Menu
Categories
Menyoal Sampah dan Galian Tanah di Lahan ‘Basah’
January 27, 2011 tentang Opini

Terkadang saya suka merasa kasihan dengan para pemilik lahan kosong yang kebetulan bersebelahan dengan lahan terbangun di lingkungan Kecamatan Kuta Utara. Mengapa demikian ?

Sekedar informasi, kawasan Kecamatan Kuta Utara saat ini merupakan lahan basah yang bisa dikatakan sangat diminati oleh para wisatawan maupun investor untuk menanamkan modal mereka dalam bentuk villa maupun apartemen, lantaran view yang ada masih terjaga.  Baik itu hamparan hijau persawahan ataupun pantai. Tidak heran apabila harga lahan di sekitar kawasan ini melonjak sedemikian mahalnya.

Menariknya, hampir di setiap jengkal tanah yang ada, dibangun dan dimiliki oleh wisatawan asing ataupun investor luar daerah. Dari yang sedang dibangun hingga dikelilingi tembok ataupun patok permanen.

Sayangnya, ketika proses pembangunan atau pengerjaan lahan dilakukan, segala sampah, hasil galian maupun bahan bangunan yang tidak digunakan, kerap dibuang begitu saja ke lahan kosong disebelahnya, tanpa ada penyelesaian lebih lanjut.

Seperti gambar yang saya ambil di satu kawasan menuju Pura Batu Mejan ini. Terlihat jelas tumpukan tanah galian, sampah hingga bahan bangunan yang sudah tidak digunakan lagi teronggok begitu saja di lahan kosong sebelahnya. Kendati saat iseng saya tanyakan ke salah satu mandor yang bekerja di areal villa tersebut, bahwa semua sampah kelak akan dibersihkan, namun siapa yang akan menjamin ? karena di beberapa lahan lainnya, gundukan tanah galian dan sampah ini tetap saja dibiarkan tanpa ada penanganan pasca penyelesaian pekerjaan.

Wah, kalo gitu kasihan pemilik lahannya dong ya ?

"1" Comment
Leave a Reply
**** *