Menu
Categories
Selamat Datang Jokowi-Ahok, Selamat Tinggal Foke-Nara
September 21, 2012 tentang Opini

Beberapa lembaga survey telah menunjukkan hasil hitung cepat yang mereka lakukan sejak siang kemarin. Rata-rata menyiratkan nilai prosentase yang tak jauh berbeda dengan hasil survey lapangan yang telah dilakukan sebelum masa pemilihan dimulai. Hal ini sangat berbeda dengan kondisi pilkada DKI saat putaran pertama dilakukan tempo hari. Kabarnya, salah satu lembaga ini mengakui bahwa mereka memang dibayar oleh salah satu Cagub untuk menggelembungkan suara demi pengakuan publik.

Meski demikian, jauh-jauh hari sebenarnya sudah banyak yang mampu menebak bahwa hasil akhir pilkada DKI akan melibas incumbent yang memang sangat buruk kinerjanya. Ditambah lagi dengan faktor emosinya yang tak tanggung-tanggung. Membuat banyak kalangan menyayangkan sekaligus mempertanyakan perubahan yang ia lakukan sesaat sebelum Pilkada. Memang sih ini salah satu jualan kalo lagi mau pilkada.

Namun yang lebih patut dicermati lagi adalah soal Dukungan. Rupanya dukungan warga jauh lebih berarti ketimbang Dukungan Parpol. Meski mesin politik dari unsur partai tidak kalah pentingnya untuk mengusung calon. Bukti nyata terpampang di pilkada DKI saat ini. Pasangan Foke-Nara yang notabene didukung oleh banyak partai, dilindas habis oleh pasangan calon yang hanya didukung oleh dua partai. Maka bisa ditebak bahwa ini membuktikan parpol tak lagi mendapat tempat di hati rakyat, namun Figur lah yang penting dan menjadi pertimbangan utama dalam memberikan hak suara.

Seharusnya inilah yang kini menjadi cerminan banyak pihak, baik pilkada di daerah ataupun kelak pertaruhan calon legislatif. Bahwa apa yang kalian lakukan saat ini, akan menentukan pilihan dari orang banyak di masa yang akan datang. Jadi jangan salahgunakan kepercayaan yang telah diberikan sebelumnya.

Unik dan menarik, sekali lagi saya ungkapkan datang dari akun anonim Twitland.

Adalah akun @TrioMacan2000 aka Ade Ayu S (dulunya Sasmita, kini hanya S), hingga H-1 pemilihan begitu gencar melancarkan keburukan CaGub-CaWaGub Jokowi-Ahok, lengkap dengan jaminan bahwa data yang mereka (bukan ia, lantaran ada banyak orang yang terhimpun dalam akun tersebut) dapatkan adalah Valid. Dari persoalan kamuflase pemindahan Pasar Tradisional Solo, keberpihakan Jokowi pada umat Nasrani dalam dana Bansos, kebohongan Ahok selama memimpin Bangka Belitung, soal ke-Islaman Jokowi yang tidak paham arti ramadhan dan tidak bisa menunaikan Wudhu dengan baik, hingga tiadanya dukungan DPRD Solo apabila pasangan ini memenangkan Pilkada DKI. Menang Percuma kata mereka.

Uniknya, semua bahan Twit itu direkap menjadi satu tulisan dengan judul yang cukup menohok melalui halaman chirpstory, lalu di ReTweet oleh akun-akun bodong yang dapat dibeli, kemudian diPrint Out dan disebarkan. Modus Kampanye Hitam.

Makin menjadi Menarik, saat pasangan Jokowi-Ahok tampil sebagai pemenang. Dengan segera, setelah Foke mengakui kekalahannya dengan Legowo, akun @TrioMacan2000 menghapus daftar Favoritnya dan juga twit yang pernah mereka lontarkan terkait usaha pembunuhan karakter pasangan calon Jokowi-Ahok. Tak lupa menyulap diri menjadi sok bijak dengan memberi banyak petuah dan pesan kepada Jokowi-Ahok sambil mengakui keburukan Cagub yang hingga H-1 menggelontorkan banyak dana untuk kepentingan Kampanye Hitam Twitland. Demikian pula dengan BIO akun yang diubah, padahal sehari sebelumnya terpampang jelas kalimat ‘Jangan Memilih Jokowi-Ahok’. :p

Tiada yang abadi di dunia ini. Entah apakah publik Republik Twitter kelak akan melupakan usaha pembohongan publik yang diskenariokan oleh pihak-pihak yang sakit hati dengan kebijakan-kebijakan negeri ini atau meninggalkan akun-akun anonim yang rentan dengan penyalahgunaan informasi.

Balik ke Pilkada, sepertinya diluar program kerja, visi dan misi, siapa yang akan diajak untuk bekerja sama pun menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Warga Jakarta mungkin sudah mengalami ketidakpercayaan Foke pada Wakil Gubernurnya sendiri hingga Prijanto memutuskan untuk mengundurkan diri demi politik yang bersih. Demikian halnya dengan pencalonannya kini, seakan menomorsekiankan Nara pasangannya yang tampak tak pede dan cenderung bersikap SARA terhadap pasangan calon lainnya. Belum lagi soal ‘tingkat kecerdasan’ yang banyak dipertanyakan, makin membuat Nara terpojok oleh kemampuan Ahok sang lawan.

Selamat Datang Jokowi-Ahok, Selamat Tinggal Foke-Nara.

Semoga Jakarta benar-benar bisa menjadi Baru, minimal pelayanan Publik kini harus dikedepankan.
Dan salut juga untuk Cameo Project yang selama pilkada kemarin sempat membuat video-video Kreatif sebagai bentuk Dukungan kepada pasangan calon Jokowi-Ahok. Memang beginilah cara yang cerdas untuk menunjukkan dukungan. Bukan lagi dengan persoalan Agama dan SARA.

Yak, Warga Jakarta sudah menunjukkan kecerdasan mereka dalam berpolitik. Kapan giliran kita yang berada di daerah ?

"6" Comments
  1. Tuh kan, walaupun baru hasil quick count, tapi Jokowi emang layak diberikan kesempatan saat ini.
    imadewira´s last blog post ..Pedrosa Sial, Lorenzo Menjauh

    [Reply]

    pande Reply:

    Terbukti tanpa SARA pun mereka mampu…

    [Reply]

  2. Maklum bro..Triomacan2000 kan akun bayaran…,welcome to jakarta pak joko…
    Berita Gresik & Jawa Timur´s last blog post ..Diklat Keselamatan Nelayan Gresik, Sidoarjo, & Surabaya

    [Reply]

  3. Sebagai penumpang di Jakarta, saya memang lebih sreg Jokowi menang. Selain karena dia dan wakilnya tentu saja terbukti bisa mengelola kita dengan layak, mereka juga bisa diharapkan bisa membawa perubahan untuk kota Jakarta.

    Btw, yg menarik, bagaimana di Pilkada Bali? Masa kelas menengah Bali nggak bisa memunculkan calon alternatif ala kelas menengah – merujuk pada Faisal Basri di Jakarta? Hehehe.
    Agus Lenyot´s last blog post ..Seperti Cinta Lama Bersemi Kembali

    [Reply]

    pande Reply:

    errrr… untuk kelas menengah di Bali sepertinya bakalan menampilkan Raja Majapahit *uhuk uhuk

    [Reply]

  4. Saya mendukung Jokowi karena selama menjadi Wali Kota Solo berhasil menerapkan program yang diterima masyarakat. Sehingga sukses menggaet simpati masyarakat. Politisi Partai Keadilan Sejahtera Misbakhun berkunjung ke rumah dinas Wali Kota Surakarta Joko Widodo, Rabu, 5 September 2012. Tak sekadar silaturahmi, sosok yang pernah terjerat kasus letter of credit (LC) fiktif Bank Century tersebut secara terbuka menyatakan dukungannya kepada tuan rumah, Joko Widodo, sebagai Gubernur Jakarta.Misbakhun mengklaim internal PKS banyak yang mendukung Jokowi-sapaan karib Joko Widodo, sebagai Gubernur Jakarta. Hanya saja, tidak banyak yang berani berterus terang karena PKS secara resmi mendukung pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.”Saya mendukung Jokowi karena selama menjadi Wali Kota Solo berhasil menerapkan program yang diterima masyarakat. Sehingga sukses menggaet simpati masyarakat,” katanya, Rabu, 5 September 2012. “Karena itu jika akhirnya Jokowi terpilih, saya menitipkan umat. Karena Jokowi akan memimpin umat beragama dalam jumlah besar.”Dia mengaku kedatangannya ke Solo tidak sepengetahuan partai. Begitupun dukungan yang diberikan, sebagai pribadi dan tidak atas nama partai. Ketika ditanya apakah tidak khawatir mendapat sanksi mengingat PKS mendukung Foke, dia mengaku tidak tahu seperti apa sikap partai. “Saya juga tidak tahu PKS keberatan atau tidak. Yang jelas saya datang atas nama pribadi.”Jokowi yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Gerakan Indonesia Raya mengatakan tidak hanya Misbakhun yang mendukungnya. Ia mengklaim punya pentolan partai pendukung Foke lain yang mendukung dia. “Ada empat orang yang datang ke saya dan semuanya menyatakan mendukung,” katanya.
    gold price´s last blog post ..No last blog posts to return.

    [Reply]

Leave a Reply
*