Sewa Bus ? klik saja Mai Bus is My Bus

12

Category : tentang PLeSiran

Mai Bus (PT NADIA KENCANA) adalah salah satu perusahaan penyedia layanan jasa SEWA BUS PARIWISATA dengan armada bus pariwisata yang prima. Memiliki cakupan area layanan di Jawa, Bali dan Lombok . BUS PARIWISATA Mai Bus adalah armada TERBARU buatan tahun 2010 dan 2011, prima dan dilengkapi dengan fasilitas yang berteknologi canggih bermesin EURO 2 dan EURO 3 serta di dukung dengan pengemudi – pengemudi yang memiliki pengetahuan tentang pariwisata, ramah, bertanggung jawab, profesional dan selalu siap memberikan yang terbaik bagi Anda serta memiliki keandalan dalam mengemudikan bus.

Tidak hanya itu, Mai Bus pun melayani acara-acara Wisata, Retret, Tirta Yatra, Mudik bareng, Acara Keluarga, Gathering, Raker, Training, Outbound, serta kegiatan – kegiatan lainnya yang telah terkonsep oleh Anda.

Mai Bus menyediakan Bus Standard Pariwisata Executive Class mulai dari kapasitas 9 kursi, 12 kursi, 15 kursi, 18 kursi, 21 kursi, 29 kursi, 30 kursi, 40 kursi, 47 kursi, dan 59 kursi. Kapasitas dapat diubah sesuai dengan permintaan untuk dapat lebih memberikan kenyamanan Anda.

Armada Mai Bus memiliki interior yang mewah yang didesain dan dikerjakan oleh pabrik karoseri terkemuka di indonesia. Kebersihan, mesin prima, driver profesional dan kenyamanan selama dalam perjalanan adalah prioritas pertama yang kami utamakan untuk anda. Adapun Armada Mai Bus yang telah siap untuk digunakan sebagai berikut :

  • > Mercedes Benz New OH 1526 (Brand New) seat 41 – 45
  • > HINO R260 (Brand New) seat 41 – 45
  • > Medium Bus seat 29 – 35
  • > Isuzu ELF seat 9 – 12
  • > HINO DUTRO SDWBL seat 15 – 18

Fasilitas : Full AC, DVD, Karaoke, LCD (TV layar datar), Sound system, Reclining Seat, Asuransi perjalanan, GPS*, Cool Box*, Toilet*, serta Standart keselamatan lainnya.

Nikmati Kenyamanan dan Kepuasan bersama Mai Bus. Perjalanan ke Pantai Kuta, Ubud, Sangeh, Bedugul, Garuda Wisnu Kencana, Uluwatu, Sangeh, Pura Blambangan, Pura Semeru atau Pura Gunung Salak.

> Office : Jl. Mahendradatta No. 91 Denpasar Bali

> Phone : 0361 9141222, 9141333

> Website : www.maibustransport.com

> FaceBook Group : Mai Bus is My Bus

> FaceBook Pages : Mai Bus is My Bus

> email : [email protected]

Anda ingin Sewa Bus ? telpon kami atau klik Mai Bus

7 Langkah Rebut Kembali akun FaceBook-mu

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Melanjutkan tulisan sebelumnya terkait ‘Berdayakan akun Email untuk Merebut Kembali akun FaceBook-mu’, kali ini sesuai janji, saya akan berikan 7 langkah untuk merebut kembali Akun FaceBook yang dibobol, seandainya terjadi perubahan email ataupun password.

Langkah Pertama, periksa kotak masuk (inbox) pada akun email, dimana ketika terjadi perubahan alamat email yang digunakan sebagai User ID pada akun FaceBook ataupun kode sandi / password, secara Default pihak FaceBook akan mengirimkan email konfirmasi untuk memastikan apakah benar Pemilik yang sebenarnya melakukan tindakan tersebut. Seandainya pun tidak, pihak FaceBook memberikan kesempatan pada Pemilik akun FaceBook yang sebenarnya, untuk mengklaim kembali akun FaceBook yang telah dibobol tersebut.

Langkah Kedua, klik pada link atau alamat yang tertera pada email tersebut. Jika tidak bereaksi, copy paste-kan alamat tersebut pada jendela Browser yang bisaa  digunakan. Adapun halaman yang akan dituju adalah Pemberitahuan untuk menangguhkan halaman akun FaceBook sementara waktu.

Langkah Ketiga, klik pada tombol ‘Secure my Account’ apabila memang benar akun FaceBook yang tertera dibagian atas tombol, merupakan akun FaceBook yang dimaksudkan. Halaman akan berganti dengan Pernyataan bahwa halaman akun ditangguhkan untuk sementara.

Langkah Keempat, klik pada tombol ‘Lanjutkan’ untuk mengakses halaman perubahan kata sandi. Pada halaman ini, seperti halnya saran saya beberapa waktu lalu, diharapkan untuk input sandi atau password baru, pengguna dapat mengkombinasikan huruf, angka dan karakter dengan jumlah minimal 7 karakter. Jika sudah, klik pada tombol ‘Ganti Kata Sandi’.

Langkah Kelima, lakukan pengiriman kata sandi yang baru saja diganti, ke akun email yang digunakan sebagai User ID akun FaceBook. Jadi, untuk meyakinkan bahwa kata sandi telah diubah, periksa kembali email yang digunakan, dan kalau bisa catatkan untuk lebih mudah mengingatnya.

Langkah Keenam, FaceBook memberikan Tinjauan aktifitas yang dilakukan pada akun FaceBook selama kecurigaan akan pembobolan akun (perubahan email atau password) itu muncul, untuk melihat seberapa jauh langkah si pembobol nantinya. Pengguna dapat memperkirakan perubahan apa saja yang kelak bakalan dilakukan seandainya akun bisa dipulihkan kembali. Jika memang tidak perlu, abaikan saja.

Langkah Ketujuh, klik pada tombol ‘Kembali ke Beranda FaceBook’ untuk mengakhiri proses pemulihan akun.

Jika akun sudah diperoleh kembali, silahkan periksa halaman Beranda, Pesan, Chat dan lainnya serta mohonkan informasi pada Teman yang ada dalam Daftar untuk mengkonfirmasi apabila ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan ketika akun diambil alih. Berharap saja bahwa si pembobol tak melakukan banyak hal negatif yang menyinggung perasaan.

Semoga Tips kali ini bisa Berguna. Salam dari Pusat Kota Denpasar

Berdayakan Email untuk Merebut kembali akun FaceBook-mu

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Belum jua habis membahas seluk beluk FaceBook, kali ini saya ingin berbagi pengalaman seputar apa yang harus dilakukan ketika seseorang membobol akun FaceBook yang kita gunakan.

Ada dua hal yang paling memungkinkan untuk dilakukan. Pertama, menunggu dan mencoba terus untuk melakukan login ke akun FaceBook dengan harapan si pembobol akan melakukan sign out atau log out dalam waktu yang tidak lama. Kedua, mengupayakan langkah melalui akun Email yang digunakan sebagai user ID pada akun FaceBook. Langkah kedua ini harus dengan segera dilakukan untuk memeriksa apakah terjadi perubahan alamat email yang biasanya digunakan untuk login atau bahkan perubahan password.

Saya yakin, tidak semua pengguna atau pemilik akun FaceBook begitu peduli dengan akun email yang dimilikinya. Alasannya sederhana, karena Notifikasi atau pemberitahuan akan segala aktifitas didalam akun FaceBook jauh lebih mudah diakses melalui halaman akun ketimbang membaca satu persatu email yang diterima dari FaceBook.

Padahal, ketika seorang pengguna atau pemilik akun FaceBook mengalami kebobolan akun, Email merupakan satu-satunya Dewa Penolong yang dapat kita andalkan untuk mendapatkan kembali akun FaceBook, agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Mengapa demikian ?

Berdasarkan pengalaman saya mengelola tiga akun FaceBook secara berkala (salah satunya akun permanen), segala aktifitas perubahan yang dilakukan atas akun FaceBook, dengan segera diberitahukan ke alamat email yang digunakan sebagai User ID. Apalagi jika perubahan itu menyangkut perubahan alamat email yang akan dijadikan User ID atau bahkan perubahan sandi / Password.

Itu sebabnya, selain saran saya kali ini untuk tetap memberdayaan akun email (terutama yang dijadikan sebagai User ID FaceBook) sebaik mungkin (diperiksa secara berkala), saran lainnya adalah tetap memelihara password dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka.

Lantas, bagaimana langkah ataupun cara yang dapat dilakukan untuk merebut kembali akun faceBook yang dibobol orang ? tunggu tulisan saya selanjutnya.

Bye Bye My StarOne Unlimited

28

Category : tentang TeKnoLoGi

Akhirnya diceraikan juga. Setelah hampir tiga tahun saya menggunakannya, koneksi internet StarOne Unlimited, saya putuskan untuk dihentikan pertengahan bulan lalu. Terhitung bulan Juni tahun 2008 saya mencoba paket penjualan modem Speed Up yang bekerja sama dengan StarOne Indosat, menawarkan koneksi internet cuma Rp. 25 per menit pemakaiannya. Dengan Standar biaya Rp. 100.000, saya berhak mendapatkan 66 jam pemakaian. Sangat memuaskan tentunya.

Sayangnya, promo tersebut hanya berlaku untuk tiga bulan pertama saja. Selanjutnya, tarif berlaku normal sebesar Rp. 75 per menit pakainya. Bersyukur, pihak Indosat memberikan tawaran yang cukup menarik saat itu. Dengan biaya sebesar Rp. 108.000 (sudah termasuk PPn), saya mendapatkan jatah sebesar 1 GB Data dengan kelebihan dihitung sebesar Rp.300 per MB data.

Di awal penggunaan, jatah sebesar itu mampu saya kelola dengan baik selama sebulannya. Baru terasa mencekik ketika aktifitas saya mulai meningkat terkait penyelesaian Thesis yang memang mutlak membutuhkan koneksi Internet. Biaya bulanan melonjak hingga dua kali lipatnya. Lagi-lagi bersyukur, karena pihak Indosat menawarkan paket Unlimited data dengan biaya Cuma Rp. 125.000 sebulannya. Informasi ini secara kebetulan saya dapatkan dari seorang kawan Blogger asal Cirebon, Pak Dokter Basuki Pramana yang telah terlebih dahulu meng-Apply paket tersebut.

Maka terhitung pada bulan Juli 2009, saya resmi menggunakan paket Unlimited ini dan benar-benar terpuaskan. Meskipun yang namanya kecepatan tidak secepat Speedy atau Telkomsel Flash yang lagi booming saat itu, namun kestabilan koneksinyalah yang membuat saya begitu jatuh cinta. Tidak heran, pemakaian data yang saya habiskan setiap bulannya meningkat secara teratur. Kalau tidak salah data yang saya gunakan sempat mencapai 9,5 GB setara dengan 270-an jam pemakaian. Saya sempat deg-degan juga saat pembayaran, tapi ternyata tarifnya berlaku tetap.

Adalah unit baru LPSE yang kini sedang dikembangkan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung, tempat dimana saya bekerja, memberikan fasilitas modem plus koneksi internet IM2 selama setahun, mengakibatkan saya menempuh jalan ‘perceraian’ ini. Meskipun pada awalnya, saya bersikukuh untuk tetap menggunakan modem Speed Up plus koneksi StarOne Unlimited yang rencananya kelak saya hibahkan pada Istri, namun kemudian muncul dua pertimbangan baru yang membatalkan niat saya tersebut.

Koneksi StarOne Unlimited ternyata gak se-stabil yang saya dapatkan sebelumnya, ketika digunakan di ruangan lokasi kerja Istri yang kebetulan berada di lantai 2 dari 3 lantai. Padahal ketika saya gunakan baik dirumah ataupun ruangan tempat saya bekerja (lantai 3), koneksi selalu stabil dan memuaskan. Pertimbangan kedua adalah, terjadinya Konflik internal pada kedua laptop yang saya gunakan, antara modem cdma Speed Up dengan modem gsm Huawei E1550 IM2. Akibatnya, selang beberapa hari percobaan, modem gsm dengan koneksi IM2 tidak dapat digunakan dengan baik lantaran kalah bertarung dengan modem lama. Kedua laptop pada akhirnya saya instalasi ulang berbarengan.

Ketimbang merepotkan, sayapun memutuskan kontrak dengan StarOne Unlimited plus Modem cdma Speed Up dan dengan segera menggantinya dengan modem gsm bertipe sama untuk menghindari terjadinya Konflik. Modem baru berwarna putih ini sama plek dengan modem gsm yang diselipkan koneksi internet IM2 Unlimited. Hanya saja, untuk mengisi koneksi pada modem si putih, saya mencoba memilih paket Unlimited milik XL yang Cuma sebesar Rp. 99.000 sebulannya. Meski sepengetahuan saya, yang namanya Unlimited pada kedua operator gsm ini, bukanlah Unlimited seperti halnya StarOne yang berkecepatan tetap.

Baik IM2 maupun XL sama-sama menawarkan paket 3G mereka yang dikenal dengan kecepatan akses data yang tinggi. Namun ketika jatah yang digunakan mencapai Kuota, secara otomatis kecepatan 3G tersebut akan turun secara drastis ke 64 kbps. Jauh lebih rendah ketimbang StarOne yang berani tetap stabil di kecepatan 153 kbps. Itu sebabnya ketika Kuota IM2 habis dan kecepatan mulai terasa menjengkelkan, sayapun berpindah ke XL untuk sementara waktu sembari menanti habis bulan. Yah, mau bagaimana lagi ?

MemBahasa Gaulkan Bahasa Indonesia

8

Category : tentang Opini

Saya tidak merasa heran ketika satu saat yang lalu, sebuah media menyatakan bahwa sebagian besar siswa siswi negeri ini mendapatkan nilai rendah untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, saat Ujian Akhir Nasional. Padahal ‘Apa yang terjadi’ sebetulnya pantas menjadi sebuah pertanyaan. Bandingkan saja dengan sekitar 15-20 tahun yang lalu dimana barangkali mata pelajaran exact atau bahasa Inggris masih menjadi momok.

Saya yakin banyak generasi seusia saya yang akan memakluminya, karena memang dahulu kami belajar di jaman yang berbeda. Jaman dimana yang namanya Bahasa Gaul, Bahasa Alay ataupun bahasa komunikasi sms tidak dikenal luas. Bahkan, sejumlah media remaja atau pendidikanpun masih dengan setia menurunkan topik atau tema mereka dengan Bahasa Indonesia berbasis EYD atau Ejaan Yang Disempurnakan. Sedangkan Bahasa Inggris ataupun Exact belum sebebas sekarang dapat diakses dan dipelajari informasinya sedari dunia maya.

Dengan lahir dan besar di jaman yang berbeda, maka bisa dimaklumi pula seandainya saya (dan juga banyak orang diluar) yang masih bingung dengan istilah bahasa gaul, alay maupun komunikasi sms yang digunakan oleh para abegeh atau anak muda usia sekolahan. ‘Lebay, Alay, Jayus dan banyak lagi sebetulnya sering terdengar telinga, namun pemahaman kami akan arti kata tersebut belum sampai untuk dapat dimengerti.

Parno misalnya. Bagi sebagian orang yang tidak paham, saya yakin makna kata ini dianonimkan sebagai porno atau jorok. Padahal kalau tidak salah, Parno yang berasal dari kata Paranoid, dapat dianonimkan semacam rasa khawatir, was-was atau takut. Sayangnya, kata ini sama sekali tidak terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tebalnya dapat dijadikan bantal tidur, sehingga agak menyulitkan bagi yang tidak paham untuk mengetahui maknanya secara gamblang. Sedangkan saya yakin, untuk bertanya pada para abegeh malah ada rasa segan. Hehehe…

Belum lagi yang namanya bahasa ‘singkat’ ‘komunikasi sms. Untuk bahasa ini, lebih banyak komunikasi dilakukan via teks atau pesan yang disampaikan melalui ponsel. Entah karena memang sudah bakunya dari sana (bahkan saya sempat menemukan satu buku pedoman bahasa ‘singkat’ komunikasi sms ini di Gramedia) atau karena alasan penghematan pulsa pengiriman, menjadikan si pembaca atau si penerima tak kalah bingungnya dan dituntut jauh lebih menguasai. Ciri-ciri dari bahasa ini adalah penghilangan huruf vocal ‘a, i, u, e o’, menyingkat dua kata menjadi satu atau menggunakan angka sebagai pengganti huruf.

‘bgm kbrna pk?gipain?’

‘4k mnt prm3nna dnk’

Kira-kira, bisa dimengerti gag ya seandainya sebaris ‘kalimat’ pertama diatas sampai di layar ponsel Anda ? kurang lebih arti panjangnya, ‘bagaimana kabarnya Pak ? lagi ngapain ?’ hehehe… atau yang baris kedua ? yang arti panjangnya ‘aku minta permennya dong’. Hihihi…

Kalo yang dituju itu sobat sebaya sih gag masalah, tapi kalo yang bersangkutan berstatus dosen pengajar (apalagi penguji), pejabat ataupun orang tua pengirim, gag terbayang deh apa reaksi mereka. Yang ada malah kening berkerut dan (saya pribadi) malah cenderung mengabaikannya.

Sayangnya, penggunaan bahasa komunikasi tak resmi ini didukung pula oleh pemaksaan pergaulan social yang cenderung memberikan cap ‘tidak gaul atau tidak eksis’ pada sesamanya apabila tidak menggunakan bahasa komunikasi tersebut. Sehingga lama kelamaan, Bahasa Indonesia yang seharusnya lebih dipahami oleh generasi muda bangsa ini pun makin jauh menghilang ditelan bumi.

Bagaimana pendapat Anda ?

SM*SH HITs

9

Category : tentang Opini

“…You know me so well …Girl i need you …Girl i love you …Girl i heart you”

Jujur saja, pertama kali saya mendengar Reffrain lagu ini yang langsung terlintas adalah sebuah BoyBand beranggotakan cowok-cowok abegeh dari luar sana, yang nge-dance kompak, penuh dengan nuansa cerah dan tentu saja teriakan para gadis. Masih belum ngeh saat sebuah stasiun televisi swasta heboh banget menampilkan mereka sebagai pamungkas acara. eh kecele abis rupanya…

BoyBand. Mesti dikecam namun sangat menggoda. Kemunculan mereka kabarnya dibenci namun diam-diam dicinta. Begitu kira-kira tulisan sebuah media cetak beberapa hari lalu. Bahkan beberapa musisi metal sempat melontarkan kritikan pedas terkait gaya panggung dan karya-karya yang lahir dari para remaja tanggung tersebut.

SM*SH (dibaca jadi SMASH kali ya ?) muncul ditengah-tengah kebosanan generasi muda Indonesia akan lagu-lagu melayu yang mendayu kendati penampilan mereka rada-rada metal. Satu hal yang bagus saya kira, bisa memberi warna pada blantika musik Indonesia awal tahun 2011 ini.

Sayangnya ditengah hysteria fans, banyak komentar ataupun berita miring yang dikaitkan dengan SM*SH. Salah satu yang paling pedas barangkali soal ‘meniru’.

Di Korea sana kabarnya sudah ada satu BoyBand yang jua menggunakan nama sama dengan debut mereka sejak tahun 2008 lalu. Iseng saya cari di Google Images, hasilnya ada dua BoyBand dengan nama sama namun beda kelahiran. Hehehe… SM*SH Korea itu beranggotakan 5 (lima) abegeh kurus berwajah Vic Shou Meteor Garden sedang SM*SH ala Indonesia itu beranggotakan 6 (enam) abegeh berwajah menggemaskan (kata cewek-cewek abegeh rumah) yang salah satunya berambut putih ala Bang Buyung. *eh

Entah apa maksudnya menyamakan nama dengan BoyBand asal Korea tersebut (bisa jadi juga gaya tampil, cara dance dan lain-lain).

SM*SH bukanlah BoyBand pertama yang lahir di negeri ini. Kalau tidak salah jaman dulu itu (hihihi…) sudah ada yang namanya ME dengan lagu ‘Inikah Cinta’ atau BoyBand sekumpulan Model Cover Boy majalah remaja yang juga berumur jagung. Ngerilis dua tiga album trus gag kedengeran lagi.

Hysteria para Fans akan BoyBand Indonesia SM*SH pun sempat mengingatkan saya dengan BoyBand asal Irlandia ‘BoyZone’ atau BackStreets Boys, Westlife dan sejenisnya yang sempat booming di awal dekade 2000an lalu. Namun yang paling mirip barangkali malah jauh kebelakang lagi, di tahun 1990an. Apalagi kalo bukan New Kids On The Block. Saya yakin, para Bapak dan Ibu muda masa kini yang berumuran 30-40 tahun dijamin kenal nama yang satu ini.

BoyBand jadul yang kini gosipnya sedang berusaha untuk tampil kembali (tentu dengan wajah penuh cambang dan perut yang mulai tampak menggelayut), merupakan salah satu panutan yang disegani oleh para penerusnya. Apalagi anggotanya masih berusaha eksis hingga kini. Bahkan lewat sebuah majalah film, saya baca salah satunya bakalan ikut ambil bagian dibidang acting. Wah…

Balik ke topik SM*SH, jujur saja, saya pribadi gag terlalu peduli dengan kemunculan mereka. Bisa jadi lantaran selera yang sudah mulai terlihat jadul dan gag mengikuti perkembangan jaman di bidang music tanah air. Jangankan SM*SH, nama-nama baru seperti ST12, Wali, Armada atau apalah itu malah membuat saya kebingungan dengan karya mereka yang mana. Satu sama lain terlihat sama. Hanya mengikuti seingatnya saja.

Tapi saya salut dengan eksistensi mereka yang berusaha tampil di jalur BoyBand. Sebuah jalur yang barangkali emoh untuk dilirik dalam rentang lima tahun terakhir. Setidaknya reffrain lagu mereka ‘I Heart You’ seperti yang tersebut diatas, minimal bisa menggoyang MiRah GayatriDewi, putri saya yang berusia 3 tahun itu untuk ikut-ikutan menyanyi sehafalnya.

“…I know you so well …Girl i need you …Girl i love you …Girl i heart you”

Tahun Baru, Beli Ponsel Baru gag ya ?

5

Category : tentang TeKnoLoGi

Kalo dipikir-pikir, bekerja di lingkungan PNS yang notabene jarang bersentuhan dengan Teknologi, kerap memunculkan satu hiruk pikuk yang sebetulnya bagi saya pribadi merupakan hal yang kecil, namun bagi kami semua adalah hal yang menghebohkan. Tahun Baru (hampir selalu) identik dengan Ponsel Baru.

Ngomong-ngomong soal Ponsel Baru, ceritanya bulan pertama ini jadi bulan penuh berkah bagi sebagian besar PNS yang pada tahun lalu kebanjiran proyek. Honor ataupun apalah namanya itu datang silih berganti, sehingga sangat memungkinkan bagi si penerima untuk sekedar memberikan penghargaan pada diri sendiri dengan sebuah perangkat komunikasi terkini, entah memang karena keperluan yang mendesak atau hanya sekedar menaikkan gengsi. Bagi yang mendapatkannya jauh lebih besar, jangankan ponsel, mobil barupun jadi. Hehehe…

BlackBerry, tentu saja masih menjadi daya tarik yang menempati peringkat pertama sebagai ponsel yang paling diincar. Entah karena mereka memang sangat memerlukan layanan Push Email yang menjadi ‘jualan utama’ Researh In Motion, atau hanya sekedar ingin mencoba asyiknya BBM-an. Apalagi kini ditambah dengan iming-iming ‘social networking’ yang menyebabkan hip-nya FaceBook dikalangan abdi Masyarakat. Bisa dikatakan hampir sebagian besar teman kantor kini memiliki akun FB, meskipun rata-rata jarang apdet status.

Bagi yang rejekinya agak cekak lebih memilih brand Nokia sebagai pilihannya. Rata-rata seri yang diminati masih berkisar QWERTY desain, seperti E63 yang kiasaran harganya masih nangkring di 1,5 jutaan atau C3 yang lebih ‘down to earth’ sejutaan. Kedua pilihan tersebut bagi saya pribadi sudah cukup mantap mengingat dari segi fitur yang ditawarkan lumayan menggoda.

Sayangnya, yang namanya ‘Teknologi Ponsel’ dalam arti sebenarnya apalagi yang sebetulnya menjadi Hip tahun lalu dan perkiraan tahun ini, gag satupun saya lihat ada dalam daftar pilihan mereka. Katakanlah iPhone 4, Windows 7 atau bahkan Android. Bisa jadi lantaran faktor harga yang kurang menarik (terlalu mahal), bias juga lantaran factor ‘tingkat kesulitan untuk pemahaman penggunaan’. Karena gag semua mampu memahami cara penggunaan ponsel-ponsel high end ini.

Saya pribadi jujur saja malah belum tertarik untuk ikut-ikutan latah mengganti dua ponsel yang kini masih setia saya gunakan dengan BlackBerry, seperti saran rekan-rekan yang lain. Bisa jadi lantaran anggapan yang saya tanamkan pada otak kotor saya ini, bahwa ‘saya belum memerlukan benar teknologi ataupun fitur layanan yang ditawarkan oleh masing-masing brand besar’.

Untuk ponsel GSM, saya masih betah mengandalkan ponsel Nokia jadul N73 hitam yang saya beli beberapa saat sebelum MiRah GayatriDewi, putri kami lahir. Secara fitur yang kerap saya gunakan ada Kamera 3,2 MP yang sudah autofocus, untuk menggantikan peran kamera digital yang kelupaan dibawa atau kehabisan daya. Beberapa hasilnya bahkan saya gunakan sebagai ilustrasi blog ini. Demikian halnya dengan dual speaker Stereo-nya yang masih cukup mantap menemani waktu mandi saya. Hehehe…

Selebihnya, ponsel Nokia N73 ini hanya saya gunakan untuk Messaging atau mengirim SmS, dimana operator GSM paling getol menawarkan sejumlah SmS Gratis. Lumayan untuk mendukung aktifitas penjualan PulSa ataupun berkirim ucapan Hari Raya. Murahnya tariff koneksi data ketimbang Flexypun menyebabkan saya betah mengandalkan Web Browsernya hanya untuk melakukan aktifitas ‘Check-in’ di beberapa Venue FourSQuare dalam rangka berburu BadGe atau hanya sekedar ‘update status dan berkomentar pada akun FaceBook teman. Itupun untuk makin menghemat pulsa akibat pemakaian koneksi data, fitur Images, Foto dll, saya nonaktifkan. Hehehe…

Sedangkan untuk ponsel CDMA, saya masih setia menggunakan ponsel bertampang jadul  Motorola Q yang saya beli kisaran ratusan ribu saja (tak sampai sejuta). Ponsel ini lebih saya gunakan untuk Voice lantaran tarif flat Flexy yang jauh lebih memberikan rasa nyaman ketimbang promo gratisan operator GSM yang malah menguras pulsa.  Salah satu pertimbangan lainnya adalah adanya sistem operasi built in Windows Mobile 5, yang memberikan keleluasan jumlah PhoneBook ketimbang ponsel Nokia CDMA yang dahulu saya miliki. Sifatnya lebih pada Shared Memory ketimbang batasan jumlah. itu sebabnya saya lebih suka mencatat nomor baru di nomor CDMA ketimbang GSM.

Kendati kedua ponsel tersebut menyediakan fitur layanan sejenis yang dimiliki BlackBerry (Push Email melalui aplikasi MoZat dan Chatting melalui aplikasi eBuddy), jujur saja saya pribadi bisa dikatakan sangat jarang memanfaatkannya. Mungkin lantaran keinginan terpendam saya untuk mulai membatasi kedekatan fisik terhadap ponsel, yang kemudian malah lebih sering meninggalkan ponsel jauh di kamar saat berada dirumah ketimbang ditenteng kemana-mana.

Tahun Baru, Beli Ponsel Baru ?