Mengatasi Borosnya Daya Tahan ponsel SmartPhone

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Pernah merasa Geregetan akibat menipisnya daya tahan ponsel Smartphone yang Rekan Tokoh gunakan padahal baru beberapa jam lalu di-charge penuh ? jangan khawatir, Anda tidak sendiri.

Namun jika boleh kami berikan sedikit saran diawal tulisan, untuk tidak membebani pikiran, tenaga dan waktu untuk mencari tahu lebih jauh, agar sedapat mungkin dimaklumi saja. Mengingat fungsi dan kemampuan perangkat ponsel pintar keluaran terkini layaknya sebuah mobil Ferrari atau supercar lainnya yang sudah siap digunakan, tentu saja membutuhkan sumber tenaga yang tidak sedikit. Akan sangat mustahil bila sumber yang diharapkan untuk bisa membuat mereka memacu kecepatan yang tinggi dan optimal, setara dengan kebutuhan City Car misalkan.

Android, iPhone, BlackBerry dan Windows Phone, merupakan empat varian ponsel pintar yang masuk dalam kategori ini.
Bisa jadi lantaran mereka lahir di era teknologi informasi yang mutlak membutuhkan koneksi data untuk mengoptimalkan kinerja, yang merupakan salah satu faktor penting terkurasnya daya tahan ponsel secara cepat.

Namun persoalan ketahanan daya ponsel Smartphone yang tidak berlangsung lama, rupanya sudah ada jauh sebelum barisan perangkat ponsel pintar diatas itu diciptakan. Bagi yang pernah menggunakan perangkat ponsel berbasis Windows Mobile PocketPC di tahun 2003/2005 kami yakin pernah pula merasakan hal yang sama. Jangankan untuk kebutuhan online, digunakan beraktifitas secara offline saja sudah keteteran, perlu setidaknya satu hingga dua kali charge setiap harinya.

Sebelum kami lanjut ke bagaimana cara mengatasi Borosnya Daya Tahan, baiknya perlu juga untuk diketahui faktor apa saja yang membuat perangkat ponsel pintar berperilaku sedemikian rupa ?

Pertama tentu saja kebutuhan akan koneksi data seperti yang telah kami sebutkan tadi. Online dan online. Perilaku ini dipicu oleh pemaksaan jaringan untuk mencari sinyal koneksi yang terbaik, 3G atau lebih.

Kedua, besaran prosesor dan spesifikasi teknis lainnya. Seperti halnya mobil supercar, untuk dapat memacu kecepatan secara optimal tentu dibutuhkan daya atau tenaga memanfaatkan besaran prosesor tersebut. Makin besar prosesor yang dibekali biasanya makin besar pula daya yang disematkan untuk membackupnya.

Ketiga adalah layar. Baik itu fitur TouchScreen atau Layar sentuh, lebar dan besaran resolusi serta kedalaman warnanya. Semakin mantap pembawaannya tentu saja akan bereaksi pada kemampuan perangkat untuk menyiapkan layar siap sedia saat digunakan.

Terakhir ada perilaku pengguna. Untuk yang satu ini, selain koneksi data bisa jadi pengguna lebih banyak berinteraksi dengan games, aplikasi produktivitas ataupun hiburan lainnya. Semakin banyak aktifitas yang dilakukan, semakin cepat pula daya tahan ponsel itu menurun.

Lantas, langkah apa yang sekiranya dapat dilakukan untuk meminimalkan itu semua ?

Pertama, nonaktifkan fitur atau teknologi yang tidak tergunakan untuk waktu-waktu tertentu, saat jam kerja ataupun beristirahat. Diantaranya wireless atau wifi, bluetooth, gps bahkan jaringan 3G jika memang kebutuhannya hanya untuk menelepon dan sms.

Kedua terkait layar, turunkan tingkat kecerahan layar apabila memungkinkan dan meminimalisir penggunaan widget atau thema. Tindakan untuk menurunkan kecerahan layar akan berpengaruh pada kekuatan mata pengguna yang barangkali bakalan sedikit dipaksa untuk mencerna isi dari layar yang ditampilkan. Sedang tindakan untuk meminimalisir penggunaan Widget atau Thema tentu akan berpengaruh pada kreatifitas dan keindahan tampilan layar. Jadi pertimbangkan dulu mana yang lebih penting.

Ketiga, lakukan pembersihan dan optimasi perangkat secara berkala. Yang dimaksudkan disini adalah terkait software pasca beraktifitas. Bisa dilakukan dengan cara menghentikan aplikasi yang masih berjalan meski telah ditutup, membersihkan history cache dan temporary files menggunakan aplikasi Cleaner dan mengoptimalkan perangkat dengan memilah startup manager agar tidak menghabiskan Memory terlalu banyak saat perangkat dinyalakan.

Keempat tentu saja membekali diri dengan portable charger, kabel data atau colokannya sekalian. Meski merepotkan lantaran membawa portable charger kemana-mana, kini sudah tersedia dalam beragam daya tambahan, cukup untuk menambah usia daya tahan ponsel dalam sekali charge penuh. Namun akan lebih praktis apabila Rekan membawa serta kabel data yang biasanya dapat menambah daya tahan ponsel saat dicolokkan ke perangkat notebook/desktop pc, teman kerja saat beraktifitas didalam ruangan.

Keempat cara diatas kami akui memang tidak dapat menghemat daya tahan hingga dua atau tiga kali lipatnya, mengingat analogi kami diawal tulisan tadi. Namun paling tidak, tindakan ini akan dapat bermanfaat ketika Rekan Tokoh berada dalam kondisi mendesak. Minimal perangkat masih dapat dipergunakan untuk beberapa kepentingan lainnya.


Baby Bus Permainan Edukasi untuk si kecil

2

Category : tentang TeKnoLoGi

Selama ini pembahasan Tokoh diseputaran kemampuan perangkat ponsel pintar hampir seluruhnya mengarah pada Review produk, spesifikasi, dukungan akan kebutuhan kerja ataupun hiburan. Lantas bagaimana dengan Edukasi ? untuk anak-anak misalnya.

Dalam beberapa video pemanfaatan perangkat smartphone atau ponsel pintar dan juga tabletpc yang dirilis secara resmi oleh vendor tertentu, salah satu fungsi yang kerap ditonjolkan adalah bidang edukasi atau pembelajaran bagi anak-anak dari usia balita hingga remaja. Selain dapat dimanfaatkan untuk berimajinasi, jenis aplikasi ataupun permainan ini dapat pula digunakan sebagai pengenalan awal akan banyak hal baru dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan nantinya.

Salah satu aplikasi atau permainan yang mengambil model pembelajaran atau edukasi bagi anak-anak yang dapat kami rekomendasikan disini adalah Baby Bus.

Baby Bus adalah sebuah produk aplikasi yang dikembangkan oleh Sinyee Information Co, LTD dan didesain untuk memberikan pengenalan dan pembelajaran awal bagi anak-anak prasekolah dengan rentang usia hingga 6 tahun. Dikembangkan dengan fitur khas anak-anak meliputi lagu dan musik, permainan atau puzzle, warna warni yang cerah dan beragam, hingga tuntutan daya nalar yang memang diperuntukkan bagi usia yang sepantasnya.

Untuk saat ini, aplikasi Baby Bus hanya dapat dipergunakan pada perangkat ponsel pintar dan tabletpc yang berbasis iOS mencakup iPhone dan iPad pula Android yang dapat ditemui dalam beragam pilihan vendor. Sedikitnya ada tiga puluh jenis aplikasi atau permainan yang dikembangkan secara khusus dengan mengambil sosok penokohan yang sama yaitu Panda.

Pola permainannya pun cenderung sama yaitu tampilan logo diawal mula, kemudian dimunculkan layar Baby Bus, sebuah bus sekolahan yang didalamnya terdapat deretan aplikasi yang telah ataupun belum terunduh dan permainan berdasarkan cerita yang diambil.

Adapun beberapa diantaranya yang dapat kami bagi penjelasannya meliputi Baby Learns Number sebuah pengenalan terhadap angka baik dengan cara menghitung satu persatu ataupun dengan sistem pengurangan, Baby Learns ABCs yang disajikan dalam format balap mobil, Baby Learns Shape untuk mengenal bentuk-bentuk dasar, Baby Learns Fruit untuk mengenal ragam buah-buahan, Let’s Match untuk mencocokkan gambar, What Babies Do untuk tata cara makan, buang air, mandi, mencuci tangan hingga tidur dan My Little Musicians untuk bermain musik.

Saat menggunakannya, sangat kami sarankan kepada para orang tua untuk melakukan pendampingan secara khusus mengingat bahasa yang dipergunakan dalam proses pembelajaran ini adalah bahasa Inggris, disamping untuk menjelaskan pula cara memainkannya.

Aplikasi Baby Bus ini dapat diunduh melalui masing-masing Application Market secara free atau gratis dengan ukuran installer kisaran 8-12 MegaBytes per aplikasinya. Secara tampilan, rata-rata varian Baby Bus mengadopsi resolusi High Definition sehingga saran kami disini bagi pengguna Android adalah penggunaan terbaik hendaknya dilakukan pada perangkat menengah keatas.


Augmented Reality, berFantasi lewat Kamera dan layar Ponsel

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah merasakan aplikasi Dragonfly besutan Samsung yang tempo hari sempat kami bagi informasinya di halaman ini ? aplikasi berburu Capung Virtual yang kabarnya hanya tersedia di perangkat Android Galaxy series namun ternyata masih bisa dipergunakan di vendor lain. Atau aplikasi Google Goggles, yang mampu membantu pengguna mencarikan info lebih banyak hanya dengan cara mengarahkan lensa kamera pada satu objek yang ingin diketahui apa dan bagaimananya ?

Augmented Reality atau yang kerap disebut dengan singkatan AR merupakan sebuah gambar pencitraan digital dalam layar elektronik, yang tampak nyata karena bersatu dengan lingkungan sekitar yang tertampil dalam layar. Tidak seperti pencitraan maya yang menggantikan seluruh lingkungan nyata, AR hanya sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan tersebut dengan benda dua ataupun tiga dimensi.

Adapun benda-benda yang tampil dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality ini difungsikan sebagai alat untuk menyajikan informasi yang dapat membantu pengguna berinteraksi atau melaksanakan kegiatan-kegiatan dengan lingkungan nyatanya.

Pada awal pengembangannya, teknologi ini lebih banyak digunakan dalam bidang kesehatan, militer serta industri, yang kini sudah banyak pula diterapkan dalam berbagai jenis aplikasi atau permainan dengan memanfaatkan kamera dan layar ponsel. Beberapa diantaranya dapat dinikmati di beberapa perangkat yang mengadopsi OS atau sistem operasi iOS serta Android. Katakanlah seperti aplikasi Nearest Wiki yang tersedia di App Store milik Apple, berfungsi sama seperti aplikasi Google Goggles diatas. Atau Star Walk yang mampu menyajikan rasi bintang dengan cara menghadapkan layar iPhone ke langit secara real time.

Bahkan ada juga beberapa aplikasi yang mengawinkan teknologi Augmented Reality ini dengan lokasi atau tempat berdasarkan pemanfaatan fitur GPS untuk menampilkan titik-titik di sekitar dalam radius tertentu. Hal ini kemudian memungkinkan pengembang aplikasi untuk membuat fitur pemberian arah serta menyuarakannya kepada pengguna dalam tampilan layar.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam memanfaatkan aplikasi ataupun permainan yang mengadopsi teknologi Augmented Reality di perangkat ponsel genggam ini adalah kebutuhan akan koneksi data yang dipergunakan dalam perangkat, untuk dapat menyajikan objek virtual dengan baik dan tanpa lag.

Kabar terakhir, pemanfaatan teknologi Augmented Reality ini telah diadopsi pula oleh raksasa mesin pencari Google dalam sebuah perangkat kacamata yang canggih dan futuristik. Dikontrol dengan suara, kacamata Google yang disebut sebagai Project Glass ini mampu melakukan pencarian informasi secara online, berkirim email hingga video chat dengan sesama penggunanya. Dan dengan memanfaatkan lattitude, kacamata ini dapat pula digunakan untuk mengetahui lokasi pengguna dan keadaan cuaca setempat.

Meski diragukan kemampuannya oleh banyak pihak, namun penampilan pertama penggunaan kacamata dengan konsep ini dilakukan oleh Sergey Brin, salah satu pendiri Google ketika menghadiri acara amal di San Francisco awal April lalu. Bukan tidak mungkin dalam satu dua tahun kedepan, teknologi berbasis Augmented Reality ini akan banyak dirilis ke masyarakat global dalam berbagai bentuk perangkat pintar.


Instagram, Foto Polaroid via Mobile Phone

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Kabar mengejutkan di dunia teknologi datang beberapa waktu lalu di berbagai media cetak dan maya. Instagram, sebuah aplikasi berbagi foto yang dikembangkan oleh Instagram Inc diakusisi FaceBook dengan nilai 1 Milliar USD (sekitar 9,1 triliun) 9 April 2012. Padahal dari segi usia, aplikasi ini baru saja diluncurkan pada Oktober 2010 lalu. Kami katakan mengejutkan lantaran media New York Times yang usianya jauh lebih tua hanya dihargai sekitar 920 juta USD. Nilai sebesar itu dikatakan seimbang dengan pencapaian sebesar 31 juta unduhan, yang mampu dilakukan oleh sebuah aplikasi hasil besutan Kevin Systrom dan Mike Krieger hanya dalam waktu satu tahun.

Instagram adalah sebuah aplikasi berbagi foto yang memungkinkan pengguna mengambil foto, memanfaatkan filter digital dan membagikannya ke berbagai layanan jejaring sosial meliputi FaceBook, Twitter, Foursquare ataupun Tumblr. Satu fitur unik yang dapat dilakukan oleh Instagram adalah memotong foto menjadi bentuk persegi, dengan atau tanpa pinggiran, sehingga terlihat seperti hasil kamera Kodak Instamatic dan Polaroid. Hal ini berbeda dengan rasio aspek 4:3 yang umum digunakan oleh kamera digital ataupun ponsel umumnya.

Awalnya Instagram dikembangkan dan hanya dapat diakses melalui perangkat mobile berbasis iOS 3.1.2 keatas, meliputi iPhone, iPad dan iPod Touch. Pada versi ini Instagram dibekali 15 efek digital yang dapat digunakan oleh para pengguna pada saat mereka hendak menyunting sebuah foto. Efek tersebut terdiri dari X-Pro II, Lomo-fi, Earlybird, Sutro, Toaster, Brannan, Inkwell, Walden, Hefe, Apollo, Poprockeet, Nashville, Gotham, 1977, dan Lord Kelvin. Penambahan 4 buah efek terbaru yaitu Valencia, Amaro, Rise, Hudson diiringi dengan penghapusan 3 efek yang sebelumnya ada meliputi Apollo, Poprockeet, dan Gotham baru dilakukan kurang lebih pada tanggal 20 September 2011 lalu. Tidak heran apabila Instagram menjadi satu kebanggaan tersendiri bagi para penggunanya yang lumayan membuat iri para pengguna perangkat lain.

Setelah menanti cukup lama, Instagrampun kini telah tersedia bagi pengguna perangkat Android yang telah mengadopsi OS versi 2.2 Froyo keatas. Namun berbeda dengan pendahulunya yang ditawarkan dengan harga 0,99 USD di iTunes App Store, Instagram yang disediakan di Android Market atau kini disebut dengan Google Play, dapat diunduh dan dipergunakan secara Free.

Dibandingkan dengan beragam aplikasi berbagi foto yang ada dalam banyak perangkat lainnya, Instagram hanya membutuhkan tiga langkah mudah untuk dapat menyelesaikan proses editingnya. Pengambilan Foto baik dari Kamera atau Gallery (1), penentuan efek digital sesuai keinginan pengguna (2) dan proses pengunggahan ke berbagai jejaring sosial (3). Untuk langkah terakhir ini, disediakan pula opsi untuk pemberian label atau judul foto, melakukan tag ke nama teman dengan menggunakan karakter (@) dan penambahan lokasi foto atau yang dikenal dengan istilah Geotagging. Kemudahan proses, ketersediaan efek digital dan kemampuannya untuk berbagi inilah yang tampaknya menarik perhatian banyak pengguna untuk mencoba.

Namun bagi Rekan Tokoh yang masih betah menggunakan perangkat diluar dukungan Instagram tadi, kami merekomendasikan aplikasi Molome yang dikembangkan oleh HLP International Inc untuk bisa merasakan asyiknya hipnotis berbagi foto di jejaring sosial dengan memanfaatkan 19 filter digital yang telah disediakan. Aplikasi berbagi foto Molome ini mampu dijalankan oleh perangkat berbasis OS BlackBerry versi 5.0 keatas dan juga beberapa seri Nokia yang mengadopsi OS Symbian, demikian pula Android. Hanya saja Molome hanya mampu melakukan aksinya dengan memanfaatkan kamera utama saja.


iPhone 4S Desain Tetap Kinerja Melesat

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Meski agak terlambat untuk melakukan Review pada perangkat hasil kembangan Apple beberapa saat setelah kepergian sang Godfather Steve Jobs, tetap saja kami merasa beruntung bisa memegangnya secara langsung selama tiga hari pengujian atas pinjaman seorang teman. Mau tahu gambarannya ?

Secara kasat mata apalagi saat ponsel berada dalam kondisi off, rasanya kami kesulitan untuk membedakan antara perangkat iPhone 4S yang kini berada dalam genggaman dengan perangkat rilis sebelumnya iPhone 4 yang dikaruniai gelar sebagai desain ponsel terbaik itu. Hingga tidak salah jika kami mengatakan seperti halnya judul diatas. Namun, walaupun terlihat sama persis secara desain, kabarnya kali ini permasalahan antenna yang dahulu sempat menuai kritikan tajam dari para pengguna dan pesaingnya pada perangkat iPhone 4, sudah tak lagi ditemukan.

Di saat perangkat pesaingnya sudah berlomba-lomba untuk menyajikan layar super besar dan lebar, iPhone 4S masih mengandalkan besaran layar 3,5 inchi dengan 16 juta warna plus Retina Display, perbedaan itu baru terlihat saat iPhone 4S dinyalakan. Jika dibanding pendahulunya, layar yang disajikan kali ini jauh lebih jernih dan nyaman bagi mata pengguna. Demikian halnya dengan resolusi yang dibekali sedikit lebih besar sekitar 640×960 pixel.

Sayangnya saat ditilik dari tampilan User Interface, rasanya belum ada pengembangan yang berarti sejak rilis awal iPhone terdahulu. Terkecuali penggunaan sistem notifikasi yang bagi pengamatan kami mengadopsi cara kerja Android dengan menyapu taksbar disisi atas layar ke arah bawah. Hal ini jauh lebih memudahkan pengguna untuk melihat info pembaharuan pada perangkat.

Anggapan iPhone (dan juga iPad) yang pelit akan resolusi kamera agaknya patut dihapus kali ini. Dengan memanfaatkan besaran lensa 8 Mega Pixel dan led flash, iPhone 4S kini tampil lebih percaya diri dan siap untuk bersaing dengan perangkat lain yang sudah lebih dulu mengadopsinya. Disisi lain, lensa ini memiliki kemampuan untuk melakukan perekaman video High Definition 1080p 30 fps. Sedang untuk memenuhi kebutuhan akan video call dimana dalam perangkat ini disebut dengan istilah Facetime, iPhone 4S telah menyelipkan kamera sekunder ukuran VGA di sisi depan perangkat.

Untuk urusan kinerja, iPhone 4S nyatanya memberikan bukti yang jauh lebih baik ketimbang pendahulunya. Prosesor dua inti 1 GHz siap dipadukan dengan besaran memory RAM 512 MB plus internal storage 16/32/64 GB. Hal ini membuat pengguna dapat memanfaatkan perangkat untuk melakukan berbagai aktifitas tanpa adanya hambatan yang berarti. Untuk mengujinya, kami sempatkan mencoba beberapa games yang sekiranya membutuhkan grafis tingkat tinggi.

Bicara iPhone 4S rasanya belum lengkap jika belum melirik aplikasi handalannya kali ini, SIRI. SIRI merupakan sebuah teknologi yang memungkinkan sebuah perangkat ponsel pintar berbasis iOS mengubah fungsinya menjadi sebuah perangkat Intelligent Personal Assistant yang memberikan kuasa kepada pengguna untuk melakukan atau menyelesaikan satu kegiatan dengan cara bertanya kepada perangkat yang mengadopsi teknologi ini. Namun Khusus untuk yang satu ini, Koran Tokoh bahkan sempat menurunkan bahasan soal perlu tidaknya SIRI bagi pengguna di Indonesia beberapa waktu lalu. Jadi silahkan buka kembali arsip terdahulu yah.

Selain SIRI, ada juga fitur iCloud, sebuah layanan penyimpanan data di awan yang dapat diunggah dan diunduh dengan cara online atau terhubung ke dunia maya. Bagi setiap pengguna iPhone 4S diberikan opsi gratis penggunaan space sebesar 5 GB. Menurut pendapat beberapa Rekan Tokoh yang memang sudah memanfaatkan fitur ini sejak awal, rata-rata mensyukuri adanya fasilitas iCloud pada perangkat ponsel mereka. Lantaran sejak menggunakan iCloud, tak ada lagi yang namanya ‘ketinggalan data dirumah, di flash disk bahkan Notebook.

Tak ketinggalan fitur iBookStore, sebuah aplikasi e-Reader untuk buku-buku dalam format digital yang disajikan dalam sebuah tampilan rak kayu. Buku-buku tersebut tersedia dalam jumlah ribuan baik berbayar atau yang dapat diunduh dan dibaca secara gratis. syukurnya, untuk dapat memperbaharui koleksi buku yang dapat dimiliki oleh pengguna tersedia cara importing file melalui sinkronisasi aplikasi iTunes atau mengunduhnya langsung dari jendela Browser.

Ngomong-ngomong soal Browser, iPhone 4S masih menggunakan Safari sebagai andalannya dalam menjelajah dunia maya. Sayangnya, browser bawaan ini tidak mendukung flash player seperti halnya para pesaingnya, namun telah mendukung format HTML5 yang diyakini jauh-jauh hari oleh almarhum Steve Jobs bakalan menggantikan keberadaan flash player tadi cepat atau lambat.

Dan seperti biasa, untuk mendukung kinerja iPhone 4S yang kini sudah jauh lebih baik dan sejumlah fitur penting yang mampu dijalankan, Apple memberikan peningkatan kapasitas dan daya tahan batere Li-po sebesar 1432 mAh. Dalam tiga hari pengujian kami, daya tahan batere ini dapat berlangsung hingga 1,5 hari dalam batas pemakaian normal (berkat ketiadaan dukungan flash player yang mampu menyedot daya tahan jauh lebih banyak), dan dua kali Charge dalam sehari untuk penggunaan secara terus menerus. Apalagi jika aktifitas pengguna memiliki kesamaan dengan perilaku kami, bermain games HD.


7 Tips Memilih Kamera Digital bagi Pemula

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Belakangan hobby Fotografi terdengar begitu banyak menyajikan pengalaman yang mengasyikkan. Dunia ini menjadi semarak lantaran munculnya beberapa komunitas baru yang secara berkala mengadakan sesi ‘hunting obyek foto baik seputaran Kota di keramaian orang, menjelajahi nuansa alam natural atau bahkan menyewa secara khusus seorang model dan mengambil gambarnya dari sudut pandang yang tak biasa. Kegiatan ini jadi tambah diminati dengan munculnya majalah-mjalah khusus yang mengulas soal Teknik Fotografi secara profesional atau pemula. Plus hadirnya teknologi digital, memanjakan para penghobby mendapatkan sentuhan tertentu pada foto yang mereka hasilkan. Yang mutlak dibutuhkan hanya satu tentu, Kamera. Sisanya, lebih pada pengetahuan dan pengalaman.

Jika Rekan berminat untuk ikut serta mencobanya, yuk intip dulu beberapa Tips dari kami tentang bagaimana memilih kamera digital bagi Pemula.

Pertama, tentu saja Budget. Sebagaimana Tips pemilihan perangkat elektronik yang lain, Budget yang tersedia akan sangat menentukan, perangkat kamera digital seperti apa yang kelak akan didapat. Dengan kisaran hingga 1,5 Juta rupiah, Rekan bisa mendapatkan banyak pilihan kamera pocket yang simpel dan serta mudah dibawa kemana saja. Saran kami, jika memiliki sedikit budget lebih kisaran 1,5 hingga 2,5 juta rupiah, Rekan bakalan disajikan pilihan yang lebih beragam yaitu kamera Prosumer. Jenis kamera ini memiliki bentuk yang kompak, tidak jauh berbeda dengan kamera pocket namun memiliki jenis lensa yang mendekati kamera profesional. Sedang untuk kisaran harga 2,5 hingga 3,5 juta rupiah, Rekan bisa mengambil pilihan Semi DSLR, perangkat kamera serupa profesional namun memiliki lensa yang tak dapat diganti. Dan untuk kisaran harga diatas 3,5 juta rupiah, tentu saja Rekan bisa mendapatkan yang sekelas Pro.

Kedua, pertimbangkan soal sumber daya yang digunakan. beberapa perangkat kamera terkini lebih banyak memiliki bentukan yang tipis dan langsing. Hal ini dapat diwujudkan berkat teknologi kamera Lithium yang mutlak di-Charge terlebih dahulu agar dapat dipergunakan secara maksimal. Sayangnya, pilihan ini tidak akan mampu digunakan saat memanfaatkan kamera untuk keperluan yang panjang dalam waktu satu hari penuh, seperti perkawinan atau upacara adat lainnya. Setidaknya minimal Rekan harus menyediakan batere Lithium cadangan (yang harganya lumayan mahal) untuk menggantikan batere utama saat dibutuhkan. Berbeda apabila Rekan mempertimbangkan penggunaan batere AA yang lebih mudah didapatkan di toko ataupun warung terdekat, yang sayangnya biasanya berimbas pada bentukan yang sedikit lebih tebal. Namun untuk perangkat kamera tipe Prosumer ataupun Profesional, keberadaan batere jenis ini biasanya dapat disamarkan dengan baik pada bentukan fisiknya.

Ketiga, untuk bisa mengambil gambar saat objek berada di kejauhan dengan hasil yang baik, dibutuhkan kemampuan Zooming. Namun jangan salah pilih, karena fitur Zoom yang kami pertimbangkan disini adalah Optical Zoomnya saja. Jadi, silahkan abaikan apabila sebuah perangkat hanya mengiklankan kemampuan Digital Zoom tanpa memiliki Optical Zoom. Kemampuan Zoom disini dilambangkan dengan (x) atau kali. Rata-rata kamera pocket memiliki kemampuan di kisaran 3x Optical Zoom, sedang Prosumer sudah ada yang mampu hingga 15 hingga 20x Optical Zoom.

Keempat, jendela intip atau yang dikenal dengan istilah ViewFinder. Fungsi ini akan berguna saat Rekan lebih mengutamakan kekuatan daya tahan dari sebuah perangkat kamera yang mampu mengirit batere jauh lebih baik ketimbang memanfaatkan layar lcd yang biasanya hadir disetiap perangkat kamera digital.

Kelima, ketahui lebih jauh kemampuan yang dijual pada perangkat digital yang kelak akan Rekan pilih. Apakah itu mendukung Panorama Shoot, self timer, Smile atau Face Detection bahkan mode Sport yang dapat digunakan untuk menangkap gambar bergerak.

Keenam, pertimbangkan adanya Pengaturan Manual yang nantinya dapat Rekan manfaatkan untuk mencoba-coba mengambil sudut pandang atau angle yang tak biasa, ataupun sedikit bermain dengan fitur-fitur dan kemampuan perangkat seperti yang disebutkan pada pertimbangan kelima diatas.

Terakhir, seperti biasa tentu saja Brand yang kelak bakalan berpengaruh pada layanan purna jual dari perangkat yang Rekan pilih.

Tujuh Tips diatas tentu tidak akan bersifat mengikat apabila Rekan sudah memiliki minat dan hasrat yang menggebu untuk segera memulai dengan perangkat kamera yang Terbaik.