Samsung Galaxy ACE S5830, iPhone Banget

47

Category : tentang TeKnoLoGi

Sedari pertama kali berkesempatan memegang Samsung Galaxy ACE S5830 meski dalam versi Dummy di gerai Handphone Shop Teuku Umar beberapa waktu lalu, ada rasa kagum yang muncul melihat desain ponsel berbasis sistem operasi Android 2.2 Froyo ini. Makin terkagum-kagum ketika saya membaca dua review awal tabloid Pulsa dan Sinyal edisi terbaru. Baru merasa lega ketika mendapatinya kamis malam di gerai Cellular Shop. Ternyata benar dugaan saya, Samsung Galaxy ACE S5830 memang iPhone banget.

Secara desain yang membedakan hanyalah dimensi lebar ponsel dimana Samsung Galaxy ACE S5830 terlihat lebih ramping dibanding ‘kembarannya’ dan tombol navigasi yang juga berfungsi sebagai tombol Home. Apalagi jika dilihat Sepintas lalu, dari penampakan depan dan belakang memang mirip dengan perangkat fenomenal besutan Apple. Namun saya pribadi bersyukur bahwa secara bentukan jika dilihat lebih detail malah ditemukan lebih banyak lagi perbedaannya. Minimal kelak tidak di-cap sebagai Replika iPhone. Hehehe…

Di bagian depan, sesungguhnya terdapat dua tombol sentuh (beneran disentuh, bukan dipencet) yang berfungsi sebagai tombol Kembali (Undo) pada sebelah kanan navigasi dan Pilihan (Option) pada sebelah kiri navigasi. Di sisi atas ponsel terdapat lubang earpiece dan juga micro USB yang digunakan sebagai charger unit serta penukaran data sedang di sisi bawah hanya terdapat lubang kecil yang berfungsi sebagai Mic. Di sisi kiri ponsel hanya terdapat dua tombol volume yng tergolong mini untuk tangan saya yang jempol semua dan di kanan terdapat tombol Power dan juga slot MicroSD yang dalam paket penjualannya menyertakan memori sebesar 2GB.

Disandingkan dengan pendahulunya yaitu  Samsung Spica, ketiadaan tombol kamera juga pengunci layar merupakan satu kekurangan telak, namun jangan khawatir karena untuk tombol kamera bisa disentuh langsung pada layar dan fitur autofokus akan bekerja dengan sendirinya. Demikian halnya dengan pengunci layar, bisa diakses dengan menekan sekali tombol power.

Dalam paket penjualan untuk Regional Indonesia rupanya berbeda jauh dengan paket penjualan di luaran. Saya bisa mengetahuinya melalui beberapa video ‘unboxing dan review Samsung Galaxy ACE S5830 yang tersimpan dalam portal berbagi YouTube. Perbedaan paling menyolok yaitu ukuran box penjualan yang jauh lebih kecil dan ketiadaan tambahan cover belakang serta pengaman ponsel yang disertakan. Padahal saya berharap banyak pada kedua asesoris tambahan tersebut. Kecewa juga sih, tapi ya mau bagaimana lagi.

Memori internal yang minim merupakan salah satu kekurangan ponsel Samsung Galaxy ACE S5830 ini. Namun jangan khawatir, berkat sistem operasi Android 2.2 Froyo yang disematkan dalam ponsel memberikan sedikit kemudahan pembagian lokasi penyimpanan aplikasi yang dialihkan ke kartu memori. Sayangnya, tidak semua aplikasi bisa dipindah lokasikan, bergantung pada kebutuhan dan kepentingannya. Sepengetahuan saya, jika itu berupa Games yang diunduh, akan dialokasikan ke kartu memori sedangkan aplikasi yang berkaitan dengan hardware tetap disimpan dalam memori internal. Tapi ups, hingga kini saya belum jua mengetahui bagaimana cara memindahlokasikan penyimpanan games ataupun aplikasi yang diunduh seperti halnya pada sistem operasi Windows Mobile. Kartu memori microSD yang disertakan dalam paket penjualan ‘hanya’ sebesar 2 GB saja, itupun masih bisa dimaksimalkan hingga 32 GB loh.

Kendati posisi kartu memori bisa diakses secara hotSwap, tidak demikian halnya dengan kartu sim. Slot kartu sim baru bisa ditemukan diatas posisi batere yang notabene bisa disematkan dengan membuka baterenya terlebih dahulu. Kekuatan batere yang disertakan untuk mendukung kinerja ponsel rupanya hanya sebesar 1350 mAh. Jauh lebih kecil dari yang saya harapkan. Dengan pemakaian normal, koneksi internet yang menyala sepanjang hari ditambah penggunaan yang tidak intensif dan berkelanjutan, usia batere bisa bertahan hingga satu hingga satu setengah hari. Akan semakin pendek ketika penggunaan aplikasi makin banyak (multitasking) tanpa diputuskan ketika telah usai digunakan.

Untuk bisa menggunakan ponsel dari kondisi off ternyata tidak perlu menunggu waktu terlalu lama seperti halnya pada ponsel bersistem operasi Windows Mobile. Caranya dengan menekan tombol power sedikit agak lama dan melepaskannya. Layar utama (homescreen) akan tampil dengan segera dan siap digunakan. Dengan menekan sekali tombol power, layar akan terkunci dan menghitam. Aktifitas ini akan lebih mampu menghemat daya batere namun jangan khawatir, layar akan segera menyala ketika ada panggilan ataupun pesan yang masuk.

Terakhir, untuk mematikan ponsel silahkan menekan tombol power sedikit agak lama lalu lepaskan. Layar akan menampilkan 3 (tiga) pilihan, Silent Mode, Flight Mode atau Power Off. Tahu yang mana harus dipilih kan ?

Mengapa Samsung Galaxy ACE ?

73

Category : tentang TeKnoLoGi

Dengan banderol harga 2,95 juta ada beberapa pilihan ponsel yang bisa saya dapatkan untuk dibawa pulang. BlackBerry yang dikenal luas dengan fitur Push Email dan BBM-nya menyediakan seri Curve 9300 atau yang lebih dikenal dengan istilah Gemini 3G, Pearl 9100 dan 9105. Dengan sedikit selisih dibawahnya Nokia menyediakan seri C6 yang notabene pula menyediakan input layar sentuh dan thumbboard siliding samping.

Dengan banderol harga 2,95 juta tentu saja saya tidak akan berangan-angan untuk menebusnya dengan dua brand ternama HTC yang menggandeng sistem operasi Windows Phone dan tentu saja si fenomenal iPhone. Perlu kelipatan dua-nya agar salah satu atau keduanya bisa dibawa pulang.

Mengapa Samsung Galaxy ACE ?

Android

Lagi-lagi kharisma robot hijau inilah yang membuat saya jatuh cinta. BlackBerry dengan pembaharuan OS 6 dan Nokia dengan Symbian^3-nya saya rasa tidak memberikan banyak pengalaman baru dalam menggunakannya. Lagipula jika saya tidak berlangganan paket internet tertentu BIS atau BES misalnya, ponsel BlackBerry bisa dikatakan Mubazir untuk dimiliki. Kalopun dipaksakan, biaya berlangganan untuk paket unlimited yang benar-benar unlimited (download, video streaming dsb) bisa dikatakan mahal untuk kantong saya setiap bulannya.

Selain itu diantara semua Sistem Operasi yang bisa saya jangkau dalam rentang harga yang sama, barangkali hanya Android saja yang bagi saya benar-benar memberikan pengalaman baru. Masih ingat dengan Simulator BlackBerry Torch 9800 yang tempo hari saya gunakan ? kecuali fitur BBM, hampir semua fitur lainnya bisa saya coba dan gunakan dengan baik di layar NoteBook walaupun secara fakta saya tidak memilikinya. Demikian halnya dengan Symbian 5th edition dan Symbian^3. Kedua Emulator inipun tidak luput dari usaha saya untuk menjajalnya lewat layar NoteBook. Keterbiasaan inilah yang kemudian membuat saya secara perlahan ilfil dengan ponsel BlackBerry dan juga Nokia.

Lantas Mengapa memilih Samsung Galaxy ACE, bukan Sony Ericsson Xperia X8, X10 Mini, X10 Mini Pro, LG Optimus atau AHA Touch dan Samsung Mini yang pula sama-sama ber-Android namun punya banderol setengahnya ?

Well, membeli sebuah ponsel ber-sistem operasi Android yang notabene membuatnya menjadi sebuah ponsel pintar, sama halnya dengan membeli layanan pula dukungan aplikasi selama penggunaan. Sejauh ini Sony Ericsson lewat tiga rilis ponsel Xperia X8, X10 Mini dan X10 Mini Pro, saya baca hanya mendukung Android hingga versi 2.1 EcLair yang artinya ada beberapa teknologi yang belum bisa dijajal atau dimanfaatkan.

Sedangkan terkait penggunaan Android 2.2 Froyo pada beberapa rilis ponsel kisaran harga 1,5 jutaan saya rasa gag asyik jika harus berhadapan dengan lag atau jeda saat mengakses beberapa aplikasi yang ada didalamnya. Ini terkait langsung dengan kecepatan Prosesor yang disematkan dalam tubuh ponsel dan juga dukungan grafis jikapun ada.

Diantara semua pilihan ponsel ber-Android rentang harga 1,5 hingga 3 juta sebenarnya LG Optimus One bisa dijadikan salah satu alternatif pertama mengingat secara fitur tidak berbeda jauh dengan Samsung ACE dan sudah bisa dibawa pulang dengan harga 2,3 juta saja. Penurunan harga ini sebagai imbas dari diluncurkannya Samsung Mini yang sudah mengadopsi Android 2.2 Froyo serta dibanderol sekitar 1,6 juta saja. Bahkan kabarnya dalam promo hanya ditawarkan sekitar 1,3 juta. Menarik bukan ?

Pendapat Istri saya ada benarnya juga. Jika ingin memilih sebuah ponsel pintar berlayar sentuh, kenapa gag sekalian saja yang berpenampilan mutakhir namun tetap dapat dijangkau secara budget. Samsung Galaxy ACE yang akhirnya saya pilih ini untuk sementara waktu masih berada di angka 2,95 juta, namun saya yakin dalam waktu dua tiga bulan mendatang, harganya bakalan masuk ke tingkatan stabil. Jadi, mengapa tidak ?

Pembenaran Sepihak

Barangkali jika Rekan-rekan yang berkunjung kemari dan membaca Opini saya diatas, bakalan menganggap ‘ah ini kan hanya sekedar Pembenaran Sepihak saja.’ Pendapat Itu Benar, karena bagaimanapun juga saya tetap harus bersyukur dan merasa bangga atas pencapaian saya kali ini. Meskipun bukan sebuah perangkat yang fenomenal seperti iPhone 4 misalkan.

Trus, bagaimana Kesan-kesan Penggunaannya ? Tunggu di tulisan berikutnya ya.

At Last… Samsung Galaxy ACE

24

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya berpindah jua ke lain hati, demikian bathin saya selama semingguan ini. Jika dahulu saya begitu memuja Windows Mobile lantaran sempat menggunakan berturut-turut T-Mobile MDA II (varian O2 XDA II), Audiovox Thera, O2 Atom hingga terakhir Audiovox PPC 6700. Kini sudah tidak lagi mengingat pikiran saya rasanya sudah mentok banget dengan sistem operasi tersebut, apalagi Microsoft selaku pengembang memutuskan untuk menghentikan produksinya dan beralih pada Windows Phone.

Faktor harga pula yang menyebabkan saya merasa kejauhan untuk memiliki sebuah handset berbasis OS terbaru tersebut, rasanya untuk ukuran kantong seorang PNS apalagi Staf seperti saya ini, tingginya banderol cukup membuat semua impian itu akhirnya dipadamkan.

Android

Pertama kali mengenal sosok robot hijau ini saat berkesempatan menjajal Samsung Spica milik seorang senior sekaligus rekan kerja di LPSE. Makin menjadi ketika menemukan Emulator Android versi 1.5 atau yang dikenal dengan sebutan Donuts. Bahkan aktifitas berburu Emulator Terakhir, saya dapatkan pula yang versi 2.3 GingerBread dan 3.0 HoneyComb. Maka jatuh cintalah saya pada sistem operasi hasil besutan Mbah Google ini.

Awalnya ada keinginan untuk mengambil Spica Second, tapi lantaran Samsung enam bulan terakhir tergolong rajin menggelontorkan ponsel ber-Android  baru, sayapun menjatuhkan pilihan awal pada salah satu rilisannya Samsung 551. Ponsel ber-Android dengan tambahan sliding thumbboard qwerty. Sayangnya ketika berkesempatan mencoba Dummy-nya di gerai HandPhone Shop Selasa malam lalu, feeling saya langsung hilang pada handset berbanderol 2,6 juta ini.

Menyadari kekurangan yang ada dalam penampilan Galaxy 551, sayapun melirik ke versi yang punya selisih 350ribuan lebih mahal, Samsung Galaxy ACE. Timbang punya timbang, tekadpun bulat. Inilah ponsel berikut yang harus bisa saya miliki.

Maju satu bulan dari rencana

Keinginan untuk memiliki sebuah ponsel baru di tahun 2011 ini sebetulnya sudah ada sejak lama. Terakhir saya memegang ponsel berlayar sentuh sekitar awal tahun 2009, itupun kemudian saya jual untuk menggenapi uang SPP kuliah S2 yang saat itu sudah masuk tenggat waktu. Sudah dua tahun rupanya.

Maka sedari hari raya Galungan terakhir bulan Desember lalu, sayapun mulai menyisihkan selembar demi lembar sedikit dari jerih payah menjual pulsa elektronik, mengajar di LPSE dan tentu saja gaji dalam sebuah celengan mini bergambar Upin & Ipin. Sedianya akan saya buka saat momen Ulang Tahun pertengahan bulan April nanti.

Eh, maju sebulan lebih dari rencana, celengan Upin dan Ipin pun dibobol. Bersyukur bahwa uang yang terkumpul bisa dikatakan tidak sedikit bagi saya, dan itu bisa saja dihabiskan dalam sekejap apabila kemudian saya menjatuhkan pilihan pada handset paling terkini iPhone 4 ataupun BlackBerry Torch. Tapi yah, saya tetap pada pilihan awal, menyisihkan sebagian untuk menebus Samsung Galaxy Ace.

At Last… Samsung Galaxy ACE menjadi keluarga baru www.pandebaik.com sejak hari ini. Sebuah ponsel berbasis Android 2.2 Froyo yang menurut Review beberapa Tabloid lokal memang layak untuk dimiliki.

Well, bagaimana kisah selanjutnya ? Tunggu saja. Hehehe…

Remaja dan penyalahgunaan FaceBook

8

Category : tentang Opini

Dianandha Heppista, Aisyah Putri PrayudiIbnu Farhansyah, Julianto Madura ataupun Evan Brimob barangkali hanyalah beberapa remaja yang secara kebetulan tertangkap tangan memunculkan Update Status yang kemudian menghentak puluhan, ratusan bahkan ribuan orang yang membacanya. Terlepas dari pengakuan mereka bahwa itu dilakukan karena akun yang di-Hack oleh orang lain bahkan ada juga  karena pengaruh emosi. Mereka belum tahu betapa kuatnya pengaruh sebuah Social Media bernama FaceBook.

Remaja dan FaceBook barangkali merupakan dua hal besar yang saling terkait dan sangat sulit untuk dipisahkan. Remaja yang selalu ingin menjadi yang terkini saya yakin pasti memiliki paling tidak sebuah akun FaceBook, apalagi media cetak, operator telepon dan juga berbagai brand ponsel selalu mengedepankan akun jejaring sosial pertemanan ini sebagai jualan terlaris. Demikian halnya dengan FaceBook. Remaja bisa jadi merupakan salah satu segmen pengguna terbesar.

Seiring perkembangan jaman, rupanya Remaja belum jua menyadari seberapa besar pengaruh dan kekuatan social Media yang mereka gemari tersebut. Padahal diluaran baik FaceBook ataupun Twitter, sudah dianggap mampu mengancam Keamanan Nasional seperti yang terjadi saat penumbangan rezim diktator Mesir tempo hari. Remaja yang saya lihat, rata-rata masih suka menggunakannya hanya untuk mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Tentang pacar, sekolah, hal-hal yang sedang trend dibahas media cetak hingga kini mulai menyerempet pada soal agama dan Azas ke-Bhinekaan.

Memang, setiap orang memiliki hak untuk bebas berpendapat di negara ini. Kabarnya dilindungi oleh Undang-Undang pula. Namun yang perlu dipahami adalah kebebasan pendapat yang dilindungi itu hendaknya dapat dipertanggungjawabkan pula oleh yang bersuara, jangan asal bacot apalagi sampe menghina. Jika sudah terlanjur mendapatkan kecaman, berbagai akal buluspun dicoba untuk bisa menghindar dari tudingan. Gag jantan kan ?

Usia Remaja bagi saya pribadi sungguh merupakan usia yang rentan untuk masuk dan bebas berbicara dalam social media sekelas FaceBook ataupun Twitter. Karena di usia mereka ini yang namanya kedewasaan belum tentu bisa disamaratakan dengan remaja lain yang seusianya. Jangankan remaja, para politikus negeri inipun masih ada kok yang pola pikirnya kaya’Remaja (nyaris bebas dan kreatif, baru nyaris loh :p).

Maka itu, berhati-hatilah dalam berpikir, berkata dan bertindak. Seperti halnya ajaran Agama Hindu ada Tri Kaya Parisudha. Berpikir yang Baik, Berkata yang Baik dan Berbuat yang Baik. Sudah banyak cermin (baca:contoh) yang dapat dijadikan bahan pelajaran, diantaranya kelima nama Remaja diatas. Mereka lebih mengutamakan emosi dalam berkata ketimbang memikirkannya terlebih dahulu dan menimbang konsekuensinya. Sangat disayangkan memang mengingat satu dua diantara mereka merupakan panutan bagi remaja seusianya.

Lantas bagaimana cara agar tidak salah jalan ? selektif dalam memilih teman di Jejaring Sosial  selektif pula dalam berkata-kata (update status). Jaga perasaan orang lain, karena tidak semua orang paham dan sejalan dengan apa yang kita pikirkan, jaga pula apa yang menjadi milik kita (akun FaceBook) agar jangan sampai diambil orang.

Mengapa saya anjurkan untuk selektif memilih Teman, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan yang biasanya datang justru dari teman yang tidak kita kenali dalam daftar. Coba deh pikirkan, seberapa jauh atau seberapa banyak teman FaceBook yang benar-benar dikenal di dunia nyata ? saya yakin sangat banyak, apalagi bagi mereka yang punya teman hingga ribuan orang. Teman FaceBook yang memang benar-benar Teman sejati di dunia nyata, saya yakin akan mengingatkan terlebih dahulu ketimbang mencaci.  Iya gak ?

Jika dulu ada kata-kata ‘Mulutmu, Harimaumu… kini sudah berubah menjadi ‘Update Statusmu, Harimaumu…’

Banyak-banyak belajar sebelum bertindak barangkali jauh lebih bijak ketimbang baru tahu sedikit sudah ngebacot berlebihan. Bahaya. Hehehe…

Waspadai Penipuan via FaceBook

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Siapa sih yang gag tertarik dengan sebuah iklan yang menawarkan ponsel terkini milik Nokia, N8 series hanya seharga 2,5 juta saja ? atau sebuah BlackBerry 9700 yang dikenal dengan nama Onyx hanya seharga 2,85 juta ? masih bisa nego pula. Demikian pula dengan versi layar sentuhnya, Storm 2 ditawarkan hanya sebesar 3 juta saja ?

Jika yang ditawarkan merupakan produk second alias bekas, saya pribadi sih maklum-maklum saja. Karena bisa jadi, dengan harga penawaran semurah itu, kondisi ponsel belum bisa dijamin sepenuhnya. Tapi bagaimana jika ditawarkan dalam kondisi baru ? apakah Anda tidak tertarik untuk membelinya ?

Jejaring sosial berbasis pertemanan FaceBook rupanya tak hanya bisa dimanfaatkan oleh mereka yang memang bermaksud untuk mencari teman lama ataupun pacar lama, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk berjualan. Sayangnya seperti halnya dunia nyata, berjualan yang dilakukan melalui dunia maya dengan memanfaatkan FaceBook sebagai tempat display dan marketingnya kini malah kerap disalahgunakan untuk melakukan aksi penipuan.

Ada beragam informasi yang saya baca terkait aksi ini. Dari yang memang sudah tertipu dan tak jua mendapatkan tanggapan dari pihak penjual lantaran posisi si penjual berada di luar daerah, yang langsung melaporkannya ke polisi hingga yang masih dalam tahapan was-was menanti lantaran uang yang sedianya digunakan untuk membeli barang sudah terlanjur dikirim.

Murahnya barang atau gadget yang ditawarkan memang menarik perhatian bagi mereka yang sedang berniat memiliki atau berburu untuk dijual kembali. Namun sebelum melangkah lebih jauh, perlu diketahui sebelumnya apakah barang atau gadget yang dimaksud memang merupakan produk asli atau branded dari pabrikan yang dimaksud ataukan hanya berupa replika ? karena dari pemantauan yang saya lakukan, beberapa penjual memang secara terang-terangan menyatakan bahwa apa yang mereka tawarkan hanya berupa Replika atau Tiruan, kendati berharga diatas 2 juta rupiah. Itu sebabnya untuk sebuah replika ponsel pintar seperti BlackBerry atau Nokia, disebutkan memiliki kemampuan Dual SIM on, yang notabene biasanya hanya dimiliki oleh perangkat ponsel China.

Hal yang kedua yang barangkali perlu diwaspadai adalah lokasi si penjual dan tentu saja Kredibilitasnya. Mengapa demikian, jika posisi si penjual berada diluar daerah dimana kita tinggal, lebih baik ditunda dulu deh keinginannya untuk melakukan transaksi. Ini untuk mencegah terjadinya aksi penipuan dimana kita sebagai korban, dijamin bakalan kesulitan dalam mengurusnya. Prioritaskan para penjual yang memang memiliki tempat tinggal pasti di lokasi yang kita ketahui. Untuk pasar Denpasar, salah satu yang bisa dipercaya untuk transaksi semacam ini adalah BaliNoteBook.com yang pemiliknya dikenal bernama Ichwan. Terkait kredibilitas, ada baiknya rasa kecurigaan diberikan terlebih dahulu pada si penjual yang berseberangan pulau. Tanyakan padanya, kira-kira siapa yang ada disekitar lokasi tempat tinggal kita yang dapat dipercaya sebagai referensi untuk menanyakan soal Kredibilitas si Penjual. Jika memang belum ada, lebih baik pikir-pikir dulu deh.

Syukur apabila si penjual yang menawarkan terlebih dahulu Referensi lokal disekitar tempat kita tinggal untuk meyakinkan pembeli, seperti yang saya alami sekitar tahun 2006 lalu. Sehingga proses transaksi yang walaupun berbeda pulau, tetap aman bisa dilakukan.

Segala tindak percobaan penipuan yang dilakukan dengan memanfaatkan media jejaring sosial FaceBook memang patut kita waspadai sejak dini. Jangan tergiur terlalu cepat dengan iming-iming harga yang murah. Waspadalah !!! Waspadalah !!!

Sebuah Cerita di Pagi Hari Nyepi 1933

6

Category : tentang DiRi SenDiri

Gerak MiRah perlahan menuruni tempat tidur membuatku terbangun di pagi yang sepi. Tak ada satupun suara riuh yang terdengar jauh dijalan sana. Tak seperti biasanya.

Satu persatu tetes air hujan mulai turun membasahi muka bumi, membuat harum bau tanah mulai tercium. Selamat Pagi kawan-kawan…

Halaman sekitar rumah sudah mulai teduh dan digenangi air, masih jua tak ada orang yang terlihat. Nyepi tahun ini memang tak seperti biasanya.

Kunyalakan layar televisi yang ada diatas lemari kecil sambil mengecilkan volume seminim mungkin, tak ada lagi siaran yang tampil. Berarti memang benar informasi yang kudapat kemarin.

Sebelum beringsut keluar kamar untuk menyeduhkan segelas kopi, kusempatkan dahulu menyalakan layar notebook dan membiarkannya berjalan. Sepotong kue cokelat sisa kemarin langsung kulahap lapar, membatalkan niat untuk melakukan puasa sepanjang hari Tahun Baru Caka ini.

Online. Rupanya Amati Internetan tak dapat kutepati janjinya. Satu persatu halaman yang rutin dikunjungi tampil sempurna dengan cepat. Koneksi yang digunakan di awal bulan ini rupanya sudah mulai normal kembali.

Notebook HP milik LPSE Badung yang sedianya kuinstalasi ulang hari ini, ternyata selesai lebih cepat dari perkiraan. Beberapa aplikasi yang kubutuhkanpun sudah berhasil disuntikkan pagi kemarin. Tulisan terkait ogoh-ogoh dan juga ucapan Selamat merayakan hari raya Nyepi 1933 pun sudah tampil di halaman blog. Bersih-bersih file pun sudah dilakukan malam harinya. Maka satu-satunya aktifitas yang bisa dilakukan pagi ini adalah mengunduh beberapa album musik akustik yang sempat tertunda tempo hari.

MiRah tampak asyik beraktifitas sendiri dengan khayalannya. Sepeda mininya bolak balik menyusuri ruang tamu, kamar tidur dan ruang keluarga. Kopi dalam gelas pun sudah mulai dingin. Menanti waktu…

Ketimbang bengong, satu persatu pakaian kering kusiapkan untuk disetrika. Televisi yang biasanya menemani di pagi hari masih tetap menyajikan keributan semut yang monoton. Rasanya hampa. Namun karena hari ini Nyepi, semuanya harus dijalani dengan penuh semangat.

NoteBook masih menyala dan mulai mengunduh satu persatu album musik akustik dari 4shared. Agar koneksinya tak mubazir, salah satu aplikasi pengunduh websitepun kujalankan. Tak ada salahnya mencoba mengambil 1.700an tulisan yang pernah lahir dan tampil di halaman blog www.pandebaik.com. Entah akan membutuhkan waktu berapa lama untuk menyelesaikannya.

Jalan raya masih tampak sepi dari jendela. Sebagian pakaian sudah selesai kusetrika, tinggal empat stel pakaian dinas saja yang tersisa. Perut yang lapar langsung dihantam dengan dua ketupat kuah balung ditambah ayam bakar tulang lunak. Nikmatnya.

Air mandi jadi begitu segar terasa, apalagi suasana sudah seperti di desa saja. Membuat betah untuk berlama-lama menikmatinya.

Bau dupa harum langsung memenuhi ruangan. Beberapa kuntum bunga kuhaturkan dihadapan-Nya. Menghantarkan hari yang sepi dan penuh Berkah ini. Semoga alam bisa kembali sejenak dalam keheningan.

Tetes air hujan masih turun membasahi bumi, kali ini disertai sedikit angin kencang dan berlalu dengan segera. Makin menyejukkan hati dan raga yang mulai berjalan pulang.

Dianandha Heppista dan Penghinaan Nyepi Tahun 2011

97

Category : tentang Opini

‘kenapa ya kalo nyepi mesti matiin lampu?! toh juga kalo qt melanggar qt yg dosa khn?! Ada aja org yg buat aturan aneh2! Klo mw nyepi, nyepi aja sendri2! Ga usah ngerepotin org laen! saaaaaaaaatt ! \f/’

Dianandha Heppista (BeBeenya Bogel), remaja putri kelahiran 22 Maret 1993 ini tampaknya merasa tidak puas dengan Heningnya perayaan Tahun Baru Caka 1933 Nyepi di Bali atau lebih tepatnya di Kota Denpasar, daerah Kesiman tempat dimana ia tinggal. Peraturan atau lebih tepatnya anjuran untuk tidak menyalakan lampu dalam hal ini api atau penerangan sebagai salah satu dari empat yang diberlakukan setiap hari raya Nyepi, menjadi sasaran akibat ketidakpuasan bathin bisa juga ketidakpahaman si remaja akan hakekat, makna dan maksud dari pada peraturan atau anjuran tersebut.

Sebagai seorang siswa yang pernah atau masih bersekolah di sebuah sekolah ternama SMAN 1 Denpasar, status yang di-update melalui ponsel seluler yang bersangkutan sungguh patut disayangkan. Pertanyaan Pertama yang ada dalam benak saya adalah, apakah hal diatas tidak pernah diajarkan di sekolah ataukah si remaja tak pernah peduli dengan adat istiadat dan budaya tempat ia tinggal ?

Saya pribadi belum tahu secara pasti Agama apa yang dianut oleh si gadis remaja yang kelihatannya memiliki pacar bernama Twoe Arya Wijaya (BoOgel Poenya DianAndha) ini. Jika saja Hindu, status yang bersangkutan diatas makin patut untuk dipertanyakan. Seberapa jauh pemahaman yang ia dapatkan dalam mempelajari Agamanya di sekolah ataukah malahan tidak mau tahu dengan Agamanya sendiri ?

Sangat disayangkan apabila seorang Remaja Belia Bali ikut-ikutan menghina Hari Raya Nyepi. Menambah panjang daftar orang-orang yang harus diberikan Pendidikan Agama baik di sekolah dan juga dirumahnya.

*Sekedar Informasi, akun yang bersangkutan rupanya sudah tidak bisa ditemukan lagi di Jejaring Sosial Pertemanan FaceBook. Bisa jadi lantaran yang bersangkutan mengubah nama akun dan menutup Privacy akun secara lebih pribadi. Namun sebagai petunjuk, akun pacar yang bersangkutan, masih bisa kok ditemukan. :p

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1933

4

Category : tentang DiRi SenDiri

Ogoh-Ogoh Kota Denpasar Tahun 2011

19

Category : tentang InSPiRasi

Entah mengapa ketika mencermati penampilan beberapa Ogoh-Ogoh di seputaran Kota Denpasar nampaknya lebih banyak terinspirasi dari Juara Pertama Lomba Ogoh-Ogoh yang diselenggarakan Walikota Denpasar Tahun 2010 lalu. Chandra Bhairawa buah karya Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat. Ogoh-ogoh yang menampilkan banyak perwajahan (dibuat dan disusun sedemikian rupa) tiga hingga sembilan wajah ditambah dua tiga pasang tangan, beraksi dengan pose yang nyaris sama.

Untuk Ogoh-ogoh berukuran besar didominasi dengan bahan gabus sebagai bahan dasar pembuatan sehingga memungkinkan terbentuknya otot dan lekukan tubuh sekecil dan sedetail apapun. Pose dan aksi mereka juga lebih banyak menantang, dari yang hanya berpegangan pada sebuah bambu, pohon, senjata ataupun kayu atau bahkan layaknya sedang terbang. Berkat pewarnaan dan hiasan yang diberikan, ogoh-ogoh yang tahun ini ditampilkan kembali di seputaran Alun-Alun Kota Denpasar ini jadi semakin hidup.

Dibandingkan Tahun lalu, secara jumlah Ogoh-ogoh yang tampil di seputaran Kota Denpasar saya rasa lebih sedikit, itupun secara sosok juga jadi kurang kreatif. Kendati begitu, beberapa diantaranya masih ada yang mengambil situasi sosial negeri diantaranya ogoh-ogoh Gayus Tambunan, Rabies atau KPK.

Berikut beberapa penampakan Ogoh-ogoh seputaran Kota Denpasar Tahun 2011 yang sempat saya ambil sore tadi.

Mengenal Hari Raya Nyepi ; Tahun Baru Caka 1933

2

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang Opini

Pagi itu terasa lengang, hari berlalu seakan tak bernafas. Panas terik yang berasa makin menyengat tak pupuskan tawa ceria kami asyik bermain disepanjang jalan.

Nyepi adalah satu-satunya hari yang paling kami nanti saat kecil dulu. Hari dimana kami bisa lepas bermain sejak pagi hingga sandya kala tanpa harus diganggu raungan motor dan laju kencangnya mobil dijalan depan rumah, walau sesekali harus kabur ke segala arah menghindari hardikan para Pecalang yang tampak garang di kejauhan. Malam haripun biasanya kami lalui dengan duduk bersenda gurau dikegelapan tanpa penerangan secuil pun.

Berjalan menyusuri sepanjang jalan Nangka dari ujung Selatan hingga Utara sepertinya tak pernah memberi rasa lelah sedikitpun karena para tetangga selalu siap menyambut kami dengan segelas kopi dan beberapa penganan. Nyepi tidaklah sesepi yang dibayangkan orang.

Hari Raya Nyepi adalah hari  yang dirayakan oleh Umat Hindu setiap kali mereka menyambut Tahun Baru yang disebut pula sebagai Tahun Baru Caka. Hari ini jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (kesembilan) yang dipercaya merupakan hari penyucian dewa-dewa di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup. Untuk itu umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka. Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi atau senyap). Hari Raya Nyepi merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan / kalender Caka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Berbeda dengan perayaan tahun Baru lainnya,  Tahun Baru Caka di Bali dimulai dengan menyepi. Tidak ada aktifitas seperti biasa. Semua kegiatan ditiadakan, termasuk pelayanan umum, seperti Bandara Udara Internasional, Rumah Makan, Perhotelan (dalam teorinya namun tidak dalam prakteknya) namun tidak berlaku untuk rumah sakit.

Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan Bhuwana Alit (alam manusia/microcosmos) dan Bhuwana Agung/macrocosmos/alam semesta). Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali

Melasti, Tawur (Pecaruan), dan Pengrupukan

Tiga atau dua hari sebelum Nyepi, umat Hindu melakukan Penyucian dengan melakukan upacara Melasti atau disebut juga Melis/Mekiyis. Pada hari tersebut, segala sarana persembahyangan yang ada di Pura (tempat suci) di arak ke pantai atau danau, karena pantai  atau danau merupakan sumber air suci (tirta amerta) yang diharapkan dapat menyucikan segala leteh/mala (kotor) di dalam diri manusia dan alam.

Sehari sebelum Nyepi yaitu pada “tilem sasih kesanga” (bulan mati yang kesembilan), umat Hindu melaksanakan upacara Bhuta Yadnya di segala tingkatan masyarakat, mulai dari masing-masing keluarga, banjar, desa, kecamatan dan seterusnya, dengan mengambil salah satu dari jenis-jenis caru (sesajian) menurut kemampuannya. Bhuta Yadnya ini masing-masing bernama Pañca Sata (kecil), Pañca Sanak (sedang) dan Tawur Agung (besar).

Tawur atau pecaruan sendiri merupakan penyucian/pemarisuda Bhuta Kala, dan segala leteh (kekotoran) diharapkan sirna semuanya. Caru yang dilaksanakan di rumah masing-masing terdiri dari nasi manca (lima) warna berjumlah 9 tanding/paket beserta lauk pauknya, seperti ayam brumbun (berwarna-warni) disertai tetabuhan arak/tuak. Bhuta Yadnya ini ditujukan kepada Sang Bhuta Raja, Bhuta Kala dan Bhatara Kala, dengan memohon supaya mereka tidak mengganggu umat.

Mecaru diikuti oleh upacara pengerupukan, yaitu menyebar-nyebar nasi tawur, mengobori-obori rumah dan seluruh pekarangan, menyemburi rumah dan pekarangan dengan mesiu, serta memukul benda-benda apa saja (biasanya kentongan) hingga bersuara ramai/gaduh. Tahapan ini dilakukan untuk mengusir Bhuta Kala dari lingkungan rumah, pekarangan, dan lingkungan sekitar. Khusus di Bali, pengrupukan biasanya dimeriahkan dengan pawai ogoh-ogoh yang merupakan perwujudan Bhuta Kala yang diarak keliling lingkungan, dan kemudian dibakar. Tujuannya sama yaitu mengusir Bhuta Kala dari lingkungan sekitar.

Puncak acara Nyepi

Keesokan harinya, yaitu pada Purnama Kedasa (bulan purnama kesepuluh), tibalah Hari Raya Nyepi. Pada hari ini suasana seperti mati. Tidak ada kesibukan aktifitas seperti biasa. Pada hari ini umat Hindu melaksanakan “Catur Brata” Penyepian yang terdiri dari amati geni (tiada berapi-api/tidak menggunakan dan atau menghidupkan api), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan(tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak mendengarkan hiburan). Serta bagi yang mampu,  juga melaksanakan tapa,brata,yoga dan semadhi.

Demikianlah untuk masa baru, benar-benar dimulai dengan suatu halaman baru yang putih bersih. Untuk memulai hidup dalam tahun baru Caka pun, dasar ini dipergunakan, sehingga semua yang kita lakukan berawal dari tidak ada,suci dan bersih. Tiap orang berilmu (sang wruhing tattwa jñana) melaksanakan brata (pengekangan hawa nafsu), yoga ( menghubungkan jiwa dengan paramatma (Tuhan), tapa (latihan ketahanan menderita), dan samadi (manunggal kepada Tuhan, yang tujuan akhirnya adalah kesucian lahir batin).

Semua itu menjadi keharusan bagi umat Hindu agar memiliki kesiapan batin untuk menghadapi setiap tantangan kehidupan di tahun yang baru. Kebiasaan merayakan hari raya dengan berfoya-foya, berjudi, mabuk-mabukan adalah sesuatu kebiasaan yang keliru dan mesti diubah.

Ngembak Geni (Ngembak Api)

Rangkaian terakhir dari perayaan Tahun Baru Caka adalah hari Ngembak Geni yang jatuh pada “pinanggal ping kalih” (tanggal 2) sasih kedasa (bulan kesepuluh). Pada hari ini Tahun Baru Caka tersebut memasuki hari kedua. Umat Hindu bersilaturahmi dengan keluarga besar dan tetangga, saling maaf memaafkan satu sama lain.

Pecalang Perangkat Keamanan Panutan Desa Adat Bali

4

Category : tentang iLMu tamBahan, tentang Opini

Dalam beberapa hari kedepan, sosok tangguh yang satu ini bakalan kerap dijumpai disepanjang jalan pula Bali. Mereka akan hadir disetiap ujung jalan maupun persimpangan menjaga keamanan dan juga ketertiban pelaksanaan hari suci yang dipaling ditunggu-tunggu oleh semua umat Hindu. Tahun Baru Caka Hari Raya Nyepi 1933.

Pecalang adalah perangkat keamanan yang hadir disetiap desa adat yang secara tradisi diwarisi turun temurun dalam budaya Bali. Memiliki tugas untuk mengamankan dan menertibkan desa adat baik dalam keseharian maupun dalam hubungannya dengan penyelenggaraan upacara adat atau keagamaan.

Pada Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Caka, para pecalang ini melakukan ronda dari pagi hingga malam untuk memantau ketertiban pelaksanaan Brata Penyepian. Pakaian yang dikenakan dari satu daerah ke daerah lainnya bervariasi, namun pada umumnya tidak menggunakan baju atau atasan, sehingga penampilan Pecalang sekaligus sebagai ajang pamer kekekaran bidang tubuhnya. Meski demikian, ada juga pecalang yang mempergunakan baju perang tanpa lengan seperti rompi. Pecalang menggunakan Destar atau ikat kepala dan kain berwarna hitam, kampuh atau kain penutup badan bercorak belang khusus atau disebut poleng sudhamala. Setiap Pecalang biasanya menyungklit keris di bagian pinggang. Satu lagi yang tak kalah perannya adalah sebuah bunga kembang sepatu berwarna merah menyala yang terselip di telingan. Pucuk Arjuna.

Warna hitam yang mendominasi penampilan Pecalang melambangkan pengayoman dan pembinaan. Hal ini berkaitan dengan tugas dan kewajiban Pecalang yang diharapkan dapat membina ketertiban dan mengayomi masyarakat. Kain poleng Sudhamala sendiri yang memiliki tiga warna dasar, hitam, putih dan abu-abu memiliki arti atau makna ketegasan sikap yang mampu melebur segala kebusukan atau mala menjadi selaras dan harmonis.

Dengan bergesernya jaman, Pecalang dimasa kini hampir tidak lagi identik dengan badan yang kekar ataupun berwajah seram. Dari segi pakaian yang dikenakannya pun sudah mulai mengikuti perkembangan jaman. Atasan Kemeja berwarna gelap, dilengkapi dengan jaket hijau metalik yang biasanya digunakan pula oleh Polisi Lalu Lintas dan keris yang dahulunya kerap disandang, berganti dengan pentungan yang dapat dinyalakan sebagai tanda bagi para pengendara di jalan raya. Tidak jarang, perangkat komunikasi Handy Talkie pun disematkan di pinggang untuk mempermudah koordinasi jarak jauh.

Pecalang mulai naik daun ketika Bali diberi perhatian lebih untuk menyelenggarakan event-event besar baik dari kalangan partai politik maupun organisasi massa tertentu. Yang paling kentara adalah saat Kongres sebuah parpol berwarna dasar Merah yang dilaksanakan di lapangan Kapten Japa Padanggalak tahun 1999 lalu, peran Pecalang bisa dikatakan sangat dominan terlihat. Demikian halnya dalam setiap event berskala Regional digelar, Pecalang tak luput dari perhatian media.

Meski Pecalang memiliki tugas untuk membina ketertiban dan mengayomi masyarakat, ada saja satu dua oknum yang kemudian memanfaatkan emblem Pecalang ini untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tak terpuji atau malah bertindak arogan dijalan raya. Itu sebabnya, terkadang ada saja yang terlihat petantang petenteng merasa paling berhak untuk mengatur segalanya.

Pecalang secara bahasa, kabarnya berasal dari kata ‘Celang’ atau Waspada. Sehingga diharapkan bagi mereka yang kemudian menyandang atau didaulat sebagai Pecalang harus mampu bersikap waspada terhadap segala tantangan baik itu yang datang dari masyarakat dan lingkungannya maupun dari diri sendiri. Pecalang memang sudah sepantasnya menjadi panutan bagi masyarakat.