TwitWar akun Anonim Twitter terkait Korupsi dan Pilgub DKI

9

Category : tentang Opini

Awalnya begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda

Kira-kira begitu kesan pertama yang dirasakan ketika berkenalan dengan akun anonim bernama Ade Ayu Sasmita yang dikenal publik Twitter dengan sebutan @TrioMacan2000. Akun yang sejak awal begitu rajin melakukan kultwit tentang pembongkaran korupsi yang menyangkut sekian banyak pejabat besar di Indonesia termasuk pak presiden eSBeYe lengkap dengan tingkah polah mereka. Praktis dalam waktu singkat jumlah Follower (istilah Pengikut dalam akun Twitter) perlahan melonjak drastis. Apalagi saat Admin akun yang bersangkutan mulai dikenal Media, naik di Jawa Pos salah satunya.

Dari banyak pemaparan kasus korupsi yang ditawarkan ke publik, ada beberapa yang kemudian saya favoritkan untuk dibaca. Bahkan tak jarang pula di-ReTweet balik yang rupanya malah menimbulkan pro kontra di kalangan sejumlah teman. Saat itu akun @TrioMacan2000 bagaikan Dewa yang siap merobek jaring aksi korupsi negeri ini.

Akun yang mengambil profile picture seorang wanita cantik ini makin menjadi saat PilGub DKI bergulir. Satu persatu calon Gubernur yang bakalan bertarung dalam memperebutkan kursi Jakarta 1 diulas habis-habisan. Yang pada akhirnya sangat kentara menyatakan dukungannya pada pasangan Cagub Jokowi-Ahok serta menelanjangi kasus korupsi dan kebobrokan Foke-Nara. Tidak heran jika melonjaknya perolehan suara yang diraih pasangan Jokowi pada putaran pertama, disebut-sebut tak lepas dari peran serta kultwit @TrioMacan2000.

Lantas arah anginpun berbalik

Masuk ke pra putaran kedua, dukungan akun @TrioMacan2000 berputar seratusdelapanpuluh derajat. Menelanjangi kasus korupsi calon Wakil Gubernur pasangan Jokowi yang dikenal dengan Ahok atau Basuki, dan memuja muji kelebihan sang lawan, pasangan Foke Nara. Publikpun mulai terhenyak. Apa yang sedang terjadi ?

Di sisi lain, terpantau beberapa akun Twitter anonim lainnya seperti @Kurawa yang (kelihatannya) memiliki nama Rudi Valinka seorang Forensik Auditor, @winnercore aka Winner Jhonshon dan @Vampire_RI bereaksi dengan perubahan yang terjadi pada kultwit sang Macan yang dianggap ‘mulai kelihatan aselinya’.

TwitWar pun dimulai.

Ketika akun Macan mulai kelihatan galaknya dengan menjatuhkan sosok Ahok lengkap dengan reTweet dari beberapa akun sepaham lainnya, sisi lain mencoba menelanjangi kebenaran yang ada dibalik sosok akun sang macan. Ini dilakukan lantaran sang macan kemudian ‘tertangkap basah’ menghapus beberapa kultwit tentang kebusukan dan korupsi calon Gubernur pasangan Foke-Nara sembari terus menumpahkan ‘kebusukan’ calon Wakil Gubernur pasangan Jokowi-Ahok. Menanggapi aksi penelanjangan dirinya, sang macan pun terus mencoba untuk menjatuhkan balik akun anonim lawannya dengan berbagai analisa yang berasal dari ‘sumber yang bisa dipercaya’. Sebuah aksi yang makin ramai tentu saja.

Uniknya, beberapa analisa (entah fakta atau kebenaran) yang disampaikan oleh akun @Kurawa kelihatannya banyak benarnya, mengingat ajang PilGub DKI merupakan aksi percontohan yang mampu dilakukan oleh akun @TrioMacan2000 sebagai lahan basah bisnis melakukan mobilisasi massa atau pencitraan publik. Sementara akun Twitter kini sudah mampu melakukan hal itu, seperti halnya yang terjadi di luar sana. Berbagai manuver cantikpun dimainkan.

Akun Twitter bayaran memang sudah lama terdengar di telinga, terutama bagi mereka yang rajin berbagi informasi terkait hal-hal yang sekiranya menarik bagi sebagian besar Tweeps di dunia maya. Namun untuk dimanfaatkan sebagai sarana mengeruk uang dari pasangan calon pemimpin daerah, memang baru satu ini saja yang begitu fenomenal. Kabarnya setelah PilGub DKI, bakalan ada lagi manuver lainnya di PilGub dan PilBup daerah lain, menjadi sasaran tembak sang Macan.

Perang analisa entah fakta ataupun fitnah yang dipaksakan oleh kedua pihak, menjadi satu pembelajaran baru bagi mata publik yang haus akan informasi dunia maya. Kini mereka harus pintar-pintar menelaah bahwa apa yang tersaji didepan mata, sebenarnya bukanlah hal yang patut dipercaya dan ditelan mentah-mentah.

Mana yang kalian percaya untuk kasus kali ini ? akun @TrioMacan2000 dengan ribuan ‘akun Sekoci’ dan ‘Telur’nya ? ataukah akun @kurawa @Vampire_RI dan @winnercore yang kini memilih untuk berseberangan ? tentu semua ada pada tangan Anda.

Jikapun pilihan diberikan kepada saya pribadi, satu hal yang kemudian saya lakukan adalah tidak membaca kultwit yang disampaikan oleh kedua belah pihak, meskipun dengan begitu pengetahuan yang saya dapatkan soal korupsi dan tingkah polah para pejabat negeri ini menjadi sedikit mundur. Setidaknya masih banyak akun anonim yang ada diluar sana, siap memberi banyak pengetahuan tambahan akan berbagai informasi penting yang sekiranya jauh lebih berguna bagi diri sendiri dan keluarga.

Tablet Vandroid T2 Android Murah Rasa Lokal

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Demam akan sistem operasi si Robot Hijau rasanya sudah kian menjadi. Dikatakan demikian lantaran semakin banyak saja Vendor baik global dan lokal yang merilis perangkat berbasis sistem operasi Android dengan berbagai rentang harga dan kemampuan. Dari High End hingga Entry level atau Pemula.

Jika selama ini kami lebih merekomendasikan perangkat level Menengah sebagai pilihan bagi Kawan yang ingin merasakan bagaimana nikmatnya perangkat mobile berbasis Android, kini kami mencoba untuk hadirkan Tablet Android level bawah yang barangkali dapat menarik minat bagi mereka yang memiliki budget terbatas. Vandroid T2.

Secara dimensi, Tablet Vandroid T2 terlihat tak jauh berbeda dengan Samsung Galaxy Tab #2 7.0 yang tempo hari sempat kami Review, pun dengan list aluminium yang mengitari layar demikian halnya dengan ketebalan perangkat. Hanya jika disandingkan saja bakalan terlihat perbedaan yang mencolok pada keberadaan empat tombol sentuh yang terdapat di sisi bawah layar. Bisa dimaklumi lantaran secara Versi OS yang dipergunakan masih mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Uniknya, meski sudah terdapat empat tombol haptic tersebut, terdapat pula list Taskbar disisi atas layar yang memiliki manfaat sama yaitu mengembalikan aktifitas ke halaman awal (home), back serta volume up and down.

Mengusung prosesor berkecepatan tinggi 1 GHz dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 512 MB (386 MB shared) rasanya untuk ukuran sebuah Tablet Lokal yang menyasar pangsa pasar Entry Level sudah cukup menjanjikan. Namun entah mengapa, persoalan layar sentuh yang disandang masih menghantui seperti Tablet Lokal lainnya. Membutuhkan dua tiga kali sentuhan yang sama dengan perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0 untuk mendapatkan Respon atas tindakan yang Kawan inginkan. Bagi yang sudah terbiasa dengan cepatnya akses menu tentu hal ini Jadi sedikit menjengkelkan.

Urusan Storage rasanya Kawan memang harus berpuas diri dengan sedikit keterbatasan space yang disediakan, yaitu 4 GB (3 GB shared) dengan dukungan memory eksternal yang hanya mampu mencapai maksimal 16 GB saja. Keternatasan pula ditemukan pada resolusi kamera yang disandang pada punggung perangkat berkisar 2 MP tanpa lampu LED Flash. Uniknya selain mengadopsi port mini USB sebagai media charger ataupun bertukar data, Vandroid T2 menyediakan pula port mini HDMI disisi yang sama.

Menjanjikan sistem Plug and Play, Vandroid T2 tampaknya tak ingin membebani pengguna yang akan memanfaatkan perangkat Tablet baik sebagai modem ataupun storage penyimpanan data. Ketika perangkat disambungkan ke pc/notebook, dalam waktu singkat segera terdeteksi dengan baik dan perangkat Vandroid T2 pun siap dieksekusi.

Berhubung Vandroid T2 merupakan Tablet Lokal, dilihat dari segi penampilan halaman depan ataupun menu, hampir tak ada inovasi ataupun User Iinterface tambahan yang mampu membedakan perangkat dengan Tablet lainnya. Meski demikian dari beberapa aplikasi bawaan terdapat aplikasi Market tambahan milik vendor yang patut diapresiasi lantaran dapat dimanfaatkan untuk mengunduh ketersediaan aplikasi dan games dengan cara memotong pulsa.

Selain itu saat kami ujicoba pertama kali, terlihat beberapa aplikasi penting sudah berada di halaman menu seperti Documents To Go Viewer, Google +, FaceBook, eBook Reader, Explorer, Yahoo Mail and Messenger pula Flash Player. Yang terakhir kami sebutkan ini tampaknya memang amat jarang disematkan dalam perangkat Android murah, jadi tidaklah salah jika kami kemudian memberi nilai tambah untuk dukungan dan kemampuannya.

Namun belum lengkap rasanya jika perangkat Vandroid T2 belum melakukan test Benchmarking dengan memanfaatkan AnTuTu, hasilnya lumayan. Layar menunjukkan setidaknya terdapat poin sebesar 2394, setengah dari uji yang sama pada perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0. Hasil ini berada diatas HTC Wildfire dan Hero yang memang memiliki spec teknis dibawah T2. Untuk membuktikannya memang sedikit terasa adanya lag atau jeda saat digunakan untuk memainkan games Angry Birds atau Cut The Rope.

Terlepas dari semua keterbatasan yang kami sebutkan tadi, dengan harga jual dibawah satu juta rupiah, agaknya keberadaan Tablet Vandroid T2 sangat layak dipertimbangkan. Apalagi untuk pangsa pasar Entry Level, T2 bakalan bersaing dengan beberapa Tablet milik IMO dan juga Axioo Pico 7 yang memiliki spec teknis sama namun harga yang sedikit lebih mahal. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan jejaring sosial atau memainkan beberapa games, T2 cukup mampu mengakomodirnya.

Pikir-pikir sebelum memilih Android Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Perkembangan sistem operasi mobile phone yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, tampaknya makin menjadi sejak awal tahun 2012 ini. Setelah naik secara pesat di tahun sebelumnya, kini Android mulai merambah ke berbagai segmen pengguna dan tentu saja merambah ke berbagai jangkauan harga.

Dengan maraknya lini yang ingin dikuasai oleh sistem operasi ini lewat beragam brand termasuk lokal, pada akhirnya banyak pula suara tidak puas akan kinerja perangkat yang mereka pilih yang rata-rata merupakan konsekuensi dari rendahnya harga jual yang ditawarkan. Untuk itulah kami secara pribadi lebih kerap menyarankan kepada Rekan Droid untuk memilih perangkat Android tingkat menengah keatas demi mendapatkan kinerja dan kepuasan yang optimal. Mau tahu alasannya ?

Minim Fitur. Dengan harga tawar yang murah bahkan ada juga beberapa perangkat sebesar tabletPC yang dijual di bawah satu juta rupiah, rata-rata hanya membawa fitur bawaan dari sistem operasi yang dipergunakan. Hal ini berbeda dengan Android kelas menengah yang rata-rata mulai menawarkan berbagai aplikasi atau fungsi tambahan pula user interface atau tampilan yang cenderung lebih memudahkan pengguna untuk berinteraksi.

Kecepatan dan Kemampuan Standar. Dari pantauan kami di beberapa perangkat ponsel ataupun tabletPC berbasis Android berharga murah, hanya dibekali dengan prosesor serta besaran memory RAM yang terbatas. Padahal dua hal inilah yang merupakan pemicu tenaga perangkat sejak awal digunakan. Apalagi kelak ketika pengguna mulai menginstalasi dan menggunakan aplikasi atau permainan dalam jumlah banyak atau multitasking, barulah leletnya bakalan terasa.

Keakuratan dan Kualitas Layar. Iklannya sih boleh, layar sentuh berjenis kapapatitif. Tapi jangan heran apabila tingkat sensitifitas layar malah jauh dari harapan. Bahkan ada pula perangkat yang perlu menekan layar dua kali untuk bisa menjalankan perintah. Belum lagi soal tingkat kecerahan dan kejernihan layar, pula kualitas bahan yang dipergunakan.

Ketiadaan Update OS. Saat perangkat dijual ke pengguna, rata-rata versi OS yang disuntikkan sudah mengadopsi keluaran terbaru, entah 2.3 Gingerbread atau 4.0 Ice Cream Sandwich, meski ada juga beberapa lainnya yang lebih memilih versi lama 2.2 Froyo. Namun ketika permasalahan atau bugs muncul ditengah pemakaian, versi Update sangat jarang diberikan untuk mengatasinya. Demikian pula jika Rekan menginginkan Upgrade ke versi OS yang lebih baik.

Kapasitas dan daya tahan batere. Android dikenal rakus daya lantaran kebutuhannya untuk memanfaatkan koneksi data demi mendukung aktifitas secara optimal. Untuk itu pula beberapa perangkat kelas menengah keatas mulai meningkatkan kapasitas dan daya tahan batere mereka demi kepuasan pengguna. Tidak demikian halnya dengan Android murah. Terpantau beberapa perangkat tabletPC lokal masih menggunakan kapasitas batere yang setara dengan ponsel Android kelas menengah. Sehingga untuk sekali charge penuh biasanya hanya dapat digunakan selama 3 jam secara konstan. Itu artinya, untuk penggunaan harian biasanya dibutuhkan dua tiga kali charge. Sangat merepotkan bukan ?

Dukungan Komunitas. Jika hasrat untuk memiliki perangkat Android murah hanya sebatas menggunakannya secara standar, barangkali tidak akan banyak masalah yang kelak dijumpai saat pemakaian. Namun kadang-kadang ketika menemukan kesulitan dalam beraktifitas, dukungan komunitas dan juga forum akan jauh lebih memberikan pencerahan atau solusi terutama bagi pengguna awam.

Nah, enam alasan itulah yang menjadi bahan pertimbangan kami dalam memberikan rekomendasi jika Rekan Droid menginginkan perangkat Android sebagai pilihan berikutnya. Jangan sampai salah pilih ya.

Android Branded Entry Level

Category : tentang TeKnoLoGi

Seakan tak pernah usai dalam usahanya untuk memberi kesempatan pada publik agar mampu menikmati kemampuan akan sebuah ponsel pintar dengan harga yang terjangkau, Android kembali dihadirkan oleh beberapa vendor papan atas dengan menyasar posisi Entry Level. Sebuah penawaran yang menarik bagi para pengguna pemula atau bagi mereka yang sudah mulai bosan dengan kemampuan ponselnya kini. Berikut tiga diantaranya.

Motorola Fire XT. Setelah kalah dalam persaingan dengan raksasa Apple dalam dua tiga kali pertaruhan, Mototora kini mencoba hadir di level terbawah dengan harga jual sekitar 1,4 Juta rupiah. Sebuah level yang barangkali takkan pernah dijangkau oleh rivalnya tersebut.

Hadir dengan spesifikasi menengah, Motorola mencoba merebut peluang para pengguna Android pemula dengan penawaran yang cukup menggiurkan. Layar 3,5 inchi 320×480 pixel, cpu 800 MHz GPU Adren0 200, 512 RAM 512 ROM serta dibekali dual camera 5 Mega Pixel autofocus serta Led Flash pada bagian punggung dan kualitas VGA pada sisi depan. Sedangkan untuk Sistem operasi yang digunakan masih menggunakan Android 2.3.4 GingerBread. Demi menarik perhatian penggunanya, Motorola Fire XT mengandalkan User Interface Moto Switch UI, sebuah tampilan yang tak lagi memberatkan ponsel layaknya versi sebelumnya. Sebuah batere Li-ion 1540 dibekali untuk menunjang seluruh kinerjanya tersebut.

Kabarnya dalam waktu dekat seri ini bakalan ditemani dua seri tambahan yaitu Motorola XT 390 yang memiliki kemampuan sama namun dalam resolusi layar yang lebih rendah serta Motorola Motosmart XT 611 sebuah ponsel Android dengan desain Flip.

LG E400. Dibandingkan dengan spesifikasi Motorola diatas, kemampuan yang ditawarkan oleh brand asal Korea ini bisa dikatakan sedikit lebih rendah. Mengandalkan besaran layar 3,2 inchi 240×320 pixel 256 K warna, cpu 800 MHz, 384 RAM serta single kamera 3,2 Mega Pixel tanpa Led Flash, LG E400 ditawarkan dengan harga sekitar 1,3 Juta saja plus bonus konten SuJu Super Junior BoyBand yang menjadi icon dari iklan ponsel.

Satu-satunya yang menarik dari penawaran ini adalah besaran internal storage yang sudah mencapai 1 GB, menjadikan E400 jadi lebih leluasa untuk menampung beberapa aplikasi dan games sesuai keinginan pengguna.

Samsung Galaxy Pocket. Brand yang satu ini seakan belum mau berpuas diri akan sekian banyak perolehan penjualan yang dikabarkan menduduki peringkat pertama mengalahkan sang raja terdahulu, Nokia. Resepnya cukup sederhana, masuk di semua lini dengan berbagai tawaran kemampuan yang cukup menggoda. Hal yang sama yang pernah dilakukan Nokia jauh sebelumnya.

Untuk spesifikasi yang diusung bisa dikatakan Galaxy Pocket merupakan yang terendah diantara tiga alternatif yang kami tawarkan kini. Ini dapat dimaklumi mengingat secara harga jual yang ditawarkannya pun paling rendah dan terjangakau, 1,150 Juta saja. Lihat saja dari dimensi layar standar Entry Level 240×320 pixels, 2.8 inchi, cpu 832 MHz, 289 MB RAM serta kamera punggung 2 Mega Pixel dengan kemampuan rekam video QVGA 15 fps dan daya tahan batere Li-ion 1200 mAh makin memantapkan Galaxy Pocket sebagai ponsel Android kelas pemula.

Meski demikian, Galaxy Pocket menawarkan internal storage yang paling besar dibanding dua rivalnya diatas. Kapasitas 3 GB (1 GB User Memory) dapat menjadi salah satu poin plus yang patut dipertimbangkan dalam daftar. Ini masih ditambah lagi dengan dukungan slot memory eksternal yang dapat di-expand hingga 32 GB. Untuk pilihan lain dari Samsung, silahkan merapat pada Galaxy Y (Young), Galaxy Mini dan Mini Plus.

Dalam rentang harga jual kisaran 1 sampai dengan 1,5 juta rupiah tampaknya memang tak banyak pilihan yang bisa didapat dari beberapa brand global lainnya macam HTC dan juga Sony. Apalagi pasca perpisahannya dengan Ericsson tampaknya Sony memang belum mampu masuk daftar ini, Sebagai pilihan, mereka masih mengandalkan beberapa seri lama diantaranya Xperia X8, X10 Mini serta Xperia Mini. Atau barangkali ada alternalif lain lagi ?

Mengintip Ponsel Android kelas Menengah untuk Pemula

Category : tentang TeKnoLoGi

Sesuai Prediksi beberapa pengamat Teknologi Komunikasi, dua tahun terakhir merupakan Tahun milik Android, sebuah sistem operasi bagi perangkat mobile selular besutan Google yang mengambil codename berupa kombinasi urutan Abjad dan nama jajanan. Tak kurang terdapat versi Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich dan terakhir Jelly Bean. Kehadiran mereka bak gempuran ponsel lokal di Indonesia beberapa tahun lalu yang hadir dari berbagai vendor, beragam teknologi built in dan juga variasi harga. Android tampaknya sedang menarik hati sebagian besar konsumen yang mulai mengalami kebosanan dengan perangkat Blackberry namun masih belum mampu menjangkau keberadaan iPhone.

Bagi seorang Pemula ataupun yang barangkali ingin menjajal kemampuan Android, kami menyarankan untuk menyasar pangsa pasar kelas menengah yang hadir dalam kisaran harga tawar 2 sampai dengan 3 juta. Mengapa demikian, karena di kelas inilah tingkat kepuasan minimal akan dapat diraih mengingat beberapa Teknologi seakan sudah distandarkan untuk pemanfaatan perangkat secara optimal. Tidak terlalu mahal dan apa yang didapatkan kami yakin tak akan mengecewakan calon Pengguna.

Berbeda dengan dua kelas lainnya, bawah dan atas, di kelas Menengah ini hanya ada beberapa ponsel Android saja yang dapat diintip sebagai Pilihan untuk merasakan pengalaman baru atau menjajal kemajuan teknologi yang dikembangkan secara khusus oleh Google. Adapun ‘standar yang kami sebutkan sebelumnya adalah soal penggunaan OS Android yang minimal sudah mengadopsi versi 2.3 Gingerbread (sudah mampu melakukan fungsi Tethering) , pemanfaatan Prosesor 1 GHz, besaran Memory RAM 512 MB dan layar sentuh 3,5”. Berikut diantaranya.

Dari Sony Ericsson, Rekan bisa mengintip beberapa seri seperti Xperia Mini pro yang sudah disematkan papan ketik qwerty slider, Xperia Active yang dikenal dengan ketahanan terhadap benturan, debu dan air, Xperia Neo dan Neo V dengan layar lebarnya, Xperia Ray dengan kamera 8 MP dan Live Walkman yang menjadikan kemampuan memutar Musik sebagai jualan utamanya. Selain standar yang diberlakukan diatas, ada juga resolusi layar yang rata-rata sudah menyajikan besaran 480×854 pixel demi tampilan yang padat dan tajam bagi mata penggunanya. Sayangnya untuk OS, semua yang disebutkan diatas masih menggunakan versi 2.3 GingerBread. Sedang bagi yang menginginkan OS terkini 4.0.3 Ice Cream Sandwich, bisa melirik seri XPeria U yang sudah mengadopsi Dual Core 1 GHz dengan memory internal 4 GB tanpa tambahan slot memory card. Seri terakhir merupakan perangkat yang dirilis tanpa menggunakan lagi embel embel Ericsson.

Dibandingkan vendor Sony Ericsson, Samsung menyajikan tiga perangkat yang dapat dijadikan sebagai pilihan utama di rentang harga ini. Samsung Galaxy W dengan prosesor satu inti ARM v7 1,4 GHz plus Memory Internal sebesar 1,7 GB, Samsung Galaxy Ace Plus dengan besaran 1 GHz dan terakhir diLaunching adalah Samsung Galaxy Ace 2 dengan prosesor dua inti 1 GHz. Tidak seperti Sony, Samsung masih setia bercokol di OS versi 2.3 GingerBread untuk rentang harga ini.

Setara dengan Samsung, perangkat yang dirilis oleh nama besar Huawei lewat seri U8860 Honor menyajikan spesifikasi yang sedikit lebih baik dihadirkan di kelas Menengah untuk bersaing dengan dua vendor global tersebut. Katakan saja besaran memory yang sudah 2 GB dan pasokan daya Lithium Polymer 1930 mAh. Bandingkan saja dengan ponsel dua vendor diatas yang masih menggunakan daya 1500 mAh. Tidak heran apabila dalam iklan yang ditampilkan oleh Huawei di beberapa media cetak, mengklaim bahwa perangkat ini mampu digunakan untuk menikmati delapan film secara nonstop dengan durasi masing-masing sekitar dua jam. Lumayan lama untuk kelas ponsel Android.

Dari LG, hadir seri L7. Perangkat berbasis Dual Core 1 GHz ini sudah mengadopsi OS terkini 4.0 Ice Cream Sandwich plus layar lebar 4 inchi. satu penawaran menarik bukan ?

Tak lupa ada HTC yang merilis One V, perangkat One Series yang memang menyasar Droiders kelas menengah. Mengandalkan prosesor single core 1 GHz dan 512 MB RAM, tampaknya sudah cukup menjanjikan. ditambah lagi OS terkini 4.0.3 Ice Cream Sandwich plus kemampuan Beats Audio yang kini telah menjadi bagian dari HTC mengingat diakuisisinya perusahaan pengembang hardware audio tersebut. Jika belum jua puas, One V siap memberikan pengalaman baru lewat dual shoot lens, dimana pengguna dapat melakukan perekaman video sembari mengambil gambar secara bersamaan. sudah begitu, lensa kamera 5 MP ditambah Led Flashnya, siap melakukan Continuous Shoot hingga 20 frame dalam sekali jepret. sangat mengasyikkan tentu saja.

Diluar pilihan diatas, memang masih ada beberapa perangkat lain yang dapat ditawarkan sebagai alternatif ponsel Android di kelas Menengah. Sayangnya dibandingkan saran kami tadi, pilihan yang ada masih menggunakan besaran prosesor dibawah 1 GHz dan Memory RAM dibawah 512 MB. Jadi ketimbang nantinya bakalan mengecewakan Pengguna untuk akselerasi dan pemanfaatan perangkat yang kurang optimal, lebih baik pertimbangkan saja pilihan kami. Bagaimana ?

Tips #Ngandroid Lag Notifications

7

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Ada yang pernah mengalami banyaknya notifikasi yang datang akibat proses update app/games market, email, download dsb?
  • Jika rekan Droiders merasa kewalahan untuk melihatnya satu persatu, silahkan buka halaman notifikasi dan pilih tombol ‘clear’
  • Maka seluruh notifikasi yang menghiasi tampilan Taskbar perangkat #Android, bersih seketika
  • Tapi bagaimana jika ada satu icon notifikasi unduhan/download nyangkut meski sudah di-clear atau cancel?
    dan sialnya icon Notifikasi tersebut tetap duduk manis ditempatnya walopun perangkat #Android sudah di Restart ulang?
  • Jangan khawatir, gampang kok caranya :p *nemu ilmu baru sore tadi *menghilangkan icon notifikasi download yg membandel pada Taskbar #Android
  • Silahkan buka Setting/Applications/Running Service. Cari di All/Download Manager. Tekan tombol ‘Clear Data’ atau ‘force stop’
  • Maka tombol icon notifikasi yang tadinya hadir meski perangkat #Android diRestart, hilang seketika 🙂
  • Ditenggarai bahwa icon notifikasi tsb hadir gara”ponsel dipaksa melakukan pengunduhan attachment pada email disaat koneksi inet lelet
  • Maka itu, proses download menjadi stuck dan berulang, meski file yang dimaksud sudah berhasil diunduh di saat koneksi berjalan kencang
  • Adanya icon notifikasi yg nyangkut di Taskbar #Android ini, berpotensi menghabiskan daya tahan batere dan memory RAM pada perangkat Droiders
  • sekian dulu #ngandroid singkatnya kali ini, selamat beristirahat…
  • Tips #Ngandroid Games Edukasi Android untuk Droiders Junior

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Menunggui anak”Paud dan TK ini banyak sukanya, demi melihat aksi tingkah mereka yg lugu dan lucu, beda dgn nonton politisi yg ditahan kmarin
  • Eh ada senam baru yang diajarkan loh… Gag beda dengan permainan anak”yang ditawarkan di Marketnya #Android
  • Yup… Topik kali ini boleh ke permainan yang diperuntukkan bagi anak”yah… Bagi Droiders yang sudah punya ekor satu dua wajib tahu 🙂
  • Untuk hunting permainan #Android yg diperuntukkan bg anak”barangkali jauh lebih mudah jika di searching dgn menggunakan kata kunci tertentu
  • Baby, fun, kids, math, alphabet atau langsung menyebutkan tokoh kartun khas anak”biasanya memberikan hasil pencarian yang lebih menyenangkan
  • Mencari perbedaan, menebak gambar bahkan melafalkan kata merupakan permainan terbaik bagi anak”usia 3-5 tahun
  • Dalam rentang usia 3-5 thn ini biasanya rangsangan otak sudah mampu mengingat dan berimajinasi dengan hal”yang menarik
  • Ada beragam model permainan yang bisa diunduh ke perangkat #Android yang Droiders gunakan, puzzle, belajar membaca, menghubungkan titik
  • Berbeda dengan anak usia 1-2 tahun yang biasanya baru dirangsang dengan suara binatang, atau musik
  • Di Market #Android trdapat banyak pilihan permainan anak yg dpt dicoba utk diperkenalkan pd putra putri Droiders atau ponakannya barangkali?
  • Salah satu pengembang permainan anak” #Android yang Terbaik bagi saya pribadi adalah Baby Bus
  • Baby Bus di Market #Android menyediakan tak kurang dari 31 varian permainan anak yang bisa dicoba satu persatu tergantung kebutuhan
  • Apabila perangkat Droiders bml diRoot atau hny menyisakan sdikit space internal, disarankan utk menginstalasi 1-2 permainan dlm sekali waktu
  • Mengingat dari segi besaran space yang dihabiskan berada di kisaran 8-12 MB per permainan Baby Bus
  • Disamping itu ada juga beberapa permainan untuk membutuhkan tingkat grafis yang lumayan tinggi terutama yang diberi embel”HD
  • Jenis permainan yang ditawarkan ada beragam jenis dari mengenal alphabet, angka, berhitung tambah kurang, mencocokkan gambar, puzzle
  • Mengenal bentuk, mengenal bunyi, mengenal bagian tubuh, transportasi, mengeja hingga memahami perilaku dan laksana dasar bayi
  • Semua permainan anak” #Android ini ditawarkan secara gratis, dapat ditemukan dan diunduh dengan menggunakan kata kunci Baby Bus
  • Untuk bisa mengenali permainan anak” #Android Baby Bus ini, diwakilkan dengan Tokoh Panda hitam putih dalam icon persegi full colour
  • Selain Baby Bus, ada juga beberapa permainan #Android lain yang sejenis, mengambil tema yang tidak jauh berbeda
  • Salah satunya ada Intellijoy, pengembang yang menandai warna hijau khas robot #Android sebagai background icon permainan mereka
  • Berbeda dengan Baby Bus, permainan anak” #Android yang dikembangkan Intellijoy jauh lebih ramah dan ringan bagi perangkat ponsel
  • Untuk pengembang permainan anak” #Android lokal ada #Bamboomedia yang merilis beberapa permainan unik bagi usia pra sekolah
  • Sayangnya, untuk menjalankan permainan hasil kembangan #Banmboomedia, perangkat #Android harus mendukung Flash Player terlebih dulu
  • Meskipun permainan ini diperuntukkan bagi anak”, diharapkan Droiders sebagai orang tua atau kakak, bisa ikut serta mengontrol dan menjaganya
  • Kontrol pertama adalah menjaga seberapa sering permainan boleh diakses oleh anak”demi mencegah kesehatan mata dan pikiran mereka
  • Menjaga mata anak”dari layar #Android dan menjaga pikiran agar anak”tidak tenggelam dalam dunia gadget, entah ponsel atau konsol game
  • Salah satu yang bisa diterapkan adalah ijin bermain dengan #Android usai belajar sore misalkan
  • Selain itu, Droiders bisa memberikan pengarahan cara bermain atau maksud permainan, agar tidak membingungkan mereka
  • Untuk memudahkan dalam memeberikan gambaran permainan, Droiders bisa memberikan contoh atau analogi di dunia nyata
  • Sedikit merepotkan memang, namun semua itu untuk kebaikan si kecil juga
  • Tips lain yang bisa diberikan adalah menonaktifkan paket layanan data yang digunakan, atau melakukan switch ke mode Airplane
  • Tips switch ke mode Airplane, akan sangat berguna mengingat di bbrp permainan terdapat slot iklan yg bs sj dipencet secara random oleh anak”
  • Tips selanjutnya adalah mengingatkan anak”setiap kali permainan dilakukan untuk menjaga keamanan perangkat #Android, hehehe…
  • Sayang kan kalo perangkat #Android tiba”retak pada bodi atau layar, atau kotor akibat minyak dan spidol misalkan :p
  • Untuk tempat bermain dgn perangkat #Android disarankan brada di lingkungan empuk, entah karpet, sofa, tempat tidur atau perut bapaknya *uhuk
  • Bermain dengan #Android memang mengasyikkan bagi anak”, apalagi jika didampingi Droiders untuk membimbing dan menjaganya
  • Tips #Ngandroid Seputar Brand HTC

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Barusan sempat mengantar ipar yang akhirnya memilih #Android HTC Sensation XE ketimbang BlackBerry Apollo sebagai ponsel pilihannya
  • Sekedar informasi bhw HTC Sensation XE merupakan salah satu #Android varian dari Sensation Series yang mengusung prosesor dual core 1,5 GHz
  • HTC Sensation XE yang kami dapatkan tadi rupanya masih dibundling dengan Headset bersuara mantap milik Beats hasil kembangan dr.dre
  • Kabarnya untuk Sensation XE yang diproduksi Mei, gag lagi dibundling dengan Headset Beats untuk menekan harga jual ke konsumen
  • Sekedar informasi lagi bahwa Beats telah resmi diakuisisi oleh HTC demi mendapatkan konsep headset yang berkualitas
  • Secara spesifikasi ternyata HTC Sensation XE boleh juga tuh, layar 4,3″, Procie dual core 1,5 GHz, 768 MB RAM dan 4 GB internal Storage
  • @nilamsarri HTC tuh produk Taiwan, tapi jangan ragukan soal kualitasnya… Ini bukan brand lokal loh
  • Bagi yang belum kenal siapa itu HTC, wajar saja sih menduga”ini brand lokal atau china, padahal kalo digali lebih jauh, dijamin kagum 🙂
  • HTC itu brand/vendor asal Taiwan. Merupakan pemain lama di dunia telekomunikasi…
  • Apakah ada yg mengenal nama O2, T Mobile, iPaq, atau Orange? Mereka ini merupakan brand ternama yg dulu merilis PDA berbasis Windows Mobile
  • Masa”jaya perangkat ini berkisar Tahun 2003/2007, bahkan nama Sony Ericsson pun pernah merilis perangkat sejenis di awal rilis Xperia series
  • Nah, ceritanya pada masa itu, satu”nya vendor yang dipercaya untuk memproduksi Handhelds PDA adalah HTC
  • Sedang beberapa nama”yg disebutkan tadi adalah nama Operator luar yg bekerja sama dengan pihak HTC untuk merilis PDA berbasis Windows Mobile
  • HTC sendiri baru merasa pede merilis Handhelds dengan menggunakan nama sendiri di tahun 2006/2007
  • Itu sebabnya ketika masa”jaya Windows Mobile, banyak perangkat yang memiliki desain dan rupa yang sama namun diusung oleh vendor yg berbeda
  • Uniknya,meski nama pasaran PDA waktu itu bergantung pd operator/vendor yg berkontrak dgn HTC, trnyata smua memiliki Codename tertentu dr HTC
  • Sebagai contoh, codename HTC Universal dikemas dalam tiga merek yang berbeda, O2 XDA EXECUTIVE , DOPOD 900 dan T-MOBILE PRO
  • Trus ada saja produk HTC Blue Angel yang dikenal sebagian masyarakat Indonesia sebagai O2 XDA IIs dan AUDIOVOX 6600 CDMA
  • Sony Ericsson Xperia X1 yg berbasiskan Windows Mobile 6.1 memiliki codename HTC Kovsky
  • dan di lini #Android ada Google Nexus One yang fenomenal memiliki codename HTC Passion
  • Nama HTC baru mulai berkibar kencang saat merilis ponsel berbasis Windows Phone dan akhirnya #Android
  • HTC bisa dikatakan merupakan perangkat yg berkelas dan dikenal memiliki harga jual yang mahal, tapi itu sepadan dengan spec yang ditawarkan
  • Untuk HTC Sensation XE tadi dapetnya di angka 5,2 jt, nilai yang sama dengan Tablet Samsung GalTab 7+ paket promo
  • Sudah dijawab ya 🙂 RT @shaadillah itu tp buatan cina kan min? Masi ragu #HTC
  • @shaadillah tarung Samsung vs HTC di Indonesia, dimenangkan oleh Samsung, karena mampu masuk pasar #Android murah
  • Harga Jual, paling murah itu kisaran 2,2 juta kalo gag salah utk #Android prosesor 600 MHz RT
  • @shaadillah kelemahan yg fatal apa min? #HTC
  • Kabarnya sih HTC Sensation series ini bakalan dapet Upgrade OS #Android ke versi 4.0 ICS, tapi tadi tak liat sih masih pake 2.3 Roti Jahe
  • Kalo soal dimensi layar masih kurang lebar, silahkan hunting HTC Sensation XL, #Android 4,7″ dengan spec yang sama
  • Bagi yang tergolong Die Hard #Android HTC, mending nungguin One Series yang sudah mengusung OS 4.0 ICS dan prosesor dual core
  • Ah iya, kemaren dulu sempat punya pengalaman gag enak dengan HTC, kebetulan kantor kami mengadakan 6 biji TabletPC Android 7″
  • Yang datang itu HTC Flyer dengan spec paling tinggi saat itu. Saya salah satu yang dapat jatah Tablet lantaran memang dibutuhkan saat mobile
  • Sayangnya satu bulan pertama pemakaian, HTC Flyer yang saya gunakan mati total, pasca transfer data dari tablet ke Notebook
  • Setelah dikirim ke Jekardah 3 mingguan, Flyer dah normal kembali. Sayangnya, bulan ketiga mati total kembali terjadi, entah kenapa bs begitu
  • Uniknya tablet tsb baru bisa nyala setelah saya diamkan dari sore sampai esok paginya. Gag ada ngeCharge atau tindakan lainnya
  • Hal ini sempat dilaporkan lewat halaman FB milik HTC yang tempo hari lagi gencar”nya promo HTC One series
  • Akhirnya ketimbang bermasalah lagi, tu Tablet tak kembalikan ke kantor yang kemudian dipindahtangan ke rekan lain *fiuh
  • Tapi secara spec dan fitur, HTC Flyer harus diakui jauh lebih baik ketimbang Samsung GalTab 7 versi awal, banyak pengalaman baru yg didapat
  • Termasuk salah satunya fitur Pen Stylus milik HTC yang kini diadopsi pula oleh Samsung lewat Galaxy Note 5″ dan Galaxy Note #2 10.1″
  • Dibalik ‘HTC One Road to Bali the Final’

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Semua berawal dari akun Twitter. Tepatnya saat akun Liburan Yogya menanyakan contact person komunitas Android Bali kepada admin Bale Bengong yang merekomendasikan akun saya sebagai salah satu yang bisa dihubungi.

    Adalah Bapak Arya Dhiratara, perwakilan dari PT Sistech Kharisma yang kemudian menindaklanjuti hubungan lewat kontak telepon sekaligus menjelaskan maksud rencana gelaran HTC One Road to Bali sesi the Final, dalam kaitan promo perangkat HTC One X yang selama ini saya ketahui dari akun FaceBook HTC Indonesia. Dalam kontak tersebut, sayapun diminta untuk mencari lima Kawan dari komunitas Android Bali untuk ikut serta dalam gelaran tersebut.

    Setelah menimbang-nimbang dengan admin BaliDroid Community, Aryaputra Pande yang selama ini hanya sempat kontak lewat dunia maya, pada akhirnya diputuskan untuk menawarkan kesempatan ini pada empat kawan lainnya, mengingat admin satu ini belum bisa memastikan kesanggupannya.

    Lewat dua posting khusus, didapatlah nama-nama Kawan Droid dari Kadek Suantara aka Chymenk, Rahaji, Gus Tulank dan Didi Suprapta. Sayangnya saat tanggal gelaran telah diberitahukan, beberapa nama yang berhasil dihimpun tersebut secara mendadak memilih mengundurkan diri lantaran berbagai alasan. Untuk menggantikan nama Gus Tulank, rupanya admin Aryaputra bersedia menggantikannya. Nama Didi Suprapta kemudian diganti oleh mas Arieef Abi yang menyatakan baru bisa mengikuti gelaran pasca jam kerja. Sedang Rahaji yang menyatakan pengunduran dirinya satu jam sebelum kegiatan, sempat membuat saya kebingungan mencari penggantinya.

    Adapun Rai Rahmayuda yang sempat dihubungi menyatakan tidak bisa ikut serta lantaran hajatan pernikahan sepupunya. Dan Made Dedi yang menjadi pilihan terakhir mengingat lokasi kerja yang bersangkutan ada di dekat gelaran, berusaha dihubungi lewat akun whatsapp dan sms serta menyatakan kesediaannya. Oke, jumlah peserta pun telah komplit. Maka berangkatlah saya menuju lokasi gelaran dengan memberi spare waktu satu jam untuk perjalanan.

    Macet. Padat merayap. merupakan satu kondisi yang tidak mampu saya perkirakan sebelumnya. Jalan Imam Bonjol yang saya lalui sedari perempatan Teuku Umar hingga Nakula bisa dikatakan tak memberi ruang jalan yang berarti bagi para pengemudi kendaraan roda empat. Bersyukur keputusan untuk mengendarai Scorpio Merah mampu membelah jalanan dengan cepat hingga saya hanya mengalami telat sepuluh menit dari Rencana awal.

    Berkenalan dengan HTC One X. Saat berkesempatan untuk memegang secara langsung jujur saja tidak ada sentuhan surprise yang dirasakan mengingat secara kebetulan tampilan ini memang sudah pernah dialami sebelumnya. Tepatnya ketika meReview HTC Sensation XE beberapa waktu lalu. Namun untuk tingkat kecerahan layar yang bagi saya hampir menyamai Retina Display-nya New iPad, tentu patut saya acungi jempol. Sesi perburuan foto yang diselenggarakan pasca proses Registrasipun saya lalui dengan setengah hati, mengingat pendeknya waktu perkenalan lebih banyak saya gunakan untuk mengoprek perangkat.

    Setelah mengambil beberapa gambar (termasuk gambar vas bunga yang pada akhirnya memberikan peluang besar), secara perlahan saya memulai aktifitas oprek dengan mengeksplorasi satu persatu fitur serta kemampuan fotografi HTC One X yang begitu dibanggakan dalam gelaran kali ini. Dilanjutkan pula dengan uji Benchmark menggunakan aplikasi AnTuTu dan Quadrant. Minimnya sinyal koneksi yang saya dapatkan sepanjang gelaran, membuat proses uji kecepatan hanya berhasil saya lakukan pada AnTuTu saja. Sebagai tanda bukti aktifitas tersebut, beberapa rekaman gambar layar yang tampil saya ambil dengan cara lama, menekan dua tombol secara bersamaan (Power dan Home). Satu cara yang biasanya dilakukan untuk perangkat berbasis Android ICS. Sedikit mencontek cara pengambilan gambar yang dilakukan oleh perangkat iOS.

    Sesi makan malam saya lalui dengan pendekatan pada mas Denny dari Sinar Gadget Shop terkait keinginan saya meminjam beberapa perangkat Android dalam tujuannya melakukan Review, sekaligus menanyakan bagaimana pendapatnya terkait Review HTC Sensation XE yang saya tulis di media Koran Tokoh beberapa waktu lalu. Tak lupa meluruskan sedikit salah pendapat dengan perwakilan dari Sistech Kharisma Regional Bali terkait masalah yang kami alami pada 4 perangkat dari 6 HTC Flyer milik LPSE Badung.

    Memenangkan HTC One V. Oke, Dewandra Djelantik sang fotografer ternama yang sejak sore tadi memberikan Tips dan Trik pengambilan gambar dengan kamera ponsel, rupanya teman satu sekolahan SMP yang jujur saja agak penasaran juga ingin saya ketahui latar belakangnya. Mengingat nama Dewandra hanya saatu saja yang saya kenal. Ternyata feeling saya tepat. Di gelaran kali ini, selain menjadi narasumber, yang bersangkutan menjadi salah satu dewan juri yang didaulat untuk menilai hasil jepretan gambar baik yang dilakukan oleh kelompok Finalis maupun Umum. Entah karena unsur KKN tadi ataukah memang benar gambar yang saya ambil lebih menarik minat ketimbang yang lainnya, sayapun akhirnya memenangkan perangkat Android HTC One V, salah satu dari empat One series yang diposisikan pada level menengah. Padahal jujur saja, saya pribadi sudah mengikhlaskan ponsel tersebut dimenangkan oleh Peserta lainnya dan memilih untuk melakukan pengujian terhadap One X setelah mengambil empat gambar termasuk sesi Sunset yang ancur minah.

    Berikut gambar vas bunga yang ada di meja pinggiran area makan malam hotel The Seminyak, diambil dengan menggunakan lensa HTC One X, kemudian cropping sedikit agar lebih enak dilihat komposisinya, diberikan efek menggunakan aplikasi Photo Editor miliknya Samsung Galaxy Tab 7+ (ups) dan dikirim kembali ke perangkat One X untuk diUpload ke meja Panitia. Hehehe…

    Terakhir ada Goodie Bags dari HTC yang berisikan satu bolpoin, satu jam meja dan satu baju kaos yang langsung diserahterimakan pada MiRah dan ibunya. Saya ? cukup HTC One V-nya saja. ;p

    Lantas, bagaimana hasil oprek dua perangkat Android HTC One X dan HTC One V yang berhasil saya lakukan disela gelaran acara HTC One road to Bali the Final ? tunggu saja hasilnya di media cetak Koran Tokoh. ?

    HTC One Road to Bali the Final

    1

    Category : tentang TeKnoLoGi

    Matahari belum sampai menampakkan sinar senjanya saat kami menginjakkan kaki di pelataran parkir pojokan The Seminyak, jalan Kayu Aya Seminyak Kuta jumat sore kemarin. Tampak booth HTC berdiri dengan megahnya di pinggiran pantai lengkap dengan panggung kecil dan beberapa tempat duduk yang telah diatur dengan rapi dan dijaga oleh beberapa security. Setelah menyapa dan berbasabasi, kamipun dihampiri oleh mas Arya Dhiratara yang secara khusus mengundang kami untuk hadir dalam helatan HTC One Road to Bali the Final.

    Adapun kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari promo produk HTC terbaru Android One series yang cukup fenomenal, mengingat salah satu dari empat seri yang dirilis mengadopsi besaran prosesor empat inti ditambah penggunaan sistem operasi versi 4.0 Ice Cream Sandwich. Kegiatan yang dimotori oleh Sistech Kharisma selaku distributor resmi vendor HTC di Indonesia berlangsung tidak kurang selama periode 16 Mei hingga 13 Juli 2012 di 12 venue seluruh Indonesia. Bali sendiri kalau tidak salah mendapat dua kali kesempatan roadshow termasuk sesi Final kali ini.

    Saat Registrasi berlangsung kami sempat disapa oleh beberapa Droiders yang berasal dari kota Yogyakarta dan Makassar yang secara kebetulan merupakan para pemenang photo competition yang digelar semasa promo. Tak hanya itu diantara peserta ada juga perwakilan dari Sistech Kharisma Regional Bali dan mas Denny yang hadir dari Sinar Gadget Shop, sebuah counter ponsel ternama di bilangan jalan Imam Bonjol Denpasar. Sebagai informasi, SGS inilah yang tempo hari sempat meminjamkan perangkat HTC Sensation XE untuk diReview lewat media cetak Koran Tokoh.

    Usai proses Registrasi, gelaran dibuka oleh Bapak Rudy Lai pimpinan PT. Sistech Kharisma selaku penyelenggara kegiatan, yang menyatakan Terima Kasihnya kepada para finalis yang telah ikut serta dalam event HTC One Road to Bali the Final di Seminyak kali ini. Dilanjutkan dengan memperkenalkan secara sepintas kemampuan handal yang dimiliki oleh perangkat HTC One X, salah satu dari One Series Android yang dirilis dengan memanfaatkan OS ICS.

    Sesuai rencana yang disampaikan sebelumnya lewat email, bahwa akan ada sesi photo competition bagi para finalis menggunakan perangkat HTC One X dimana peserta akan memperebutkan hadiah utama perangkat yang sama. Tampak Semua peserta yang hadir dari Finalis pemenang photo competition HTC kemudian dibagi menjadi tiga kelompok kecil untuk mendapatkan pencerahan tips dan trik pengambilan gambar dari seorang fotografer ternama di Bali, Dewandra Djelantik. Sedangkan kami, peserta dari kategori umum (media dan komunitas) digabung menjadi satu kelompok khusus untuk diikutsertakan dalam kompetisi untuk memperebutkan perangkat level menengah, HTC One V.

    Perburuan objek pun dimulai. Dari tiga kelompok yang ada, telah disiapkan tiga orang model yang diposisikan di tiga venue seputaran hotel, yang kemudian dirolling setelah batasan waktu yang ditentukan bagi masing-masing kelompok habis. Kalo gag salah ingat, satu model berada di area jembatan cinta di sisi belakang panggung, satu model berada di jajaran gazebo dekat area makan malam dan satu lainnya berada di pinggiran pantai dekat lokasi Registrasi. Sedang kami, peserta kategori umum lebih diberi kebebasan untuk mengambil objek foto diseputaran hotel termasuk ketiga model yang telah dipersiapkan tersebut.

    Pasca tiga sesi foto tadi, ada satu sesi foto tambahan yang secara langsung dibimbing oleh Dewandra Djelantik, fotografer ternama yang rupanya masih teman satu sekolahan SMP dengan saya (:p) untuk mengambil gambar Sunset yang memang telah dinanti-nanti oleh para finalis, mengingat Kuta merupakan lokasi yang ideal untuk bisa mengabadikannya. Ada beberapa tips yang diberikan untuk sesi terakhir kali ini, diantaranya trik pengambilan gambar yang membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan flare atau sinar merah yang berlebih pada objek, pula sudut pengambilan gambar berdasarkan spesifikasi khusus dari lensa yang dimiliki oleh perangkat HTC One X.

    Sembari sesi upload hasil foto serta proses penjurian berlangsung, peserta dihidangkan menu makan malam dan live music, yang ternyata membutuhkan waktu cukup lama mengingat hasil gambar yang telah diambil tadi lumayan membuat bingung para penilai untuk memutuskan dua terbaik diantaranya. Adapun masing-masing peserta dari kategori finalis diharapkan menyerahkan empat gambar yang diambil dari tiga model dan sesi sunset, sedangkan umum cukup satu gambar yang kami anggap terbaik. Lalu Hasilnya ?

    Untuk kelompok Finalis, dimenangkan oleh Arnold Arief peserta dari Bandung yang mengambil gambar sunset lengkap dengan obyek Nelayan dan pancing yang diperangkan oleh model, sedangkan untuk kategori umum dimenangkan oleh *ehem PanDe Baik lewat foto vas bunga di meja pinggiran yang diambil secara gag sengaja ditambah sedikit efek menggunakan aplikasi Photo Ediitor. Surprise tentu saja.

    Gelaran acara HTC One Road to Bali the Final ini pada akhirnya ditutup dengan sesi foto bersama seluruh Peserta disertai pembagian Goodie Bag dari HTC sebagai kenang-kenangan.

    —–
    Ini adalah press release dari blog www.pandebaik.com sebagai rasa Terima Kasih telah mengundang BaliDroid Community ke ajang HTC One Road to Bali the Final, namun jika ingin tau bagaimana rasanya hadir di perhelatan tersebut, simak tulisan selanjutnya yah…

    *foto-foto diambil dari album Gathering HTC ONE Road to Bali the Final – 13 Juli 2012 yang dijepret langsung oleh admin Aryaputra Pande

    Tips #Ngandroid Memilih Launcher Android

    Category : tentang TeKnoLoGi

  • Kadang Penampilan seorang wanita jauh lbh menarik utk dilihat sbg kesan pertama ktimbang bentuk lekuk tubuhnya, Demikian halnya dgn #Android
  • Penampilan yang hadir lewat layar sebuah ponsel #Android demikian halnya ponsel lain kerap mendapat porsi lebih, terutama pada iklan promosi
  • Penampilan (halaman) layar pd sebuah ponsel lebih sering disebut sbg User Interface (UI) atau dalam istilah #Android disebut sbg Launcher
  • Tampilan UI/Launcher di masing”perangkat #Android biasanya bergantung pada kreatifitas brand/vendor yang berbeda antara satu dengan lainnya
  • Meski begitu tidak semua brand/vendor menawarkan UI/Launcher pada perangkat #Android dan memilih UI default dari versi OS yang digunakan
  • Beberapa UI/Launcher yang familiar bagi para pengguna #Android hadir dari vendor Samsung, HTC, Sony Ericsson, Motorola dan LG
  • Untuk UI/Launcher milik Samsung dikenal dengan nama TouchWiz yang hadir di hampir semua Galaxy Series kecuali Nexus dan Nexus S
  • HTC sendiri punya nama Sense yg dikenal unik dan kreatif hadir di semua lini #Android termasuk versi TabletPCnya
  • UI Sony Ericsson (kini bernama Sony) disebut dgn TimeScape, sebuah tampilan yg penuh kreatifitas namun kadang memberatkan akses menu ponsel
  • Sedang UI Motorola, disebut dengan Moto Blur, launcher yang kerap mendapat komplain dari penggunanya lantaran membutuhkan grafis yang tinggi
  • Untuk UI milik LG kalo gag salah sih gag punya nama spesifik layaknya yang lain, tapi secara penampilan #Android jelas beda
  • Meski secara tampilan UI pd masing”perangkat #Android sdh bs di customize sesuai keinginan pengguna, tapi ada saja yang ingin tampil beda
  • Untuk bisa menyajikan tampilan UI yang berbeda dengan bawaan vendor, pengguna tinggal mengunduh aplikasi Launcher di Market secara free
  • Beberapa aplikasi Launcher yang tersedia di #Android Market (kimi disebut Google Play) dan familiar digunakan diantaranya… #Launcher
  • Go #Launcher, merupakan yg paling banyak digunakan lantaran menyediakan banyak Theme/Skin dengan tampilan unik
  • Panda91 #Launcher, menawarkan banyak tampilan UI atraktif seperti 3D, kubus, clean dsb
  • ADW #Launcher, serupa dengan Go #Launcher, punya banyak penggemar lantaran ketersediaan Theme/Skin yang beraneka ragam
  • SPB #Launcher, pemain lama yg dikenal punya tampilan UI keren namun pengguna wajib membeli untuk merasakan fitur full servicenya
  • Zeam #Launcher, satu satunya yang punya tampilan Clean dan simple
  • Semua Launcher tersebut bisa diinstalasi sekaligus untuk memberi warna pada perangkat #Android jika merasa bosan dengan satu tampilan
  • Apabila ponsel diinstalasi satu atau banyak #Launcher, pilihan akan ditawarkan saat pengguna #Android menekan tombol Home
  • Untuk menggunakannya sebagai #Launcher Default, pengguna tinggal memberi tanda rumput pada pilihan tersebut dan memilih salah satunya
  • Ketika satu #Launcher sdh dipilih sebagai Default, pilihan tadi gag bakalan muncul kembali selama ponsel digunakan, kecuali di Restart Ulang
  • Untuk memudahkan perpindahan penggunaan #Launcher tanpa meRestart #Android, bisa memanfaatkan aplikasi Home Swithcer yang ada di Market
  • Jadi, saat memutuskan untuk mencoba aplikasi #Launcher, jangan lupa untuk menginstalasi aplikasi Home Switchernya juga
  • Beberapa Tips terkait penggunaan #Launcher yang bisa dibagi kali ini adalah (1) tampilan berpengaruh pd jumlah space storage yang dihabiskan
  • Semakin bagus tampilan yang dihasilkan, biasanya semakin besar pula resources yang dibutuhkan, baik storage maupun memory RAM-nya
  • *lanjut… dan semakin atraktif fitur yang ditawarkan oleh #Launcher, makin boros pula daya tahan batere yang dibutuhkan
  • Jadi, silahkan sesuaikan dengan kemampuan ponsel, baik spec prosesor atau sisa memory internal yang dibutuhkan
  • Meski begitu, ada jg tipikal pengguna yg bela”in pake #Launcher utk mendapatkan tampilan OS terkini dan mengklaim sbg Upgrade OS *it’s me :p
  • Salah satu #Launcher yang paling saya favoritkan adl ICS 4.0 Launcher, silahkan cari di Market yah
  • ICS 4.0 #Launcher bakalan mengubah tampilan ponsel #Android layaknya OS versi 4.0 Ice Cream Sandwich layaknya paket Upgrade OS
  • ICS 4.0 #Launcher mengubah tampilan menu utama, homescreen, wallpaper hingga menghilangkan Taskbar yang biasanya tampil di sisi atas halaman
  • Untuk lebih memuluskan aksi ICS 4.0 Launcher, bisa dikombinasikan dgn memanfaatkan aplikasi Desktop Visualizer demi mengganti tampilan icon
  • Slain ICS 4.0 #Launcher, ada jg HoneyComb #Launcher yg mengubah tampilan ponsel layaknya TabletPC termasuk tombol sentuh di pojok kiri bawah
  • Dua #Launcher terakhir dpt dimanfaatkan utk ‘merasakan’ tampilan OS #Android terkini tanpa hrs kecewa menanti Upgrade yg tak kunjung tiba :p
  • @nani_angelina kalo yang paling simple itu ya Zeam #Launcher, karena memang minim fitur
  • Seperti halnya app lain, Sebelum mencoba #Launcher,ada baiknya baca dulu beberapa Review pengguna yang tampil di halaman aplikasi tsb
  • Disarankan begitu, karena ada beberapa #Launcher yang meniru app #Launcher lain hingga gag kompatibel dengan ponsel pengguna
  • Tips terakhir, bijak dalam menggunakan #Launcher, jika mmg gag dibutuhkan lagi, hapus segera agar space storage #Android bisa lebih lega