Cegah Lelet pada SmartPhone Android

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Selain borosnya daya tahan batere pada perangkat smartphone Android, satu hal lagi yang kerap dikeluhkan oleh sebagian besar pengguna awam adalah leletnya akses baik pada Menu ataupun Aplikasi saat perangkat digunakan dalam kurun waktu lama. Ada tips yang bisa dibagi untuk mengatasinya ?

Tiga hal yang barangkali bisa menjadi penyebab utama menurunnya kinerja perangkat ponsel pintar khususnya Android adalah, Cache yang menumpuk, Minimnya sisa Memory Internal dan Minimnya sisa Memory RAM. Ketiga faktor tersebut terlebas dari besaran Prosesor dan spesifikasi yang dibenamkan dalam perangkat loh ya.

Yang dimaksud dengan Cache adalah tumpukan file temporary (sementara) yang biasanya muncul dan digunakan saat membuka atau mengoperasikan satu aplikasi sehingga tidak memberatkan sedari awal proses. Kurang lebih begitu. Ukuran Cache akan semakin besar jika semakin banyak aplikasi yang dijalankan dalam kurun waktu tertentu. Cache ini akan menempati atau menghabiskan kapasitas memori internal yang disediakan. Untuk mengatasinya, cukup bersihkan Cache secara berkala, dengan memanfaatkan aplikasi Cache Cleaner yang dapat diunduh melalui Android market.

Secara Default, setiap aplikasi ataupun games yang diinstalasi pada perangkat smartphone Android, akan ditempatkan secara otomatis berdasarkan kebutuhan atau perkiraan sistem tanpa campur tangan atau ijin dari pengguna seperti halnya sistem operasi Symbian ataupun Windows Mobile. Hal ini menyebabkan adanya kemungkinan bahwa aplikasi ataupun games yang berukuran besar, ditempatkan dalam Memory Internal yang mengakibatkan minimnya sisa kapasitas. Dan seperti halnya perangkat PC/NoteBook, saat memory internal mulai penuh, kecepatan akses untuk membuka perangkat ataupun aplikasi dan games akan makin tersendat dan menjengkelkan.

Satu-satunya cara untuk dapat mengatasi minimnya sisa memory internal pada perangkat SmartPhone Android diluar aksi Uninstall adalah Rooting. Bagi yang belum paham apa dan bagaimana cara melakukan Rooting, silahkan main ke tulisan sebelumnya yah. Dengan melakukan aktifitas Rooting, memberikan hak penuh bagi pengguna untuk mengontrol proses Instalasi Aplikasi dan Games ataupun pemindahan instalasi yang telah selesai dari memory internal ke sdcard atau memory eksternal.

Bagi pengguna yang memahami proses Instalasi aplikasi pada perangkat PC/NoteBook, pasti mengerti bahwa ada beberapa diantaranya akan meninggalkan shortcut eksekusi pada folder StartUp yang nantinya akan dijalankan saat perangkat dinyalakan kembali/Restart. Demikian halnya dengan perangkat SmartPhone Android. Itu sebabnya dalam kondisi Siaga baik saat ponsel aktif namun tidak digunakan atau baru dinyalakan, sisa kapasitas Memory RAM sudah tersedot habis 75% dari total kapasitas yang disediakan. Padahal untuk mampu membuka aplikasi/games ataupun Menu lainnya, membutuhkan pula memory RAM dalam jumlah tertentu agar bisa berjalan dengan baik. Faktor ketiga inilah yang mampu mengakibatkan penurunan kinerja terbesar pada perangkat yang Rekan miliki.

Untuk mengatasinya, unduh dan instalasi utility StartUp Manager dari Android Market atau sekalian saja kumpulan utility seperti Optimize ToolBox yang saya gunakan saat ini. Utility semacam ini mampu me-nonaktifkan aplikasi yang dijalankan saat perangkat ponsel dinyalakan sedari awal proses. Khusus Optimize ToolBox, merupakan kumpulan utility yang digabungkan dalam sebuah aplikasi dengan kemampuan semua tips diatas kecuali Rooting. Selain itu ada juga opsi tambahan untuk melakukan Optimasi perangkat dengan cepat. Sejauh ini hanya ada 5 aplikasi yang saya ijinkan untuk dijalankan sejak awal proses dinyalakan. SuperUser, Whatsapp, Gmail, Advance Task Killer dan Battery Status.

Tiga tips diatas dapat dijadikan alternatif awal untuk mencegah terjadinya lelet atau penurunan kinerja perangkat smartphone Android bagi pengguna pemula. Jika lain kali ada tips lain lagi, tentu akan saya bagi untuk Rekan semua.

Menjelajah Application Market di beragam Ponsel Pintar

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi pengguna perangkat telekomunikasi seluler yang masuk dalam kategori ponsel pintar dua tiga tahun belakangan ini bisa dikatakan secara langsung memiliki kuasa penuh untuk mengoptimalkan perangkatnya sesuai kebutuhan dan kegemarannya. Baik itu dalam bentuk aplikasi penunjang kinerja, produktivitas, multimedia hingga permainan dan edukasi. Ketersediaan ini dirangkum dalam satu pangsa pasar software yang terpusat, mudah digunakan, berada dalam masing-masing perangkat ponsel secara langsung dan disebut dengan Application Market.

Hal ini jelas berbeda dengan keberadaan perangkat ponsel pintar sekitar empat lima tahun yang lalu. Dimana setiap pengguna perangkat semacam ini dihadapkan pada dunia maya yang luas hanya untuk mencari aplikasi dan permainan yang diinginkan serta berusaha memanfaatkannya secara hati-hati lantaran banyaknya malware ataupun virus yang menumpang padanya.

Application Market pada perangkat ponsel ini sebenarnya mulai diperkenalkan kepada publik sejak kemunculan perangkat pintar iPhone yang mengusung nama App Store, sebuah halaman yang menyediakan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan juga permainan dari yang bersifat gratisan hingga berbayar untuk menunjang kebutuhan ataupun hobby para penggunanya. Berkembang makin jauh, model Application Market ini diadopsi pula oleh perangkat ponsel pintar lainnya seperti BlackBerry, Android, Symbian, Windows Phone dan juga Bada, sebuah sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Samsung. Lantas apa saja yang dibutuhkan untuk bisa menggunakan dan menjelajahnya lebih jauh ? simak sedikit gambaran dari kami.

Apple App Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Apple untuk sistem operasi iOS yang dikembangkan bagi perangkat iPhone dan iPod Touch pada Juli 2008 lalu. Belakangan App Store ini dapat pula diakses melalui perangkat iPad, sebuah perangkat TabletPC berbasis sistem operasi yang sama. Untuk menjelajah ketersediaan aplikasi ataupun permainan di App Store ini, dibutuhkan minimal sebuah kartu kredit sebagai sarana transaksi bagi yang berstatus berbayar. Sedangkan untuk yang Free alias Gratis, masih bisa diakali dengan membuat akun Apple ID melalui aplikasi iTunes yang diinstalasi pada perangkat PC/Notebook. Beberapa aplikasi berbasis Multimedia dan Medis seperti misalkan Instagram merupakan salah satu aplikasi favorit yang paling banyak diunduh dari App Store.

Android Market (kini disebut dengan Google Play). Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel yang berbasis sistem operasi Android, apapun itu vendornya. Dibandingkan Apple App Store, Android Market menyediakan lebih banyak ragam jenis aplikasi dan permainan yang lebih banyak berstatus Free alias Gratis. Ini bisa terwujud lantaran secara sifat sistem operasi merupakan sistem yang terbuka atau Open Source sehingga memungkinkan banyak pengembang aplikasi dan permainan untuk ikut serta didalamnya. Sayangnya, keberagaman yang berstatus gratisan ini lebih patut diwaspadai karena besar kemungkinan ditumpangi malware bahkan virus berbahaya. Jika Apple App Store membutuhkan Apple ID, Android Market cukup menggunakan alamat email yang dikembangkan oleh Google yaitu Gmail. Dan Seperti halnya App Store, selain melalui perangkat ponsel, Android Market dapat pula diakses melalui jendela Browser pada PC/NoteBook dengan memanfaatkan alamat email yang sama.

BlackBerry App World. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Research In Motion atau RIM dan diperuntukkan bagi semua perangkat ponsel BlackBerry yang telah mengadopsi sistem operasi versi 4.5 keatas. Dibandingkan dengan dua Application Market sebelumnya, BlackBerry App World lebih banyak menyediakan aplikasi ataupun games yang bersifat Serius. Namun kabarnya Angry Birds yang dahulunya hanya dikembangkan bagi perangkat iOS dan Android, kini sudah pula bisa didapatkan disini. Untuk menjelajah ketersediaannya lebih jauh, pengguna membutuhkan BlackBerry ID yang bisa dibuat melalui perangkat ponsel langsung ataupun lewat jendela Browser pada PC/NoteBook. Bagi yang malas mencoba dan menginstalasi pada perangkat ponsel, dapat mencobanya lewat layar PC/NoteBook dengan memanfaatkan aplikasi Simulator yang dapat diunduh melalui alamat web resmi BlackBerry.

Ovi Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh Nokia dan diperuntukkan bagi perangkat ponsel Nokia yang berbasis sistem operasi Symbian. Baik yang berkategori ponsel pintar, berlayar sentuh ataupun model candybar. Untuk menggunakannya, dibutuhkan sebuah akun ID Ovi yang dibuat dengan memanfaatkan akun Ovi Mail. Dibandingkan App Store milik Apple ataupun Android Market, ketersediaan aplikasi ataupun permainan di Ovi Store jauh lebih terbatas jenisnya. Meski demikian, untuk jenis konten, selain aplikasi dan permainan tersedia juga theme, ringtones pula wallpaper yang rata-rata dapat diunduh secara gratis. Sedang untuk yang berstatus berbayar, pengguna dapat membelinya dengan cara memotong pulsa yang terdapat dalam ponsel. Jauh lebih mudah bukan ?

Windows Market Place. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa Microsoft, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel berbasis sistem operasi Windows Mobile 6.5 dan Windows Phone. Penyebutan Windows Market Place ini belakangan berkembang menjadi Windows App Store yang dikembangkan bagi perangkat mobile ponsel Windows Phone 8. Rencananya, beberapa aplikasi ataupun permainan yang tersedia didalam Windows App Store, nantinya dapat digunakan pula dalam tiga versi perangkat, mobile ponsel, tabletpc dan pc/notebook. Harapannya tentu saja agar pengguna cukup membeli satu aplikasi untuk semua perangkat yang ia miliki. Secara tampilan, Application Market hasil besutan Microsoft ini menyajikan bentuk tiles (kotak) sedemikian rupa memenuhi layar ponsel dengan warna warni yang khas. Kabarnya tampilan ini akhirnya ditiru pula oleh Android dalam aplikasi Market versi terbaru mereka.

Samsung Apps. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Samsung, namun lebih banyak diperuntukkan bagi perangkat ponsel milik Samsung yang berbasis sistem operasi Bada. Meski demikian, beberapa diantaranya ada pula yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel pintar Samsung yang mengadopsi istem operasi Android. Hanya saja jenisnya tidak jauh berbeda dengan Market bawaan Android. Tidak ada akun ID khusus yang dipersyaratkan oleh Samsung untuk dapat mengakses Samsung Apps ini. Selain tersedia dalam semua perangkat ponsel pintar milik Samsung, Samsung Apps dapat pula diakses melalui aplikasi Samsung Kies yang diinstalasi pada perangkat PC/NoteBook. Dan seperti halnya Ovi Store, untuk yang berstatus berbayar dapat diinstalasi dengan cara pemotongan pulsa.

Diluar enam Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh masing-masing vendor diatas, sebenarnya ada juga beberapa vendor ponsel lokal yang sudah mulai melakukan pengembangan model Application Store didalam perangkat mobile yang mereka jual. Hanya dari segi gaungnya masih belum mampu masuk ke pangsa pasar global.

*Tulisan ini sempat pula tampil di Koran Tokoh kolom Tekno halaman 20

Pilih Ponsel atau Tablet Android ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika kita masih berbicara soal budget dibawah 3 jutaan, barangkali pilihan yang ada dari pertanyaan diatas bakalan jauh lebih sedikit dan cenderung memudahkan bagi pikiran. Tapi bagaimana jika Budget tersebut dinaikkan dua kali lipatnya sehingga yang namanya pilihan jauh lebih banyak dan beragam ?

Untuk kisaran Budget 5 s/d 6 jutaan, pilihan yang ada dalam rentang harga ini bisa dikatakan sangat beragam baik dari segi brand atau vendor, jenis sistem operasi yang dibekali, kemampuan atau fitur khusus yang dimiliki, juga besaran perangkat dari layar 4”, 5” hingga 7”, 8,9” dan 10”. Jadi untuk menghindarkan pikiran dari kontaminasi BlackBerry yang jujur saja masih sangat mengecewakan, dan juga iOS yang harganya masih belum mampu dijangkau, maka hanya ada dua pilihan OS yaitu Android dan juga Windows Phone lewat perangkat Nokia dan HTC.

Sayangnya, hingga hari ini saya belum jua pernah memegang serta menguji ponsel Windows Phone secara langsung dan lebih mendalam, meski yang namanya kerinduan akan OS besutan Microsoft masih ada dan makin menggunung. Kira-kira ada yang mau meminjamkannya gag yah ?

Maka itu, untuk sementara pilihannya ya tetap Android. Nah, masalahnya adalah dalam rentang harga tersebut mau memilih perangkat Ponsel atau sekalian saja Tabletpc sebagai pilihan selanjutnya ?

Jika dalam rentang harga yang sama, konsumen bisa mendapatkan perangkat ponsel dan juga tabletpc sebagai alternatif pilihan lainnya, barangkali jauh lebih baik jika pilihan dijatuhkan pada perangkat tabletpc dengan pertimbangan besaran layar, daya tahan batere dan juga sistem operasi yang menyertainya. Namun akan tergolong merepotkan apabila yang dibutuhkan itu adalah perangkat kerja yang mampu digunakan untuk bertelepon dan messages. Sangat ribet jika harus membawa perangkat tabletpc dalam kantong saat ingin bepergian hanya ke seputaran rumah saja.

Samsung Galaxy SII, HTC Sensation, Samsung Galaxy Nexus, Samsung Galaxy Notes atau Samsung Galaxy tab 7+ ?

Satu pilihan yang sulit tentu saja, pikir saya kali ini. Ada yang punya ide ?

Menyulap Ponsel Android ke OS Ice Cream Sandwich

Category : tentang TeKnoLoGi

Berangkat dari pemikiran yang lumayan mupeng akan ketersediaan upgrade OS Ice Cream Sandwich untuk perangkat Samsung Galaxy Ace S5830 tak jua kunjung tiba, seperti halnya ponsel berbasis Android yang lain,maka tips berikut bolehlah untuk ditiru sebagai penghilang dahaga sementara.

Modalnya Cuma 2, ICS Launcher dan Desktop Visualizer.

Berbeda dengan Launcher yang pernah dibahas beberapa waktu lalu, untuk ICS Launcher yang satu ini sepengetahuan saya sih berdiri sendiri tanpa mensyaratkan applikasi Launcher lain seperti Go launcher atau ADW. Jadi memang beneran Launcher, dan bukan Thema.

ICS Launcher ini bisa didapat dengan Gratis lewat Google Play (dahulunya disebut dengan Android Market) dengan mengetikkan kata kunci ICS Launcher. Adapun Launcher ini merupakan hasil kembangan Syndicate Apps yang memang mengadopsi habis tampilan OS Android 4.0 Ice Cream Sandwich. Dalam versi Free ini, hanya tiga fitur saja yang tidak dapat diakses dengan sempurna yaitu Color Tweaks, Text Preferences dan Battery Preferences. Tapi secara umum, sudah cukup memuaskan kok. Silahkan melakukan Instalasi lebih lanjut dan aktifkan aplikasi Launchernya.

Saat aplikasi berjalan, secara tampilan Homescreen, dan juga Menu akan diubah layaknya mengakses perangkat Android berbasis OS IceCream Sandwich 4.0, sayangnya tidak demikian dengan tampilan Icon yang ada pada tampilan HomeScreen. Ini dia fungsi Desktop Visualizer yang saya sarankan diatas.

Desktop Visualizer merupakan sebuah aplikasi yang berjalan di perangkat Android, untuk memberikan tampilan icon secara custom bagi aplikasi ataupun games dan juga bookmark pada browser. Aplikasi ini dapat diunduh dan digunakan secara Gratis pula pada perangkat yang Rekan gunakan.

Cara kerjanya sangat gampang. Tinggal pilih icon yang diinginkan (pilih ICS icon), kemudian pilih Aplikasi, games atau Bookmark yang akan dijalankan dengan menggunakan Icon tersebut. Tekan OK dan lihat hasilnya. Untuk bisa berhasil dengan baik, layar homescreen yang akan dieksekusi minimal memiliki satu space kosong untuk menempatkan shortcut yang di-custom oleh Desktop Visualizer. Selain menggunakan daftar Icon ICS yang sudah menyertai Launcher, pengguna dapat membuat atau mencari di dunia maya Icon gambar dalam format file PNG.

Sebetulnya dengan dua bantuan aplikasi tambahan ini saja, secara tampilan sudah mirip plek banget dengan perangkat ponsel Android yang sudah mengadopsi OS 4.0 IceCream Sandwich. Namun jika Rekan belum jua puas dengan Tampilan HomeScreen dan Icon, bisa menambahkan satu Aplikasi lagi yaitu ICS LockScreen.

ICS Lockscreen ini akan mengubah tampilan layar yang terkunci dari tampilan default ke tampilan layar khas milik IceCream Sandwich dan juga OS Android 3.0 Honeycomb, dimana pengguna tinggal menggeser tombol kunci gembok kearah lingkaran luar. Mudah bukan ?

Meski banyak kemudahan yang diberikan kepada pengguna Android lewat keberadaan tiga Aplikasi ini, ada satu yang patut diperhatikan sebelum memutuskan untuk mencobanya.

Dibutuhkan setidaknya Memory RAM sebesar 22 MB untuk dapat menjalankan aplikasi ICS Launcher dengan sempurna, 3,22 MB untuk Desktop Visualizer saat digunakan dan 6,15 MB untuk ICS LockScreen. Jadi, bagi Rekan yang masih belum melakukan aktifitas Rooting dan juga pemindahan aplikasi ke Memory Eksternal, saya sarankan untuk pikir-pikir dahulu sebelum mencoba. Ketimbang memperlambat proses eksekusi aplikasi lainnya dan juga pengurasan daya tahan batere yang lebih cepat.

Akhir kata, Tips diatas hanya diperuntukkan bagi mereka yang tidak ingin direpotkan dengan menginstalasi Custom ROM berpenampilan ICS yang masih menggunakan Basic GingerBread plus Resiko terjadinya Bootlop (pengalaman pribadi) atau bagi mereka yang tak kesampean Upgrade OS Resmi dari masing-masing Vendor. Kalo Cuma buat sekedar bergaya, tidak apa-apa Kan ?

MiRah GayatriDewi dan Masuk Koran Tokoh

4

Category : tentang Buah Hati, tentang TeKnoLoGi

Kek… Ninik… Gek iyah Masuk Koran…!!!

Teriakannya yang kencang laksana petir tiba-tiba terdengar lantang di sore hari, sesaat setelah kedatangan kami dari kantor hari Senin lalu. MiRah GayatriDewi, putri kecil kami mendadak girang begitu melihat tiga foto dalam pose sama namun berbeda cerita di halaman belakang Koran Tokoh Edisi 16 April 2012. Ini kali kedua foto dirinya tampil di halaman media cetak lokal setelah edisi Bali Tribune beberapa waktu lalu.

Wajar saja ia heboh sebegitunya sambil bertanya ‘apa Gek iyah mau jadi Artis Pak ?’ gara-gara melihat foto Ayu Ting Ting di media Radar Bali beberapa hari terakhir. Satu cita-cita masa kecil MiRah yang barangkali kelak bakalan berubah seiring pertumbuhannya.

Namun Yang membuat hari Senin sore itu jadi semakin heboh adalah telepon dari beberapa famili kami yang menanyakan ‘mengapa bisa foto MiRah tampil di Tokoh ?’ sampe ‘mengapa menggunakan foto yang rambutnya berantakan ?’ hehehe…

Jujur saja saya pribadi tidak ada merencanakan hal-hal kayak gini secara khusus atau disengaja, mengingat salah satu kewajiban dalam menjalankan tugas sebagai seorang penulis yang dimintakan tolong oleh salah satu Redaktur Koran Tokoh demi mengisi kolom Tekno setiap minggunya ya memenuhi jumlah stok tulisan yang tentu layak tayang di media tersebut. Namun dalam beberapa kasus tulisan, memang agak susah untuk mencari ilustrasi sebagai pelengkap (kasihan pihak editor dan tata layoutnya :p ) atau bukti bahwa isi dari tulisan itu bisa dipertanggungjawabkan.

Contoh sederhana ya tulisan ‘Berimajinasi dengan Photo Frame’ itu. Mau tidak mau agar pihak editor bisa memahami maksud dan isi tulisan secara cepat, jika bisa ya hanya dengan melihat ilustrasinya saja. Maka dalam pengiriman draft tulisan tersebut sayapun menyertakan beberapa sample yang pernah saya lakukan dengan memanfaatkan MiRah sebagai si obyek foto.

Dengan penggunaan manipulasi foto sebagai ilustrasi sebuah tulisan, sebenarnya sudah bisa ditebak bahwa antara isi tulisan dengan obyek foto dalam ilustrasi sebenarnya tidak ada kaitannya sama sekali. Hanya kalo dilihat dari maksud penyajian fotonya barangkali ya dijamin nyambung. Hehehe…

Tapi siapa juga yang peduli dengan nyambung tidaknya isi tulisan dengan obyek foto jika yang melihat itu mengenal siapa MiRah, demikian halnya dengan putri kami yang centil itu. Yang ia tahu hanya ‘saya masuk koran loh…’ hehehe…

PanDe Baik dan Masuk Koran Bali Tribune

7

Category : tentang DiRi SenDiri

PanDe Baik Masuk Koran…

merupakan satu hal yang barangkali gag pernah dibayangkan sebelumnya. Apalagi sampai menampilkan foto dan pendapat pribadi didalamnya. Tapi itulah kenyataannya.

Sejak bergabung dengan komunitas Bali Blogger tahun 2008 lalu, bisa dikatakan sangat banyak pengalaman baru yang bisa saya dapat disela hobi menulis yang kini sudah menjadi kewajiban sekaligus terapi berpikir setiap harinya. Meski secara historis satu tahun terakhir saya tergolong jarang tampil dan aktif di setiap kegiatan yang diselenggarakan, namun komunikasi tetap berusaha dijabat erat melalui jejaring sosial FaceBook dan Twitter. Maka bisa dikatakan bahwa bergabungnya PanDe Baik ke komunitas Bali Blogger merupakan satu nilai positif yang pernah saya lakukan sepanjang hidup.

PanDe Baik sendiri baik itu secara penggunaan nama dan juga brand sebuah blog pribadi hingga kini sudah menghabiskan space sebesar 1.873 posting dimana sebagian diantaranya merupakan sampah pribadi yang saya yakin gag penting bagi orang lainnya, dan sebagian lainnya hanya luapan unek unek yang barangkali memang harus disalurkan lewat media independen. Untuk bisa mencapai semua itu memang membutuhkan waktu yang sangat panjaaaaaang dan lamaaaaa… *mirip iklan cokelat anak-anak

dan seperti orang-orang tua bilang bahwa ‘Kesempatan tidak akan datang dua kali. Maka ketika sebuah sms hinggap di satu sore yang melelahkan serta menawarkan wawancanda via telepon dari wartawan Bali Tribune, untuk sesaat sih sempat saya iyakan saja, walaupun rada khawatir juga dengan image dari media tersebut. Khawatir bahwa isi wawancanda nantinya bukan dalam bidang yang saya kuasai. Maka itu, per telepon saya dahulukan sowan ke Kamerad Bali Blogger Anton Muhajir untuk mendapat informasi awal tentang siapa dan bagaimana media Bali Tribune itu.

Namun lantaran saat wawancanda per telepon dilakukan saya sedang berada dalam situasi mengendarai si kijang lawas, maka dengan sangat hormat saya meminta agar pertanyaan bisa disampaikan via email saja mengingat ‘make a call saat berkendara adalah satu perbuatan yang berbahaya. Tanggapan baru bisa saya berikan sekitar sepuluh menit setelah email dinyatakan terkirim ke alamat email, itupun dilakukan diteras rumah Mertua babakan Canggu, sesaat setelah menurunkan belanjaan dari mobil.

Pagi esok harinya, sayapun kembali mendapatkan telepon dari si wartawan yang menyampaikan bahwa hasil tulisan dari wawancara via email kemarin sudah bisa dibaca di Harian Bali Tribune. Agak kaget juga sih, karena bayangan saya ni media terbitnya mingguan. Lha trus nyarinya kemana ? Bersyukur Corsica Agency jalan Sumatra masih menyisakannya dua eksemplar di rak media hariannya. maka setibanya dirumah, dengan tergesa memeriksa halaman 8 sesuai pesan yang disampaikan pagi tadi. Hasilnya ?

Lebih dekat dengan Bali lewat Blog

Menyajikan kisah lahirnya komunitas Bali Blogger, Sloka Institute yang kini telah berganti pimpinan *selamat ya Gus Tulank* dan juga ulang tahun ke-5 yang tidak dapat saya hadiri tempo hari plus tiga cerita di balik Blog oleh Kamerad Anton Muhajir, Jenderal Bali Orange mas Hendra Wahyu Saputro dan tentu saja PNS ngawur www.pandebaik.com. Surprise juga sih pas melihat foto pribadi bersama MiRah GayatriDewi putri kami mejeng di koran.

Tapi apa kira-kira kedepannya bisa mejeng lagi gag ya ? :p

Bersiap Menghadapi Banyak Tantangan di Hari Lahir

9

Category : tentang DiRi SenDiri

Tahun 2012 bisa jadi merupakan tahun yang penuh kesibukan bagi saya pribadi. Karena di tahun inilah, banyak kemajuan dan juga pencapaian yang harus dihadapi dan dilalui minimal dengan hasil yang baik. Demikian harapan saya hari ini karena usia 34 mungkin tidak bisa dianggap muda lagi.

Pertama, Tantangan terbesar yang saya dapati sejak bulan Desember 2011 lalu adalah menjabat di posisi Sekretaris LPSE Badung, satu hal yang barangkali belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Perpindahan sebagian besar anggota LPSE Badung periode lalu menjadi pemicunya. Diantara tiga orang yang tersisa hanya saya yang mampu memiliki posisi tawar untuk berpindah ke lain hati. Maka peran teknis sebagai Admin Agency LPSE Badung terdahulu dengan berat hati harus ditinggalkan, dan beralih pada tugas dan kewajiban yang jauh lebih besar dan berat. Tantangan ini cukup membuat beban pikiran sedari awal menjabat hingga menurunkan beberapa kilogram berat badan dalam waktu singkat.

Menjadi kolumnis di Koran Tokoh sesungguhnya tak pernah jua saya bayangkan sebelumnya, bahwa apa yang saya rintis selama setahun terakhir, malah menarik minat Mbak Ratna Hidayati untuk memberi kesempatan mengisi halaman Tekno per awal Januari lalu hingga kini. Tantangan kedua ini mengakibatkan pada mood menulis yang berubah total mengingat semangat menulis di media cetak yang tersebar ke khalayak umum itu jauh lebih berat dan mutlak netral tidak berpihak ketimbang menulis ngalor ngidul di blog pribadi. Mungkin itu pula sebabnya pikiran selalu berusaha mencari ide tulisan apa selanjutnya yang harus diserahkan kepada Redaktur Tekno sekaligus senior saya sejak masa-masa di Wiyata Mandala dulu itu.

Pemeriksaan BPK terhadap tertib administrasi di lingkungan pemerintah Kabupaten Badung menjadi giliran berikutnya. Atas saran pimpinan satu Dinas di lingkungan pemkab, sayapun dipanggil demi memberi advis dan juga menyambung lidah antara pejabat pembuat komitmen atau pihak yang paling bertanggung jawab, dengan BPK dan pihak Rekanan atas sebuah aplikasi yang dibuat sejak jaman saya kuliah dahulu. Jika saja saya berasal dari instansi yang berwenang untuk memberikan advis barangkali tidak akan menjadi masalah. Namun batu sandungan yang dahulu pernah saya alami saat menjadi Direksi Teknis kegiatan Renovasi Gedung, menyebabkan harus berhati-hati dalam memberikan pertimbangan.

Keempat, datang dari kegiatan sosial masyarakat dimana saya pada akhirnya ikut bergabung dalam kepengurusan Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande lingkup Kota Denpasar sebagai Sekretaris per tahun 2011 lalu. Wadah berkumpulnya para muda mudi keluarga besar Pande ini masih vakum dalam menyelenggarakan kegiatan hingga tahun ini. Bisa jadi lantaran kesibukan saya diatas, bisa juga lantaran pak Ketua kami masih dalam masa-masa transisi kelahiran anak pertama. Demikian halnya dengan organisasi induk di tingkat Kota Denpasar, saya didaulat sebagai Sekretaris (lagi dan lagi) di bakal Yayasan yang dibentuk oleh Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar. Meski belum resmi berjalan, namun kesibukannya sudah bisa ditebak sebetulnya.

Rasa kehilangan itu rupanya masih ada hingga hari ini. Tepatnya Desember lalu, calon jabang bayi yang ada dalam kandungan istri divonis meninggal dalam kandungan akibat serangan virus Rubella yang lebih kerap menyerang otak bayi. Akhirnya kegembiraan itu pudar seiring berjalannya waktu. Ada rasa khawatir kami akan mengalaminya kembali, namun harapan kami tahun ini sungguh sangat sederhana. Bisa diberikan kesempatan dan terlahir dengan sehat serta normal. Itu saja.

Per hari Minggu 15 April kemarin, sebuah surat datang dari para Prujuru Anyar Banjar Taensiat yang kemudian mengukuhkan saya sebagai Komandan Regu VIII selama masa jabatan setahun mendatang. Secara tugas sebetulnya tidaklah banyak dan berat, namun yang menjadi hambatan tentu saja soal waktu dan kehadiran. Mengingat mayoritas kegiatan dilakukan pada jam kerja berlangsung. Mau tidak mau, dalam setahun kedepan yang namanya bolos kerja siang hari pasca makan siang bakalan saya lakoni demi tanggung jawab yang satu ini. Jadi jangan heran kalo melihat saya wara-wiri di lingkungan rumah nanti yah.

Semua tantangan itu belum termasuk dengan rencana Surat Keputusan dari Kepala Dinas untuk penetapan Administrator Web Dinas Bina Marga dan Pengairan yang hingga kini masih mengambang, keingingan untuk meMoneytize BloG baik dari kliksaya.com atau Google Adsense atau hal-hal lain yang jujur saja menambah panjang daftar Tantangan yang harus dilakoni tahun ini.

Namun, apa yang saya dapatkan tahun ini tentu merupakan buah atau hasil atas apa yang saya lakoni di tahun lalu. Jadi yah, harapan saya semua bisa berjalan apa adanya saja.

Ohya, di usia ke-34 ini pula saya mendapatkan beberapa kejutan yang barangkali lumayan membuat senyum saat mengingatnya. Pertama hadiah dari Tuhan setelah kehilangan calon jabang bayi itu, semoga kali ini bisa bertahan dan lahir dengan sehat serta normal. Kedua stress akibat beban pekerjaan membuat berat badan saya perlahan menurun yang mengakibatkan beberapa pakaian yang dahulu sudah sempat masuk kotak, kini bisa digunakan lagi. Ketiga, setelah setahun punya Android, tiba jua saatnya berpindah ke TabletPC sebagai pilihan tahun ini. Akhirnya bisa diraih setelah mengumpulkan beberapa honor dari menulis serta jabatan di LPSE Badung, plus diambil pas lagi promo-promonya. Dan terakhir, hadiah tak terduga dari istri setelah semua pakaian terendam air di pantai Segara hari minggu kemarin. Hehehe…

Dua Tangis dan Ribuan Tawa Dahlan Iskan

6

Category : tentang InSPiRasi

Dengan basic pengalaman dibidang Jurnalistik, kemampuan menulis Pak Dahlan Iskan mantan CEO Jawa Pos yang kini menjabat sebagai Menteri Negara BUMN sebenarnya sudah tidak perlu diragukan. Apalagi secara berkala Beliau rajin menurunkan beberapa pengalaman dan ide dalam pikirannya dalam sebuah tajuk yang diturunkan oleh Jawa Pos halaman pertama. Hingga jika boleh saya memuji, membaca tulisan seorang Dahlan Iskan sama asyiknya ketika membaca Novel Andrea Hirata yang memang menghanyutkan itu.

Sayangnya, buah pikir pak Dahlan Iskan yang dirangkum dalam sebuah Buku ‘Dua Tangis dan Ribuan Tawa’, akan terasa sangat Mubazir untuk dinikmati dalam sekali jalan. Tipe buku seperti ini paling enak jika dinikmati saat senggang, dengan membuka dan merilekskan pikiran sehingga makna atau maksud yang disampaikan dalam setiap tulisan Beliau dapat dicerna dan diingat dalam kurun waktu yang lama.

Sekedar informasi bahwa Buku ini merupakan kumpulan tulisan saat Beliau ditugaskan menjadi Direktur Utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar, yang kemudian bisa dikatakan berhasil dalam mengatasi Byar-Pet-nya Listrik di seantero Indonesia.

Katakan saja tentang Virus Antusias yang menjalar dalam tubuh PLN, CEO Noted #2 rupanya sanggup menjawab semua solusi atas permasalahan-permasalahan yang terjadi berkaitan dengan Krisis Listrik di wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo ataupun Minahasa dan Palu. Begitu pula kisan Pak Ikuten Sinulingga yang berhasil mengatasi Byar-Pet-nya Kota Medan. Termasuk soal CEO Noted yang banyak menginspirasi karyawan PLN dan institusi diluaran.

Begitupun soal larangan Merokok yang diberlakukan secara straight tanpa pandang bulu dengan ancaman Penghapusan Tunjangan Kesehatan, keberhasilan meraih gelar ‘Merketer of the Year 2010 Indonesia serta mengatasi tantangan terbesar dari para Pengusaha dan Rekanan PLN, seakan memberikan semangat pada banyak orang yang sudah kadung apatis dengan kelakuan para pemimpin di negeri ini.

Yang patut dicatat kembali oleh setiap calon Pemimpin di Indonesia berkaca pada Buku ini adalah tekad Pak Dahlan Iskan untuk membuat satu kemajuan pada institusi yang dipimpinnya dengan memanfaatkan Sumber Daya yang cerdas dan memang benar-benar mampu seperti halnya saat menghantarkan kesuksesan pada Group Jawa Pos terdahulu.

Tidak heran jika kemudian Buku ‘Dua Tangis dan Ribuan Tawa’ karya Pak Dahlan Iskan yang diterbitkan oleh PT. Elex Media Komputindo bersama Kompas Gramedia ini menyabet National Best Seller serta telah dicetak ulang hingga kali ke-7 pada Januari 2012 lalu.

Belum jua selesai saya membacanya secara penuh, mendadak saja pikiran saya dipenuhi banyak pertanyaan. Salah Satunya adalah ‘apakah ada tipikal Pemimpin Bangsa kita yang bakalan mampu berbuat seperti halnya Pak Dahlan Iskan ?