Menu
Categories
Mini Review iPad 2 (compare Samsung Galaxy Tab P1000)
June 6, 2011 tentang TeKnoLoGi

Jarang-jarang bisa mendapatkan sebuah Gadget terkini untuk di-Review di blog www.pandebaik.com sejauh ini. Paling sering sih jauh sesudahnya bahkan bisa jadi ketika kehebohannya sudah mulai mereda. Tapi tidak untuk kali ini.

iPad 2. Siapa sih yang gag tau perangkat yang satu ini ? setelah sukses dengan pendahulunya, Apple di pertengahan tahun 2011 ini resmi meluncurkan perangkat tablet yang kabarnya jauh lebih cepat, lebih tipis dan tentu saja lebih dashyat secara multimedia dan terobosannya.

Pertama kali melihat video perkenalan perangkat iPad 2 yang dipaparkan the Founding Father Steve Jobs beberapa waktu lalu di portal penyedia video YouTube, bisa dikatakan sangat banyak fitur baru yang diperkenalkan di perangkat ipad 2 ini. Dari kabel converter yang memungkinkan pengguna untuk melakukan dua aktifitas sekaligus, smart cover yang secara otomatis mampu menonaktifkan fungsi layar saat ditutup sehingga menghemat daya, atau fitur Multimedianya yang memungkinkan beberapa pemusik mampu memainkan sebuah Live Concert hanya berbekalkan iPad 2. www.pandebaik.com beruntung bisa mendapatkan perangkat ini jauh lebih cepat dari perkiraan.

iPad 2 yang saya dapatkan, datang dengan Cover  kulit yang tadinya sempat saya kira malah dibungkus kardus. Kok aneh ya ? hehehe… tapi rasanya kok gak afdol kalo memegang perangkat iPad 2 harus bersama Cover kulit begitu. Maka jadilah untuk sementara covernya saya buka, dan benar, ketipisannya membuat saya gemetar akan kekwahatiran perangkat bakalan patah ketika saya genggam, saking tipisnya.

Kekaguman pertama yang hinggap dibenak saya adalah saat menjajal layar utama atau Homescreen, menggesernya kekanan dan kiri untuk mengakses halaman menu yang lain dan juga mencoba membuka salah satu menu yang ditampilkan. Jika dibandingkan dengan perangkat Android baik Samsung Galaxy ACE yang saya miliki ataupun Samsung Galaxy Tab yang beberapa waktu lalu sempat saya review pula, terlihat jelas perbedaan kelembutan sentuhan dan perubahan layarnya. iPad 2 jauh lebih soft dan menarik secara animasi dan responsif terhadap sentuhan jari.  Seperti halnya perangkat Android Premium, layar iPad 2 menggunakan layar Capatitive yang artinya pengguna dapat melakukan berbagai aktifitas dengan menggunakan kombinasi jari, dan bukan stylus. Selain itu, iPad 2 hanya memiliki halaman HomeScreen tanpa tambahan halaman Menu seperti halnya Android. Jadi semua aplikasi baik bawaan ataupun yang diunduh, akan secara otomatis tampil di halaman HomeScreen.

Uniknya, fitur Accelerometer yang disematkan mampu merotasi layar sesuai arah genggam si pengguna. Sehingga satu kali saya nyalakan dalam posisi terbalik (tombol home berada diatas layar), sayapun sempat kebingungan mencari tombol tersebut. Hehehe…

Resolusi layar yang digunakan termasuk besar atau standar desktop pc. 1024×768 pixel atau sedikit lebih besar ketimbang Samsung Galaxy Tab yang hanya 1024×600 pixel. Efek positifnya, pengguna dapat memanfaatkan layar yang lebih lapang (10”) untuk beraktifitas namun akan kesulitan dengan besaran perangkat yang cukup repot untuk ditenteng kemana-mana. Bagai membawa satu ubin besar ketimbang sebuah agenda.

Masuk pada Menu Pengaturan/Setting, pengguna dapat mengakses seluruh fitur Pengaturan baik yang ada dalam perangkat iPad 2 maupun aplikasi dari pihak pengembang dalam satu jendela. Ini jauh lebih memudahkan untuk melakukan kustomisasi perangkat dalam satu waktu.

Sayangnya saat menelesuri lebih jauh saya tak menemukan tombol Back/kembali untuk mengakses halaman sebelumnya. Tombol pilihan ini saya temukan hanya pada beberapa menu saja, sehingga bisa dikatakan sangat membingungkan dan dengan terpaksa menekan tombol Home untuk kembali ke halaman awal. Mungkin itu sebabnya produk iPad dan juga iPhone dikatakan tidak mampu melakukan aktifitas MultiTasking seperti halnya ponsel atau perangkat pintar lainnya.

Jika dahulu saya begitu mendewakan perangkat Android untuk soal dukungan pekerjaan, dengan terpaksa saya harus menarik ucapan tersebut kali ini. iPad 2 dengan bawaan Office Applicationnya ternyata mampu membaca format Microsoft Office Application baik versi 97 ataupun 2003. Beberapa format seperti doc, docx, xls, ppt maupun pdf dapat dibuka dengan baik pada perangkat ini.

Sayangnya apabila kembali diCompare dengan perangkat Tablet milik Android, ada 2 kekurangan yang saya temukan dalam Mini Review kali ini. Pertama, Ketiadaan slot SimCard yang memaksa pengguna untuk selalu mencari Hotspot gratisan terdekat hanya untuk berinteraksi dengan dunia maya atau malah beraktifitas dengan aplikasi yang membutuhkan koneksi data. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah dengan membeli perangkat Android murah yang mampu dimanfaatkan sebagai HotSpot portable. Tapi apa mau tuh, kalo musti beli perangkat Android lagi ?

Kekurangan kedua, berkaitan dengan ketiadaan slot SimCard adalah ketiadaan fitur Tethering alias mengubah perangkat menjadi Hotspot tadi. Jadi iPad 2 bisa dikatakan hanya berfungsi sebagai perangkat bagi pengguna dunia maya saja. Hehehe… Sedangkan efek lainnya dari ketiadaan slot sim card tentu saja, iPad tidak bisa digunakan untuk voice call dan sms. Cukup mengandalkan email dan Chatting saja.

Menengok App Store yang ada dalam perangkat iPad, bisa dikatakan fitur pengenalan setiap aplikasi/games yang ingin diunduh/dibeli jauh lebih informatif ketimbang Android Market. Ini bisa dimaklumi lantaran secara resolusi atau besaran layar memang jauh lebih baik. Mungkin untuk kategori ini kelak bisa disandingkan dengan perangkat Android 8,9” atau 10.1” milik Samsung Galaxy Tab terbaru.

Sayangnya, akibat minim waktu yang saya dapatkan untuk menjajal perangkat iPad 2, hingga si pemilik datang meminta kembali perangkat mantap keluaran Apple ini, saya belum jua menemukan cara untuk melakukan Transfer Data ke prangkat lain seperti Android ataupun NoteBook yang saya gunakan. Dengan terpaksa sayapun mencari akal lain yaitu memanfaatkan email untuk mengirimkan dua screenshot pada layar yang saya ambil sebagai bukti nyata. Minimnya waktu untuk melakukan Review lebih jauh, pula menjadikan alasan mengapa tulisan kali ini ini saya beri headline Mini Review iPad 2.

Ohya, sekedar informasi tambahan, untuk melakukan pengambilan gambar (ScreenShot) pada layar iPad 2 ini, bisa dilakukan dengan menekan tombol Home dan Power secara bersamaan, namun memang memerlukan sedikit kesabaran untuk mampu melakukannya dengan mulus.

Akhir tulisan, bagi rekan-rekan yang hingga kini masih bertanya-tanya tentang “lebih baik memilih perangkat iPad 2 atau Samsung Galaxy Tab sebagai Next Gadget”, silahkan memikirkan kembali sedikit Review saya diatas. Jika yang dibutuhkan itu adalah iMage dan  fitur Multimedia, saya sarankan pilih iPad 2, karena saya yakin banyak orang yang bakalan tertarik pada perangkat yang Anda tenteng dan gunakan di keramaian. Namun jika yang dibutuhkan itu adalah kemampuan berselancar di dunia maya kapanpun dimanapun dan tanpa bantuan perangkat apapun, termasuk masih menginginkan adanya fitur Voice Call atau pun sms, silahkan pilih Samsung Galaxy Tab P1000 dengan layar 7”. Karena kabarnya Samsung Galaxy Tab 10.1 yang kelak dirilis, bakalan meniadakan semua fitur diatas alias murni bersaing dengan iPad 2.

Well, semoga saja berguna untuk Mini Review iPad 2 kali ini. See You later…

 

"17" Comments
  1. ipad 1 sampai ipad 2 memiliki OS yang bernama IOS dimana IOS berpondasi pada SistemOperasi Debian, sehingga jika waktu reviewnya lebih panjang bukan tidak mungkin menemukan beberapa fitur(service) yang sama milik sang leluhur(DEBIAN), dan yang berhasil saya temukan adalah SSH (Secure Shell), sehingga memungkinkan peragkat ini mengontrol ataupun di kontrol oleh komputer atau device berbasis linux. hehehehee

    [Reply]

    Cahya Reply:

    Saya tidak tahu kalau iOS berasal dari Debian, karena lahirnya setahu saya malah dari Mac OS X, dan Mac OS X sendiri kalau ditelusuri berasal dari NeXTSTEP yang mengambil kernel dari Mach, mungkin beberapa bagian FreeBSD dan NetBSD yang merupakan UNIX.

    Pengembangan NeXT Computer dan Sun Microsystem yang meluncurkan API untuk Mac OS sendiri dimulai pada tahun 1993, tahun yang sama dengan berdirinya distro Debian. Jadi susah juga kalau dibilang iOS berbasis Linux, kalau UNIX mungkin sih masih nyangkut.
    Cahya´s last blog post ..Unlimited Space Hosting untuk Gambar dan Video

    [Reply]

    pande Reply:

    Waduh… bahasa susah, silahkan Bung Aditya menanggapinya. :p

    [Reply]

  2. SSH ini yang kemarin kami perlukan di LPSE. berhubung Android tempo hari dilihat mampu melakukannya, maka keputusan awal ya mengajukan Tab. tapi sekarang jadi mikir”nih… 🙂

    [Reply]

  3. server disini sudah menggunakan ipad untuk melakukan kontrol dan monitoring terhadap server. . . . . . .dan itu berjalan sangat efektif dan tentunya “menyenangkan”

    [Reply]

  4. sayangnya cuma satu, gag bisa digunakan sebagai voice call karena ketiadaan simcard. jadi musti nyari hotspot gratisan biar bisa beraktifitas dengan iPad. Itu sebabnya saya merekomendasikan Galaxy Tab untuk kontrol server secara mobile dan bukan iPad 2… 🙁

    [Reply]

  5. bukankah ipad memiliki varian yang ada simcard nya. . . . .atau alternatif mengunakan wifi modem (sebuah modem portable seukuran kotak rokok, yang dapat menghubugkan beberapa perangkat sekaligus ke internet), jadi sekali bayar semua terakomodasi

    [Reply]

  6. benar sekali bahwa MAC OS merupakan pengembangan dari NextStep dimana NextStep memiliki parent yaitu BSD, dan BSD merupakan bagian dari pengembangan UNIX
    linux dan unix berbeda, linux dapat dikatakan sebagai tiruan unix (unix clone), dan minix adalah inpirator lahirnya linux,
    dimana minix lah yang merupakan keturunan langsung dari unix
    jadi linux dan unix itu berbeda .
    tetapi linux dan unix memiliki hubungan yang erat

    back to iOS.
    ekstensi pada file instalasi dapat di katakan sebuah identitas utama sebuah system.
    jika kita mencermati app pada iOS tentunya kita akan di kejutkan dengan ekstensi .deb yang digunakan oleh iOS
    seperti yang kita ketehui bahwa .deb secara umum dapat digunakan oleh debian system beserta keturunannya (cth : ubuntu dll)
    sampai saat ini jujur saya belum pernah mendengar bahwa BSD fam. dapat menggunakan dot deb (.deb) sebagai salah satu ekstensi instalasi app nya

    selain itu sebelum iOS di perkenalkan ke publik <2010
    tepatnya sekitar tahun 2008-2009 saya sempat melihat sebuah ponsel cerdas berprosesor arm9 400mhz menggunakan sistem operasi turunan linux debian
    ponsel tersebut bernama NEO besutan OPENMOKO yang berbasis pada linux system (debian)
    jadi bukan hal yang mustahil bahwa linux debian siap dalam pengembangan perangkat cerdas, dan pandangan saya melihat disanalah apple melihat kesiapan linux debian dalam pengembangan sistem operasi perangkat cerdas

    [Reply]

  7. wowowow, bahasa alam gaib semua 😯 😯 😯

    [Reply]

    pande Reply:

    yang mana ?

    [Reply]

    budayasa Reply:

    to :mrgreen: :mrgreen:

    [Reply]

  8. Pingback: PanDe Baik » Compare TabletPC support by Forsel and Sinyal Tabloid

  9. Finally acquired a brand new iPad2 and person that point is GOOD! To prime it off, I received my Smart Cover in yesterday! For all those people that have not gotten a iPad Smart Cover however, that you are lacking out!

    [Reply]

  10. JUAL SMART COVER IPAD 2 ORIGINAL!!!
    BAHAN : POLY
    HARGA DI IBOX BIASA 430 RB GAN, BISA DICEK..
    HARGA KHUSUS CUCI GUDANG!!!
    HARGA :
    @ RP. 340 RB
    >5 330 RB
    >10 320 RB
    >20 310 RB
    HARGA UDAH MURAH BANGET ITU GAN…
    UNTUNG TIPIS , BARANG 100% BARU DAN ORIGINAL
    ABISIN STOCK KHUSUS CUCI GUDANG
    TERIMA COD SEKITAR JKT KHUSUS PENJARINGAN
    BARANG DIJAMIN ORI GA BAKAL KECEWA GAN..
    READY STOCK 80 BUAH
    WARNA : BLACK,GREEN,BLUE,GRAY,ORANGE,PINK,RED.
    UNTUK INFORMASI LENGKAP SILAKAN HUB
    DI NOMOR INI : (021)60945529, 36320178

    [Reply]

  11. Pingback: gagdet addict

  12. IPad koq dilawannya tab satu, 
    harusnya 10.1 dunk ahh
    erdo´s last blog post ..Jaket kulit 3 stripe Vespa

    [Reply]

    pande Reply:

    Hahaha… waktu itu kan blom ada yang namanya Tab 10 Gan…
    Sama kalo ngomongin hari ini, kenapa juga yang dilawan itu iPad ? bukan iPad 2 ? He…

    [Reply]

Leave a Reply
*