UpGrade Android Jelly Bean Samsung Galaxy Note 10.1

Category : tentang TeKnoLoGi

Sekilas info bagi kawan-kawan yang kini sedang memegang perangkat tabletPC 10 inchi milik Samsung dengan teknologi terkini, Galaxy Note series 10.1, bahwa per akhir Desember lalu Samsung telah menyediakan Upgrade sistem operasi Android secara resmi dari versi 4.0 Ice Cream Sandwich ke versi 4.1.1 Jelly Bean.

Apabila sebelumnya kami pernah menginformasikan bahwa untuk dapat melakukan proses Upgrade sistem operasi Android dapat menggunakan antuan aplikasi Kies, PC Suite milik Samsung secara online, maka untuk kali ini tidak demikian adanya. Pengguna cukup memanfaatkan jalur koneksi internet yang dimiliki atau mencari bala bantuan dari wifi terdekat dengan kecepatan tinggi. Kami rekomendasikan begitu lantaran ukuran Upgrade Firmware yang terdeteksi pada awal proses adalah sekitar 475 MB.

Selain jalur koneksi yang kami sarankan, pengguna hendaknya melakukan charge penuh perangkat terlebih dahulu untuk mencegah terjadinya mati total akibat perangkat kehabisan daya di sela proses instalasi.

Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah melakukan pemeriksaan pada fitur Software Update yang dapat diakses melalui menu Setting/About Phone, lalu pilih jalur koneksi yang diinginkan untuk mengunduh terlebih dahulu firmware terbaru dari server milik Samsung. Saat proses berjalan, kami tidak menyarankan pengguna untuk melakukan aktifitas lainnya demi kelancaran proses pengunduhan dan instalasi. Jikapun bisa, ubah pengaturan mode Airplane untuk mencegah telepon masuk dan memutus proses, mengingat Samsung Galaxy Note 10.1 memang memiliki fitur tersebut.

Apabila proses pengunduhan selesai, maka pengguna akan disarankan untuk melakukan Booting/restart perangkat dan menunggu. Proses instalasi berikut inilah yang kami maksudkan agar perangkat nantinya tidak sampai kehabisan daya yang mampu menyebabkan mati total jika gagal. Ketika proses selesai, pengguna dihadapkan pada Term of Service yang harus disetujui, lalu perangkat akan meregistrasi ulang serta mengembalikan pengaturan ke kondisi sebelum pengunduhan.

JB Note 10 3

Yang patut diingat disini adalah proses UpGrade yang dilakukan oleh perangkat tidak akan mengubah ataupun menghapus jenis pengaturan yang telah dilakukan oleh pengguna termasuk kustomisasi tampilan. Jadi jangan khawatir akan kehilangan data ataupun kontak dan catatan penting lainnya.

Berdasarkan pemantauan kami akan perubahan yang terjadi pada perangkat tabletpc 10 inchi Samsung Galaxy Tab 10.1 sebelum dan sesudah proses Upgrade, salah satunya dapat dilihat pada menu Setting atau Pengaturan yang menambahkan beberapa kemampuan mengagumkan. Salah satu diantaranya adalah opsi untuk melakukan pemblokiran baik telepon masuk atau incoming calls dan notifications yang sekiranya dapat mengganggu. Penambahan opsi pengaturan ini dapat diatur pada jam-jam tertentu, atau berdasarkan daftar kontak tertentu saja. Selain itu pada menu Lock Screen terdapat beberapa penambahan cara penguncian layar lengkap dengan tingkat keakuratan yang mampu diberikan akan efektifitas keamanannya.

Ditambah opsi Account yang terintegrasi mencakup berbagai jenis akun jejaring sosial, cloud, server dan juga user perangkat. Ini sempat mengingatkan kami pada teknologi serupa yang tempo hari dibanggakan oleh Apple terkait terintegrasinya akun dalam menu Pengaturan. Entah apakah ini merupakan penjiplakan perilaku ataukah untuk memanas-manasi perang paten antara kedua vendor yang hingga kini masih berlangsung ?

Uniknya, saat kami mulai menelusuri perubahan yang terjadi pada opsi Menu, kami menemukan tambahan baru berupa Help yang biasanya digunakan sebagai panduan bagaimana cara mengoperasikan perangkat Samsung Galaxy Note 10.1 terutama bagi mereka yang masuk dalam kategori pengguna awam. Setidaknya ada 4 (empat) bagian yang dapt dipelajari lebih lanjut yaitu Learning the Basics meliputi Keys, Unlock, Notifications, Home Screen dan S Pen (fitur khusus pada seri Note), Changing important setting meliputi Wifi, Bluetooth, Ringtone dan Power Saving, Use Key Applications meliputi Home, Contact, Messaging, Internet dan S Note plus Link menuju Product Video langsung ke alamat Samsung.

JB Note 10 2

Selain itu ada juga S Voice yang sepertinya dikembangkan untuk menandingi aplikasi serupa milik Apple yaitu Siri. Pada beberapa kali percobaan yang kami lakukan pada S Voice, respon yang diberikan cukup mampu mengakomodir harapan atau permintaan pengguna, termasuk akses menuju akun jejaring sosial FaceBook dan Twitter. Meski belum mampu melakukannya secepat kami mengaksesnya secara manual, namun keberadaan S Voice kali ini bisa membantu pengguna untuk berinteraksi dengan perangkatnya lewat suara. Jika kawan ingin menggunakannya, cukup katakan ‘hi Galaxy’

Terakhir untuk fitur Gallery terdapat pembaharuan tampilan, dimana baik koleksi gambar ataupun foto dapat disajikan dengan tampilan biasa, atau barisan file layaknya dalam sebuah locker ataupun tampilan memutar. Demikian halnya dengan tampilan per album yang kini ditempatkan di posisi kiri halaman untuk memudahkan perpindahan ataupun pencarian gambar.


Tips Optimalkan Ponsel/TabletPC

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Tidak sedikit pengguna ponsel di tanah air yang membeli perangkat mahal dan terkini hanya karena gengsi dan ingin terlihat trendy. Tidak sedikit pula diantara mereka yang rela menabung berbulan-bulan atau menghabiskan sejumlah uangnya untuk mendapatkan perangkat paling canggih masa kini namun hanya digunakan untuk fungsi telepon, sms atau chat. Mereka lupa bahwa sesungguhnya banyak hal yang bisa dimanfaatkan jika saja mau mengoptimalkan perangkatnya untuk mendukung, membantu dan mempermudah kinerja, sehingga ponsel atau tabletpc yang sudah dibeli sedemikian mahalnya tidak hanya sekedar hiasan dan alat pendongkrak gengsi.

Beauty is nothing without brains

Pertama yang perlu diketahui dan dipahami oleh masing-masing pengguna akan perangkat yang dimilikinya sebelum kemudian mencoba untuk mengoptimalkannya adalah Spesifikasi. Kenali dan pahami sejauh mana jeroan yang ada didalam perangkat dapat membantu dan mempermudah aktifitas. Minimal tahu bahwa perangkat yang digunakan memiliki fitur Bluetooth yang bisa dimanfaatkan untuk bertukar data tanpa kabel dengan perangkat lain, Wifi sebagai alternatif koneksi layanan data ketika kuota internet sudah terlewati, dukungan office application meski kelak hanya digunakan sebagai viewer agar tidak sampai membutuhkan pc atau notebook, atau fitur penting yang menjadi jualan vendor. Jangan sampai orang mempertanyakan fungsi stylus pen yang ada pada perangkat Note yang kawan miliki, hanya karena tidak pernah dipergunakan. Lantas buat apa membeli Note series ?

Ponsel Optimalkan

Kedua, kenali dan pahami pula sistem operasi yang dipergunakan oleh masing-masing perangkat yang dimiliki. Apakah menggunakan iOS yang identik dengan Apple, BlackBerry, Android, Windows Phone ataukah Symbian ? dengan mengenal sistem operasi yang dipergunakan, kawan dapat memperkirakan opsi optimalisasi berikutnya yaitu Dukungan Aplikasi.

Aplikasi Skype sepengetahuan kami tidak mendukung untuk digunakan pada perangkat BlackBerry, itu sebabnya aplikasi tersebut tidak dapat ditemukan pada perangkat sejenis di Indonesia, secanggih apapun seri yang dipergunakan. Aplikasi ini kabarnya hanya tersedia pada beberapa perangkat sejenis di belahan negara tertentu. Artinya, jika kawan menginginkan perangkat yang mampu mendukung penggunaan aplikasi ini, silahkan melirik perangkat yang lain.

Mengetahui dukungan aplikasi terhadap perangkat yang kawan gunakan, bisa dilihat pada applications market di masing-masing menu, lalu lakukan pencarian terhadap aplikasi yang diharapkan dapat membantu rutinitas aktifitas yang kawan lakukan setiap harinya. Gunakan kata kunci yang sederhana untuk mendapatkannya. Misalkan office applications, design and vector, viewer documents, finance, blog engine, talk free dan lainnya. Pemilihan dukungan aplikasi ini akan bergantung pada jenis aktifitas yang sekiranya dapat membantu kawan untuk sedapat mungkin menghindari pemanfaatan pc desktop yang mengharuskan kawan untuk pulang atau menuju kantor terlebih dulu agar bisa bekerja atau notebook yang memiliki tingkat mobilitas lebih rendah dibandingkan ponsel atau tabletpc.

Jangan lupa lakukan eksplorasi terhadap dukungan aplikasi yang sudah ada dalam perangkat. Misalkan Calendar dan Planner untuk membuat dan mencatatkan agenda kerja serta jadwal rapat penting yang harus dihadiri lengkap dengan gambaran umum yang bisa disimpan, Calculator untuk melakukan perhitungan praktis dan cepat, Alarm sebagai pengingat akan jadwal dan jani, Teks Editor untuk mencatatkan sejumlah ide yang terlintas di benak agar tak sampai hilang saat ingin dikerjakan, Voice Recorder untuk pencatatan audio, Daftar Kontak minimal kawan tidak lagi membawa sejumlah kartu nama untuk mengingat kolega, dan lainnya.

Jika semua tips diatas sudah dicatat dan diujicobakan, tips terakhir dari kami yang dapat direkomendasikan untuk menggunakan perangkat secara optimal adalah kabel data atau powerbank. Kabel data untuk menghubungkan ke perangkat ke usb/colokan terdekat jika berada dalam ruangan, sedang Powerbank lebih sering dimanfaatkan diluar ruangan. Tips terakhir ini kami tujukan untuk menjaga daya perangkat selalu terisi penuh sehingga perangkat selalu siap untuk digunakan. Jangan sampai ketika semua opsi diatas sudah dioptimalkan, kawan mengalami penurunan daya tahan perangkat dan mematikan fungsi secara total. :p


Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Setahun lalu, tepatnya diawal bulan, saya sempat menurunkan ulasan topik yang sama namun dalam versi yang sedang trend saat itu. Kini saya mencoba untuk menurunkannya kembali sebagai alternatif pilihan bagi kawan semua, dalam memilih sistem operasi yang kini makin berkembang pesat bagi perangkat mobile phone dan tabletpc di awal tahun 2013.

Android. Kini sistem operasi ini merupakan Raja dari semua sistem operasi perangkat ponsel dan tabletpc yang beredar di seluruh penjuru dunia. Hal yang wajar jika Kawan mengetahui sebabnya. Ya, Android digawangi oleh sekian banyak vendor dan operator yang siap memperebutkan kue keuntungan penjualan yang kian hari kian menggoda saja. Bahkan beberapa nama yang dahulu sempat turun naik dari tingkat penjualan, kini mulai merangkak naik mengalahkan nama-nama branded lainnya. Katakan saja Samsung, Huawei dan Sony.

Melesatnya Android ke lini terdepan tentu tak lepas dari kegigihan sang pengembang yaitu Google dalam membuat inovasi demi inovasi baru untuk melengkapi fungsi dan fitur teknologi terkini yang dikembangkan oleh masing-masing vendor demi menjawab tantangan serta kebutuhan para pengguna dan penggila teknologi yang kian haus aktifitas. Jika setahun lalu versi 2.3 GingerBread merupakan yang terbanyak digunakan oleh sejumlah perangkat berbasiskan Android, kini versi 4.0 Ice Cream Sandwich sepertinya sudah menjadi standar baku perilisan perangkat terbaru, meski beberapa diantaranya malah sudah mencoba dan mendapatkan opsi UpGrade ke versi yang lebih baik 4.1 ber-code name Jelly Bean.

Dengan makin berkembangnya teknologi yang dibesut oleh sejumlah vendor, operator serta sang pemilik Android, maka tidak heran jika kemajuan yang dihasilkan pun cukup jauh dari setahun lalu. Adapun Ukuran yang diberikan tak lagi kisaran tahun atau semester, namun sudah tahap bulan. Dimana kecanggihan yang dijejalkan dalam perangkat ponsel dan tabletpc berbasiskan Android sudah mencakup prosesor empat inti atau Quad Core, kapasitas standar internal storage sebesar 4 GB, besaran Memory RAM 2 GB, hingga resolusi layar dan kamera HD. Belum termasuk dengan tambahan stylus pen yang kini dikenal dengan istilah Note series yang siap memberikan presisi inputing yang lebih baik ketimbang penggunaan teknologi yang sama enam tujuh tahun yang lalu. Bahkan kabarnya kedepan sedang dikembangkan beberapa teknologi lagi, diantaranya yang mampu melakukan panggilan telepon saat ponsel didekatkan pada telinga pengguna.

Berpengaruhnya Android di pasar dunia, makin lengkap dengan masuknya perangkat mobile phone dan tabletpc di semua lini, dari harga yang terjangkau atau menengah kebawah hingga kelas premium dengan suntikan teknologi terkini. Sudah begitu, ketiadaan perbedaan yang mendasar antara sejumlah kelas tersebut, menjadikan Android tetap menarik untuk dilirik. Katakan saja dukungan ribuan aplikasi siap pakai dari pasar aplikasi Google Play serta jaminan untuk mengalihfungsikan perangkat menjadi mobile hotspot merupakan jualan utama dari semua vendor yang hadir dengan menggunakan Android sebagai sistem operasi utama.

iOS AnDroid BB Windows Phone PanDe Baik

Jika Android mengambil porsi hingga setengah lebih kue penjualan ukuran Global, maka seperempatnya harus cukup puas diambil oleh iOS, sistem operasi unix yang dikembangkan oleh perusahaan ternama Aplle. Hingga saat ini, sistem operasi iOS yang telah dirilis ke pasar sudah mencapai versi 6.0. membawa banyak perubahan terutama berkaitan dengan aplikasi SIRI, voice assistant yang kini banyak dijiplak oleh pengembang lainnya, termasuk Android dan Samsung.

Pada tahun 2012 lalu, Apple terpantau merilis dua pasang perangkat sekaligus, baik di awal dan juga akhir tahun. Pecahnya tradisi yang dahulu selalu dipegang oleh Apple dengan merilis satu perangkat tiap tahunnya, tak pelak menimbulkan prasangka bahwa langkah ini diambil lantaran persaingan dari sistem operasi dan vendor lain, berkembang sangat cepatnya. Maka pasarpun dikejutkan dengan dirilisnya perangkat TabletPC iPad 3 (new iPad) dan iPad 4, ditambah seri ponsel iPhone 4S dan iPhone 5. Sayangnya, meski teknologi yang diusung tergolong canggih dan terkini, urusan harga yang masih tinggi di langit, rasanya agak susah jika mengharapkan Apple mampu menarik konsumen sebanyak perangkat Android.

Turunnya sang inovator terbaik seperti yang diklaim banyak pihak dan media ke posisi kedua tingkat global, menyebabkannya harus bersaing ketat dengan brand lain yang maju dengan mengandalkan sistem operasi Android termasuk vendor china sekelas Huawei. Meski demikian, pembuktian perolehan hingga 25% penjualan pada tahun 2012 lalu tetap ditenggarai memiliki fanboy sejati yang tetap akan menanti kemajuan demi kemajuan teknologi yang kini sedang dikembangkan oleh Apple.

Jatuh bangun perusahaan pengembang sistem operasi asal Canada, Research In Motion RIM lewat perangkat BlackBerry, lumayan banyak mengundang kecaman dan dugaan sedari awal tahun 2012, bahwa mereka akan bangkrut dalam waktu dekat. Apalagi tempo hari sedikit demi sedikit perusahaan melakukan PHK terhadap ribuan karyawannya untuk dapat menekan cost akibat tingkat penjualan yang makin menurun. Penyebabnya sederhana. BlackBerry tak mampu ikut bersaing menyajikan teknologi terkini pada perangkat yang dirilisnya selama setahun terakhir. Jualannya masih sama, yaitu BlackBerry Messenger yang diklaim diminati banyak orang. Sayang, dalam prakteknya tidak demikian.

Melorotnya nama BlackBerry ke peringkat ketujuh tingkat global dan disalip oleh nama-nama sekelas Sony maupun HTC, membuat RIM selaku pengembang utama ponsel pintar berbadan gembul ini, mau tak mau mengikuti arus teknologi berlayar sentuh dan dalam waktu dekat bakalan merilis seri 10-nya. Salah satu yang kabarnya bakalan diandalkan dalam seri tercanggihnya ini adalah terintegrasinya BlackBerry Messenger versi 7, yang mampu mengakomodir fitur voice call (layaknya Skype), antar pengguna BlackBerry, termasuk yang masih mengadopsi sistem operasi versi lama. Ditambah fitur jejaring sosial, sms dan email dalam satu akses yang sama.

Selain itu, terdapat pula kemudahan pengoperasian dan meminimalkan delay yang terjadi, sehingga pengguna dijanjikan bakalan mendapat banyak pengalaman baru jika dibandingkan perangkat BlackBerry model lama.

Ditambah beberapa fitur yang menjadi standar baru dan disematkan pada tekologi layar sentuhpun ikut serta menjadi jualannya kali ini, sehingga klaim dari sang pengembang, kelak BlackBerry versi 10 ini bakalan diturunkan dan bersaing dengan iPhone dan Android. Tak lupa penggunaan prosesor Dual Core, kamera beresolusi besar plus keberadaan kamera depan, bakalan mengubah image yang selama ini tertanam di pikiran pengguna, akan segala keterbatasan yang dimiliki BlackBerry sejauh ini. Kabarnya pada akhir Januari 2013, BlackBerry bakalan merilis dua perangkat mutakhirnya, diikuti empat lainnya selama tahun yang sama.

Jika setahun lalu nama Windows Phone masih tenggelam oleh terangnya ketiga nama perangkat diatas, di tahun 2013 kali ini bisa dikatakan bakalan menjadi puncak titik balik sistem operasi buatan Microsoft untuk bersaing dan memperebutkan tahta tiga besar. Untuk memuluskan jalannya, dua vendor besar yang sejak awal dengan setia berkolaborasi, siap menjadi pionir dan pendahulu. Nokia dan HTC.

Nama Nokia selama ini memang sudah hampir bisa diidentikkan dengan perangkat Windows Phone, meski bayang-bayang Symbian dan Asha series, masih melekat erat dibenak sebagian besar pengguna teknologi mobile phone. Kerjasama antara Nokia dengan pihak Microsoft sempat pula dianggap sebagai pengambilan keputusan dengan jalan yang salah. Seiring berjalannya waktu, mereka seakan ingin membuktikan sekali lagi pada pasar gobal, bahwa pengorbanan memang diperlukan untuk bisa kembali menjadi sang raja.

Lumia series, merupakan brand jualan Nokia sejak bekerja sama dengan pihak Microsoft. Di tahun 2012 lalu, Nokia merilis beberapa series yang sayangnya masih dikecam banyak pihak lantaran penggunaan material ponsel yang menimbul kan bunyi saat ditekan. Kini, mereka hadir kembali dengan mengusung sistem operasi Windows Phone versi 8 dengan memanfaatkan material yang lebih baik dan solid.

Banyak Teknologi yang berusaha diperkenalkan Nokia terutama yang memang sudah berjaya di era Symbian terdahulu, seperti Nokia Maps. Selain itu terdapat pula fitur Applications Store yang mampu digunakan dalam multi platform Windows Phone. Belum lagi pemanfaatan lensa kamera Carl Zeiss nampaknya sudah menjadi keharusan dalam setiap seri yang bakalan diluncurkan dalam waktu dekat.

Tak seperti Nokia, nama HTC dan kolaborasinya dengan pihak Microsoft, bisa dikatakan sudah berlangsung sejak lama. Tepatnya saat era Windows Mobile dirilis ke pasar satu dasa warsa lalu. Hubungan ini terus berlanjut meski tingkat penjualannya makin menurun, hingga kemudian HTC tampil sebagai nama vendor setelah merekrut beberapa operator ternama, diantaranya O2.

Dalam usahanya kali ini, HTC tampaknya ingin meneruskan hegemoni seri X yang memang didirilis ke pasar pengguna demi menjawab tantangan multimedia dan kecepatan, demi bersaing dengan nama lain. Meski nama HTC hanya mampu meraih posisi keenam tingkat global, namun bisa dikatakan tak satupun seri mereka dapat dikategorikan sebagai ponsel murah. Itu sebabnya nama HTC kurang mampu menjangkau kalangan menengah kebawah seperti halnya para pesaingnya.

Mengandalkan nama besar milik Nokia dan HTC, Windows Phone kali ini tentu saja patut ditunggu. Bahkan bukan tidak mungkin bakalan merebut sedikit dari pasar Android yang kini sudah mulai berjalan stagnan lantaran kesamaan perangkat yang dirilis oleh beragam vendor. Kehadirannya bak kuda hitam yang siap menjatuhkan para lawan lewat jualan multimedia dan kemudahan pengoperasian.

Semua pilihan sudah disiapkan sejak awal tahun 2013, jadi kini tinggal menyerahkannya pada pengguna. Mau memilih Android, iOS, BlackBerry atau Windows Phone ?


Tahun Baru, Standar Baru

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Bisa jadi diantara sekian banyak kemajuan teknologi yang ada di muka bumi, perkembangan mobile phone telekomunikasi merupakan satu-satunya yang memiliki tingkat kepesatan tinggi. Kami katakan demikian, mengingat setahun lalu standar teknologi perangkat ponsel terkini masih menyasar otak prosesor dua inti atau layar 4 inchi. Bandingkan dengan hari ini yang sudah mencapai empat inti dan lebar layar 5 inchi.

Kemajuan ini tentu tak lepas dari permintaan pasar yang rasanya kian hari kian haus akan bertambahnya resources untuk melakukan aktifitas secara multitasking ataupun keterkaitan grafis dan game. Belum lagi faktor persaingan antar vendor yang seakan berlomba untuk menjadi yang terdepan, mengakibatkan teknologi yang baru seumuran jagung langsung terhempas dan dianggap jadul oleh pasar. Sehingga yang namanya harga, sudah bisa ditebak. Penurunan jauh hanya dalam hitungan bulan bahkan minggu.

Tahun lalu vendor ternama HTC atau Motorola masih boleh berbangga dengan tingkat penjualan gadget mereka yang berbasiskan Android. Tapi kini keduanya seakan menelan pil pahit akibat dari salah strategi pemasaran yang jauh tertinggal dari brand asal Korea Selatan, Samsung. Demikian pula BlackBerry yang masih mengandalkan line up Curve dan Bold series, kini mau tidak mau bersiap melepas seri BlackBerry 10 yang kelak bakalan digunakan untuk bersaing dengan vendor besar lain macam Samsung ataupun iPhone.

Dengan kekuatan yang sama setahun lalu, barangkali ponsel berteknologi Dual Core masih laku untuk dijual sedemikian mahalnya. Bahkan dalam masa transisi, seri Android XPeria milik Sony berada di kisaran 4-5 jutaan, padahal kini sudah bisa dibawa pulang dengan kisaran budget 2,5-3,5 juta saja. Bandingkan pula dengan ponsel dari vendor branded lainnya.

Standar Baru 2013

Teknologi Quad Core atau prosesor berinti empat, dimulai dengan rilis seri Tablet 10 inchi milik Asus yang dilanjutkan oleh ponsel milik Samsung, HTC dan LG kelihatannya memang akan menjadi satu standar baru kelak, bagi barisan ponsel golongan High End yang dulu masih diramaikan oleh teknologi Dual Core.

Demikian halnya dengan telkonologi layar 5 inchi yang dirintis oleh perangkat Dell Streak dan Samsung Galaxy Note, kini sudah mulai dimasuki oleh beberapa nama vendor asal lokal dan China meski dalam balutan teknologi lain yang sangat terbatas plus berharga jual murah. Sangat menggoda tentu saja.

Bahkan untuk standar pemanfaatan Memory RAM dan space internal golongan menengah keatas pun kini sudah mulai meningkat ke minimal 512 MB untuk Memory RAM dan 4 GB untuk space Internal.

Meski demikian, ada juga vendor yang masih ngotot untuk tetap bermain di segmen single dan dual core prosesor serta beranggapan bahwa teknologi mobile ponsel belum se-Urgent itu untuk menggunakan prosesor empat inti mengingat intensitas penggunaan tidak setiap saat dibutuhkan. Sehingga kekhawatiran mereka adalah mubazirnya teknologi yang kelak disuntikkan kedalam perangkat. Itu sebabnya, meski saingan lain sudah melesat jauh didepan, vendor ternama sekelas Nokia ataupun Apple masih betah berada di zona nyaman dual core hingga rilis terkini yang mereka lakukan.

Selain standar jeroan atau spesifikasi seperti yang kami sebutkan tadi, sepertinya standar lain yang kini mulai diberlakukan adalah persoalan harga. Mengingat faktor inilah yang menjadi penentu tertinggi dari seorang User sebelum memutuskan untuk membeli perangkat yang mereka harapkan. Adapun rentang harga yang dimaksud sebagai standar adalah kisaran 2-3 jutaan demi mendapatkan beberapa teknologi terkini tadi.

Untuk menjawab semua tantangan standar baru tersebut, beberapa vendor tampaknya sudah berancang-ancang untuk merilis beberapa seri terbaru mereka demi merebut kue dari pangsa pasar yang diharapkan oleh konsumen.

Katakan saja Apple. Pasca melepas duo seri iPhone 5 dan iPad 4 dua bulan terakhir, kabarnya mereka sedang melakukan pengembangan teknologi prosesor dan juga pemanfaatan layar display yang kini tidak lagi ditangani oleh Samsung. Demikian halnya dengan BlackBerry yang sudah memasukkan seri 10 ke kominfo serta mendapatkan sertifikasi perijinan penjualan di pasar Indonesia. Tak ketinggalan os Windows Phone 8 yang kini digawangi oleh duo vendor ternama Nokia dan HTC, bahkan masing-masing sudah melepas seri pertama mereka yang tak kalah garang. Nokia 920 dan HTC 8X. Terakhir ada Sony, Motorola, LG dan Samsung, berusaha meranggas dan menjatuhkan lawan mereka satu persatu meski berada dibawah ancaman paten.

Tidak sabar untuk menunggu bagaimana kekuatan mereka beradu ?


TabletPC 7 inch, Pilih Mana ?

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Sejak awal kemunculannya, tabletpc berukuran 7 inchi mendapatkan perhatian yang jauh lebih banyak ketimbang kompetitor lain yang masuk di lini 5, 8 dan 10 inchi. Semua ukuran ini tidak dimasukkan dalam kategori ponsel yang biasanya memiliki ukuran layar 3 atau 4 inchi. Salah satu alasan yang paling sering dilontarkan mengapa lebih memilih ukuran 7 inchi adalah layar 3/4/5 terlalu kecil sedang 8/10 terlalu besar dan berat. Tidak heran jika hingga hari ini kemunculan tabletpc berukuran tanggung ini selalu dinantikan publik bahkan ditanggapi serius oleh salah satu pemain kelas atas dengan merilis varian perangkat berukuran sama.

Saat merilis iPad, Steve Jobs sang maestro berkeyakinan menyatakan bahwa Apple tidak akan pernah merilis iPad versi 7 inchi. Namun jauh setelah kepergiannya di tahun 2011 lalu, Apple sepertinya tidak ingin ketinggalan dalam perebutan keuntungan yang diraih di pasar tabletpc 7 inchi ini. Maka pada kuartal terakhir tahun 2012 ini, Apple merilis perangkat iPad Mini dengan mengambil ukuran 7,9 inchi.

Dengan ukuran yang tanggung untuk disebut 7 inchi, iPad Mini memiliki dimensi yang serupa dengan perangkat tabletpc kembangan Samsung yang dirilis pada September 2011 lalu. Galaxy Tab 7.7. Namun menginjak tahun 2012 dan juga 2013 nanti, tampaknya Samsung masih mengandalkan seri Galaxy Tab 2 7.0 yang kini berada di harga jual 3,3 juta sebagai line up pilihan bagi pengguna yang ingin mencoba perangkat 7 inchi. Dengan harga yang cukup murah dan terjangkau, Tab 2 7.0 kabarnya kemudian bersaing dengan perangkat tabletpc buatan China yang memiliki spesifikasi jauh lebih rendah dengan harga sejutaan.

Dibandingkan harga jual Samsung yang memiliki teknologi terbilang jadul, iPad Mini hadir di kisaran angka 3 sampai dengan 5 jutaan untuk ukuran storage 16 GB dan meningkat sejutaan untuk besaran storage dua kali lipatnya. Setidaknya harga ini kami dapatkan dari beberapa toko online yang dapat dipercaya keberadannya.

Beberapa kelebihan dari iPad Mini terlepas dari harganya yang jauh lebih tinggi adalah kualitas layar yang jauh lebih baik, tingkat kecepatan akses aplikasi dan kinerja perangkat, ditambah adanya dukungan selular dan koneksi 4G disamping versi wifi only yang dijual lebih murah. Ini tentu menjadi alternatif tersendiri bagi para pengguna yang tidak ingin direpotkan dengan mencari wifi/hotspot terdekat hanya untuk terhubung dengan dunia maya.

Jika teknologi Samsung Galaxy Tab 2 7.0 sudah terbilang jadul sementara harga jual iPad Mini masih belum bisa dijangkau, pasar menyediakan pula alternatif pilihan tabletpc lainnya, hasil kerjasama raksasa Google dengan vendor ternama Asus yang diberi nama Nexus 7. Sayangnya, jika dua tabletpc yang kami sebut tadi tersedia dalam versi seluler atau mendukung keberadaan sim card, tidak demikian halnya dengan Nexus 7 yang dihadirkan hanya dalam versi wifi only.

Harga jual Nexus 7 bisa dikatakan cukup bersaing, berada di angka 2,9 juta rupiah dengan spesifikasi terkini. Prosesor Quad Core 1,3 GHz dengan jenis Chipset Nvidia Tegra 3 ditambah internal storage 16 GB dan memory RAM 1 GB. Dengan jeroan seperti itu, dari kecepatan bolehlah jika Nexus 7 disandingkan dengan iPad Mini yang dijual dengan harga lebih tinggi.

Tablet 7

Disamping kehadiran beberapa nama yang telah kami sebutkan tadi, di pangsa pasar murah tersedia jauh lebih banyak pilihan tabletpc ukuran 7 inchi buatan China yang dapat diujicobakan untuk pengguna pemula. Jaminan dukungan akan tersedianya aplikasi yang serupa dengan perangkat tingkat menengah, menjadi jualan utama meski dalam prakteknya tidak semua aplikasi yang sama dapat disuntikkan dalam perangkat buatan China tersebut. Ini terkait dengan spesifikasi yang digunakan rata-rata masih mengandalkan prosesor single core, 512 MB memory RAM dan internal storage berukuran sama.

Selain itu terdapat pula beberapa alternatif pilihan nama lain yang datang dari beberapa vendor ternama seperti Amazon Kindle Fire HD dengan harga jual 2 juta rupiah spesifikasi Dual Core 1,2 GHz RAM 1 GB dan koneksi port HDMI, Dell Streak 7 Wi-Fi + 4G di kisaran harga 4,5 juta rupiah dengan spesifikasi prosesor Dual Core 1 GHz NVIDIA Tegra 2, HTC Evo View 4G di kisaran 6,5 juta rupiah serta Acer Iconia Tab A100 di kisaran 3 jutaan.

Terkecuali iPad Mini yang menggunakan sistem operasi iOS kembangan Apple, semua tabletpc yang kami sebutkan sejak awal tadi menggunakan sistem operasi yang sama yaitu Android, namun berbeda versi.

Apabila kedua jenis sistem operasi tersebut tidak sejalan dengan perangkat yang Kawan gunakan saat ini, silahkan melirik satu alternatif lain lagi dari vendor Research In Motion di Kanada yang merilis PlayBook series 4G. Tablet ini merupakan kelanjutan dari versi terdahulu dengan dukungan tambahan seluler alias sim card yang memungkinkan penggunanya memanfaatkan layanan data tanpa harus menunggu adanya hotspot atau wifi terdekat. Ini jelas lebih menggembirakan apalagi harga jual yang ditawarkan cukup terjangkau. Sekitar 3 jutaan untuk internal storage 16 GB.

iOS, Android dan BlackBerry sudah kami sajikan, lantas bagaimana dengan sistem operasi lainnya ? Windows Phone ? atau Symbian barangkali ?

Minimnya tanda-tanda kehadiran tabletpc berbasis Windows Phone dengan ukuran 7 inchi memang patut dimaklumi mengingat sistem ini masih tergolong baru dan terpantau baru merilis versi ponsel dan tablet berukuran 10 inchi saja untuk saat ini. Itupun datangnya dari beberapa nama vendor kelas atas yang dahulunya sudah pernah mengikat kontrak kerja sama bareng Microsoft. Sedangkan Symbian ? ada yang tahu ? :p


Sony XPeria P, Powerfull namun Terjangkau

9

Category : tentang TeKnoLoGi

Pecah kongsi yang terjadi antara Sony dengan Ericsson beberapa waktu lalu tampaknya tak mematahkan semangat vendor kenamaan Jepang tersebut untuk tetap eksis di bidang perangkat telekomunikasi berbasiskan Android. Tak kurang delapan tipe ponsel digelontorkan sepanjang tahun 2012 dengan tetap mengusung nama XPeria . Salah satu yang akan kami review kali ini adalah XPeria P series.

Dilihat dari perwajahannya, Sony XPeria P hadir dengan wajah persegi yang tak jauh berbeda dengan saudara seangkatannya yang lain. Desain Unibodi berbahan metal dimana komponen batere tak lagi dapat dilepas menjadi ciri khasnya, ditambah kelir transparan yang berada di bawah layar, seakan membelah ponsel menjadi dua bagian terpisah.
Uniknya, kelir ini merupakan salah satu bagian penting dari desain sebuah ponsel XPeria series yang kelak akan memendarkan warna tertentu sesuai dengan warna dasar wallpaper yang dipergunakan sebagai homescreen. Keren bukan ? selain itu, di sisi depan permukaan kelir terdapat tiga tombol sentuh yang difungsikan secara khusus bagi pengguna untuk mengakses Back, Home dan Options. Sedangkan opsi MultiTasking dapat diakses dengan menahan tombol Home beberapa saat.

XPeria P PanDe Baik

Sony XPeria P datang dengan mengusung layar 4 inchi berjenis LED 16 juta warna berteknologi BRAVIA yang akan menjamin tingkat kecerahannya tetap terlihat dengan baik, saat pengguna berada di bawah sinar matahari. Yang jika dilihat secara sepintas dari segi dimensi perangkat, ukuran XPeria P bahkan tak jauh berbeda dengan ponsel lain yang memiliki dimensi layar lebih kecil. Sehingga kami hampir tak merasakan perbedaan yang jauh saat menggenggam perangkat ponsel pun menyelipkannya kedalam kantong.

Secara pabrikan, XPeria P hadir dengan teknologi sistem operasi Android versi jadul, 2.3 Gingerbread. Hal ini sempat disayangkan oleh banyak pihak mengingat ponsel lain sudah mengadopsi versi terkini 4.0 Ice Cream Sandwich. Namun jangan khawatir, begitu kawan menggunakannya lebih jauh, kawan akan menyadari bahwa Sony telah menyediakan opsi UpGrade ke versi tersebut dengan pemberitahuan lewat opsi notifikasi. Namun, seperti halnya ponsel Android lainnya, untuk dapat melakukan hal tersebut, pengguna mutlak membutuhkan bantuan aplikasi pc suite yang telah diinstalasi terlebih dahulu pada perangkat pc/notebook pengguna.

Sony PC Companion. Inilah aplikasi pc suite yang kami maksudkan. Jika pada ponsel dari vendor lain aplikasi semacam ini dapat ditemukan pada cd kemasan yang ada dalam paket penjualan, atau pengguna harus mengunduhnya dari halaman website resmi milik vendor, tidak demikian halnya dengan XPeria P. karena aplikasi Sony PC Companion ini dapat ditemukan pada perangkat secara langsung ketika pengguna menyambungkannya dengan perangkat pc/notebook melalui media kabel data. Ini mengingatkan kami dengan perilaku serupa pada perangkat Tablet BlackBerry PlayBook yang membawa serta aplikasi Device Manager saat perangkat disambungkan. Tentu saja ini jauh lebih menghemat pengeluaran baik dari vendor sendiri maupun pengguna.

Selain dapat digunakan untuk melakukan opsi UpGrade sistem operasi, Sony PC Companion juga berlaku pula seperti halnya fungsi pc suite lainnya yaitu sinkronisasi data, file manager, multimedia hingga copy content dan contact antar ponsel. Tentu saja ini membuat ponsel keluaran Sony makin terlihat unik mengingat tak banyak yang mau melakukan hal ini. Kamipun mencoba untuk melakukan transfer kontak dari ponsel Nokia lawas seri 6720 classic yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60, ke XPeria P dan ternyata, proses mampu berjalan dengan baik. Bahkan aplikasi menawarkan kami dua opsi untuk memindahkan daftar contact ke perangkat secara langsung ataukah menggunakan opsi terintegrasi bersama akun eMail ?

Masuk pada jeroan spesifikasi Sony XPeria P, kami cukup dibuat terkejut lantaran untuk ponsel dengan kisaran harga 3,2 juta rupiah, cukup sarat teknologi terkini yang disematkan oleh Sony didalamnya. Katakan saja prosesor dua inti sebesar 1 GHz, 16 GB internal memory plus 1 GB memory RAM. Kami katakan demikian lantaran di kisaran harga yang sama, beberapa vendor kenamaan lainnya masih mengandalkan prosesor inti tunggal, 4 GB internal memory plus 512 MB memory RAM. Mengangumkan bukan ?

Tapi tunggu dulu, itu belum semua yang dapat kami sebutkan. Setidaknya masih terdapat resolusi kamera sebesar 8 MP dengan teknologi terkini yang dinamakan White Magic plus tombol shutter yang digelar secara fisik layaknya perangkat kamera, ditambah keberadaan led flash dan autofokus yang sedemikian cepat, menghasilkan kualitas gambar diatas rata-rata bahkan jika kami sandingkan dengan hasil jepretan kamera tabletpc milik Samsung. Sekedar informasi bahwa teknologi White Magic yang kini dikembangkan oleh Sony merupakan sebuah teknologi yang dapat memberikan hasil lebih baik saat pengguna menangkap gambar yang berlawanan dengan sinar matahari. Dengan memberikan sentuhan warna putih pada teknologi imaging yang biasanya hanya mengambil tiga warna dasar RGB (Red, Green dan Blue), XPeria P mampu membendung warna terang dan over cahaya sehingga hasil yang didapat sangat memuaskan.

Untuk urusan kemampuan perekaman video, dengan lensa tersebut XPeria P mampu menghasilkan kualitas HD [email protected], plus kemampuan lain mencakup Geo-tagging, touch focus, face and smile detection, 3D sweep panorama, serta image stabilization. Selain itu, pengguna masih diberikan tambahan kamera depan berkualitas VGA yang kelak dapat dimanfaatkan untuk melakukan video call.

Jika kawan sudah merasa cukup puas dengan semua teknologi seperti yang kami sebutkan diatas, maka bolehlah untuk merasa kaget apabila ternyata teknologi NFC Near Field Communication termasuk sudah pula disuntikkan dalam perangkat Sony XPeria P. Teknologi ini memungkinkan pengguna untuk saling bertukar data hanya dengan cara menempelkannya ke sesama perangkat. Sekedar informasi bahwa biasanya teknologi semacam ini hanya disematkan pada ponsel-ponsel kelas atas milik vendor branded.

Sudah begitu, tersedia pula port HDMI yang mampu menyambungkan perangkat ponsel XPeria P ke layar projector ataupun layar televisi sehingga memungkinkan pengguna berinteraksi lebih jauh dengan ponselnya melalui layar yang lebih lebar. Bahkan kabarnya Sony telah mempersiapkan asesoris bernama Smart Dock bagi perangkat XPeria P, yang memungkinkan perangkat tersambung dengan televisi bertipe smart keluaran terkini. Sayangnya, asesoris ini masih bersifat opsional alias dijual secara terpisah.

Jika sejak tadi kami terus menerus berupaya untuk memuji Sony XPeria P, maka berikutnya kami sebutkan 2 kelemahan yang barangkali bisa menjadi pertimbangan sebelum kawan memutuskan untuk mencoba perangkat ini lebih lanjut. Pertama, penggunaan Micro Sim Card yang mengharuskan kawan untuk melakukan pemotongan sim card agar dapat dimasukkan dalam slot hot swap milik XPeria P, dan kedua, kapasitas daya batere yang disematkan oleh Sony tergolong standar. Li-Ion 1305 mAh.

Dalam kondisi normal dengan kapasitas daya batere sebesar itu barangkali ponsel akan membutuhkan satu-dua kali charging seperti halnya ponsel lain yang berbasis Android. Namun jangan khawatir bahwa ternyata Sony telah menyematkan teknologi yang mampu menghemat penggunaan daya batere sehingga memperpanjang usia dari yang seharusnya dihabiskan. Itupun ditambah dengan kemampuan melakukan fast charging, dimana untuk setiap 10 menit charging, Sony mengklaim kemampuannya dapat melakukan aktifitas talk time selama 1 jam.

Sony_Xperia_P_buttons copy

Lantas bagaimana dengan fitur lainnya ? setidaknya kami menemukan banyak hal baru pasca perangkat melakukan opsi UpGrade OS dari versi 2.3 GingerBread ke versi 4.0.4 Ice Cream Sandwich. Diantaranya adalah penambahan browser Google Chrome sebagai alternatif browser bawaan Android yang menjanjikan aktifitas yang jauh lebih gegas. Opsi file manager Astro, yang sebelumnya absen sehingga kami harus mengunduh salah satunya dari market. Pembaharuan aplikasi Wise Pilot, Media Remote (untuk dukungan SmartDock), Album (sebelumnya bernama galeri), dan juga tambahan pasar aplikasi alternatif seperti App Xtra, Play Now dan Recommended. Sayangnya, aplikasi Whatsapp bawaan OS masih tetap dikatakan jadul oleh sistem sehingga kami harus mengunduhnya kembali agar dapat dipergunakan. Sebagai bonus, Sony memberikan aplikasi Office Suite yang dapat digunakan sebagai viewer dan editor pada file-file office dengan format doc (Word Processing), xls (spreadsheet) dan ppt (presentation). Sayangnya, opsi untuk mengambil gambar screenshot tampaknya dihilangkan sehingga cukup membuat kami kewalahan untuk mengambil gambar pada layar sebagai ilustrasi disini.

Overall, bagi kami Sony XPeria P merupakan salah satu alternatif yang dapat dijadikan pilihan sebagai ponsel branded berbasiskan Android yang powerfull namun tetap terjangkau bagi pengguna.