Pilih Samsung Galaxy Fit, Gio atau Mini ?

11

Category : tentang TeKnoLoGi

Jika sejak awal saya sudah pernah menekankan bahwa untuk melakukan Review terhadap satu produk di blog www.pandebaik.com, minimal pernah memegangnya secara langsung sehingga bisa  serta  melakukan pengujian kendati hanya dalam waktu singkat. Paling tidak, secara desain, isi jeroan dan fitur yang dimiliki benar-benar bisa saya buktikan.

Meski begitu terkadang merasa gatal juga saat beberapa teman meminta pendapat saya terkait produk mana yang sebaiknya dibeli dengan memberikan beberapa alternatif, seperti kali ini. Sayangnya dari ketiga alternatif pilihan diatas, tak satupun pernah saya pegang dan uji secara langsung, karena memang diantara rekan-rekan saya, belum satupun yang memilikinya. Jadi, untuk bisa memberikan rekomendasi, selain mengandalkan spec diatas kertas, minimal sayapun harus mengetahuinya dari Reviewer lain, tentu tidak begitu saja menjiplak apa pendapat mereka, namun lebih dilihat dari sudut pandang pribadi.

Pilih mana, Samsung Galaxy Fit, Gio atau Mini ?

Sebelum lanjut, ada baiknya rekan-rekan mengintip sebentar Promo video yang dirilis oleh Samsung dalam tajuk Samsung Galaxy Family yang saya ambil dari alamat YouTube berikut ini :

Ketiga ponsel Samsung Galaxy diatas merupakan perangkat ponsel pintar atau yang dikenal dengan istilah Smartphone, dan sudah mengadopsi sistem operasi  Android dengan versi yang sama, 2.2 atau yang dikenal dengan nama Froyo. Terkait kemampuan sistem operasi ini, silahkan hunting beberapa tulisan saya terdahulu dengan perangkat Galaxy ACE S5830. Secara fungsi dan kemampuannya, sama saja kok.

Balik pada Promo Video diatas, Jika rekan-rekan jeli, urutan penampilan satu persatu keluarga Samsung Galaxy dalam video tersebut sudah menandakan urutan kemampuan dari masing-masing item yang dipertanyakan dalam sesi kali ini, terkecuali Samsung Galaxy ACE tentu saja. Namun, secara pendapat pribadi, saya lebih merekomendasikan Galaxy Gio untuk dipilih pada urutan pertama. Kemudian Galaxy Fit dan terakhir tentu saja Galaxy Mini. Mengapa ?

Karena untuk sebuah perangkat yang mampu melakukan Multitasking (melakukan beberapa pekerjaan dalam satu waktu/bersamaan), minimal membutuhkan besaran Prosesor yang mumpuni, dan dari ketiga alternatif diatas hanya Galaxy Gio yang memiliki spec tertinggi, setara dengan Galaxy ACE milik saya, 800 MHz. Sedangkan Galaxy Fit dan Mini, mengadopsi prosesor setingkat dibawahnya, 600 MHz.

Lantas mengapa  dalam Promo Video tersebut Galaxy Fit menduduki penampilan kedua setelah ACE ? tak lain karena besaran atau resolusi kamera yang diadopsinya, setara dengan Galaxy ACE yang saya gunakan, 5 MegaPixel. Sedangkan dua Galaxy lainnya mengadopsi besaran resolusi kamera yang sama, 3,2 MegaPixel.

Selain pertimbangan diatas, ada satu lagi pertimbangan lain yang membuat saya merekomendasikan Galaxy Gio ketimbang Fit atau Mini. Besaran atau Resolusi Layar. Galaxy Gio rupanya memiliki resolusi layar yang setara dengan Galaxy ACE, 320×480 pixel, kendati secara luasan hanya sekitar 3,2 inchi, sedikit lebih kecil daripada Galaxy Fit. Sedangkan Galaxy Fit dan Mini mengadopsi besaran resolusi layar yang merupakan standar sebuah ponsel Smartphone. 240×320 pixel. Besaran resolusi layar biasanya akan berpengaruh pada dukungan aplikasi ataupun Games yang mampu dijalankan pada perangkat Android tersebut.

Namun sesungguhnya, untuk bisa memilih sebuah perangkat Android dari ketiga alternatif diatas tentu saja kembali pada Budget yang tersedia.  Untuk sebuah perangkat Samsung Galaxy Fit , pantauan terakhir (saat tulisan ini diturunkan) berada pada kisaran 2,3 Juta. Selisih sedikit di kisaran 2,15 Juta sudah bisa membawa perangkat Samsung Galaxy Gio. Sedangkan dengan Budget terbatas bisa memilih Samsung Galaxy Mini yang bisa ditebus dengan budget 1,55 Juta saja.

Jadi, ya kembali pada pilihan dan kebutuhan Rekan-rekan saja loh…

 

Menyoal alamat Email Resmi [email protected] Komisi VIII DPR RI

5

Category : tentang Opini

Ada yang unik terkait Anggota Dewan kita yang Terhormat saat melakukan lawatan atau studi banding ke Melbourne Australia, tepatnya dari Komisi VIII yang rupanya sempat gelagapan saat ditanyakan alamat email Resmi mereka oleh para pelajar Indonesia di KBRI setempat. Ternyata selain tidak mampu menghafalkannya, seorang ibu yang diminta untuk menjawab malah menyebutkan sebuah akun email dari sebuah penyedia gratisan, sebagai alamat email Resmi Komisi VIII DPR RI.

[email protected]

Alamat email yang dikatakan sebagai alamat email resmi dari Staf Ahli Komisi VIII ini terang saja membuat banyak pihak bertanya-tanya sekaligus menertawakannya. Bagaimana mungkin alamat email sebuah lembaga resmi terkemuka di Indonesia yang notabene sudah memiliki alamat web tersendiri (yang barangkali sudah dibuat dengan anggaran Jutaan), malahan menggunakan penyedia gratisan Yahoo yang sangat rentan akan penyadapan dan penyalahgunaan ?

Pun demikian, menurut salah seorang pemberi Komentar di alamat TeknoUp.com menyatakan bahwa alamat tersebut merupakan alamat palsu atau invalid yang ketika diuji dengan melakukan pengiriman malah menampilkan pesan sbb :

Sorry, we were unable to deliver your message to the following address.

Remote host said: 554 delivery error: dd This user doesn’t have a yahoo.com account ([email protected]) [-5] – mta1107

Jujur saja, saya pribadi sangat menyayangkan peristiwa menggelikan ini bisa terjadi. Apalagi setelah aksi menonton Video Porno oleh anggota DPR bernama Arifinto, saat sidang PariPorno eh PariPurna beberapa waktu lalu, ditambah bebalnya telinga mereka yang masih saja ngotot membangun gedung DPR Trilyunan rupiah itu. Bagaimana mungkin mereka bisa menggunakan alamat email gratisan yang bahkan invalid, sementara dengan santainya melenggang ke luar negeri berstatus Studi Banding ?

Bisa jadi lantaran ketidaktahuan/ketidakpahaman para anggota DPR akan pentingnya sebuah alamat email resmi merupakan pemicu mengapa mereka bisa sampai melakukan Studi Banding ke berbagai negara secara langsung padahal aktifitas tersebut bisa saja dilakukan dengan cara Teleconferece atau komunikasi melalui email tersebut. Mengapa Tidak ?

Ketidaktahuan/ketidakpahaman para anggota DPR akan pentingnya sebuah alamat email (katakanlah untuk kebutuhan Personal) bagi saya pribadi, sudah sejak lama dimaklumi. Silahkan mampir disalah satu tulisan ‘One BLoG Wonder ; BLoG Caleg’ yang saya buat saat kampanye beberapa waktu lalu. Disitu jelas terlihat bahwa ada ketidakpahaman Calon Anggota Legislatif akan mana yang dinamakan alamat BLoG/WebSite dan mana yang disebut sebagai alamat Email.

Jikapun Rekan-rekan mau memeriksa alamat email priadi para Anggota Dewan kita yang terhormat di DPR RI dan perwakilannya dari masing-masing daerah, mampir saja ke alamat milik ViVaNews. Di bagian bawah halaman terdapat Kolom khusus pencarian informasi terkait para Anggota Dewan DPR RI, berdasarkan Daerah yang diwakili. Informasinya cukup lengkap untuk ukuran kita di Indonesia, yang menyajikan pula alamat email dari masing-masing personal. Beberapa memang sudah menggunakan alamat email milik Pribadi, tapi ada juga yang masih menggunakan email gratisan Yahoo dan ada juga yang malah tidak memiliki alamat email. Entah apakah Kolom ini telah diperbaharui secara rutin atau tidak.

Padahal Kepemilikan sebuah alamat email dijaman teknologi maju sekarang ini menurut saya sih sudah menjadi satu hal yang lumrah. Apabila mereka memiliki sebuah akun FaceBook, minimal sebuah alamat email pasti sudah dimiliki, entah yang gatisan atau berbayar, entah apakah rajin digunakan/diperiksa/dikelola atau malah terlupakan. Bisa juga ketika memiliki sebuah perangkat BlackBerry ataupun Android (baca:Galaxy Tab ala Arifinto), untuk dapat memaksimalkan fungsinya tentu memerlukan minimal satu alamat email, terkecuali mereka menggunakannya hanya untuk BBM-an, SmS, Voice Call dan tentu saja menonton Video Porno. Ups…

Ketidaktahuan/ketidakpahaman para anggota DPR akan pentingnya sebuah alamat email resmi (apalagi untuk sebuah lembaga Komisi VIII) ini benar-benar membuat sebagian besar masyarakat Indonesia di dunia maya Geregetan. Ada yang kemudian memplesetkan alamat email diatas menjadi [email protected] dan ada juga yang mengubahnya menjadi alamat alay generasi muda [email protected]. Bisa jadi, setelah peristiwa ini, semua Anggota Dewan bakalan dibuatkan satu alamat email resmi yang menggunakan domain DPR RI secara resmi.

Sebaliknya jika ini dibiarkan dan tidak ditindaklanjuti, saya malahan merasa kasihan dengan para Anggota DPR yang rupanya ndablek meski tidak secara keseluruhan, dan lebih merasa kasihan lagi pada diri sendiri dan tentu saja masyarakat kita yang begitu pedenya mempercayakan suara dan hati nurani kita pada mereka.

Kira-kira besok, dagelan apa lagi ya yang bakalan ditampilkan ?

***

Tulisan terkait milik TeknoUp.com silahkan mampir disini : http://www.teknoup.com/news/8245/anggota-dpr-tidak-sepantasnya-gunakan-email-gratisan/?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Dan bagi yang ingin melihat Videonya secara langsung, monggo mampir di YouTube alamat berikut :

http://www.youtube.com/watch?v=8dEjGOPfAqA

 

WhatsApp Kawan ? Ayo Kita Lanjut Lagi

22

Category : tentang TeKnoLoGi

Gag terasa sudah seminggu ponsel Android ini menggunakan WhatsApp. Selama kurun waktu tersebt pula saya menemukan beberapa kelebihan pun kekurangan dari aplikasi Chatting berbasis Nomor Ponsel ini. Yuk kita lanjut lagi Gan.

Seperti yang pernah saya katakan di tulisan terkait WhatsApp sebelumnya, meski tidak lagi terpaku pada satu brand tertentu seperti halnya perangkat BlackBerry dengan BBM-nya, aplikasi WhatsApp rupanya masih membatasi type perangkat yang mampu menjalankannya dengan baik. Smartphone.

Ya, diantara sekian banyak jenis dan brand ponsel, ternyata yang mampu menjalankan  aplikasi WhatsApp ini dengan baik hanyalah ponsel yang masuk dalam kategori SmartPhone atau Ponsel pintar. Beberapa yang masuk diantaranya adalah iPhone, BlackBerry, Android dan Symbian dengan pengecualian. Symbian yang disarankan adalah yang mengadopsi versi 60 minimal 3rd Edition. Jadi bagi yang sudah menggunakan 5th Edition, Symbian^1 dan Symbian^3 yang rata-rata berlayar sentuh, dijamin mampu menggunakannya. Meski demikian, pada perangkat yang mengadopsi sistem operasi Minimal (Symbian S60v3rd Edition) rupanya masih juga dibatasi oleh WhatsApp. Terutama pada beberapa rilis lama seperti Nokia N73 ME milik saya. Jika dipaksakan, bakalan menampilkan kata-kata “your phone is too old bla bla bla…” Halah…

Itu artinya, WhatsApp masih belum mampu dijalankan pada perangkat ponsel Java atau ponsel lokal pun Nokia yang masuk dalam kategori S40, seperti halnya iklan yang ditayangkan di layar televisi.

Persoalan Group juga menjadi salah satu Kekurangan yang paling telak apabila disandingkan dengan aplikasi BBM miliknya BlackBerry. Berdasarkan penjelasan dua rekan pengguna BlackBerry, Sari Herawati dan Nana Wiryani, dalam sebuah Group aplikasi Chat BBM ternyata masih mampu menampung hingga 30 orang atau lebih atau istilahnya Unlimited. Hanya saja, makin banyak User yang tergabung dalam sebuah Group, makin berat pula akses Chat yang mampu dilakukan.  Lantas bagaimana dengan WhatsApp ?

Dalam sebuah percobaan, kemampuan maksimal jumlah User sebuah Group dalam aplikasi WhatsApp adalah 11 orang termasuk Admin atau yang membuat Group. Keterbatasan inilah yang kemudian menjadi kendala yang secara lagsung bakalan membuat Group tersebut menjadi Ekslusif lantaran sulitnya untuk bisa ikut serta didalamnya ketika jumlah User sudah mencapai jumlah maksimal. Pengguna lain baru bisa diikutsertakan apabila ada User yang keluar dari Group tersebut.

Ada Dua kekurangan namun ada juga beberapa kelebihannya. Mau tahu ?

Untuk melakukan aktifitas Add Friend atau memulai Chatting dengan seorang teman atau pengguna WhatsApp baru, yang dibutuhkan hanya satu. Nomor ponsel yang bersangkutan untuk disimpan terlebih dahulu dalam daftar Kontak perangkat ponsel. Jika sudah, tekan tombol Refresh hingga nama teman baru tersebut muncul dalam daftar. Chat langsung bisa dilakukan tanpa meminta persetujuan lagi. Disamping itu, secara Default WhatsApp akan medeteksi setiap nomor yang terdaftar dalam Kontak ponsel yang sudah memanfaatkan aplikasi WhatsApp dalam ponselnya.

Persoalan Biaya yang dahulu pernah saya sampaikan untuk penggunaan aplikasi WhatsApp pada perangkat BlackBerry pun rupanya tak terbukti. Dalam sebuah percobaan pengiriman gambar melalui aplikasi WhatsApp bersama seorang teman, Made Darma  menyampaikan bahwa pulsa yang ia miliki sebelum dan sesudah penerimaan gambar rupanya masih tetap sama. Itu artinya, biaya penggunaan aplikasi WhatsApp untuk perangkat BlackBerry sama sekali tidak dikenai biaya apapun lagi diluar paket BIS yang sudah digunakan.

Dibandingkat dengan aplikasi Chat lainnya seperti Yahoo Messenger, GTalk ataupun eBuddy, pun dengan fitur Message atau yang dikenal dengan istilah SmS, bisa dikatakan aplikasi WhatsApp memiliki kemampuan yang lebih saat melakukan pengiriman pesan. Kemampuan ini bisa dikatakan setara dengan aplikasi Chat BBM milik BlackBerry. Yaitu adanya jaminan bahwa pesan yang telah dikirimkan, pasti sampai pada nomor atau teman yang diajak Chat. Tidak ada lagi istilah Network Error yang mengakibatkan pesan yang sudah disampaikan tidak terkirim dengan sempurna atau pengguna harus melakukan pengiriman ulang seperti yang kerap terjadi pada aplikasi Chat maupun SmS. WhatsApp akan secara otomatis mencoba mengirimkannya ketika Network atau Jaringan kembali terdeteksi. Satu tanda pengenal yang bisa dilihat untuk memberikan jaminan bahwa pesan sudah sampai adalah tanda centang atau rumput berwarna hijau pada setiap pesan yang dikirimkan.

Jikapun kemudian aktifitas Chat yang dilakukan sudah mulai mengganggu privacy, seperti halnya aplikasi Chat lainnya, WhatsApp pun memberikan opsi untuk memblokir akun nomor ponsel atau teman tersebut sehingga yang bersangkutan tak lagi mampu melakukan Chat demikian pula sebaliknya.

Jadi, apabila perangkat ponsel yang Anda gunakan sudah termasuk dalam kriteria seperti yang dijelaskan diatas, ayo tunggu apa lagi, segera cobain WhatsApp. Aplikasinya dapat diunduh melalui App Store yang dimiliki pada masing-masing ponsel yang digunakan. Jikapun ada pertanyaan lagi, silahkan Add nomor saya berikut ini. 087860061698.

Ayo Kawan, kita lanjut lagi…

 

Mereka Ada karena Kita Membutuhkan

2

Category : tentang Opini

Seorang Pedagang kaki lima duduk menanti pembeli di pojokan pasar pinggiran Kota besar Jakarta. Matanya masih menyiratkan kekhawatiran akan datangnya aparat keamanan yang berusaha membersihkan keberadaannya dari jalan raya lantaran dianggap mengganggu jalannya lalu lintas. Beberapa orang pembeli mengatakan hal yang sama ketika kutanya. Camilannya enak dan gurih, murah lagi.

Seorang Pengemis kecil menyodorkan tangannya sembari mengusap kaca mobil yang melambat di perempatan jalan. Dari segi usia, kurasa ia sedikit lebih besar dari putri kecilku. Tega sekali orang yang memaksakan mereka mengemis malam hari begini. Kusodorkan selembar ribuan yang lantas mengundang pengemis lainnya dan memaksa meminta hak yang sama.

Seorang Penjual mainan masih tampak asyik merayu bocah kecil, sambil mengimingkan sebuah pistol air yang dapat menyemburkan puluhan gelembung ketika pelatuknya ditembakkan ke udara. Bocah tampak senang dan meminta sang bapak untuk membelikannya. Demi anak, apa sih yang tidak ?

Seorang wanita beringsut menghampiri dan menawarkan jasanya saat aku menanti waktu di emperan sebuah tempat dugem ternama. Ia bilang ia butuh uang. untuk itu ia rela melakukan apa saja yang aku mau. Seperti yang ia pintakan pada ratusan pria lainnya.

Mereka semua Ada karena Kita Membutuhkan. Setidaknya karena kita selalu memberi apa yang mereka mau, apa yang mereka inginkan, dan apa yang mereka harapkan. Sepertinya akan tiada guna jika pemerintah terus menerus mengejar dan menangkapi satu persatu, jika kita masih tetap membutuhkannya.

Sebuah Renungan dipinggiran jalan Kota Besar Jakarta…

Selamat Pagi Jakarta

Category : tentang PLeSiran

Gemuruh suara si burung besi saat menancapkan kaki-kakinya ke landasan pacu membuatku tersadar dari lamunan. Satu persatu wajah asing kupandangi dalam diam. Hati bersiap untuk menghadapi hari yang dipenuhi oleh asap dan kemacetan jalan raya. Kota yang paling aku benci untuk dikunjungi.

Jika bukan karena tugas, aku lebih suka berada di tanah kelahiranku. Tanah dimana aku masih bisa meluangkan waktu sejenak untuk bernafas. Sedangkan disini, waktu yang bergulir begitu cepat bakalan terasa mahal. Orang-orang berlalulalang seakan diburu oleh waktu, untuk mengejar ketertinggalannya atau bahkan menimbun lembar demi lembaran uang atau hanya sekedar bermimpi.

Deretan rumah kumuh berpadu dibawah kolong jembatan, satu hal yang sudah biasa aku lihat begitu turun dari bandara memasuki jalanan kota. Menyaksikan tayangan ulang seorang anak yang bermain riang dihamparan air sungai penuh sampah seolah mengingatkanku pada MiRah yang bersyukur masih bisa mandi dalam bak airnya yang sudah terlampau kecil.

Mobil-mobil mewah tampak melewati kami dengan angkuhnya. Tak ada tegur sapa yang hangat mengiringi langkah kaki disepanjang jalan. Disinilah tempat berkumpulnya para artis ibukota untuk mengadu nasib. Hingga tak sadar masih sempat menginjak mereka yang tak pernah mendapatkan kesempatan untuk berdiri. Seolah hari esok takkan pernah tiba.

Kendati hanya sebentar, waktu rasanya berjalan sangat lambat. Menyisakan satu kerinduan pada tawa canda si kecil dan pandangan lembut istriku.

Selamat pagi Kota Jakarta. Kita bertemu lagi…