Menu
Categories
Pilih Foke atau Jokowi ?
September 20, 2012 tentang Opini

Menonton video Debat cagub Pilkada DKI yang secara kebetulan sempat saya unduh disela kegiatan Sosialisasi perpres hari selasa lalu, seakan menyadarkan saya akan banyak hal.

Pertama soal bahasa, etika dan komunikasi politik. Adalah Foke, incumbent dalam Pilkada DKI yang tampak sangat emosional dalam menanggapi semua kritikan Jokowi dan pasangan Ahok, ditambah saat presenter berusaha menyela tanggapan Beliau. Jika dibandingkan dengan apa yang diharapkan, sungguh sayang apabila kata-kata ‘This is My Show’ terlontar begitu arogannya seakan ia lupa bahwa presenter pula merupakan cerminan audiens dan penonton dirumah, yang notabene bisa jadi merupakan calon pemilihnya kelak. Demikian halnya dengan sang Cawagub, Nara tampak melontarkan Joke berbau SARA ‘Haiya Ahok’. Memang sih boleh-boleh saja mereka mengatakan ‘itu hanya sekedar bercanda’ namun hati pemilih, siapa tahu ?

Berbeda dengan pasangan Jokowi Ahok yang memang tampil santai namun serius dalam menanggapi banyak hal, isyu serta pendapat lawan tanding mereka. Bukan, saya bukan membela mereka, namun fakta telah memperlihatkan bahwa beginilah sosok pasangan Cagub-Cawagub yang seharusnya.

Kedua, SARA. Lontaran joke oleh Nara seperti tersebut diatas mungkin baru sebagaian kecil. Namun apa yang kerap dilontarkan oleh pasangan Cagub nomor urut 1 ini dalam beberapa kampanyenya memang sangat menohok keberadaan Cawagub asal Bangka Belitung, Pak Ahok. Padahal jika kita mau melihat bagaimana seharusnya seorang pemimpin tampil didepan publik, terlepas dari embel-embel SARA, ya lihatlah pada penampilan Pak Ahok sepanjang Debat Cagub.

Ketiga, Kepercayaan dan Janji. Ini adalah modal besar dari sebuah kampanye dan pilkada. Sayangnya secara pribadi saya menyayangkan sepak terjang sang Incumbent yang memang gag sesuai dengan harapan banyak pemilih 5 tahun lalu. Itu sebabnya ketika yang bersangkutan menyatakan ‘akan, rencananya, nanti…’, semua malah bertanya-tanya, apa yang telah dilakukan selama 5 tahun ini ?

Dan Keempat yang saya rasakan adalah aura Peperangan, saling menyindir dan menjatuhkan di sepanjang Debat. Memang sih ini lumrah dan biasa, tapi… ah sudahlah…

Sesuai jadwal, hari ini 20 September 2012 menjadi tonggak bersejarah bagi semua masyarakat DKI Jakarta. Karena hari ini mereka akan turut serta menentukan arah kemana Jakarta akan berlari.

Mungkin banyak dari kita yang akan mengingat bahwa Pilkada kali ini adalah yang terunik dan mahal. Bayangkan saja saat masa kampanye, kebakaran berturut-turut terjadi di seantero jakarta yang disinyalir untuk membungkam suara yang pada putaran pertama memilih pasangan lain. Ditenggarai demikian lantaran lokasi kebakaran merupakan kantong-kantong suara terbanyak dari salah satu Cagub.

Belum lagi Twitwar yang digawangi oleh akun @TrioMacan2000. Yang pada awalnya mencela pasangan nomor satu, namun di putaran kedua, menghajar habis pasangan Jokowi Ahok dengan ratusan bahkan ribuan twit bernuansa SARA. Dari sini tampak jelas keberpihakan akun yang dahulunya banyak digugu oleh Tweeps dunia maya, namun kini rata-rata memilih untuk tidak memperdulikannya lagi.

Jakarta hari ini akan memilih, jika bisa gunakanlah hak pilih Anda sebaik mungkin. Bisa jadi akan banyak tantangan yang dihadapi untuk menyalurkan aspirasi dan pilihan, bukan tidak mungkin itu akan menyangkut masa depan kalian.

Dan untuk kedua Calon Cagub yang bertanding, semoga dapat legowo menerima hasil pemilihan putaran kedua kali ini, dan tidak mengobarkan kebencian atas nama rakyat pada sang pemenang. Cheers Up.

"1" Comment
  1. Secara feeling, kalau disuruh milih kayaknya Jokowi lebih pantas diberikan kesempatan.

    [Reply]

Leave a Reply
*