Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 2)

Category : tentang TeKnoLoGi

LATAR BELAKANG

Berbicara Teknologi tak ubahnya seperti berbicara inovasi inteligensia manusia yang tiada henti. Hampir dalam setiap satuan waktu, ada saja temuan teknologi baru yang muncul dan dapat membantu memenuhi kebutuhan manusia dalam setiap aktifitasnya.

Bandingkan saja dengan satu dekade lalu, dimana saat itu teknologi sudah bisa dikatakan cukup maju yang ditandai dengan maraknya penggunaan perangkat Personal Digital Assistant (PDA) sebagai pengganti buku agenda untuk mencatatkan jadwal atau rencana kegiatan, berlaku sebagai sekretaris pribadi yang siap memberikan informasi apa saja melalui dunia maya hingga berinteraksi dengan ratusan akses sarana hiburan.

Dengan berbasiskan sistem operasi Palm dan Windows Mobile, sebuah perangkat Personal Digital Assistant berukuran segenggaman tangan sudah dapat digunakan untuk mendukung hampir semua aktifitas rutin yang dilakukan oleh setiap orang secara mobile. Orang tak lagi bergantung pada sebuah perangkat komputer desktop hanya untuk terhubung ke dunia maya. Sayangnya, dengan harga yang cukup mahal untuk ukuran saat itu, bisa dikatakan belum banyak orang yang mampu menjangkau dan memiliki perangkat tersebut.

Di Indonesia, kebutuhan akan sebuah perangkat teknologi yang dapat dimanfaatkan sebagai sebuah perangkat akses komunikasi data bisa dikatakan baru mulai menampakkan eksistensinya pada tahun 2005/2006 dimana vendor raksasa Nokia tergolong rajin menurunkan perangkat mobilenya dengan harga yang terjangkau. Demikian pula saat vendor ternama dari Kanada yang memperkenalkan layanan data, Research In Motion (RIM) menurunkan sederetan perangkat fenomenal mereka yang bernama BlackBerry. Dua fitur utama yang mereka tawarkan yaitu Messenger dan Push Email tampaknya mampu menarik perhatian para pengguna untuk memanfaatkan atau sekedar latah mencoba.

Demikian halnya untuk saat ini, Bahwa yang namanya teknologi perangkat terlihat semakin maju dan canggih, bahkan beberapa diantaranya sudah mampu mengakomodasi kebutuhan manusia akan menjalankan hobi, seperti fotografi, video editing atau bahkan bermain musik. Hal ini terjadi setelah Apple melalui karya besar seorang Steve Jobs melahirkan iPhone dan iPod Touch yang berbasiskan sistem operasi iOS dan didukung pula oleh application store mereka bernama iTunes, siap memberikan banyak pilihan kemudahan untuk berinteraksi baik kebutuhan serius, pekerjaan, hingga hiburan. Disusul pula oleh Google, mesin pencari yang kini makin meraksasa, terhitung setelah mengakusisi perusahaan bernama Android mulai mengembangkan sistem operasi yang diperuntukkan bagi perangkat mobile dan diperkenalkan pada publik sejak Februari 2009 lalu. Android sendiri ditenggarai lebih banyak meniru tumbuh kembang iOS yang hadir lebih dulu baik dari segi teknologi yang digunakan maupun dukungan aplikasi dari pengembang pihak ketiga.

Makin terjangkaunya akses teknologi data yang ditawarkan oleh para operator lengkap dengan data plan penggunaan melengkapi semua kemajuan teknologi perangkat yang nyatanya kini makin banyak berkembang untuk segala macam kebutuhan.

Layanan Pengadaan Secara Elektronik atau yang lebih dikenal dengan sebutan LPSE, merupakan sebuah unit kerja yang melayani proses pengadaan barang/jasa pemerintah yang dilaksanakan secara elektronik. Dalam pelayanannya, LPSE menggunakan sistem aplikasi e-Procurement SPSE, sebuah sistem aplikasi pengadaan yang dikembangkan oleh LKPP yang bersifat terbuka, bebas lisensi dan bebas biaya. Selain sebagai pengelola sistem e-Procurement, LPSE juga berfungsi untuk menyediakan pelatihan, akses internet dan bantuan teknis kepada Panitia pengadaan/ULP dan Penyedia barang/jasa, serta melakukan registrasi dan verifikasi terhadap Penyedia barang/jasa.

Dalam operasionalnya, LPSE membutuhkan akses internet sebagai komponen utama dalam melakukan transaksi proses di dalam aplikasi SPSE. Adapun akses internet yang dimaksudkan adalah koneksi data atau bandwidth yang diperuntukkan bagi perangkat server agar dapat tetap menjalankan sistem SPSE selama 24 jam penuh dan juga koneksi tambahan yang diperuntukkan bagi para anggotanya untuk menjalankan tugas dan kewajibannya masing-masing yang berkaitan dengan paparan tugas (job description) di LPSE. Dengan adanya koneksi tambahan ini, serta didukung pula oleh kemajuan perangkat yang ada saat ini makin mempermudah akses menuju portal LPSE yang dapat dilakukan secara mobile dari berbagai perangkat termutakhir dan diluar jam kerja sekalipun.

Disisi lain LPSE kerap harus melakukan komunikasi baik internal maupun eksternal, secara lisan maupun tulisan. Secara internal, LPSE biasanya berinteraksi baik dengan keanggotaan sendiri dalam mengelola lembaga yang diemban, dan juga berinteraksi dengan LKPP Pusat manakala dibutuhkan suatu koordinasi atau penyampaian keluhan/permasalahan, sedangkan secara eksternal komunikasi dilaksanakan sehubungan dengan bantuan teknis dan pelatihan baik kepada Panitia Pengadaan /Kelompok Kerja Unit Layanan Pengadaan (POKJA ULP) maupun Penyedia Barang/Jasa terkait penggunaan dan pembaharuan cara kerja sistem.

Sayangnya untuk dapat melakukan semua komunikasi diatas, LPSE kemudian dibebankan biaya yang cukup tinggi setiap bulannya sebagai konsekuensi dari penyampaian maksud yang lebih banyak dilakukan secara verbal atau telepon baik menggunakan sarana komunikasi telepon milik kantor (pada jam kerja) dan telepon genggam selular milik pribadi (di luar jam kerja). Padahal dengan adanya kemajuan perangkat Teknologi komunikasi yang notabene sudah memiliki banyak aplikasi pendukung untuk membantu mempermudah akses antar perangkat, ditambah ketersediaan infrastruktur koneksi data pada masing-masing unit LPSE ataupun anggotanya yang telah dibekali sarana koneksi skala kecil, seharusnya dapat dioptimalkan secara maksimal untuk mendukung jalannya operasional LPSE.

Terkait dengan hal tersebut, dalam paper ini kami mencoba untuk memberikan gambaran tentang alternatif pemanfaatan beberapa fitur aplikasi internet yang tersedia untuk dapat dipergunakan dalam rangka memenuhi kebutuhan akan komunikasi yang intensif namun tidak menimbulkan tambahan beban biaya komunikasi, sehingga dengan demikian diharapkan komunikasi diantara sesama LPSE maupun antara LPSE dengan LKPP dapat menjadi lebih efektif dan efisien yang pada akhirnya akan dapat lebih meningkatkan kinerja LPSE di seluruh Indonesia.

Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE (bagian 1)

Category : tentang TeKnoLoGi

Tulisan berikut merupakan Materi yang kami sampaikan mewakili LPSE Badung dalam Rakor LPSE Nasional ke-7 di Hotel Sanur Paradise 21 – 23 November 2011 lalu. Adapun materi ini disampaikan bersama empat orang Narasumber lainnya dalam salah satu sesi di Ruang Negara 22 November 2011 pada pukul 13.00 wita. Sekedar informasi bahwa hal yang melatarbelakangi lahirnya Materi tersebut adalah berangkat dari kesulitan serta pengalaman kami, Admin PPE dan Admin Agency LPSE Badung dalam berkoordinasi dan berkonsultasi dengan HelpDesk LKPP Pusat, dalam usahanya mengelola aplikasi SPSE Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Disamping itu, sudah sepatutnyalah kami bersyukur atas segala daya upaya dan ketajaman ilmu yang kami dapatkan selama setahun terakhir pasca kepemilikan perangkat ponsel Android yang kemudian menjadi sebuah alternatif solusi bagi kesulitan yang kami alami sepanjang tahun 2011 lalu.

Mengingat media BLoG www.pandebaik.com merupakan media publikasi pribadi, maka untuk penyajian Materi “Pengembangan Teknologi Akses Komunikasi Data untuk LPSE” akan kami pecah menjadi beberapa bagian tulisan agar tak menghabiskan ruang terlalu panjang. Dan di bagian akhir akan kami sertakan pula soft copy Materi dalam dua bentuk format file, pertama format digital lengkap sedari Abstrak, Latar Belakang, Pembahasan dan Kesimpulan, sedang format kedua menyajikan Materi yang dalam format Presentasi, sesuai dengan apa yang telah kami sampaikan saat Rakor LPSE Nasional ke-7 tempo hari.

Semoga saja pemikiran kecil yang kami sumbangkan kali ini dapat memberikan banyak manfaat kedepannya baik bagi kelangsungan LPSE secara intern ataupun ekstern dengan pihak-pihak yang berkaitan.

ABSTRAK

Salah satu konsekuensi dari pembentukan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) adalah munculnya beban biaya komunikasi baik untuk komunikasi data dalam hal ini biaya bandwidth perangkat dan sistem maupun biaya pulsa percakapan (voice).

Dalam prakteknya pembengkakan biaya seringkali terjadi pada biaya percakapan daripada biaya bandwidth yang cenderung tetap, digunakan secara optimal atau tidak. Pembengkakan tersebut terjadi sebagai akibat dari kegiatan komunikasi verbal/suara yang harus dilakukan dalam rangka melaksanakan fungsi organisasi yaitu terkait bantuan teknis (helpdesk) kepada pengguna aplikasi LPSE (Panitia/Pokja ULP serta Penyedia Barang/Jasa) maupun untuk kepentingan koordinasi, baik antar sesama anggota LPSE maupun dengan LKPP sebagai induk organisasi tertinggi.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang semakin pesat, ternyata memberikan peluang untuk menjawab permasalahan diatas. Dimana saat ini ada beberapa perangkat keras dan aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan komunikasi secara intens namun tidak menimbulkan beban biaya.

Pemanfaatan beberapa aplikasi seperti Skype, Viber dan Tango yang menggunakan teknologi berbasis Voice over Internet Protocol (VoIP) merupakan alternatif pilihan yang cukup efektif untuk keperluan komunikasi verbal/suara sedangkan pemanfaatan jejaring sosial seperti tweeter dapat menjadi alternatif yang efektif untuk berbagi informasi secara tulisan.

Kedua alternatif diatas murni memanfaatkan akses komunikasi data (bandwidth) yang setiap bulannya menjadi beban biaya rutin yang harus dibayarkan LPSE dalam mendukung operasional perangkat dan sistem.

Kata Kunci : LPSE, VoIP, Skype, Viber, Tango, Twitter, Komunikasi, Data, Voice

Sepultura live Performance @GOR Ngurah Rai ?

1

Category : tentang KHayaLan

Kabar mengejutkan ini pertama kali hadir di telinga dari dua Rekan kantor yang tempo hari sempat menyaksikan Live performance-nya Iron Maiden di GWK, Dewa Gama ‘Namaste’ dan Putu Budayasa. Mereka menawarkan pembelian tiket konser Pre Sale yang kalo gag salah dijual sekitar 225 ribu dari harga normal nantinya 275 ribu.

Ada sedikit rasa ragu dalam menjawab penawaran yang mereka berikan saat itu. Namun karena ini Sepultura dan lokasinya masih dekat rumah, ya sudah… disetujui saja.

Sepultura memang pernah menjadi satu dari beberapa grup cadas yang menjadi favorit bahkan kinipun masih masuk dalam daftar putar 4GB musik yang menemani waktu selama berkendara. Sayangnya seiring bertambahnya usia pula kesempatan, nama Sepultura tak lagi keras gaungnya di telinga ini.

Perubahan. Barangkali itu yang menjadi alasan terkuat mengapa nama Sepultura tak lagi terasa menghentak saat disebutkan. Meliputi jenis musik, personil hingga masa yang sudah jauh berubah mengakibatkan Sepultura barangkali hanya patut saya anggap sebagai Legenda Hidup layaknya Iwan Fals di Tanah Air.

Sepultura kini tak lagi menyajikan Cavalera bersaudara. Dua tandem yang dahulu begitu powerfull menggawangi sejak album pertama. Max keluar saat Against dirilis, digantikan Derrick Green yang punya suara Growl dalem banget. Secara album, vokalnya memang keren… tapi saat live Performance seperti yang saya unduh dari YouTube, malah terasa tersengal-sengal dan gag real seperti pada albumnya. Berbeda dengan Max Cavalera. Igor sendiri dikabarkan baru keluar dari Grup pasca rilis album Dante XXI yang digantikan oleh seorang drummer asal Brazil Eloy Casagrande. Praktis lineup Sepultura yang masih tersisa hanya bassist Paulo Jr dan Guitarist Andreas Kisser.

Saya pribadi hanya mengikuti perkembangan terakhir sampai saat album Nation dirilis. Waktu itupun gag semua karya Sepultura yang mampu saya pahami. Bisa dikatakan, masa emas sejak album Morbid Visions sampai Roots saja yang begitu familiar terdengar di telinga. Sedangkan album Revolusong, RoorBack, Dante XXI, A-Lex dan Kairos, gag satupun yang saya tau dan pernah dengar…

Khawatirnya sih, set list yang bakalan dibawakan saat Live Performance @GOR Ngurah Rai nanti bakalan diambil lebih banyak dari lima album terakhir ini, sehingga apa yang saya harapkan untuk bisa dilihat penampilannya sangat sedikit yang mampu memuaskan hasrat selama ini.

Tapi yah… ditunggu saja penampilannya nanti. Salam Metal kawan-kawan… Sampai Jumpa di Lokasi

www.pandebaik.com Numpang Tenar di Koran Tokoh

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Entah kapan pastinya ketika satu saat saya di-Private Message lewat akun FaceBook oleh mbak Ratna Hidayati, seorang senior di dunia jurnalisme sejak masa SMA yang kini bernaung bersama Koran Tokoh, sebuah media Bacaan Wanita dan Keluarga yang kalo tidak salah sih sudah berskala Nasional. Lewat pesan tersebut mbak Ratna mengabarkan tentang rencana diadakannya kolom atau halaman Gadget/Teknologi di media yang ia kelola atas permintaan pembaca, sekaligus meminta untuk bantu-bantu nulis di beberapa edisi pertama. Tentu saja saya langsung mengiyakannya tanpa berpikir terlalu lama.

Lama kemudian tak berkabar, di awal Desember lalu Mbak Ratna kembali mengontak untuk minta rekomendasi memilihkan perangkat Tablet Android antara ukuran 8,9” atau 7”. Saat momen tersebut saya kembali menanyakan kepastian permintaan bantuan untuk menulis di Koran Tokoh apakah masih berlaku atau tidak. Jawabnya tentu dan mbak Ratna memberikan tenggat waktu, batas akhir empat buah tulisan yang rencananya bakalan naik per Januari Tahun 2012. Soal topik, belum ada ketentuan pasti namun diharapkan tentang isu atau hal-hal yang menjadi Trend di awal tahun.

Meskipun saat itu (hingga hari ini) saya belum menerima perjanjian kontrak secara resmi, namun adanya sebuah tawaran untuk menulis hal yang saya sukai di sebuah media cetak umum dan berskala Nasional pula, siapa sih yang mau melewatkannya ?

Bisa jadi lantaran melencengnya tema tulisan di blog www.pandebaik.com sepanjang Tahun 2011 lalu menjadi salah satu bahan pertimbangan mbak Ratna untuk menghubungi saya, yang jujur saja lebih banyak terfokus soal kemajuan dan perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi. Gara-gara Android tentu.

Numpang tenar di Koran Tokoh

Jadilah ini kabar baik pertama saya di awal tahun 2012 yang kemudian sekaligus (entah ada hubungannya atau tidak) melonjakkan traffic kunjungan Blog www.pandebaik.com menjadi rata-rata nyaris 1K page views setiap harinya. Padahal sebelumnya, dengan jumlah pengunjung hingga hingga 400an page views per hari saja sudah sangat bersyukur dan merasa beruntung meski masih juga minim komentar. He…

Lucunya, saya pribadi malah baru tahu kalo tulisan pertama di Koran Tokoh sudah naik cetak saat seorang rekan kantor berkabar lewat komentar di status FaceBook. Merasa kaget, sayapun bergegas ke ruangan atasan yang sepengetahuan saya memang berlangganan Koran Tokoh sebagai sisipan tambahan dari media cetak Bali Post.

Hasilnya, sebuah tulisan ‘Pilih BlackBerry, iPhone, Symbian atau Android?’ menjadi tulisan pertama yang menghiasi halaman 20 Koran Tokoh edisi Januari. Hingga saat ini kalau tidak salah sudah 5 (lima) tulisan yang diturunkan dalam setiap edisinya di halaman 20. Menjadi 5 (lima) tulisan lantaran pada edisi 676, dua minggu lalu menurunkan 2 (dua) tulisan secara bersamaan, tentang Pemahaman perangkat TabletPC dan Review Samsung Galaxy Tab 7 Plus. Kalau tidak salah Edisi Terakhir 678, menurunkan tulisan tentang Application Market yang ada hampir di semua ponsel pintar.

Dilihat dari struktur kalimat pembukanya, terlihat beberapa editing dilakukan seperti kebiasaan yang dilakukan Anton Muhajir, senior saya di Bali Blogger saat saya mencoba numpang tenar di halaman BaleBengong.net tiga empat tahun lalu.

Rasanya bangga bukan main demi melihat nama (Pande Baik) tertera jelas di akhir tulisan tersebut. Kebanggaan ini kurang lebih sama saat tulisan pertama hasil kolaborasi Wartawan Sekolah naik cetak di tabloid remaja masa sekolahan Wiyata Mandala tahun 93/94 lalu.

Itu sebabnya, saya pun kemudian berusaha meluangkan waktu secara khusus untuk menuangkan beberapa ide yang hadir dikepala dalam misinya menulis kembali di Koran Tokoh dan berharap edisi Numpang Tenar di Koran Tokohnya masih bisa diperpanjang lagi. :p