Management Training LPSE Advanced Badung Bali

3

Category : tentang PeKerJaan

Dalam rangka peningkatan kapasitas dan kemampuan personil LPSE atau Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) rencananya akan menyelenggarakan kegiatan Management Training LPSE Advanced pada tanggal 2 hingga 4 April mendatang di Kabupaten Badung Provinsi Bali.

Adapun kegiatan ini masih terkait dengan kewajiban penggunaan Sistem Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Secara Elektronik sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden nomor 70 Tahun 2012 sebagai perubahan atas Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Dalam Surat yang diajukan oleh LKPP dengan Nomor 1418/D-II/03/2013 kepada Bupati Kabupaten Badung pada tanggal 24 Maret 2013 yang lalu, terlampir kegiatan sedianya dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas beberapa ruang pertemuan milik Pemerintah Kabupaten Badung selama tiga hari sedari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

Management Training LPSE Advanced Badung Bali

Kegiatan MT LPSE Advanced ini akan diselenggarakan dengan Agenda acara di hari pertama berupa pemaparan PP PSTE No. 82 Tahun 2012, SOP dan SLA LPSE, dilanjutkan dengan RUP, Monev, e-Katalog dan WBS, Regulasi Implementasi e-Procurement (PerPres 70 terkait e-Proc, PerKa LPSE, e-Tendering dan SBD, Inaproc Service Bus, Regional Report serta diakhiri dengan materi Information Security Management System (27001).

Berlanjut di hari kedua, untuk ranah Non Administrator System diarahkan pada Bimbingan Teknis Indeks KAMMI Kominfo, sedang untuk Administrator System diberikan informasi terkait IT Service Management (20000), Pengelolaan Data Center TIA 942 dan Aplikasi Monitoring System. Sedang di hari ketiga, terdapat penambahan terkait OSD.

Bagi kawan-kawan LPSE yang berminat untuk mengikuti kegiatan Management Training LPSE Advanced Badung Bali ini, dapat mendaftarkan diri secara online di halaman Jadwal milik LKPP, serta mengirimkan lembar konfirmasi kehadiran melalui email ke alamat [email protected] atau [email protected] Untuk setiap LPSE dapat mengirimkan Peserta minimal 3 (tiga) orang dengan komposisi 1 (satu) admin dan 2 (dua) non admin.

Beberapa hal yang barangkali perlu diketahui oleh setiap calon Peserta adalah kewajiban untuk membawa laptop/notebook, serta Akomodasi dan Transportasi ditanggung oleh masing-masing peserta.

Adapun, beberapa fasilitas Hotel atau Akomodasi yang tersedia diseputaran lokasi Kegiatan (wilayah Kabupaten Badung dan Kota Denpasar), dapat disampaikan sebagai berikut :

Inna Bali Hotel, lokasi di Jalan Veteran Kota Denpasar dapat dihubungi melalui 0361-225681 atau Fax 0361-235347, dengan harga kamar Twin Room mulai 650,000 IDR, tanpa dukungan fasilitas transportasi. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.innabalihotel.com

Kepundung Suite, lokasi di Jalan Kepundung Kota Denpasar dapat dihubungi melalui 0361-222976atau Fax 0361-242666, dengan harga kamar Twin Room mulai 600,000 IDR, dan terdapat dukungan Transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.kepundungsuite-bali.com

Nikki Bali Hotel, lokasi di Jalan Gatot Subroto Kota Denpasar, dapat dihubungi melalui 0361-413888atau Fax 0361-412333 dengan harga kamar Twin Room mulai 600,000 IDR, tanpa dukungan fasilitas transportasi (Shuttle Bus + Charge tambahan). Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.hotelnikki-bali.com

Aston, lokasi di Jalan Gatot Subroto Kota Denpasar, dapat dihubungi melalui 0361-411999 atau Fax 0361-422999, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Mini Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.astondenpasar.com

Sun Royal, lokasi di jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8465828 atau Fax 0361-8465833, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunroyalbali.com

Atanaya, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8468600 atau Fax 0361-8947041/2, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.atanaya.com

Harris, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8947285 atau fax 0361-8947286, dengan harga kamar Twin Room mulai 525,000 IDR, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunsetroad-bali.harrishotels.com

The Sunset, lokasi di Jalan Dewi Sri Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-761910 atau Fax 0361-764116, dengan harga kamar Twin Room mulai 850,000 IDR, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.sunsetbalihotel.com

Adhijaya Sunset, lokasi di Jalan Sunset Road Kuta Kabupaten Badung, dapat dihubungi melalui 0361-8947171 atau Fax 0361-8947172, terdapat dukungan fasilitas transportasi berupa Shuttle Bus. Info selengkapnya dapat dilihat di halaman web www.adhijayasunsethotel.com

Informasi lebih lanjut agar dapat menghubungi saudara Arso Hadi Wardono di 085 292 763 369 atau saudari Mira Yanuarita di 085 619 733 98.

So, Be There… Kami tunggu kehadiran kawan-kawan LPSE.

Android HP Slate 7 ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalo beneran HP Slate 7 dibanderol 1,6 jutaan, siap”nabung deh… #Android Dual Core RAM 1 GB layar 7″

Terkait info HP Slate 7, seandainya berkaca pada kasus #Android Nexus 7, rasanya susah bisa ngedapetin harga sesuai pasarannya di luar… Tablet #Android Nexus 7 kalo gag salah dibanderol murah, sekitar 2,8 Juta, tapi di Indonesia harganya masih diatas itu… 2 faktor yg menyebabkan harga pasar Tablet #Android Nexus 7 begitu tinggi, al. cukai dan stok yg terbatas, sementara permintaan tinggi. Tapi kalo gag salah http://blibli.com sempat nawarin harga 2,9 juta di awal”dulu… Beneran gag yah ? *Tablet #Android Nexus 7

Sebetulnya ada banyak stok Tablet dengan spek serupa, namun harga kisaran 1/1,5 jutaan… Tapi berhubung merek lokal/china,agak was”juga… Sedang Brand HP/Hewlett Packard bolehlah jadi jaminan mutu. Meski masih ragu, apakah Slate 7 bakalan dukung Voice macam GalTab 7 atau tidak?

Tadi sempat hunting di YouTube, nemu juga bbrapa video yang nayangin info Hands on HP Slate 7 #Android. Diluar prosesor, ternyata HP Slate 7 punya spek serupa Nexus 7-nya Google, termasuk minus dukungan 3G. Tapi yang keren, HP Slate 7 didukung Beats Audio seperti halnya Smartphone milik HTC

Selain itu, untuk bodi juga gag tebel”amat seperti gambarnya, lebih ramping pula ketimbang Nexus 7

AnDroid panDe Baik HP Slate 7

Nilai plus dari HP Slate 7 adalah keberadaan lensa kamera 3,2 MP yang meski standar, tapi setidaknya bisa mengabadikan gambar. Sayangnya, HP merupakan pemain baru di #Android, belum jelas apakah mereka bakalan menurunkan Update OS nantinya. Sandingkan dengan Nexus 7 yang dijamin oleh Google untuk urusan Update OS. So, pilihan kini ada ditangan masing”

Mau pilih Harga ? atau Spek dan Dukungan vendor ?

Dual Core atau Quad core ?

Category : tentang TeKnoLoGi

Salah satu teknologi terkini yg dibenamkan di perangkat #Android adalah Prosesor Quad Core dan RAM 2 GB, bandingkan dengan pesaing yang lain. Namun keberadaan perangkat #Android berProsesor Quad Core tsb, masih sebatas Test Case, hanya satu dua diantara puluhan rilis lainnya

Bisa jadi karena biaya yang dibutuhkan cukup besar dgn harga jual mahal tentunya, namun secara fungsi gag banyak perbedaan #Android. Itu sebabnya belasan rilis perangkat #Android lainnya masih betah bermain di prosesor Dual Core dan RAM 1 GB, termasuk para pesaing

Disamping harga jual jadi lebih logis diterima publik,seberapa besar sih manfaat Quad Core pada aktifitas yg pengguna lakukan secara rutin ?

Untuk mengoptimalkan #Android Prosesor Quad Core, para vendor seakan ingin menggambarkannya lewat iklan komersial yg bisa dilihat di YouTube. Dari memainkan Games HD,desain grafis dengan MultiTasking atau pekerjaan berat lainnya, yg barangkali hanya segelintir pengguna bisa spt itu. Sedang sisanya ? Bisa dikatakan hanya memanfaatkan office app, photo editing, video streaming, social network atau chat ? Dan Multimedia. Yang notabene belum memerlukan kecepatan dan ketangguhan sebesar Quad Core, karena dengan Dual Core saja sebenarnya masih mampu. Bahkan untuk diOprek dan gonta ganti Custom ROM sekalipun… Jadi pikir”sebelum mengganti #Android yg kini digunakan dgn Quad Core

Jika anggaran mampu sih sebenarnya gag masalah, diluar faktor Gengsi, jika Dual Core msh mampu utk mengakomodir semua, apa musti Quad Core ?

AnDroid panDe Baik Cores

Diluar spek, sebenarnya ada satu lagi hal penting yang perlu dipertimbangkan untuk bisa mengoptimalkan #Android apapun merek dan serinya… Koneksi. Yup… Tanpa koneksi, #Android bukanlah perangkat pintar yang maksi meskipun kemampuannya tanpa koneksi tetap mampu beraktifitas. Koneksi jadi hal yang mutlak penting seperti halnya perangkat pintar lainnya, baik itu BB, iPhone dll. Itu sebabnya, kalopun kelak anggaran buat Quad Core ada,mending tetep di Dual Core plus koneksi terbaik dan stok pulsa buat bulanannya *uhuk

Ohya, bagi kawan”yang hingga kini masih bingung mau pake Koneksi apa buat #Android nya mungkin app My Mobile Coverage bisa dicoba lebih dulu. App My Mobile Coverage bisa diunduh Free di Google Play, untuk memantau jaringan/koneksi apa sih yang kuat di seputaran pengguna ? Untuk memaksimalkan pemanfaatan app My Mobile Coverage, fitur GPS disarankan untuk aktif demi mendapatkan info lokasi pengguna

Didalam app My Mobile Coverage ini, bisa dilihat kekuatan para operator yg ada di seputaran kita, secara 5 Besar terbaik. Kriteria penentuan 5 Besar Operator Terbaik di app My Mobile Coverage meliputi akses 2G, download 3G, Upload dan Voice Call/Telepon. Jadi pengguna bisa memilah dan memilih, operator apa yg bagusnya diambil untuk dijadikan nomor utama,atau mencari nomor kedua sbg alternatif

Sejauh ini sih untuk wilayah rumah dan kantor, Axis dan XL yang terbaik. Sayangnya XL masih suka ngilang sinyalnya, jadi malah bikin mangkel. Tapi syukurnya XL lumayan kenceng kalo lagi dipake diluar kedua lokasi tsb, cuma agak pening kalo inget”paket iNet nya :p

Jadi ceritanya, kalopun nanti kawan”sudah menemukan kartu dari operator mana yang punya kemampuan terbaik, tinggal menentukan… Paket iNet, yang ditawarkan oleh masing”operator… Kalo untuk penggunaan #Android ambil pilihan minimal 1 GB lah per bulannya

Nah, kalo sudah menemukan semuanya, tinggal gunakan dan optimalkan perangkat #Android nya sesuai kebutuhan…

Android, Android dan Android

2

Category : tentang TeKnoLoGi

OS #Android masih stagnan, gag ada terobosan baru lagi, rata”semua jurus sakti udah dikeluarkan, tapi vendor makin kenceng rilisnya… Kehadiran OS #Android dengan puluhan vendor bagai OS #Symbian di masa Jaya, tinggal tunggu waktu pamornya turun… dan seperti #Symbian, saat OS gag banyak kemajuan, kini malah para Vendor yang berlomba bikin kejutan teknologi terkini

Setidaknya selain layar lebar kualitas HD, ada juga yang lentur fleksibel, transparan, tipis tapi perkasa dsb dsb dsb. Tapi gag melulu berTeknologi Baru, ada juga vendor yg kini sdg berlomba rilis #Android versi murah tanpa mengorbankan kualitasnya. Harga sejutaan bukan lagi halangan untuk bisa memiliki perangkat pintar yg mampu mengakomodir hampir seluruh aktifitas penggunanya

Kehadiran vendor Lokal/China merupakan angin segar yang mengakibatkan persaingan harga #Android kian ketat, sayangnya… Kehadiran vendor Lokal/China kerap pula tidak dibarengi dengan layanan purna jual yg setara, sehingga makin banyak pula yg komplain

Ternyata Gag hanya vendor Lokal/China dan branded saja loh yg turun di kancah #Android tapi pula para Operator luar di masing”negara LN. Salah satunya Orange. Pernah denger nama ini ? Kabarnya Orange adalah satu”nya Vendor yg merilis #Android dgn Prosesor model Atom #PC. Selain itu, ada juga brand macam Disgo, Tablo dan masih banyak lagi di luaran yang namanya cukup asing bagi pasar #Android Lokal Indonesia

Standar rata”perangkat #Android murah saat ini adalah prosesor 800 MHz/ 1 GHz dengan RAM 512 MB dan internal 2/4 GB. Dengan standar tsb, ponsel #Android gag hanya bisa Messenger-an doang kayak tetangga, tapi juga utk Office dan Photo applications. Sedang Standar #Android yg berani di Rekomendasikan adalah besaran RAM 1 GB biar jauh lebih asoy buat Multitasking. Memang sih dengan spec spt itu soal harga masih berada di kisaran 2/3 jutaan, tapi yah biar gag nyesel aja nantinya

Makin meramaikan penjualan #Android, kini tersedia pula dalam berbagai dimensi layar, dari standar 3,5″-4″-5″-6″-7″-8″-9″ dan 10″ *lengkap. Dimensi terakhir datangnya di lini 8″oleh Samsung lewat Note seriesnya yang sepertinya diluncurkan untuk bersaing dengan iPad Mini. Sedang kalopun layar 10″ masih dianggap kecil, coba lirik SmartTV nya Samsung yang bisa merusak mata kalo digunakan dari jarak dekat

Selain masuk diberbagai dimensi layar, #Android jg masuk di berbagai fungsi. Ponsel, Tablet, MMedia Player, Kamera, TV hingga kulkas *uhuk. Meski validitas #Android di fungsi terakhir tadi masih banyak diragukan, namun kehadiran #Android tampaknya bakalan makin melebar

AnDroid panDe Baik

Satu”nya lini yang hingga kini masih belum mampu diambil alih secara penuh oleh #Android adalah PC

Meskipun di pasaran sdh bs ditemukan NoteBook dgn menggunakan OS #Android *tepatnya versi Tablet yg ditambahkan Docking Keyboard & TouchPad. Akan tetapi fungsinya masih belum bisa menggantikan keberadaan notebook dalam arti fungsi yg sebenarnya. Bisa jadi lantaran keberadaan aplikasi Tingkat Prof yg belum menyentuh OS #Android, bisa juga lantaran kekuatan OS yg sudah ada makin oke. Katakan saja Mac OS miliknya Apple atau Windows 8 versi Microsoft, menjadi pe er utama #Android kalo mau mengambil alih fungsi PC

Salah satu Brand yg bisa dijadikan alternatif percobaan seberapa jauh kemampuan #Android di fungsi sebagai pc/notebook adalah Asus. Asus merilis #Android versi Notebook setidaknya dalam dua bentuk. EEE Slider dan Transformer Prime. Jika Asus EEE Slider, bentukan #Android dilengkapi keyboard tanpa TouchPad, desain khas EEE series selama ini. Sedang Asus Transformer Prime lebih menyerupai NoteBook dengan layar yang dapat dilepas sebagai fungsi Tablet terpisah. Bentukan Prime inilah yang kemudian banyak diadopsi oleh vendor lain tahun ini dengan senjata OS Windows 8 nya Microsoft

Makin keren fungsi, makin keren speknya dan makin keren pula harga yang harus dibayarkan… Demikian halnya dengan #Android. Karena yang bicara disini tak lagi soal OS #Android tapi lebih pada Teknologi yang dibenamkan dan dikembangkan oleh para Vendor

KeAsyikan ngTweet soal #Android via GalTab 7+ sampe lupa kalo sisa batere selama pemakaian seharian ini sisa 10% *rehat yuk

Sinyal iNet oh Sinyal iNet

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Benar apa kata seorang Rekan Kantor kemarin siang… bahwa Sepertinya saya memang harus pindah rumah demi mendapatkan sinyal iNet yang Oke

Bagaimana tidak ? Dari tiga operator branded yang saya coba, tak satupun mampu memberikan akses iNet yang bisa bikin konsumennya tersenyum. Pertama, jatah IM2 Indosat dari kantor dengan nominal 200rb per bulan, lebih kerap hilang sinyal ketimbang digunakan untuk iNet. Praktis, kuota sebesar 3 GB tiap bulan selama setahun terbuang percuma lantaran jarang kepake… Yang mampu dilakukan selama pemanfaatan kartu IM2 milik Indosat ini hanyalah aktifitas Ping dan Twitter… Sedang Browser ? Jangan harap… Berkali”sudah di komplain ke CS IM2, namun tetap tanpa perkembangan berarti. Jawabannya tetap sama, di kami baik”saja Pak… :((

Pasca penggunaan IM2 Indosat, Januari 2013 akhirnya memutuskan utk mencoba Operator terbesar di Indonesia. Telkomsel… *beli perdana, isi pulsa 100, aktifkan paket Flash… Eh rupanya sama saja… Sinyal iNet disini malah kerap ngilang… Gag heran sebenarnya, lantaran tau kalo tiap kali ada teman yg bertamu kerumah dan pake kartu Telkomsel, selalu mengeluhkan BBM Pending :p * Padahal kalo digunakan untuk Voice Call bisa Lantjar Djaja… Apa karena kemarin sempat diputus pailit yah ? Pelayanan jadi amburadul ?

Sedang penerimaan SmS, Telkomsel lebih banyak percobaan penipuan ‘deal tanah dan rumah’ plus iklan entah dari mana asalnya… Yang membuat sedikitbingung adalah… Saat digunakan untuk aktifitas browsing, sinyal iNet naik turun dan ngilang… Sementara kalo pas lagi dipake download video dari YouTube, sinyal iNet Telkomsel kencengnya minta ampun… Makanya jengkel sendiri, kuota 1 GB cuma bisa dihabiskan buat donlot video, bukannya aktifitas iNet penting lainnya… Tapi lebih heran lagi, sistem pemberian Bonus Kuota tambahan 1 GB rupanya perlu aktivasi lagi, sehingga kalo konsumen gag paham… Apakah mungkin Kuota tambahan itu gag bakalan diberikan ? Coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang…

Ada yg percaya gag, kalo twit pertama dan kedua soal operator tadi membutuhkan sedikit tiga kali penantian sinyal iNet milik XL ?

Jadi ceritanya, setelah mangkel dgn kartu Telkomsel di Bulan Januari, akhirnya dihibahkan ke ponakan, yg baru beli Acer W510 sbg percobaan, Bulan Februari, nyoba lagi kartu perdana milik XL, isi pulsa dan mengaktifkan XL SmartPlan… Namun sial, yg ini jauh lebih parah…

Sinyal iNet PanDe Baik

Tempo hari, saya sempat ngumpat sinyal iNet @XL123 yang suka ngilang setiap menitnya… Awalnya dapet H, trus turun jadi 3G – E – dan wusss… Sinyal iNet XL ngilang tanpa sebab… Begitu terus berulang hampir tiap menit pakai… Awalnya berkali” komplain, namun jawaban tetep sama.. ‘follow akun kami, kemudian DM nomor XL yg digunakan, dan teknisi kami akan memeriksanya…’ hasilnya ? Nonsense…

Parahnya, terkadang saat dibutuhkan, Sinyal XL kerap menunjukkan kalimat ‘Emergency Calls Only…’ *lha, gimana mau pakainya, coba ?

Pengalaman serupa sebenarnya pernah didapat sekitar 1-2 tahun lalu, pas paket iNet XL Unlimited masih berlaku, paket penjualan GalTab 7+. Awalnya kenceng… Masuk ke akhir masa berlaku, koneksi mulai rewel… Suka ngilang dan Emergency tadi… Akhirnya pindah nomor ke Axis

Percaya atau tidak, saat ngeTwit pertama dan kedua tadi, untuk bisa sukses terpublish, setidaknya memerlukan waktu tiga menitan per 1 twit. Masalahnya, sinyal iNet XL tadi sempat stabil di HSDPA saat tidak digunakan, namun pas nyoba buka browser, sinyal langsung turun dan ngilang. Nah, pas ngweTwit, sinyal H-3G-E-ilang secara berulang terjadi, hingga tiga kali barulah satu twit bisa sukses terPublish… *Edan

Makanya, biar gag lanjut mangkel, aktifitas Twit langsung pindah ke nomor Axis, yang syukurnya sejak pertama pakai, masih tetap memuaskan. Herannya, itu adalah tiga operator branded/besar loh… Yang punya jaringan luas dan nama beken… Masa kalah dengan Axis ?

Saat nomor yg saya gunakan pd GalTab ini di Tethering/bagi koneksi dgn Laptop, koneksi masih Lantjar, demikian halnya dgn nomor milik Istri. Padahal nomor Axis yang saya dan Istri gunakan ini mengambil paketan iNet sebesar 49 ribu sebulan loh… Bandingkan dgn 3 operator tadi… IM2 Indosat 200ribu/bulan/maks 3 GB, Telkomsel Flash 100rb/maks 1GB+1GB Bonus, dan XL SmartPlan 100rb… *ancur minah

Sayangnya kenapa saya ngotot nyobain kartu dari operator lain selama ini ? Karena kini jatah dari kantor sdh diReplace dalam bentuk Voucher. Untuk GalTab 7+ masih tetap setia dengan Axis sejak setahun lalu, namun untuk perangkat satunya lagi, masa pakai Axis juga ? Maksud dan tujuannya, agar kelak kalo nomor Axis gag mampu mengCover area iNet, masih bisa punya alternatif lain utk dicoba. Nomor @AXISgsm merupakan nomor Utama dan digunakan di GalTab 7+, bgt juga di HTC One V milik istri.

Nah, berhubung ini sudah mau masuk bulan April, kira”ada yang punya saran untuk nyobain kartu apa lagi yah buat iNetan diluar Axis ?

Axis sejauh ini memuaskan, cuma sayang kalo sampe bawa 2 nomor Axis kemana”… Soale kalo berada di area luar jangkauan Axis, bisa berabe :p * Musti nyobain sinyal iNet IM3 -kali lebih baik dari IM2-, Smart atau Three ? *hasil uji aplikasi My Mobile Coverage gag berlaku disini *uhuk Sebab di hasil uji app My Mobile Coverage dan juga penghargaan majalah, operator XL jawaranya… Tidak demikian di lokasi ini… 🙁

Axis, baru tampil sinyal EDGE kalo kuota sudah melebihi standar 1,5 GB paket 49ribu… Tapi masih kenceng kalo cuma dipake buat Twitteran…

Telaah Aplikasi RUP Online

Category : tentang PeKerJaan

Berkaitan dengan amanat Peraturan Kepala LKPP nomor 13 Tahun 2012, tentang Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang ditetapkan pada tanggal 8 November 2012, menyatakan bahwa Peraturan ini mulai berlaku sejak tanggal diundangkan, 12 November 2012 sesuai dengan yang tertuang pada Bab VI Ketentuan Penutup Pasal 8.

Yang dimaksud dengan RUP atau Rencana Umum Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah adalah kegiatan yang terdiri dari identifikasi kebutuhan Barang/Jasa yang diperlukan K/L/D/I, penyusunan dan penetapan rencana penganggaran sampai dengan penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 8). Hal-hal yang diumumkan dalam RUP meliputi RUP melalui Swakelola dan RUP melalui Penyedia Barang/Jasa (Bab V Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Pasal 5 ayat 1 dan 2).

Format RUP wajib diunggah (upload) dalam Portal Pengadaan Nasional dengan aplikasi yang terdapat pada website www.inaproc.lkpp.go.id (Bab V Pengumuman Rencana Umum Pengadaan Pasal 6). Dan Format RUP dan pengumuman RUP ini menggantikan format RUP dan pengumuman RUP yang terdapat dalam Peraturan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pedoman Umum Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (Bab VI Ketentuan Penutup Pasal 7 ayat 1)

Akan tetapi, dalam kondisi terakhir yang dapat dipantau per tanggal 20 Maret 2013, bahwa aplikasi RUP Online sebagaimana dimaksud diatas, belum dapat digunakan sebagaimana fungsinya sesuai amanat Perka, sehingga dapat memberikan peluang temuan bagi pemeriksa nantinya, bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sebagai salah satu pengguna aplikasi, tidak mengikuti aturan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Adapun beberapa permasalahan yang dapat dirangkum dalam usaha untuk menggunakan aplikasi RUP Online, kami paparkan sebagai berikut :

1. Ketidakmampuan aplikasi RUP Online untuk membuat UserID Admin PA dari jendela Admin RUP secara sempurna (perlu beberapa kali pengulangan proses), serta adanya double hasil input yang berbeda untuk UserID Admin PA, dengan menggunakan identitas orang yang sama.

2. Aktifitas Login yang masih menganut sistem MultiUser, menyebabkan Admin Agency harus melakukan dua kali inputing data yang sama dengan apa yang telah diinputkan kedalam aplikasi Monev Online. Hal ini berimplikasi pada kepemilikan UserID dan Password yang berbeda untuk masing-masing aplikasi (Monev Online dan RUP Online) bagi UserID PA/KPA yang terlibat didalamnya.

3. Pemanfaatan Database pada aplikasi RUP Online versi Produksi, masih belum dapat divalidasi keakuratannya, sehingga tidak ada jaminan bahwa file RUP yang telah diunggah/upload dapat dibaca dan diketahui oleh pengguna lain seperti Rekanan/Penyedia, Masyarakat Umum maupun Pemeriksa. Hal ini dapat dilihat pada daftar RUP yang ada dalam database RUP Kabupaten Badung, masih menyajikan data RUP dari Sekretariat DPRK Aceh Tamiang.

4. Terkait dengan pengunggahan/upload file RUP dari masing-masing Pimpinan K/L/D/I, apabila tidak muncul pada halaman aplikasi RUP Online, terdapat himbauan agar diumumkan di halaman LPSE masing-masing (dengan memanfaatkan bantuan dari Admin PPE sebagaimana proses sebelumnya) dan dikirim ke alamat email [email protected], sebagaimana penjelasan yang terdapat dalam halaman aplikasi tersebut.

Demikian telaah staf yang dapat disampaikan terkait penggunaan aplikasi RUP Online, agar dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Sekretaris LPSE Badung
(Pande Nyoman Artawibawa., ST., MT)

Telaah Aplikasi Monev Online

1

Category : tentang PeKerJaan

Berkaitan dengan amanat Peraturan Kepala LKPP nomor 8 Tahun 2012, tentang Pelaporan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang ditetapkan pada tanggal 17 September 2012, menyatakan bahwa Peraturan Kepala LKPP ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan, 18 September 2012 sesuai dengan yang tertuang pada Bab V Penutup Pasal 5.

Yang dimaksud dengan Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa adalah penyampaian data dan informasi mengenai realisasi pengadaan barang/jasa yang pelaporannya dilakukan secara elektronik oleh Pimpinan K/L/D/I (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 4). Sedangkan Sistem Pelaporan Realisasi Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik yang selanjutnya disebut sebagai Monev Online adalah sistem yang disediakan, dibangun, dan dikembangkan oleh LKPP untuk melaporkan realisasi pelaporan barang/jasa secara elektronik (Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 ayat 5).

Akan tetapi, dalam kondisi terakhir yang dapat dipantau per tanggal 18 Maret 2013 lalu, bahwa aplikasi Monev Online seperti dimaksud diatas, belum dapat digunakan sebagaimana fungsinya sesuai amanat Perka, sehingga dapat memberikan peluang temuan bagi pemeriksa nantinya, bahwa Pemerintah Kabupaten Badung sebagai salah satu pengguna aplikasi, tidak mengikuti aturan sebagaimana yang telah ditetapkan.

Adapun beberapa permasalahan yang dapat dirangkum dalam usaha untuk menggunakan aplikasi Monev Online, kami paparkan sebagai berikut :

1. Ketidakmampuan aplikasi Monev Online untuk membuat UserID Admin Agency sebagaimana sosialisasi aplikasi yang dilakukan pada tanggal 18 Maret 2013 lalu di Provinsi Bali, berimplikasi pada ketidakmampuan untuk membuat UserID bagi para pengguna aplikasi Monev Online yang terlibat sebagaimana yang dijelaskan dalam Perka. Diantaranya, PA/KPA, PPK, PPHP dan ULP.

2. Belum adanya Regulasi yang mengatur kewenangan yang dimiliki oleh Admin PPE dan Agency sebagaimana sosialisasi, untuk melakukan editing kesalahan input pada daftar RUP atau Rencana Umum Pengadaan seperti yang dikirim/upload oleh masing-masing PA di K/L/D/I.

3. Ketiadaan UserID bagi pengguna Pejabat Pengadaan yang saat ini lebih banyak ditugaskan untuk menangani paket pengadaan barang/jasa tanpa melalui halaman elektronik/LPSE.

4. Aktifitas Login yang masih menganut sistem MultiUser, menyebabkan Admin Agency harus melakukan dua kali inputing data yang sama dengan apa yang telah diinputkan kedalam aplikasi SPSE. Hal ini berimplikasi pada kepemilikan UserID dan Password yang berbeda untuk masing-masing aplikasi (SPSE dan Monev Online) bagi para pengguna yang terlibat didalamnya. Diantaranya PA, PPK dan ULP.

5. Ketidakmampuan aplikasi Monev Online versi Latihan, dalam memilah data hasil pencarian ataupun data paket pengadaan yang tampil di masing-masing halaman milik UserID pengguna, baik PPK, PPHP maupun ULP yang berpotensi pada tumpang tindihnya inputing/updating data sebagaimana tugas dan wewenang masing-masing.

6. Ketidakjelasan prosedur yang harus dilakukan dalam aplikasi Monev Online versi Latihan, utamanya dalam kegiatan-kegiatan teknis bagi UserID PA dan PPK, kaitannya dengan pemberian penjelasan pada Sanggahan Banding.

7. Usaha Pengisian field atau kolom tertentu dalam halaman UserID Pengguna PPK dan ULP, aplikasi Monev Online versi Latihan, sebaiknya mengambil atau menarik data dari database aplikasi SPSE untuk mencegah kesalahan pengetikan. Misalkan Nama Paket, Nilai Kontrak, atau Nama Penyedia (Pemenang).

Demikian telaah staf yang dapat disampaikan terkait penggunaan aplikasi Monev Online, agar dapat dipergunakan dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya.

Sekretaris LPSE Badung
(Pande Nyoman Artawibawa., ST., MT)

Twitter @LPSEBadung : Trik [update] [2] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

Category : tentang PeKerJaan

Selamat Siang Kawan LPSE Badung, mumpung kami lagi senggang dan menanti jam pulang, kali ini kami kultwit sebentar tentang Apendo versi 3.1.

Beberapa waktu lalu, kami sempat kultwitkan terkait pemahaman awal penggunaan Apendo versi 3.1 pula disalin ulang dalam bentuk blog. Untuk kultwit kali ini, akan kami bagikan beberapa tips tambahan terkait penggunaan Apendo yang kami temukan belakangan ini.

Salah satu kelebihan Apendo, Aplikasi Pengaman Dokumen versi 3.1 yang kini diadopsi oleh sistem SPSE versi 3.5 adalah… Kemampuan Apendo untuk melakukan dekripsi/enkripsi data lebih dari satu file, atau yang berada dalam satu folder. Itu sebabnya, kami menyarankan agar kawan”baik Penyedia maupun Penitia/ULP, dapat menyimpan file penawaran dalam satu folder, Untuk memudahkan proses dekripsi/enkripsi data penawaran, tanpa ada satu dua file yang tertinggal.

Lantas, bagaimana dengan pemanfaatan Kunci Publik yang pada Apendo terdahulu, hanya dapat digunakan secara khusus pada satu file penawaran ?
Kini sudah tidak lagi. Kunci Publik yang berlaku pada masing-masing file penawaran dan juga paket pengadaan adalah sama. Itu sebabnya, ketika melakukan dekripsi/enkripsi file data penawaran dalam jumlah banyak, rekan”dapat menggunakan salah satu Kunci Publik.

Saat proses dekripsi/enkripsi berhasil dilakukan, aplikasi Apendo akan menanyakan di Folder mana file tsb akan ditempatkan ?
Nah, saran kami berikutnya adalah… Tempatkan file dalam satu folder utama di drive C/D tanpa masuk ke sub folder lainnya. Mengapa ? Karena ini adalah kasus terbanyak yang kami temui, bahwa proses perubahan yang dilakukan via Apendo, kerap gagal lantaran nantinya.

Proses penamaan file pasca di Apendo akan menjadi panjang dengan rincian, nama paket pengadaan diikuti nama Rekanan. Sedangkan, dalam beberapa kasus, pc/notebook tidak mampu mengeksekusi file yang berada dalam Sub-Sub Folder dan nama yang panjang. Itu sebabnya, dalam beberapa kasus yang kami tangani, baik kesulitan pembukaan file penawaran pasca di Apendo, atau Sedikitnya jumlah item dalam file penawaran yang sebelumnya tergabung dalam satu file, bisa jadi ini adalah salah satu penyebab utamanya.

Kemampuan untuk melakukan eksekusi terhadap multi file penawaran secara sekaligus, tentu lebih memudahkan pengguna dalam bekerja

Selain itu, utk mencegah terjadinya ketertinggalan file penawaran yg telah di Upload oleh Rekanan, tips yg dpt diberikan bg Panitia/ULP Adalah memeriksa ulang besaran file penawaran yang berhasil diunduh dari sistem/halaman LPSE, untuk disandingkan dengan ukuran yg tertera pada halaman penawaran masing-masing Penyedia/Rekanan. Setidaknya apabila ukuran file tidak sama, maka Panitia/ULP kami sarankan untuk mengunduhnya kembali, hingga ukuran file penawaran yang telah diunduh, setara dengan yang tertera pada halaman LPSE.

Kebiasaan selanjutnya pasca proses pengunduhan File adalah mencari File unduhan itu di Folder yang telah diatur terakhir oleh Browser. Bagi kawan yang tidak mengetahui apa itu Browser, bisa membacanya lebih detail di Wikipedia… Sedang macam/jenis browser yang biasa dikenal Seperti Internet Explorer, Mozilla Firefox, Google Chrome, Opera, Safari dll… Tergantung kebiasaan dan ketersediaan di pc/notebook. Biasanya, untuk mengakses file hasil Unduhan dapat dicari dengan cara menekan tombol kanan pada Mouse, lalu pilih ‘Open File Directory’

Apabila dalam folder hasil unduhan tersebut terdapat banyak file dan diyakini bahwa tidak semua file tersebut merupakan yang dibutuhkan, Pengguna dapat mengubah tampilan daftar file menjadi lebih Detail melalui opsi View/Detail, lalu tekan pada status Date Modified. Apabila cara ini berhasil dilakukan, maka file yang ada dalam folder tersebut akan diurutkan berdasarkan tanggal pengunduhan, Sehingga kawan dapat memilih file yang diunduh hanya pada tanggal dan jam terakhir pengunduhan, lalu pindahkan dalam folder terpisah.

Demikian Tips yang dapat kami bagikan kepada kawan”LPSE terkait penggunaan Aplikasi Apendo versi 3.1, menambahkan informasi yang telah ada. Semoga kelak, kami bisa lanjutkan kembali Tips”singkat yang sekiranya dapat berguna bagi kawan”pengguna LPSE. Selamat Sore, hati”di jalan