Tips #Ngandroid #TabletPC Android Lokal Terjangkau

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Menjajal Vandroid, TabletPC #Android Lokal yang harganya Terjangkau. Satu Juta rupiah saja…
  • Kalo TabletPC lokal hanya dimanfaatkan untuk maen games, barangkali gag terlalu masalah asalkan bukan games HD yg membutuhkan grafis tinggi
  • Tapi kalo digunakan untuk mendukung kerja, gag recommend deh… Ketimbang mangkel lantaran gag memuaskan
  • Beberapa keluhan selama pemakaian Vandroid T2; respond layar yang kurang akurat, perlu penekanan lebih tegas, batere cepat habis dan…
  • Koneksi yang sering terputus, entah kenapa… Tapi secara kinerja, tabletpc Vandroid T2 cukup lumayan kok…
  • Sebetulnya kalo mau dipake dalam jangka lama dan menunjang kebutuhan kerja sih, gag berani merekomendasikan perangkat Tablet #Android Lokal
  • Akan tetapi ada beberapa pertimbangan yang barangkali bisa masuk sebagai alasan ‘mengapa memilih Tablet #Android Lokal’
  • 1. Tentu keterbatasan Budget, gag semua Droiders dan orangtuanya punya dana yang memadai untuk bisa ikut menikmati godaan #Android
  • 2. Secara kebutuhan bisa saja gag serius”banget, malah bisa jadi sebagai pilihan perangkat games bagi putra putri Droiders seumuran TK/SD
  • 3. Pengguna #Android tingkat Pemula, ketimbang menghabiskan banyak uang untuk sesuatu hal yang barangkali belum mampu memuaskan
  • Dari ketiga pertimbangan itu, gag masalah sih kalo memang milihnya ke Tablet #Android Lokal, asalkan…
  • 1. Gag menuntut soal kehandalan atau kemampuan dalam operasionalnya. ‘GalTab 7+ bisa maen NFS, punya saya kok tidak?’
  • 2. Memaklumi soal keterbatasan respond yang diberikan. ‘Tablet milikmu kok nyante aja kalo lagi pindah halaman yah?’
  • 3. Harga Murah, umur (biasanya) gag panjang. ‘ni Tablet kok baru dipake dua bulanan sudah lelet? Mana kamera gag fungsi lagi…’
  • 4. Gag seindah iklannya. ‘gambar yang tampil di Tabletmu oke punya, ini kok rada buram… padahal filmnya sama…’
  • Nah, trus dari banyaknya pilihan yg ada, kalo bs sih pilih Tablet #Android Lokal yg punya standar sedikit lebih biar gag nyesel, misalkan…
  • 1. Besaran CPU, kini sudah ada yang pake singlecore 1 GHz atau 1,5 GHz dengan harga satu juta
  • 2. Periksa internal Storage nya, rata”sih sudah ada yang adopsi 4 GB, lumayan kalo mau nambah”games
  • 3. RAM, ukuran 512 ada juga kok yang pake, minimal antisipasi kalo seumpama Tablet gag bisa diRoot
  • 4. Ketersediaan Sim Card, kecil tapi ekstrem. Cape deh kalo sampe musti hunting wifi terdekat cuma buat update status :p
  • 5. Dukungan Market, selain bawaan ada juga yang menyertakan Market App buatan sendiri macam Nexian dan Vandroid kemarin
  • Lha trus kira”ada gag yah hal”yg gag perlu dipertimbangkan saat memutuskan untuk membeli sebuah Tablet #Android Lokal?
  • 1. Tampilan User Interface. Rata”UI Tablet #Android Lokal standar dr OSnya, kalopun nanti mau diCustom, bs ambil di Market. Banyak pilihan.
  • 2. Aplikasi Dukungan. Khawatir Tablet cuma bisa sebagai Documents Viewer? Silahkan unduh bbrapa app Free yang punya kemampuan sama
  • 3. Versi OS. Rata”Tablet keluaran terakhir sudah adopsi OS #Android versi 2.3 GingerBread, soal kemampuan Tetheringpun sudah bisa
  • Membeli sebuah perangkat #Android gag jauh beda dengan membeli sebuah HH Windows Mobile era 2002 s/d 2007, banyak pilihan, beragam harga
  • Storage Besar tapi RAM kecil dijamin bikin lelet perangkat #Android saat mencoba instalasi beragam App dan Games
  • Jadi, kalopun masih ragu untuk mencoba Tablet #Android Lokal sebagai pilihan, mungkin tuit tadi bisa dijadikan pertimbangan
  • 7 Tips Memilih Ponsel Lokal

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Sejak awal kemunculannya, ponsel Lokal atau yang dulu dikenal dengan sebutan ponsel China tampaknya sudah mencuri perhatian sebagian besar pengguna ponsel di Tanah Air. Ada yang masih ingat dengan antrean panjang saat Nexian menawarkan seri NexianBerry yang hanya dibanderol sejutaan beberapa tahun lalu ?

    Selain berharga Murah dan terjangkau, ponsel lokal menawarkan beragam teknologi dan fitur terkini yang dapat dijadikan pilihan alternatif bagi mereka yang memiliki keterbatasan budget untuk kepemilikan sebuah ponsel. Sudah begitu, konsumen pun disuguhkan beragam brand yang kemudian melahirkan komunitasnya sendiri sebagai wujud rasa loyal.

    Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir di Indonesia, terjadi pergeseran trend ponsel Lokal yang cukup signifikan. Dari plagiat desain brand ternama, TV Analog, Dual Sim, papan ketik QWERTY, layar sentuh hingga penggunaan OS Android pun ramai-ramai dilakoni.

    Di awal tahun 2012 ini, keberadaan ponsel Lokal bisa dikatakan mengalami persaingan yang sangat ketat dari para kompetitor yang dahulu sempat diambil alih pangsa pasarnya. Terutama saat harga sebuah perangkat ponsel pintar milik brand global sudah makin terjangkau oleh kantong pengguna ponsel tanah air.

    Lantas, apa Ponsel Lokal masih tetap menarik untuk dilirik ? tampaknya begitu. Namun sebelum memutuskan untuk memilih dan membeli sebuah perangkat ponsel lokal, simak dulu beberapa Tips dari kami.

    1. Berikan Batasan Budget. Jika dahulu hanya ada dua range saat konsumen berbicara soal harga sebuah perangkat ponsel Lokal, diatas dan dibawah harga satu juta rupiah, kini sudah mulai sedikit berkembang dengan dibawah 500ribu rupiah. Drastisnya penurunan ini sebagai akibat dari hantaman pasar ponsel global yang dilepas dengan harga dan fitur yang kurang lebih sama.

    2. Loyalitas Brand. Jika boleh dikatakan, jumlah brand Lokal yang beredar sejak awal pemunculannya sudah mencapai angka puluhan, namun yang mampu bertahan dengan baik hingga Tahun 2012 ini, setidaknya ada lima nama saja. Berbicara Brand, tentu akan berbicara kualitas perangkat dan tentu saja Layanan Purna Jual. Meskipun ditenggarai rata-rata perangkat ponsel Lokal punya kualitas yang sama, namun akan berbeda jika berbicara soal Layanan Purna Jual tadi. Jangan sampai saat Garansi seharusnya masih berlaku, namun ponsel harus menunggu spare part dalam waktu yang lama atau malah tidak mendapatkan penanganan sama sekali.

    3. Fitur dan Penawaran. Selain Trend yang dikatakan sebelumnya, ada pula beberapa jualan yang ditawarkan oleh masing-masing vendor dalam setiap perangkat yang dirilisnya. Entah itu OS perangkat pintar terkini, Messenger, akses dunia maya dan jejaring sosial, bonus eksternal memory atau bahkan ada juga yang memberikan bluetooth headset secara Free.

    4. Akses Menu. Meski secara bawaan rata-rata perangkat ponsel Lokal mengadopsi sistem perangkat yang sama persis, namun ada juga yang memberikan kenyamanan akses bagi pengguna untuk setiap Menu ataupun Fitur yang ditawarkan lewat shortcut pada tampilan layar depan misalnya. Hal ini akan mempengaruhi pengguna dalam melakukan perubahan kebiasaan dari ponsel sebelumnya.

    5. Teliti Spesifikasi terhadap Fitur yang ditawarkan diatas. Dalam beberapa hal, apabila fitur yang ditawarkan begitu megah dan wah, biasanya akan diikuti oleh kebutuhan minimal perangkat untuk mampu menjalankannya. Sayangnya, hal inilah yang kemudian kerap luput diperhatikan oleh calon pembeli sehingga mengakibatkan adanya keluhan saat pemakaian atau akses yang lambat baik untuk membuka Menu dan mengoperasikannya.

    6. Coba sebelum membeli. Berbeda dengan perangkat seluler dari vendor global, perangkat ponsel lokal terkadang ‘Tak seindah iklannya’. Beberapa dari mereka menawarkan kemampuan untuk memainkan Permainan High Definition, namun pada kenyataannya hanya mampu melakukan permainan emulator. Itupun masih terdapat Lag atau jeda yang cukup mengganggu. Demikian halnya dengan tampilan akses Menu dan halaman depan yang paling sering dipalsukan dalam tampilan iklan.

    7. Pahami batasan kemampuan ponsel. Minimal bagi yang memiliki hobi gonta ganti ringtones, games, aplikasi ataupun thema agar tak menyesal belakangan lantaran ponsel yang terlanjur dibeli ternyata tak mampu melakukannya. Ini bisa ditelusuri melalui dunia maya atau komunitas forum tertentu yang membahas ponsel tersebut secara lebih detail.

    Ketika tujuh Tips diatas minimal sudah dapat diketahui oleh Pengguna sebelum memilih perangkat ponsel Lokal, harapannya tentu saja tak ada lagi rasa penyesalan atau keluhan yang terjadi ketika ponsel sudah berada di tangan.

    BlackBerry 9360 Apollo, OS7 Menengah dengan NFC

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Dari perwajahannya sebenarnya sudah bisa dikenali bahwa perangkat kembangan Research In Motion ini datang dari Curve series, ponsel BlackBerry yang diperuntukkan bagi kelas menengah ke bawah. Namun apabila dibandingkan dengan seri Curve sebelumnya, banyak perubahan yang kami temui kali ini.
    Untuk image perangkat BlackBerry yang selama ini dikenal dengan dimensi yang berat dan lebar, agaknya boleh dikesampingkan mengingat secara ketebalan ponsel hanya berkisar 11 mm dengan berat yang tak sampai 100 gram. Bagi yang sudah terbiasa dengan ponsel berkeypad qwerty barangkali bakalan merasakan perbedaannya. Bahkan kami sendiri masih belum percaya jika ponsel yang kami Review kali ini merupakan salah satu dari enam rilis BlackBerry terkini.

    Mengambil codename Apollo, BlackBerry 9360 sejauh ini merupakan perangkat berbasis Osv7 yang termurah di tingkat menengah, sangat pantas dimiliki bagi mereka yang merupakan die hard BlackBerry dengan budget terbatas, ataupun pengguna pemula yang menginginkan perangkat BlackBerry tanpa lemot.

    Mengusung jaringan 3,5 G HSDPA agaknya sudah menjadi satu jaminan mutu bahwa secara network yang kelak bakalan digunakan tak lagi mengalami keterbatasan akses. Tidak cukup hanya mengandalkan koneksi wireless Bluetooth dan WLAN, BlackBerry 9360 Apollo bahkan telah dibekali pula dengan teknologi NFC atau Near Field Communications. Sebuah teknologi terkini yang memungkinkan pengguna berbagi file dengan cara mendekatkan perangkat saja.

    Dengan harga jual dibawah 3,5 juta rupiah, pengguna diharapkan sudah cukup puas dengan layar non-touchscreen berkekuatan 16 juta warna 480×360 pixel, jauh lebih baik dibanding seri Curve sebelumnya. Mengingat versi sistem operasi yang didukung sudah 7.1 maka secara tampilan yang disajikan pun jauh lebih berwarna dan dinamis. Cukup memberi penyegaran bagi mata pengguna yang dahulu dipaksa untuk berhadapan dengan kesan serius.

    Dibekali lensa kamera utama sebesar 5 Mega Pixels lengkap dengan LED Flash tanpa tambahan kamera kedua, BlackBerry 9360 Apollo kali ini sudah bisa berbangga dengan kemampuan tambahan perekaman video yang beresolusi VGA. Dari beberapa kali uji coba yang kami lakukan, hasil perekaman gambar maupun video menunjukkan kualitas yang juga jauh lebih baik dari kamera seri BlackBerry sebelumnya.

    Untuk mendukung kinerja ponsel serta memudahkan aktifitas pengguna, BlackBerry 9360 Apollo siap mengerahkan daya upayanya dengan cpu prosesor 800 MHz, sebuah ukuran yang sebenarnya bukan merupakan standar masa kini apabila disandingkan dengan ponsel lain di rentang harga jual yang sama. Sedangkan untuk media penyimpanan, sudah tergolong leluasa meski belum selega para kompetitornya. Storage internal diberikan 512 MB serta Memory RAM 512 MB. Inilah yang kemudian menjadi alasan kami untuk mengatakan perangkat BlackBerry tanpa lemot.

    Sayang, banyaknya perubahan yang kami temui kali ini tidak dibarengi dengan penambahan daya tahan perangkat yang hanya dibekali standar battery Li-Ion 1000 mAh, sebuah kapasitas yang bagi kami masih tergolong kurang untuk dapat memacu perangkat secara optimal. Dalam sekali charge penuh, BlackBerry 9360 Apollo hanya dapat bertahan beberapa jam saja mengingat secara kebutuhan, perangkat berada dalam posisi online. Sehingga pengguna memerlukan dua tiga kali Charge dalam sehari layaknya ponsel pintar lainnya. Untuk itu, Kami rekomendasikan bahwa pengguna wajib membawa serta kabel charger dalam tas untuk mengatasi kemungkinan terburuk lowbat.

    Terkait minimnya daya tahan batere ini, di pasaran bisa ditemui beberapa battery non original yang berkekuatan dua setengah kali lipatnya disertai dengan cover belakang perangkat untuk menutupi keberadaan battery. Jika opsi ini diambil, maka bisa ditebak, baik dari dimensi ataupun berat perangkat barangkali gag akan berkesan lagi bagi para penggunanya.

    Pilih NoteBook atau TabletPC ?

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Berada dalam dua pilihan yang sulit, sementara yang namanya ketersediaan Budget masih mengikat, merupakan sebuah tantangan yang harus dapat dipenuhi guna mengakomodasi kebutuhan secara tepat guna. Hal ini kerap dialami oleh seseorang yang berada dalam kondisi berkeinginan memiliki sebuah perangkat NoteBook namun kemudian digoyahkan oleh iming-iming kemampuan sebuah perangkat TabletPC setelah membaca beberapa Review. Lantas mana yang harus dipilih ?

    Kami sendiri ketika dimintakan masukan atas situasi atau dilontarkannya pertanyaan tersebut, tidak mampu memberikan rekomendasi yang layak dilaksanakan mengingat secara kebutuhan masing-masing orang jelas berbeda satu sama lainnya. Itu sebabnya selalu kami kembalikan kepada yang bersangkutan untuk memilih dengan beberapa pertimbangan yang sekiranya masuk akal.

    Seandainyapun jika boleh, kami merekomendasikan kepemilikan kedua perangkat dengan syarat secara budget mampu menutupi kebutuhan dengan hanya menambahkan sedikit anggaran.

    Jadi, Silahkan memilih sebuah perangkat TabletPC apabila :

    1. Rekan memiliki aktifitas mobile yang padat (lebih banyak berada di perjalanan atau luar kantor) sehingga perangkat jauh lebih mudah untuk dibawa kemana saja.

    2. Kebutuhan dan intensitas akan aktifitas dunia maya, apakah itu sekedar browsing, berkirim email, memantau harga atau barangkali bersosialisasi lewat akun jejaring sosial

    3. Memiliki hobby bereksplorasi lebih jauh terhadap sebuah teknologi yang biasanya hadir saat kesulitan demi kesulitan menghampiri

    4. Lebih sering berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk membawa sebuah perangkat, membuka, menyalakan, menunggu hingga siap digunakan

    Dan pilihlah sebuah perangkat NoteBook apabila :

    1. Rekan lebih banyak beraktifitas di dalam ruangan atau dibalik meja

    2. Kebutuhan dan intensitas aktifitas yang jauh lebih kompleks seperti editing data yang membutuhkan kecepatan penyelesaian, berkutat dengan aplikasi tertentu yang tidak mampu diakomodir oleh perangkat TabletPC pula hal-hal yang berkaitan dengan grafis berskala besar. Foto dengan High Definition, Video bahkan Desain Corel dan AutoCad misalnya

    3. Memiliki pola kerja yang statis, tidak direpotkan dengan mencoba dan mencoba aplikasi saat tingkat kesulitan sudah makin berkembang

    4. Membutuhkan perangkat untuk pertukaran data berskala besar secara cepat

    Yang patut dipahami disini adalah Fungsi dan kemampuannya masing-masing, berada di posisi mana dalam siklus atau proses aktifitas yang sekiranya akan dilakukan atau dibutuhkan. Seperti yang pernah kami katakan sebelumnya bahwa TabletPC hingga kini belum mampu menggantikan posisi dan kemampuan sebuah NoteBook dalam arti sebenarnya, hanya untuk menjembatani keterbatasan fungsi yang mampu dilakukan antara sebuah ponsel dan sebuah perangkat NoteBook. Jadi silahkan Rekan memilih yang sekiranya sesuai kebutuhan.

    Uji Coba Simulatornya Sebelum Membeli

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Terkadang bagi sebagian orang, ketersediaan budget tidak selalu menjadi pertimbangan utama dalam menentukan pilihan akan sebuah ponsel sebagai alat berkomunikasi. Ada juga yang barangkali terlalu memikirkan ‘apakah kelak perangkat yang akan dipilih mampu digunakan atau termanfaatkan dengan baik atau tidak. Jika Rekan Tokoh masih merasa ragu seperti itu, yuk coba dulu Simulatornya sebelum memutuskan untuk membeli.

    Simulator yang dimaksud disini adalah Aplikasi yang dapat dijalankan melalui perangkat PC/NoteBook, untuk memberikan pengenalan awal kepada pengguna khususnya yang bergerak dalam bidang pengembangan mobile application tentang apa dan bagaimana cara kerja sebuah perangkat ponsel. Sejauh ini keberadaan aplikasi Simulator baru tersedia pada ponsel yang berjenis Smartphone dengan ciri penggunaan OS atau Sistem Operasi tertentu. Ukuran installer sebuah aplikasi Simulator ini biasanya berkisar antara dari 50 MB hingga 300an MB. Tergantung pada jenis Sistem operasinya dan juga tahun rilisnya.

    Untuk perangkat Symbian yang digawangi Nokia, meski kini sudah tergolong jarang dirilis kembali namun beberapa perangkat ponsel tipe S40nya masih bisa dijumpai di pasaran. Rata-rata perangkat ini mengandalkan layar sentuh dilengkapi dengan keypad 3×4. Untuk dapat mempelajari isinya lebih jauh Kawan Tokoh bisa mengunduh aplikasi Simulatornya di alamat Nokia Developers. Aplikasi ini terbagi atas tipe sistem operasi yang dirilis dari S40 untuk Nokia type keypad numerik, S60 untuk Nokia smartphone, dan S80 untuk Nokia Communicator, serta versinya masing-masing.

    Dibandingkan Symbian, ketersediaan ragam Simulator untuk perangkat BlackBerry jauh lebih banyak, bergantung pada versi sistem operasi yang dirilis dan juga seri ponsel yang ingin dicoba. Aplikasinya sendiri dapat diunduh melalui halaman web resmi BlackBerry pada bagian Support. Untuk sistem operasi versi terakhir, ukuran Installernya cukup besar kisaran 180 MB hingga 220 MB. Yang unik dalam pemanfaatan aplikasi Simulator ini adalah kemampuannya yang setara dengan perangkat sesungguhnya meski minus BlackBerry Messenger. Setidaknya Kawan Tokoh bisa memanfaatkannya untuk melakukan Update Status untuk memunculkan tulisan ‘update via BlackBerry’ di bagian bawah status update hingga mencoba satu persatu aplikasi yang terdapat dalam App World.

    Lantas ada Android, sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Google, raksasa mesin pencari dengan sifat yang terbuka atau Open Source. Berbeda dengan aplikasi Simulator yang lainnya yang berdiri sendiri sesuai seri ponsel ataupun versi sistem operasinya, khusus Android menggunakan satu kesatuan aplikasi untuk semua versi dan seri ponsel. Hanya saja pemilahannya baru dilakukan saat pengguna menjalankan aplikasi Simulator tersebut. Sedikit lebih merepotkan, apabila pengunduhan Simulator lain dilakukan terlebih dahulu baru diinstalasi secara offline, tidak demikian halnya dengan Simulator Android yang proses instalasinya mutlak dilakukan secara online. Ada dua jenis Simulator yang ditawarkan, pertama, aplikasi yang berjalan di perangkat pc/notebook seperti yang disebutkan tadi, dan kedua aplikasi yang berlaku sebagai sistem operasi yang dapat dijalankan secara mandiri melalui proses booting. Untuk yang terakhir ini, file instalasi dapat disimpan dalam bentuk cd atau flash disk.

    Setelah Microsoft memutuskan untuk menutup riset dan pengembangan bagi sistem operasi Windows Mobile lama mereka yang sebetulnya masih bisa dicoba juga Simulatornya, kini mereka mencoba hadir kembali dengan tampilan dan kinerja yang menggoda lewat Windows Phone versi 7.5 Mango. Serupa dengan Simulator Android yang mengharuskan proses instalasi secara online, untuk aplikasi Simulator yang dikembangkan oleh Microsoft pun demikian pula adanya. Ukuran installernya tergolong kecil, sekitar 3,4 MB saja. Namun untuk mampu menggunakannya, Microsoft mensyaratkan spesifikasi perangkat pc/notebook yang cukup besar yakni ketersediaan space untuk hasil instalasi sebesar 4 GB, penggunaan 3 GB Memory RAM serta versi sistem operasi minimal Vista atau Windows 7. Paket Instalasi ini sudah termasuk dengan aplikasi Microsoft Visual Studio yang menjadi syarat utama menjalankan Simulatornya.

    Terakhir ada iOS buatan Apple yang dikenal lewat perangkat iPhone dan iPad-nya. Jika perangkat pc/notebook yang Kawan Tokoh gunakan masih mengadopsi sistem operasi Windows, maka bersiaplah untuk kecewa lantaran aplikasi Simulator untuk perangkat pintar ini hanya tersedia dalam sistem operasi Mac.
    Jikapun Kawan Tokoh menemukan beberapa aplikasi Simulator iOS yang mampu dijalankan pada sistem operasi Windows, sepengetahuan kami rata-rata masih merupakan sebuah aplikasi simulasi tampilannya saja, baik yang difungsikan hanya untuk melihat perpindahan menu atau tampilan halaman web yang disajikan lewat layar perangkat.

    Sebenarnya masih banyak jenis aplikasi Simulator yang dapat dicoba untuk melakukan pengujian perangkat ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya seperti Bada yang dikembangkan oleh Samsung atau WebOS yang dikembangkan oleh Palm lalu diakuisisi oleh HP. Sayangnya perangkat-perangkat tersebut tampaknya tak lagi dirilis oleh vendor terkait atas dasar tidak berhasil dari segi komersial.

    Tips #Ngandroid Fun Applications

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Selamat Pagi Droiders, mumpung fisik dan pikiran masih segar, #ngandroid bentar yuk…
  • Kali ini ambil topik aplikasi have fun yah…
  • Pertama, ambil Photofunia deh. Aplikasi fun photo frame dimana Droiders bisa memanfaatkan sejumlah photo frame dengan tema” unik
  • Photofunia ini merupakan aplikasi fun yang dijalankan secara online, berasal dari halaman web dengan nama yang sama
  • Beberapa tema yang bisa direkomendasikan sebagai percobaan yaitu frame yang dipegang oleh Presiden Obama, bisa juga oleh Victoria Beckham
  • Atau foto berukuran besar di depan gedung lengkap dengan pekerja yang aksi memasangnya, bisa juga setting galeri atau pameran
  • Hasil foto bisa dipajang di akun jejaring sosial sebagai photo profile, bisa juga dicetak sebagai koleksi
  • Yang perlu diperhatikan dari Photofunia ini adalah cara membuatnya, agar memperhitungkan arah wajah yang dikehendaki oleh frame unik tsb
  • Kedua ada FatBooth, aplikasi fun pengubah wajah objek foto menjadi sosok yang lebih gemuk dari kondisi aslinya
  • FatBooth memanfaatkan kamera untuk pengambilan gambar dan dibutuhkan penentuan posisi kedua mata, bibir dan dagu
  • Hasil transformasi wajah ini bisa dipakai bahan lucu”an untuk anak kecil atau teman kerja, tapi pilih”yah objek fotonya :p
  • Ketiga ada aplikasi Zombie Booth, sama dengan FatBooth sebelumnya, aplikasi ini mengubah wajah si objek foto menjadi zombie
  • Uniknya, zombie booth ini menyajikan hasil foto animasi bergerak, lengkap dgn geraman khas zombie dan aksi gigitan saat ditowel dengan jari
  • Keempat ada Lighter. Ada banyak varian yang ada di Market, salah satunya mengambil brand ternama, Zippo
  • Zippo Lighter ini bisa dipake untuk gaya”an saat menyulut rokok milik sendiri atau teman, lengkap dengan gaya melentingkan korek
  • Kelima ada Fingerprint Scanner. Aplikasi pengunci layar yg hanya bs dibuka dgn menggunakan sidik jari ini memang terlihat sangat high tech
  • Sayangnya, aplikasi FingerPrint ini hanyalah akal”an belaka, tapi untuk sekedar pamer, boleh lah
  • Solar Charger, aplikasi yg lagaknya bs melakukan charge lewat sinar matahari ini sangatt meyakinkan, sayang gag ada akal”an tampilan batere
  • Nah, kalo yg ini lebih mengkhusus ke kalangan Droiders cowok. Shaver atau Razor, silahkan berakting layaknya sdg cukur kumis atau jenggot :p
  • Saver atau Razor ini akan lebih baik jika dipegang dlm posisi terbalik, layar menghadap lawan bicara,jd makin meyakinkan krn ada suaranya :p
  • Ghost Radar, ini hanya utk lucu”an loh,Ceritanya lg mendeteksi keberadaan hantu lewat frekuensi radio gelombang pendek lengkap dgn posisinya
  • Terakhir ada Talking Tom, animasi dgn tokoh Kucing ini sebenarnya banyak banget variannya di Market, bisa mengulang suara Droiders dgn cepat
  • Talking Tom ini merupakan salah satu aplikasi jahil yg menjadi favorit terutama anak”. Letakkan diatas meja saat nongkrong & lihat hasilnya
  • Banyaknya aplikasi fun atau lebih tepatnya jahil di Market bisa jadi merupakan salah satu efek dari sifat sistem OS #Android yang terbuka
  • Dan dari sekian banyak aplikasi fun atau jahil ini, sebagian ada yang dikecam pengguna #Android akibat kebodohan yang diciptakan
  • Bahkan ada yang mengumpat lantaran terlanjur mempercayai isi deskripsi app seperti Solar Charger atau Razor itu misalnya
  • Akan tetapi jika Droiders sejak awal sudah mengetahui maksud aplikasi ini, yakin banget hanya bisa nyengir pas beraksi dan berakting :p
  • “If you’re too busy to laugh, you’re too busy…” atau meniru kata-kata Joker… “Why so Serious?” Selamat beraktifitas Droiders…
  • Tips #Ngandroid Chat Applications (3)

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Nah, terakhir ada Whatsapp. Saya yakin sudah banyak yang mengenalnya
  • Whatsapp merupakan sebuah aplikasi Chat yang mampu dilakukan oleh perangkat mobile multi platform.
  • Dari #Android, Blackberry, iPhone, Symbian baik S40 juga S60 yang lawas itu…. #multiplatform
  • Mengandalkan nomor ponsel dan verifikasi via sms, untuk aksi Restore archive chat-nya jauh lebih cepat dari aplikasi Line
  • Adanya banyak dukungan perangkat ponsel inilah yang membuat Whatsapp lebih diharapkan mampu menghabisi keberadaan BBM
  • Whatsapp mampu melakukan yang BBM bisa, dari tukeran foto, video, audio, contact bahkan lattitide (posisi)
  • Selain itu terdapat pula beberapa emoticon sebagai wujud ekspresi pengguna saat melakukan chat
  • Dibanding aplikasi Chat lainnya, daftar pengguna Whatsapp yang terdapat dalam perangkat yang saya gunakan merupakan yang terbanyak
  • Aplikasi Whatsapp awalnya mampu dilakukan oleh perangkat ponsel maupun tabletpc
  • Namun dlm versi terbarunya, Whatsapp langsung menolak perangkat tabletpc yg tdk mendukung voice call spt HTC Flyer atau Samsung GalTab 10.1
  • Hal ini bisa diakali dengan menginstalasi aplikasi Whatsapp versi lama, yang masih mendukung tablet
  • Tindakan ini kan menimbulkan resiko saat perangkat melakukan Update aplikasi
  • Whatsapp pada #Android memiliki kemampuan untuk membuat Group secara terbatas (maks 15 participants) yang dikelola oleh satu admin
  • Wewenang admin #Whatsapp adalah memasukkan daftar nama yang ingin diikutkan dalam Group sekaligus melakukan perubahan data group
  • Sayangnya, admin #Whatsapp tidak memiliki wewenang untuk mengeluarkan anggota dari Group
  • Sehingga untuk keluar dari Group, hanya si anggota sendiri yang mampu melakukannya dengan ‘Delete and Exit group
  • Fasilitas Free yang dapat dinikmati hanya dalam batas setahun. Lebih dari itu, Droiders diwajibkan untuk membelinya
  • Semua aplikasi Chat yang disebutkan sejak awal rata”ditawarkan secara Free alias Gratis, kecuali Whatsapp, wajib bayar di tahun kedua
  • Untuk pemakaiannya dibebankan langsung pada paket data koneksi yang digunakan. Jika sudah Unlimited, lupakan saja :p
  • Semua Aplikasi Chat tadi akan jauh lebih berguna bila sudah ada temannya. Jika masih sedikit yang menggunakan, silahkan beralih
  • Untuk Chat On, Catfiz, Live Profile, Line, GTalk, eBuddy bagi saya sdh menjadi bagian drmasa lalu. Yg masih ttp digunakan cuma Whatsapp & YM
  • Jadi bagi yang ingin kontak, bisa lewat Whatsapp di 083119540188 atau YM alitpande bisa juga mention langsung disini
  • Ah iya… Sori kelupaan… Padahal pernah dicobain juga :p RT @doktersipayung @pandebaik kakao talk bisa dipertimbangkan jg..
  • RT @doktersipayung klo gak salah kakao talk sdh mulai banyak yg makai. Lebih atractive menurut saya emoticonnya. Ada animasi nya.
  • Akhir kata sebelum berpisah, semua pilihan ada ditangan masing”, silahkan manfaatkan secara positif mana yang dianggap lebih baik
  • Karena bagaimanapun, masing”punya kekurangan dan kelebihannya. Demikain pula halnya saya :p *banyak salah ketiknya *maaf yah
  • Tips #Ngandroid Chat Applications (2)

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Barisan berikut ada LINE. secara penampakan, UI yang digunakan Line, mirip”dengan tampilan iPhone atau iPad
  • Mungkin pada awalnya Line merupakan aplikasi Chat yang dikembangkan untuk perangkat iOS lalu melebar ke #Android
  • Aplikasi Line ini memiliki konsep serupa dengan Viber, Tango atau Chat On yang berbasiskan nomor ponsel dan melakukan verifikasi
  • Uniknya, apabila Droiders telah mendaftarkan nomor ponsel yang sama di perangkat yang sebelumnya dimiliki, Line akan bertanya lebih dulu
  • Apakah akan berlaku sebagai New User Line, ataukah sebagai User sebelumnya
  • Jika jawaban Droiders masih menggunakan User sebelumnya, maka Line akan me-Restore archives Chat yang pernah dilakukan sebelumnya
  • Meski aplikasi Line mampu dijalankan dalam perangkat ponsel dan Tablet, namun tampilan hanya mampu beraksi pada posisi Portrait
  • Untuk proses Restore archived Chat sebelumnya, Line ternyata jauh lebih lambat ketimbang aplikasi Chat lainnya
  • Kabarnya aplikasi Line inilah yang disebut”sebagai BBM killer oleh para pengguna #Android
  • dan seperti halnya Viber dan Tango, Line mampu pula melakukan komunikasi voice call secara gratis lewat jaringan 3G
  • Dibandingkan dengan aplikasi Chat lainnya, Line memberikan keleluasaan bagi para penggunanya untuk melakukan perubahan tampilan (skin)
  • Trus ada juga eBuddy. Nah khusus yang satu ini memang beneran multi platform. Bahkan dalam ponsel Java pun mampu dijalankan
  • eBuddy merupakan aplikasi Chat multi client yg mengandalkan alamat email sbg sarana loginnya. Meliputi Yahoo Mess, Facebook Mess dll
  • Ngomongin Yahoo Messenger kok malah kelupaan yah? Ini satu”nya messenger yang fenomenal, karena bisa juga berjalan di perangkat PC
  • Untuk bisa menggunakan YM, Droider musti memiliki akun email milik Yahoo yang dapat diinputkan kedalam app YM atau eBuddy
  • YM ini memiliki fitur Buzz yang kalo ditetangga sebelah ada fitur PING-nya untuk mengingatkan lawan bicara saat melakukan Chatting
  • Pada versi PC, Yahoo Messenger memiliki lebih banyak jnis emoticon yang bisa digunaian
  • Bicara YM milik Yahoo, ada juga GTalk milik Google. Satu syarat mutlaknya tentu alamat email milik raksasa mesin pencari, Google.
  • Serupa dengan YM, GTalk dapat juga diaplikasikan di multi platform termasuk PC
  • Bagi pengguna #Android, aplikasi chat GTalk ini sudah disuntikkan sebagai aplikasi bawaan di setiap perangkat #Android
  • (bersambung)

    Tips #Ngandroid Chat Applications (1)

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Selamat Pagi Droiders, #ngandroid dulu yuk… Kali ini tentang aplikasi Chat bagi pengguna ponsel/tablet #Android
  • Bagi yang punya hobi chat (ngobrol) bareng rekan Droiders lainnya, saya yakin sudah punya pilihan sendiri sebagai line up utama
  • Di pengguna Samsung, ada Chat On yang dulunya dikembangkan bagi sesama Samsung, kabarnya bakalan mendukung multi platform
  • Chat on merupakan salah satu aplikasi Chat yang berbasiskan nomor ponsel pengguna. Tanpa email, tanpa PIN layaknya tetangga sebelah
  • Chat On baru bisa digunakan apabila Droiders melakukan verifikasi atas nomor yang diinputkan, dan dikirim via sms
  • Daftar nama bakalan muncul otomatis dalam daftar Buddies, yang artinya rekan Droiders tsb pun telah menggunakan Chat On, aktif atau tidak
  • Dalam Chat On ada beberapa pengaturan yang dapat dilakukan seperti ring type notification, status, birthday calendar dst
  • Aplikasi kedua ada Viber. Seperti halnya Chat On, Viber pun berbasiskan nomor ponsel dan harus melakukan verifikasi terlebih dahulu
  • Dibanding Chat On, satu kelebihan Viber adalah mampu melakukan komunikasi voice atau suara antar pengguna Viber
  • Untuk dapat melakukan komunikasi voice ini, Droiders minimal berada dalam jangkauan sinyal 3G atau lebih
  • Soal kualitas suara Viber, jangan ditanya. Jauh lebih jernih ketimbang voice call biasa.
  • Soal biaya voice call, dibebankan pada paket data langganan bulanan yg Droiders gunakan. Jika sudah Unlimited,berarti ya gag usah dipikirkan
  • Aplikasi Viber ini selain mendukung Android, mendukung pula iOS, dan tidak terpaku pada perangkat ponsel saja. Tablet pun bisa
  • Masuk ke aplikasi Chat ketiga, ada Tango. Konsepnya masih sama, berbasis nomor ponsel dan melakukan verifikasi terlebih dahulu
  • Dan bila dibandingkan dengan Viber, selain bisa melakukan komunikasi voice call, Tango mampu melakukan panggilan video call loh
  • Panggilan video call via Tango ini tentu membutuhkan kamera depan sbg persyaratan,jikapun tidak ada maka gambar kita tak terlihat oleh lawan
  • Berikutnya ada Catfiz. Berbeda dengan sebelumnya, Catfiz lebih menggunakan PIN layaknya tetangga sebelah
  • Selain Chat, Catfiz mendukung pula chat lewat Group dengan topik tertentu
  • Apabila tetangga sebelah menggunakan 8 digit PIN sebagai modal utama, Catfiz menggunakan 9 digit PIN sebagai tanda pengenal
  • Meski sama”menggunakan PIN, jangan coba”meminta tetangga sebelah untuk add via Messenger mereka yah
  • Dan jangan pula mencoba untuk mengubah jumlah digit PIN tersebut menjadi 8 digit agar sedikit tersamarkan dengan tetangga sebelah :p
  • Berikutnya ada Live Profile. Serupa dengan Catfiz, aplikasi ini memanfaatkan penggunaan PIN layaknya tetangga sebelah
  • Positifnya, Live Profile setidaknya mendukung tiga Platform. #Android, iphone dan Blackberry
  • Itu sebabnya jangan dulu menganggap bahwa kelak daftar teman yang tercantum dalam contact Live Profile merupakan pengguna #Android
  • (bersambung)