Cegah Lelet pada SmartPhone Android

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Selain borosnya daya tahan batere pada perangkat smartphone Android, satu hal lagi yang kerap dikeluhkan oleh sebagian besar pengguna awam adalah leletnya akses baik pada Menu ataupun Aplikasi saat perangkat digunakan dalam kurun waktu lama. Ada tips yang bisa dibagi untuk mengatasinya ?

Tiga hal yang barangkali bisa menjadi penyebab utama menurunnya kinerja perangkat ponsel pintar khususnya Android adalah, Cache yang menumpuk, Minimnya sisa Memory Internal dan Minimnya sisa Memory RAM. Ketiga faktor tersebut terlebas dari besaran Prosesor dan spesifikasi yang dibenamkan dalam perangkat loh ya.

Yang dimaksud dengan Cache adalah tumpukan file temporary (sementara) yang biasanya muncul dan digunakan saat membuka atau mengoperasikan satu aplikasi sehingga tidak memberatkan sedari awal proses. Kurang lebih begitu. Ukuran Cache akan semakin besar jika semakin banyak aplikasi yang dijalankan dalam kurun waktu tertentu. Cache ini akan menempati atau menghabiskan kapasitas memori internal yang disediakan. Untuk mengatasinya, cukup bersihkan Cache secara berkala, dengan memanfaatkan aplikasi Cache Cleaner yang dapat diunduh melalui Android market.

Secara Default, setiap aplikasi ataupun games yang diinstalasi pada perangkat smartphone Android, akan ditempatkan secara otomatis berdasarkan kebutuhan atau perkiraan sistem tanpa campur tangan atau ijin dari pengguna seperti halnya sistem operasi Symbian ataupun Windows Mobile. Hal ini menyebabkan adanya kemungkinan bahwa aplikasi ataupun games yang berukuran besar, ditempatkan dalam Memory Internal yang mengakibatkan minimnya sisa kapasitas. Dan seperti halnya perangkat PC/NoteBook, saat memory internal mulai penuh, kecepatan akses untuk membuka perangkat ataupun aplikasi dan games akan makin tersendat dan menjengkelkan.

Satu-satunya cara untuk dapat mengatasi minimnya sisa memory internal pada perangkat SmartPhone Android diluar aksi Uninstall adalah Rooting. Bagi yang belum paham apa dan bagaimana cara melakukan Rooting, silahkan main ke tulisan sebelumnya yah. Dengan melakukan aktifitas Rooting, memberikan hak penuh bagi pengguna untuk mengontrol proses Instalasi Aplikasi dan Games ataupun pemindahan instalasi yang telah selesai dari memory internal ke sdcard atau memory eksternal.

Bagi pengguna yang memahami proses Instalasi aplikasi pada perangkat PC/NoteBook, pasti mengerti bahwa ada beberapa diantaranya akan meninggalkan shortcut eksekusi pada folder StartUp yang nantinya akan dijalankan saat perangkat dinyalakan kembali/Restart. Demikian halnya dengan perangkat SmartPhone Android. Itu sebabnya dalam kondisi Siaga baik saat ponsel aktif namun tidak digunakan atau baru dinyalakan, sisa kapasitas Memory RAM sudah tersedot habis 75% dari total kapasitas yang disediakan. Padahal untuk mampu membuka aplikasi/games ataupun Menu lainnya, membutuhkan pula memory RAM dalam jumlah tertentu agar bisa berjalan dengan baik. Faktor ketiga inilah yang mampu mengakibatkan penurunan kinerja terbesar pada perangkat yang Rekan miliki.

Untuk mengatasinya, unduh dan instalasi utility StartUp Manager dari Android Market atau sekalian saja kumpulan utility seperti Optimize ToolBox yang saya gunakan saat ini. Utility semacam ini mampu me-nonaktifkan aplikasi yang dijalankan saat perangkat ponsel dinyalakan sedari awal proses. Khusus Optimize ToolBox, merupakan kumpulan utility yang digabungkan dalam sebuah aplikasi dengan kemampuan semua tips diatas kecuali Rooting. Selain itu ada juga opsi tambahan untuk melakukan Optimasi perangkat dengan cepat. Sejauh ini hanya ada 5 aplikasi yang saya ijinkan untuk dijalankan sejak awal proses dinyalakan. SuperUser, Whatsapp, Gmail, Advance Task Killer dan Battery Status.

Tiga tips diatas dapat dijadikan alternatif awal untuk mencegah terjadinya lelet atau penurunan kinerja perangkat smartphone Android bagi pengguna pemula. Jika lain kali ada tips lain lagi, tentu akan saya bagi untuk Rekan semua.

Menjelajah Application Market di beragam Ponsel Pintar

Category : tentang TeKnoLoGi

Bagi pengguna perangkat telekomunikasi seluler yang masuk dalam kategori ponsel pintar dua tiga tahun belakangan ini bisa dikatakan secara langsung memiliki kuasa penuh untuk mengoptimalkan perangkatnya sesuai kebutuhan dan kegemarannya. Baik itu dalam bentuk aplikasi penunjang kinerja, produktivitas, multimedia hingga permainan dan edukasi. Ketersediaan ini dirangkum dalam satu pangsa pasar software yang terpusat, mudah digunakan, berada dalam masing-masing perangkat ponsel secara langsung dan disebut dengan Application Market.

Hal ini jelas berbeda dengan keberadaan perangkat ponsel pintar sekitar empat lima tahun yang lalu. Dimana setiap pengguna perangkat semacam ini dihadapkan pada dunia maya yang luas hanya untuk mencari aplikasi dan permainan yang diinginkan serta berusaha memanfaatkannya secara hati-hati lantaran banyaknya malware ataupun virus yang menumpang padanya.

Application Market pada perangkat ponsel ini sebenarnya mulai diperkenalkan kepada publik sejak kemunculan perangkat pintar iPhone yang mengusung nama App Store, sebuah halaman yang menyediakan ratusan bahkan ribuan aplikasi dan juga permainan dari yang bersifat gratisan hingga berbayar untuk menunjang kebutuhan ataupun hobby para penggunanya. Berkembang makin jauh, model Application Market ini diadopsi pula oleh perangkat ponsel pintar lainnya seperti BlackBerry, Android, Symbian, Windows Phone dan juga Bada, sebuah sistem operasi yang dikembangkan secara khusus oleh Samsung. Lantas apa saja yang dibutuhkan untuk bisa menggunakan dan menjelajahnya lebih jauh ? simak sedikit gambaran dari kami.

Apple App Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Apple untuk sistem operasi iOS yang dikembangkan bagi perangkat iPhone dan iPod Touch pada Juli 2008 lalu. Belakangan App Store ini dapat pula diakses melalui perangkat iPad, sebuah perangkat TabletPC berbasis sistem operasi yang sama. Untuk menjelajah ketersediaan aplikasi ataupun permainan di App Store ini, dibutuhkan minimal sebuah kartu kredit sebagai sarana transaksi bagi yang berstatus berbayar. Sedangkan untuk yang Free alias Gratis, masih bisa diakali dengan membuat akun Apple ID melalui aplikasi iTunes yang diinstalasi pada perangkat PC/Notebook. Beberapa aplikasi berbasis Multimedia dan Medis seperti misalkan Instagram merupakan salah satu aplikasi favorit yang paling banyak diunduh dari App Store.

Android Market (kini disebut dengan Google Play). Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa mesin pencari Google, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel yang berbasis sistem operasi Android, apapun itu vendornya. Dibandingkan Apple App Store, Android Market menyediakan lebih banyak ragam jenis aplikasi dan permainan yang lebih banyak berstatus Free alias Gratis. Ini bisa terwujud lantaran secara sifat sistem operasi merupakan sistem yang terbuka atau Open Source sehingga memungkinkan banyak pengembang aplikasi dan permainan untuk ikut serta didalamnya. Sayangnya, keberagaman yang berstatus gratisan ini lebih patut diwaspadai karena besar kemungkinan ditumpangi malware bahkan virus berbahaya. Jika Apple App Store membutuhkan Apple ID, Android Market cukup menggunakan alamat email yang dikembangkan oleh Google yaitu Gmail. Dan Seperti halnya App Store, selain melalui perangkat ponsel, Android Market dapat pula diakses melalui jendela Browser pada PC/NoteBook dengan memanfaatkan alamat email yang sama.

BlackBerry App World. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Research In Motion atau RIM dan diperuntukkan bagi semua perangkat ponsel BlackBerry yang telah mengadopsi sistem operasi versi 4.5 keatas. Dibandingkan dengan dua Application Market sebelumnya, BlackBerry App World lebih banyak menyediakan aplikasi ataupun games yang bersifat Serius. Namun kabarnya Angry Birds yang dahulunya hanya dikembangkan bagi perangkat iOS dan Android, kini sudah pula bisa didapatkan disini. Untuk menjelajah ketersediaannya lebih jauh, pengguna membutuhkan BlackBerry ID yang bisa dibuat melalui perangkat ponsel langsung ataupun lewat jendela Browser pada PC/NoteBook. Bagi yang malas mencoba dan menginstalasi pada perangkat ponsel, dapat mencobanya lewat layar PC/NoteBook dengan memanfaatkan aplikasi Simulator yang dapat diunduh melalui alamat web resmi BlackBerry.

Ovi Store. Merupakan Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh Nokia dan diperuntukkan bagi perangkat ponsel Nokia yang berbasis sistem operasi Symbian. Baik yang berkategori ponsel pintar, berlayar sentuh ataupun model candybar. Untuk menggunakannya, dibutuhkan sebuah akun ID Ovi yang dibuat dengan memanfaatkan akun Ovi Mail. Dibandingkan App Store milik Apple ataupun Android Market, ketersediaan aplikasi ataupun permainan di Ovi Store jauh lebih terbatas jenisnya. Meski demikian, untuk jenis konten, selain aplikasi dan permainan tersedia juga theme, ringtones pula wallpaper yang rata-rata dapat diunduh secara gratis. Sedang untuk yang berstatus berbayar, pengguna dapat membelinya dengan cara memotong pulsa yang terdapat dalam ponsel. Jauh lebih mudah bukan ?

Windows Market Place. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh raksasa Microsoft, yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel berbasis sistem operasi Windows Mobile 6.5 dan Windows Phone. Penyebutan Windows Market Place ini belakangan berkembang menjadi Windows App Store yang dikembangkan bagi perangkat mobile ponsel Windows Phone 8. Rencananya, beberapa aplikasi ataupun permainan yang tersedia didalam Windows App Store, nantinya dapat digunakan pula dalam tiga versi perangkat, mobile ponsel, tabletpc dan pc/notebook. Harapannya tentu saja agar pengguna cukup membeli satu aplikasi untuk semua perangkat yang ia miliki. Secara tampilan, Application Market hasil besutan Microsoft ini menyajikan bentuk tiles (kotak) sedemikian rupa memenuhi layar ponsel dengan warna warni yang khas. Kabarnya tampilan ini akhirnya ditiru pula oleh Android dalam aplikasi Market versi terbaru mereka.

Samsung Apps. Merupakan Application Market yang dikembangkan oleh Samsung, namun lebih banyak diperuntukkan bagi perangkat ponsel milik Samsung yang berbasis sistem operasi Bada. Meski demikian, beberapa diantaranya ada pula yang diperuntukkan bagi perangkat ponsel pintar Samsung yang mengadopsi istem operasi Android. Hanya saja jenisnya tidak jauh berbeda dengan Market bawaan Android. Tidak ada akun ID khusus yang dipersyaratkan oleh Samsung untuk dapat mengakses Samsung Apps ini. Selain tersedia dalam semua perangkat ponsel pintar milik Samsung, Samsung Apps dapat pula diakses melalui aplikasi Samsung Kies yang diinstalasi pada perangkat PC/NoteBook. Dan seperti halnya Ovi Store, untuk yang berstatus berbayar dapat diinstalasi dengan cara pemotongan pulsa.

Diluar enam Application Market yang dikembangkan secara khusus oleh masing-masing vendor diatas, sebenarnya ada juga beberapa vendor ponsel lokal yang sudah mulai melakukan pengembangan model Application Store didalam perangkat mobile yang mereka jual. Hanya dari segi gaungnya masih belum mampu masuk ke pangsa pasar global.

*Tulisan ini sempat pula tampil di Koran Tokoh kolom Tekno halaman 20

Pilih Ponsel atau Tablet Android ?

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika kita masih berbicara soal budget dibawah 3 jutaan, barangkali pilihan yang ada dari pertanyaan diatas bakalan jauh lebih sedikit dan cenderung memudahkan bagi pikiran. Tapi bagaimana jika Budget tersebut dinaikkan dua kali lipatnya sehingga yang namanya pilihan jauh lebih banyak dan beragam ?

Untuk kisaran Budget 5 s/d 6 jutaan, pilihan yang ada dalam rentang harga ini bisa dikatakan sangat beragam baik dari segi brand atau vendor, jenis sistem operasi yang dibekali, kemampuan atau fitur khusus yang dimiliki, juga besaran perangkat dari layar 4”, 5” hingga 7”, 8,9” dan 10”. Jadi untuk menghindarkan pikiran dari kontaminasi BlackBerry yang jujur saja masih sangat mengecewakan, dan juga iOS yang harganya masih belum mampu dijangkau, maka hanya ada dua pilihan OS yaitu Android dan juga Windows Phone lewat perangkat Nokia dan HTC.

Sayangnya, hingga hari ini saya belum jua pernah memegang serta menguji ponsel Windows Phone secara langsung dan lebih mendalam, meski yang namanya kerinduan akan OS besutan Microsoft masih ada dan makin menggunung. Kira-kira ada yang mau meminjamkannya gag yah ?

Maka itu, untuk sementara pilihannya ya tetap Android. Nah, masalahnya adalah dalam rentang harga tersebut mau memilih perangkat Ponsel atau sekalian saja Tabletpc sebagai pilihan selanjutnya ?

Jika dalam rentang harga yang sama, konsumen bisa mendapatkan perangkat ponsel dan juga tabletpc sebagai alternatif pilihan lainnya, barangkali jauh lebih baik jika pilihan dijatuhkan pada perangkat tabletpc dengan pertimbangan besaran layar, daya tahan batere dan juga sistem operasi yang menyertainya. Namun akan tergolong merepotkan apabila yang dibutuhkan itu adalah perangkat kerja yang mampu digunakan untuk bertelepon dan messages. Sangat ribet jika harus membawa perangkat tabletpc dalam kantong saat ingin bepergian hanya ke seputaran rumah saja.

Samsung Galaxy SII, HTC Sensation, Samsung Galaxy Nexus, Samsung Galaxy Notes atau Samsung Galaxy tab 7+ ?

Satu pilihan yang sulit tentu saja, pikir saya kali ini. Ada yang punya ide ?