Menu
Categories
Acer Iconia W511
May 27, 2013 tentang TeKnoLoGi

Jauh pada tahun 2004/2005 lalu, saat saya masih berkutat dengan perangkat PDA Phone T Mobile MDA yang merupakan kloning dari O2 XDA II series, sebuah perangkat ponsel Personal Digital Assistant berbasis Windows Mobile 2003 PocketPC, ada satu perangkat lagi yang begitu saya idam-idamkan untuk dimiliki. Perangkat Tablet dengan bentukan laptop atau notebook.

Oke, tahun itu barang serupa memang sudah ada. Kalo gag salah yang rajin merilis dari brand Fujitsu atau HP. Namun keberadaannya masih tergolong langka dan mahal, jadi memang gag salah kalo perangkat sejenis ini di lingkungan kami (Pegawai Negeri Sipil) gag ada yang punya. Kalopun ada, masih serupa dengan yang saya miliki, PDA dengan kondisi standar. (homescreen, Theme, Sound dll).

Bisa dimaklumi sebenarnya, karena saat itu perangkat berbasis Windows identik dengan penggunaan yang sangat sulit, jika dibandingkan dengan sang raja yang berkuasa, Nokia. Namun justru dengan tingkat kesulitan yang advanced inilah yang makin membuat saya tertantang untuk mengeksplorasi lebih jauh apa dan bagaimana cara menaklukkan sebuah perangkat mobile berbasis Windows.

Mengapa saya begitu tergila-gila pada perangkat semacam ini ? karena berkaitan dengan pekerjaan yang rata-rata memang dibutuhkan dibalik meja, dari Office Applications, Photo Editor, Internet hingga Multimedia, Satu untuk Semua. Sayangnya, meski tahun demi tahun sudah berganti dan era mulai berpindah pada perangkat konvergensi PDA seperti miliknya O2, HP iPaq, Dopod hingga HTC, rasanya tetap saja belum mampu menggantikan keberadaan Notebook yang bisa dengan mobile dijinjing kemana-mana.

Menikmati kemajuan teknologi di jaman iPad dan TabletPC Android membuat saya kembali berusaha membangkitkan angan-angan itu, sambil berharap satu saat Microsoft mau merilis perangkat sejenis berbasis Windows yang tentu saja berlayar sentuh semudah perangkat pionir tadi. Hasilnya ? Tabletpc Surface pun mulai dirilis ke pasaran dengan memanfaatkan sistem operasi Windows 8.

Tidak ketinggalan beberapa brand besar, seperti HP, Sony bahkan Acer kemudian merilis series W510/W511 yang mengadopsi bentukan netbook layar 10 inchi namun layar utama dapat dicabut atau dipisah dari docking keyboard dan berfungsi sebagai Tablet. Dan yang terpenting disini adalah basis sistem operasi menggunakan Windows 8 Tablet Edition yang pula mendukung banyak aplikasi lama tanpa perlu mengunduhnya lagi dari Store online.

Ini adalah kali kedua saya memilih perangkat Acer bentukan Notebook setelah yang pertama dahulu seri 4320 yang akhirnya ditukar tambah dengan perangkat Compaq gara-gara kerusakan yang terjadi pada motherboard, tidak dapat ditangani oleh pihak Service Centre. Jadi, saat memutuskan untuk memilih perangkat ini sebagai perangkat Notebook berikutnya, sebenarnya ada sedikit rasa khawatir juga bakalan merasakan hal yang sama nantinya.

Acer W511 Pande Baik

Spesifikasi yang dimiliki Acer W511 ini sebenarnya gag jauh berbeda dengan spek perangkat NetBook HP Mini yang saya miliki beberapa waktu lalu, hanya saja ditingkatkan dua kali lipatnya minus storage internal. Prosesor Dual Core 1,8 GHz ditambah RAM 2 GB rasanya sih sudah cukup untuk menopang rutinitas saya kini, mengingat multimedia dan photo editing bakalan jarang saya kerjakan. Hanya besaran storage internal saja yang masih dirasa nanggung, 64 GB. Jauh banget dari standar penyimpanan perangkat Note/NetBook saat ini, namun sedikit lebih baik ketimbang perangkat tablet yang saya miliki. Sehingga untuk mengatasi hal ini, sementara waktu sih sdcard dengan kapasitas 16 GB tetap ditancapkan pada perangkat untuk difungsikan sebagai drive Data. Semoga saja nanti bisa dapet hunting yang 32 GB atau lebih. Sedang Flash Disk, saat ini sudah tersedia yang berkapasitas 512 GB sebagai cadangan Backup. Selebihnya ? nanti deh diceritakan.

Lalu bagaimana soal review dan sudut pandang yang dapat saya sampaikan perihal perangkat Acer Iconia W511 ini ? tunggu di tulisan berikutnya yah…

"2" Comments
  1. Saya baru upgrade Windows Vista saya ke Windows 8 Pro pada laptop lama. Pakai sistem yang x64, karena memang sengaja beli yang genuine dan menambatkan seri ini.

    Ternyata lumayan kencang pada laptop saya yang berusia 5 tahun. Pakai tetikus yang punya DPI tinggi, nyaman sekali. Pokoknya seperti laptop baru keluar di pasaran.

    Sayang memang, untuk laptop konvensional, metro start screen tidak banyak membantu produktivitas saat ini kecuali dia sedap dipandang saja.
    Cahya┬┤s last blog post ..Windows 8 Pro untuk Laptop Lawas Acer TravelMate 6293

    [Reply]

    pande Reply:

    Ya,hal sama pernah saya lakukan pada HP Probook… secara fungsi memang gag banyak dibutuhkan, hanya jadi tampak keren kalo dipamerin *uhuk

    [Reply]

Leave a Reply
*