Akhirnya, kakakku berpulang pada-NYA

Telpon berdering pagi hari, sesaat usai aku bangun dari tidurku, masih mengajak Intan bercanda di sofa usang, dan bathinku telah bisa menebaknya…

Tanpa menunggu banyak waktu, aku bersiap dan memanggil Bapak untuk meluncur ke Rumah Sakit Wangaya secepatnya. Kakak sudah dalam kondisi kritis.

Setiba di kamar 307, aku bergegas menuju ruang jaga perawat dan meminta informasi selengkapnya agar bisa mengabarkannya pada suaminya dan ibu dirumah. Kakak masih dalam kondisi koma, tekanan darahnya drop 40/60… Hasil pemeriksaan gula terakhir sekitar 147…

Perawat datang membawa alat untuk memeriksa denyut, dokter pun hadir untuk memastikannya…

Kakakku telah berpulang pada-NYA…

Masih lekat di ingatan, permintaan terakhirnya untuk pulang kerumah… Yang ia sampaikan pada suaminya kemarin… Mungkin itu sudah merupakan satu tanda darinya pada kami… Dan akupun telah menyadarinya sejak awal…

Pande Made Hartiasih, seorang kakak yang lahir 42 tahun yang lalu kini telah pergi… Meninggalkan kami yang masih terpekur disini…
I LOVE YOU mbok Mami…

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

10 thoughts on “Akhirnya, kakakku berpulang pada-NYA

  • May 13, 2013 at 12:47 am
    Permalink

    turut berduka bli.
    yakin bahwa Tuhan telah menyiapkan tempat yg terbaik baginya di Surga.
    amin!

  • May 13, 2013 at 2:02 pm
    Permalink

    Nggiih, Suksema Wir…

  • May 13, 2013 at 2:03 pm
    Permalink

    Matur Suksema Bang Yos, yah kamipun selalu mendoakannya…

  • May 13, 2013 at 8:38 pm
    Permalink

    Turut berbela sungkawa Pande,,,,malah tak becandain Alit di status FB,,baru ngeeh belakangan…semoga yg ditinggalkan tetap tegar !!

  • May 13, 2013 at 10:55 pm
    Permalink

    Ga pa”… kan penyesalan memang datangnya belakangan *uhuk
    btw, Terima kasih ya… Salam untuk Putra

  • May 14, 2013 at 3:17 pm
    Permalink

    turut berduka bli.. sempat mendengar secara langsung cerita bli pande ttg mbok bli yg terkulai lemah di rumah…,

    walau tidak mengenal mbok Pande Made Hartiasih secara raga, namun semoga energi semesta mampu menyampaikan doa..

  • May 14, 2013 at 8:39 pm
    Permalink

    Terima Kasih pak… untuk doanya…

Comments are closed.