Menu
Categories
HTC One V, Hero dari kelas Menengah
September 8, 2012 tentang TeKnoLoGi

One Series, merupakan ponsel Android generasi terbaru dari HTC, sebuah brand ternama asal Taiwan, yang rencananya bakalan masuk di berbagai lini pasar secara bertahap. Setidaknya ada dua seri yang mendapat kesempatan pertama untuk hadir dihadapan publik. HTC One X dan HTC One V.
Untuk seri pertama yang kami sebut diatas merupakan perangkat high-end milik HTC yang memiliki kekuatan prosesor empat inti dengan harga jual yang tergolong tinggi pula untuk ukuran budget rata-rata orang Indonesia. Sedang yang terakhir, merupakan perangkat Android milik HTC kelas Menengah dan ditawarkan dengan harga jual yang lebih bersahabat.

Di rentang harga yang sama, One V bakalan bersaing dengan perangkat Samsung Galaxy W, Sony Xperia U dan LG L7 yang notabene memiliki spesifikasi jauh lebih baik. Lantas jualan apa yang mampu dipersiapkan oleh HTC untuk menghadapi para kompetitornya kali ini ? yuk simak paparannya.

Memiliki desain unibodi yang sedikit melengkung di sisi bawah perangkat, sempat mengingatkan kami pada perangkat HTC Hero dan Salsa yang dahulu sempat tampil di awal perkenalan sistem operasi Android pada publik. Tampaknya tujuan pembentukan ini adalah untuk memudahkan pengguna saat melakukan pembicaraan atau bisa jadi demi memberi ruang pada kisi kisi speaker yang terletak di belakang bodi. Yang meskipun dalam kondisi tergeletak diatas meja, suara sound ataupun nada panggil masih dapat terdengar dengan baik.

Desain perangkat seperti ini tentu saja memiliki satu kelemahan yang barangkali kelak bakalan sedikit merepotkan pengguna, terutama jika ingin melepaskan batere yang memang tidak akan mampu dilakukan. Desain yang sama, terlihat pada perangkat Tablet milik HTC, Flyer dimana untuk menyematkan kartu sim card dan juga memory eksternal, pengguna cukup menggeser sedikit penutup yang berada di lekukan bawah perangkat.

Secara penampilan luar, HTC One V tergolong minimalis. Di sekeliling bodi, hanya terdapat dua tombol fisik yaitu Power dan Volume, ditambah dua buah port, audio dan charger micro usb. Sedangkan untuk akses operasional ponsel, terdapat tiga tombol haptic atau sentuh yang berfungsi sebagai Back, Home dan Multitask. Tiadanya tombol sentuh Pilihan yang biasanya dihadirkan pula pada perangkat Android lainnya, cukup menyusahkan pengguna untuk mengakses sejumlah opsi Pilihan pada beberapa aplikasi tertentu.

Masuk kedalam pengoperasian, Pengguna disuguhkan dengan tampilan baru pada bilah menu di sisi bawah layar Homescreen dimana tampilan icon yang akan hadir dalam setiap halaman depan, dapat dikustomisasi sesuai keinginan pengguna seperti halnya perangkat iOS. Selain itu, terdapat pula fitur pengelompokkan aplikasi ataupun games kedalam folder terpisah yang lagi-lagi mengadopsi teknologi yang sama. Serta tambahan tombol sentuh Multitasking yang dapat dimanfaatkan untuk menutup aplikasi atau games secara permanen dengan cara menggesernya kearah samping kanan dari tampilan.

Demikian halnya saat melakukan aktivasi perangkat pertama kali, pengguna akan diberikan Bonus berupa space sebesar 25 GB pada akun Dropbox secara gratis selama masa aktif 2 tahun. Sekedar informasi bahwa Dropbox merupakan salah satu bagian dari teknologi Cloud Computing, dimana penyimpanan file dapat dilakukan di awan (dunia maya), Sehingga dapat diakses dari manapun dan kapanpun dibutuhkan.

Untuk fitur incoming calls setidaknya ada tiga teknologi yang disematkan didalam perangkat HTC One V ini. Yaitu ‘Quite ring on pickup’ fitur untuk menonaktifkan nada panggil saat ponsel diambil oleh pengguna, ‘Pocket Mode’ fitur untuk mengeraskan nada panggil saat berada didalam tas atau saku, dan ‘Flip for Speaker’ fitur aktivasi Speaker mode dengan cara membalikkan perangkat.

Pada pengaturan Display atau layar terdapat opsi untuk memperbesar dimensi huruf atau font yang dipergunakan, ditambah opsi pengaturan LED Flash untuk mengatur datangnya notifikasi bagi enam fitur utama. Missed Call, sms/mms, email, Voice mail, Reminders dan Alarms.

Sedangkan dalam pengaturan Daftar Kontak, terdapat opsi untuk melakukan pemblokiran panggilan pada nama-nama yang diinginkan sehingga pengguna tak lagi repot menginstalasi aplikasi tambahan hanya untuk melakukan fungsi tersebut. Menarik bukan ?

Mengusung sistem operasi Android terkini versi 4.0.3 Ice Cream Sandwich dipadu dengan User Interface HTC Sense 4.0, tampaknya lumayan menghabiskan resources Memory RAM, dimana dalam kondisi default perangkat lebih sering menyisakan ruang dibawah 100 MB dari 512 MB yang tersedia. Ini jelas sedikit merepotkan saat perangkat akan digunakan untuk beraktifitas multitasking mencakup office applications dan lainnya. Mungkin itu pula sebabnya bahwa sistem Caroussel yang biasanya hadir pada UI dan Menu HTC lainnya, kini dihilangkan demi menghemat memory RAM yang tersisa.

Tidak hanya itu, minimnya memory storage yang tersedia pada internal ponsel, meskipun diatas kertas memiliki spesifikasi 4 GB internal storage (3 GB shared), terpantau saat kami melakukan uji coba pengiriman data melalui koneksi Bluetooth. Rupanya untuk besaran storage yang disediakan pada internal perangkat hanya sekitar 95 MB saja, sehingga kami agak mengalami kesulitan saat berusaha mengirimkan file atau data yang memiliki kapasitas lebih dari volume yang disediakan, meskipun telah dilakukan penghapusan data storage ponsel secara permanen.

Dari hasil uji Benchmark yang kami lakukan pada perangkat One V dengan tiga aplikasi berbeda, terpantau nilai sebesar 2767 untuk uji dengan AnTuTu, 2018 untuk uji dengan Quadrant dan 3259 untuk uji dengan DX Toolbox. Skor tersebut rata-rata berada jauh dibawah Samsung Galaxy S dan Galaxy Tab seri pertama yang memiliki spesifikasi setara. Entah mengapa.

Namun diluar semua kelemahan dan kelebihan dalam pengoperasian diatas, sebenarnya ada dua inovasi Teknologi yang diadopsi oleh HTC One V yang patut kita acungi jempol.

Pertama ada Beats Audio. Seperti halnya perangkat HTC lainnya pasca seri Sensation XE, kualitas sound yang apik bakalan dihadirkan demi memuaskan hasrat pengguna Android yang kerap mendengarkan musik di kala senggang. Untuk itulah kabarnya HTC telah resmi mengakuisisi Beats untuk melengkapi portofolio mereka. Sayangnya, pada headset yang disertakan dalam paket pembelian, tak lagi menyertakan logo Beats yang telah menjadi jaminan mutu bagi penikmat Audio.

Saat kami uji dengan memainkan beberapa karya orkestra milik Yanni hingga musisi tradisional Gus Teja, terasa benar megahnya audio yang disemburkan dari lubang speaker di sisi belakang bodi. Apalagi saat headset ditancapkan kedalam port 3,5”, makin terdengar mantap tanpa pecah meski volume sudah dimaksimalkan.
Inovasi teknologi kedua, ada ‘Simultaneous HD video and image recording. Selain kualitas Audio yang nyaris sempurna, salah satu kebanggaan yang coba ditawarkan HTC pada ponsel Androidnya kini adalah kemampuan untuk melakukan perekaman video berkualitas HD 1280p 30 fps, sembari mengambil gambar yang mampu melakukan face dan smile detection secara bersamaan dengan mengandalkan resolusi lensa 5 MP ditambah lampu LED Flash.

Selain itu tersedia pula fitur Continuous Shot, dimana lensa kamera dapat melakukan pengambilan gambar secara kontinyu hingga 20 frame tanpa jeda untuk mengabadikan objek bergerak demi mendapatkan tampilan terbaiknya. Teknologi serupa tampaknya juga ditanamkan pada perangkat One X yang tentu saja memiliki banyak kemampuan lebih lainnya.

Untuk memudahkan pengguna memilih sejumlah effect saat pengambilan gambar, pada layar capture telah disediakan opsi untuk mengakses semua fasilitas tersebut secara cepat, meliputi Distortion, Vignette, Dots, Mono, Country, Vintage, Grayscale, Sepia, Solarize dan Posterize. Sedang untuk mode Scene selain Panorama, terdapat pula opsi pengambilan objek secara group dan Close Up.

Demi mendukung dua kemampuan dashyat perangkat ponsel Android tersebut, HTC membekali perangkat One V dengan daya sebesar 1500 mAh. Dengan kapasitas ini, perangkat mampu melakukan Talk Time hingga 10 jam lamanya. Sedang untuk kebutuhan standby dengan penggunaan normal, dalam satu kali charge mampu bertahan hingga satu setengah hari.

Dengan kisaran harga 2,9 juta rupiah, besaran prosesor satu inti 1 GHz tampaknya memang masih tergolong mahal untuk ditebus. Sementara beberapa kompetitor seperti yang disebutkan diatas tadi, sudah mengusung besaran 1,4 GHz hingga Dual Core demi memuaskan kinerja yang diharapkan oleh pengguna. Namun bagi Kawan yang mengutamakan kedua terobosan inovasi teknologi pada fitur Multimedia seperti yang kami sebutkan diatas, agaknya HTC One V bisa dijadikan alternatif pilihan berikutnya.

Leave a Reply
*