Tentang Perseteruan Apple vs Samsung

2

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Steve Jobs berang. Google mencuri idenya dengan mewujudkan sistem operasi Android. Maka perangpun dimulai.

Perseteruan Apple vs Samsung yang mempersoalkan banyak hal mulai pelanggaran hak paten terkait desain ponsel dan tablet berlayar lebar (hampir memenuhi layar dan minim tombol), sentuhan layar dengan memanfaatkan jari hingga beberapa operasional yang memang diakui atau tidak, Apple lah yang terlebih dulu mempublikasikan ke publik lewat iPhone tahun 2007 lalu. Meskipun secara ide, itu bukanlah original milik Apple.

Samsung di tahun pra rilis iPhone bisa dikatakan ‘tinggal menunggu waktu. Beberapa peruntungannya lewat rilis ponsel menggunakan sistem operasi Symbian dan Windows Mobile bisa dikatakan jauh dari harapan. Demikian halnya dengan desain yang hampir tak pernah merilis perangkat spektakuler layaknya kini. Konsep tiruan langsung bisa ditebak pasca dipublikasikannya iPhone, dan Samsung secara perlahan satu persatu merilis perangkat yang bisa dikatakan menyerupai hingga akhirnya menyamai.

Memang ungkapan hakim yang menangani kasus perseteruan ini bisa dibenarkan, bahwa Konsumen tidak akan kebingungan memilih mana produk Apple demi melihat desain milik Samsung seperti yang dipermasalahkan oleh pihak Apple, dan tablet Samsung (Galaxy Tab 1rst) tak sekeren iPad (generasi pertama). Namun tetap saja meniru desain yang sudah dipatenkan, tak dapat dibenarkan. Tapi kenapa justru Samsung ? jika yang dipermasalahkan oleh Steve Jobs justru pada sistem operasi yang digunakan alias Android ?

Bisa jadi lantaran dua iklan Samsung yang secara terang-terangan melakukan konfrontasi terhadap ponsel milik iPhone. Bagi yang pernah menyaksikan iklan yang saya maksud, dijamin maklum dengan tuntutan Apple. Kalo gag salah waktu rilis Samsung Galaxy S II dan Samsung Galaxy Note. Dua iklan yang sebenarnya punya nafas sama, yaitu menyasar pada antrean pembelian perangkat iPhone.

Pukulan telak lalu dilayangkan oleh Apple dan disetujui oleh Pengadilan Amerika. Samsung harus membayar sejumlah nilai pada Apple atas sejumlah pelanggaran meliputi desain hingga operasional perangkat seperti yang disebutkan diatas.

Meskipun Samsung dinyatakan menang di pengadilan Korea Selatan tempat asal Samsung dikembangkan, namun kemenangan Apple di pengadilan Amerika kini mulai membuat ketar ketir para produsen perangkat ponsel pintar dan tabletpc yang memanfaatkan sistem operasi sama. Android. Mau tidak mau Google sebagai pengembang utama diharuskan turun tangan membackup Samsung kelak.

Perseteruan dua klan besar di jagad teknologi komunikasi, dibarengi pula dengan perseteruan fanboy atau pengguna masing-masing perangkat. Bukan rahasia lagi jika pengguna Apple dan Samsung juga Android saling ledek, hina dan caci maki di setiap pemberitaan yang diturunkan baik media online hingga forum kenamaan. Apakah harus seperti itu ?

Bagi saya tentu saja salah besar.

Sebagai pengguna, selayaknya yang bisa dilakukan adalah menggunakan dan mengeksplorasi hingga nantinya menyebarkan dan menyerahkan pilihannya pada kawan lainnya. Jika pilihan jatuh pada perangkat yang berbeda dengan yang kita pegang, itu sepenuhnya merupakan pilihan yang bersangkutan atas semua alternatif pilihan yang diberikan. Jangan sampai hubungan pertemanan jadi renggang hanya karena perbedaan perangkat yang dimiliki.

Apple memiliki Ekslusifitas OS dan perangkat. Ponsel yang dirilis bisa dikatakan hanya satu setiap tahunnya. Itupun dirilis hanya menggunakan nama besar Apple. Berbeda dengan sang penjiplak, Android, maju lewat banyak nama, banyak spesifikasi dan banyak pilihan harga. Secara tidak langsung membuatnya tampak jauh lebih pasaran. Namun banyaknya pilihan inilah yang kemudian mengakibatkan Android tampak jauh lebih menarik untuk dicoba bagi sebagian besar pengguna ponsel tanah air. Mengingat belum banyak yang mampu menyisihkan budget minimal 5 jutaan untuk sebuah ponsel. Demikian halnya saya.

Jika saja Apple mau merilis ponsel OS terkini mereka dengan harga yang lebih logis, barangkali akan banyak pengguna Android dan juga ponsel lain berpaling. Tak lupa sistem penjualan aplikasi yang jauh lebih dipermudah. Oke, tidak sampai gratis, namun bisa dilakukan tanpa harus membeli voucher lewat Kaskus yang memang diperuntukkan bagi pasar US misalnya. Karena hal inilah yang kemudian memicu dilakukannya JailBreak dan menghancurkan garansi yang dimiliki.

Apple punya ide, Samsung dan Android punya Market. Andai saja keduanya bisa dipadu, tentua akan lebih indah rasanya. Namun bisnis tak bisa diperlakukan demikian. Tanpa persaingan tentu takkan ada warna. Itu yang diyakini Samsung lewat inovasi-inovasi baru yang berusaha dilahirkan dalam setiap perangkatnya. Namun tetap penjiplak harus digilas, yakin Apple. Agar tak semudah itu hak cipta kekayaan intelektual ditiru begitu saja.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik seharusnya dari perseteruan Apple vs Samsung, dan itu bukan perseteruan saudara sebangsa.


BlackBerry 9320 aka Armstrong, 9220 versi 3G

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pertengahan tahun 2010 lalu, publik Indonesia dihentakkan dengan kehadiran perangkat BlackBerry termurah yang mengadopsi Osv5, Gemini series 8520 yang pada akhirnya dilepas dalam dua versi. GSM dan CDMA. Hanya berselang tak sampai satu tahun, BlackBerry kembali merilis perangkat serupa yang dinamakan Curve 9300 yang memiliki kelebihan pada dukungan jaringan 3G, sementara spesifikasi lainnya cenderung sama.

Entah kebetulan atau tidak, dibulan yang yang sama dua tahun kemudian, beberapa saat pasca rilis Osv7, publik kembali dihadapkan pada kenyataan yang sama dengan sebelumnya. Blackberry 9220 aka Davis dirilis sebagai perangkat terkini yang termurah dan kabarnya digadang-gadangi menggantikan keberadaan Gemini terdahulu. Dan berselang hanya satu bulan, kembali merilis versi 3G, BlackBerry 9320 aka Armstrong.

Secara penampilan antara Armstrong 9320 dengan pendahulunga Davis 9220, rasanya tak tampak banyak perubahan yang bisa dijumpai kecuali list lapisan logam yang berada di sekeliling bodi. De Ja Vu ? yak, perbedaan inipun pernah terjadi antara penampilan Blackberry Curve 9300 dengan Gemini 8520. Perbedaan baru terlihat jika dilihat dari sisi belakang perangkat dimana lensa kamera BlackBerry 9320 kini dilengkapi dengan lampu LED Flash sebagai penerang bantuan saat mengambil gambar. Mengusung resolusi yang sedikit lebih baik, 3,15 MP demikian halnya jika ditilik dari segi hasil.

Untuk kecepatan dapur pacu kelihatannya BlackBerry 9320 aka Armstrong tak jauh berbeda dengan versi terdahulu. Menggunakan 512 MB RAM dan 512 MB ROM rasanya sudah cukup menjadi jaminan untuk mendukung OS v 7.1 yang memiliki penampilan jauh lebih dinamis dan berwarna. Spesifikasi ini kurang lebih sama dengan perangkat Blackberry berlayar sentuh versi awal, Torch 9800 yang tampaknya masih menjadi favorit hingga kini.

Tampil dalam resolusi layar 320×240 pixel TFT 65K warna, merupakan standar terbawah dari sebuah perangkat ponsel pintar dan hadir tanpa teknologi layar sentuh. Terdapat lima panel yang berdampingan pada halaman Homescreen yaitu All, Favorites, Media, Downloads dan Frequent. Pembagian ini tentu untuk memudahkan pengguna dalam beraktifitas dengan perangkat tanpa perlu mencari satu persatu keberadaan fitur serta aplikasi yang diinginkan.

BlackBerry bisa dikatakan sangat identik dengan keberadaan BlackBerry Messenger atau yang lebih dikenal dengan istilah BBM. Dalam perangkat 9320 ini Research In Motion atau RIM selaku pengembang sistem operasi BlackBerry menyertakan versi teranyar 6.1 yang dilengkapi dengan fitur BlackBerry Connect. Untuk lebih memudahkan akses menuju aplikasi ini, di sisi kiri perangkat telah disediakan tombol akses cepat atau shortcut yang fungsinya dapat pula diubah dari menu Options didalam perangkat.

Untuk mendukung kinerja, BlackBerry 9320 aka Armstrong dibekali daya tahan batere sebesar 1450 yang secara hitung-hitungan sedikit lebih besar ketimbang pendahulunya 9220 aka Davis. Meski demikian, untuk urusan online secara kontan tentu saja besaran daya ini membutuhkan setidaknya dua tiga kali charge dalam sehari, bergantung pada jenis aktifitas yang dilakukan.

Dalam paket penjualannya, disertakan pula memory eksternal dan kabel data yang dapat digunakan untuk melakukan sinkronisasi perangkat dengan pc/notebook. Sedang aplikasi PC Suite BlackBerry Desktop manager tampaknya harus diunduh secara manual dari halaman resmi milik BlackBerry.

Dengan harga jual di kisaran 2,6 juta rupiah, BlackBerry 9320 akan Armstrong tampaknya bakalan bersaing dengan dua OS kompetitor lainnya yaitu Android yang hadir lewat perangkat Samsung Galaxy Ace Plus dan Sony Xperia U serta Windows Mobile lewat Nokia Lumia 710, yang secara spesifikasi dan kemampuan memiliki jaminan mutu lebih besar, hanya saja tanpa dukungan BlackBerry Messenger tentu saja.


Gathering Pertama NBC-Bali-Droid Community

13

Category : tentang InSPiRasi

Lapangan Niti Praja Mandala Renon masih tampak ramai oleh orang yang lalu lalang untuk berolah raga, minggu 26 Agustus sore. Meski waktu telah menunjukkan pukul 17.45 wita, belum satupun wajah serius menatap gadgetnya terlihat duduk menunggu di undakan monumen Bajra Sandi. Satu hal yang biasanya menjadi ciri khas pengguna gadget Android.
Tak lama waktu menunggu, datang tiga remaja menenteng dua plastik merah berisikan baju kaos, menghampiri dan memberi salam. ‘Sudah lama bli ?’

Ah, rupanya ini yang namanya Shine ‘Agus’ Rockerz, sang penggagas Gathering Pertama dua komunitas dunia maya, NBC Bali (komunitas pengguna aplikasi Nimbuzz di era ponsel Nokia Symbian) dan Bali Droid Community (komunitas unOfficial pengguna Android regional Bali). Ia datang bersama seorang kawan bernama Anra, serta sang istri (istrinya Agus maksudnya) yang kabarnya baru saja melewatkan bulan madu mereka di Paris *uhuk Maaf – Jogya (red) sembari menyodorkan pia oleh-oleh.

Entah mengapa meski ini pertama kalinya kami bersua, namun rasa canggung yang biasanya hadir tak tampak dari jalannya obrolan yang dilontarkan. Saya yakin rasa ini ada di setiap Komunitas ataupun Forum manapun.

Satu persatu Kawan datang, namun hanya dua wajah saja yang saya kenal. Itupun memang lantaran sempat bertemu saat HTC One Road to Bali digelar di Seminyak kemarin. Lainnya? Hanya kenal nama tanpa tau yang mana. Namun yang paling surprise, akhirnya bisa juga bersua dengan Thedy NBC, seorang kawan lama yang saya kenal hanya lewat dunia maya, seorang aktor dibalik IGO Lovers, kawan Kaskus dan salah satu admin dari dua Komunitas yang kali ini bertemu.

Entah karena Gathering ini merupakan yang pertama kalinya digelar, atau memang kami sedang bernasib sial, pihak Keamanan di lokasi monumen Bajra Sandhi datang menegur dan meminta kami untuk melakukan ijin terlebih dahulu sebelum menggelar acara. Tidak seenaknya datang dan berkumpul dalam jumlah yang banyak.

Kami sendiri jujur saja tidak terlalu mengetahui prosedural birokrasi seperti itu, mengingat ini adalah fasilitas umum. namun lantaran Bajra Sandhi merupakan monumen sekaligus icon dari Lapangan Niti Praja Mandala Renon, sangat wajar apabila pihak keamanan menegur kami dan meminta penjelasan lebih jauh.

Lantaran tidak ingin direpotkan oleh Proses Birokrasi yang berlebihan (Surat ijin, retribusi yang diatur dengan Perda dsb) mengingat ini kegiatan dadakan, maka kamipun memutuskan untuk pindah lokasi ke Mama’e, sebuah Resto di seputaran Tanjung Bungkak jalan Hayam Wuruk Denpasar.

Adalah Thedy NBC, ditemani Shine ‘Agus’ Rockerz, Othey777 dan rekannya Didik Alcoholover, dua anak Kaskus, yang mengusulkan digunakannya tempat ini, mengingat lokasi merupakan tempat digelarnya kegiatan Gathering akbar pengguna Kaskus Regional Bali beberapa waktu lalu.

Bersyukur, om Dwi pemilik lokasi Mama’e tidak berkeberatan dengan permohonan dadakan kami untuk peminjaman tempat bahkan berbaik hati menawarkan area makan yang disediakan untuk tamu mereka. Maka setelah berkoordinasi lebih lanjut dengan beberapa kawan lainnya, Mama’e kami pilih sebagai tempat Gathering pertama NBC Bali – Bali Droid Community ini.

Setelah Dibuka oleh rekan Didit, sesepuh komunitas NBC Bali yang kini bekerja di Radio bokashi, berusaha mencairkan suasana yang memang agak kaku lantaran baru kali ini bisa berkumpul dan bersua secara langsung, Sembari melakukan pembagian paket baju kaos, pin serta stiker, kamipun bertukar pikiran perihal sejauh mana kegiatan di masing-masing komunitas sudah dilakukan.

NBC Bali Friendship yang rupanya telah berdiri jauh lebih dulu, memiliki satu sarana komunitas dunia maya di akun jejaring sosial Facebook bernama NBC Friendship, sejauh ini sudah secara rutin mengadakan kopdar ketemuan walau hanya dalam jumlah yang terbatas. Ini bisa dimaklumi, karena memang inilah salah satu kesulitan terbesar dalam setiap komunitas apapun itu. Tingkat kehadiran yang minim, tak sebanding dengan jumlah anggota yang dimiliki.

Namun keakraban yang mereka tunjukkan pada kami malam tadi, patut diapresiasi. Bahkan kabarnya, dari usia yang telah menginjak tiga tahun ini, ada beberapa anggota yang akhirnya menemukan pasangan hati dan berlanjut ke pelaminan. Luar biasa.

Bali Droid Community sendiri, sejak dibuat dalam bentuk Group di akun jejaring sosial FaceBook setahun lalu oleh Aryaputra Pande, sejauh ini belum pernah melakukan kopdar atau ketemuan dan semacamnya. Kami hanya berinteraksi di dunia maya, tanpa adanya satu peraturan yang baku dan mengikat seperti halnya Komunitas lain, sejauh memang tidak menyinggung SARA. Oleh sebab itu, di Bali Droid Community, tidak ada istilah siapa menjadi Ketua, Wakil dsb, lantaran posisi kami sebagai pengguna Android sama bodoh dan sama pintarnya. Untuk itulah kami saling berbagi dan saling mengisi

Tidak banyak hal yang kami sampaikan dan lakukan pada Gathering pertama, selain perkenalan secara pribadi dan bagaimana keberadaan group selama ini mengingat ini merupakan kali pertama kami bersua di dunia nyata. Namun beberapa harapan kami untuk kedepannya, baik kegiatan sosial ataupun rasa persaudaraan yang sekiranya dapat tercipta antara dua komunitas, tampaknya memang harus bisa kami usahakan berjalan dwngan lebih baik lagi. Atau minimal ada kopdar atau pertemuan kedua dan seterusnya.

Dengan jumlah kehadiran yang mencapai hampir 40an orang, Gathering pertama NBC Bali dan Bali Droid Community ini boleh dikatakan berjalan sesuai harapan. Minimal harapan rekan Shine ‘Agus’ Rockerz yang kabarnya menalangi lebih dulu dana pembuatan packaging baju kaos, stiker dan pin malam ini *uhuk.

Bahkan Thedy NBC, maskot NBC Bali mengungkapkan rasa bangganya lantaran pertemuan pertama ini tak saja dihadiri oleh kawan-kawan dari dua Komunitas tadi, tapi juga Kawan dari Forum XDA Developers (halaman pertama yang rajin membahas tentang OS Windows Mobile, kini merambah ke Android), kawan Kaskus ID Regional Bali, serta Blogger ‘tentu saja *uhuk. Terima kasih banyak Kawan.

Di akhir kegiatan, seperti biasa layaknya komunitas lainnya, kami menyempatkan diri untuk berfoto bersama didepan resto Mamae dengan memanfaatkan perangkat kamera Android milik beberapa rekan komunitas, sebagai bukti dan catatan bagi dua komunitas dunia maya, NBC Bali dan Bali Droid Community. Sampai jumpa di pertemuan berikutnya Kawan.


Tips Mengamankan Smartphone dari Virus dan Malware

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Memiliki sebuah Smartphone atau ponsel pintar merupakan satu kebanggaan apabila sebagai pengguna bisa memanfaatkan serta menjaganya secara optimal. Yang masuk dalam kategori ini seperti Blackberry, iPhone, Android, Symbian, Windows Phone dan lainnya yang memang mensyaratkan keberadaan sitem operasi (OS) sebagai otak penggerak seluruh aktifitas yang dilakukan pengguna.

Satu yang wajib hukumnya dilakukan oleh setiap pengguna untuk mengoptimalkan kemampuan serta manfaat Smartphone adalah terkoneksi dengan dunia maya. Entah untuk chat memanfaatkan berbagai macam messenger, cek email, browsing, berjejaring sosial ataupun transaksi online. Semua aktifitas tersebut tentu sangat mengasyikkan hingga terkadang ada beberapa pengguna yang lantas merasakan ketergantungan atau malah lupa waktu. Namun diluar keasyikan itu, yang namanya bahaya selama penggunaan Smartphone tentu saja ada, apalagi ketika perangkat terkoneksi dengan dunia maya tadi. Diantara yang paling kerap terjadi adalah pencurian data lewat infeksi Virus dan Malware.

Yang dimaksud dengan Virus (pada perangkat pc/notebook/smartphone/tablet) adalah satu program atau bahasa yang menyusup ke perangkat pengguna tanpa ijin dengan tujuan menggandakan diri, merusak file atau aplikasi tertentu bahkan mengancam keamanan perangkat yang diinfeksi. Serupa dengan Virus, Malware sendiri merupakan sekumpulan script, bahasa pemrograman yang kerap disusupkan kedalam sebuah aplikasi untuk menginfeksi dengan tujuan merusak, mencuri data atau melakukan remote atau pengendalian jarak jauh. Varian lain yang kerap dan akrab dikenal di kalangan pengguna pc atau notebook adalah worm, trojan, keylogger dan sejenisnya.

Ada beragam tujuan yang dilakukan oleh penyusupan Virus atau Malware tersebut di perangkat Smartphone diantaranya (1) pencurian data penting tadi meliputi email, password, daftar kontak atau catatan transaksi online, (2) mengirimkan sms premium atau bahkan mms atau email yg berisikan link menuju aplikasi yg telah diinfeksi virus atau malware, (3) menggandakan diri sehingga membuat internal storage selalu terisi penuh, (4) memperlambat kinerja atau bahkan (5) merusak data serta sistem yang lantas membuat perangkat tidak dapat digunakan lagi.

Penyebaran Virus atau Malware ke perangkat Smartphone biasanya dilakukan lewat aplikasi atau games yang tersedia di Application Market terutama yang sedang laris dicari dan digemari. Bisa juga saat melakukan browsing di dunia maya yang secara sengaja melawat ke halaman 3G (Girls – pornografi, Games – permainan dan Gambler – judi), halaman yang ternyata paling banyak dikunjungi oleh pengguna internet. Aksi penyebaran Virus atau Malware ini tentu berbeda dengan penyebaran Virus pada tubuh manusia, jangan sampai Rekan Tokoh berpikir bahwa penyebaran Virus atau Malware ke perangkat Smartphone dapat dilakukan melalui udara atau karena diletakkan sembarangan.

Lantas bagaimana cara pengguna Smartphone dapat menghindari serangan Virus atau Malware ke perangkat yang digunakan, berikut diantaranya.
1. Karena rata-rata infeksi virus atau malware berasal dari aplikasi atau games, selalu prioritaskan Market resmi yang ada dalam perangkat untuk mencari serta menginstalasi aplikasi atau games. Apabila aplikasi atau games yang dicari tersebut sedang trend atau digemari, periksa terlebih dahulu rating, review dan jumlah pengunduhannya. Seandainya ketersediaan aplikasi atau games yang diinginkan berasal dari luar Market resmi, upayakan dilakukan lewat pc atau notebook yang dilengkapi dengan AntiVirus
2. Bila tak ingin repot menggunakan pc atau notebook, manfaatkan utility Security bawaan yang ada di perangkat Smartphone ditambah utility Anti Virus yang terpercaya. Beberapa Anti Virus ada yang ditawarkan secara gratis, namun jika ingin yang paten ya gunakan yang berbayar. Jauh lebih aman tentu saja.
3. Sedapat mungkin menghindari pencarian aplikasi, games atau mengunjungi halaman 3G diatas, yang biasanya paling rentan disusupi virus atau malware
4. Pahami otorisasi aplikasi atau games yang akan diinstalasi, seperti kebutuhan akses ke fitur apa saja
5. Wifi Hotspot gratisan memang menggoda, namun waspadai apabila tidak dikenal. Beberapa aksi penyusupan data biasanya dilakukan lewat cara ini
6. Lakukan Update baik sistem operasi (OS) yang digunakan maupun aplikasi atau games secara rutin
7. Melakukan Backup secara berkala, meliputi aplikasi atau games yang telah diinstalasi, daftar kontak phonebook, atau data penting lainnya

Untuk lebih mewaspadai jenis aplikasi ataupun games yang berpotensi atau sudah diinfeksi Malware, Rekon Tokoh bisa merujuk pada hasil pencarian Google untuk masing-masing sistem operasi.


Tips #Ngandroid Share Aplikasi Produktifitas Kerja

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Selamat Pagi kembali Droiders, sepertinya ada sedikit waktu pagi ini sebelum memulai aktifitas kerja, gag apa”kan kalo #ngandroid sebentar?
  • Untuk topik #ngandroid kali ini, kita sharing aplikasi yang sekiranya berguna atau mengasyikkan untuk dieksplorasi
  • Pertama dari kategori Produktifitas. Ada Quick Office/Documents to Go yg biasanya merupakan bawaan ponsel, hadir di #Android kelas Menengah
  • selain itu ada juga ThinkFree yang biasanya hadir dalam perangkat #Android Samsung. Selain berfungsi sebagai Viewer, bs jg sebagai Editor
  • Sayangnya ketiga app Office #Android tsb, merupakan app berbayar kisaran $8 s/d $15 dengan kemampuan Word, Excel, Powerpoint serta Reader
  • Bagi yang menginginkan app Gratisan, bisa melirik Kingsoft Office atau Olive Office Premium di #Android Market (kini Google Play)
  • Kedua, dari Editing Foto mencakup kemampuan Crop, pengaturan Brightness/Contrast, penyisipan Teks dll bisa mencoba PicSay atau PicsArt
  • Selain mendukung fasilitas Editing, PicsArt juga mendukung photo Effects layaknya Instagram serta penyisipan Text layaknya PicSay
  • sedang dari Pengembang Adobe, meluncurkan Photoshop Express yang walaupun kemampuan belum setara versi PC, namun boleh dijadikan alternatif
  • Diluar ketiga app tadi, ada jg beberapa app bawaan ponsel seperti Gallery yang ada di masing”perangkat #Android atau Photo Editor pd Samsung
  • Ketiga, untuk pdf Reader. Jika ThinkFree belum jua memuaskan, silahkan lirik Adobe Reader atau Aldiko yg memiliki tampilan layaknya Rak Buku
  • untuk kategori ini, saya lebih merekomendasikan Aldiko, lantaran ada fitur Import-nya untuk menyajikan langsung file pdf pada rak buku tsb
  • Keempat, ada File Manager. di beberapa perangkat #Android sdh dibenamkan app serupa dengan nama yg beragam, entah My Files, File Manager etc
  • tidak demikian halnya dengan perangkat #Android HTC, sehingga sedikit menyulitkan Pengguna untuk melihat jeroan file Internal Storage-nya
  • Dua yg bisa kami rekomendasikan adalah ES File Explorer dan Computer. App terakhir bahkan memiliki tampilan layaknya Explorer pd Windows PC
  • Dalam app explorer ini perlu ditelusuri lebih dulu penamaan External Memory yang digunakan di masing”app, agar tidak membingungkan nantinya
  • Nah, bagi yang kerap melakukan Presentasi didepan Audience, Remote Mouse atau TeamViewer bisa menjadi pilihan utama
  • cara kerja dua app Presentasi tsb sama”membutuhkan koneksi internet untuk menyamakan alamat akses antara perangkat #Android dengan PC
  • Dalam tampilan app Remote Mouse pd #Android hny menyajikan layar kosong plus 2 tombol Mouse dan Pengguna wajib melihat ke tampilan projector
  • Sedang TeamViewer menyajikan tampilan PC pada layar #Android yang jelas jauh lebih memudahkan pengguna melakukan Presentasi
  • Untuk melakukannya baik perangkat #Android maupun PC mutlak diinstalasi app yang sama dan sekali lagi, terhubung dengan koneksi Internet
  • Dalam versi berbayar, Remote Mouse mampu melakukan hubungan ke PC hanya lewat perangkat Bluetooth tanpa koneksi
  • Tuit berikutnya untuk Droiders yang bekerja dengan menggunakan dwg atau autocad files
  • Dari pengembang resmi, ada AutoCad WS yang mampu melakukan viewer dan Editing pada file dwg yang sayangnya harus secara Online
  • dikarenakan harus Online inilah, Droiders harus mengirimkan file dwg-nya ke akun AutoCad WS dengan melakukan Registrasi terlebih dahulu
  • Selain melakukan cara kerja dasar AutoCad, Droiders bisa melakukan sket goresan tangan dan penyisipan teks serta menyimpannya kembali
  • Pilihan kedua ada Turbo Viewer. sesuai namanya, app ini khusus sebagai Viewer file dwg dengan kinerja yang tergolong cepat baik 2D atau 3D
  • Untuk bisa mengoperasikannya, TurBo Viewer tidak membutuhkan Koneksi internet lagi seperti halnya AutoCad WS
  • dalam membuka files, Droiders diharuskan memindahkan file dwg tersebut ke folder system milik Turbo Viewer
  • Uniknya lagi, app Turbo Viewer ini dapat pula bekerja dengan banyak layout terutama yang biasa hadir dalam format 3D
  • Terakhir untuk Kompresi, Droiders bisa memanfaatkan aplikasi Astro File Manager yang sudah terintegrasi fitur kompresi Zip files
  • atau memanfaatkan AndroZip File manager yang memang spesial digunakan sebagai fitur Kompresi pada #Android
  • ohya, pernah mengalami double contact atau pencatatan daftar nama dua kali atau lebih ? silahkan gunakan Go Contact Ex untuk mengatasinya
  • Go Contact Ex bs jg dimanfaatkan utk menggabungkan beberapa kepemilikan nama yg sama, baik dari contact phonebook, email dan jejaring sosial
  • Kira”segitu dulu sesi #ngandroid pagi ini untuk kategori mendukung produktifitas kerja, jika ada yang ingin diSharing, silahkan saja

  • Tips #Ngandroid Expense Manager for Android

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Selamat Sore Droiders, Selamat menerima Gaji bulanan *uhuk Jangan dihabiskan untuk membeli Gadget yah, sisakan sedikit untuk hari esok
  • Berhubung hari ini tanggal satu, awal bulan, saatnya sebagian Droiders terima Gaji, gag ada salahnya utk belajar mengelola Keuangan sendiri
  • Tempo hari kalo gag salah ada tanya soal aplikasi untuk mengelola Keuangan pribadi, dan salah satu app yg disarankan adalah Expense Manager
  • Aplikasi Expense Manager ini rekomendasi dari @yandeputrawan yang sudah menggunakannya dari sekitar 1,5 tahun lalu
  • Aplikasi Expense Manager merupakan salah satu app yang ditawarkan secara Free di Market #Android dengan ukuran installer 800kb
  • Dilihat dari ukurannya saja, sudah bisa dilihat bahwa app Expense Manager merupakan app sederhana yg tidak membutuhkan #Android spec tinggi
  • Cara kerja app Expense Manager ini hanyalah menginputkan Sumber Dana sbg Income dan mncatat Pengeluaran utk mengetahui sisa dana yg dimiliki
  • Ada dua Field utama yang harus diisi di masing”pencatatan app Expense Manager, yaitu jumlah Nominal dan Keterangannya
  • Pilihan tambahan ada jenis pembayaran dgn cash, debit dll dan kategori transaksi. Disamping itu ada juga kolom/field utk deskripsi transaksi
  • Kolom/Field Deskripsi ini disamping memberikan keterangan lanjutan perihal transaksi dapat pula dilengkapi dgn gambar/foto Transaksi
  • Apabila jenis transaksi yang Droiders lakukan melibatkan lembaran Check, terdapat pula kolom khusus untuk menambahkan keterangan tsb
  • Penambahan sejumlah kolom/field dan juga pilihan, dapat dimanfaatkan bagi Droiders yang memiliki transaksi dengan tingkat kerumitan tertentu
  • Selain itu, apabila pengelolaan Keuangan akan digunakan secara terus menerus, aplikasi Expense Manager ini menyediakan pula opsi Repeating
  • Opsi Repeating Transaction ini berlaku untuk penambahan Income bulanan dan Pengeluaran yang dilakukan dalam jumlah tetap setiap bulannya
  • Contoh Pengulangan Income Misalkan jumlah gaji dan tunjangan bulanan yang cenderung tetap sedang pada Pengeluaran bisa berupa Asuransi
  • Repeating Transaction ini memudahkan Droiders untuk melakukan pencatatan secara otomatis setiap bulannya, dan mencegah faktor lupa 🙂
  • Lanjut soal app Expense Manager, untuk Repeating ini bisa diatur dalam periode tertentu, ditambah Alarm Reminder sebagai pengingat
  • Apabila kemudian dibutuhkan, dapat ditambahkan Personal akun #Expense lainnya dengan kemampuan yang sama
  • Untuk kebutuhan pencetakan atau print out, semua aktifitas dan transaksi dapat diexport dalam bentuk file ataupun di kirim ke alamat email
  • Nah, bagaimana seandainya Droiders kemudian mengganti HH namun tetap ingin melanjutkan inputting data dari data sebelumnya?
  • Dalam Pengaturan app Expense Manager, bisa ditemukan opsi Backup/Restore data yg kelak dpt dimanfaatkan utk pemindahan data cc @agus_aryana
  • Masih dalam Pengaturan, untuk keamanan akses app Expense Manager di perangkat #Android dapat disecure dengan menggunakan Password
  • Positifnya, Penggunaan Password untuk secure app Expense Manager dapat mencegah pasangan mengetahui lika liku keuangan *uhuk
  • Nah, apabila dalam kolom/field/pilihan yang ada saat inputting data pada app Expense Manager belum mengakomodasi kebutuhan Droiders,
  • Dalam Pengaturan terdapat opsi penambahan data baik pada Jenis Transaksi, kategori, sumber Income, Pengeluaran dll sesuai kebutuhan
  • Ada yang unik jika Droiders membaca opsi Upgrade app Expense Manager ke versi Pro
  • Bahwa seandainya Droiders sudah merasa enjoy dengan app Expense Manager Versi Free, baiknya tidak melakukan Upgrade ke versi Pro
  • Karena perbedaan antara versi Free dengan Pro hanyalah berada pada ada tidaknya tampilan iklan/ads 🙂
  • Dan ketersediaan Update tetap didukung pada kedua versi app Expense Manager
  • Kira”demikian yang bisa dibagi perihal app Expense Manager untuk mengelola Keuangan Pribadi Droiders
  • *Stlah menggunakan Expense Manager for #Android br ketahuan klo pengeluaran harian utk makan slama jam kantor itu lbh besar dr uang makannya