Entah mengapa ketika mencermati penampilan beberapa Ogoh-Ogoh di seputaran Kota Denpasar nampaknya lebih banyak terinspirasi dari Juara Pertama Lomba Ogoh-Ogoh yang diselenggarakan Walikota Denpasar Tahun 2010 lalu. Chandra Bhairawa buah karya Sekaa Teruna Yowana Saka Bhuwana Banjar Tainsiat. Ogoh-ogoh yang menampilkan banyak perwajahan (dibuat dan disusun sedemikian rupa) tiga hingga sembilan wajah ditambah dua tiga pasang tangan, beraksi dengan pose yang nyaris sama.
Untuk Ogoh-ogoh berukuran besar didominasi dengan bahan gabus sebagai bahan dasar pembuatan sehingga memungkinkan terbentuknya otot dan lekukan tubuh sekecil dan sedetail apapun. Pose dan aksi mereka juga lebih banyak menantang, dari yang hanya berpegangan pada sebuah bambu, pohon, senjata ataupun kayu atau bahkan layaknya sedang terbang. Berkat pewarnaan dan hiasan yang diberikan, ogoh-ogoh yang tahun ini ditampilkan kembali di seputaran Alun-Alun Kota Denpasar ini jadi semakin hidup.
Dibandingkan Tahun lalu, secara jumlah Ogoh-ogoh yang tampil di seputaran Kota Denpasar saya rasa lebih sedikit, itupun secara sosok juga jadi kurang kreatif. Kendati begitu, beberapa diantaranya masih ada yang mengambil situasi sosial negeri diantaranya ogoh-ogoh Gayus Tambunan, Rabies atau KPK.
Berikut beberapa penampakan Ogoh-ogoh seputaran Kota Denpasar Tahun 2011 yang sempat saya ambil sore tadi.













me like your live report !!! keren Pande..
[Reply]
Matur Suksema…
[Reply]
makasi bwt Mr. PanDe Baik udh muat ogoh-ogoh banjar saya (foto no 3 dr atas) di blog ini, sayang ga tembus ke puputan utk parade
[Reply]
pande Reply:
March 5th, 2011 at 6:06 pm
Banjar Titih ya Bli ? nike banjar asal ibu tiange. :p
[Reply]
Agoes Bimbo Reply:
March 10th, 2011 at 3:17 pm
wah, siapa ibunya? kok semeton ga tau ya?? saya tinggal di ternate, di manikan…hehehe
[Reply]
beh, ogoh2 gemeh sing ade fotone, juara dua to tahun ini
[Reply]
[Reply]
Ogoh-ogoh jaman sekarang semakin bagus bli.. orang-orang sudah semakin pintar membuatnya dan semakin seni.
[Reply]
pande Reply:
March 8th, 2011 at 12:55 pm
nah, ini dia salah satu sisi positif penggunaan Gabus. Coba kalo tetep pake ulatan bambu ? :p
[Reply]
:evil
:evil
[Reply]
bnar bnar bnar
[Reply]
check this !!!
http://programatujuh.wordpress.com/2010/03/14/ogoh-ogoh-ragam-budaya-bali/ogoh-ogoh1/
[Reply]
pande Reply:
March 3rd, 2012 at 4:43 pm
Keren Om
[Reply]
yang kapalanya banyak itu pasti banjar batan buah ya bli
[Reply]
pande Reply:
February 22nd, 2013 at 8:58 am
Sepertinya begitu. *Lupa
[Reply]
tidak ada banjar karang suwung ya bli
[Reply]
makasi buwat mr pande baik udah muat ogoh ogoh banjar kakek saya (foto no 1 dari bawah)suksma
[Reply]
pande Reply:
February 28th, 2013 at 9:58 am
Sama”… :p
[Reply]
banjar kakek saya banjar pagan
[Reply]