Bebek Empuk Super Sambal Bebeque

6

Category : tentang PLeSiran

Diantara sekian banyak tempat makan yang saya favoritkan selama ini di seputaran Kota Denpasar, barangkali yang satu ini tergolong nyeleneh. Bebek, binatang berkaki dua yang menjadi favorit anak-anak ini sebetulnya tidak pernah masuk dalam daftar masakan yang wajib saya nikmati. Bahkan bisa saya katakan, paling hanya sekali saja saya pernah merasakan masakan ini. Tepatnya di jalan Wahidin, sebelah kiri jalan. Itupun lantaran dipaksa rekan kantor dan bisa ditebak, saya gag bisa menikmati dagingnya yang kenyal dan kurus kering itu.

Sebetulnya saya pengen banget bisa mencoba Bebek Bengil-nya Ubud yang katanya paling nikmat sejagat. Hanya untuk Pengen tau rasanya saja. Tapi lantaran image ‘Ubud’ yang terkadang begitu mahal untuk kantong saya yang setara pegawai negeri rendahan, angan saya itu hanyalah bisa digantungkan di awan.

Bersyukur, apa kata orang-orang dulu itu ada benarnya, bahwa kalo memang sudah jodoh ya gag bakalan kemana. Barangkali ini juga berlaku dalam soal ‘angan mencicipi masakan bebek yang uenak. :p

Warung Bebeque, sebuah tempat makan baru gres di ujung jalan Mahendrata Selatan (6 Km dari Pusat Kota Denpasar), sebelum SPBU yang ada di pojokan itu sempat mengundang saya untuk mencicipi masakan khas mereka, Bebek Super Sambal dalam rangka Launching. Sayangnya, saya berhalangan hadir saat itu. Namun demi menghormati si empunya warung, yang notabene merupakan Semeton Yowana PanDe dan tempo hari sempat diajak gradag grudug, saya pun meluangkan waktu satu malam awal Desember lalu. Kebetulan ceritanya mbak No’Vie, masih Semeton Yowana PanDe juga, berniat merayakan ulang tahunnya di tempat tersebut.

Lokasi tepatnya berada dipinggiran jalan Mahendradata.  Tempatnya bersih, mirip-mirip cafe (dalam arti positif) atau tempat nongkrong anak muda jaman sekarang lah. mMungkin itu sebabnya saya jadi agak minder, mengingat dari segi usia sudah termasuk anak muda jaman dulu. :p Ohya, Kalo gag salah di bagian dalam Warung, bisa nampung sekitar 22 (dua puluh dua) orang dengan ukuran standar. Hehehe… rinciannya (semoga gag salah) ada 3 lesehan untuk 2 orang, 2 lesehan untuk 4 orang dan 1 lesehan untuk 8 orang. Seandainyapun gag suka lesehan, di areal depan warung masih tersedia beberapa meja yang bisa digunakan.

Menunya dari Bebek Goreng/Bakar, Empal (daging sapi), Ayam Goreng/Bakar, dan beberapa Snack seperti Lumpia (isi daging), Risoles, Kushi Katsu, Kanimayo Roll (udang) dan Bulgogi Roll (daging sapi). Kisaran harganya lumayan terjangkau untuk kantong. Dari 5ribuan hingga 25ribuan. Tergantung dari jenis Paket atau jenis makanan yang dipilih. Seperti biasa, untuk mencoba uenak tidaknya satu masakan goreng/bakar, saya lebih memilih Bebek Bakar. Untuk Sambalnya, tersedia 5 (lima) macam sambal yang bisa dipilih sesuai selera.

Berbeda dengan bebek bakar yang saya cicipi di ruas jalan Wahidin, Bebek Bakar ala Bebeque memang beneran empuk, hingga gag terasa saya emut sampe habis sak tulang-tulangnya. Hehehe… jadi inget ayam bakar Jogya yang dahulu sempat mangkal di pinggir jalan Teuku Umar.

Ohya, ada juga yang namanya Beberuk. Jujur saja, pada awalnya yang terlintas dalam pikiran saya adalah sejenis hewan primata yang masih bersaudara jauh dengan kita. Namun jangan salah, Beberuk ini merupakan masakan khas Lombok berupa Terong ungu, tomat dan kacang panjang yang dipotong kecil-kecil trus dicampur dengan bumbu cabe merah, cabe rawit, bawang merah/putih, perasan jeruk limau  dan tentu saja Terasi. Rasanya mirip lalapan dengan sambal terasi. :p puedesnya Mak, mantap.

Untuk Snack, saya mencoba merasakan yang namanya Bulgogi Roll. Yang satu ini lumayan membantu untuk mengganjal perut sembari menunggu masakan siap dinikmati. Sesuai namanya, isi daleman dari snack ini adalah daging sapi yang dicacah halus. Mirip-mirip lemper yang digoreng, tapi berbentuk bulat. :p Begitu juga dengan Kanimayo Roll yang berisikan udang ebi kecil-kecil.

Sebagai layanan tambahan dari Warung Bebeque ini, disediakan juga Free Wifi bagi yang ingin berselancar di dunia maya sembari menikmati Menu ataupun Snack. Jadi jangan sungkan untuk membawa NetBook Anda saat mampir di sini ya.

White Zombie the Astro-Creep:2010

1

Category : tentang InSPiRasi

Jujur, saya pribadi heran dengan selera musik masa muda dahulu. Gak jauh dari yang namanya musik metal namun masih dalam batas nyaman didengar oleh telinga dan minimal mampu saya pahami kata-katanya. Menyoal ‘batas nyaman’ memang saya yakin sangat relatif bagi sebagian besar penyuka musik negeri ini. Tentu berbeda satu dengan lainnya.

Feed The Gods merupakan karya pertama yang saya dengar, kalo tidak salah ingat lagu ini terdapat dalam album ost soundtrack film musikal ‘AirHeads’ yang dibintangi Brendan Fraser dan Adam Sandler. Album soundtrack itu sendiri saya dapat secara tidak sengaja dalam rangka melanjutkan hobi yang pernah dilakukan semenjak sekolah tingkat pertama, mengoleksi album soundtrack film.

Percaya atau tidak, karya kedua dan ketiga White Zombie yang saya koleksi pun asalnya masih dari album soundtrack film. Ratfinks, Suicide Tanks and Cannibal Girls dari album soundtrack film Beavis and Butthead Do Amerika sedang Super Charger Heaven dari album soundtrack film Judge Dreed yang dibintangi oleh si gaek Silvester Stallone.

White Zombie, terus terang saja tidak pernah saya ketahui siapa yang berada dibalik nama grup band metal tersebut. Demikian pula nama alirannya. Bisa jadi lantaran saat itu masih sangat minim informasi yang didapat dari satu-satunya majalah musik, Hai. Baru pada jaman teknologi informasi inilah, saya bisa mendapatkan semuanya sekaligus. Sekaligus ?

Yap. Dari nama personil, aliran, album, mp3 hingga music video originalnya pun bisa saya dapatkan dengan mudah. Apalagi kalo bukan atas bantuan YouTube. Ya, dari portal video inilah saya kemudian bisa mendapatkan satu persatu video musik versi originalnya.  Electric Head pt.1, Grease Pain and Monkey Brains, Grindhouse, I Zombie, More Human Than Human dan tentu saja Super Charger Heaven.

Sebagian besar judul video musik diatas berasal dari satu album yang kemudian menjadi satu-satunya album (dalam bentuk kaset) yang saya koleksi. Astro-Creep:2000. Song of Love, destruction and other synthetic delusions of the Electric Head.

Kabar terakhir yang saya dengar dari grup White Zombie ini adalah Rob Zombie sang vokalis, banting setir menjadi sutradara film horor yang kemudian malah tidak mencetak keuntungan sama sekali. Jeblok dipasaran. Well, gak selamanya seorang superstar di bidang musik, bisa gemilang juga dibidang lain.

Berselang sepuluh tahunan lebih, album Astro-Creep:2000 masih tetap menjadi album yang saya sukai. Demikian pula dengan video musik originalnya yang tetap setia menemani malam saya disela beraktifitas.

Punk Senior the Offspring

3

Category : tentang InSPiRasi

Berbeda dengan White Zombie, grup musik punk yang besar mendahului Green Day ini sangat familiar saya dengar kiprahnya semasa muda. Bryan ‘Dexter’ Holland dan Greg K sedikit beruntung lantaran (lagi-lagi) satu-satunya majalah musik Hai kerap menurunkan tulisan terkait the Offspring bahkan dalam bentuk satu kemasan spesial HaiKlip Punk.

Saya masih ingat, video klip musik yang pertama kali ditampilkan di layar tipi adalah Come Out and Play. Kalo gak salah secara rutin stasiun TVRI menayangkan video klip ini sesaat sebelum Dunia Dalam Berita pukul 10 Wita malam. Maka jadilah saya menjadi pecinta berat TVRI saat itu khusus pada jam tersebut saja.

Smash merupakan album mereka yang pertama saya miliki. Didalamnya masih ada Self Esteem dan Bad Habbit yang gak kalah garang untung disandingkan dengan karya grup band metal masa kini. Album bergambar rangka tengkorak manusia ini menjadi album pembuka menuju album lain yang kemudian rajin saya koleksi.

Menonton tayangan spesial di sebuah layar stasiun televisi swasta rupanya membuat saya makin tergila-gila dengan the Offspring, apalagi ketika menyaksikan versi Live Concert mereka yang kedapatan menyajikan tayangan Headbanging. Sebuah aksi ‘cuci rambut’ yang kemudian kerap saya lakukan setiap kali menonton konser musik metal di seantero Kota Denpasar. Waduh !

The Offspring makin saya gemari hingga masa kuliah dan bekerja. Kalo gak salah musiknya juga makin oke. Album Ixnay On The Hombre merupakan salah satu album yang terkeras yang saya pernah dengar. Kalo kurang yakin dengan pendapat saya, coba dengarkan salah satu track mereka, Mota.

Baru pada album Americana, musik mereka mulai familiar terdengar bagi sebagian besar penyuka musik lainnya. Beberapa tembang macam Pretty Fly (for a White Guy), Why Don’t You Get a Job sampe the Kids Aren’t Allright merupakan bukti dari semua itu.

Lama kemudian saya gak mengikuti perkembangan mereka, sampe ngerasa surprise ketika melihat wajah sang drummer yang begitu familiar Adam ‘Atom’ Willard malah menghiasi barisan personel AVA, Angels and the Airwaves.

Beruntung, YouTube rupanya menyadari kekangenan saya akan video klip musik ‘Come Out and Play’ yang fenomenal itu. Bahkan tidak hanya itu, beberapa video klip musik dari album-album yang pernah saya kenalpun ada disitu. Sungguh ini satu berkah yang tiada terkira. Hidup dan ikut berkembang dalam era kemajuan teknologi informasi rupanya sangat memudahkan segalanya.

The Offspring sebuah band punk Senior.

Libatkan Anak pada Hal Positif dalam Hidup

3

Category : tentang Buah Hati

meLuangkan waktu bersama MiRah GayatriDewi rupanya tidak melulu harus dihabiskan untuk berjalan-jalan atau bermain, tapi juga berusaha untuk mengajarkan 3 hal pokok yang kini sudah jarang kita dengar. Bagaimana meminta tolong, mengucapkan Terima Kasih dan tersenyum.

Anak-anak bagaikan selembar kertas kosong yang siap ditulisi atau dijejali apa saja, apabila hal positif yang kita ajarkan pada mereka, hal positif pula yang kelak mereka serap dan tebarkan pada lingkungannya. Demikian pula sebaliknya.

Meskipun di usianya yang sudah menginjak dua setengah tahun, MiRah masih merasa takut untuk merminta tolong pada lingkungannya. Ia tampaknya lebih nyaman apabila orang tualah yang memberikan tanggapan pertama atas hal-hal yang ia pinta atau tak mengerti. Demikian pula dengan ucapan Terima Kasih. Tak semua ia sampaikan secara keras dan spontan, ada juga ia katakan ketika orang yang bersangkutan mulai beranjak menjauh. Sama halnya dengan tersenyum.

Sebuah majalah pernah menyatakan bahwa pikiran Anak-anak bagaikan sebuah mesin sedot berkekuatan besar, apa yang diperbuat oleh lingkungannya, apa yang ia lihat, itulah yang ia tiru dan lakukan. Maka untuk melahirkan putra putri yang baik, minimal berbuatlah hal positif dan belajarlah untuk sabar ketika melakukannya. Jika sudah demikian, mau tidak mau kita pun akan belajar kembali hal-hal yang barangkali dahulu pernah dilupakan untuk ditularkan pada anak-anak saat ini.

Membantu orang tua membersihkan rumah, mengangkat jemuran hingga mencuci piring barangkali kini sudah lebih diarahkan pada seorang pembantu rumah tangga. Tidak demikian halnya dengan kami yang tidak mampu menggaji tenaga kerja tambahan. Maka bisa ditebak, apa yang kami lakukan setiap harinya, MiRahpun kerap menirunya. Ia kini tanpa diminta sudah bisa mencuci tangan sendiri meski harus dibantu untuk naik mencapai keran air, mencuci piring plastik yang ia gunakan untuk makan meski tidak sebersih harapan kami, atau berinisiatif sendiri ikut turun membantu dengan segala keterbatasan yang ia miliki.

MiRah GayatriDewi adalah sebuah anugerah bagi kami, anugerah terindah bagi saya pribadi tentu saja. Meski ia kerap bermusuhan dengan bapaknya ketika tidur malam, namun sepanjang hari adalah saat-saat menakjubkan yang bersyukur bisa saya lewati dan nikmati.

Berusaha untuk selalu melibatkannya dalam setiap hal positif dalam hidup, membuat keinginan untuk terus belajar makin besar saja. Semoga kelak MiRahpun bisa berbuat demikian pada lingkungannya.

SamSung NeXus S with Android 2.3 GingerBread

3

Category : tentang TeKnoLoGi

Kabar Baik datang GooGLe menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan yang dinanti oleh seluruh umat Hindu dimanapun mereka berada, kendati secara sesungguhnya tidak ada hubungannya sama sekali. :p

Ada yang baru loh. Kira-kira begitu maksud tampilan mesin pencari GooGLe seminggu terakhir. Apalagi kalo bukan rilis terbaru ponsel Android resmi besutan mereka, Nexus S. Press Release mereka tertera dengan jelas tepat di bagian bawah kolom pencarian.

New! Introducing Nexus S, the latest phone from Google.

Pasca rilis Nexus One beberapa waktu lalu, GooGLe tampaknya memang ‘menanti waktu yang tepat untuk melanjutkan kejutan pada mereka yang mengaku ‘Android Freak’. Nexus S jelas merupakan kebanggaan. Dirilis jelang akhir tahun dengan menyandang sistem operasi Android versi 2.3 atau yang dikenal dengan istilah ‘GingerBread. Secara OS, Nexus S merupakan ponsel pertama yang menggunakannya.

Nexus S kabarnya bakalan diluncurkan oleh brand ternama Samsung. Dengan mengandalkan Prosesor 1 GHz besutan HummingBird serta layar super AMOLED selebar 4 inch (480×800 pixel), ditambah 16GB Flash Memory sudah lebih dari cukup untuk jeroan sebuah ponsel pintar. Didukung pula oleh Kamera 5MP lengkap dengan flash dan autofokus, yang mampu menghasilkan video berkualitas HD High Definition 720×420 pixel.

Untuk aplikasi yang disematkan didalamnya, sudah terdapat fitur Google Mail, Google Search, Google Talk, Google Earth, Google Maps lengkap dengan Navigasinya, Android Market dan tentu saja YouTube. Untuk bisa memanfaatkan semua fitur tersebut secara maksimal, tentu dibutuhkan koneksi internet yang mumpuni dan powerfull. Jika tidak ? dijamin semua fitur online ini bakalan dirasa mubazir.

Bagi Rekan-rekan yang penasaran dengan penampilan Nexus S, ponsel Android terbaru kelahiran GooGLe ini, bisa menyinggahi halaman mereka berikut ini.

Ohya, Selamat Merayakan Galungan dan Kuningan bersama Keluarga ya. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa Tuhan Yang Maha Esa selalu berkenan memberikan yang Terbaik untuk kita semua. Salam dari www,pandebaik.com, Alit Ayu KusumaDewi dan MiRah GayatriDewi.

Jajal BlackBerry App World via BB Torch 9800S

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada yang masih ingat dengan BlackBerry Torch 9800S yang tempo hari sempat bikin heboh ? hehehe… seri ini bukanlah varian dari ponsel besutan RIM bertampang Qwerty Slider plus layar sentuh itu loh. Sekedar menyegarkan ingatan saja bahwa yang dimaksud BB Torch 9800S adalah Simulator BB Torch 9800 yang dapat digunakan pada pc/laptop untuk memantau seperti apa sih kemampuan sistem operasi tu ponsel sebelum memutuskan untuk membelinya ?

Dalam tulisan saya yang lalu, BB Torch 9800S memiliki kemampuan update status (FaceBook dan Twitter) via BlackBerry dalam arti sebenarnya. Maksudnya, apabila ditelusuri lebih jauh melalui status yang diupdate menggunakan aplikasi ini, akan terlihat dengan jelas bahwa status di-update melalui ponsel BlackBerry, bukan ‘aplikasi via’ yang beken itu.

Ternyata apa yang mampu dilakukan oleh BB Torch 9800S gag cuman itu saja loh. Sebagai seseorang yang gag punya ponsel BlackBerry secara nyata dan PIN BB tentu saja, pengguna BB Torch 9800S masih dapat mencoba satu persatu, ratusan bahkan ribuan aplikasi (tepatnya kalo tidak salah 5118 buah) yang kemudian disuntikkan kedalam ponsel virtual dan dijajal lebih jauh.

Satu-satunya hal yang diperlukan untuk dapat mencoba BlackBerry App World adalah alamat email (disamping koneksi internet tentu). Meski demikian, tidak semua aplikasi dapat dicoba dan dimiliki begitu saja. Sebagian besar rupanya merupakan aplikasi berbayar yang notabene memerlukan akun PayPal untuk bisa mendapatkannya secara penuh, namun jika hanya sekedar ingin mencoba, masih tersedia versi Demonya untuk diunduh. Jadi, coba saja yang bersifat FREE alias Gratisan. Hehehe…

Beberapa aplikasi yang saya coba unduh dan gunakan antara lain jejaring sosial berbasis lokasi FourSQuare, Yahoo Messenger, aplikasi GPS Waze, BeeJive, Nimbuzz, WordPress for BlackBerry (sempat pula dicoba untuk membuat Draft posting dan berhasil), Games Brain Up, Themes, Wallpaper dan masih banyak lagi. Apa yang sudah diunduh dan disuntikkan tetap dapat digunakan ketika aplikasi BB Torch 9800S dibuka di lain waktu.

Sayangnya seperti yang sudah saya ungkapkan dalam tulisan sebelumnya, PIN BB yang tersedia tidak mampu memenuhi Hasrat saya untuk ber-BBM dengan pengguna ponsel BlackBerry lainnya di dunia nyata. Meski begitu, yang mampu diambil hikmahnya (hehehe…) adalah, walaupun bukan pengguna dan pemilik ponsel BlackBerry di dunia nyata, pengetahuan yang kita miliki akan aplikasi yang dapat berjalan pada sistem operasi BlackBerry dapat terasa dengan nyata. Coba saja lakukan sedikit pengujian.

Ketika berdampingan dengan seorang pengguna BlackBerry dalam arti sebenarnya, coba lontarkan pengalaman percobaan aplikasi kepada yang bersangkutan. Jika apa yang kita katakan sesuai dengan kenyataan proses aplikasi yang dimaksud, bisa jadi malah membuat orang tersebut tertarik dan menjadikan kita sebagai salah satu narasumber yang mantap untuk aplikasi yang tidak ia pahami. Seandainya pun ditanyakan perihal ponsel BlackBerry yang kita miliki, katakan saja ketinggalan dirumah atau malah sudah dijual, gag ada tantangan baru soale. Hehehe…

Aisyah Putri Prayudi tambah panjang Daftar Hitam ‘Mengusik Hindu’

21

Category : tentang Opini, tentang TeKnoLoGi

Rasanya baru kemarin status FaceBook seorang iBnu Rachal Farhansyah dipermasalahkan Umat Hindu lantaran dianggap mengusik hari suci Nyepi. Atau Barangkali ada yang ingat dengan kelakuan Julianto Madura yang tak kalah kontroversialnya ? Kini jelang hari Raya Galungan dan Kuningan muncul lagi kasus yang sama.

Aisyah Putri Prayudi, seorang gadis Muslim yang berdomisili di seputaran Denpasar Bali ini, kedapatan melontarkan Status bernada ekstrem. Kabarnya Status ini dibuat gara-gara ada Pecalang yang bikin hatinya emosi, menutup jalan didepan rumahnya.

‘dsar org hindu BALI !suka bkin macet jalan + nutup*jalan ! nyusain tau ! prasaan org islam gg sgtunya’

Bisa ditebak, hanya dalam hitungan hari, halaman wall FaceBook yang bersangkutan sudah dipenuhi “teguran” oleh umat yang dimaki. Seperti biasa, ada juga halaman Group yang berkeinginan untuk mengusir  yang bersangkutan dari Bali.

Saya pribadi tidak terlalu heran dengan emosi gadis muda ini. Maklum, yang namanya darah muda ya memang gag pernah memikirkan yang namanya efek dunia maya yang mampu diakibatkan hanya gara-gara ‘update status’ secuil itu. Yang penting dilontarkan, ya selesai. Tapi dalam kenyataannya ya gag segampang itu.

Saya juga maklum apabila ada Umat lain yang merasakan emosi lantaran Pecalang setempat menutup satu ruas jalan hanya karena terdapat upacara adat umat Hindu disekitaran situ. Namun yang perlu diingat adalah tidak hanya umat Hindu yang berlaku demikian. Coba saja melintas di perempatan Polda Bali baik dari arah timur maupun barat, hari jumat siang. Atau melintas di hari Minggu pagi di perempatan jalan Kepundung – Surapati.  Semua itu dilakukan, tentu untuk memberikan kenyamanan pada Umat dalam menjalankan ibadahnya sesuai Agama yang dianut.

Dengan beragamnya suku, agama hingga budaya di Negeri ini, saya juga pada akhirnya dapat memaklumi bahwa ada sebagian kecil Umat yang merasa tidak puas dengan keberadaan, eksistensi budaya yang disandang Umat lainnya. Bisa jadi lantaran yang namanya Toleransi ataupun usaha untuk saling hormat-menghormati antar Umat beragama, tidak lagi dimiliki walaupun untuk ukuran seorang gadis muda seperti Aisyah Putri Prayudi ini, saya yakin semua itu diajarkan dan selalu ditanamkan setiap hari oleh para guru di sekolahannya. Kecuali yang bersangkutan menerimanya ‘masuk kuping kanan, keluar kuping kiri’ alias gag mudeng. Hehehe…

Maka dari itu, apabila kelak kita semua menghadapi kasus yang sama lagi, entah itu datangnya dari Umat sendiri atau Umat lain di halaman FaceBook, saya hanya bisa menyarankan satu hal penting yang bisa dilakukan ketimbang mencaci maki dan membuang energi terlalu banyak untuk satu hal yang tidak berguna.

Laporkan saja yang bersangkutan sebagai SPAM ke pihak FaceBook. Caranya cukup mudah, cari dan klik tulisan ‘Report/Block this Person’ yang biasanya berada di pojok kiri bawah halaman wall’, dan pilih yang sesuai dengan kesalahan yang bersangkutan. Setelah itu, Lupakan semuanya. Biarkan saja orang lain yang menilai, atau “TUHAN-NYA” yang memberikan hukuman. Karena toh dalam semua ajaran agama, juga UUD 1945 yang kini sudah mulai terlupakan oleh sebagian besar Generasi Muda bangsa ini macam Mbak Aisyah Putri Prayudi, mencaci maki Umat lain (walaupun dalam keadaan Emosi), bagaimanapun juga tidak dapat dibenarkan.

By the way, yang sedikit membuat saya terheran-heran adalah keberadaan daftar saudara  (Siblings) yang ia miliki, ternyata ada juga loh yang menganut agama Hindu, yang notabene ia maki dalam statusnya itu. Kira-kira ni gadis Muslim punya otak gag ya ? :p

Mari Berhenti Mengeluh melalui Status FaceBook, budayakan Status Positif. Gunakan akunmu dengan Bijak. Selamat Merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan kawan-kawan…

Mengagumi ProBook 4320s Menganaktirikan Compaq CQ40

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Ada perasaan aneh dan juga kasihan ketika saya memutuskan untuk menonaktifkan notebook (baca:laptop) Compaq CQ40 sementara waktu. Bagaimana tidak, ni notebook sudah satu setengah tahun menemani hari-hari, terutama setelah terselesaikannya Thesis Pasca Sarjana serta menggantikan posisi Acer 4520 terdahulu.

Sejak saya resmi bergabung di LPSE Badung beberapa waktu lalu, sebagai tenaga yang didaulat untuk menjadi Admin Agency, saya pun berhak mendapatkan bantuan satu notebook yang serupa dengan milik Admin System, untuk menunjang pekerjaan saya selama bertugas. NoteBook itu HP ProBook 4320s.

Dibandingkan dengan dua notebook yang (pernah) saya miliki,  jujur saja saya jauh lebih suka desain Compaq CQ40 yang memang jauh lebih elegan dan dinamis. Disamping itu bisa jadi lantaran saya sudah jauh lebih familiar menggunakannya ketimbang ProBook ini.

Secara prosesor, Compaq CQ40 yang menyandang AMD Turion dan kartu Grafis Ati Radeon plus memory (RAM) 2GB, secara kinerja ternyata kalah jauh dengan HP ProBook 4320s. Jelas saja saya maklum, wong ni ProBook sudah menyandang prosesor intel core 3 atau yang dikenal dengan istilah i3 plus memory 3GB meski tanpa bantuan kartu grafis.

Saya katakan demikian setelah mencoba menjalankan beberapa aplikasi tingkat tinggi yang rata-rata mensyaratkan spesifikasi tertentu agar bisa berjalan dengan baik. Katakanlah AutoCAD, Photoshop CS4 atau games lama Need For Speed UnderCover.

Jika saat saya menggunakan Compaq CQ40, memerlukan masa tunggu yang lumayan lama (hitungan 7-10 detik) untuk menyatakan bahwa aplikasi siap digunakan, tidak demikian halnya dengan ProBook. Demikian pula dengan start up awal sistem operasi yang terasa begitu jelas perbedaannya.

Dilihat dari efek panas yang diciptakan ketika dipangku saat dinyalakan, Compaq CQ 40 bisa dikatakan lebih baik ketimbang Acer lama saya, namun ProBook malah jelas jauh lebih baik lagi. Entah karena bahan metal yang digunakan untuk melapisi bodi notebook secara keseluruhan ataukah memang faktor perbedaan penggunaan prosesor ?

Butuh waktu lama untuk bisa menyesuaikan diri dengan baik dalam menggunakan ProBook. Mengingat begitu banyak hal yang masih tersimpan didalam notobook lama. Dari data dan foto pribadi, dokumen kantor, multimedia dan juga hasil donlot, setting akun email, bookmark browser hingga beberapa aplikasi yang kerap digunakan dan jujur saja saya lupa dapat dari mana.

Praktis, semua data pribadi yang dahulu mengambil space setengah harddisk notebook lama, secara bertahap dipindahkan ke ProBook yang ternyata punya space yang tidak jauh berbeda. Itu sebabnya, Compaq CQ40 yang dahulu begitu saya banggakan, kini malah adem tersimpan dalam tas yang dahulu menjadi teman setianya.

Membuktikan Cinta di Uya emang Kuya

9

Category : tentang KeseHaRian

Entah sejak kapan tayangan berbau hipnotis yang di-Host Uya Kuya menjadi santapan wajib kami setiap sore dan menjelang malam. Makin menjadi ketika Uya tampil sebagai host di acara award sebuah stasiun tipi swasta beberapa waktu lalu. Kami dibuat penasaran olehnya.

Dari sekian kali tayang, rata-rata jalannya hipnotis hampir selalu diakhiri dengan kata ‘putus’. Maklum, yang disasar Uya lebih banyak pasangan yang masih dalam tahap pacaran, meskipun kadang sempat juga yang kami tonton ada ibu-ibu dengan hobi minjemin uangnya, satu keluarga kecil atau bahkan pasangan yang mengajak orang ketiga. Hehehe…

Putusnya hubungan yang terjadi pasca hipnotis gag lantas membuat kami menyalahkan Uya Kuya. Masalahnya, ketimbang semua unek-unek itu dipendam dan dapat meledakkan perasaan satu saat nanti, mending diungkap sejak dini.

Yah, bagaimana tidak kami maklumi. Wong yang lucu itu kadang suka ‘gag pernah kami bayangkan sebelumnya’. Si cowok yang dihipnotis duluan ngaku punya gebetan lain eh si cewek ternyata punya juga, malah lebih banyak. Meski begitu, gag sedikit juga yang kemudian merasa gag puas dengan sifat pasangannya. Kurang ini kurang itu, atau terlalu ini dan terlalu itu.

Memang sih, masa pacaran adalah masa mencari dan memilih satu diantaranya. Jangan sampe salah pilih hanya karena ‘terlanjur sayang’ seperti kata Memes. Gag puas itu wajar, tapi jangan sampe hanya bisa menuntut tanpa bisa memberi, well itulah yang namanya Cinta.

Bisa dikatakan hanya satu dua yang mampu membuktikan rasa cinta mereka terhadap pasangannya dan tetap menyajikan hubungan mesra meski keduanya saling mengetahui latar belakang dan keluhan satu sama lain. Masa lalu biarlah berlalu, sepanjang masa depan masih bisa dirajut. Karena yang namanya hidup, sangatlah wajar kalo yang namanya rasa tidak puas itu akan selalu ada. Begitu kurang lebih.

Terlepas dari kebenaran tidaknya tayangan yang disajikan, hipnotis Uya emang Kuya rupanya mampu memberikan sedikit hiburan disela tayangan Plesiran mafia pajak Gayus Tambunan ataupun Bencana Merapi yang hampir tiap hari selalu bersliweran dimata kami.

Ajarkan Anak untuk Menabung

8

Category : tentang Buah Hati

Tidak ada salahnya untuk mengajarkan anak untuk melakukan kegiatan atau hal-hal positif. Menolong teman, berbagi, mengucapkan terima kasih atau tersenyum adalah hal-hal terbaik yang dapat mereka pelajari secara mudah di usia pertumbuhan, meski terkadang satu saat mereka lupa untuk melakukan. Sudah tugas kedua orang tua untuk mengingatkannya. Harapannya tentu saja, agar ia dapat diterima dilingkungannya dengan baik dan dapat memberikan semangat pada diri serta teman-temannya untuk berbuat hal yang sama. MiRah GayatriDewi putri kecil kami pun tak luput dari harapan itu.

Harus dimaklumi bahwa anak-anak di usia tertentu akan menunjukkan sifat egois mereka. tak jauh berbeda dengan orang-orang dewasa namun masih dapat dikendalikan. Semasih mampu, maka ajarkan pada mereka sejak dini. Hal-hal kecil yang barangkali bisa berguna kelak ketika mereka beranjak remaja.

Menabung hanyalah salah satu wujudnya. Tidaklah bijak apabila sebagai orang tua hanya bisa memberikan materi yang putra putri kita inginkan, namun tidak mengajarkan mereka untuk menyimpannya. Mulailah dengan nilai terkecil dahulu. Sisihkan recehan dan uang kembalian dan berikan pada si kecil. Ajarkan ia untuk mulai menyimpan dan lihat hasilnya. MiRah GayatriDewi hanyalah satu contoh dari sekian banyak yang berhasil.

Kini apabila ia mendapatkan uang dari kakek neneknya ataupun saudara kami, dengan riangnya ia pinta saya untuk mengeluarkan celengan (yang tidak berbentuk celeng/babi) dan berusaha memasukkan semampunya. Untuk uang logam, barangkali ia takkan pernah kesulitan, tidak demikian dengan uang kertas. Awalnya saya hanya mengajarinya untuk melipat kecil uang tersebut agar mudah dimasukkan, kini meski agak belepotan dalam melipat, ia sudah mampu memasukkannya sendiri.

Tidak ada target yang saya berikan, apabila saya memiliki uang kembalianpun ketimbang habis untuk parkir kendaraan, saya memilih untuk ‘disumbangkan’ pada MiRah, dan ia dengan sigap mengisi celengan kedua yang kini dimiliki. Adalah celengan plastik berbentuk kucing berwarna hijau, telah resmi dibuka isinya saat otonannya kemarin. Isinya lumayan, sekitar 170.000 untuk sebuah celengan kecil yang dibeli di toko 5ribuan. Kini, celengan yang dimiliki MiRah sudah jauh lebih baik. Berbentuk Tweety dan sedikit lebih leluasa volumenya. Pada penutupnya terdapat gembok kecil yang kami katakan, bahwa kuncinya akan diberikan ketika ia tak bisa lagi mengisi celengan dengan uang karena saking penuhnya. MiRahpun menyanggupi.

Dengan mengajarkan MiRah untuk menabung, secara otomatis memacu kami untuk belajar menyisihkan sedikit pendapatan kami sebagai seorang abdi negara agar kelak kami bisa mewujudkan impian-impian kecil kami di masa yang akan datang. Begitupun dengan MiRah.