Aku dan Masa Depanku

2

Category : tentang KHayaLan

Kadangkala aku kerap bertanya pada diriku sendiri, kenapa harus aku yang mengalaminya ? Namun sesaat kemudian aku mulai bersyukur bahwa bukan aku yang harus mengalami sejuta penderitaan yang orang lain kini rasakan dalam waktu yang sama…

Orang berkata bahwa diusiaku kini sudah mulai menginjakkan karir, maka dapat dibayangkan masa tuaku nanti akan menjadi apa, namun siapa yang tahu sampai kapan aku akan mampu memegang nyawa ? Entah karena kesehatan, tekanan atau memang sudah garis tangan…

Seringkalipun aku menatap langit dan meyakini betapa kecilnya aku didalam dunia dan keberadaannya, namun setidaknya dengan berbuat yang terbaik bagi diri sendiri aku bisa merasa sedikit bangga pada putra putriku kelak dengan memberikan mereka kebaikan dan bekal hidup untuk jalan yang panjang…

Aku dan Masa Depanku… entah apa yang akan terjadi seiring berjalannya waktu…

Demi RI1 dan CR7

2

Category : tentang PeKerJaan

Bukan tanpa alasan mengapa kami ditugaskan untuk menuntaskan pekerjaan pemavingan di jalan Telagawaja, Kelurahan Tanjung Benoa sedari turunnya perintah Sabtu malam lalu, dimana waktu efektif mulai kerja Minggu siang hingga Rabu dini hari. Hal ini terkait dengan kegiatan penanaman Mangrove yang sedianya dilakukan oleh Bapak Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono bersama duta Mangrove Cristiano Ronaldo CR7, sehari pasca peresmian jalan Tol diatas perairan.

Kegiatan yang bertajuk Save the Mangrove, Save the Earth ini tampaknya digagas oleh investor Artha Graha yang secara kebetulan kalau tidak salah sedang membangun fasilitas perhotelan dekat perairan dan lokasi dimaksud.

CR7 RI1 Save the Mangrove

Jalan Telagawaja Kelurahan Tanjung Benoa ini merupakan akses utama menuju pantai, lokasi kegiatan penanaman Mangrove 26 Juni 2013, dimana kondisi awal merupakan perkerasan aspal lapen yang kondisinya sudah lumayan rusak.

Berdasarkan rencana kegiatan Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman di Kelurahan Tanjung Benoa yang memanfaatkan dana APBD anggaran Induk tahun 2013, jalan akses merupakan salah satu lokasi penanganan yang kini diambil oleh rekanan dari Metra Giri Karya. Yang dari panjang total sekitar 500an meter panjang, hanya mendapatkan penanganan sepanjang 226 meter saja, terhitung dari ujung jalan dekat pantai.

Lantas mengapa sisa panjang jalan tidak ditangani secara tuntas dalam anggaran yang sama, mengingat informasi awal yang kami terima selama ini, bahwa status jalan masih bermasalah dengan pihak investor, dimana merupakan lahan hak milik dari satu keluarga puri di lingkungan Kota Denpasar. Lantaran hal inilah, hingga hari Sabtu Siang, jalan Telagawaja masih dibiarkan begitu saja sisa panjangnya, tanpa dilakukan penanganan tambahan. Disamping, isu awal bahwa Pak SBY kabarnya bakalan turun ke lokasi melalui HeliPad yang sudah disiapkan oleh panitia penyambutan.

Hanya saja, pasca kunjungan pimpinan kami ke lokasi, informasi terkait lahan yang masih bermasalah, dimentahkan oleh pimpinan setempat sehingga inilah yang menjadi dasar turunnya perintah dadakan untuk menuntaskan PKS (Pemavingan Kebut Semalam).

Terhitung pada akhirnya sekitar tiga hari tiga malam, kami bekerja di lokasi kegiatan hanya untuk menyediakan akses jalan menuju lokasi kegiatan bagi RI 1, Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, bersama sang bintang sepak bola, Cristiano Ronaldo CR7.

Dari lemburnya kegiatan yang kami lakukan dalam waktu singkat ini, sempat dicandai pula oleh masyarakat sekitar dan juga Babinsa berbaju loreng, dengan sebutan Badung Bondowoso…

Sayangnya dalam proses penanganan infrastruktur yang kami lakukan sejak hari Minggu siang kemarin, bertemu banyak kendala yang rata-rata sebenarnya berbasiskan kesadaran pada diri sendiri dan lingkungan, yang jujur memang minim dimiliki oleh para pelintas jalan.

Misalkan arogansi aparat yang berlalu lalang dari jalan besar ke lokasi dengan menggunakan Bus kecil, namun dipacu dengan kecepatan tinggi. Padahal lebar badan jalan, hanya berkisar 3-4 meter. Belum lagi palang penghalang yang kami pasang dikedua ujung jalan, ditabrak begitu saja, melintasi pekerjaan paving yang baru saja dipasang. Dan ini terjadi berulang kali baik siang maupun malam. Dan rata-rata alasan yang diungkap pas bertemu dengan kami ditengah jalan (yang tentu gag bisa dilewati), mereka bilangnya ‘maaf, gag liat pak…’ *rasain deh lu mundurnya jauh, gag ada area buat muter balik soalnya…

Belum lagi jenis pertanyaan yang sama kerap dilontarkan oleh warga dan para pelintas… ‘yakin nih bisa selesai, pak ? Pasti kualitasnya jelek dan cepet ancur…’ -kalo saya gag yakin ya ngapain juga saya kerjakan ? Minimal diusahakan semampunya dulu, toh dunia juga tahu bahwa ini kerjaan PKS (Pavingisasi Kebut Semalam)… hanya pangeran yang ngebet dengan Loro Jongrang lah yang bisa melakukannya, itupun dengan bantuan jin dan makhluk halus…

Dan soal jelek dan cepet ancur, saya sih udah tau lebih dulu… bagaimana gag pesimis ? Wong ketersediaan paving aja baru didapat senin sore, itupun umurnya belum mateng untuk dipasang dan dilewati… apalagi oleh beban kendaraan roda empat yang secara teorinya musti dijemur dulu dalam waktu tertentu, baru dipasang…

Tapi ya sudahlah. Semua sudah selesai kami laksanakan tadi pagi.

Jika selama dua hari kemarin, para pekerja beraktifitas hingga pk.5 pagi lalu lanjut pk.9 namun apa yang kami lakukan tetap diragukan, ya wajar… wong mereka gag ikut turun langsung merasakan bagaimana bekerja dibawah tekanan. Apalagi hari terakhir ini, kami pun menuntaskannya hingga pagi buta… bisa selesai saja sudah bersyukur, soal kualitas, nanti usai kegiatan akan kami service kembali. Jikapun kalian masih belum puas, saya sudah siap kok menerima sanksinya…

PKS (Pavingisasi Kebut Semalam)

1

Category : tentang PeKerJaan

Oke, meski sebenarnya bukan dalam hitungan semalam, namun tetap saja perintah dadakan yang turun Sabtu Malam 22 Juni lalu benar-benar memaksa otak dan perilaku kami untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dimaksud dalam semalam.

Sabtu siang sebenarnya masalah sudah clear. Pekerjaan yang kami lakukan di jalan Telagawaja, sudah sesuai dengan rencana, hanya ditangani sepanjang 226 meter panjang. Sayangnya, lantaran perubahan informasi yang disampaikan ke pimpinan lebih mengarah pada ABS, maka putusan untuk segera menangani infrastruktur pada jalur jalan menuju pantaipun dijatuhkan yang secara praktis membuat makan malam bareng anak dan istri jadi terganggu dan terbebani.

Jalan Telagawaja Kelurahan Tanjung Benoa, harus selesai ditangani dengan permukaan paving hari Senin Sore. Edan… bathin saya waktu itu.

Bukan apa-apa, namun dengan target waktu hingga Senin sore dari Sabtu Malam, praktis waktu efektif yang saya dan tim miliki hanya 1,5 hari saja, mengingat segala sesuatunya belum ada kepastian apakah bisa dikerjakan atau tidak.

Setidaknya ada 4 (empat) hal yang harus saya dapatkan kepastiannya. Pertama, kesediaan dan kesiapan finansial Rekanan yang saat ini sedang melakukan pekerjaan di lokasi, kedua adalah kesiapan Material baik Paving, Pasir maupun Kansteen dan Ketiga adalah ketersediaan pekerja atau SDM untuk bisa melakukan Pemavingan Kebut Semalam… Sedang pertimbangan terakhir, lebih mengarah pada keputusan yang harus diambil untuk mengalihkan volume yang kini sedang ditangani di sekitar lokasi, demi menutupi volume pekerjaan yang ingin dilakukan.

Sialnya, malam itu tak satupun anggota tim dan Rekanan yang dapat saya hubungi per telepon, sehingga alternatif satu-satunya yang bisa dicoba adalah kembali pada sms. Tentu dengan pertimbangan, dan kelengkapan informasinya. Untuk mengisi kekosongan koordinasi, sayapun memilih untuk mencicil rancangan pekerjaan, sejauh mana volume dibutuhkan di lokasi.

Minggu Pagi, usai melaksanakan rutinitas, sayapun meluncur ke lokasi kegiatan yang jarak tempuhnya minimal satu jam perjalanan. Itupun jika traffic lalu lintas lantjar djaja tanpa kemacetan yang berarti. Sebagai informasi, jalan Telagawaja kelurahan Tanjung Benoa ini posisinya kurang lebih di ujung kaki pulau bali, dan akses yang mutlak dilewati adalah simpang siur Kuta, persimpangan Bandara, Kampus Unud dan terakhir BTDC atau Bualu.

Jauhnya jarak tempuh dan faktor kemacetan yang sulit ditebak, membuat saya mengambil keputusan untuk melaluinya dengan Scorpio merah ketimbang kendaraan roda empat. Setidaknya keputusan ini masih tergolong tepat lantaran hari minggu pagi tersebut, jalan sedari wilayah Tuban hingga persimpangan kampus Unud dan Bualu, padat merayap cukup parah. Infonya sih lantaran gelaran Triathlon Biznet yang diadakan di Jimbaran dan Nusa Dua.

Harus diakui, bahwa proses untuk memulai satu pekerjaan baru (apalagi dadakan), membutuhkan pemahaman yang tidak sedikit, akan kondisi lapangan, situasi pula sosialnya. Dengan segala upaya untuk menghubungi pihak pelaksana, pengawas hingga berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, Kelurahan, Kepala Lingkungan hingga tingkat Kapolsek, dengan satu tujuan agar kegiatan bisa segera dilaksanakan.

Satu persatu pengalaman nyata itu hadir sebagaimana pinta pada-NYA selama ini. Dan mungkin memang inilah jalan yang harus ditempuh untuk bisa mengenal lebih jauh bidang yang saya lakoni beberapa minggu terakhir.

Kelegaan awal baru bisa dirasakan saat para pekerja memulai kegiatan tanpa adanya kendala besar sejauh ini. Namun rupanya siapapun tidak bisa menebak bagaimana proses selanjutnya.

Gag ada lagi ‘Cerita Hari Ini di www.pandebaik.com’

2

Category : tentang DiRi SenDiri

Entah ada yang menyadari atau tidak, status yang tampil setiap dua tiga hari sekali secara berkala di dua jejaring sosial, FaceBook dan Twitter pada pukul 6.00 pagi hari, kini sudah tak lagi hadir menyapa kawan semua. Tepatnya sejak awal Juni lalu, minggu kedua…

Keputusan ini saya ambil mengingat tingkat produktifitas yang saya lakukan untuk selalu update dalam hal tulis menulisi isi blog, tampaknya sudah mulai menurun baik secara kualitas maupun kuantitas. Apalagi topik yang kerap saya turunkan belakangan ini lebih banyak pada keluh kesah pribadi yang bisa jadi tidak menarik dan cenderung membosankan bagi yang berkunjung dan membacanya. So, kasian banget kalo kalian, kawan-kawan yang biasanya rajin mampir kemari dibebani hal-hal yang sebetulnya tidak penting, baik yang bersumber dari link pada akun jejaring sosial FaceBook ataupun Twitter.

Jika dahulu saya selalu memberikan kalimat ‘Ada yang baru loh di www.pandebaik.com, lantas berubah ke ‘Cerita Hari Ini di www.pandebaik.com, maka kini sudah tidak lagi… sehingga apapun cerita ataupun tulisan yang hadir di halaman ini, takkan lagi ditemukan di kedua jejaring sosial yang saya miliki tersebut sejak hari ini…

Meski demikian, tetaplah saya berjanji untuk sesekali menurunkan tulisan atau cerita yang sedikit berbobot atau minimal berguna bagi pembaca yang berkunjung kemari, dan hal tersebut pastilah disampaikan nanti.

Untuk saat ini ? Biarlah keputusan ini saja yang dijalankan…

Bertransaksi Online lewat berniaga dan tokobagus

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah pernah punya pengalaman bertransaksi online di dunia maya ? Belum ? Khawatir tertipu uang jutaan melayang ? Atau hanya karena belum yakin saja ?

Salah satu kelemahan yang kerap dialami para calon pembeli saat melakukan transaksi di dunia maya adalah faktor kepercayaan. Bisa jadi efeknya adalah uang yang telah susah payah dikumpulkan malah menghilang tiada kabar saat ditransfer ke rekening penjual, atau malah barang yang dibeli ternyata tak sesuai dengan tampilan foto dan spek yang tertera dalam paket penjualan. Ini wajar, mengingat secara lokasi yang diakses tergolong cukup jauh dari tempat tinggal pembeli sehingga layaknya kata orang-orang bijak, malah seperti membeli kucing dalam karung, gag tau seperti apa rupa sebenarnya, malahan bisa jadi bukan kucing yang kita dapat, namun malah mainan kucingnya. Hehehe…

Untuk lebih amannya sih kalo mau coba deh akses yang namanya berniaga dot com atau tokobagus dot com sebelum memutuskan untuk hunting dan bertransaksi. Gunakan selalu kata kunci pada kolom Regional… sesuaikan dengan lokasi atau tempat tinggal kita. Ini penting untuk mengamankan posisi kita sebagai calon pembeli, dengan tujuan bisa melihat barang yang diinginkan secara jelas dan langsung, baru membayarnya secara tunai atau transfer.

Memang sih, ini akan mengaburkan apa yang dinamakan transaksi online via dunia maya, namun setidaknya kita sebagai calon pembeli tidak lagi meragukan keabsahan si penjual atau malah menduga-duga seperti apa sih wajah aseli dari barang yang kita minati ?

Salah satu transaksi yang pernah saya lakukan adalah pembelian iPhone 4 cdma yang pada awalnya saya curigai keasliannya mengingat dari segi harga, tidak sebanding dengan kemewahan perangkat yang diharapkan. Namun demi melihat kondisi aseli yang memang apa adanya, sayapun pada akhirnya memaklumi dan tetap berminat pada pilihan semula, meski pada prakteknya di penggunaan, banyak keluhan dan kendala yang saya temui.

Demikian halnya dengan pembelian asesoris yang kerap indah terpampang di gambar layar, namun tidak demikian saat dilihat wajah aselinya. Menipu ? Tergantung cara pandang kita saja. Jika barang yang diharapkan masih baru gres tanpa cacat sementara harga sudah setengah dari pasaran, jangan harap deh bisa terwujud. Jadi ya dimaklumi jika memang beneran masih berniat…

sementara itu saja sih yang bisa saya rekomend tips untuk bertransaksi online untuk lebih amannya terutama dari sisi calon pembeli, meski dari jenis layanan masih banyak yang menyediakannya selain berniaga atau tokobagus.

Pindahan ke mybaby.pandebaik.com

1

Category : tentang Buah Hati

Awalnya sih, saya hanya berkeinginan untuk menyimpan beberapa rekaman gambar wajah putri pertama, Pande Putu MiRah GayatriDewi agar bisa lebih mudah diakses lewat dunia maya, baik oleh sanak saudara ataupun kakak sepupunya yang hingga kini masih berada di Canada. Untuk mengakomodir hal tersebut, salah satu alternatif yang dicoba pada pertengahan tahun 2008 lalu adalah pembuatan halaman blog di web server gratisan milik wordpress.com dengan mengambil alamat di pandebaby.wordpress.com

mybaby-pandebaik-1

Pelan tapi pasti, halaman ini kemudian memuat satu persatu rekaman lensa yang diambil dengan menggunakan kamera digital Kodak jadul, perangkat ponsel Nokia 6275i dan N73 hingga tablet Android Galaxy Tab 7+, Galaxy Note 10.1 dan iPhone 4 CDMA. Beberapa diantaranya bahkan langsung diUpload dari aplikasi WordPress for Android, lengkap dengan narasi ala kadarnya. Makin berkembang jauh seiring kehadiran putri kami yang kedua, Pande Made Intan PradnyaniDewi.

Ide untuk melakukan migrasi ke subdomain milik sendiri baru tercetus pada bulan Maret tahun 2013 lalu, setelah menyaksikan sisa space hosting yang cukup banyak pada CPanel serta tingkat kunjungan yang sudah mulai menurun. Ide ini kemudian ditindaklanjuti dengan memintakan bantuan pembuatannya pada kakak kandung di Canada dan mengambil alamat di mybaby.pandebaik.com

Jadi, bagi kawan-kawan yang ingin tahu bagaimana perkembangan fisik kedua putri kami, bisa main ke halaman ‘born to be my baby’ it’s about my baby, Pande Putu Mirah GayatriDewi and Pande Made Intan PradnyaniDewi. Periode Maret 2008 untuk putri pertama kami, dan periode Oktober 2012 untuk putri kedua.

PanDe Baik mybaby

Maka dengan migrasinya halaman rekam lensa kedua putri kami, halaman blog gratisan pandebaby.wordpress.com akan segera kami hapus dari dunia maya. Terima Kasih sudah melakukan kunjungannya selama ini dan semoga dihalaman baru nanti, rekam gambar MiRah dan Intan bisa jauh lebih eksis lagi. Salam dunia maya.