Menu
Categories
Sebuah Catatan Pribadi tentang Dharmawecana kedua YPWP
January 16, 2012 tentang DiRi SenDiri

Ternyata tidak mudah untuk mengumpulkan Yowana dalam jumlah berskala besar dalam satu Dharmawecana

Setidaknya demikian bathin saya saat mulai menghitung jumlah peserta yang hadir dan datang mewakili golongan Yowana beberapa saat sebelum Dharmawecana kedua yang diselenggarakan oleh Yowana Paramartha Warga Pande hari Minggu pagi 15 Januari 2012 di GOR Permata Ubung. Satu hal yang sebenarnya sudah bisa saya tebak sejak awal ketika ide ini digulirkan akhir tahun 2011 lalu.

Meskipun ada faktor kengototan dari sebagian Rekan yang merasa optimis mampu mendatangkan seribu Yowana dalam event kedua kali ini demi menjawab tantangan dari Penglingsir sekaligus Ketua Umum Maha Semaya Warga Pande Propinsi Bali, Bapak Kompyang Wisastra Pande, apresiasi tetap patut saya sampaikan kepada yang telah berkenan hadir dan tentu saja kepada Rekan-Rekan panitia yang tak kenal lelah berusaha untuk mewujudkan impiannya kali ini.

Sangat disayangkan memang. Saat satu waktu ketika kami berkumpul di dunia maya, terlihat begitu ramai dan antusias terhadap semua pertanyaan yang berkaitan dengan dunia remaja (Yowana) ditimpali dengan jawaban yang beraneka ragam sesuai dengan pola pikir, latar belakang pendidikan dan juga didikan serta pengaruh lingkungan, hal sebaliknya terjadi ketika kami berusaha untuk mengundang mereka datang secara langsung untuk mendengarkan dan menyaksikan jawaban akan semua pertanyaan tadi dari narasumber yang jauh lebih dapat dipercaya.

Dari target seribu Yowana yang diharapkan hadir dalam event Dharmawecana kedua ini, rupanya tidak sampai 100 orang peserta mewakili golongan tersebut. Padahal jumlah keanggotaan dunia maya yang terdaftar dalam Group Warga Pande Bali di akun jejaring sosial FaceBook mencapai nyaris 2500 akun. Kendati patut disadari bahwa ada kemungkinan satu orang dalam dunia nyata bisa memiliki akun dua sampai tiga copian yang tergabung dalam jumlah tersebut. Pula akun yang dimiliki oleh Semeton yang berada diluar Bali.

Jadi sangat disayangkan memang, ketika semua usaha me-Yadnya yang kami lakukan kemudian tersia-siakan oleh pendapat-pendapat yang menyatakan ‘ah malas ikut Dharmawecana, paling juga Cuma duduk diam dan berjalan membosankan’ atau ‘ah itu bukan kegiatan yang saya banget…’

Terlepas dari semua alasan ketidakhadiran Semeton Yowana yang lain dimana setidaknya sekitar 1000an lebih undangan tersebar di seantero Propinsi Bali, satu hal yang kemudian patut dipertanyakan, apakah kelak event seperti ini patut diteruskan dan dilakukan kembali atau menjadi agenda kegiatan tahunan ? mengingat dua kali usaha ini kami lakukan, dua kali pula target jumlah yang hadir tidak tercapai, pun perjalanan situasi kegiatan yang rupanya tidak sesuai harapan kami.

Memang, seorang Rekan kami pernah berkata bahwa dari seribu Peserta yang kelak kami harapkan datang, hanya setengahnya yang mau hadir di lokasi kegiatan. Itupun setengahnya lagi yang mendengarkan secara seksama, dan kemudian setengahnya lagi yang dapat memahami makna dari kegiatan. Satu hal yang kemudian menjadi patokan kami untuk kegiatan selanjutnya. Namun jika boleh rumusan diatas diperlakukan pada jumlah Peserta yang hadir saat Dharmawecana kemarin, apakah dapat dibenarkan ? bisa jadi. Lantaran hampir sebagian Peserta dari Yowana memilih untuk meninggalkan Lokasi Kegiatan pasca Istirahat makan siang ketimbang mengikutinya hingga tuntas.

Sangat ironis bagi saya pribadi. Bahwa kelak Generasi Muda seperti kitalah yang diharapkan dapat memberikan pencerahan kepada sekian banyak Semeton lainnya minimal informasi tersebut bisa didapatkan secara langsung dari narasumbernya atau penglingsir dan orang-orang tua yang kita miliki. Jangan sampai ketika informasi sejarah dan budaya serta mengapa semua itu ada dalam keseharian kita dipertanyakan oleh orang lain atau kelak anak cucu kita, rata-rata jawaban yang dilontarkan adalah sama.

‘Nak mule keto’ atau ‘entah ya, saya tidak pernah diberitahu oleh orang tua dahulu’

Kesempatan itu telah berusaha kami buka dan sebarluaskan. Namun jika memang tidak ada responnya sama sekali, meski ini merupakan ide kegiatan yang luar biasa seperti yang dipikirkan oleh para Penglingsir dan orang tua kita kemarin, mungkin lebih baik kami hentikan saja hingga disini.

Entah kegiatan apa yang kelak akan kami lakukan kedepannya dengan menyandang nama Yowana Paramartha Warga Pande. Tapi jika itu bisa terwujud, mungkin skala prioritas yang akan kami perjuangkan tak lagi untuk semua kalangan, minimal kami saja yang bisa memahaminya lebih dulu.

“ask not what your country can do for you, ask what you can do for your country”

Kata-kata yang pernah dilontarkan oleh seorang pemimpin Negara Adikuasa Amerika John F Kennedy barangkali boleh saya gunakan dalam konteks tuntutan yang selalu dipertanyakan dalam lingkup pesemetonan Maha Semaya Warga Pande.

Satu pilihan yang mudah. Rekan akan ikut serta terlibat didalamnya, ataukah hanya sebatas omongan tanpa keinginan untuk melakukannya sama sekali.

Semoga Yowana Paramartha Warga Pande bisa lebih baik kedepannya.

Denpasar, 16 Januari 2012.

PanDe Baik

"8" Comments
  1. sebagai seorang teman…..keprihatinanmu tersebut saya hargai….. itu adalah suatu kejujuran…. saya melihatnya begini…..terlepas dari target 1000 orang, 1 juta orang , etc…yang paling penting adalah Action dan eksistensinya ……karena umur yowana masih muda …merintis suatu hal dari kecil itu sangat berat ….dengan pencapaian sampai seperti ini pun menurut saya luar biasa dan saya tetap memberikan 4 jempol buat semuanya….:).
    mungkin dilain waktu kegiatan ini diprioritaskan ke hal yang kualitasnya dibandingkan kuantitasnya..dan saya yakin kuantitas itu akan berbanding lurus dengan kualitasnya…..
    Saya yakin sodara2x yang lain memiliki ide2x yang briliant….time will tell….:)

    Semoga Yowana Paramartha Warga Pande bisa lebih baik kedepannya.

    salam damai selalu ……:)

    [Reply]

    pande Reply:

    Apreasiasi pula untuk pak Mang Budhi yang dalam setiap kegiatan yang digelar, pasti menunjukkan antusiasme juga kehadiran. Ditambah pula saran dan kritikannya yang pula ikut menginspirasi Tulisan ini…

    [Reply]

  2. Semua itu berpulang pada perkembangan situasi, waktu, tempat dan cuaca ketika kegiatan berlangsung, namun janganlah kau bersedih hati saudaraku, meskipun aku tidak sempat hadir dalam acara tersebut, hati dan pikiran ini tetap tertuju pada acara tersebut dan apalah daya pada waktu yang bersamaan aku harus mengikuti kegiatan yang tidak dapat ditinggalkan. Untuk kedepannya hendaknya acara ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, seiring perkembangan jaman pula mari kita pikirkan bersama-sama bagaimana mengkemas acara semulia ini menjadi menarik, mengikuti perkembangan dan aktual. Maaf bila bila kurang berkenan!

    [Reply]

  3. ya sedikit masukan lah… sebaiknya waktu pas Dharma wacana di selingi dengan Hiburan yg menarik.. mungkin bondres atau semacamnya lah.. yg bisa menarik perhatian para peserta dan menghilangkan rasa bosan *buat yg merasa bosan*… toh juga dana punia.a lumayan kan? cukup lah buat mengundang artis atau pelawak bali… dan kalo bisa ya pas Sire Mpu lagi menjelaskan suatu masalah, ada baiknya di tambahkan dengan slide atau power point… yg tentu saja di buat semenarik mungkin…

    maaf kalo sedikit kurang berkenan… 🙂

    [Reply]

    pande Reply:

    He… awalnya sih berencana begitu. Sayangnya persoalan dana punia yang lumayan itu, gag semudah yang dibayangkan orang. H-1 minggu, kita cuma positif dapet dana 5 Juta. Makanya banyak pos yang dipotong dari anggaran, termasuk Sewa LCD Projector yang nilai sewanya cukup mahal. Selain itu para pembicara juga kabarnya gag siap dengan Slide, makanya untuk pos tersebut kami tiadakan. 🙂
    Kalopun yang datang awalnya itu 1000 trus sesi kedua menyusut jadi 100, baru yakin banget kalo dua masukan diatas bisa jadi salah satu faktor penyebabnya. He…

    [Reply]

    Pande Putra Reply:

    Hmm.. kalo masalah proyektor bisa minjam ke semeton pande atau temen deket… Jadi gak keluar biaya lagi… Trus… Masak baru H-1 minggu baru nyari narasumber? sedangkan masalah dharma wacana sudah berbulan”…

    [Reply]

    pande Reply:

    Ha… waktu itu lagi krodit”nya Om, jadi sama sekali gag kepikiran mau pinjem sama temen/semeton. Kan beda kalo pikiran lagi ruwet mikirin dana ketimbang tenang”pasca kegiatan ?
    hehehe…
    Soal Nyari Narasumber memang sudah lama, tapi kepastian materinya kalo gag salah baru H-2. hahaha… silahkan dikonfirm ke yang lain 🙂

    Pande Putra Reply:

    Ya… Tak apalah… Untuk apa mempermasalahkan yg sudah berlalu… Mungkin nanti atau taun depan bisa di ulang kembali… tentu dengan persiapan yg super matang… agar tidak terulang kejadian yg seperti kemaren… Salam Panbers…

    [Reply]

Leave a Reply
*