PanDe Baik memperkenalkan @LPSEBadung akun Twitter non-Official LPSE Pemkab Badung

2

Category : tentang PeKerJaan, tentang TeKnoLoGi

“LPSE Badung merupakan Lembaga yang menyelenggarakan pengadaan barang/jasa pemerintah secara elektronik di lingkungan Pemerintah Kab.Badung” (19 Mei)

“LPSE adalah unit kerja yang dibentuk untuk melayani ULP/Panitia Pengadaan yang akan melaksanakan pengadaan secara elektronik” (19 Mei)

“Informasi lebih lanjut silakan kontak kami di [email protected]” (19 Mei)

“alamat LPSE Badung dapat diakses melalui lpse.badungkab.go.id” (19 Mei)

Empat Informasi diatas merupakan awal dari keberadaan akun Twitter @LPSEBadung untuk berusaha ikut serta eksis di dunia maya, 19 Mei 2011 lalu.

Bukan tanpa alasan kami meluncurkan akun Twitter non-Official  LPSE Pemkab Badung.

Ditengah gencarnya arus informasi yang berlalu lalang di dunia maya, beberapa instansi dan unit pemerintah tampaknya sudah mulai memperlihatkan kemajuan untuk saling bertukar ataupun mempublikasikan informasi dari/kepada Masyarakat secara singkat dan padat. Atas dasar itulah, Twitter sebagai salah satu akun jejaring sosial dunia maya yang hanya memperbolehkan penggunanya untuk berbagi informasi sepanjang 140 karakter, kemudian menjadi pilihan kami. Tujuannya adalah untuk berbagi informasi dan Tips seputar Proses Pengadaan Barang dan Jasa yang dilakukan secara Elektronik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Namun untuk dimaklumi, bahwasanya akun @LPSEBadung bukan merupakan kebijakan Resmi dari Pemerintah Kabupaten Badung sehingga dalam pengelolaannya tidak didukung oleh Anggaran ataupun hal-hal yang berkaitan dengan formalitas lainnya. Semua ini murni berangkat dari kreatifitas kami, Tim LPSE Badung dalam memberikan inovasi dan sedikit pengetahuan bagi masyarakat atau para pelaku yang memang membutuhkan informasi seputar Pengadaan Barang dan Jasa, disertai Tips-Tips ringan untuk mempermudah langkah dan kerja.

Untuk itu, bagi Rekan-rekan yang berminat untuk mengetahui bagaimana Proses serta Tips-Tips seputar Informasi pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, dan secara kebetulan memiliki pula akun jejaring sosial Twitter, silahkan Follow @LPSEBadung mulai hari ini.

“Sekedar mengingatkan, silahkan Kontak kami di lpse.badungkab.go.id atau e-mail di [email protected] atau follow @LPSEBadung

Merakit Fixie (Balap) Holic www.pandebaik.com

1

Category : tentang iLMu tamBahan

Berbekal gambaran awal terkait kisaran biaya yang diberikan Dika Bandot, sepupu yang sudah terbiasa merakit Sepeda Fixie, pada akhirnya keputusan untuk mengubah sosok sepeda balap yang sudah tak terpakai lagi ini makin bulat saja. Nekat menggondolnya kedalam mobil kijang jadul berdua bersama MiRah putri kami, sepeda balap tersebut sampai di tangan para pembesut Fixie Holic, hari Minggu 19 Juni lalu.

Lantaran sedikit kesibukan untuk mempersiapkan Loka Sabha Maha Semaya Warga Pande, yang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni kemarin, membuat jadwal pembelian perlengkapan sepeda baru bisa dilaksanakan Jumat sore sebelumnya. Uang sebesar 2 Juta rupiah yang disediakan sejak awal, ludes tuntas untuk menebus beberapa kelengkapan khas sepeda Fixie. Dari sekian banyak yang dibeli, urusan kaki (ban sepeda) merupakan yang termahal dibanding lainnya.

Awalnya desain yang saya ajukan untuk dibuatbegitu sederhana dan simpel. Menggunakan dua warna netral hitam dan putih agar kelak saat dibawa kemana-mana tak lagi membebani asesoris tambahan ataupun warna kostum yang saya gunakan. Sayangnya, saat melakukan pembelian kelengkapan, ada beberapa item yang tak bisa kami temukan selaras pewarnaannya dengan ide awal. Maka jadilah ide tersebut berubah sesaat sebelum melakukan pembayaran.

Proses pembongkaran sepeda balap hingga perakitan kelengkapan sepeda Fixie rupanya hanya membutuhkan waktu 3 hari saja. Sangat cepat mengingat tak banyak permintaan ataupun perubahan yang dilakukan sejak desain warna ditentukan. Merah dan Hitam.

Warna ini saya pilih untuk lebih memberikan efek eye catching saat digunakan siang hari atau mudah dikenali mata, dan tentu membuatnya jauh lebih kekar dan mantap. Meski tak terlihat dinamis seperti konsep dasar sebuah Sepeda Fixie, sepeda yang kami rakit ini tentu saja makin membuat saya tetap pede ketika menggunakannya nanti.

Tak hanya dari segi pewarnaan saja yang melenceng, tapi juga dari segi penggunaan rem tangan yang saya putuskan untuk tetap ada, mengingat saya belum pernah menggunakan rem tipe Torpedo sebelumnya. Begitu juga terkait asesoris lain seperti lampu depan dan belakang, bel dan kelak saya rencanakan tempat minum serta dudukan bayi. Hehehe…

Ya, tampaknya MiRah putri kecil kami begitu antusias melihat sepeda Fixie rakitan Fixie Holic yang sudah bisa dibawa pula Senin malam lalu. Dengan warna dominan Merah dan Hitam, penampilan sepeda baru yang telah dilabeli stiker www.pandebaik.com di kedua garpu depan, tampak begitu cerah saat digunakan di siang hari.

Fixie (Balap) Holic Merah dan Hitam ini pun melaju dengan baiknya selasa dini hari menuju seputaran alun-alun Kota Denpasar untuk sekedar mengenang masa lalu ataupun update status di sela istirahat sejenak pojokan patung Catur Muka.

Jika kalian melihatnya nanti, jangan segan untuk menyapa yah…

 

Terjangkit Virus Fixie Holic

5

Category : tentang iLMu tamBahan

Gowes Yuk…

Ajak seorang teman beberapa kali dalam tiga bulan terakhir ini. Sayang, setiap kali ajakan itu dilontarkan, setiap kali itu pula aku menolaknya. Alasannya sederhana. ‘gag punya sepeda nih…’. padahal di Gudang belakang, ada sebuah sepeda balap yang sudah tak kupakai lagi sejak kepindahan kantorku yang aksesnya lumayan jauh dari rumah. Sebuah Sepeda pemberian almarhum kakek saat aku masih duduk di bangku SMP.

Gowes Yuk…

Si Teman seakan tak pernah lelah menawariku untuk ikut serta dalam setiap aksi bersepeda beberapa rekan terdekat yang hanya mengambil rute-rute pendek.

Fixie Holic

Stiker ini kujumpai disebuah tangkai sepeda berwarna hijau metalic, tak sengaja ketika kami sekeluarga hadir dalam sebuah arisan keluarga. Dengan warna yang menjolok mata, sepeda yang bentukannya sederhana dan simpel ini langsung saja menarik hati dan teringat pada ajakan Gowes teman tadi.

Fixie. Sebuah penamaan baru untuk sebuah sepeda yang identik dengan gaya minimalis dan simpel . beberapa ciri khas yang gampang dikenali adalah sepeda Fixie tidak memiliki rem seperti halnya sepeda biasa. Lantas bagaimana caranya si pengguna sepeda Fixie melakukan pengereman ? Torpedo. Si  pengguna tinggal mengandalkan kekuatan pedal atau memutarnya sedikit kearah belakang untuk memperlambat laju.

Ban sepeda Fixie juga jauh lebih kecil dan ringan, sehingga biasanya sepeda ini diadopsi dari sepeda balap yang pula memiliki karakter ban yang sama.  Untuk membuatnya sedikit bergaya, ban Fixie ditambahkan sebuah pelek (velg) lebar berukuran 3 s/d 5 cm. Makin lebar pelek yang digunakan, makin besar pula image kaki yang terlihat dari sebuah sepeda Fixie.

Penampilan sebuah Sepeda Fixie kelihatannya benar-benar mencerminkan sosok seorang anak muda yang cenderung simpel namun tetap kreatif.

Wujud kekreatifan dari sosok sepeda Fixie diwujudkan dengan penggunaan kelengkapan sepeda ataupun warna-warna yang dinamis. Lihat saja di seputaran tempat penjualan alat kelengkapan sepeda. Bisa ditemui beberapa jenis rangka yang tak biasa, beragam warna yang menghiasi ban, pelek, kreng ataupun pedal bergantung pada selera si pembeli.

Untuk mendapatkannya, seorang peminat sepeda Fixie dapat membeli jadi di toko sepeda terdekat dengan harga yang bervariasi, dari 2 juta hingga 4,5 juta keatas untuk pemegang brand atau merek tertentu. Kendati begitu, tak sedikit pula yang memutuskan untuk merakit dan mencoba menggabungkan beberapa pilihan yang tidak biasa untuk memuaskan hasrat mereka. Untuk yang satu ini, budget yang disediakan biasanya sedikit lebih besar dari model sejenis yang bisa didapat dari membeli jadi.

Trend penggunaan Sepeda Fixie kalo tidak salah sudah mulai ramai sejak tahun 2010. Sayangnya saya pribadi baru terjangkiti Virus Sepeda Fixie sekitar bulan Juni lalu. Itupun setelah terpukau dengan warna warni Sepeda Fixie yang dipamerkan Fixie Holic saat arisan keluarga beberapa waktu lalu.

Akhirnya, sayapun mengambil keputusan dalam waktu singkat untuk merakit sendiri Sepeda Fixie dengan mengandalkan sepeda balap yang sebetulnya sempat diperbaiki lima tahun lalu, Saat masih berkantor di jalan Beliton, 500 meter jauhnya dari rumah. Bagaimana hasilnya ? tunggu lanjutannya.

 

Memperkenalkan Warga Pande di dunia maya

8

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang iLMu tamBahan, tentang InSPiRasi

Seperti cerita Gigi dalam salah satu karyanya, semua yang kami alami setahun terakhir benar-benar berawal dari FaceBook. Namun pertemuan yang kami alami setahun lalu, membawa banyak cerita baru dalam setiap langkah yang kemudian kami ciptakan. Rasa persaudaraan itupun muncul ke permukaan. Membelah semua perbedaan yang ada di masing-masing kepala.

Saya masih ingat, Group Warga Pande Bali awal tahun 2010 lalu, malah sempat saya tinggalkan lantaran tak banyak informasi tentang keberadaan Warga Pande yang saya dapat. Putu Yadnya aka Pande Bali yang saat itu menjadi Admin (sekaligus pembuat halaman Group) pun jarang terlihat aktif berbagi informasi. Maka jadilah saya menurunkan satu tulisan yang bisa dikatakan ‘membakar perasaan setiap semeton Warga Pande yang membacanya di blog pribadi yang saya kelola.

Kadang Saya Malu Mengaku Nak Pande

Siapa sangka, tulisan inilah yang kemudian mempertemukan saya dengan Semeton Pande lainnya termasuk dengan admin Group Warga Pande Bali, Meski kami baru benar-benar bersua secara langsung saat pertemuan kedua di satu tempat makan seputaran jalan Drupadi.

Dari sinilah saya kemudian mengenal orang-orang yang selalu berusaha memberikan yang terbaik di bidang yang ia pahami dan kuasai. Putu Yadnya aka Pande Bali, Yande Putrawan yang kini didapuk sebagai Ketua Yowana Warga Pande Kota Denpasar, Dego Pande Suryantara pula sebagai Ketua Yowana Warga Pande Kabupaten Tabanan, bli Ande Tamanbali yang keberadaannya kini sudah mulai menyepi dari dunia maya dan Putu Adi Susanta seorang Radiografer Rumah Sakit Sanglah yang telah saya kenal sebelumnya di komunitas Bali Blogger Community.

Berangkat dari minimnya informasi yang bisa didapatkan baik secara tercetak dalam sebuah buku maupun dunia maya tentang keberadaan Warga Pande, kami pada akhirnya mulai mengumpulkan semeton lain satu persatu dan menggalang kekuatan untuk mengadakan satu dua kegiatan sosial yang sekiranya bisa memberikan arti positif pada kami semua. Maka jadilah kegiatan Dharmawecana itu digulirkan setahun lalu.

Tak hanya itu, kamipun berusaha untuk ikut serta dalam setiap kegiatan Ngayah yang dilakukan di Pura Penataran Pande Tamblingan dan syukur, masih bisa kami lanjutkan hingga kini. Termasuk kegiatan Penanaman Pohon dilingkungan Pura.

Pelan-pelan semua kegiatan itu kami dokumentasikan dan simpan dalam berbagai media yang telah ada. Baik blog pribadi maupun Group dan akun jejaring sosial FaceBook.  Sayangnya, informasi yang telah disimpan ini masih bersifat terbatas untuk dapat diakses oleh Warga Pande secara umum di dunia maya. Untuk itu, kami pun berkeinginan untuk membuat satu media komunikasi serta dokumentasi satu sama lain, sebagai ajang diskusi dan berbagi informasi di dunia maya tanpa harus dipaksa memiliki akun salah satu jejaring sosial. Maka diluncurkanlah alamat wargapande.org.

Dengan mengandalkan WordPress sebagai mesin utamanya, maka bisa dikatakan secara tampilan jadi tak jauh beda dengan blog pribadi yang saya kelola  www.pandebaik.com,  hanya saja wargapande.org jadi sedikit lebih garang lantaran halamannya yang didominasi warna Hitam dan Merah.

Web ini kemudian diperkenalkan secara resmi kepada Publik saat Loka Sabha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar yang dilaksanakan di Banjar Pande Desa Renon, 25 Juni 2011 lalu, bertepatan dengan Pelantikan Yowana Warga Pande Kota Denpasar Periode 2011-2016.

Harus kami akui bahwa segmen utama yang di sasar di dunia maya adalah Yowana atau Generasi Mudanya. Karena melalui Generasi inilah yang akan diharapkan dapat tetap eksis dan selalu aktif berbagi informasi tentang Dharma Kepandean kepada semeton Yowana atau generasi muda lainnya yang memang sudah tampak aktif berinteraksi di dunia maya, termasuk FaceBook salah satunya.

Masih jua merasa belum cukup dengan akun Group FaceBook Warga Pande Bali dan web wargapande.org, rupanya Putu Adi Susanta, tweeps teraktif yang pernah saya kenal sekaligus blogger kondang yang mengelola radiografer.net, sudah membuat akun Twitter @wargapande sedari pertengahan tahun lalu. Kalau tidak salah sejak kami, para Yowana Warga Pande, mulai ramai mengisi waktu luang dengan kegiatan-kegiatan positif.

Terpantau Tweet terakhir yang diluncurkan oleh Pak Putu Tarno (sapaan akrab kami pada Master Putu Adi lantaran yang bersangkutan jago sulap) sekitar bulan Agustus 2010. Tepatnya ketika Uwe Sutedja Neka, Jejeneng Keris yang mengelola Museum Neka Ubud, mulai menyajikan aksi yang memukau, mendirikan keris diatas gagangnya saat DharmaWecana berlangsung. Maka jadilah akun Twitter @wargapande ini menjadi yang ketiga kami perkenalkan dan coba kelola.

Memang akan ada banyak hambatan dan tantangan yang kami yakin bakalan ditemui sepanjang perjalanan nanti sembari mengelola tiga akun Warga Pande disela kesibukan kerja masing-masing. Namun harapannya cukup sederhana kok. Minimal apa yang sudah kami lakukan, bisa menginspirasi Semeton Warga Pande lainnya terutama yang datang dari usia Generasi Muda untuk ikut serta berbagi informasi terkait Dharma Kepandean, agar kelak Generasi kami berikutnya tidak akan merasakan ‘Malu untuk mengaku Nak Pande.

Link to :

Susunan Pengurus Yowana Paramartha Warga Pande Kota Denpasar 2011 – 2016

Category : tentang DiRi SenDiri

Om Swastyastu. Sekali lagi www.pandebaik.com mengucapkan Selamat dan Sukses untuk para Yowana atau Generasi Muda Pande yang telah dilantik sebagai Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar periode 2011 – 2016 pada Loka Sabha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar, hari sabtu 25 Juni 2011 lalu.

Berikut disampaikan Susunan Pengurus Yowana Paramartha Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar periode 2011 – 2016 seperti yang disampaikan oleh Ketua Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar periode 2006 – 2010, I Wayan Pudja, SH., MSi melalui Surat Keputusan nomor 02/MSWPK/VI/2011 tanggal 25 Juni 2011.

Penasehat : Ketua Maha Semaya Warga Pande Kota Denpasar

Ketua : I Wayan Putrawan, SH

Wakil Ketua : Pande Agus Hardy Sarjana

Sekretaris : Pande Nyoman ArtaWibawa, ST., MT

Bendahara : Made Yulitasari

Wakil Bendahara : Kadek Alit Rusmini

 

Seksi Kewidanaan (Organisasi)

Ketua : Gede Purnamadi

Sekretaris : Ni Kadek Suryadewi

Anggota :

1. I Ketut Sukanta

2. Ni Luh Putu Apriandari

3. I Putu Pande Alit Pandika

 

Seksi Diklat & Pengembangan Sumber Daya Manusia

Ketua : Gede Putra Mahendra

Sekretaris : Pande Made Desy Dwisukmasurya

Anggota :

1. I Wayan Gita Tulistyaputra

2. Dian Febriana

3. Pande Agus Darmasastra

4. Made Maha Kharisma, PDT

 

Seksi Sosial Budaya

Ketua : Pande Karsana

Sekretaris : Kadek Putri Wahyu Setiti

Anggota :

1. Pande Made Dwi Ariadi

2. Pande Putu Wisnu Murti

3. Pande Made Surya Candra

 

Seksi Sosial Ekonomi

Ketua : I Kadek Suwerta, SE

Sekretaris : I Nyoman Lodra, SE

Anggota :

1. I Ketut Mustika Adi

2. I Made Arcaya

3. I Kadek Artana

 

Seksi Hubungan Masyarakat

Ketua : I Made Oka Budiarsa

Sekretaris : Luh Putu Siska Puspayani

Anggota :

1. Pande Gede Mahendra Sila

2. Pande Komang Agus Dharmaputra

3. Pande Putu Gede Putra Partama

4. Pande Putu Junanta

 

MAHA SEMAYA WARGA PANDE

KOTA DENPASAR

KETUA :

 

(I WAYAN PUDJA, SH., MSI)

 

Dskon.com, tempat ngumpulnya semua Diskon Online Voucher Indonesia

3

Category : tentang KeseHaRian

Indonesia adalah salah satu negara dengan pertumbuhan bisnis internet dan onine terbesar. Tercatat tahun 2008 perputaran uang belanja iklan di internet sebesar Rp. 100 miliar, tahun 2010 menjadi Rp. 400 miliar dan tahun 2011 ini sudah menyentuh angka Rp. 800 miliar ! Pertumbuhannya sangat signifikan yaitu 200 persen dimana media konvensional hanya tumbuh sekitar 10 persen saja.

Bermacam gaya perbelanjaan online pun muncul, dan yang paling marak adalah gaya perbelanjaan online dengan membeli online voucher untuk mendapatkan diskon. Sudah tidak terhitung berapa banyak website penyedia online voucher di Indonesia, seperti dealkeren, disdus, hemat.com dan masih banyak lainnya.

Sayangnya, sangking banyaknya website model ini di Indonesia membuat kita para konsumen kebingungan dalam melihat dan memilih diskon yang ada (Setidaknya kita membutuhkan waktu seharian untuk bisa melihat semua penawaran diskon yang ada di Indonesia). Apalagi ketika kita ingin melakukan perbandingan, bayangkan berapa banyak tab yang harus kita buka jika 1 website saja memiliki lebih dari 10 penawaran diskon ?

Tidak perlu khawatir, karena kini Dskon.com telah hadir di Indonesia menawarkan sebuah one-stop-shopping website yang memudahkan setiap masyarakat Indonesia dalam melakukan perbelanjaan online. Dskon MEMBAWA dan MENGUMPULKAN semua penawaran diskon yang dimiliki oleh semua website penyedia online voucher Indonesia dalam satu halaman cantik, sehingga konsumen hanya perlu membuka 1 halaman saja untuk bisa melihat SEMUA DISKON yang ada di Indonesia.

Dskon.com merupakan sebuah perusahaan internasional yang bermarkas di Berlin, Jerman. Kami sudah menuai kesuksesan di 15 negara di seluruh dunia seperti Spanyol, Brasil, Meksiko, Filipina dan kini kami hadir di Indonesia. Tidak perlu takut melewatkan penawaran diskon terbaik karena kami memiliki teknologi serius di Jerman ini untuk dapat mendeteksi semua penawaran yang ada di Indonesia.

Dskon sebagai one-stop-shopping website menawarkan setiap masyarakat Indonesia sebuah solusi praktis untuk tetap dapat menikmati kesenangan berbelanja di masa krisis ini.

Kunjungi www.dskon.com dan dapatkan diskon terbaik !

Dskon.com, tempat mencari semua Diskon Daily Deals Indonesia

3

Category : tentang KeseHaRian

Group buying benar-benar mulai meramaikan dunia bisnis internet ( e-commerce ) Indonesia ! Ini merupakan sebuah gaya berbelanja yang lahir dari kejeniusan sebuah website Amerika bernama Groupon. Groupon memperbolehkan masyarakat untuk dapat menikmati semua kesenangan gaya hidup dengan harga murah dan diskon super besar ! Faktanya, perusahaan ini telah dianugerahi sebagai “The Fastest Growing Company Ever” versi Majalah Forbes. Sejak saat itu, banyak sekali website group buying Indonesia ( Groupon Clone ) bermunculan, seperti deal keren, disdus, lapar.com dan masih banyak lagi.

Di Indonesia ada kurang lebih 13 website group buying yang menyediakan diskon daily deals untuk restoran, salon, spa, hiburan dan wisata hingga 90%. Tentu saja, kita sebagai konsumen sangat menyambut baik akan lahirnya website-website group buying Indonesia baru ini, karena akan terdapat lebih banyak pilihan diskon untuk dinikmati. Namun, masalah pun datang ketika kita ingin membandingkan setiap penawaran diskon yang tersedia, seperti besar diskon, kategori, letak toko dll ( bayangkan jika 1 website group buying saja memiliki 10 penawaran, berapa tab yang harus kita buka ? )

Dskon hadir mengatasi semua masalah kalian ! Dskon mengumpulkan dan mengkategori SEMUA promo yang diberikan oleh SEMUA website penyedia kupon diskon online Indonesia ( deal keren, disdus, dll ). Kita tidak perlu lagi repot-repot membuka banyak tab di browser untuk membandingkan setiap penawaran, karena Dskon MENGUMPULKAN penawaran tersebut dalam satu halaman sehingga memudahkan kalian dalam melakukan perbandingan dan memilih diskon yang paling besar !

Jika kalian ingin mencari promo restoran di Jakarta misalnya, cukup memilih restoran sebagai kategori dan Jakarta sebagai kota, maka seketika semua penawaran restoran di Jakarta akan langsung dijabarkan di depan mata kalian. Tidak perlu takut akan melewatkan penawaran terbaik karena Dskon berencana untuk dapat me-deteksi setiap  promo yang disediakan oleh para website group buying Indonesia lebih cepat dari tim PAGASA me-deteksi keberadaan badai !

Dskon merupakan sebuah bagian dari perusahaan yang memiliki basis di Berlin, Jerman dan telah meraih kesuksesan di 15 negara lain seperti Turki, Italia, Brasil, Spanyol, dan Meksiko. Melihat potensi pasar Indonesia yang sangat besar, Dskon yakin kalau Indonesia akan menuai kesuksesan yang lebih dari 15 negara yang telah disebutkan tersebut.

Dskon sebagai layanan group buying aggregator yang memudahkan kita untuk melihat, mencari dan mendapatkan diskon terbaik sesuai dengan kebutuhan Anda.

10 Pertimbangan Bagaimana Memilih Perangkat Android yang Tepat sesuai Kebutuhan

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Setelah sekian lama menggunakan dan berusaha memahami bagaimana perangkat Android mengerti akan kebutuhan penggunanya, tulisan berikut saya persembahkan unruk Rekan-rekan semua yang barangkali berkeinginan untuk mencoba memilih perangkat Android yang tepat sesuai kebutuhan, baik yang berkaitan dengan pekerjaan ataupun lifestyle.

Apa saja yang dapat dipertimbangkan dalam memilih perangkat Android yang sesuai dengan Kebutuhan ? Berikut 10 peringkat yang bagi saya pribadi patut dipertimbangkan.

Peringkat Pertama, tentu saja Harga. Harga akan terkait erat dengan persediaan Budget yang ada. Pertimbangan pertama ini bisa dilewati jika Harga atau Budget bukan lagi menjadi satu masalah besar untuk memilih perangkat Android. Untuk pertimbangan Harga, saya pilah menjadi tiga. High Budget, Mid Budget dan Low Budget. Semakin tinggi harga ataupun budget yang dimiliki, maka perangkat Android yang dapat dipilih akan makin banyak jenis maupun kemampuannya. Sejauh ini sudah ada perangkat Android yang mengadopsi prosesor dual core (LG Optimus 2X), layar AMOLED (Samsung Galaxy S)atau Tablet dengan layar lebar nan luas (Samsung Galaxy Tab 10.1). di Mid Budget, dipenuhi oleh produk-produk yang secara kemampuan sangat layak diperhitungkan namun masih dapat dijangkau oleh kantong. Well, ada Samsung Galaxy ACE S5830 yang saya miliki atau LG Optimus One atau Sony Ericsson Xperia Mini Pro. Sedangkan pada tingkay Low Budget, ditawarkan produk dengan harga yang sangat menggiurkan namun tetap mengadopsi sistem operasi yang pintar. Katakanlah seperti Samsung Galaxy Mini, LP Optimus Me ataupun Sony Ericsson X8.

Peringkat KeDua, saya ambil Brand. Semakin beken Brand yang mengusung perangkat Android akan berbanding lurus dengan harga yang harus dibayarkan. Katakanlah HTC atau Sony Ericsson yang biasanya rajin mengisi pangsa pasar High Budget. Kemudian ada Samsung, LG dan Motorola yang masuk di semua lini. Sedangkan di bagian brand lokal ada Imo, Nexian dan CSL yang rata-rata bisa dikatakan sangat terjangkau.Faktor Brand biasanya terkait erat pula dengan UI (User Interface), bahan baku perangkat atau bahkan fitur khusus yang ditawarkan.

Peringkat KeTiga ada Luasan Layar. Yang saya maksudkan disini adalah lebar layar sentuh yang menjadi persyaratan mutlak sebuah perangkat Android. Semakin lebar layar yang dimiliki, semakin mahal pula harga yang harus dibayarkan. Untuk perangkat ponsel Android pada umumnya berkisar 2,5” s/d 3,5”. Yang masuk dalam kategori ponsel Premium kisaran 4” s/d 5” sedangkan yang masuk dalam kategori Tablet kisaran 7”, 8,9” s/d 10”.  Semakin lebar luasan layar, semakin nyaman pula untuk digunakan.

Peringkat KeEmpat adalah Versi sistem operasi Android yang dibekali pada perangkat. Tahun 2011 memang sudah sangat jarang ditemukan perangkat Android yang masih menggunakan versi 1.5 atau yang dikenal dengan istilah Donut atau versi 1.6 Cupcake sebagai bahan jualan utama dalam kondisi baru. Minimal versi 2.1 Eclair, atau yang sudah umum bahkan menjadi standar 2.2 Froyo, sedangkan yang 2.3 GingerBread (kue jahe) dan 3.0 HoneyComb masih bisa dikatakan sangat jarang digunakan, kecuali untuk ponsel premium atau perangkat Tablet.  Semakin baru versi sistem operasi yang digunakan, semakin banyak kemudahan/kelebihan yang didapatkan. Katakanlah fitur Tethering atau Portable Hotspot, atau bahkan pemilahan Storage antara aplikasi dengan Games.

Peringkat KeLima adalah Resolusi layar yang digunakan. Disini saya bagi menjadi tiga juga, antara yang standar dengan resolusi 240×320 atau sebaliknya (Samsung Galaxy Mini, LG Optimus Me, Samsung Galaxy Pro dan Fit), menengah dengan resolusi 320×480 (Samsung Galaxy ACE dan Gio) dan yang paling keren itu 480×800 atau lebih (LG Optimus 2X, samsung Galaxy S II, Samsung Galaxy Tab). Semakin besar resolusi layar, ya semakin mahal pula harganya. Semakin besar resolusi layar yang dimiliki, maka tingkat kompabilitas perangkat dengan banyaknya aplikasi dan juga games pun akan semakin besar.

Peringkat KeEnam adalah Kekuatan Prosesor.  Untuk yang satu ini akan berbanding lurus dengan kinerja perangkat saat melakukan pekerjaan Multitasking (banyak aktifitas dalam waktu yang bersamaan). Semakin besar prosesor, ya semakin sedikit jeda/lag yang mungkin terjadi saat beraktifitas. Memang masih ada perangkat yang menggunakan prosesor 500 MHz, namun yang menjadi standar masa kini adalah 600 MHz atau bahkan ada pula yang sedikit lebih besar, 800 MHz. Sedangkan yang tergolong High Budget, sudah ada yang mengadopsi 1 GHz, 1,2 GHz bahkan LP Optmus 2X menggunakan Dual Core sebagai mesin penggerak utamanya.

Peringkat KeTujuh adalah Jenis layar yang digunakan, apakah sudah mendukung MultiTouch atau belum. Untuk pertimbangan ini akan banyak berpengaruh pada pola pemakaian, terutama yang berkaitan dengan Browser, Foto, Dokumen, ataupun peta. Akan sangat memudahkan apabila layar dapat mengadopsi fitur Cubit untuk memperbesar/kecil skala.

Peringkat keDelapan masuk pada Memory Internal. Untuk yang satu ini dibutuhkan pemahaman akan spec Teknis yang disertakan pada masing-masing perangkat. Ada yang hanya menyediakan sekitar 200 MB (perangkat Samsung dan LG di tingkat menengah kebawah), 512 MB (rata-rata didominasi Motorola) atau bahkan 1 GB dan lebih (HTC, Samsung  atau  Sony Ericsson). Besaran Memory Internal ini akan sangat berpengaruh pada banyaknya aplikasi yang bisa diinstalasi pada perangkat, apalagi jika masih mengadopsi versi 2.1 Eclair. Mau tidak mau secara defaultnya harus berbagi pula dengan Games.

Peringkat keSembilan saya ambil besaran Daya yang akan mengCover semua pertimbangan dan aktifitas diatas. Rata-rata masih berkutat di besaran 1.300 MAh. Kalaupun lebih, paling banter kisaran 1.500 atau 1.650 MAh. Kecuali perangkat tablet yang kalau tidak salah diatas 2.000 atau 4.000-an MAh. Besaran daya akan sangat berpengaruh pada kekuatan ponsel atau perangkat untuk melakukan StandBy baik dalam keadaan full online atau beraktifitas. Umur daya untuk penggunaan aktifitas Online secara terus menerus, kurang lebih sama dengan perangkat BlackBerry, bahkan bisa jadi malah jauh lebih boros. Apalagi jika pengguna mengaktifkan pula fitur GPS-nya. Namun untuk aktifitas Online yang sesekali (dapat diatur dengan menggunakan APN On/Off dan juga Advanced task Killer), daya tahannya malah bisa bertambah lama.

Peringkat Bontot atau keSepuluh saya pilihkan Desain. Untuk yang satu ini bisa jadi malah menjadi pertimbangan utama setelah Harga, tapi percayalah, bagi saya Desain bisa diatur kenomor sekian, apabila kebutuhan kerja atau lifestyle menjadi pertimbangan utama.

Sepuluh pertimbangan untuk memilih perangkat Android yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan.