan beberapa permainan yang mengasyikkan untuk mengundang nalar anak-anak dalam berpikir dan belajar secara pelan tapi pasti, maka yang satu ini lebih mengandalkan kecepatan dan ketelitian untuk melangkah dan memutuskan. Subway Surfers.

Tipikal permainan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Temple Run yang telah lebih dulu digemari bahkan hadir dalam empat versi. Hanya saja Subway Surfers lebih pantas untuk dimainkan di level anak-anak dan remaja lantaran secara grafis memang jauh lebih menghibur.

Dengan mengandalkan lompatan disela kereta api, bus, palang dan traffic light, Subway Surfers hampir tidak memiliki misi dan pola ke satu tujuan tertentu. Hanya berlari dan mengumpulkan koin, untuk membeli powerUp, karakter, papan luncur atau bahkan trophy yang ada disepanjang permainan. Jadi pengguna tidak dituntut cerdas menemukan jalan keluar dalam masing-masing level atau bertarung melawan pak satpam yang senantiasa rajin mengejar sejak awal permainan.

Mengingat disini hanya membutuhkan kecepatan, ketelitian dan ketepatan gerak, maka bagi kalian yang tidak terlalu suka bermain yang memacu waktu dan otak, baiknya sih jangan mencoba ketimbang adrenalinnya meningkat secara cepat.

Subway Surfers PanDe Baik

Sedikit tips dari permainan ini adalah :
1. Tingkatkan Durasi dan kemampuan Bonus (powerUp) mencakup sepatu Sneakers, JetPacks, Magnet dan Multiplier untuk dapat mendulang koin lebih banyak
2. Selesaikan satu persatu dari tiga Misi yang biasanya hadir dalam setiap level Multiplier, maksimum kalo gag salah ada 30 level ditambah bonus +5 lewat bonus Score Booster
3. Untuk dapat menyelesaikan misi aseperti yang dimaksud pada poin 2, pahami maksudnya dan jika perlu, buka kamus agar gag lama bertanya-tanya
4. Apabila Misi terlalu sulit untuk dilakukan, bisa dibeli dengan cara ‘Skip Mission’, jadi jangan khawatir
5. Koleksi Mystery Box yang ada dalam setiap permainan untuk mendapatkan bonus item dan uang, dan jikapun masih merasa kurang, bisa dibeli dengan 500 koin untuk satu kotak Mystery Box
6. Selesaikan pula Tantangan Harian untuk mendapatkan porsi Mystery Box berlipat
7. Gunakan HoverBoard (papan luncur) sebagai tambahan nyawa saat meluncur di sela permainan, setidaknya jika tertabrak, pengguna diberi satu kesempatan untuk berlari sebelum ditangkap pak satpam
8. Apabila ingin memberikan nuansa baru, lakukan Update aplikasi permainan Subway Surfers secara berkala, atau mengambil karakter dan papan luncur baru dengan sejumlah besar koin

Dan tak lupa, sebagaimana halnya permainan lain, dalam Subway Surfers inipun bisa dilihat peringkat yang dimiliki jika dibandingkan dengan enam besar pengguna, di jejaring sosial FaceBook. Tentu saja peringkat antar teman yang ada dalam daftar pertemanan.