TwitWar akun Anonim Twitter terkait Korupsi dan Pilgub DKI

9

Category : tentang Opini

Awalnya begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda

Kira-kira begitu kesan pertama yang dirasakan ketika berkenalan dengan akun anonim bernama Ade Ayu Sasmita yang dikenal publik Twitter dengan sebutan @TrioMacan2000. Akun yang sejak awal begitu rajin melakukan kultwit tentang pembongkaran korupsi yang menyangkut sekian banyak pejabat besar di Indonesia termasuk pak presiden eSBeYe lengkap dengan tingkah polah mereka. Praktis dalam waktu singkat jumlah Follower (istilah Pengikut dalam akun Twitter) perlahan melonjak drastis. Apalagi saat Admin akun yang bersangkutan mulai dikenal Media, naik di Jawa Pos salah satunya.

Dari banyak pemaparan kasus korupsi yang ditawarkan ke publik, ada beberapa yang kemudian saya favoritkan untuk dibaca. Bahkan tak jarang pula di-ReTweet balik yang rupanya malah menimbulkan pro kontra di kalangan sejumlah teman. Saat itu akun @TrioMacan2000 bagaikan Dewa yang siap merobek jaring aksi korupsi negeri ini.

Akun yang mengambil profile picture seorang wanita cantik ini makin menjadi saat PilGub DKI bergulir. Satu persatu calon Gubernur yang bakalan bertarung dalam memperebutkan kursi Jakarta 1 diulas habis-habisan. Yang pada akhirnya sangat kentara menyatakan dukungannya pada pasangan Cagub Jokowi-Ahok serta menelanjangi kasus korupsi dan kebobrokan Foke-Nara. Tidak heran jika melonjaknya perolehan suara yang diraih pasangan Jokowi pada putaran pertama, disebut-sebut tak lepas dari peran serta kultwit @TrioMacan2000.

Lantas arah anginpun berbalik

Masuk ke pra putaran kedua, dukungan akun @TrioMacan2000 berputar seratusdelapanpuluh derajat. Menelanjangi kasus korupsi calon Wakil Gubernur pasangan Jokowi yang dikenal dengan Ahok atau Basuki, dan memuja muji kelebihan sang lawan, pasangan Foke Nara. Publikpun mulai terhenyak. Apa yang sedang terjadi ?

Di sisi lain, terpantau beberapa akun Twitter anonim lainnya seperti @Kurawa yang (kelihatannya) memiliki nama Rudi Valinka seorang Forensik Auditor, @winnercore aka Winner Jhonshon dan @Vampire_RI bereaksi dengan perubahan yang terjadi pada kultwit sang Macan yang dianggap ‘mulai kelihatan aselinya’.

TwitWar pun dimulai.

Ketika akun Macan mulai kelihatan galaknya dengan menjatuhkan sosok Ahok lengkap dengan reTweet dari beberapa akun sepaham lainnya, sisi lain mencoba menelanjangi kebenaran yang ada dibalik sosok akun sang macan. Ini dilakukan lantaran sang macan kemudian ‘tertangkap basah’ menghapus beberapa kultwit tentang kebusukan dan korupsi calon Gubernur pasangan Foke-Nara sembari terus menumpahkan ‘kebusukan’ calon Wakil Gubernur pasangan Jokowi-Ahok. Menanggapi aksi penelanjangan dirinya, sang macan pun terus mencoba untuk menjatuhkan balik akun anonim lawannya dengan berbagai analisa yang berasal dari ‘sumber yang bisa dipercaya’. Sebuah aksi yang makin ramai tentu saja.

Uniknya, beberapa analisa (entah fakta atau kebenaran) yang disampaikan oleh akun @Kurawa kelihatannya banyak benarnya, mengingat ajang PilGub DKI merupakan aksi percontohan yang mampu dilakukan oleh akun @TrioMacan2000 sebagai lahan basah bisnis melakukan mobilisasi massa atau pencitraan publik. Sementara akun Twitter kini sudah mampu melakukan hal itu, seperti halnya yang terjadi di luar sana. Berbagai manuver cantikpun dimainkan.

Akun Twitter bayaran memang sudah lama terdengar di telinga, terutama bagi mereka yang rajin berbagi informasi terkait hal-hal yang sekiranya menarik bagi sebagian besar Tweeps di dunia maya. Namun untuk dimanfaatkan sebagai sarana mengeruk uang dari pasangan calon pemimpin daerah, memang baru satu ini saja yang begitu fenomenal. Kabarnya setelah PilGub DKI, bakalan ada lagi manuver lainnya di PilGub dan PilBup daerah lain, menjadi sasaran tembak sang Macan.

Perang analisa entah fakta ataupun fitnah yang dipaksakan oleh kedua pihak, menjadi satu pembelajaran baru bagi mata publik yang haus akan informasi dunia maya. Kini mereka harus pintar-pintar menelaah bahwa apa yang tersaji didepan mata, sebenarnya bukanlah hal yang patut dipercaya dan ditelan mentah-mentah.

Mana yang kalian percaya untuk kasus kali ini ? akun @TrioMacan2000 dengan ribuan ‘akun Sekoci’ dan ‘Telur’nya ? ataukah akun @kurawa @Vampire_RI dan @winnercore yang kini memilih untuk berseberangan ? tentu semua ada pada tangan Anda.

Jikapun pilihan diberikan kepada saya pribadi, satu hal yang kemudian saya lakukan adalah tidak membaca kultwit yang disampaikan oleh kedua belah pihak, meskipun dengan begitu pengetahuan yang saya dapatkan soal korupsi dan tingkah polah para pejabat negeri ini menjadi sedikit mundur. Setidaknya masih banyak akun anonim yang ada diluar sana, siap memberi banyak pengetahuan tambahan akan berbagai informasi penting yang sekiranya jauh lebih berguna bagi diri sendiri dan keluarga.


Tablet Vandroid T2 Android Murah Rasa Lokal

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Demam akan sistem operasi si Robot Hijau rasanya sudah kian menjadi. Dikatakan demikian lantaran semakin banyak saja Vendor baik global dan lokal yang merilis perangkat berbasis sistem operasi Android dengan berbagai rentang harga dan kemampuan. Dari High End hingga Entry level atau Pemula.

Jika selama ini kami lebih merekomendasikan perangkat level Menengah sebagai pilihan bagi Kawan yang ingin merasakan bagaimana nikmatnya perangkat mobile berbasis Android, kini kami mencoba untuk hadirkan Tablet Android level bawah yang barangkali dapat menarik minat bagi mereka yang memiliki budget terbatas. Vandroid T2.

Secara dimensi, Tablet Vandroid T2 terlihat tak jauh berbeda dengan Samsung Galaxy Tab #2 7.0 yang tempo hari sempat kami Review, pun dengan list aluminium yang mengitari layar demikian halnya dengan ketebalan perangkat. Hanya jika disandingkan saja bakalan terlihat perbedaan yang mencolok pada keberadaan empat tombol sentuh yang terdapat di sisi bawah layar. Bisa dimaklumi lantaran secara Versi OS yang dipergunakan masih mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Uniknya, meski sudah terdapat empat tombol haptic tersebut, terdapat pula list Taskbar disisi atas layar yang memiliki manfaat sama yaitu mengembalikan aktifitas ke halaman awal (home), back serta volume up and down.

Mengusung prosesor berkecepatan tinggi 1 GHz dikombinasikan dengan besaran Memory RAM 512 MB (386 MB shared) rasanya untuk ukuran sebuah Tablet Lokal yang menyasar pangsa pasar Entry Level sudah cukup menjanjikan. Namun entah mengapa, persoalan layar sentuh yang disandang masih menghantui seperti Tablet Lokal lainnya. Membutuhkan dua tiga kali sentuhan yang sama dengan perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0 untuk mendapatkan Respon atas tindakan yang Kawan inginkan. Bagi yang sudah terbiasa dengan cepatnya akses menu tentu hal ini Jadi sedikit menjengkelkan.

Urusan Storage rasanya Kawan memang harus berpuas diri dengan sedikit keterbatasan space yang disediakan, yaitu 4 GB (3 GB shared) dengan dukungan memory eksternal yang hanya mampu mencapai maksimal 16 GB saja. Keternatasan pula ditemukan pada resolusi kamera yang disandang pada punggung perangkat berkisar 2 MP tanpa lampu LED Flash. Uniknya selain mengadopsi port mini USB sebagai media charger ataupun bertukar data, Vandroid T2 menyediakan pula port mini HDMI disisi yang sama.

Menjanjikan sistem Plug and Play, Vandroid T2 tampaknya tak ingin membebani pengguna yang akan memanfaatkan perangkat Tablet baik sebagai modem ataupun storage penyimpanan data. Ketika perangkat disambungkan ke pc/notebook, dalam waktu singkat segera terdeteksi dengan baik dan perangkat Vandroid T2 pun siap dieksekusi.

Berhubung Vandroid T2 merupakan Tablet Lokal, dilihat dari segi penampilan halaman depan ataupun menu, hampir tak ada inovasi ataupun User Iinterface tambahan yang mampu membedakan perangkat dengan Tablet lainnya. Meski demikian dari beberapa aplikasi bawaan terdapat aplikasi Market tambahan milik vendor yang patut diapresiasi lantaran dapat dimanfaatkan untuk mengunduh ketersediaan aplikasi dan games dengan cara memotong pulsa.

Selain itu saat kami ujicoba pertama kali, terlihat beberapa aplikasi penting sudah berada di halaman menu seperti Documents To Go Viewer, Google +, FaceBook, eBook Reader, Explorer, Yahoo Mail and Messenger pula Flash Player. Yang terakhir kami sebutkan ini tampaknya memang amat jarang disematkan dalam perangkat Android murah, jadi tidaklah salah jika kami kemudian memberi nilai tambah untuk dukungan dan kemampuannya.

Namun belum lengkap rasanya jika perangkat Vandroid T2 belum melakukan test Benchmarking dengan memanfaatkan AnTuTu, hasilnya lumayan. Layar menunjukkan setidaknya terdapat poin sebesar 2394, setengah dari uji yang sama pada perangkat Samsung Galaxy Tab #2 7.0. Hasil ini berada diatas HTC Wildfire dan Hero yang memang memiliki spec teknis dibawah T2. Untuk membuktikannya memang sedikit terasa adanya lag atau jeda saat digunakan untuk memainkan games Angry Birds atau Cut The Rope.

Terlepas dari semua keterbatasan yang kami sebutkan tadi, dengan harga jual dibawah satu juta rupiah, agaknya keberadaan Tablet Vandroid T2 sangat layak dipertimbangkan. Apalagi untuk pangsa pasar Entry Level, T2 bakalan bersaing dengan beberapa Tablet milik IMO dan juga Axioo Pico 7 yang memiliki spec teknis sama namun harga yang sedikit lebih mahal. Setidaknya untuk memenuhi kebutuhan jejaring sosial atau memainkan beberapa games, T2 cukup mampu mengakomodirnya.


Pikir-pikir sebelum memilih Android Murah

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Perkembangan sistem operasi mobile phone yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, tampaknya makin menjadi sejak awal tahun 2012 ini. Setelah naik secara pesat di tahun sebelumnya, kini Android mulai merambah ke berbagai segmen pengguna dan tentu saja merambah ke berbagai jangkauan harga.

Dengan maraknya lini yang ingin dikuasai oleh sistem operasi ini lewat beragam brand termasuk lokal, pada akhirnya banyak pula suara tidak puas akan kinerja perangkat yang mereka pilih yang rata-rata merupakan konsekuensi dari rendahnya harga jual yang ditawarkan. Untuk itulah kami secara pribadi lebih kerap menyarankan kepada Rekan Droid untuk memilih perangkat Android tingkat menengah keatas demi mendapatkan kinerja dan kepuasan yang optimal. Mau tahu alasannya ?

Minim Fitur. Dengan harga tawar yang murah bahkan ada juga beberapa perangkat sebesar tabletPC yang dijual di bawah satu juta rupiah, rata-rata hanya membawa fitur bawaan dari sistem operasi yang dipergunakan. Hal ini berbeda dengan Android kelas menengah yang rata-rata mulai menawarkan berbagai aplikasi atau fungsi tambahan pula user interface atau tampilan yang cenderung lebih memudahkan pengguna untuk berinteraksi.

Kecepatan dan Kemampuan Standar. Dari pantauan kami di beberapa perangkat ponsel ataupun tabletPC berbasis Android berharga murah, hanya dibekali dengan prosesor serta besaran memory RAM yang terbatas. Padahal dua hal inilah yang merupakan pemicu tenaga perangkat sejak awal digunakan. Apalagi kelak ketika pengguna mulai menginstalasi dan menggunakan aplikasi atau permainan dalam jumlah banyak atau multitasking, barulah leletnya bakalan terasa.

Keakuratan dan Kualitas Layar. Iklannya sih boleh, layar sentuh berjenis kapapatitif. Tapi jangan heran apabila tingkat sensitifitas layar malah jauh dari harapan. Bahkan ada pula perangkat yang perlu menekan layar dua kali untuk bisa menjalankan perintah. Belum lagi soal tingkat kecerahan dan kejernihan layar, pula kualitas bahan yang dipergunakan.

Ketiadaan Update OS. Saat perangkat dijual ke pengguna, rata-rata versi OS yang disuntikkan sudah mengadopsi keluaran terbaru, entah 2.3 Gingerbread atau 4.0 Ice Cream Sandwich, meski ada juga beberapa lainnya yang lebih memilih versi lama 2.2 Froyo. Namun ketika permasalahan atau bugs muncul ditengah pemakaian, versi Update sangat jarang diberikan untuk mengatasinya. Demikian pula jika Rekan menginginkan Upgrade ke versi OS yang lebih baik.

Kapasitas dan daya tahan batere. Android dikenal rakus daya lantaran kebutuhannya untuk memanfaatkan koneksi data demi mendukung aktifitas secara optimal. Untuk itu pula beberapa perangkat kelas menengah keatas mulai meningkatkan kapasitas dan daya tahan batere mereka demi kepuasan pengguna. Tidak demikian halnya dengan Android murah. Terpantau beberapa perangkat tabletPC lokal masih menggunakan kapasitas batere yang setara dengan ponsel Android kelas menengah. Sehingga untuk sekali charge penuh biasanya hanya dapat digunakan selama 3 jam secara konstan. Itu artinya, untuk penggunaan harian biasanya dibutuhkan dua tiga kali charge. Sangat merepotkan bukan ?

Dukungan Komunitas. Jika hasrat untuk memiliki perangkat Android murah hanya sebatas menggunakannya secara standar, barangkali tidak akan banyak masalah yang kelak dijumpai saat pemakaian. Namun kadang-kadang ketika menemukan kesulitan dalam beraktifitas, dukungan komunitas dan juga forum akan jauh lebih memberikan pencerahan atau solusi terutama bagi pengguna awam.

Nah, enam alasan itulah yang menjadi bahan pertimbangan kami dalam memberikan rekomendasi jika Rekan Droid menginginkan perangkat Android sebagai pilihan berikutnya. Jangan sampai salah pilih ya.


Android Branded Entry Level

Category : tentang TeKnoLoGi

Seakan tak pernah usai dalam usahanya untuk memberi kesempatan pada publik agar mampu menikmati kemampuan akan sebuah ponsel pintar dengan harga yang terjangkau, Android kembali dihadirkan oleh beberapa vendor papan atas dengan menyasar posisi Entry Level. Sebuah penawaran yang menarik bagi para pengguna pemula atau bagi mereka yang sudah mulai bosan dengan kemampuan ponselnya kini. Berikut tiga diantaranya.

Motorola Fire XT. Setelah kalah dalam persaingan dengan raksasa Apple dalam dua tiga kali pertaruhan, Mototora kini mencoba hadir di level terbawah dengan harga jual sekitar 1,4 Juta rupiah. Sebuah level yang barangkali takkan pernah dijangkau oleh rivalnya tersebut.

Hadir dengan spesifikasi menengah, Motorola mencoba merebut peluang para pengguna Android pemula dengan penawaran yang cukup menggiurkan. Layar 3,5 inchi 320×480 pixel, cpu 800 MHz GPU Adren0 200, 512 RAM 512 ROM serta dibekali dual camera 5 Mega Pixel autofocus serta Led Flash pada bagian punggung dan kualitas VGA pada sisi depan. Sedangkan untuk Sistem operasi yang digunakan masih menggunakan Android 2.3.4 GingerBread. Demi menarik perhatian penggunanya, Motorola Fire XT mengandalkan User Interface Moto Switch UI, sebuah tampilan yang tak lagi memberatkan ponsel layaknya versi sebelumnya. Sebuah batere Li-ion 1540 dibekali untuk menunjang seluruh kinerjanya tersebut.

Kabarnya dalam waktu dekat seri ini bakalan ditemani dua seri tambahan yaitu Motorola XT 390 yang memiliki kemampuan sama namun dalam resolusi layar yang lebih rendah serta Motorola Motosmart XT 611 sebuah ponsel Android dengan desain Flip.

LG E400. Dibandingkan dengan spesifikasi Motorola diatas, kemampuan yang ditawarkan oleh brand asal Korea ini bisa dikatakan sedikit lebih rendah. Mengandalkan besaran layar 3,2 inchi 240×320 pixel 256 K warna, cpu 800 MHz, 384 RAM serta single kamera 3,2 Mega Pixel tanpa Led Flash, LG E400 ditawarkan dengan harga sekitar 1,3 Juta saja plus bonus konten SuJu Super Junior BoyBand yang menjadi icon dari iklan ponsel.

Satu-satunya yang menarik dari penawaran ini adalah besaran internal storage yang sudah mencapai 1 GB, menjadikan E400 jadi lebih leluasa untuk menampung beberapa aplikasi dan games sesuai keinginan pengguna.

Samsung Galaxy Pocket. Brand yang satu ini seakan belum mau berpuas diri akan sekian banyak perolehan penjualan yang dikabarkan menduduki peringkat pertama mengalahkan sang raja terdahulu, Nokia. Resepnya cukup sederhana, masuk di semua lini dengan berbagai tawaran kemampuan yang cukup menggoda. Hal yang sama yang pernah dilakukan Nokia jauh sebelumnya.

Untuk spesifikasi yang diusung bisa dikatakan Galaxy Pocket merupakan yang terendah diantara tiga alternatif yang kami tawarkan kini. Ini dapat dimaklumi mengingat secara harga jual yang ditawarkannya pun paling rendah dan terjangakau, 1,150 Juta saja. Lihat saja dari dimensi layar standar Entry Level 240×320 pixels, 2.8 inchi, cpu 832 MHz, 289 MB RAM serta kamera punggung 2 Mega Pixel dengan kemampuan rekam video QVGA 15 fps dan daya tahan batere Li-ion 1200 mAh makin memantapkan Galaxy Pocket sebagai ponsel Android kelas pemula.

Meski demikian, Galaxy Pocket menawarkan internal storage yang paling besar dibanding dua rivalnya diatas. Kapasitas 3 GB (1 GB User Memory) dapat menjadi salah satu poin plus yang patut dipertimbangkan dalam daftar. Ini masih ditambah lagi dengan dukungan slot memory eksternal yang dapat di-expand hingga 32 GB. Untuk pilihan lain dari Samsung, silahkan merapat pada Galaxy Y (Young), Galaxy Mini dan Mini Plus.

Dalam rentang harga jual kisaran 1 sampai dengan 1,5 juta rupiah tampaknya memang tak banyak pilihan yang bisa didapat dari beberapa brand global lainnya macam HTC dan juga Sony. Apalagi pasca perpisahannya dengan Ericsson tampaknya Sony memang belum mampu masuk daftar ini, Sebagai pilihan, mereka masih mengandalkan beberapa seri lama diantaranya Xperia X8, X10 Mini serta Xperia Mini. Atau barangkali ada alternalif lain lagi ?


Mengintip Ponsel Android kelas Menengah untuk Pemula

Category : tentang TeKnoLoGi

Sesuai Prediksi beberapa pengamat Teknologi Komunikasi, dua tahun terakhir merupakan Tahun milik Android, sebuah sistem operasi bagi perangkat mobile selular besutan Google yang mengambil codename berupa kombinasi urutan Abjad dan nama jajanan. Tak kurang terdapat versi Cupcake, Donut, Eclair, Froyo, Gingerbread, Honeycomb, Ice Cream Sandwich dan terakhir Jelly Bean. Kehadiran mereka bak gempuran ponsel lokal di Indonesia beberapa tahun lalu yang hadir dari berbagai vendor, beragam teknologi built in dan juga variasi harga. Android tampaknya sedang menarik hati sebagian besar konsumen yang mulai mengalami kebosanan dengan perangkat Blackberry namun masih belum mampu menjangkau keberadaan iPhone.

Bagi seorang Pemula ataupun yang barangkali ingin menjajal kemampuan Android, kami menyarankan untuk menyasar pangsa pasar kelas menengah yang hadir dalam kisaran harga tawar 2 sampai dengan 3 juta. Mengapa demikian, karena di kelas inilah tingkat kepuasan minimal akan dapat diraih mengingat beberapa Teknologi seakan sudah distandarkan untuk pemanfaatan perangkat secara optimal. Tidak terlalu mahal dan apa yang didapatkan kami yakin tak akan mengecewakan calon Pengguna.

Berbeda dengan dua kelas lainnya, bawah dan atas, di kelas Menengah ini hanya ada beberapa ponsel Android saja yang dapat diintip sebagai Pilihan untuk merasakan pengalaman baru atau menjajal kemajuan teknologi yang dikembangkan secara khusus oleh Google. Adapun ‘standar yang kami sebutkan sebelumnya adalah soal penggunaan OS Android yang minimal sudah mengadopsi versi 2.3 Gingerbread (sudah mampu melakukan fungsi Tethering) , pemanfaatan Prosesor 1 GHz, besaran Memory RAM 512 MB dan layar sentuh 3,5”. Berikut diantaranya.

Dari Sony Ericsson, Rekan bisa mengintip beberapa seri seperti Xperia Mini pro yang sudah disematkan papan ketik qwerty slider, Xperia Active yang dikenal dengan ketahanan terhadap benturan, debu dan air, Xperia Neo dan Neo V dengan layar lebarnya, Xperia Ray dengan kamera 8 MP dan Live Walkman yang menjadikan kemampuan memutar Musik sebagai jualan utamanya. Selain standar yang diberlakukan diatas, ada juga resolusi layar yang rata-rata sudah menyajikan besaran 480×854 pixel demi tampilan yang padat dan tajam bagi mata penggunanya. Sayangnya untuk OS, semua yang disebutkan diatas masih menggunakan versi 2.3 GingerBread. Sedang bagi yang menginginkan OS terkini 4.0.3 Ice Cream Sandwich, bisa melirik seri XPeria U yang sudah mengadopsi Dual Core 1 GHz dengan memory internal 4 GB tanpa tambahan slot memory card. Seri terakhir merupakan perangkat yang dirilis tanpa menggunakan lagi embel embel Ericsson.

Dibandingkan vendor Sony Ericsson, Samsung menyajikan tiga perangkat yang dapat dijadikan sebagai pilihan utama di rentang harga ini. Samsung Galaxy W dengan prosesor satu inti ARM v7 1,4 GHz plus Memory Internal sebesar 1,7 GB, Samsung Galaxy Ace Plus dengan besaran 1 GHz dan terakhir diLaunching adalah Samsung Galaxy Ace 2 dengan prosesor dua inti 1 GHz. Tidak seperti Sony, Samsung masih setia bercokol di OS versi 2.3 GingerBread untuk rentang harga ini.

Setara dengan Samsung, perangkat yang dirilis oleh nama besar Huawei lewat seri U8860 Honor menyajikan spesifikasi yang sedikit lebih baik dihadirkan di kelas Menengah untuk bersaing dengan dua vendor global tersebut. Katakan saja besaran memory yang sudah 2 GB dan pasokan daya Lithium Polymer 1930 mAh. Bandingkan saja dengan ponsel dua vendor diatas yang masih menggunakan daya 1500 mAh. Tidak heran apabila dalam iklan yang ditampilkan oleh Huawei di beberapa media cetak, mengklaim bahwa perangkat ini mampu digunakan untuk menikmati delapan film secara nonstop dengan durasi masing-masing sekitar dua jam. Lumayan lama untuk kelas ponsel Android.

Dari LG, hadir seri L7. Perangkat berbasis Dual Core 1 GHz ini sudah mengadopsi OS terkini 4.0 Ice Cream Sandwich plus layar lebar 4 inchi. satu penawaran menarik bukan ?

Tak lupa ada HTC yang merilis One V, perangkat One Series yang memang menyasar Droiders kelas menengah. Mengandalkan prosesor single core 1 GHz dan 512 MB RAM, tampaknya sudah cukup menjanjikan. ditambah lagi OS terkini 4.0.3 Ice Cream Sandwich plus kemampuan Beats Audio yang kini telah menjadi bagian dari HTC mengingat diakuisisinya perusahaan pengembang hardware audio tersebut. Jika belum jua puas, One V siap memberikan pengalaman baru lewat dual shoot lens, dimana pengguna dapat melakukan perekaman video sembari mengambil gambar secara bersamaan. sudah begitu, lensa kamera 5 MP ditambah Led Flashnya, siap melakukan Continuous Shoot hingga 20 frame dalam sekali jepret. sangat mengasyikkan tentu saja.

Diluar pilihan diatas, memang masih ada beberapa perangkat lain yang dapat ditawarkan sebagai alternatif ponsel Android di kelas Menengah. Sayangnya dibandingkan saran kami tadi, pilihan yang ada masih menggunakan besaran prosesor dibawah 1 GHz dan Memory RAM dibawah 512 MB. Jadi ketimbang nantinya bakalan mengecewakan Pengguna untuk akselerasi dan pemanfaatan perangkat yang kurang optimal, lebih baik pertimbangkan saja pilihan kami. Bagaimana ?


Tips #Ngandroid Lag Notifications

7

Category : tentang TeKnoLoGi

  • Ada yang pernah mengalami banyaknya notifikasi yang datang akibat proses update app/games market, email, download dsb?
  • Jika rekan Droiders merasa kewalahan untuk melihatnya satu persatu, silahkan buka halaman notifikasi dan pilih tombol ‘clear’
  • Maka seluruh notifikasi yang menghiasi tampilan Taskbar perangkat #Android, bersih seketika
  • Tapi bagaimana jika ada satu icon notifikasi unduhan/download nyangkut meski sudah di-clear atau cancel?
    dan sialnya icon Notifikasi tersebut tetap duduk manis ditempatnya walopun perangkat #Android sudah di Restart ulang?
  • Jangan khawatir, gampang kok caranya :p *nemu ilmu baru sore tadi *menghilangkan icon notifikasi download yg membandel pada Taskbar #Android
  • Silahkan buka Setting/Applications/Running Service. Cari di All/Download Manager. Tekan tombol ‘Clear Data’ atau ‘force stop’
  • Maka tombol icon notifikasi yang tadinya hadir meski perangkat #Android diRestart, hilang seketika 🙂
  • Ditenggarai bahwa icon notifikasi tsb hadir gara”ponsel dipaksa melakukan pengunduhan attachment pada email disaat koneksi inet lelet
  • Maka itu, proses download menjadi stuck dan berulang, meski file yang dimaksud sudah berhasil diunduh di saat koneksi berjalan kencang
  • Adanya icon notifikasi yg nyangkut di Taskbar #Android ini, berpotensi menghabiskan daya tahan batere dan memory RAM pada perangkat Droiders
  • sekian dulu #ngandroid singkatnya kali ini, selamat beristirahat…