Tips memecahkan Masalah Notifikasi FaceBook for Android

Category : tentang TeKnoLoGi

Agus Sunadi, salah seorang Droiders Group BaliDroid Community jejaring sosial FaceBook beberapa waktu lalu sempat bertanya perihal tak adanya Notifikasi (pemberitahuan) dari aplikasi FaceBook for Android di perangkat yang kini ia gunakan. Padahal notifikasi lain dari akun Twitter atau Gmail bisa berfungsi Lanjtar Djaja.

Keluhan ini kemudian ditanggapi oleh Admin Group, Putra Pande, yang memberikan petunjuk penting menuju sebuah link milik TeknoUp. Dari keterangan yang ada terungkap pula bahwa Notifikasi dari aplikasi FaceBook rupanya berjalan Lantjar pada perangkat ponsel pintar bernama BlackBerry namun tidak demikian halnya dengan perangkat Android. Apakah ada kaitannya dengan pengembangan Google+ yang berusaha menyaingi keberadaan FaceBook yah ?

Terlepas dari gosip tersebut, solusi yang dapat diberikan oleh TeknoUp untuk mengatasi ketiadaan Notifikasi dari aplikasi FaceBook for Android adalah (1) meminjam perangkat BlackBerry milik teman ; (2) melakukan login akun FaceBook pada aplikasi FaceBook for BlackBerry ; (3) mengaktifkan Pengaturan Notifikasi pada opsi pilihan dan menyimpannya serta me-LogOutnya kembali.

Sayangnya, seperti yang sudah kita ketahui bersama, saya yakin akan ada satu keengganan dari pemilik Android untuk meminjam perangkat BlackBerry milik teman sejawatnya apalagi bagi mereka yang sudah kadung mengintimidasinya dengan sejuta kelebihan perangkat robot hijau ini. Gengsi dong. Hehehe… lha, trus gimana caranya ?

Gampang. Gunakan saja aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator.

Bagi yang pernah melakukan aksi ‘Update Status via FaceBook for BlackBerry ‘ (dalam arti sebenarnya -bukan memanfaatkan aplikasi Status Via-) tanpa harus memiliki perangkat BlackBerry, saya yakin sudah punya aplikasi Simulator yang satu ini. Berukuran sebesar 122 MegaBytes, aplikasi BlackBerry Torch 9800 Simulator ini dapat diunduh melalui alamat resmi BlackBerry di dunia maya.

Setelah diinstalasi, jalankan aplikasinya dan masuk ke halaman Menu dengan menekan dua kali tombol berlogo BlackBerry yang ada dibawah layar. Apabila aplikasi FaceBook tidak terpantau dalam barisan Menu yang ada, silahkan pilih dan masuk ke Menu BlackBerry App World. Untuk melakukan pengunduhan terhadap aplikasi FaceBook for BlackBerry, silahkan buat akun BlackBerry ID terlebih dahulu dengan menggunakan alamat email yang dimiliki.

Langkah selanjutnya adalah masuk ke akun FaceBook dengan memasukkan user ID berupa alamat email dan password yang digunakan, kemudian tunggu proses hingga selesai. Setelah itu, silahkan tekan tombol berlogo BlackBerry untuk masuk ke Menu Pilihan (Options), centangkan opsi FaceBook Notification, simpan dan tutup aplikasi Simulator tersebut.

Jika langkah telah selesai dilakukan silahkan melakukan LogOut dan Login kembali akun FaceBook pada perangkat Android dan tunggu hasilnya. Notifikasi yang datang dari aplikasi FaceBook for Android akan bereaksi seperti harapan ketika teman memberikan tanggapan ataupun meninggalkan pesan pada halaman akun FaceBook.

Mudah bukan ?

Viber, Gag semua Android dan iOS Suka

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Sudah mencoba untuk menggunakan Viber Kawan ? well, bagi yang belum tahu apa dan bagaimananya, baca tulisan Viber sebelumnya yah.

Melanjutkan aksi ViberRator di blog www.pandebaik.com, kali ini saya ingin berbagi sejumlah informasi tambahan terkait penggunaan Viber sebagai salah satu alternatif sarana komunikasi jarak jauh yang tentu saja murah.

Seperti yang saya katakan diatas, bahwa Viber akan jauh lebih bermanfaat untuk melakukan komunikasi Voice jarak jauh, terutama bagi Kawan yang memiliki kerabat ataupun kenalan dan juga relasi bisnis jauh diluar negeri. Yang notabene, seumpama komunikasi dilakukan lewat ponsel GSM biasa ataupun interlokal barangkali jatuh biayanya  akan lebih mahal. Lantas bagaimana dengan Rekan sekantor misalkan ? selama masih bisa menggunakan jaringan antar operator, mengapa tidak ? jauh lebih mudah bukan ?

Sejak awal Viber memang sudah diwanti-wanti bahwa akan mampu berjalan dengan baik saat ponsel atau perangkat berada dalam jaringan <minimal> 3G atau Wifi. Lantas bagaimana dengan yang tak mampu menjangkaunya ? pada layar ponsel akan tertera peringatan ‘Poor Network’ alias jaringan data yang lemah sehingga baik kapasitas suara, kejernihan dan kecepatan sampainyapun tidak jauh berbeda saat saya menguji Voice Call milik akun Yahoo Messenger beberapa waktu lalu. Terputus-putus dan lag beberapa detik.

Seperti halnya Whatsapp, Viber bisa juga difungsikan sebagai sarana Messenger aliat Chat secara Free antar pengguna Viber. Uniknya, pemberitahuan balasan sekaligus sarana untuk membalas percakapan, tampil pula di halaman utama sebagai pop-up. Hal ini tentu jauh lebih memudahkan pengguna dalam berinteraksi satu sama lain. Meski demikian, hingga hari ini saya tak jua menemukan cara untuk membuat Group Chat seperti halnya Whatsapp untuk berinteraksi antar sesama pengguna Viber dalam jumlah banyak.

Terkait kompabilitas, sejauh tulisan terdahulu murni menyebutkan hanya untuk perangkat Android dan iOS dalam hal ini iPhone. Artinya, untuk perangkat berbasis os BlackBerry ataupun Symbian ya silahkan untuk menunggu Antrean selanjutnya. Tapi tahukah kawan bahwa ternyata tidak semua Android dan iOS kompatibel untuk bisa menggunakan Viber dengan baik dan benar ?

Terpantau seorang kawan Androiders yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan aplikasi Viber di Android Market senin pagi lalu. Hal yang sama ia temukan pula saat mengakses halaman resmi Viber dan berniat mengunduhnya. Padahal sebagai informasi, ponsel yang ia gunakan adalah Sony Ericsson eXperia Mini Pro yang sudah mengadopsi Android 2.3 GingerBread. Salah satu alternatif solusi yang dapat saya tawarkan saat itu adalah mengirimkannya file installer Viber melalui jalur email dan memintanya untuk menginstalasi secara manual. Hasilnya mantap. Viber bisa digunakan dengan baik. Bagi Kawan yang mengalami hal yang sama, saya sudah siapkan file installernya di 4Shared untuk jaga-jaga. Unduh disana yah…

Terpantau pula pada iPhone 3G milik seorang teman yang rupanya mentok di proses Verifikasi Kode sebagai upaya Registrasi Viber di perangkat yang akan digunakan. Padahal aplikasi sudah berhasil dicangkokkan. Lain lagi dengan perangkat iPhone 3GS milik seorang kerabat yang rupanya pasca instalasi Viber, terjadi malfungsi virtual keypad saat akan mengetikkan kalimat yang membuat huruf tertekan dua kali dari yang seharusnya. Ada yang mengalami ?

Meski demikian, pada percobaan saya yang kedua kalinya untuk menghubungi kakak di Ottawa Canada sana sepanjang perjalanan menuju kawasan Munggu hari Sabtu siang lalu (pasca publikasi tulisan), percakapan terjadi selama setengah jam lamanya dengan kualitas suara yang jernih dan jelas. Ini wajar adanya mengingat jaringan yang saya dapatkan selama komunikasi berlangsung adalah HSDPA alias 3,5 G. Jadi, sudah sepatutnya saya berTerima Kasih pula pada operator XL :p

Masih ragu untuk mencoba ?

Android itu… Mengasyikkan

13

Category : tentang TeKnoLoGi

Tiga kali Upgrade OS untuk sebuah perangkat Samsung Galaxy Ace dalam waktu enam bulan bisa dikatakan mengagumkan, mengingat kisah masa lalu bersama OS Windows Mobile memerlukan waktu tahun ketiga untuk bisa melakukan satu kali hal yang sama.

Android memang jauh berbeda dengan pendahulunya. Disini saya jelas merasakan betapa beruntungnya bisa memiliki sebuah perangkat berbasis Robot Hijau dalam masa trendsetter yang diciptakan begitu hebatnya oleh si raksasa Google. Bagi saya pribadi, Android jelas mengasyikkan. Jauh lebih mengasyikkan ketimbang ber-BBM-an seperti halnya yang digemari sebagian besar teman yang saya miliki.

Mau tahu mengapa ?

Touch Screen alias Layar Sentuh

Memiliki media input yang satu ini jelas jauh lebih memudahkan untuk berinteraksi ketimbang terhalang oleh puluhan tombol tekan serta tombol gulir hanya untuk mengakses apa yang diinginkan oleh otak. Semua hal dapat diakses dengan cepat dan baik. Apapun itu.

Memang, keberadaan media input Touch Screen alias Layar Sentuh memiliki banyak kelemahan dibandingkan dengan Keypad biasa. Salah satunya adalah borosnya daya tahan batere yang mampu dilakoni oleh setiap ponsel Android. Tapi siapa juga yang peduli jika interaksi jauh lebih nyaman dan tepat sasaran ?

Android Market

Tersedianya ratusan bahkan ribuan aplikasi dan juga games siap unduh dan instalasi kedalam perangkat secara cepat dan praktis. Sebagian besar dari jumlah tersebut lebih bersifat Gratis alias Free to Use. Kenyataan ini berbanding terbalik dengan App Store milik tetangga sebelah yang rata-rata memang berbayar.

Ketersediaan ini meliputi ragam kategori, dari Utility, Produktifitas, Hiburan, Multimedia, Edukasi untuk anak, bahkan aplikasi yang kadarnya hanya sekedar jahil sekalipun bisa dicoba dalam sekali waktu. Benar-benar Surga bagi penyuka oprek perangkat.

Open Source

Dengan sistem operasi yang bersifat terbuka menyebabkan banyaknya peluang untuk melakukan Customisasi perangkat sesuai kehendak Pengguna. Istilahnya ‘Anda yang mengerti Teknologi’.

Jika jeli dan mau bereksplorasi, sangat banyak pilihan yang bisa ditemukan di luar sana sebagai pengobat rasa bosan. Dari perubahan tampilan, kemampuan bahkan perubahan kekuasaan atau yang disebut dengan istilah Rooting, memberikan keleluasaan kepada pengguna untuk mengatur perangkat lebih jauh.

Demikian halnya dengan perubahan sistem operasi yang barangkali akan memberikan banyak nuansa dan pembelajaran baru bagi mereka yang menginginkan kinerja perangkat yang lebih baik. Yakin deh, makin kesini Anda melangkah makin besar pula keinginan yang timbul untuk membuat perangkat yang lebih sempurna digunakan baik memenuhi kebutuhan akan kerja, bersosialisasi hingga hiburan.

Unlimited Data

Salah satu hal mutlak yang dibutuhkan untuk dapat mengoptimalkan perangkat Android adalah paket data internet Unlimited. Saat ini bisa dikatakan sangat banyak pilihan yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan ini. Salah satu paket yang hingga kini masih betah saya gunakan adalah XL Unlimited 1 GB sebesar 99ribu sebulannya.

Padahal bisa dikatakan, dalam sebulan pemakaian minimal data sebesar 1,5 GB dijamin habis digunakan dalam batas pemakaian normal. Itu belum termasuk aktifitas download Video via YouTube, atau aplikasi via 4Shared dan Market loh.

Ketidakterbatasnya penggunaan data inilah yang makin membuat saya jatuh hati pada perangkat Android yang meski sudah melewati batas kuota yang dipersyaratkan namun jaringan minimal 3G tetap saya dapatkan hingga habis bulan.

Bukankah Android itu Mengasyikkan Kawan ?

drg.Nyoman Sudarnata, Utamakan Kualitas dan Pelayanan

17

Category : tentang Opini

Ada dua hal yang saya yakini sejak jauh sebelumnya terkait perawatan kesehatan Gigi. Mahal atau membutuhkan biaya yang tidak sedikit, dan lantaran Mahalnya itu, Kesehatan Gigi lantas bukan menjadi Prioritas Utama untuk ditangani oleh ahlinya.

Pada tahun 2004, lantaran sakit yang tak tertahankan, saya sempat memeriksakan gigi kepada seorang dokter muda yang praktek di dekat rumah kami. Waktu itu saya masih berstatus CPNSD sehingga yang namanya Gaji pokok masih berkisar dibawah satu juta rupiah. Dari proses perawatan yang dilakukan, terlihat sekali perbedaan perlakuan Konsumen oleh Dokter Gigi Muda, dibanding para Senior mereka. Sangat diperhatikan dan penuh keramahan. Sayangnya semua ketakjuban saya pada sang Dokter mendadak hilang pada saat pembayaran dikenai biaya sebesar 300 ribu rupiah. Hal ini berlaku pula saat pemeriksaan kedua dan ketiga. Masih bersyukur saya membawa uang lebih saat itu, namun tidak di pertemuan terakhir. Dengan besaran biaya Tambal Gigi hingga 900 ribu rupiah, ini pertama kalinya saya merasa Bodoh, karena bisa-bisanya berhutang kepada Dokter lantaran uang di dompet tak mencukupi. Besarnya tarif periksa ini, diakui pula oleh seorang sepupu yang lebih memilih mencabut gigi di Dokter Gigi ternama dekat rumah. Sejak saat itu, saya memutuskan untuk tak lagi ke Dokter Gigi.

Praktis, dibandingkan kesehatan tubuh lainnya, setiap kali merasakan sakit gigi lebih kerap saya abaikan ketimbang dirawat ke Dokter Gigi. Satu-satunya obat atau solusi paling cepat dan murah untuk menghilangkan rasa sakitnya adalah puyer Bintang Toedjoe yang dijual limaratusan rupiah per sachetnya. Bahkan untuk pemeriksaan secara berkala seperti yang dianjurkan oleh para Dokter Gigi di iklan masyarakat baik melalui media cetak maupun televisi pun tak pernah saya ikuti. Hingga akhirnya satu waktu gigi belakang terpantau sudah goyah dan musti dicabut.

Ada dua Dokter Gigi yang disarankan oleh orang tua saat itu. drg. Ibu Dayu yang praktek di sebelah barat banjar Kayumas Kelod dan drg.Rudita yang praktek di jalan Thamrin, sebelah barat Puri Pemecutan. Lantaran Ibu Dayu dikabarkan sudah ‘melinggih’ oleh putranya yang kebetulan masih rekan sekantor, maka drg. Rudita-lah yang menjadi satu-satunya pilihan. Dan bersyukur, ternyata memang saya tak salah pilih. Selain biaya perawatan yang terjangkau oleh kantong, proses pencabutan gigi berlangsung cepat dan tanpa masalah. Sakit gigi pasca pencabutan yang kabarnya bisa berlangsung hingga dua tiga hari, malah tak saya rasakan lantaran anjuran untuk mengkompresnya dengan es batu saya laksanakan sebaik-baiknya.

Sayangnya, saat merasakan sakit gigi berikutnya, saya tak bersua drg. Rudita lantaran Beliau dikabarkan cuti dalam waktu yang cukup lama. Satu-satunya pilihan yang ditawarkan saat itu adalah menyerahkannya kepada seorang Dokter Gigi Muda yang sepengetahuan saya memang praktek secara bergantian di tempat yang sama. Entah memang ada petunjuk dari-Nya, sehari sebelum memutuskan periksa, saya sempat membaca satu pengalaman anggota milis sebuah grup dunia maya, yang dihadapkan pada pilihan sama dengan yang saya alami. Inti cerita, tidak ada salahnya kita memberikan kesempatan kepada seorang Dokter Muda yang berpraktek di tempat yang sama saat dokter senior langganan sedang berhalangan praktek. Karena bagaimana mungkin dokter muda itu akan menjadi berpengalaman dan berkualitas jika kita tak pernah memberikannya kesempatan untuk membuktikannya ? dan yakinlah bahwa seorang Dokter Muda pasti memiliki keinginan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pasiennya.

Dokter Gigi I Nyoman Sudarnata. Selama tiga tahun merasakan pelayanan kesehatan Gigi, hingga saat ini saya pribadi tak jua mengenal sosoknya  lebih jauh. Yang saya tahu hanyalah Beliau seorang Ayah yang baik dari dua anak dan satu istri, memiliki ketertarikan pada sejarah dan spiritual, serta berbekal visi pelayanan yang terbaik bagi pasien.

Sebagai seorang Dokter Muda, Dokter Komang demikian panggilan akrabnya, memenuhi banyak persyaratan yang kerap diinginkan oleh para orang tua usia muda. Keramahan dalam Pelayanan, tak pelit untuk berbagi informasi ataupun tips menjaga kesehatan (dalam hal ini terkait Gigi) dan utamanya, mampu memahami kemampuan atau daya jangkau pasiennya dalam membayar jasa. Untuk yang terakhir ini, rupanya tidak berbeda dengan gaya Dokter Gigi Rudita, senior Beliau yang menyasar golongan pasien Menengah ke Bawah.

Lantaran faktor ‘Terjangkau inilah, tidak heran ada kalangan yang kemudian mempertanyakan soal kualitas Pelayanan yang diberikan, karena memang selama ini dunia kita  selalu mengenal ‘ada harga pasti ada kualitas’. Tapi kalo boleh saya memberi pertimbangan, tidak selalu loh harga atau biaya yang mahal akan memberikan kepuasan secara kualitas bagi penggunanya. Dalam hal pelayanan jasa kesehatan pun saya lihat banyak contohnya diluaran. Dan untuk Dokter Komang, tingkat kunjungan pasien barangkali masih bisa dijadikan sebagai salah satu tolok ukur jika yang dipertanyakan itu adalah soal Kualitas Pelayanan.

Dengan alasan demi menjaga kesehatan pribadi dan juga hubungan emosional dengan keluarga kecil baik Istri dan kedua anaknya, Dokter Komang membatasi diri untuk melakukan Praktek selama tiga hari dalam satu minggu. Selasa dan Kamis dari pukul 10 pagi hingga 6 sore, sedangkan khusus hari Sabtu Beliau melayani pasien hingga jam 9 malam.

Apabila pasien ingin mengetahui apa dan bagaimana penyebab sakit yang dialaminya pun, Dokter Komang siap memberikan penjelasan dalam bentuk gambar sehingga dapat lebih mudah dipahami oleh awam seperti halnya saya. Demikian pula dengan cara mencegah dan penanganan darurat yang barangkali bisa menunda rasa sakit yang datang.

Dari segi peralatan yang digunakan Dokter Komang memang tak semapan Dokter muda yang dahulu pernah saya kunjungi. Namun secara garis besar dan kelengkapannya masih sama. Hanya saja bila dibandingkan dengan ruang praktek dokter lain seperti Dokter kandungan Wardiana misalnya, saya merasa bahwa suasana ruang praktek dokter Komang kurang dilengkapi dengan alunan Musik yang barangkali bisa memberikan psikologi kepada pasien, bisa sedikit Rileks saat menjalani perawatan. Hehehe… Just my Imagination saja.