No more Google Ads

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Banned… Banned… dan akhirnya ya memang positif di Banned…

Padahal sejak awal keinginan mencoba untuk menyajikan kolom iklan milik GoogLe Adsense di halaman ini, lumayan banyak juga usaha yang dilakukan, mencakup perubahan theme, sekali-sekali berEnglish meski 98% menggunakan Bahasa Indonesia slengean, atau promosi kemana-mana biar ada juga yang nge-klik iklan *uhuk *buat nambah-nambah penghasilan sebagai Blogger. Tapi apa mau dikata, rupanya kena Banned juga.

Awalnya sih gag nyadar, kalo ternyata konten yang mengandung kata dan kalimat ajakan untuk menggunakan unsur bajakan/pirates, itu gag diperbolehkan oleh Google. Nyatanya yang diperingatkan tidak hanya di satu tulisan, tapi lumayan banyak. Mengingat isi pembelajaran sejak awal ya memang rata-rata menggunakan obyek bajakan. Jadi susah kalo mau mengubahnya satu persatu.

Google Ads Banned

Tapi sudahlah, kini lagi mencoba balik lagi ke pemasang iklan di kliksaya miliknya David Chiang. Sayaratnya sih lumayan berat, 10K kunjungan perbulan… mengingat tingkat kunjungan yang masuk di halaman blog www.pandebaik.com gag seramai dulu lagi. Jadi ya pasrah aja kalo seumpama yang satu ini kena aturan juga, gag bisa tayang.

Ada yang pernah mengalami hal yang sama kayak gini gag yah ?


Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA (bagian 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

Menyambung tulisan Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA, berikut beberapa hal yang barangkali merupakan kesulitan tahap lanjutan yang barangkali ada diantara kawan yang bisa memberikan solusinya ? jangan segan berbagi tipsnya yah…

Masih ingat dengan keharusan penambahan kode angka +62 pada setiap nomor ponsel yang ada dalam daftar kontak agar saat dihubungi, nama yang bersangkutan bisa muncul di layar ? kini ada lagi cobaan kedua dimana untuk penerimaan SmS, rupanya aturan tersebut tidak berlaku. Yang artinya, meski kode negara sudah diubah dan terdaftar dalam kontak, nama yang bersangkutan tetap tidak muncul pada daftar sms masuk. Solusi sementara sih, rupanya untuk dapat mengakomodir kedua hal tersebut, dalam satu daftar kontak, terdapat dua nomor yang sama. Satu dengan kode negara, satu lainnya tetap mengadopsi format nomor ponsel seperti biasanya. 081236… Bikin Repot dan mangkel gag sih ?

iPhone PanDe Baik 2 1

Entah apakah ini ada kaitannya dengan status ponsel iPhone 4 CDMA luar (carrier milik Verizon), atau memang sudah budayanya iPhone sejak awal ?

Kesulitan kedua, apabila perangkat sedang melakukan pembaharuan perangkat lunak baik aplikasi maupun games, jika kebetulan berada dalam koneksi data yang mengalami naik turunnya kecepatan dan membuat jengkel lantaran macetnya proses, dalam perangkat Android, proses tersebut dapat di-Cancel dan di hentikan, sementara aplikasi maupun games terkait masih dapat dijalankan dan digunakan dengan baik. Tidak demikian halnya dengan iPhone ini.
Setelah proses updating dihentikan, maka icon aplikasi ataupun games akan mengalami stuck dan berwarna gelap, dihiasi grafis proses yang mandeg. Dalam kondisi ini, aplikasi maupun games tersebut tidak dapat digunakan sementara waktu hingga proses updating dapat berlanjut saat menemukan koneksi yang bagus dan menyelesaikan prosesnya. Susah juga…

Masih berbanding dengan Android, terkait Notifikasi Pembaharuan. Jika dalam Android notifikasi dapat dilihat pada Apps Store (Google Play) sekaligus, tidak demikian halnya dengan iOS atau iPhone dimana pembaharuan akan diberitahukan dengan nomor berlingkaran merah pada aplikasi terkait, yang baru akan hilang tampilannya saat aplikasi ataupun games sudah dilakukan pembaharuan. Uniknya sih, tidak hanya notifikasi pembaharuan yang disajikan tapi juga message atau info terkini terkait aplikasi pun hadir dengan cara yang sama. Sesungguhnya mengganggu gag sih ?

iPhone PanDe Baik 2 2

Dan terakhir tentu saja soal Bluetooth yang hanya mengkhususkan koneksi hanya antar perangkat iOS saja. Merepotkan atau tidak, tentu saja kembali pada kepentingan masing-masing. Dimana pengguna iOS dalam hal ini hampir selalu diwajibkan untuk berhadapan dengan aplikasi iTunes terlebih dulu untuk bisa memasukkan beragam file multimedia dari perangkat diluar iOS.

Dua posting kekurangan sudah cukup ? lalu tunggu bagaimana asyiknya iPhone 4 CDMA agar porsi tulisan jadi berimbang. Tentu jika dibandingkan dengan perangkat Android tentu saja. Sampai nanti yah…


Sulitnya Menggunakan iPhone 4 CDMA (bagian 1)

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti halnya pendapat sebelumnya terkait perangkat berbasis iOS yang dirilis oleh Apple, cukup membuat saya kebingungan lantaran proses untuk mengenali satu persatu fitur dan cara penggunaan jauh berbeda dengan perangkat Android yang hingga kini masih setia saya gunakan. Pun saat saya masih merasa tak puas dengan perkenalan sebelumnya, seperti copy file multimedia yang berkali-kali salah langkah, syncronize daftar kontak yang rupanya bermasalah pada kode negara dan satu lagi, terkait pengiriman sms (short message service) yang rupanya tidak dapat dilakukan dengan sempurna. Oke saya akan paparkan satu persatu.

Terkait proses copy file multimedia. Saat pertama kali mencoba tempo hari, proses pemindahan file musik, video dan foto rupanya dapat berhasil dengan baik, mengingat perangkat dalam kondisi kosong. Lalu bagaimana dengan percobaan berikutnya ? berdasarkan perlakuan proses yang sama, file multimedia baru berhasil dipindahkan namun file lama dengan sukses pula dihilangkan dari perangkat. *aduh dan percobaan berikutnya pun tetap sama. Alhasil hingga kini saya masih membiarkan saja praktek percobaan yang satu ini. Mungkin nanti ada yang ahli bisa membantu saya ? *uhuk

Terkait proses Syncronize Daftar Kontak. Untuk bisa melakukannya, tentu saya perlu melakukan backup dari perangkat lama, Motorola Q9c jadul melalui perangkat PC berbasis Windows 7 dibantu aplikasi Windows Media Centre dan berhasil dengan baik. Langkah berikutnya tentu memindahkannya ke perangkat iPhone dan berhasil pula dengan baik. Sayangnya, saat diuji coba dengan menghubungi perangkat iPhone 4 CDMA dari ponsel luar, rupanya yang tampil pada layar hanyalah barisan nomor ponsel tanpa nama. Hal ini sempat membuat frustasi lantaran berkali-kali dicoba, hasil yang ditunjukkan tetap sama. Namun bersyukur, disaat kebingungan saya menerima panggilan dari seorang kawan yang rupanya berhasil menampilkan nama yang bersangkutan sesuai daftar kontak yang tersimpan. Setelah ditelusuri, maka penyebab utamanya adalah ketiadaan penggunaan kode negara (+62) pada nomor ponsel yang tidak muncul namanya tersebut.

Hal tersebut tentu lumayan membuat jengkel mengingat jumlah daftar kontak yang ada dalam perangkat pc tercatat sekitar 700an nama, dan akan sangat merepotkan apabila saya harus mengubahnya satu persatu secara berkala. Dicicil setiap harinya. Dan demi menghemat waktu, beberapa nama diantaranya terpaksa saya hilangkan memperhitungkan pada aspek kepentingan.

ProBLem iPhone 1

Masalah berikutnya adalah datang dari percobaan pemilihan nada dering RingTones perangkat iPhone 4 yang notabene tidak semudah Android dengan membuat folder audio pada sdcard. Nah, awalnya sih saya coba mengunduh beberapa nada dari aplikasi RingTones dimana pada tutorial yang ada, mengharuskan saya untuk melakukan syncronize terlebih dahulu ke perangkat PC alias aplikasi iTunes. Sayangnya, pada aplikasi tersebut, saya tak jua menemukan opsi untuk sync tadi. Maka langkah berikut yang saya coba adalah mengunduhnya lewat App Store bawaan lewat menu Pengaturan Sounds. Sukses. Namun pengorbanan yang dibutuhkan adalah sebesar $ 3,5 yang dipotong ari Gift Card pemberian kakak. Lumayan mahal juga nilainya untuk tiga nada ringtones.

Salah satu yang saya sukai dalam menyajikan penampilan sebuah layar perangkat pintar adalah penataan icon yang kadang jika dibutuhkan harus dikelompokkan demi efisiennya penggunaan. Sayangnya untuk menata halaman homescreen perangkat iPhone 4, ada satu icon yang tidak dapat dipindahkan kedalam folder lantaran setelah diujicoba sepertinya bakalan jarang digunakan. NewsStand. Icon yang satu ini sama sekali tidak dapat dihapus dan dipindahkan kedalam bentuk folder. Padahal majalah yang ada didalamnya, rupanya berbayar semua (mental gratisan). Maka itu setelah menghapusnya satu persatu dan berkeinginan menghilangkan pula peran NewsStand, rupanya tak direstui Kakek Steve Jobs yang rupanya mempertahankan icon tersebut apapun resikonya.

Apabila disandingkan dengan perangkat Android, ketiadaan tombol sentuh Back pada perangkat iPhone 4 memberikan kesulitan tersendiri, dimana pengguna diwajibkan untuk menekan tombol Home secara berulang yang syukurnya, untuk menghindari umur yang dipercepat, pada Pengaturan terdapat opsi tombol Home yang dapat disentuh pada layar. Hanya saja perlu banyak penyesuaian agar tidak kebingungan pada saat digunakan.

ProBLem iPhone 2

Masih dengan Android, pada opsi kamera rupanya pilihan untuk mengatur besaran dimensi gambar ditiadakan pula pada perangkat iPhone 4, sehingga apabila kita ingin merekam video dalam kualitas MMS atau email, maka tiada pilihan lain lagi, dan itu artinya dibutuhkan koneksi data yang mumpuni untuk bisa mengirimkannya.

Terakhir terlepas dari semua kesulitan perangkat diatas, rupanya teknisi dari Telkom Flexy mendapat kesulitan saat berusaha melakukan inject nomor pada perangkat iPhone 4, atas dasar versi OS yang sudah mencapai 6.1. dan operator dari sononya merupakan Verizon, artinya menurut Beliau, perangkat ini tidak akan dapat digunakan untuk berkirim sms. Berbeda apabila perangkat yang digunakan mengadopsi operator satunya lagi atau melakukan Downgrade ke versi 4 atau 5. Tapi ya sudahlah… toh perangkat Flexy memang sejak dulu sudah jarang digunakan untuk sms-an. Maka semua proses penyuntikan nomorpun berhasil dilakukan.

Siap untuk tantangan berikutnya ?


Berkenalan dengan iPhone 4 CDMA

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pasca iPhone 4 CDMA saya bayarkan, langkah pertama yang dilakukan adalah melihat isi App Store yang ada dalam perangkat, dan ternyata memang benar mengarah pada halaman Store milik Apple lengkap dengan berbagai kategorinya.

Langkah kedua tentu saja mencoba membuat akun Apple ID yang rupanya kini meniadakan opsi ‘None’ pada pilihan Kartu Kredit meski sudah mengubah pasar aplikasi dari Indonesia ke US, lantaran untuk melakukan Update dan penambahan, ponsel masih meminta akun Apple ID pemilik lama berkali-kali. Maka setelah mengalami kegagalan untuk kesekian kalinya, sayapun mencoba meminta tolong pada kakak yang kini berada di Canada untuk membuatkan satu akun Apple ID hanya untuk mengunduh aplikasi secara Free.

image

Langkah ketiga, tentu menginstalasi aplikasi iTunes di laptop, lalu membuka dan mencoba melakukan copy beberapa file musik, foto dan video. Semua sukses kecuali langkah keempat yang ingin saya lakukan segera yaitu Hard Reset.

Yang dimaksud Hard Reset disini adalah menghapus semua konten yang ada dalam perangkat, serta memformat ulang kembali sistem operasinya. Setelah berkali-kali gagal menerapkan sesuai saran banyak penulis di halaman pencarian Google, saran dari salah satu kawan pengguna iPhone rupanya sangat manjur. Masuk dari iTunes, lakukan Backup/Restore lalu pilih New iPhone. Voila, semua jadi fresh from the oven :p

Langkah kelima, tentu saja memindahkan kontak dari perangkat jadul yang saya miliki sejak lama, Motoroal Q9c yang masih menggunakan sistem operasi Windows Mobile 5 yang rupanya mengalami error berulang kali saat melakukan sycronize dengan perangkat laptop. Bisa jadi ini terjadi lantaran saya sudah menggunakan Windows 8 sebagai OS di laptop, yang bisa jadi tidak lagi kompatibel dengan perangkat.

Terakhir, sayapun mencoba mengunduh beberapa aplikasi dan games yang dibutuhkan, dengan menggunakan akun Apple ID yang telah selesai dibuat, dan mengujinya. Siiipp… semua sudah, tinggal Sync Contact itu saja berarti.

Lalu, pengen tau bagaimana pendapat saya tentang perangkat berbasis iOS iPhone 4 CDMA 16 GB, terutama bila dibandingkan dengan Android ? tunggu di posting selanjutya :p


Bersua dengan iPhone 4 CDMA

Category : tentang TeKnoLoGi

Sebetulnya sih gag pernah terpikirkan kalo satu saat nanti saya akan pernah jua memegang perangkat ternama besutan Apple yang dirilis tahun 2011 lalu, iPhone 4. Lantaran secara pribadi perangkat TabletPC Samsung Galaxy Tab 7+ sudah lebih dari cukup dan bersyukur masih berfungsi dengan baik sejak pembelian hingga kini. Siapa sangka, kali ini saya bisa juga memiliki sebuah perangkat berbasis iOS meski dalam frekuensi CDMA. Ya, CDMA.

Santai saja, bathin saya saat menelusuri satu persatu iklan yang tampil dihalaman aplikasi berniaga.com dan tokobagus, mengingat perangkat yang saya inginkan hingga bulan kedua pemakaian tak jua muncul dalam daftar. Saya pribadi saat itu sedang berangan-angan mencari perangkat Audiovox PPC 6600 CDMA yang punya wajah serupa dengan O2 XDA IIs (kalo gag salah sih ini namanya), ponsel jadul berlayar sentuh, dengan sistem operasi Windows Mobile 2003 SE (Second Edition), dan bergerak di jaringan CDMA. Atau minimal perangkat lain namun bersistem sama. Mengapa ngebet dengan sistem tersebut dan bukan BlackBerry seperti yang banyak tersebar di kedua toko online tersebut, ya karena kangen dengan masa-masa lalu. Dan Meskipun jadul, harapan saya sih Cuma satu. Baterenya masih awet :p

Dari masa-masa penantian, sebetulnya nemu beberapa. Diantaranya milik brand HTC yang terpantau pemiliknya cukup dekat dari rumah dan sempat beberapa kali sms-an, dan ada juga yang menawarkan ponsel Palm Pixi berbasis WebOS, sistem operasi yang batal diusung oleh brand HP untuk melanjutkan pemasaran seri smartphone mereka. Semuanya berbasis CDMA. Namun sayangnya, saat saya tanyakan, rata-rata mereka masih bingung apakah nomor Flexy seperti yang kini masih tetap saya gunakan, bisa disuntik/inject ke ponsel milik mereka tersebut ? hal ini pula yang membuat saya kembali pikir-pikir.

Kalo memang jodoh ya gag bakalan kemana.

Merasa tertarik dengan iklan dari seorang penjual di halaman berniaga, menawarkan iPhone 4 CDMA 32 GB seharga 2 jutaan, sayapun mencoba mengontaknya, namun sayang, perangkat sudah laku lebih dulu. Saat diyakinkan kapan iklan itu muncul, ya memang sudah sejak lama atau hitungan minggu. Pantas saja…

iPhone 4 CDMA PanDe Baik

Maka sayapun iseng-iseng menitipkan satu perangkat lagi, yang berukuran sedikit lebih kecil storagenya, dengan harapan, soal harga pun bisa didapat sedikit lebih murah. Dan akhirnya, penantian lama pun berbuah manis. Saya mendapatkan perangkat iPhone 4 CDMA 16 GB dengan harga yang lumayan terjangkau.

Namun bukan berarti saya tidak memiliki perasaan was-was dengan penawaran murahnya harga yang diberikan, lantaran beberapa tahun lalu sempat pula menemui kasus penipuan pada atasan dan saudara saya yang diming-imingi perangkat iPhone berharga murah.

Nah, trus bagaimana cerita lanjutannya ? tunggu di posting berikutnya


Mimpi yang Aneh…

1

Category : tentang KHayaLan

Mimpi adalah bunga tidur… Biasanya merupakan sebuah kisah pendek, atau rangkaian beberapa kejadian yang jika disatukan menjadi sebuah cerita, memang benar-benar sulit dijelaskan dan diterima logika dan akal sehat. Yah namanya juga mimpi…

Tapi mimpi kali jujur saja menjadi mimpi yang cukup unik…

Karena di mimpi kali ini, saya sedang berusaha untuk menjelaskan bagaimana cara membaca peta, kepada dua orang bule yang bertanya dan ingin tahu, Kintamani itu ada disebelah mana. Sialnya, kedua bule maupun disekitar kami tidak ditemukan satupun peta offline map dalam bentuk cetak yang kemudian memaksa saya untuk membuka tablet GalTab 7 inchi dan mengakses aplikasi Google Maps, lengkap dengan mengaktifkan fitur GPS nya.

Pertama, menjelaskan cara membaca peta yaitu menempatkan arah utara disisi atas dan mereka bisa bertanya lebih dulu pada penduduk di sekitar, mana arah utaranya…,*ini pasti gara”kebiasaan bikin peta jalan di AutoCad. Hehehe…

Kedua, menjelaskan bagaimana memposisikan diri mereka terhadap peta dan lokasi berdiri dengan melihat arah pantai (kebetulan posisi mimpi saat itu sedang berada di pinggir pantai). Lalu mengatakan pula bahwa peta semacam ini bisa mereka peroleh di sekitar tempat ini, dengan harga 10rb rupiah atau lebih. (bener gag sih ?)
‘first, you can hold the maps like this posisition, with the North at the upperside… You can ask the people around you, where’s the North at… An then, you can buy a copy offline map like this, about ten thousand or more around this place…’ :p
*gila, sampe kata”nya meski grammarnya gag bener, tapi saya masih bisa ingat dengan baik apa yang dikatakan dalam mimpi…

Entah ada hubungannya atau tidak, ceritanya sih saya waktu itu lagi mendampingi MiRah putri kecil kami dalam kegiatan semacam outbond yang dilakukan di seputaran Hotel berkelas wisata, bersama kawan-kawan masa SD *padahal sejatinya masa sekolah SMA, dimana beberapa diantaranya membawa serta putri mereka pula.

Masih ingat benar, saya berada di tengah-tengah kawan yang lagi ramai dengan aksi salah satu kakak kelas saya masa kuliah, Made Desu Subrata yang sedang memamerkan kemampuannya dalam menyembunyikan kehadiran motor Yamaha Byson kebanggaannya, hilang dari pelacakan cctv (yang terdengar hanya suaranya) namun sesungguhnya bisa dilihat secara nyata dan langsung. Bayangkan bagaimana edannya alur cerita mimpi kali ini…

Akan tetapi nama dan wajah teman yang bisa saya ingat adalah Donny, sepupu sekaligus teman sebangku masa SMP, Pak Tua atau Wayan Wiriana dan Alit Wisnawa, dua tandem kawan masa sma dimana ketiganya merupakan tim OSIS yang memang saat itu ikut serta mensukseskan kegiatan outBond. Dan tak lupa ada Iddi Harinasutha, kawan masa sma yang pula mengingatkan saya untuk mencari MiRah saat panggilan guru yang memimta kami untuk berkumpul…

Mimpi yang unik namun aneh tentu saja bathin saya. Mengingat mimpi yang biasanya menghampiri tidak selengkap kini, banyak kejadian namun terangkai menjadi satu, meski alurnya jadi agak aneh…
Bisa lengkap dengan kemampuan mengingat seadanya saya tuliskan gara-gara suara Istri yang membangunkan tidur saya dan mengingatkan untuk membuat susu untuk InTan, putri kedua kami, dan langsung coba dituangkan pada Tablet GalTab (lagi-lagi… :p) agar tidak terlupakan begitu saja…

Entah apakah ini gara-garanya tadi sepulang kencan dengan MiRah, saya sempat menjanjikannya untuk bermalam di Hotel bersama adik dan ibunya, hanya untuk merasakan sarapan pagi sushi / daging ikan mentah yang disajikan kepada para penginapnya, juga aksi para koki (chef) yang mengolah makanannya, langsung didepan mata… Akan tetapi bisa juga ini gara” Video yang diunggah oleh Van Der Spek ke jejaring YouTube, lalu dibikin tandingannya oleh Polda Bali yang pula mengisahkan polisi menjelaskan peta pada beberapa bule yang bertanya ?

Ah, buat apa juga kita bahas terlalu jauh… Toh ini hanyalah sebuah mimpi… Sebuah bunga tidur yang aneh tentu saja…