Menu
Categories
Antara Intan Pradnyanidewi dengan Mirah Gayatridewi
December 17, 2012 tentang Buah Hati

Jika dibandingkan dengan masa-masa kecil putri pertama kami Mirah gayatridewi, barangkali kelahiran putri kedua kami kali ini terasa sedikit lebih berat, apalagi kalau bukan lantaran kesibukan yang makin padat dan kadang kala membuat jenuh pikiran juga fisik. Namun untuk urusan ngemong, tetaplah jadi nomor satu.

Jika dibandingkan lagi dengan publikasi cerita ataupun foto dengan kelahiran putri pertama kami, keberadaan Intan terasa sedikit terlupakan, bisa jadi banyak orang tua yang merasa demikian sama seperti yang saya rasakan. Namun tetap, gambar dan foto kami ambil secara berkala, hanya seperti ungkapan diatas tadi bahwa kejenuhan tidak bisa dibendung, aksi publish di blog pun jadi makin terhambat oleh mood.

Intan putri kedua kami katanya lebih mirip wajah bapaknya waktu kecil, demikian halnya dengan marah-marahnya *uhuk

Namun karena ini putri kedua, sayapun tetap berharap secara wajah bisa secantik kakaknya atau minimal mengambil wajah ‘bali’ ibunya, bukan boros wajah Bapaknya. Agar kelak ia tak malu jika dikatakan mirip Bapak, namun tetap secantik ibu. :p

Dibandingkan dengan saat merawat Mirah kecil, kini saya tak lagi ragu dan bingung saat harus menggendong, meninabobokan, atau menggantikan popoknya lantaran semua itu akan terasa secara alami seiring berjalannya waktu. Malah terkadang saya lebih suka meminta Intan untuk saya gendong, utamanya agar ibu, kakek dan neneknya bisa lebih bebas beraktifitas, efeknya aktifitas sendiri malah lebih cenderung terabaikan.

Agar Intan tertidur dalam gendongan, tembang bali ‘gending rare’ Putri Cening Ayu menjadi favorit saya untuk dilantunkan. Sambil tersenyum, saya tak lupa mengelus kepala kecilnya agar ia tahu bahwa saya begitu menyayanginya. Yang kalo sampe ketahuan Mirah kakaknya, saya bakalan kena pukul dan jewer lantaran lebih suka menggendong adik ketimbang dirinya.

Ya, MiRah sudah mulai cemburuan dengan si adik. Dengan berat tubuhnya yang kini mencapai 24 Kg, ukuran tinggi badan malah sudah setara sepupunya yang tingkat SD. Sayapun merasa untuk putri kedua kami Intan, memiliki postur yang sama. Mengambil genetik saya.

Banyak kisah yang sebetulnya ingin saya ceritakan disini. Tentang Intan putri kedua kami yang punya kebiasaan menggeliat kalo lagi tidur di kasur namun terdiam saat berada di gendongan, atau tentang Mirah yang hari minggu lalu sempat tampil menjadi Janger dalam salah satu sesi pentas budaya. Namun tetap yang namanya mood menulis, hilang seketika saat kedua putri kami ini berada dekat di mata.

I Love You Two…

"3" Comments
  1. Soal punya anak kedua, saya kadang berpikir apakah nanti saya bisa menyamakan perlakuannya dengan anak pertama.
    imadewira´s last blog post ..Manfaat Aplikasi WordPress For Android

    [Reply]

    pande Reply:

    Dikatakan sulit, kok kelihatannya gampang yah ?
    Dikatakan gampang, rupanya memang sulit :p

    [Reply]

  2. sudah dua aje ney Bli pande…mantabbb,kapan nyusuknya yah..xixixi
    SIge´s last blog post ..Melangkah ke Jakarta

    [Reply]

Leave a Reply
*