Tips #Ngandroid Upgrade OS Android (1)

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Android dalam pengembangannya gag bisa dilepaskan dari aktifitas Update atau pembaharuan data/sistem/aplikasi secara berkala
  • Selain itu ada juga aktifitas pengembangan atau peningkatan kemampuan yg biasanya membutuhkan waktu lebih lama dan tidak pasti penetapannya
  • Nah, Untuk kali ini tips yang bakalan di share adalah terkait bagaimana cara melakukan aktifitas Upgrade OS #Android yang aman
  • Seperti yang sudah diketahui bahwa OS #Android telah mengalami beberapa kali perubahan atau peningkatan yang dapat dikenali dari penamaannya
  • #Android 1.5 Cupcake, 1.6 Donuts, 2.1 Eclair, 2.2 Froyo, 2.3 Gingerbread, 3.0 Honeycomb dan 4.0 Ice Cream Sandwich
  • Dari Penamaan masing”versi OS #Android tadi bisa ditarik satu benang merah, diambil dari nama”penganan yang sangat enak untuk dinikmati
  • Untuk mengetahui lebih jauh versi atau OS #Android yang digunakan dalam HH Rekan Droid, bisa diakses melalui Menu Setting/About Phone
  • yang apabila ditranslate ke Bahasa Indonesia, masuk di Menu Pengaturan/Tentang Telepon
  • Pada Beberapa ponsel #Android seperti HTC atau Samsung Tablet, informasi ini biasanya dipecah kembali dalam menu tambahan Firmware
  • Sebelum lanjut ke proses bagaimana cara melakukan Upgrade OS dgn aman,perlu dicari tahu terlebih dahulu ketersediaan OS terbaru/opsi Upgrade
  • Informasi Resmi terkait pembaharuan atau peningkatan sistem bisa didapat dari halaman website resmi milik vendor, bisa juga melalui HH
  • Lanjut terkait proses Upgrade #Android, ada 4 cara yg bs dipilih utk melakukan Upgrade OS pada HH Droiders, dgn kelebihan-kekurangan masing”
  • Cara Pertama untuk melakukan Upgrade OS #Android, langsung melalui Menu Setting/About Phone/Software Updates
  • Cara pertama ini membutuhkan koneksi online yang mumpuni, untuk mencegah terjadinya pemutusan koneksi dalam mengunduh Update/Upgrade OS
  • Positifnya melalui cara Pertama ini adalah tidak membutuhkan bantuan PC/Notebook, aplikasi ataupun kabel data. Hanya HandHelds dan koneksi
  • Sehingga disarankan untuk Droiders yang ingin mencoba melakukan Upgrade dari cara pertama ini dapat memanfaatkan wifi terdekat atau
  • koneksi bulanan di awal aktivasi untuk emndapatkan kecepatan koneksi tingkat tinggi
  • Biasanya cara pertama Upgrade OS #Android ini tidak menghapus Data ataupun setting pengaturan HH pasca proses selesai dilakukan
  • @xVandhaha seandainya putus di tengah jalan pd saat proses downloading, biasanya proses update/upgrade harus diulang lagi dari awal
  • @xVandhaha akan tetapi apabila putus koneksi terjadi pd proses installing, bs jd ada 2 kemungkinan. Ponsel hang atau proses diulang kembali
  • Lanjut dengan Cara Kedua Upgrade #Android, menggunakan bantuan aplikasi PC Suite yang diinstalasi terlebih dahulu pada PC/NoteBook
  • Cara kedua ini masih sama dengan sebelumnya, membutuhkan koneksi yang mumpuni dengan memanfaatkan wifi atau koneksi internet diluar HH
  • Selain PC/NoteBook dan aplikasi PC Suite, untuk cara kedua Upgrade OS #Android ini membutuhkan pula kabel data sebagai sarana penghubung
  • Tentang kemungkinan terjadinya putus koneksi di tengah jalan, sangat disarankan untuk sedapat mungkin diminimalkan
  • Satu tambahan info khusus pengguna Samsung, disarankan utk memperbaharui terlebih dahulu versi aplikasi Kies yg diinstalasi pada PC/Notebook
  • Karena hanya Kies versi terbaru saja yang dapat mendeteksi adanya informasi pembaharuan Update/Upgrade pada ponsel Samsung #Android
  • Untuk efek yang ditimbulkan dengan menggunakan cara kedua ini adalah, apabila ponsel sudah pernah di-Root maka semua data akan terhapus
  • Namun apabila ponsel belum diRoot, data dan pengaturan masih tetap dipertahankan
  • Soal mncegah kehilangan data pd proses cara kedua ini, disarankan utk melakukan backup trlebih dahulu dgn memanfaatkan aplikasi PC suite tsb
  • (bersambung)

    Tips #Ngandroid akun Twitter @pandebaik

    2

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Awalnya sih gag pernah terpikirkan untuk mencoba eksis di dunia maya dengan mengambil spesialisasi bidang tertentu seperti milik senior Made Cock Wirawan yang mengelola dua akun @blogdokter dan @doktermade di jejaring sosial Twitter. Beliau ini merupakan salah satu dokter yang setia berbagi pengetahuan tentang kesehatan di Indonesia dan sayapun merasa beruntung lantaran Beliau dulu sempat pula membantu membidani kelahiran blog www.pandebaik.com di masa-masa awal. Makanya Gag heran kalo dua akun Twitter tersebut begitu banyak digemari hingga memiliki jumlah massa 347K follower. Sebuah angka yang fantastis dan memiliki beban tanggung jawab besar tentu saja.

    Akun pribadi @pandebaik sendiri dulunya masih berjalan aman tentram dengan seratusan follower yang berasal dari kalangan kawan blogger dan lingkungan kerja. Gag banyak informasi yang disampaikan setiap harinya, lebih ke hal-hal pribadi ataupun kegiatan sehari-hari. Menggunakan avatar yang gag jauh-jauh dari wajah si Robot Hijau yang dihiasi ID dunia maya, www.pandebaik.com.

    Tapi sejak pertengahan bulan April lalu, isi twit akun @pandebaik langsung berubah secara drastis perkembangannya. Dari yang gag pedulian jadi mendadak ramah dan mencoba setia berbagi ilmu. :p Gara-garanya sederhana, ditembak secara mendadak oleh akun @blogdokter dan @doktermade yang menyarankan sekian ribu followernya untuk memfollow akun @pandebaik jika ingin tahu lebih banyak soal Android. Nah lo…

    Android memang belakangan menjadi satu hobby yang getol direkomendasikan setiap kali ada kawan yang bertanya, dan bersyukur banyak juga yang termakan rayuan. Hehehe… tapi lebih bersyukur lagi bahwa mereka puas dengan petunjuk yang saya berikan. Itu sebuah nilai tambah saya kira. Jadi gag heran juga sih kalo ternyata beberapa kawan lain yang mendengar hobby saya ini malah menjadi berkah dalam langkah selanjutnya. Ada yang berkenan meminjamkan saya beberapa perangkat Android terbaru untuk didalami, ada juga yang memberikan ilmu secara tidak langsung lewat pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab. Dikatakan berkah, karena semua itu menjadi ide atau topik dari sekian banyak tulisan di blog www.pandebaik.com dan juga media Koran Tokoh yang setahun terakhir ini saya emban halamannya.

    Pasca penembakan tersebut, jumlah follower yang hadir di akun @pandebaik langsung melonjak secara drastis hingga 500an akun dalam hitungan jam, edan menurut saya. Satu hal yang seperti saya katakan tadi diatas, sama sekali gag pernah terpikirkan. Maka itu secara tidak resmi, tanpa ba bi bu lagi, informasi yang saya sampaikan jadi spesialisasi satu bidang yaitu tentang Android.

    Makin banyak jumlah Follower memang menyenangkan kata beberapa kawan dunia maya, artinya informasi atau tweet yang disampaikan, dibaca oleh sekian banyak akun lain dan bukan tidak mungkin disampaikan kembali ke follower lain (istilahnya ReTweet/RT) apabila informasi itu dianggap berguna. Bahkan kabarnya ada beberapa pemilik akun Twitter baru memiliki ambisi agar isi tweet yang ia sampaikan di RT kembali ke akun follower lain dengan melakukan Mention ke beberapa akun yang memiliki banyak follower. Sayangnya tidak demikian dengan yang saya rasakan. Bahwa makin banyak jumlah follower yang dimiliki, makin besar juga beban tanggungjawab untuk menyampaikan informasi yang berguna dan minimal informasinya bisa berkelanjutan secara berkala.

    Itu sebabnya akun @pandebaik selalu berusaha menurunkan beberapa topik tentang Android yang sekiranya bisa berguna bagi sejumlah follower meskipun kadang gag tahan juga untuk melakukan tweet tentang hal-hal dan kegiatan pribadi.
    Nah, dari sekian banyak Tweet yang disampaikan tentang Android rupanya ada juga topik yang rupanya belum pernah saya sampaikan lewat media blog, sehingga muncul keinginan untuk merangkum isi Tweet terkait topik-topik tertentu yang kemudian dipublikasikan kembali lewat halaman ini. Apa saja isinya nanti bakalan ditampilkan satu persatu dengan menggunakan hastag #Tips #Ngandroid. Ditunggu yah…

    NB : Ucapan Terima Kasih saya sampaikan kepada Dokter Made Cock Wirawan yang sudah membuka jalan lapang bagi akun Twitter @pandebaik, semoga Mentionnya terdahulu bisa ditindaklanjuti dengan informasi yang berguna bagi 700an follower lainnya.

    MiRah GayatriDewi in Act Juli 2012

    Category : tentang Buah Hati

    Rasanya sudah lama saya gag posting fotonya MiRah GayatriDewi putri saya nih… kira-kira sudah sebesar apa yah ia sekarang ? yuk intip beberapa…

    Foto diatas ceritanya lagi pose dulu sebelum beraktifitas. Dari kanan atas itu adalah aksinya MiRah sesaat sebelum otonannya, trus ada aksi pas rahinan Hari Raya Galungan, lanjut aksi mejeng di Alun-alun Kota Denpasar saat kegiatan ‘Mengenal Lingkungan’ dari TK Lokasari, sekolah tempatnya beraktifitas dan terakhir, ada aksi bergaya sebelum melakukan Senam Paud di acara Ulang Tahun TK Lokasari beberapa waktu lalu.

    Trus sesi foto kedua, diambil saat rahinan Pagerwesi yang jatuh pada tanggal 20 Juni 2012 lalu, dari kanan atas tampak MiRah lagi keasyikkan bermain ‘menaklukkan’ Putri Malu yang banyak tersebar di sekitaran pura Lingga Bhuwana Puspem Badung, kemudian kanan bawah menyempatkan berpose di pintu masuk sisi barat Pura, kiri bawah merupakan pose jahilnya di areal pura dan kiri atas saat menjadi mangku cilik di pura Ibu Pande Tonja.

    Nah, sesi terakhir, foto diambil saat kami melakukan olah raga pagi di kawasan Puspem Badung, areal perkantoran saya dan istri, bersama keluarga pada Sabtu 23 Juni 2012. Tampak di Kanan atas ada MiRah yang mejeng di patung bundaran Utara, trus bareng Kakek didepan Kantor Bupati Badung, ada juga yang didepan kantor Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung tempat saya bernaung dan terakhir bersama semua didepan papan nama kawasan Puspem Badung.

    Nah, segitu dulu. Kalopun lain kali ada lagi tentu bakalan saya posting lagi disini…

    Aditya Ananta, akhirnya pulang juga

    Category : tentang Buah Hati, tentang KeseHaRian

    Waktu sudah menunjukkan pukul 14.17 wita saat kami menginjakkan kaki di pelataran parkiran bandara, sulitnya mencari areal parkir bagi dua kendaraan yang kami bawa lumayan menguras waktu. Sedikit tergesa mata mencari layar monitor yang biasanya ada di seputaran balok kayu langit langit bandara, memeriksa jadwal kedatangan pesawat dari Taipei yang rupanya telah berstatus mendarat.

    MiRah dan Prasta tampak sudah tak sabar lagi untuk bersua kedua sepupunya kali ini.

    Waktu berlalu setengah jam lamanya tanpa kepastian kedatangan kakak kandung yang delapan tahun sudah terpisah jarak. Nomor ponsel yang sejak tadi berusaha dihubungi hanya menyisakan suara mailbox, dan pesan whatsapp yang sejak jumat kemarin selalu berdenting tak lagi menyajikan notifikasi baru. MiRah dan Prasta makin tak sabar dan mulai bertanya banyak hal.

    Dengan membawa empat koper besar plus mengajak serta dua putra mereka tentu bukan urusan mudah, pikirku sejauh ini. Setidaknya semua barang bakalan dibagasikan yang tentu bakalan membutuhkan banyak waktu menunggu pasca pendaratan pesawat. Sedikitnya tiga kali untuk berusaha meyakinkan kembali tampilan layar monitor akan kabar penerbangan yang digunakannya kali ini.

    Yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Aditya, yang dulu masih bersosok batita dan sempat mewarnai tawa canda kami awal tahun 2004 berjalan meragu seakan belum yakin dengan kunjungan keduanya ini. Ia tampak lebih kurus dari foto-foto yang pernah dikirimkan oleh orangtuanya. Tak banyak senyum atau tawa lepas yang ia tebarkan layaknya sang adik, Ananta.

    Ada rasa haru yang menghampiri saat melihat kakak kandung bersama istrinya bisa sampai dengan selamat tanpa kurang satu apa, jika sudah begini rasanya sudah tak masalah lagi jika saat pulang nanti bakalan bersua kemacetan di sepanjang jalan menuju patung Dewa Ruci. Satu hal yang tadinya sempat kami khawatirkan mengingat pada jam jam seperti ini, lalu lintas biasanya jauh lebih padat daripada siang tadi.

    Seperti yang sudah kami perkirakan sebelumnya bahwa bahasa adalah satu satunya kendala yang kelak bakalan menjadi masalah besar untuk bisa berkomunikasi dengan dua ponakanku ini. Lantaran Ananta, ia lahir dan besar di Ottawa Canada, belum pernah pulang ke Bali sejauh ini. Sedang sang kakak, Aditya pernah mampir sebentar dan mengenyam sedikit bahasa ibu yang lantas dilupakan bagaimana cara menyampaikannya. Namun bersyukur ia masih bisa mengerti dengan apa yang kami katakan.

    Rasanya sudah tak sabar melihat pengalaman baru yang kelak akan mereka dapatkan nanti. 🙂

    Sedikit Cerita dibalik Pelatihan Teknisi Laboratorium Kebinamargaan

    Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

    Satu persatu kendaraan bisa dilewati sejak pukul setengah delapan pagi tadi, namun wajah Politeknik Negeri Bali tak jua kunjung tampak didepan mata. Setengah jam sudah perjalanan tampaknya mulai membuat mata lelah dan mengantuk. Perlu dua tiga kali penghentian ditepi jalan untuk sekedar minum atau meregangkan badan. Sebuah rutinitas baru yang kali ini harus dilakoni kembali.

    Bersyukur keputusan untuk mengendarai Scorpio Merah hadir sejak awal dimulainya Pelatihan. Ide untuk ditemani Kijang Grand 88 sudah dimentahkan lebih dulu lantaran merasa kapok dengan kemacetan yang biasanya terjadi di banyak titik persimpangan jalan dari Kota Denpasar menuju Politeknik Negeri Bali.

    Waktu sudah menunjukkan pukul 9 pagi, mahasiswa yang tadinya meramaikan kantin pelataran halaman pinggir kampus tampak sudah mulai lengang dan beranjak ke ruang kelas. Kamipun bersiap memulai aktifitas Pelatihan Teknisi Laboratorium Kebinamargaandi Laboratorium Jurusan Sipil. Pak Komang Sudiarta, pak Putu Suka Ardana dan pak Gusti Bagus Suadnyana yang sejak awal secara intens membagi ilmunya dengan sabar, sudah siap sedia dengan beberapa benda uji dan peralatan material.

    Lima hari menjelajah jalanan Kota Denpasar menuju Bukit Jimbaran rasanya sepadan dengan sejumlah pengalaman baru yang kami dapatkan dari Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali, namun tetap saja masih merasa kurang. Rasa ini saya pribadi alami lantaran secara kualitas, sangat disayangkan apabila waktu kemudian malahan membatasi ruang gerak kebutuhan kami akan ilmu dan pengalaman baru, yang harapannya tentu saja bisa kembali dilakukan kelak atau dalam waktu dekat.

    Masker dan debu kemudian menjadi teman kerja setia selama pembelajaran. Bau aspal dan butiran abu batu yang menghiasi meja kerja tampaknya sudah tak lagi membebani pikiran. Dalam kepala yang ada hanyalah rasa penasaran, apa lagi yang akan kami kerjakan selanjutnya ?

    Agregat, Aspal Beton, Abu Batu, TCE merupakan beberapa benda yang bisa dikenali secara langsung selama masa pembelajaran. Satu hal yang baru bagi saya pribadi, namun bisa jadi tidak demikian halnya dengan sembilan kawan peserta lainnya.

    Duplo, Rothluchs, Los Angelos dan Marshall tak lagi menjadi sebuah istilah yang membingungkan, setidaknya dalam lima enam tahun terakhir pasca pelatihan yang sama dilakoni di Hotel Sahid namun lebih mengarah pada teori tanpa terjun langsung untuk dikerjakan.

    Bersyukur suasana pembelajaran yang kami alami sepanjang lima hari berlangsung serius tapi santai. Canda tawa tetap mengalir dengan tema berbeda setiap harinya, membuat kami tampak segar hingga pelatihan berakhir. Namun yang terpenting adalah rasa perkawanan yang makin dekat serta kerjasama yang terjalinpun bisa makin solid.

    Matahari masih belum turun ke ufuk barat saat kami mulai meninggalkan parkiran depan Politeknik Negeri Bali ini. Secara perlahan roda motor mulai menyusuri jalan turunan kampus menuju persimpangan Ungasan Uluwatu. Masih belum lepas lelah yang ada sejak pagi tadi membuat pikiran rasanya ingin cepat-cepat melewati lautan kendaraan yang padat merayap. Maka zigzag pun merupakan satu-satunya pilihan.

    Pelatihan Teknisi Laboratorium Kebinamargaan di Politeknik Negeri Bali

    Category : tentang iLMu tamBahan, tentang PeKerJaan

    Matahari Pagi sudah naik di penghujung timur, biasanya saat seperti ini saya sudah mulai berjemur di balkon gedung kantor sambil membaca berita lewat Detik ataupun Twitter melalui media tablet… Namun seminggu kemarin, rutinitas itu tak bisa dilakukan lagi. Di waktu yang sama, saya masih duduk ditemani segelas kopi hitam ditemani koran pagi atau tayangan televisi di ruang tamu rumah, melewati menit kesepuluh barulah mulai berangkat menuju Politeknik Negeri Bali di Jimbaran.

    Pelatihan Teknisi Laboratorium Kebinamargaan, kerjasama Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Badung dengan BSK Diklat Politeknik Negeri Bali pun kembali dilakoni…

    Kegiatan yang digagas lantaran minimnya pengetahuan kami selaku abdi negara yang secara rutin melakukan pemeriksaan dan pengawasan terhadap sekian banyak pembangunan, peningkatan ataupun pemeliharaan fisik jalan raya, seakan-akan memberi peluang ‘lahan bermain’ bagi para Rekanan yang nakal. Untuk itulah pembelajaran yang dilaksanakan selama lima hari kerja terakhir mencoba memperkenalkan pada kami, mana komposisi campuran Agregat dan juga Aspal yang baik untuk dikerjakan dan mana komposisi yang tidak disarankan untuk tetap dipaksa digunakan.

    Beberapa langkah pembuatan benda uji untuk komposisi aspal codename AC-BC dan AC-WC diberikan secara bertahap, termasuk bagaimana cara pengujian dan membaca hasilnya. Dengan dasar pendidikan yang memang belum pernah menyentuh bidang laboratorium dan material jalan raya, lumayan banyak membuat kesulitan dari pemahaman istilah, langkah kerja, nama alat hingga pencatatan. Ini tentu berbeda dengan lima Rekan kami dari sepuluh yang hadir setiap harinya, yang sudah tergolong senior dalam pengalaman serupa. Maka jadilah mereka ini instruktur tambahan bagi saya pribadi untuk bisa memahami materi lebih baik lagi.

    Salah satu yang kemudian patut saya syukuri selama proses pembelajaran adalah teknologi yang disematkan dalam perangkat Tablet Samsung Galaxy Tab 7+ ini. Beberapa fitur penting seperti memo, kalculator, kamera hingga spreadsheet selalu tergunakan untuk memudahkan pekerjaan yang memang sedikit sulit dengan beragam instrumen yang berbeda dalam sekali waktu. Meski ada sedikit kekhawatiran akan kehabisan daya ditengah pemanfaatannya.

    Dari lima hari pembelajaran, ada banyak pekerjaan rumah yang harusnya bisa kami sekesaikan. Sayangnya, seperti pendapat pak Komang Sudiarta -Ketua Tim Laboratorium Jurusan Sipil Politeknik Negeri Bali, bahwa waktu yang diberikan masih sangat kurang jika ingin mengetahui bagaimana prosedur hingga hasil dan pemahaman analisanya secara mendetail. Hanya saja secara mood peserta bisa dikatakan sempat menurun di hari keempat, bisa jadi lantaran lelah bolak balik didera kemacetan yang dialami pagi dan sore, lelah mengerjakan hal yang sama secara konstan, atau bahkan bukan bidang yang kerap digeluti. Perlu pengulangan aktifitas serupa agar bisa terbiasa nantinya.

    Dalam membantu usaha pembelajaran dan berbagi ilmu, pak Komang Sudiarta ini dibantu pula oleh dua rekannya, pak Putu Suka Ardana dan pak Gusti Bagus Suadnyana. Maka sudah sewajarnyalah jika kami kemudian menghaturkan banyak Terima Kasih atas semua pendampingan, talenta dan pengetahuan yang telah diberikan selama lima hari terakhir hingga kami bisa menyelesaikan beberapa tugas sesuai tiga modul yang dibekali sejak awal.

    Meski secara hasil yang diharapkan ada beberapa koefisien yang dianggap melenceng, namun secara cara kerja, apa yang telah disampaikan dapat kami terima dengan baik. Sehingga untuk itu pula, kami berharap banyak kedepannya nanti bisa diselenggarakan kembali pelatihan-pelatihan dengan model workshop seperti ini (tidak hanya terpaku pada teori) yang barangkali bisa lebih menukik pada studi kasus yang pernah dialami dalam kondisi lapangan atau nyata sebenarnya.

    Akhir kata, saya mewakili teman-teman Peserta mengucapkan Terima Kasih pula pada Ibu Ir. Putu Hermawati, MT selaku Ketua BSK Diklat Politeknik Negeri Bali, Bapak Ir. I Wayan Sugawa selaku Kabid Pendataan dan Evaluasi serta tiga atasan kami yang setia mengunjungi dan berdiskusi dari pak Gung Rai Sudiartha, ibu Gung Mas Aries Sujati dan pak Nyoman Sukarata. Demikian pula untuk tiga instruktur kami, pak I Komang Sudiarta, ST., MT, pak I Putu Suka Ardana, ST dan pak Gusti Bagus Suadnyana. Tak lupa semua teman-teman yang telah mendukung kerjasama yang baik selama pembelajaran berlangsung.

    Politik Santun ‘PSSI’ dalam Kartun Mice Misrad

    Category : tentang InSPiRasi

    Berikut beberapa gambar goresan kartun karya Muhammad Mice Misrad dalam buku ‘Politik Santun dalam Kartun’ tentang kisah PSSI dan Nurdin Halid ditambah beberapa Isu Internasional yang sempat hadir di Indonesia.

    *

    *

    *

    * > Isu Internasional

    *

    *

    *

    *

    *