Berbagi Koneksi lewat Jaringan Wifi

Category : tentang TeKnoLoGi

Mendapatkan layanan paket data yang bersifat Unlimited tanpa adanya penambahan beban biaya saat Kuota terlewati dengan harga yang terjangkau, bisa dikatakan sudah sangat sulit ditemukan belakangan ini. Kalaupun ada, bisa jadi alternatif operator yang tersedia pun sangat terbatas, mengingat ada banyak faktor yang membuatnya mampu untuk dapat digunakan dengan baik. Sayang, tidak semua paket layanan data tersebut dapat dijangkau secara nilai oleh kebanyakan orang, sehingga tips kali ini kami bagi kepada Kawan semua, tentang Bagaimana cara untuk berbagi koneksi melalui Wifi dengan memanfaatkan satu layanan paket data saja.

Mengapa satu ? karena untuk mendapatkan satu layanan paket data yang bersifat Unlimited secara memuaskan semua pihak biasanya harus ditebus dengan nilai yang tidak sedikit. Maka saran kami berikutnya sebelum memulai tips adalah melakukan patungan biaya antar beberapa kawan untuk dapat menutupi biaya langganan bulanan yang dikenai oleh provider yang kelak digunakan. Seberapa besar biayanya ? tentu Kawan yang nanti lebih tahu, baik berdasarkan penjelasan dari website resmi masing-masing operator ataupun rekomendasi dari kawan lain yang telah lebih dulu mencobanya.

Lantas, apa saja yang dibutuhkan untuk dapat Berbagi Koneksi lewat jaringan Wifi ? semua kembali pada jenis perangkat yang kawan Gunakan. Apakah itu berupa modem router, mobile ponsel, smartphone ataupun tabletpc atau barangkali perangkat PC atau Notebook sekalipun. Semua memiliki jenis pengaturan yang berbeda satu sama lain, demikian halnya dengan kemampuan.

Pesatnya kemajuan teknologi di dunia telekomunikasi merupakan faktor utama mengapa hal seperti ini sudah bisa dilakukan. Bahkan bisa dikatakan bahwa tips ini telah dapat dilakukan satu dua tahun lalu berkat inovasi dari salah satu sistem operasi yang kini mulai mendominasi dunia.

Bila kawan memiliki sebuah perangkat modem router yang kini telah banyak dapat ditemukan di pasaran, barangkali akan jauh lebih mudah mengingat tidak banyak persyaratan yang dibutuhkan untuk dapat membagi koneksi lewat jaringan wifi ke banyak pengguna. Cukup menggunakan satu kartu yang telah diaktifkan layanan paket data Unlimitednya, Kawan tinggal melakukan pengaturan dengan berbagai kesepakatan antar pengguna yang kelak memanfaatkannya. Apakah akan ada pemberlakuan privacy atau input kode password tertentu yang diganti secara berkala agar tidak sembarang orang dapat menggunakannya, atau halaman atau aktifitas yang boleh dilakukan atau tidak diakses demi menjaga batasan kuota pemakaian wajar. Untuk harga modem Router sejenis ini bisa didapatkan dari kisaran 300ribuan hingga 1,7 juta rupiah bergantung pada merek dan kemampuannya.

Lain lagi jika perangkat yang Kawan gunakan ini merupakan perangkat mobile ponsel yang dari ragamnya memang mengadopsi berbagai sistem operasi. Persyaratan utama selain adanya dukungan koneksi jaringan wifi yang dimiliki secara built in pada perangkat serta kartu tadi, Kawan pula harus menyiapkan berbagai upaya dari aplikasi maupun upgrade versi sistem operasi, yang sedianya dapat mendukung perangkat untuk melakukan kemampuan seperti yang kami maksudkan.

Untuk yang mensyaratkan penggunaan aplikasi, datang dari ponsel Nokia yang masih mengadopsi sistem operasi Symbian 60 atau versi Belle dan Anna, yaitu menggunakan bantuan aplikasi JoikuSpot. Aplikasi ini tersedia dalam dua versi, gratis dengan kemampuan yang terbatas dan berbayar.

Sedang bagi perangkat mobile ponsel yang mensyaratkan proses Upgrade, datang dari perangkat BlackBerry yang mensyaratkan sistem operasi versi 7.1 dengan fitur yang dikenal dengan istilah Mobile Hotspot, serta perangkat ternama iPhone/iPad yang mensyaratkan proses upgrade ke iOS versi 4.3 untuk dapat menemukan fitur Personal Hotspot pada menu Pengaturan. Jikapun para pengguna produk Apple tidak mampu melakukan proses Upgrade perangkat lantaran ketidaktersediaan versi terkini dari sistem operasi yang digunakan, Kawan dapat memanfaatkan bantuan aplikasi MyWi dengan tambahan perangkat kabel data atau Bluetooth.

Sedangkan bagi perangkat mobile phone yang memang sudah mengadopsi fitur berbagi koneksi melalui jaringan Wifi ini, datang dari sistem operasi Windows Phone baik versi 7, 7,5 dan yang terkini 8, dengan menggunakan istilah Internet Sharing. Ada juga perangkat ponsel maupun tabletpc yang berbasiskan Android, sudah bisa melakukan kemampuan ini sejak dirilisnya sistem operasi versi 2.2 Froyo dua tahun lalu. Adapun istilah yang digunakan dalam perangkat ini adalah Tethering dan dapat ditemukan dalam menu Pengaturan Wireless.

Berbeda dengan kemampuan pengaturan lanjutan yang dapat dilakukan oleh modem Router seperti yang kami sebutkan diatas, untuk sesi pengaturan yang dapat dilakukan pada perangkat mobile phone ini hanyalah fitur Privacy atau input kode keamanan serta persetujuan bagi perangkat mana saja yang diperbolehkan mengakses jaringan seperti yang terdapat dalam perangkat Android milik brand asal Korea Selatan, HTC.

Perangkat terakhir yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan aksi Berbagi Koneksi lewat wifi adalah PC ataupun Notebook yang memang mutlak harus memiliki kemampuan koneksi Wifi built in. Sedang sarana yang dapat digunakan untuk membagi koneksi ke banyak pengguna adalah pemnfaatan aplikasi mobile hotspot, dimana salah satu yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Connectify. Seperti halnya dua jenis perangkat sebelumnya, Pengaturan Privacy merupakan hal yang mutlak dilakukan saat proses instalasi selesai. Dimana proses ini akan diikutsertakan dalam tutorial awal langkah penggunaan aplikasi Connectify. Lantas bagaimana dengan sumber koneksinya ? apakah dengan menggunakan kartu sim card dari operator ? tentu tidak, karena sangat jarang bisa ditemukan perangkat pc ataupun notebook yang memiliki slot sim card secara khusus langsung dalam bodi perangkat. sehingga alternatif yang dapat ditawarkan disini adalah Modem usb biasa atau mobile ponsel non smartphone (yang biasanya disebut dengan istilah feature phone) yang telah diubah kemampuannya sebagai modem dengan bantuan kabel data atau bluetooth.

Tips berbagi koneksi melalui jaringan wifi kali ini, bisa menjadi solusi praktis bagi sebagian orang yang menginginkan ketersediaan jaringan internet mumpuni lewat satu perangkat dengan biaya langganan bulanan yang dapat dikumpulkan secara kolektif.

Feature Phone, ponsel standar dalam arti sebenarnya

Category : tentang TeKnoLoGi

Jauh sebelum kemunculan berbagai sistem operasi yang kini menghiasi berbagai ponsel pintar, Feature Phone merupakan satu-satunya pilihan yang dapat digunakan oleh sekian juta pengguna di tanah air maupun dalam skala dunia.
Feature Phone merupakan sebuah perangkat mobile teknologi yang memang tidak dipersiapkan sebagai sebuah perangkat ponsel pintar. Artinya paling minim fungsi utama mobile phone sudah terpenuhi dan siap digunakan untuk bertelekomunikasi. Voice call dan sms.

Di era tahun 2000an awal, beberapa nama besar telah mendahului peruntungan dan menikmati lezatnya kue Feature Phone, yang saat itu hanya dapat dinikmati oleh kalangan terbatas. Minimal menengah ke atas. Tidak heran jika pada pemanfaatannya, beberapa pengguna kerap melakukan percakapan dengan nada yang sedikit lebih keras dengan tujuan agar didengar oleh orang disekitarnya.

Feature Phone yang dalam kemunculan awalnya diramaikan oleh nama-nama seperti Motorola, Ericsson atau Nokia, secara perlahan tenggelam seiring hadirnya perangkat pintar bernama PDA (Personal Digital Asisstant) dan media portable player yang diperkuat dengan penambahan sistem operasi untuk menambahkan sejumlah fungsi tertentu sesuai kebutuhan pengguna. Maka hadirlah Symbian, Windows Mobile (kini Windows Phone), iOS, BlackBerry dan tentu saja Android.

Salah satu ciri penting dari sebuah perangkat Feature Phone adalah harga yang terjangkau bagi kantong pengguna. Bisa dijual dengan harga minimum lantaran secara kemampuan bisa dikatakan sangatlah terbatas, meski di masa kini beberapa nama vendor lokal masih tetap menyuntikkan kemampuan multimedia standar seperti kamera, musik, video dan TV Analog.

Berbeda dengan tipikal ponsel pintar, bisa dikatakan teknologi yang disematkan pada Feature Phone dari sejak awal kemunculannya, hampir tidak mengalami kemajuan yang berarti. Selain disuntikkannya kemampuan multimedia standar tadi, beberapa kemampuan lain yang masih dapat dinikmati adalah fitur multi sim card, layar sentuh resitif dan beberapa permainan berbasis Java.

Di tengah serbuan ponsel Android, BlackBerry dan juga iPhone, Feature Phone nampaknya masih tetap mampu bertahan meski gaungnya tak terlalu terdengar. Namun keberadaannya masih tetap diminati sebagai alternatif ponsel kedua. Mengingat ponsel pintar yang ada saat ini kebanyakan memiliki keterbatasan daya tahan untuk digunakan bertelekomunikasi. Biasanya perilaku semacam ini digunakan bagi mereka yang memiliki dua nomor dengan frekuensi yang berbeda. GSM dan CDMA.

Meski begitu ada juga pengguna yang lebih menyukai Feature Phone ketimbang ponsel pintar lantaran kemudahan penggunaan. Kalangan ini biasanya datang dari pengguna yang tidak sempat lagi untuk belajar teknologi ponsel terkini dengan berbagai alasan dan kesibukan.

Melihat adanya celah dan peluang ini, vendor besar seperti Nokia tampaknya masih tetap mengandalkan segmen Feature Phone lewat Asha series untuk pangsa pasar low end atau pemula, yang secara harga jual lebih dapat dijangkau oleh pengguna. Malahan dalam kurun waktu dua tahun terakhir Asha lebih banyak diminati ketimbang Lumia series yang memang menyasar pasar ponsel pintar. Demikian halnya dengan nama besar Samsung yang kini lebih dikenal lewat Android Galaxy seriesnya.

Tak ketinggalan beberapa vendor lokal yang secara kontinyu merilis beberapa seri Feature Phone seperti K Touch, Tiphone, Cross, Elzio, Alcatel hingga Imo. Barisan ponsel lokal yang kami sebut terakhir ini beberapa diantaranya masih setia mengadopsi bentukan perangkat BlackBerry dengan keypad qwerty-nya atau layar sentuh yang lebih banyak ke bentukan iPhone minded. Sementara sisanya kembali ke fitrah awal, batangan dengan layar mini.

Untuk harga yang kami katakan terjangkau, rata-rata Feature Phone dijual di kisaran harga 500ribuan ke bawah. Dengan harga tersebut, beberapa fitur yang sempat kami sebutkan sebelumnya tadi sudah dapat dinikmati plus tambahan kartu memory card yang biasanya hadir dalam paket penjualan. Sementara yang dijual dengan harga sedikit lebih tinggi hingga angka 1 juta rupiah, biasanya ditawarkan dengan beberapa tambahan teknologi tertentu, diantaranya sound dan speaker stereo, tombol akses langsung ke jejaring sosial, games integrated, anti air dan debu hingga layar transparant yang kini ditawarkan oleh vendor Nexian lewat Glaze M9090.

Jadi, jika Kawan sudah mulai merasakan jenuh akibat maraknya pilihan ponsel pintar yang kini banyak beredar, silahkan coba Feature Phone yang jauh lebih terjangkau namun tak kalah dalam adopsi teknologi.

Laporan LPSE Badung tentang Virtualisasi dan Cloud Computing

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

Laporan LPSE Badung
tentang Virtualisasi dan Cloud Computing

Peliknya permasalahan yang sering terjadi pada server milik LPSE Badung sebagai akibat dari proses pembaharuan (Update atau Upgrade) aplikasi sistem SPSE yang dilakukan oleh Tim Pengembangan LKPP Pusat, maupun bugs atau gangguan akibat ketidaksempurnaan sistem, menyebabkan banyak pihak yang terlibat mengalami kesulitan dalam mengakses maupun berinteraksi dan beraktifitas didalamnya.

Pertama, dari pihak intern pengelola Server LPSE Badung, diharuskan melakukan pemeliharaan, proses reboot atau restart secara berkala atau sesuai permintaan yang dapat dipertanggungjawabkan, untuk menormalkan kembali lalu lintas kunjungan ke halaman LPSE. Ini dapat dilakukan secara remote (jarak jauh) atau langsung dengan sentuhan fisik ke ruang Server LPSE Badung. Kedua, Kelompok Kerja pada unit ULP Badung dalam usaha mengakses halaman LPSE serta beraktifitas dengan paket lelang yang menjadi bagian tanggungjawabnya. Ketiga, LKPP Pusat yang secara rutin dihadapkan pada permasalahan serupa di seluruh LPSE se-Indonesia dalam rentang waktu tertentu. Keempat, Penyedia atau Rekanan yang melakukan aktifitas serupa dengan Kelompok Kerja ULP Badung. Kelima, PPK atau Pejabat Pembuat Komitmen dan masyarakat umum yang ingin memantau jalannya lelang.

Berangkat dari permasalahan tersebut, Tim Pelaksana LPSE Badung sedang berusaha untuk mencari solusi terbaik agar semua pihak yang terlibat sebagaimana disebutkan diatas sama-sama dapat beraktifitas seperti biasa, tanpa adanya gangguan akses dan aktifitas lain yang dapat memperlambat proses pengadaan barang/jasa.

Salah satu jawaban atau solusi yang kemudian kami dapatkan untuk mengatasi permasalahan diatas adalah Virtualisasi dan Cloud Computing, sebuah mekanisme teknologi memungkinkan para Administrator di perusahaan atau lembaga atau institusi untuk mengelola sistem komputerisasi secara lebih mudah serta mampu memberikan kinerja yang optimal.

1. Apa itu Virtualisasi dan Cloud Computing
Virtualisasi bisa diartikan sebagai pembuatan suatu bentuk atau versi virtual dari sesuatu yang bersifat fisik, misalnya sistem operasi, perangkat storage/penyimpanan data atau sumber daya jaringan.
Cloud Computing adalah sistem komputerisasi berbasis jaringan/internet, dimana suatu sumber daya, software, informasi dan aplikasi disediakan untuk digunakan oleh komputer lain yang membutuhkan.
Mengapa konsep ini bernama komputasi awan atau cloud computing? Ini karena internet sendiri bisa dianggap sebagai sebuah awan besar (biasanya dalam skema network, internet dilambangkan sebagai awan) yang berisi sekumpulan besar komputer yang saling terhubung, jadi cloud computing bisa diartikan sebagai komputerisasi berbasis sekumpulan komputer yang saling terhubung.

Cloud computing bisa dianggap sebagai perluasan dari virtualisasi. Perusahaan bisa menempatkan aplikasi atau sistem yang digunakan di internet, tidak mengelolanya secara internal. Contoh cloud computing untuk versi publik adalah layanan-layanan milik Google seperti Google Docs dan Google Spreadsheet. Adanya kedua layanan tersebut meniadakan kebutuhan suatu aplikasi office untuk pengolah kata dan aplikasi spreadsheet di internal perusahaan.

2. Keuntungan Menggunakan Virtualisasi dan Cloud Computing
1) Pengurangan Biaya Investasi Hardware. Investasi hardware dapat ditekan lebih rendah karena virtualisasi hanya mendayagunakan kapasitas yang sudah ada. Tak perlu ada penambahan perangkat komputer, server dan pheriperal secara fisik. Kalaupun ada penambahan kapasitas harddisk dan memori, itu lebih ditujukan untuk mendukung stabilitas kerja komputer induk, yang jika dihitung secara finansial, masih jauh lebih hemat dibandingkan investasi hardware baru.
2) Kemudahan Backup & Recovery. Server-server yang dijalankan didalam sebuah mesin virtual dapat disimpan dalam 1 buah image yang berisi seluruh konfigurasi sistem. Jika satu saat server tersebut crash, kita tidak perlu melakukan instalasi dan konfigurasi ulang. Cukup mengambil salinan image yang sudah disimpan, me-Restore data hasil backup terakhir dan server berjalan seperti sedia kala. Hemat waktu, tenaga dan sumber daya.
3) Kemudahan Deployment. Server virtual dapat dikloning sebanyak mungkin dan dapat dijalankan pada mesin lain dengan mengubah sedikit konfigurasi. Mengurangi beban kerja para staff IT dan mempercepat proses implementasi suatu sistem
4) Mengurangi Panas. Berkurangnya jumlah perangkat otomatis mengurangi panasnya ruang server/data center. Ini akan berimbas pada pengurangan biaya pendinginan/AC dan pada akhirnya mengurangi biaya penggunaan listrik
5) Mengurangi Biaya Space. Semakin sedikit jumlah server berarti semakin sedikit pula ruang untuk menyimpan perangkat. Jika server ditempatkan pada suatu co-location server/data center, ini akan berimbas pada pengurangan biaya sewa
6) Kemudahan Maintenance & Pengelolaan. Jumlah server yang lebih sedikit otomatis akan mengurangi waktu dan biaya untuk mengelola. Jumlah server yang lebih sedikit juga berarti lebih sedikit jumlah server yang harus ditangani
7) Standarisasi Hardware. Virtualisasi dan Cloud Computing melakukan emulasi hardware sehingga proses pengenalan dan pemindahan suatu spesifikasi hardware tertentu tidak menjadi masalah. Sistem tidak perlu melakukan deteksi ulang hardware sebagaimana instalasi pada sistem/komputer fisik
8) Kemudahan Replacement. Proses penggantian dan upgrade spesifikasi server lebih mudah dilakukan. Jika server induk sudah overload dan spesifikasinya tidak mencukupi lagi, kita bisa dengan mudah melakukan upgrade spesifikasi atau memindahkan virtual machine ke server lain yang lebih powerful

3. Kerugian Menggunakan Virtualisasi dan Cloud Computing dalam satu Server
1) Satu Pusat Masalah. Virtualisasi dan Cloud Computing bisa dianalogikan dengan menempatkan semua telur didalam 1 keranjang. Ini artinya jika server induk bermasalah, semua sistem virtual machine didalamnya tidak bisa digunakan. Hal ini bisa diantisipasi dengan menyediakan fasilitas backup secara otomatis dan periodik atau dengan menerapkan prinsip fail over/clustering
2) Spesifikasi Hardware. Virtualisasi dan Cloud Computing membutuhkan spesifikasi server yang lebih tinggi untuk menjalankan server induk dan mesin virtual didalamnya
3) Satu Pusat Serangan. Penempatan semua server dalam satu komputer akan menjadikannya sebagai target serangan. Jika hacker mampu menerobos masuk kedalam sistem induk, ada kemungkinan ia mampu menyusup kedalam server-server virtual dengan cara menggunakan informasi yang ada pada server induk

Pada kunjungan kami ke Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) hari kamis lalu tanggal 4-5 Oktober 2012, teknologi Virtualisasi dan Cloud Computing memang merupakan solusi terbaik untuk saat ini, demi menjawab tantangan dan persoalan pengelolaan server, karena semua aktifitas dapat dilakukan secara simultan dan otomatis tanpa mengganggu akses penggunaan sistem. Ini bisa disimpulkan setelah kami menyaksikan secara langsung pemanfaatan teknologi Virtualisasi dan Cloud Computing dalam infrastruktur milik PENS, yang telah diadopsi sejak tahun 2008 lalu.

Dalam studi kasus yang kami alami, teknologi Virtualisasi dapat diadopsi untuk membuat satu virtual server berlaku sebagai aplikasi SPSE yang nantinya dapat difungsikan sebagai cadangan produksi. Sehingga ketika Tim Pengembangan dari LKPP berkeinginan untuk melakukan penyempurnaan atau pembaharuan (Update atau Upgrade) sistem, mereka dapat melakukannya pada salah satu server tersebut tanpa mengganggu proses aktifitas dari para pelaku yang terlibat, baik intern LPSE Badung, Kelompok Kerja ULP Badung, Penyedia atau Rekanan, Pejabat Pembuat Komitmen maupun masyarakat umum. Ketika proses penyempurnaan atau pembaharuan selesai dilakukan, serta telah melewati masa pengujian, server tersebut dapat berpindah fungsi menggantikan yang sedang berjalan hanya dalam hitungan menit.

Sedangkan teknologi Cloud Computing dapat diadopsi untuk memposisikan aplikasi SPSE dalam satu tempat untuk kemudian diakses oleh puluhan bahkan ratusan unit LPSE di seluruh Indonesia. Hal ini akan jauh lebih menghemat waktu, biaya dan juga tenaga dibandingkan dengan kondisi saat ini yang masih melakukan penyempurnaan atau pembaharuan (Update atau Upgrade) sistem, secara satu persatu. Selain itu untuk faktor gangguan atau ketidaksempurnaan sistem, dapat dipantau secara keseluruhan sekaligus.

Satu-satunya kelemahan dari pemanfaatan teknologi Virtualisasi dan Cloud Computing saat ini adalah besarnya dana investasi yang harus dikeluarkan pada awal perencanaan. Namun bila dilihat dari segi manfaat serta kemudahan yang dihasilkan dalam jangka panjang, pengeluaran biaya yang dimaksud bukanlah menjadi satu nilai yang besar.

Bagi LPSE Badung, saat ini adalah waktu yang paling tepat untuk mengimplementasikan teknologi Virtualisasi dan Cloud Computing dalam pengelolaan server LPSE, mengingat secara besaran space data kegiatan Pengadaan Barang/Jasa yang tersimpan dalam database yang ada saat ini, masih tergolong sedikit. Sehingga proses migrasi yang dilakukan akan menjadi lebih mudah dibanding bila jumlah datanya sudah cukup besar.

Berkaitan dengan itu, dibutuhkan pula satu aplikasi tambahan yang berfungsi sebagai manajemen informasi akses kontrol, yang dapat dimanfaatkan untuk memantau sejumlah aktifitas maupun kondisi perangkat yang berada dalam jangkauan LPSE Badung secara real time serta dapat diakses kapanpun dan dimanapun, lewat perangkat komputer maupun mobile tablet.

Referensi :
1. Panduan Virtualisasi dan Cloud Computing pada Sistem Linux, Masim “Vavai” Sugianto http://www.vavai.com/, 06 Januari 2011
2. Wawancara, Kepala UPT Komunikasi dan Sistem Informasi Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Idris Winarno, SST., Mkom, 4 Oktober 2012
3. PT. Karlin Mastrindo, Proposal Project Virtualisasi LPSE Badung, 23 Juli 2012

Mangupura, 9 Oktober 2012
Sekretaris LPSE Badung

(Pande Nyoman Artawibawa, ST., MT.)
NIP. 19780416 200312 1 012

Laporan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi LPSE

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

Laporan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi LPSE
Yogyakarta 11 s/d 13 Juni 2012

Menindaklanjuti Surat LKPP yang disampaikan melalui e-mail pada tanggal 28 Mei 2012 dengan nomor 2205/D-II/05/2012, perihal Undangan Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Aplikasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Yogyakarta, maka atas seijin pimpinan kami memutuskan untuk mengirimkan satu tenaga teknis di masing-masing bidang untuk ikut serta menyampaikan masukan atau keluhan serta menyerap beberapa perubahan terkait rencana migrasi aplikasi SPSE dari versi saat ini (3.2.5) ke versi 3.5 dan versi 4.0.

Adapun LPSE Kabupaten Badung merupakan salah satu dari 46 LPSE yang terpilih untuk menghadiri Undangan Rapat Koordinasi Teknis kali ini, dari 456 LPSE di seluruh Indonesia berdasarkan pertimbangan keaktifan pemberian masukan untuk pengembangan Aplikasi LPSE serta perkembangan jumlah paket pengadaan yang dilelangkan selama satu tahun terakhir. Bersama-sama dengan LPSE Provinsi Bali, kehadiran kami sudah dianggap sebagai perwakilan LPSE Regional Bali.

Berdasarkan jadwal yang telah ditentukan selama tiga hari di Ballroom Hotel Sheraton Yogyakarta, terdapat setidaknya enam sesi diskusi yang harus kami ikuti serta satu sesi presentasi aplikasi yang telah dikembangkan oleh beberapa LPSE. Adapun sesi yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Diskusi fitur dan hak akses Admin LPSE, Admin Agency, Verifikator, Trainer, Helpdesk, PPK, Panitia, Penyedia dan Auditor pada Aplikasi SPSE v.4
2. Diskusi bisnis proses Pembuatan Paket Lelang sampai dengan Pembukaan File Penawaran pada Aplikasi SPSE v.4
3. Diskusi bisnis proses Evaluasi Lelang sampai dengan Penerbitan SPPBJ pada Aplikasi SPSE v.4
4. Diskusi Pengembangan Aplikasi Pengaman Dokumen, Otentifikasi Sertifikat Digital dan aplikasi SPAM KODOK
5. Diskusi pengembangan fitur Pengumuman dan User Management dalam Inaproc serta ADP / Agregasi Data Penyedia
6. Diskusi pengembangan aplikasi Data Warehouse, Regional Smart Report dan Nasional LPSE
7. Presentasi Aplikasi Smart Report yang dikembangkan oleh LPSE Provinsi Bangka Belitung, Aplikasi SMS Gateway dari LPSE Kabupaten Berau Kalimantan Tengah dan Aplikasi LPSE Mandiri dari LPSE Kota Surabaya

Beberapa informasi terkait materi diskusi dan pengembangan aplikasi diatas, dapat kami laporkan sebagai berikut.

1. Kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek), rencananya akan digunakan sebagai wadah bagi LPSE untuk mendapatkan masukan dan keluhan terkait operasional aplikasi SPSE baik dari sisi Pengelola LPSE, User (Panitia/Pokja dan Penyedia) serta menampung ide-ide aspiratif serta inovatif untuk dimanfaatkan serta dikembangkan guna mendukung terlaksananya e-Procurement (Pengadaan barang/Jasa) di lingkungan Pemerintah yang lebih efektif dan efisien.

2. Rakortek pada tahun 2012 ini rencananya akan dilaksanakan sebanyak 3 (tiga) kali yaitu Yogyakarta(11 Juni 2012) untuk sesi Aplikasi, Makassar untuk sesi Tata Kelola (28 Juni 2012) dan Pekanbaru untuk sesi Infrastruktur (11 Juli 2012). Sedangkan untuk pelaksanaan Rakornas atau Rapat Koordinasi tingkat Nasional LPSE akan diadakan satu kali dalam satu tahun pada bulan Oktober 2012.

3. Rilis pembaharuan Aplikasi SPSE versi 3.5 rencananya akan dilaksanakan bersamaan pada Rakornas bulan November 2012, sedangkan untuk versi 4.0 paling cepat akan diinstalasi di semua LPSE, awal tahun 2013 mendatang.

4. Penyebutan Admin PPE yang selama ini dilakukan hingga aplikasi SPSE versi 3.2.5 akan dilakukan perubahan pada aplikasi SPSE versi 4.0 menjadi Admin LPSE, dengan penambahan fitur meliputi :
a. Smart Report untuk melakukan pelaporan terkait kinerja dan proses penggunaan SPSE,
b. kemampuan untuk melakukan Monitoring Resources seperti Hard Disk, RAM, Database dan Server, serta
c. penambahan User Sub Admin (akan dijelaskan lebih lanjut).
Sedangkan pengurangan fitur dilakukan pada Lowongan Pekerjaan dan File Manager yang memang jarang dimanfaatkan.

5. Dalam Pengelolaan LPSE mendatang akan ada dua model LPSE yang akan diterapkan, yaitu LPSE Server Provider dan LPSE Service Provider. Yang dimaksud dengan LPSE Server Provider adalah unit induk yang mengelola LPSE secara utuh sesuai dengan Perka LKPP Nomor 2 Tahun 2010 yang mengatur tentang LPSE. Sedangkan LPSE Service Provider adalah unit yang hanya melakukan pelayanan pengadaan barang/jasa tanpa memiliki fungsi pembinaan atau pelatihan serta infrastruktur. Biasanya yang disebut sebagai model kedua ini adalah unit LPSE yang dilaksanakan dengan cara menumpang di unit LPSE lainnya.

6. Pengelolaan aplikasi pada LPSE Service Provider akan dilaksanakan oleh satu user yang dibuat oleh admin LPSE yaitu Sub Admin, yang rencananya baru bisa terakomodir pada SPSE versi 4.0.

7. Perubahan hak akses pada Admin Agency meliputi penambahan tugas untuk pembuatan akun PA/KPA, PPK dan Auditor yang kelak memiliki wewenang untuk melakukan pemeriksaan terkait proses lelang. Sedang untuk pengurangan aktifitas, tepatnya pada input kode anggaran yang pada versi saat ini (3.2.5) dilakukan sebelum pengajuan paket lelang yang akan dilaksanakan melalui jalur e-Proc. Pengurangan aktifitas ini akan meniadakan opsi input paket lelang yang biasanya hadir di halaman Satuan Kerja. Rencananya aktifitas ini akan dilakukan oleh masing-masing Panitia/Pokja.

8. Untuk hak akses Verifikator, terdapat fasilitas untuk memverifikasi ulang Rekanan/Penyedia apabila terdapat perubahan yang vital termasuk opsi NPWP dan perijinan. Pula penyempurnaan fitur Searching pada halaman daftar Rekanan/Penyedia secara menyeluruh.

9. Untuk hak akses Helpdesk terdapat fitur Live Support yang ditujukan secara langsung ke Helpdesk LKPP serta pembaharuan halaman yang mampu melihat status Agregasi dari Rekanan/Penyedia.

10. Untuk hak akses Trainer terdapat banyak pembaharuan fitur dan kemampuan diantaranya :
a. opsi untuk melakukan Reset Data Latihan dan Reset Password, mencegah terjadinya penumpukan data seperti yang dialami saat ini
b. mampu melakukan tiga kelas pelatihan dalam satu waktu dengan mengandalkan satu Server Latihan, lengkap dengan pengaturan waktu per masing-masing kelas dan
c. kemampuan untuk menjadi semua User LPSE sekaligus tanpa melakukan aktifitas Log Out, meliputi PA/KPA, PPK, Panitia dan Rekanan/Penyedia. Ini akan memberikan efisiensi waktu bagi Trainer LPSE yang sedang melatih dalam tiga kelas berbeda.

11. Untuk hak akses Panitia Lelang terdapat banyak perubahan meliputi :
a. penambahan field/kolom surat permintaan lelang dari PPK,
b. field/kolom Kode Anggaran untuk paket lelang yang akan dilaksanakan melalui jalur e-Proc (untuk format kode anggaran akan segera dibakukan),
c. field/kolom sumber dana tambahan apabila bersumber lebih dari satu mata anggaran,
d. field/kolom Lokasi Pekerjaan apabila paket merupakan kerjasama antar daerah,
e. field/kolom persyaratan lelang yang dapat ditambahkan tanpa harus melakukan penyimpanan terlebih dulu,
f. field/kolom penjadwalan lelang yang dapat dilakukan dalam sekali waktu,
g. penambahan status Progress Bar saat melakukan Upload file Dokumen Lelang untuk mengetahui prosentase proses,
h. opsi persetujuan pengumuman paket lelang oleh setengah dari anggota Pokja/Panitia
i. melihat dan memonitor anggota Panitia yang terdaftar dan aktif untuk mencegah adanya ‘panitia siluman’
j. notifikasi jadwal pelelangan lewat pengingat layaknya akun FaceBook atau email

12. Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa akan ada penambahan akun User bagi PA/KPA dan PPK yang nantinya dapat difungsikan untuk memantau serta menindaklanjuti proses paket lelang yang menjadi tanggung jawab mereka. Tugas pertama dari User ini adalah mengumumkan Rencana Umum Pengadaan/RUP. Yang nantinya berwenang untuk memberikan User ID dan Password bagi User ini adalah Admin Agency.

13. Untuk hak akses Penyedia/Rekanan, satu-satunya penambahan fitur yang terjadi hanyalah status Progress Bar seperti halnya Panitia, pada proses Upload Dokumen Penawaran untuk mengetahui prosentasi proses pengiriman file.

14. Untuk Aplikasi SPSE secara umum terdapat penyempurnaan fitur Searching yang nantinya akan hadir di setiap halaman, serta opsi Captcha pada halaman Frequently Asked Questions/ FAQ untuk mencegah adanya komentar/pertanyaan Spam yang masuk ke halaman LPSE. Selain itu sedang dikembangkan pula daftar e-Catalog untuk pengadaan biaya sewa koneksi Bandwidth dan hal-hal penting lainnya. Sedang untuk beberapa masukan yang kami sampaikan terkait fitur Black List, pembatasan Kemampuan Dasar dan Kemampuan Paket masing-masing Penyedia/Rekanan, belum bisa diakomodir pada versi 3.5

15. Untuk fitur Agregasi, tampaknya Aplikasi SPSE versi 3.5 nanti akan mengakomodir opsi ‘Disable akun Penyedia/Rekanan yang dianggap sudah tidak aktif lagi. Hal ini biasanya terjadi pada akun Penyedia/Rekanan yang melakukan pendaftaran dua kali atau lebih akibat lupa UserID dan Password. Agregasi Data Penyedia atau ADP ini pun kelak akan berlaku pula bagi User PPK dan Panitia yang bertugas di dua kepanitiaan atau lebih.Tujuan dari ADP ini untuk membuka peluang bagi Penyedia/Rekanan masuk ke pasar pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemerintah seluruh Indonesia.

16. Untuk Aplikasi Pengaman Dokumen atau yang dikenal Apendo, akan dikembangkan sebagai berikut :
a. Terdapat dua versi Apendo yaitu versi 3.1 yang akan digunakan pada Aplikasi SPSE versi 3.5 dan SpamKodok atau Sistem Pengaman Komunikasi Dokumentasi untuk Aplikasi SPSE versi 4.0.
b. Apabila Apendo sebelumnya hanya mampu berjalan di satu platform OS yaitu Windows, maka yang akan dikembangkan nanti akan dapat berjalan di multiplatform baik Windows, Mac ataupun Linux.
c. Adanya penambahan kemampuan untuk meng-enkripsi/dekripsi data dalam bentuk folder dan subfolder serta banyak file sekaligus.
d. Apabila pengguna Apendo lupa dengan password yang telah diubah sebelumnya, kini terdapat opsi ‘Reset Password’ dengan cara memenuhi tiga pertanyaan yang telah diatur sebelumnya. Fitur ini mirip dengan perilaku ‘Lupa Password’ yang biasanya hadir pada pembuatan e-mail dan akun keanggotaan.
e. Untuk lebih meyakinkan pengguna Apendo akan file yang telah disandi, aplikasi mampu melakukan cross check terhadap file aslinya serta me-dekripsi data kembali. Adapun penamaan hasil Dekripsi nantinya akan mengacu pada nama kegiatan disambung dengan nama Rekanan/Penyedia. Hal ini untuk menghindari tertumpuknya data atau kebingungan panitia/Pokja saat melakukan proses Dekripsi pada banyak kegiatan sekaligus.
f. Terdapat nama Rekanan/Penyedia pada sisi atas aplikasi untuk mencegah kesalahan pengguna melakukan penyandian menggunakan Apendo milik perusahaan lain.

17. Sesi pertama Pengembangan Aplikasi SPSE diisi oleh LPSE Provinsi Bangka Belitung yang mengembangkan fitur Smart Report berbasis Conten Management System (CMS) yang ditampilkan dalam bentuk sebuah Blog, dimana sebagian besar data yang tampil dihalaman tersebut dibuat secara otomatis dengan mengambil data dari Server LPSE. Selain itu terdapat pula beberapa laporan bulanan baik terkait Jumlah penyedia, infrastruktur dan juga tips / trik tutorial yang dapat dibaca dan dipahami oleh Panitia, penyedia/Rekanan dan masyarakat umum. Fitur ini mirip seperti laporan berkala yang kami sampaikan lewat akun Twitter @LPSEBadung.

18. Sesi terakhir tentang pengenalan fitur SMS Gateway yang dikembangkan oleh LPSE Kabupaten Berau Kalimantan Tengah, memanfaatkan database pada Server LPSE untuk menyampaikan notifikasi atau pengingat pada Panitia/Pokja terkait jadwal Pelelangan yang harus diselesaikan. Terhitung fitur ini baru di Launching pada 29 Maret 2012 lalu. Adapun yang dipersyaratkan dalam mengoperasikan fitur ini adalah SK Panitia, nomor ponsel dari masing-masing panitia serta proses Aktivasi. Fitur SMS Gateway ini secara otomatis akan mengirimkan sms pemberitahuan terkait jadwal Lelang dua jam sebelumnya ke perangkat ponsel Panitia/Pokja, mencegah jadwal Lelang terlewatkan. Pengembangan fitur ini kabarnya akan diintegrasikan dengan Aplikasi LPSE kedepannya.

Demikian yang dapat kami sampaikan terkait semua diskusi dan pengembangan Aplikasi SPSE yang dilaksanakan pada Rapat Koordinasi Teknis LPSE oleh LKPP 11 s/d 13 Juni 2012 di Yogyakarta.

Mangupura,
Sekretaris LPSE Badung

(Pande Nyoman Artawibawa, ST., MT.)
NIP. 19780416 200312 1 012

@LPSEBadung Trik [Update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

[update] Bagi Kawan”Pokja yg mengakses Apendo di Ruang Biding LPSE Badung, bisa menggunakan shortcut aplikasi yg tersedia di masing”PC

[update] Adapun Apendo Paniti v.3.1 dapat diakses dengan menggunakan User- lpselkpp dan Passw- ulpbadun6

Trik [Update] Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

> Apendo, Aplikasi Pengaman Dokumen yg sifatnya berdiri sendiri. Tidak perlu instalasi, tidak membutuhkan koneksi internet utk menggunakannya
> Itu sebabnya, ketika Rekan berhasil mengunduhnya dari halaman profile akun LPSE, lakukan ekstraksi folder dan simpan file compresinya

> Dalam folder Aplikasi Apendo, terdapat dua subFolder antara lain ‘bin’ untuk penempatan aplikasi, dan folder lainnya untuk Petunjuk/Help
> Silahkan perhatikan jumlah file yang terdapat dalam folder ‘bin’ sebelum Rekan melakukan Login dan mengubah password standarnya…
> Perhatikan lagi jumlah file yang bertambah pasca Rekan melakukan Login dan berhasil mengubah Password sesuai keinginan
> Di layar Apendo Panitia, akan terdapat satu file tambahan bernama AELconfig.dat sdg pada layar Rekanan, ditambah satu file lg, VendorID.dat
> Dalam file berekstensi dat inilah userID, password dan tiga pertanyaan tersimpan sebagai Pengingat saat Rekan melakukan Login kembali
> Maka itu, ketika Rekan nanti mengalami ‘Lupa Password’, kedua file ini dapat dihapus secara permanen dari Folder…
> Dan User Password akan dikembalikan ke sistem Default… Silahkan tekan tombol F1 pada keyboard untuk lebih jelasnya…

> Pola penggunaan Aplikasi Apendo, rupanya berbeda antara yang digunakan oleh Panitia dengan Penyedia atau Rekanan
> Jika Apendo untuk Panitia bisa berlaku satu userID untuk semua Panitia, tidak demikian halnya dengan Apendo untuk Penyedia
> Itu sebabnya kami, Tim Pelaksana LPSE Badung berinisiatif untuk menempatkan satu shortcut aplikasi Apendo dalam setiap PC di gedung LPSE (1)
> Yang sedianya diperuntukkan bagi Panitia, dan dapat diakses dengan menggunakan UserID lpselkpp dan Password ulpbadun6 (2)

> Sedangkan Apendo yang akan digunakan oleh Rekanan atau Penyedia, belum bisa kami perlakukan hal yang sama mengingat ID Publik masing” (3)
> Penyedia berbeda satu sama lainnya… Jadi disini dapat kami sarankan bagi Penyedia atau Rekanan untuk melakukan ekstraksi (4)
> Dari file compresi ke dalam bentuk Folder. Lakukan Login dan ganti Password default dengan kode yang diinginkan termasuk ID Digital (5)
> Jika berhasil, ubah nama Folder aplikasi Apendo yang telah diubah Passwordnya, lalu pindahkan Folder tsb ke Flash Disk / HD eksternal (6)
> Jikapun kelak ingin melakukan Encrypt file penawaran, dapat menggunakan Aplikasi Apendo yang telah dicopy ke FD/HD eksternal tersebut (7)

> Semoga Tips tadi bisa berguna, dan kami akan sajikan di Ruang Biding dan papan Pengumuman kelak sebagai pencerahan… Selamat beraktifitas

Teknologi yang dibenamkan dalam SPSE ini sama saja dengan Teknologi lain, yang secara kontinyu mutlak membutuhkan pembelajaran baru

Apabila sistem SPSE versi 4 jadi dirilis Tahun 2013 nanti, aplikasi Apendo akan berubah nama menjadi SPAM KODOK

SPAM KODOK merupakan singkatan dari Sistem Pengamanan Komunikasi Dokumentasi yang kelak mengambil simbol Kodok (hewan)

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

@LPSEBadung Tips Menggunakan Aplikasi Apendo LPSE v.3.1

1

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang TeKnoLoGi

> Ternyata masih banyak jg kawan Rekanan/Penyedia LPSE dan Panitia ULP yang belum paham dengan Apendo versi 3.1.. Perlu kultwit singkat nih..

> Apendo merupakan Aplikasi Pengaman Dokumen yang digunakan untuk melakukan penyandian pada Dokumen Penawaran sebuah paket pelelangan eProc
> Jika pada sistem SPSE versi 3.2.5 ke bawah menggunakan Apendo versi 2, maka dalam sistem SPSE versi 3.5, menggunakan versi 3.1 terbaru

> Seperti biasa, Apendo dapat diunduh melalui halaman Home masing”User Penyedia/Rekanan dan Panitia dalam bentuk zip atau compress file
> Secara default, tidak ada perubahan penggunaan Kata Sandi untuk dapat membuka dan menggunakan Apendo dari versi terdahulu
> Bagi Penyedia atau Rekanan tetap menggunakan UserID lpselkpp dan Password rekananlpse atau tekan tombol F1 untuk Bantuan Penggunaan
> dan Bagi Panitia/ULP menggunakan UserID lpselkpp dan Password panitialpse atau tekan tombol F1 untuk Bantuan Penggunaan

> Yang membedakan antara Apendo 2 dalam SPSE 3.2.5 dengan Apendo 3 dalam SPSE versi 3.5 adalah sebagai berikut : (1)
> (2) Setelah User berhasil melakukan Login, User wajib melakukan perubahan Password disertai mengisi 3 pertanyaan tambahan
> (3) Penggantian Password Apendo diharapkan menggunakan kata kunci kombinasi Huruf dan Angka layaknya pembuatan password akun AppleID
> (4) Apabila kelak User lupa dengan Password yang telah diganti, maka aplikasi akan memberikan 3 pertanyaan yang harus dijawab dengan benar
> (5) maka itu, ingatlah selalu 3 jawaban yang diberikan untuk mengisi opsi pertanyaan perubahan password

> (6) Apabila Proses Login pada aplikasi Apendo berhasil, maka tombol untuk melakukan ‘Pilih Folder’ akan terlihat aktif dan siap digunakan
> (7) Untuk aplikasi Apendo bagi Penyedia, bisa dilihat nama Perusahaa yang Rekan inputkan pada sisi kiri atas aplikasi, untuk meyakinkan
> (8) Hadirnya nama perusahaan di aplikasi Apendo digunakan utk mencegah Penyedia menggunakan Apendo perusahaan lain dalam menyandi Penawaran
> (9) apabila dalam Apendo terdahulu, proses dilakukan dengan melakukan pemilihan File, maka di Apendo terbaru, dpt dilakukan pemilihan Folder
> (10) Pemilihan Folder kali ini agar dalam pemilihan file diharapkan tidak ada yang tertinggal saat melakukan proses Penyandian

> (11) Demikian halnya proses yang dilakukan oleh Panitia ULP, hasil pembukaan dokumen akan secara otomatis menghasilkan satu Folder baru
> (12)Adapun Folder baru ini akan diberi nama secara otomatis oleh Apendo sesuai nama Kegiatan dan nama Penyedia
> (13) jika dalam Apendo terdahulu Panitia melakukan proses pembukaan secara satu persatu Rekanan, kini dapat melakukannya sekaligus
> (14) oleh karena proses sekaligus, maka Kunci Publik yang terlihat dihalaman Panitia, sama persis antara satu Rekanan dengan Rekanan lainnya

> (15) dalam beberapa kasus yang kami temui saat Panitia ULP mengApendo Penawaran, beberapa file tidak dapat dibuka dengan sempurna
> (16) namun kesalahan yang terpantau, bukan berasal dari file asli Penawaranyangdikirim oleh Rekanan/Penyedia, namun…
> (17) masalah terjadi akibat pemberian nama Folder dan Sub Folder yang terlalu banyak dan panjang… Jadi, Tips kami untuk yang satu ini…
> (18) Lakukan perubahan Nama Folder Kegiatan menjadi lebih singkat dari yang seharusnya, toh tidak akan mengubah kelengkapan Penawaran

> (19) Bagi Penyedia/Rekanan, file yang berhasil di Apendo dapat diperiksa kembali kelengkapannya dengan cara pembukaan kembali
> (20) Proses Apendo dianggap berhasil apabila Aplikasi menyajikan kode Hash file yang kini tampil di sisi bawah aplikasi (bukan Pop Up)

> Untuk Tips Penggunaan Apendo, masih sama dengan yang dulu pernah kami sampaikan bahwa : (1)
> (2) File Penawaran diletakkan dalam satu Folder dan diCopy dari Flash Disk/eksternal HD ke PC/notebook yang digunakan
> (3) mengapa diCopy terlebih dahulu ke PC baru diApendo, agar Proses bisa berjalan lebih cepat untuk menghemat waktu… Termasuk pengiriman
> (4) Kasus Pengiriman File dari halaman Penyedia/Rekanan yang kami temukan pagi tadi adalah proses Pengiriman Tidak Berhasil dilakukan
> (5) Adapun Browser yang dipergunakan oleh Rekanan/Penyedia adalah Internet Explorer. Lalu kami coba menggunakan Browser lain dan Berhasil
> (6) Jadi, jika Kawan Rekanan/Penyedia LPSE merasa kesulitan saat melakukan Pengiriman/UpLoad Penawaran, silahkan coba Browser lain
> (7) sekedar info, selain Internet Explorer, masih terdapat alternatif lain seperti Mozilla FireFox, Opera, Google Chrome atau Safari

Kira”sekian dulu tambahan dari kami terkait penggunaan Apendo versi 3, jika ada pertanyaan atau pengalaman lain, jangan segan share dgn kami

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

Jangan Pernah Berhenti untuk Menulis

10

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang KeseHaRian

Untuk menyandang status sebagai seorang Blogger sebetulnya bukan merupakan satu hal yang sulit. Cukup dengan memiliki sebuah media blog, berbayar atau gratisan sekalipun, dikelola sendiri dan diUpdate secara berkala. Apakah setiap hari, setiap minggu, bulan atau bahkan tahun. Sebutan Blogger dijamin akan tetap melekat.

Namun untuk menjaga konsistensi sebagai seorang Blogger, barangkali agak sedikit lebih sulit. Apalagi jika kita selalu berusaha untuk melakukan Update secara berkala dalam hitungan hari.

Setidaknya dibutuhkan tiga hal. Ide, mood dan waktu untuk menulis.

Persoalan ide, bisa datang dari mana saja. Entah itu rutinitas sehari-hari, momen atau event yang ditemui di perjalanan, kondisi lingkungan, isyu terkini atau bahkan hal-hal yang barangkali luput dari perhatian banyak orang. Jangan pernah katakan bahwa sebagai seorang blogger sempat mengalami sesi minim ide. Karena diluar sana, dan juga dalam otak manusia yang kabarnya selalu berpikir, ada jutaan ide yang selalu terlintas setiap harinya. Dan tangkaplah satu untuk dituliskan.

Kedua soal Mood. Bicara soal Mood, akan beda lagi jika menyangkut personal atau pribadi masing-masing. Mengingat Mood bisa terwujud lantaran banyak hal. Lingkungan, masalah atau bahkan hal-hal yang secara tidak sengaja dilalui. Untuk menjaga Mood bisa dikatakan hal yang cukup sulit. Karena status blogger bukanlah prioritas dalam hidup. Ada banyak hal yang lebih penting untuk dipikirkan. jadi, saat kawan sudah memiliki Mood untuk menulis, lakukanlah.

Dan ketiga, Waktu. Ini memang persoalan klise. Seperti halnya Mood, soal waktu memang kerap menjadi masalah utama, apalagi jika kesibukan sudah mulai melanda. Akan tetapi tahukah kawan jika selama 24 jam waktu yang diberikan oleh-NYA ada beberapa menit yang bisa kita manfaatkan untuk itu ? waktu untuk bergosip, waktu untuk ngopi-ngopi atau waktu untuk menunggu dan duduk manis di toilet. Semua bisa dimanfaatkan. Tinggal selanjutnya menyiapkan media yang akan digunakan untuk merangkum ketiga hal tersebut.

Diluar ketiga hal tersebut, sebenarnya ada satu hal lagi yang menjadi sebuah tantangan dalam usaha untuk menjaga konsistensi menjadi seorang blogger. Godaan Microblogging.

Jangan mengelak deh, saya yakin mood, ide ataupun waktu untuk menulis itu kini sudah mulai terancam punah gara-gara mulai kecanduan yang satu ini. Racun jejaring sosial mencakup FaceBook, Twitter dan sejenisnya masuk dalam kategori MicroBlogging dimana aktifitas blog tak lagi terpaku pada tulisan yang panjang, menanti tanggapan atau komentar sekian lama atau singkatnya waktu yang dibutuhkan untuk melalukan Update. Semua tentu sangat menggoda tidak hanya bagi seorang blogger.

Lantas, apa yang harus dilakukan ?

Ya semua terserah kawan, apakah masih tetap mau melanjutkan konsistensi sebagai seorang blogger, ataukan memilih untuk menikmati keasyikan microblogging ? kembali pada motivasi yang diinginkan.

Jangan karena alasan minimnya ide, mood atau waktu kemudian merembet pada tingkat kunjungan, tanggapan atau bahkan pendapatan iklan.

Yang pasti ada juga yang masih beranggapan bahwa dengan menulis, ada banyak hal yang bisa didapatkan. Entah meningkatnya kemampuan untuk menyusun kalimat, menyampaikan pendapat atau bahkan merambah eksistensi ke media yang jauh lebih besar. Bukankah itu bisa menjadi Satu nilai positif jika kita mampu menggapainya ?

Bersahabat dengan Diabetes

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Gag terasa sudah hampir 4 bulan saya dinyatakan mengidap Diabetes. Satu kondisi yang kerap disebut sebagai ‘the Silent Killer’ bagi banyak orang diluaran yang mengalami hal sama. Bisa dikatakan begitu, karena memang saat Gula Darah sedang tinggi-tingginya, hampir gag ada gejala penting yang dapat dilihat sebagai tanda. Berbeda ketika si penderita berada dalam kondisi Gula Darah rendah.

Saya masih ingat, akhir Mei/awal Juni lalu, saat hasil test Lab menyatakan Gula Darah yang tinggi dalam rentang waktu 3 bulan terakhir, cukup mengagetkan tentu saja. Lantaran saya tidak merasakan banyak perubahan dalam tubuh, kecuali penurunan berat badan secara drastis. Ini tidak disadari karena memang saya memutuskan untuk melakukan diet sejak Januari lalu.

Dengan hasil yang menunjukkan angka 12,6 sementara angka rujukan sekitar 6,5 artinya tingkat Gula Darah yang saya alami selama tiga bulan terakhir saat itu berada di ambang batas tinggi. Sangat ajaib saya tidak mengalami ancaman yang cukup membahayakan kesehatan. Kini setelah berjalan hampir 4 bulan, nilai tersebut turun menjadi 6,6. Menggembirakan tentu saja.

Menjalani hidup dengan Diabetes sebenarnya tidak sulit. Asalkan memang kita sebagai penderita mau menyadari kondisi tersebut dan memakluminya.

Dengan menyadari, minimal sebagai penderita bisa sedikit menahan hawa nafsu untuk mencoba dan mencoba, menghabiskan banyak hal yang enak dan nikmat, serta mampu menempatkan mereka pada sisi yang sudah seharusnya diabaikan. Akan menjadi sulit saat kita mulai menginginkannya secara berlebih dari hari ke hari.

Dalam menjalani hidup dengan Diabetes, banyak hal yang saya pelajari didalamnya. Baik melalui buku yang sengaja saya beli, artikel yang secara tak sengaja ditemukan atau langsung dari orang-orang yang sudah mengidapnya sejak lama namun masih tetap bugar dan sehat. Salah satunya adalah mengenai kesadaran tadi.

Ada memang yang mengatakan, jika kita mengidap Diabetes, harusnya mengurangi gula, mengurangi makan nasi, menggantinya dengan kentang, bla bla bla dan lainnya. Demikian pula dengan yang sejenis saat berada dalam kondisi mengidap Tekanan Darah Tinggi misalnya. Tidak disarankan mengkonsumsi makanan berGaram. Apa jadinya ? tentu akan sangat menyiksa. Dan sayapun menentang hal yang satu ini, meski banyak Dokter yang menyarankannya.

Yang menarik dari sejumlah buku dan pendapat orang-orang yang mengidapnya adalah, bukan melarang atau tidak mengkonsumsi, tapi mengurangi. Gula tetap perlu dikonsumsi, apalagi saat kadar Gula Darah terpantau rendah yang diwujudkan dalam kondisi mengeluarkan keringat dingin, gemetar dan pusing. Namun, kadar yang boleh dikonsumsi memang sebaiknya dibatasi. Atau bisa diganti dengan daftar makanan yang kita sukai dan dapat dikonsumsi dalam jumlah yang banyak.

Disamping itu, yang patut diperhatikan pula dalam menjalani keseharian bersama diabetes adalah olahraga. Tidak perat, namun tetap dilakukan secara rutin. Saya sendiri mengambil pilihan yang ringan. Berjalan kaki, secara cepat.
Opsi untuk menggerakkan badan dan berusaha membakar lemak ini saya lakoni setiap pagi pukul 5 dini hari. Rutenya bisa beragam, dari rumah kearah selatan hingga patung Catur Muka, berkeliling lapangan lalu pulang. Bisa juga berbelok kearah timur dan mengelilingi lapangan GOR Ngurah Rai, lalu balik pulang. Atau menyusuri jalan Suli hingga Sarigading.

Adalah Dokter Wira Gotra, yang selama ini banyak membimbing saya untuk selalu optimis dalam menjalani hidup bersama Diabetes. Memang, tak ada jaminan atau kepastian bahwa kita akan sembuh atau lepas sepenuhnya dari penyakit ini, karena itu hal yang patut dijaga ya itu tadi. Mengatur pola makan, mengatur pola hidup dan tentu saja berolahraga.

Banyak yang menyarankan saya untuk meminum obat ini dan itu. Namun jika tetap kita tidak mengindahkan tiga hal tersebut, saya yakin semua usaha akan gagal dengan sendirinya. Sebaliknya, tanpa meminum obat ini dan itu pun, akan tetapi kita mampu menjalankan tiga hal diatas, saya yakin kelak bakalan ada perubahan. Apalagi jika melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan.

Diabetes biasanya akan terkait erat dengan yang namanya Kolesterol. Sayapun baru mengetahuinya setelah melakukan test darah tiga bulanan kemarin. Meski sudah ada peningkatan hasil (penurunan nilai) namun tetap kadar LDL yang ada dalam darah saya ini masih berada diatas rata-rata yang disarankan. Dan itu kelak akan menjadi sebuah ancaman jika kita tidak mewaspadainya.

Untuk mengatasi kedua hal ini disamping mengkomsumsi obat yang diberikan oleh Dokter Wira Gotra (Atofar untuk menurunkan kadar LDL kolesterol dan Glumin untuk Diabetes), menjalankan tiga perubahan dalam hidup tadi, sayapun mencoba menjalankan saran yang diberikan seorang Dokter yang juga blogger Cirebon, Dokter Basuki Pramana terkait manfaat Kayu Manis untuk kedua hal tersebut. Kulit kayu manis ini direbus dalam air yang kemudian dikonsumsi pagi sebelum makan dan malam sesudah makan. Meski sedikit pahit, seperti saran Dokter Basuki, anggap saja seperti meminum segelas teh tanpa gula. Dan itu akan terbiasa dengan sendirinya.

Seorang penderita baik Diabetes maupun Kolesterol kabarnya akan melewati fase 12 tahunan dari perubahan kondisi tubuh untuk pertama kalinya ke saat ia diketahui positif mengidapnya. Sayapun mengamini hal ini. Mengingat kegemukan yang terjadi pada tubuh berlangsung sekitar tahun 2000/2001 tepatnya saat memasuki masa penyusunan Skripsi perkuliahan yang memaksa saya untuk memakan segala demi menjaga stamina. Jadi, seandainya masih bisa, waspadai hal ini kedepannya nanti.

Bersahabat dengan Diabetes mungkin menjadi satu hal terbaik dari hidup yang selama ini saya dapatkan. Mengapa saya katakan yang Terbaik ? bukan Terburuk ? karena sejak didiagnosanya kesehatan saya terancam akan ‘the silent killer’ inilah membuat semua pola hidup jadi berubah, baik mulai rajin berolahraga, meluangkan waktu bersama keluarga hingga lebih ‘care’ pada kesehatan kami semua. Semoga ini bisa menjadi awal yang baik.