Perubahan Perilaku akibat Android

3

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Ternyata keputusan buat pindah ke lain #Android itu beneran yahud *masih asyik ngubek Market buat uji GalTab 7+
  • Mengingat #Android itu lumayan boros batere, maka kapasitas 4000mAh sudah mencukupi buat #ngandroid seharian tanpa bawa charger kemana”
  • GalAce #1 memang keren, tapi kalo kemana”musti deket”stop kontak kok kayaknya gag asyik yah :p
  • Dengan kapasitas batere yang besar, aktifitas #ngandroid pun bisa dilakoni sambil menanti waktu pulang kerja 🙂
  • Sejak pake #Android bisa dikatakan ada banyak perubahan perilaku dari yang positif hingga negatif
  • Kalo positifnya, jadi rajin ngetwit dari soal Tips #Android hingga ke yang ngawur” (-_-“)
  • Makin rajin ngeBLoG terutama yang ada kaitannya dengan #Android dan teknologi diseputarannya
  • Rajin nyambangi #whatsapp pasca nurunin tentang aplikasi tersebut, jadi punya banyak teman dari berbagai daerah
  • Sedang negatifnya, kadang suka keasyikkan kalo sudah #ngandroid, lupa anak lupa istri (-_-“)
  • Kerap ditegur kalo sudah keranjingan nge-games dan mantau Twit tertentu
  • Jadi ilfil dengan perangkat smartphone yang cuma ngandelin aplikasi messenger XD
  • Lebih suka duduk dekat colokan listrik ketimbang di areal depan saat diharuskan hadir dalam rapat atau pertemuan o_O
  • Perubahan Perilaku juga terjadi saat perpindahan perangkat dari ponsel GalAce #1 ke tabletpc GalTab 7+
  • Pertama, jadi jarang bawa charger kemana mana kecuali kalo ngantor dan nginep di rumah Mertua
  • Kedua, jadi rajin nyambangi Market, mentang”punya storage gede dan procie dualcore 🙂
  • Ketiga, jadi suka coba”app dan games, gag lupa berburu app unik sebagai bahan blog nantinya
  • Keempat, jadi makin jarang bawa laptop baik yg 13″ atau 10″, rata rata aktifitas kantor bisa digantikan oleh GalTab 7+
  • Kelima tentu, makin rajin nulis draft blog via GalTab plus posting via app WordPress
  • Tips #Ngandroid Android itu Menarik

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • #Android itu menarik, setidaknya memiliki beberapa kelebihan ketimbang OS lainnya, berikut diantaranya
  • Dukungan koneksi minimal 3G, itu sebabnya semurah apapun perangkat Android, untuk browsing gag banyak keluhan yang dirasakan pengguna
  • Dukungan Application Market, tersedianya ribuan aplikasi games siap unduh, melalui perangkat secara langsung tanpa proses yang menyulitkan
  • Banyaknya Vendor#Android yang tersedia sebagai pilihan, ini kembali pada soal selera, loyalitas bahkan urusan desain dan kemampuan
  • Lanjut, dari segi harga, lebih terjangkau bagi sebagian besar pengguna ponsel di Indonesia dan luar barangkali, tapi fitur tetap maksimal
  • Beragam vendor, beragam harga tentu sj beragam kemampuan. Meski begitu dukungan 3G, App Market dan fitur lalin tetap ada di setiap perangkat
  • Tethering atau Wifi Hotspot merupakan salah satu daya tarik #Android dibanding OS atau ponsel lain yang lebih mahal sekalipun
  • Bagi yang belum tahu apa itu Tethering, kemampuan untuk mengubah perangkat ponsel #Android menjadi Router/Wifi Hotspot bagi pengguna lain
  • Tethering ini akan lebih maksimal fungsinya bila memanfaatkan koneksi internet Unlimited, gag was was kalo ada kelebihan kuota pemakaian
  • Tethering scara default baru dapat berfungsi di OS #Android versi 2.2 Froyo keatas, sedang yang 2.1 kebawah, musti pake kabel kalo gag salah
  • #Android mampu melakukan segala aktifitas inet tanpa dibebankan biaya tambahan asal paket layanan data yang digunakan sudah Unlimited
  • Selain itu, #Android juga tersedia di beragam ukuran layar, dari 2,4″ s/d 10.1″, idealnya sih ukuran 3,5″ atau 4″ sekalian
  • Semakin lebar dimensi layar, makin nyaman digunakan untuk mata pengguna, tapi biasanya makin berat dan susah dibawa :p
  • #Android itu menarik, karena mampu mengakomodir berbagai kebutuhan pengguna, baik untuk mendukung pekerjaan, hobby hingga ngeGames
  • #Android kadang bikin Adiktif, mampu mengakomodir kebutuhan mereka yang hobby otak atik ponsel, baik tampilan hingga fitur dan kemampuan
  • Satu”nya kelemahan #Android di semua vendor adalah borosnya daya tahan batere, hingga pengguna disarankan untuk membawa charger kemana”
  • dan karena #Android hadir di banyak vendor termasuk brand lokal/china, gag jarang berimbas pada kualitas bahan dan dukungan pengembangan OS
  • Segitu dulu deh, nanti siang lanjut lagi sebelum ditegur atasan :p jadilah Droiders yang Baik dan Rajin Menabung *halah
  • Tips #Ngandroid Line Up edisi 2012

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Sambil santai, #ngandroid bentar yuk… Topiknya sih soal yang kinyis”dari Barisan #Android
  • Tadi tuh sempat di-RT soal pengunaan 2 GB Memory RAM pada Samsung Galaxy S III di Jepang, disadari atw tidak teknologi ini sudah mulai…
  • Dilirik oleh Huaweii, untk merilis beberapa perangkat #Android dengan menggunakan spec 2 GB Memory RAM
  • Harapannya sih gag bakalan membuat lelet perangkat #Android serta mengimbangi besaran Storage Internal yang rata”sudah mencapai 1 GB
  • Jika tahun lalu standar perangkat #Android itu adalah layar 3,5″, procie 800 MHz, Storage dan RAM 512 MB dan OS 2.3 GingerBread
  • Tahun ini sepertinya bakalan bergeser jadi layar 4.0″, procie 1 GHz, Storage Internal dan RAM 1 GB serta OS 2.3.6 bahkan 4.0 ICS
  • Sehingga ‘Seharusnya’ perangkat Premium #Android minimal mengadopsi spesifikasi yang melebihi Standar tadi mencakup…
  • Layar 4,5″ atau 5″, procie Dual Core bahkan Quad Core, Storage 16 GB, RAM 2 GB dan OS 4.0 ICS #Premium #Android
  • Yang sayangnya baru diisi oleh Huaweii saja dalam waktu dekat, sementara brand global macam Samsung atau HTC masih setia di standar lama
  • Untuk rilis terakhir, dari Samsung baru saja merilis SGS III yang punya spec setara Galaxy Note, jadi hampir gag ada yang baru…
  • HTC sendiri terakhir merilis ONE series nya yang direncanakan bakal masuk di semua lini, termasuk harga 3 juta kebawah
  • Sedang LG bakalan menurunkan beberapa seri layar lebar dengan dukungan 3D dan Prosesor Quad Core
  • Dan terakhir ada Motorola yang bakalan merilis seri Atrix3, Motoluxe dan Defy Mini
  • Bagi yang ingin tampil Unik, bisa melirik #Android yang dirilis Asus sebentar lagi lewat Transformer Quad Core
  • Atau Asus Padfone, beli satu dapat dua… Ponsel yang bisa diselipkan di punggung TabletpC-nya
  • AHA, lupa dengan Sony Mobile, yang bakalan merilis beberapa Xperia lagi setelah seri S… Ada P, U dan Sola series
  • Spec yang diangkat Sony Mobile rata”sama yaitu dual core 1 GHz, 1 GB RAM dan OS 4.0 ICS
  • Lanjut… Bagi yang pernah tahu nama”Brand yang bergerak di perangkat NoteBook, yakin banget kenal dengan nama Acer, Fujitsu dan Toshiba
  • Acer masih bermain di seri Liquid #Android dengan spec yang tergolong tanggung untuk ukuran masa kini
  • Fujitsu ikutan maen #Android mengandalkan prosesor Tegra 3 hingga ke waterproof protection
  • Dan terakhir ada Toshiba… Yang terakhir mencoba peruntungan di perangkat TabletPC
  • Kini Toshiba kabarnya bakalan melepas beberapa #Android yang mendompleng lini Samsung, yaitu ukuran 5″, 7″, 7.7″, 10.1″ dan 13.3″ *edan
  • Makin maraknya kehadiran #Android diramaikan pula dengan edisi #jailbreak dari iOS dan kompabilitas di perangkat BlackBerry PlayBook
  • Belum lagi kehadiran #Android di perangkat TVBox yang mampu mengubah fungsi utama televisi rumahan
  • #Android jg bisa ditemukan di bbrapa Multimedia Player layaknya iPod dahulu, perangkat ini kabarnya bakalan dirilis Samsung dlm waktu dekat
  • Balik ke #Android yang dirilis Samsung sebagai vendor terlaris pasca kerjasama dengan Google, selain SGS III bakalan merilis versi Beam #2
  • Galaxy Beam #2 merupakan ponsel Samsung yg dirilis kembali dgn procie Dual Core dilengkapi Projector untuk menyajikan gambar selebar 50″
  • Selain itu untuk perangkat TabletPC, Samsung merilis #2 series nya kembali lewat Galaxy Tab 10.1 yg memiliki spec dibawah 10.1 seri pertama
  • Serta untuk melanjutkan seri Galaxy Note 5″, Samsung merilis pula Note 10.1 bekerja sama dengan Wakom, produsen tablet grafis terkemuka
  • Mengingat seri Galaxy Note 10.1 merupakan kelanjutan Galaxy Note 5″, tampaknya fungsi Voice Call bakalan tetap dipertahankan
  • Jika kabar tsb benar, jd makin sulit membayangkan apabila Samsung Galaxy Note 10.1 ditempel di telinga pengguna saat melakukan Voice Call :p
  • Tips #Ngandroid Mengenal Root

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Eh iya, ada yang blom tau apa itu #Root? Semacam tindakan hack atau jailbreak (pada iphone) yg mengubah kemampuan pemilik perangkat #Android
  • Dari yang dulunya cuma sebagai User -pengguna- menjadi Admin. #Root
  • Beberapa kelebihan aktifitas #Root ini adalah mampu mengelola, memelihara internal storage, RAM hingga speed clock dan mengambil screenshot
  • #Root sebenarnya tidak disarankan bagi pengguna awam oleh Vendor, karena kesalahan saat melakukan #Root dpt merusak ponsel dan tentu Garansi
  • Sepanjang pengalaman melakukan #Root pada perangkat Samsung GalAce #1, ada dua cara melakukan #Root bergantung pada OS yang digunakan
  • Pertama jika OS masih versi 2.2, silahkan gunakan aplikasi SuperOneClick SOC dengan memanfaatkan PC/notebook dan kabel data
  • Sedang jika OS sudah versi 2.3, gunakan file Updt_1.zip yang dicopykan ke sdcard dan lakukan Update via sdcard melalui Recovery Mode
  • Untuk Recovery Mode dpt diakses dari kondisi ponsel Off, lalu tekan dan tahan tombol Power plus Home. Lepaskan saat layar masuk tampilan RM
  • Sukses tidaknya #Root bisa dilihat dari ada tidaknya fitur SuperUser di halaman Menu
  • Untuk menguji #Root berhasil atau tidak, instalasi app/utility yang mensyaratkan aktifitas #Root tsb
  • @tamba09 kalo gag berhasil, biasanya ponsel hang di awal start… Tapi gampang kok mengatasinya :p
  • Untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan saat melakukan #Root, pengguna WAJIB hukumnya melakukan Backup data ponsel
  • Salah satu app Backup Data yang di Recommend adalah Mobile Backup II untuk menyelamatkan daftar Kontak, Sms, Log serta Agenda
  • Kalopun mau melakukan backup Setting ponsel dan app/games yang sudah terinstall, bisa menggunakan Titanium Backup
  • Bila dibandingkan, Mobile Backup II hanya membutuhkan sedikit space di sdcard sedang Titanium membutuhkan space yang lebih besar
  • Untuk proses #Root tidak membutuhkan waktu lama, sekitar 5 menitan menggunakan aplikasi SOC dan beberapa detik menggunakan file Updt_1 tadi
  • #Root baru dianggap merupakan sebuah solusi saat ponsel mengalami kekurangan space internal storage dan kekurangan memory RAM
  • Kekurangan itu terjadi karena secara default/bawaan, ponsel akan mengalokasikan secara otomatis dimana app/games akan diinstalasi
  • Selain itu, beberapa app/utility biasanya mengikutsertakan dirinya masuk dalam daftar Start Up, untuk dieksekusi saat ponsel dinyalakan
  • Aktifitas Start Up ini kurang lebih sama dengan perangkat PC/NoteBook dan Windows Mobile
  • Untuk melakukan perpindahan app/games atau menonaktifkan Start Up app/utility ini mutlak mensyaratkan #Root
  • Menyambung sedikit soal #Root, untuk memindahkan app/games dari internal ke external storage, dibutuhkan tambahan app Move2SD enabler
  • Instalasi dan aktifkan Move2SD Enabler terlebih dahulu baru lakukan perpindahan app/games ke memory external
  • Untuk melakukan pemindahan app/games yang diinginkan, bisa dilakukan dengan 2 cara
  • Satu, akses menu Setting/Applications/Manage App. Pilih App/games yang diinginkan lalu pilih tombol ‘Move to sdcard’
  • Jika tidak ingin repot”, gunakan app2SD. Jalankan aplikasi, tekan dan tahan icon aplikasi, pilih details, lalu pindahkan ke sdcard
  • Satu saran penting, jangan memindahkan semua app/utility yang dirasa perlu untuk ditampilkan pada Taskbar dan Homescreen/widget
  • Karena app/utility yang dapat ditampilkan pada Taskbar atau Widget, mutlak ditempatkan pada Internal Storage
  • @tamba09 he… GalAce #1 kemaren langsung di #Root bulan ketiga kalo gag salah, kepalang tanggung nunggu garansi habis 🙂
  • #Android itu mengasyikkan, setidaknya begitu pendapat teman yang baru mengenalnya setelah merasa bosan main Messenger
  • Tapi tanpa pernah mengenal messenger milik tetangga itupun, #Android tetap jauh lebih keren *just my opinion
  • Bahasan soal #Root udahan dulu yah, kalo ada yang kurang jelas bisa mention atau kontak langsung via sms/whatsapp di 083119540188
  • Tips Memilih Jenis Layanan Paket Data Internet

    5

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Apabila beberapa waktu lalu kami pernah memberikan sedikit Tips tentang bagaimana memilih Paket Data untuk kenyamanan penggunaan internet mobile meliputi posisi, waktu dan stabilitas, kini kami coba untuk memperkenalkan tiga jenis layanan data yang kerap ditawarkan oleh berbagai operator di negeri ini. Unlimited, Time Based dan Volume Based. Tujuannya, jelas untuk memperkirakan type layanan mana yang pantas digunakan agar tak boros biaya atau pengeluaran nantinya.

    Pertama Layanan Paket Data Unlimited. Layanan ini tergolong sudah sangat jarang ditawarkan oleh Operator mengingat ‘kerugian’ yang ditimbulkan oleh pengguna selama masa pemakaian. Kerugian tersebut mencakup besaran volume data yang dihabiskan, yang biasanya tidak sesuai dengan jumlah nominal yang dibayarkan, mengingat opsi Unlimited memberikan arti tak terbatas. Layanan Paket Data Unlimited ini biasanya ditawarkan dengan cara penentuan Kuota Pemakaian Wajar (Fair Use) terlebih dahulu, dimana ketika Pengguna menggunakan lebih dari batas Kuota yang telah ditentukan, hanya dikenai penurunan kecepatan akses (up to 64 kbps) tanpa penambahan biaya lagi.

    Beberapa operator yang terpantau menawarkan jenis layanan paket data unlimited semacam ini adalah Axis lewat Pro Unlimited dengan tarif Rp. 49.000/500 MB, Rp. 79.000/1 GB atau Rp. 149.000/2 GB, IM3 lewat paket Unlimited dengan tarif Rp. 50.000/500 MB atau Rp. 100.000/1,2 GB, serta Telkom Speedy lewat paket Multispeed Rp. 195.000/3 GB Fair Use atau Rp.645.000 – 750.000 tanpa Kuota dengan kecepatan up to 1 MBps.

    Adapun Layanan Paket Data Unlimited ini pantas diperuntukkan bagi para pengguna yang memang membutuhkan koneksi internet tanpa batasan waktu, tanpa perlu mengkhawatirkan lagi besaran penambahan biaya akibat kelebihan penggunaan dari batas wajar yang ditentukan.

    Jenis Layanan Paket Data Kedua, dihitung berdasarkan sistem Time Based. Layanan ini biasanya ditawarkan oleh operator dengan menggunakan hitungan satuan waktu penggunaan untuk sejumlah besar nominal biaya yang harus dibayarkan. Artinya sejak awal pengguna sudah mengetahui seberapa lama paket data tersebut bisa digunakan dengan nominal biaya tertentu. Adapun layanan paket data yang masuk dalam kategori Time Based ini terpantau dari Telkomsel lewat Flash Time Based dengan tarif Rp. 350/menit atau Rp. 30.000/jam, Esia dengan tarif Rp. 250/menit, dan Telkom Speedy Non Multi Speed Rp 750/30 menit atau Rp.200.000/50 jam.

    Layanan Paket Data dengan menggunakan perhitungan Time Based ini cocok diperuntukkan bagi pengguna yang kerap melakukan pengunduhan data dalam jumlah besar meliputi aplikasi, games, video, dokumen dan lain sebagainya. Selanjutnya akan kami jelaskan mengapa.

    Jenis Layanan Paket Data Ketiga adalah Perhitungan berdasarkan sistem Volume Based. Berbeda dengan dua jenis diatas, layanan ini menggunakan hitungan volume atau besaran Data yang digunakan atau dihabiskan selama masa penggunaan. Biasanya operator menggunakan kata ‘Unlimited’ pada paket layanan data semacam ini untuk jargon iklannya demi menarik minat pengguna. Namun, berhati-hatilah dalam memahami maksud serta Syarat dan Ketentuan yang Berlaku, yang biasanya tidak disertakan dalam iklan dan hanya dapat dibaca melalui halaman web resmi operator.

    Jenis layanan data yang kami sebut terakhir, biasanya ditawarkan dengan cara penentuan Kuota Pemakaian Wajar (Fair Use) terlebih dahulu, dimana ketika Pengguna menggunakan lebih dari batas Kuota yang telah ditentukan, akan dikenai tambahan biaya lagi dengan hitungan kilobytes sebesar tarif regular yang berlaku.

    Yang termasuk dalam kategori Layanan Paket Data Volume Based ini adalah Telkomsel lewat paket Ultima dengan tarif Rp.50.000/300 MB (untuk Kartu As) ; 400 MB (untuk Kartu Simpati) ; dan 500 MB (untuk Kartu Halo), XL lewat Hotrod 3G dengan tarif Rp. 49.000/500 MB atau Rp. 99.000/1,2 GB, serta Smartfren dengan tarif Rp. 50.000/2 GB atau Rp.100.000/6 GB Fair Use. Adapun penambahan biaya dikenakan rata-rata sebesar Rp. 1/kb penggunaan yang akan dipotong dari sisa pulsa yang ada.

    Layanan Paket Data dengan menggunakan perhitungan Volume Based ini lebih cocok diperuntukkan bagi pengguna yang kerap melakukan aktifitas social network, chatting, terima/kirim email tanpa sisipan file, atau sekedar browsing dan membaca berita. Mengingat untuk kebutuhan ini biasanya tidak membutuhkan resources data yang besar.

    Untuk mengetahui besaran volume penggunaan data ataupun penggunaan satuan waktu, pengguna dapat melihat catatan yang ada dalam menu History atau Log pada perangkat ponsel ataupun modem. Catatan ini akan berfungsi sebagai pengingat akan besaran biaya yang dihabiskan dan dapat dibersihkan secara berkala.

    Nah, sebagai gambaran ilustrasi penggunaan ketiga Jenis Layanan Paket Data diatas, misalkan saja untuk mengunduh sebuah games permainan atau aplikasi yang berukuran 600 MB, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam lamanya dengan kecepatan 50 kbps.

  • dengan penggunaan layanan Paket Data Unlimited, ukuran tersebut tentu tidak akan mempengaruhi biaya yang telah ditentukan, mengingat kelebihan dari batas pemakaian wajar (Fair Use) tidak dikenai biaya tambahan lagi.
  • dengan penggunaan layanan Paket Data sistem Time Based, pengguna Telkomsel akan menghabiskan biaya sebesar Rp. 63.000 untuk hitungan menit atau Rp.90.000 untuk hitungan jam (Untuk penggunaan operator lain, bisa dihitung sendiri ya)
  • dan dengan penggunaan layanan Paket Data sistem Volume Based, pengguna menghabiskan biaya sebesar Rp. 350.000 untuk pengguna kartu As, Rp. 250.000 untuk pengguna kartu Simpati dan Rp. 150.000 untuk pengguna kartu Halo.
  • Sehingga diluar layanan paket data unlimited, untuk kebutuhan pengunduhan data dalam jumlah besar diatas, lebih efisien apabila menggunakan layanan dengan sistem Time Based.

    Berbeda dengan ilustrasi berikut dimana untuk kebutuhan Social Network dan Chatting, dibutuhkan besaran volume data sekitar 15 MB/jam dengan pemakaian rata-rata 2 jam per hari selama satu bulan. Perhitungannya, menghabiskan total 900 MB data atau setara dengan 60 jam pemakaian.

  • dengan penggunaan layanan Paket Data Unlimited, tetap tidak berpengaruh baik terhadap volume pemakaian ataupun satuan waktu yang digunakan
  • dengan penggunaan layanan Paket Data sistem Time Based, pengguna Telkomsel akan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.260.000 untuk hitungan menit atau Rp. Rp. 1.800.000 untuk hitungan jam
  • dan dengan penggunaan layanan Paket Data sistem Volume Based, pengguna menghabiskan biaya sebesar Rp. 650.000 untuk pengguna kartu As, Rp. 550.000 untuk pengguna kartu Simpati dan Rp. 450.000 untuk pengguna kartu Halo.
  • Sehingga diluar layanan paket data unlimited, untuk kebutuhan social network diatas, lebih efisien apabila menggunakan layanan dengan sistem Volume Based.

    Dari dua ilustrasi tersebut, tentu yang paling kami rekomendasikan adalah Layanan Paket Data Unlimited untuk lebih amannya dari segi biaya dan pengeluaran, yang memang tidak berpengaruh pada besarnya volume penggunaan data ataupun waktu penggunaan. Sayangnya hanya didukung oleh tiga operator mobile meliputi Telkomsel, Axis dan IM3 saja. Meski terlihat sedikit lebih mahal untuk hitungan bulanan, namun seperti yang kami ungkapkan diatas, Kawan tak akan perlu khawatir lagi dengan adanya penambahan biaya saat batas pemakaian wajar (Fair Use) terlampaui. Namun apabila Kawan merasa sudah yakin dengan volume penggunaan yang tidak akan melampaui batas wajar, maka untuk saran bisa memilih paket Time Based dan Volume Based yang dipatok dengan tarif yang lebih murah.

    Nah, kini kembali bergantung pada pilihan Kawan semua. Mau ambil yang mana?

    PlayBook, TabletPC BlackBerry Minus 3G

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Tak banyak yang tahu tentang keberadaan perangkat TabletPC besutan Research In Motion (RIM) selaku pengembang BlackBerry ini. Bisa jadi lantaran gaung penjualannya tak sebombastis Galaxy Tab series milik Samsung, bisa juga lantaran terbatasnya kemampuan yang dimiliki sebagai sebuah perangkat pintar untuk bersaing dengan sejawatnya. Kami perkenalkan, BlackBerry PlayBook.

    Dari perwajahan saat pertama kali memegangnya, kami sempat teringat dengan perangkat Android Axioo Pico seri pertama yang berukuran sama. Hanya saja perangkat BlackBerry PlayBook dibekali backcover layaknya permukaan beludru yang tentu jauh lebih lekat dan nyaman saat digenggam. Tak ada tombol fisik ataupun haptic sentuh yang tampak pada permukaan layar seperti halnya TabletPC dari brand lainnya. Hanya bulatan kamera dengan resolusi 3,2 MP, lampu led notifikasi, logo BlackBerry yang ditempatkan dibawah layar secara horizontal (menguatkan posisi perangkat lebih baik jika digunakan secara mendatar) dan dua speaker di kanan kiri layar.

    Sementara itu, di sisi atas perangkat terdapat tombol power, Multimedia dan port audio 3,5”. Di sisi bawah terdapat tiga port meliputi docking, charger (sekaligus berfungsi sebagai transfer data) dan micro HDMI. Sedangkan pada cover belakang hanya menyajikan bulatan lensa kamera berkekuatan 5 MP tanpa dukungan lampu Flash.

    Masuk ke tampilan Menu, tampaknya tak jauh berbeda dengan tampilan perangkat BlackBerry versi ponsel, dimana terdapat satu baris menu Utama yang dapat diexpand untuk melihat menu selengkapnya. Tak hanya itu, apabila aplikasi yang terdapat dalam perangkat tergolong beragam, tampilan menu dapat dipisah-pisahkan dalam halaman yang berbeda dengan perpindahan kearah kanan dan kiri seperti halnya TabletPC lainnya.

    Mengusung layar TFT Kapatitif 16 M warna dengan resolusi 1024×600 pixel, membuat sajian gambar ataupun video yang tampil tampak cerah dan mengagumkan. Meski belum menyamai Retina Display milik Apple ataupun Super Amoled Plus Galaxy Tab 7.7. Saat kami uji dengan menjalankan hasil rekam video 1080p 30fps baik kamera depan ataupun belakang, frame dapat berjalan dengan baik tanpa adanya Lag ataupun jeda.

    Untuk dapur pacu, BlackBerry PlayBook dibekali prosesor Dual Core 1 GHz yang dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 1 GHz membuatnya tampil gegas saat menjalankan beberapa games High Definition seperti Need For Speed Undercover, Asphalt 6 atau Modern Combat. Tak hanya itu, leganya internal storage yang mencapai ukuran 64 GB, turut serta menyumbangkan kenyamanan berinteraksi baik untuk instalasi aplikasi maupun penyimpanan data dan multimedia. Dengan ukuran tersebut, tidak heran apabila slot memory card tambahan kemudian ditiadakan dalam desain PlayBook.

    Perangkat yang dirilis secara resmi pada bulan April tahun 2011 lalu ini tampaknya meniadakan pula slot Sim Card yang mengakibatkan pengguna mutlak memanfaatkan jaringat wifi untuk dapat mengoptimalkan perangkat dengan baik. Sayangnya, dalam paket penjualan tak kami temukan modem ataupun wifi router tambahan seperti halnya paket penjualan Samsung Galaxy 5 Wifi. Jadi agak merepotkan memang.

    Dibutuhkan instalasi aplikasi BlackBerry Device Manager apabila Pengguna ingin melakukan sinkronisasi daftar kontak, multimedia ataupun data, dimana aplikasi tersebut dapat ditemukan pada internal storage yang terdeteksi saat perangkat disambungkan dengan pc/notebook. Prosesnya cukup mudah, namun memakan waktu yang sedikit lebih lama.

    Untuk menjelajah dunia maya, Browser bawaan BlackBerry PlayBook rupanya sudah dibekali Flash Player dan dukungan Adobe Air, mampu mengantarkan pengguna ke berbagai halaman situs yang dibutuhkan tanpa terkecuali. Uniknya, fitur Bookmark dapat menyajikan tampilan icon sesuai halaman yang dituju. Jadi kami yakin, Pengguna tidak akan kebingungan dengan banyaknya penanda yang disimpan atau tertampil dihalaman depan.

    Dalam mengoperasionalkan perangkat, dibutuhkan sedikit perubahan kebiasaan apabila Pengguna telah familiar dengan perangkat TabletPC lain seperti iPad ataupun Android, terutama untuk melakukan Minimize jendela, multitasking ataupun sekedar penggantian wallpaper. Namun secara garis besar, pola penggunaannya mirip dengan iOS atau iPad dimana pengguna melakukan Pengaturan untuk segala aktifitas cukup melalui menu Pengaturan/Setting.

    Menggunakan sistem operasi BlackBerry Tablet 2.0 QNX Neutrino, OS yang memang diperuntukkan bagi perangkat Tablet milik BlackBerry, PlayBook tampaknya tidak diperuntukkan bagi kepentingan seluler seperti halnya versi ponsel. Terbukti baik fitur telefoni ataupun Messenger yang begitu digilai sebagian besar masyarakat Indonesia, tak tampak hadir dalam tampilan menu. Sangat disayangkan memang, mengingat harapan pengguna BlackBerry pun demikian halnya dengan pengguna baru, berharap banyak kedua fitur tersebut bisa hadir sehingga mampu bersaing dengan Android Galaxy Series.

    Ngomong-ngomong soal Android, ternyata dalam App World tersaji pula beberapa aplikasi dan permainan yang sesungguhnya berbasiskan OS Android, namun dapat dijalankan pula pada perangkat BlackBerry PlayBook. Kami menguji beberapa diantaranya seperti WordPress, ES File Explorer, Skype hingga bejeweled dan permainan anak-anak.

    Apabila dalam perangkat iOS atau iPad, mereka memiliki fitur FaceTime yang dapat digunakan untuk melakukan tatap muka atau video call dengan memanfaatkan layanan paket data, di PlayBook dikenal fitur Video Chat yang dapat melakukan aktifitas serupa dengan sesama perangkat BlackBerry. Dalam beberapa kali pengujian, proses percakapan dan tatap muka dua arah dapat berjalan dengan baik tanpa adanya lag atau jeda yang terlampau lama. Jauh lebih baik ketimbang aplikasi Yahoo Messenger yang kebetulan memiliki fungsi yang sama.

    Untuk kebutuhan Office Application, PlayBook sudah membawa Documents To Go yang telah mendukung dua format baku Doc dan Xls ditambah fitur Print To Go untuk melakukan pencetakan. Selain itu tersedia pula eMail application yang mampu mendukung multiple akun dalam satu aplikasi. Sedangkan pilihan social media, opsi untuk terkoneksi dengan FaceBook, Twitter dan linked.in telah pula tersedia built in dalam menu Pengaturan. Lain lagi untuk memperkaya tampilan koleksi foto pribadi, tersedia ScrapBook yang siap mengolah gambar terbaik lengkap dengan pernak pernik unik yang dapat di-share ke akun social media.Sangat memudahkan bagi pengguna tentu saja.

    Memanfaatkan daya sebesar 5300 mAh, urusan ketahanan tampaknya PlayBook boleh berbangga ketimbang TabletPC sejenis. Untuk memutar file Multimedia, perangkat ini mampu bertahan hingga 10 jam lamanya. Sedang untuk urusan standby, mampu bertahan hingga dua hari. Bisa jadi lantaran minusnya jaringan 3G yang tak diadopsi oleh PlayBook.