Lima Tips Berburu Badge FourSquare bagi Pemula

8

Category : tentang TeKnoLoGi

Mengoleksi Badge saat beraktifitas dengan jejaring sosial berbasis lokasi FourSquare lama kelamaan mirip orang yang pertama kali berkenalan dengan narkoba atau obat-obatan terlarang. Awalnya hanya mencoba lama-lama malah ketagihan. Demikian pula dengan saya.

Bagi yang belum kenal dengan istilah Badge, kurang lebih pemahamannya adalah sebuah logo bundar kecil sebagai pengakuan dari FourSquare atas semua aksi Check-in yang dilakukan oleh pengguna. Ini menurut PanDe Baik loh ya. Tulisan selengkapnya terkait Badge, bisa mampir ke halaman berikut dulu sebelum melanjutkan. Ohya, kali ini saya ingin berbagi Tips untuk berburu Badge FourSquare bagi Pemula. Kenapa Pemula, karena saya sendiri masih termasuk golongan tersebut. Hehehe…

Pertama, pahami dahulu syarat atau kebutuhan masing-masing Badge yang akan diburu. Panduan lengkapnya, silahkan mampir di dua alamat berikut. 4SQuaresBadges.com dan satunya lagi dari Acslater.com. Untuk tahap Pemula, yang paling gampang dipenuhi dalam rentang waktu satu hingga dua minggu pertama adalah Newbie, Local, Adventures, Bender, Crunked serta School Night. Sedangkan untuk Explorer, Super Star, Super User, OverShare, Don’t Stop Believin, I’m on the Boat, Animal House, Photogenic, Babysitter ataupun Swarm, dibutuhkan sedikit tambahan tips agar tidak terlalu mengundang atau malah mengganggu teman lainnya.

Kedua, putuskan hubungan secara sementara antara akun FourSquare dengan dua akun jejaring sosial lainnya seperti Twitter atau FaceBook, ketika berkeinginan untuk mengejar lima Badge yang saya sebutkan terakhir atau yang lainnya dalam waktu singkat. Kenapa demikian ? karena kebutuhan yang dipersyaratkan untuk mendapatkan masing-masing Badge tadi membutuhkan banyak aktifitas Check-in yang saya khawatirkan kelak bakalan hanya akan menuh-menuhin wall atau halaman milik teman. Karena setiap aktifitas Check-in yang dilakukan pengguna akan secara otomatis ditembuskan ke akun Twitter maupun FaceBook yang bersangkutan. Bisa juga ditambah dengan menyembunyikan (hide) status Check-in dari daftar Teman, yang nantinya akan menambilkan status “off the grid”.

Misalkan untuk Badge OverShare yang mensyaratkan minimal 10 kali aktifitas Check-in dalam rentang waktu 12 jam, atau Explorer dan Super Star yang mensyaratkan aktifitas Check-in di 25 hingga 50 tempat yang berbeda. Hal ini pula untuk mencegah adanya tanda tanya Rekan lain, bagaimana mungkin aktifitas Check-in bisa dilakukan sebanyak itu dalam waktu singkat. Hehehe…

Terkait pemutusan hubungan sementara tersebut, Tips Ketiga adalah melakukan aktifitas bo’ongan alias Virtual Check-in. Aktifitas inilah yang tempo hari sempat saya katakan sebagai kelemahan dari jejaring sosial berbasis lokasi baik FourSquare maupun KoproL, dimana pengguna dapat “mengatakan” sedang melakukan aktifitas Check-in di satu tempat tertentu padahal yang sebenarnya adalah, ia sedang berada di tempat yang jauh dari lokasi.

Virtual Check-in ini berguna untuk mendapatkan Badge yang mensyaratkan pengguna melakukan aktifitas Check-in di tempat tertentu yang barangkali saja jarang atau bahkan tidak akan sempat dikunjungi mengingat waktu dan kebiasaan. Misalkan untuk mendapatkan Badge Babysitter dibutuhkan minimal 10 kali Check-in pada tempat atau lokasi yang memiliki tag atau tanda kata kunci ‘PlayGround’. Pengguna tinggal melakukan pencarian kata kunci PlayGround dan melakukan aktifitas Check-in sebanyak minimal 10 kali, meskipun yang bersangkutan sedang berada di rumah atau lembur di kantor. Demikian pula dengan Badge Barista yang mensyaratkan pengguna melakukan aktifitas Check-in di 5 lokasi StarBucks Coffee yang berbeda. Jangankan ke StarBucks, minum kopi di warung depan saja jarang. Hehehe…

Keempat, gunakan selalu fitur Search untuk mencari kata kunci atau yang dikenal dengan istilah Tag yang dipersyaratkan untuk memperoleh Badge tertentu. Seperti Badge Babysitter membutuhkan lokasi dengan tag ‘PlayGround’, Barista dengan tag ‘StarBucks’, Animal House dengan tag ‘college’, I’m on the Boat dengan tag ‘Boat’, Don’t Stop Believin’ dengan tag ‘karaoke’, atau Badge Photogenic dengan tag ‘Photoboots’. Hal ini mutlak saya sarankan untuk dapat mencari dan melakukan aktifitas Check-in meski dengan cara Virtual sekalipun dengan pasti. Utamakan yang masuk dalam daftar ‘Matching Tags’ bukan ‘Matching Places’.

Kelima, seandainya tetap ingin terlihat eksis baik melalui Twitter, FaceBook atau sesama pengguna FourSquare, gunakan logika dan akal sehat. Untuk dapat melakukan serangkaian aktifitas Check-in di berbagai tempat, sedapat mungkin gunakan logika berpikir, akal sehat pribadi serta pola pikir orang lain. Rasanya tidak mungkin ketika pada pukul 10 pagi saat hari kerja, lokasi StarBucks Hard Rock Café yang merupakan tempat minum kopi dipilih sebagai lokasi Check-in oleh seorang PNS abdi negara seperti saya misalkan. Padahal lima belas menit yang lalu sudah menyatakan Check-in di tempat kerja yang notabene berada di areal Puspem Badung Mengwi. Selain faktor jarak dan waktu pencapaian yang mustahil, rasanya kurang kerjaan banged kalo sampe saya “ketahuan” oleh Rekan lain sedang berada di StarBucks.

Apa Kata Dunia ?

Mari Tajamkan Pikiran di hari suci Tumpek Landep

3

Category : tentang DiRi SenDiri

Menurut beberapa sumber yang saya baca seminggu terakhir, hari ini merupakan sebuah hari suci yang begitu dihormati oleh seluruh umat Hindu dimanapun mereka berada. Saniscara Kliwon wuku Landep atau yang dikenal dengan hari suci Tumpek Landep, adalah saat dimana umat mengupacarai benda yang mengandung logam dan dianggap berjasa membantu pekerjaan sehari-hari. Jika dahulu benda tersebut masih berupa senjata, keris, pisau atau gunting dengan harapan agar kelak benda yang dimaksud dapat dipergunakan sebagaimana fungsinya, kini sudah makin berkembang. Dari kendaraan mobil, motor, kulkas, hingga laptop dan ponsel. Meskipun terdapat sedikit pergeseran, makna yang dikandung masih tetap sama.

Ada juga dari beberapa sumber lain yang mengembangkan makna hari suci Tumpek Landep sebagai hari dimana umat manusia diharapkan mampu mengasah ilmu pengetahuan yang ada dalam pikiran mereka agar menjadi semakin tajam dan berguna bagi lingkungannya kelak. Itu sebabnya hari suci ini dikatakan sangat berkaitan erat dengan hari suci Saraswati, hari dimana turunnya ilmu pengetahuan ke muka bumi.

Bagi saya pribadi, bisa jadi kedua makna yang dimaksudkan diatas merupakan dua hal yang berbeda tafsiran namun bertujuan sama. Satunya mengarah pada sifat kebendaan dan satunya lagi mengarah pada khiasan. Sama-sama bertujuan untuk mengasah dan menajamkan agar dapat berguna sesuai fungsinya.

Menulis BLoG secara pandangan saya pribadi sebetulnya merupakan salah satu contoh nyata, usaha untuk selalu mengasah dan menajamkan pikiran dan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Bukankah salah satu tujuan aktifitas BLoG itu adalah mampu memberi satu guna, ilmu atau pengetahaun tambahan, pencerahan pikiran bagi pembacanya ?

Ketika seorang blogger memutuskan untuk menulis, entah hanya sekedar pengalaman pribadi, cerita kuliner ataupun tentang satu masalah mengkhusus, saya yakin minimal ada satu sumber yang kemudian berkembang menjadi ide, baik yang dialami atau terlibat langsung, bisa juga yang hanya dilihat sepintas lalu. Proses untuk menuangkan ide menjadi tulisan inilah yang saya katakan sebagai usaha untuk selalu mengasah dan menajamkan pikiran. Karena terkadang, untuk menyempurnakan sebuah ide tulisan, mau tidak mau seorang blogger harus banyak belajar terkait ide dan hal-hal lain yang mendukung. Entah dengan membaca buku, hunting via mbah GooGLe atau malah bereksperimen secara langsung. Demikian pula dengan cara penulisan atau cara penyampaian agar orang yang kelak membaca dan menikmatinya, mampu memahami makna atau pesan yang dimaksudkan.

Tentu saja di hari suci Tumpek Landep ini, harapan saya tak hanya sampai disitu. Sebagai seorang blogger, selain mengasah dan menajamkan pikiran, hendaknya pula kelak mampu mengasah dan menajamkan perkataan, mengetahui mana yang sepatutnya dikatakan dalam sebuah BLoG dan mana yang sepatutnya disimpan. Terakhir, mampu pula mengasah perbuatan, menjaga interaksi dengan pembaca ataupun dengan lingkungan.

Semoga di hari yang suci ini, semua hal akan mendatangkan kebaikan.

Ayo berburu BadGe FourSquare

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Melakukan aktifitas Check-in pada jejaring sosial berbasis lokasi FourSquare secara rutin, rasanya belum lengkap kalau belum mendapatkan Badge. Yang dimaksud dengan Badge disini adalah sebuah logo bundar kecil sebagai pengakuan dari FourSquare atas semua aksi Check-in yang dilakukan oleh pengguna. Badge inilah yang kemudian membedakan aktifitas Check-in yang dilakukan melalui FourSquare dibandingkan Koprol buatan indonesia itu.

Mengoleksi Badge bagi saya pribadi malah mampu menimbulkan keasyikan tersendiri. Untuk mendapatkannya ya tergantung pada jenis Badge yang diinginkan. Badge yang biasa, akan diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas Check-in setelah kuantitas tertentu. Sedangkan yang tidak biasa, ada semacam trik yang mutlak dilakukan serta dibutuhkan sedikit keberuntungan agar Badge unik ini dapat menghiasi halaman profil pengguna.

Hasrat untuk mengoleksi Badge pada FourSquare ini kurang lebih mirip dengan aktifitas Filateli atau mengoleksi Perangko. Maaf, ada yang masih ingat dengan benda bernama Perangko ?

Saking asyiknya aktifitas ini, bahkan ada seorang teman yang begitu getolnya mengejar Badge hingga terakhir yang saya tahu, telah mengoleksi sekitar 28 badge. Bandingkan dengan yang saya capai baru 12 buah.

Terkait dengan 12 Badge yang saya dapatkan hingga hari ini setidaknya ada Badge Newbie yang diberikan pada saat pengguna melakukan Check-in pertama sebagai tanda keberhasilan, Local diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas check-in minimal tiga kali ditempat yang sama dalam waktu satu minggu, Adventurer untuk 10 kali aktifitas Check-in di lokasi yang berbeda, Explorer untuk 25 kali serta Super Star untuk 50 kalinya.

Selain itu ada juga Bender, sebuah Badge yang biasanya diberikan bagi pengguna yang melakukan aktifitas Check-in 4 hari berturut-turut, OverShare untuk aktifitas Check-in lebih dari 10 kali dalam rentang waktu 12 jam, Super User untuk 30 kali check-in dalam sebulan atau kurang, Super Mayor diberikan saat pengguna dinyatakan sebagai pemilik -diistilahkan dengan sebutan MayorShip– pada minimal 10 lokasi sekaligus, Crunked untuk 4 aktifitas Check-in sekaligus dalam satu malam, School Night untuk aktifitas Check-in setelah jam 3 pagi (kurang kerjaan banged), dan Swarm diberikan pada setiap orang yang berkumpul di satu tempat dengan jumlah minimal 50 orang.

Untuk kemudian melakukan aktifitas berburu Badge saat beraktifitas dengan FourSquare ini, minimal yang perlu diketahui adalah “syarat” atau kebutuhan yang harus dipenuhi oleh masing-masing Badge. Setidaknya ada dua alamat yang bisa saya rekomendasikan untuk memandu aktifitas perburuan Badge kali ini. Yang satu bernama 4SQuaresBadges.com dan satunya lagi dari Acslater.com. isi kedua alamat tersebut kurang lebih sama, hanya ada sedikit penambahan jenis Badges bergantung pada pengetahuan dasar masing-masing.

Saya pribadi berhasil mencoba untuk bisa mendapatkan Badges OverShare yang membutuhkan aktifitas Check-in minimal 10 kali dalam waktu 12 jam. Hal ini saya lakukan pada hari rabu lalu, sesaat setelah Server yang dikelola oleh pihak FourSquare dinyatakan berfungsi normal kembali. Seorang Teman bahkan mengira saya melakukan aktifitas check-in berkali-kali dalam rentang waktu yang berdekatan hanya untuk aksi balas dendam atas errornya Server FourSquare selama hampir 2 hari.

Sebenarnya tidak masalah apabila aktifitas Check-in yang dilakukan pada FourSquare ini hanyalah ‘berjalan apa adanya’, tapi bukankah akan lebih mengasyikkan ketika kita mencoba untuk sedikit bermain-main untuk mendapatkan lebih banyak BadGe bukan ?

Yuk, berburu BadGe FourSquare dan bagikan pengalamanmu disini.

Mudah memulai sebuah tulisan

6

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang iLMu tamBahan

Menulis sebuah BLoG tak ubahnya membuat sebuah karangan jaman sekolah dulu. Yang perlu hanya ide dan imajinasi. Bagus tidaknya sebuah tulisan saya kira kembali pada pembacanya juga. Apa yang dibutuhkan ketika mengunjungi sebuah alamat blog, jika mengerti dan mampu memahami isinya, ya pasti bakalan berkunjung kembali. Jika satu dua tidak sesuai harapan, ya syukur-syukur tulisan lain masih ada. Hehehe…

Kemampuan untuk menulis bagi setiap orang memang berbeda, biasanya bergantung pada pekerjaan yang digeluti. Seorang pakar hukum biasanya jauh lebih mudah dalam merangkai kata dan bahasa ketimbang seorang insinyur yang kerap berhitung. Demikian pula dengan orang yang biasanya bergelut dengan sastra atau filsafat. Meski demikian, kebiasaan dapat pula mempengaruhi kok.

Untuk bisa menulis, mulailah dari ide. Gali dan cari ide tersebut. Jika tidak mendapatkan ide yang fenomenal, coba dengan yang amatiran. Apapun itu idenya, minumnya ya teh botol eh maaf, jadi ngelantur…

Jika ide sudah didapat, kembangkan lebih jauh. Kira-kira sisi apanya yang dapat diambil dari ide tersebut. Lengkapi dengan data akurat baik yang bersumber secara tertulis, hunting via mbah GooGLe atau berdasarkan pengamatan bahkan pengalaman sendiri. Simpan semua catatan dan sumber yang diperlukan. Apabila ide tersebut berupa produk atau hasil pemikiran manusia, cari perbandingannya dengan produk sejenis lainnya dan bandingkan. Untuk mampu membandingkan, lakukan dengan cara yang sama dengan ide awal tadi. Sebagai tambahan, data bisa juga didapat dari kisah yang dialami orang lain.

Jika data yang didapat sekiranya sudah maksimal, lanjutkan dengan mengurutkan data tersebut. Minimal kalo diceritakan atau dibahasakan nanti, akan ada satu alur yang bisa nyambung satu dengan lainnya. Urutan ini bisa dari awal ke akhir, hasil akhir kemudian dirunut ke awal, yang sekiranya potensial diungkap berlanjut pada kisah dan perbandingan, atau gambaran umum kemudian mengerucut pada pokok bahasan.

Mulailah untuk merangkai data dan membahasakannya dengan pengetahuan yang ada. Lakukan saja semampunya. Setelah itu baca kembali dari awal dan kembangkan bila perlu. Sebagai awal, jangan dahulu berpatokan pada aturan-aturan tertentu. Harus 1000 kata misalnya. Karena jika aturan yang ditentukan itu tidak mampu dipenuhi, biasanya yang namanya hasrat keinginan untuk menulis akan pudar dengan sendirinya.

Sebagai contoh, saya gunakan salah satu ide tulisan tentang satu jejaring sosial berbasis lokasi buatan Indonesia, Koprol. Saat ide ini tercetus, ada beberapa pengembangan ide yang mampu saya ambil untuk kemudian dicari datanya yang lebih akurat :

  • hal yang diingat begitu orang menyebut koprol – olah raga backroll
  • sejarah koprol, pendirian, indonesia, lokal
  • perkembangan koprol sejauh ini
  • penggunaan koprol
  • perbandingan koprol dengan sejenisnya > foursquare
  • pengalaman
  • kelebihan dan kekurangan koprol

Saya pribadi bersyukur bahwa sejauh ini yang namanya kata ataupun kalimat kerap bermunculan ketika ide itu tercetus, maka yang menjadi pelampiasan pertama adalah ponsel dengan kata yang disingkat untuk mempercepat pencurahan ide ataupun seandainya sedang berada didepan laptop, disela online ide diketikkan dalam format note atau microsoft word. Data pelengkapnya pun saya jadikan satu dalam folder yang sama dengan ide tersebut. Jika sudah selesai, tinggal dilengkapi dengan ilustrasi yang sekiranya mampu mendukung isi tulisan.

Nah, ada yang belum jelas ? ^_^

Nge-BLoG lagi gak ya ?

63

Category : tentang KHayaLan

Tampaknya belakangan aktifitas nge-blog sudah bukan lagi merupakan satu profesi sampingan bagi sebagian besar Rekan yang dahulunya pernah menyandang status sebagai BLoGGer. Kenapa saya katakan sampingan, karena rata-rata mereka sudah memiliki pekerjaan utama yang jauh lebih mapan, meskipun ada juga satu dua yang menjadikannya sebagai profesi utama. Berawal dari hobi trus lanjut keterusan.

Kenapa pula saya katakan ‘bukan lagi’ ya karena setelah iseng melakukan blogwalking (aktifitas yang diharapkan rutin dilakukan oleh seorang blogger) ke beberapa alamat blog teman, saya menemukan beberapa alamat blog yang sudah tidak bisa diakses (kebanyakan dari domain gratisan co.cc). Beberapa BLoG tulisannya sudah tidak di-perbaharui lagi sebulan terakhir (entah memang karena sudah berhenti menulis atau pindah alamat). Ada juga beberapa rekan yang tetap masih berusaha meluangkan waktu tetap menulis dan berbagi.

Saya pribadi pada akhirnya dapat memaklumi. Bisa jadi lantaran kesibukan pekerjaan yang sudah mulai padat, kesibukan keluarga, lantaran kejenuhan, terbatasnya ide dan bisa juga lantaran keasyikan menggeluti micro blogging yang lain seperti FaceBook, Twitter, FourSquare atau Koprol.

Dari beberapa alamat blog teman yang saya coba kunjungi pertengahan September lalu melalui halaman (page) daftar B(e)LoGGer yang disusun sejak 7 Desember 2008, berikut hasil yang saya dapatkan untuk kemudian dibagi menjadi tiga kategori, (1) alamat BLoG yang tidak dapat diakses lagi, (2) BLog yang tulisannya tidak diperbaharui lagi sebulan terakhir dan (3) yang masih rajin menulis dan mengelola BLoG. Kalopun ada yang salah, mohon dikoreksi ya…

BLoGGer yang alamat BLoG-nya tidak dapat diakses lagi :

Wawan DiputraAry DwantaraBudarsaBoby haryadi, iKadsDwiEka DirgantaraEka Dharma SaputraGung Deick lunatic, dan iKha widari

BLoGGer yang tulisannya belum/tidak diperbaharui dalam waktu sebulan terakhir :

Winardi RibekaWira ankerzoneUco isnainiWahyu kokkang, wiwahasouvenirAdi setiawanWahid ArifAdityaAgustinus Tri laksonoAkhmad GuntarAnimo Band,  AnyunAprilia gayatriArie UtamiArie SuriasihWayan ArtanaArif noviyantoArquefiqASN,  Ayu CecilliaBaniBang ZaynBladcasual CutieDewi RahmayantiDewa RamaDenTaLDokter Dani IswaraDokter Oka NegaraSatria MadangkaraEfi NurEka C-LoEnda NasutionFitria PermataFenny AjaibGede KrisnaGendo SuardanaGentry AmaloGus DarkHanafiSri WidariLuh De Suriyani dan Mirah Trisna adi

BLoGGer yang masih setia menulis dan mengelola BLoG :

Made Arthabasuki pramanaimadewirazainal arifinwinartoWahya BiantaraAdieskaAgung Wardana Ancakblog ajaranAgus TuLankUun UmarAndik Yulianto LPSEAlamendahAnimaAri BoGeLbalebengong, BrokencodeBliyan BeLogCadinkCahya LegawaDanu AdriyantoDego PandeDokter CockDokter Eka KusmawanEka Juni ArtawaneLMoudyFajar SerayaGung WSHellDaHendra WSHeri CahyoInten PertiwiIndra Putu, Eka OzawaSugeng HarjonomadKorkJohn Black, Anton Muhajir dan Putu Adi Susanta

Anda sendiri, masuk kategori mana ? :p

Luangkan sedikit waktu untuk Keluarga, Kawan

7

Category : tentang DiRi SenDiri, tentang Opini

Kabar duka datang dari seorang rekan yang baru saja saya kenal beberapa bulan terakhir. Rekan yang bagi saya tergolong sedikit bicara, terlihat sangat shock dengan keadaan yang menimpanya. Bisa jadi karena faktor kedekatan yang teramat sangat menyebabkannya demikian terpukul. Kepergian sang ibu membuatnya kehilangan semangat dalam melanjutkan hari-harinya.

Kabar duka bukan hanya sekali ini saya alami. Setidaknya ada 12 (dua belas) orang yang mampu saya ingat dari anggota keluarga yang pergi sejak tahun 1984. Nenek, kakek, paman, uwak, hingga adik sepupu pun pernah memberikan banyak kenangan sepanjang hidupnya. Pukulan paling dalam diberikan saat kepergian adik sepupu yang seumuran, 16 Desember 2003. Sehari pasca saya melakukan Resign dari tempat kerja. Malam terakhir itu hanya sedikit yang sempat kami bicarakan, dan esoknya ia telah pergi.

Saya masih ingat, saat itu saya merasa sangat menyesal. Karena sepanjang perjalanan kami, sangat sedikit ingatan yang mampu direkam. Ketiadaan media digital merupakan salah satu alasannya. Untuk alasan itulah, tahun 2004 saya memutuskan untuk membeli kamera digital pertama dan berusaha mengabadikan setiap momen dan aktifitas hampir semua saudara, termasuk keluarga kecil kami.

Banyak waktu berharga yang kemudian dapat terdokumentasikan dengan baik. Semua itu disimpan agar satu saat nanti dapat kami buka dan kenang. Mungkin itu sebabnya ketika kematian Kakek Februari 2009 lalu, kesedihan itu tidak terlalu terasa bagi saya pribadi. Beberapa keinginannya mampu saya penuhi sebelum ia pergi. Saya pun dapat dengan tenang mengabadikan perjalanan Beliau.

Meluangkan sedikit waktu untuk keluarga, barangkali hanya satu dari sekian banyak keinginan kecil saya pada hidup. Menikmati waktu selagi mereka semua masih ada dan merekamnya dalam bentuk gambar statis dan dinamis adalah rutinitas yang pada akhirnya biasa kami lakukan antar satu dan lainnya. Jika itu dapat dilakukan, saya yakin takkan ada rasa penyesalan dikemudian hari ketika mereka pergi.

Kematian adalah satu hal yang tidak dapat kita pinta dari-NYA. Yang dapat kita lakukan hanyalah pasrah dan berserah. Jangan terlalu larut pada kesedihan. Karena hidup akan tetap berjalan.

Untuk Rekan saya, Pande Jaucher. Manfaatkan waktumu Kawan, kuatkan diri agar tetap dapat berbuat positif dan selalu berusaha untuk menolong sesama. Karena jika waktu itu akan tiba, takkan ada yang dapat mengembalikannya lagi.

Nge-KopRoL yuk ?

20

Category : tentang TeKnoLoGi

Satu-satunya hal yang ada dalam benak saya ketika orang meributkan soal KopRoL adalah sebuah aksi dalam olahraga masa sekolah menengah pertama dahulu yang sangat saya gemari, tapi tidak demikian dengan kebalikannya. :p Istilah KopRoL bagi saya pribadi belakangan begitu menarik perhatian. Ini gara-gara saya mencoba FourSquare beberapa waku lalu, yang kemudian ditanggapi seorang teman dan mencoba untuk meracuni saya dengan KopRoL yang satu ini.

KopRoL merupakan situs pertemanan atau yang dikenal dengan jejaring sosial sejenis FourSquare, jejaring yang berbasiskan lokasi. Jika pada awalnya penggunaan FourSquare dibatasi hanya untuk 100 kota diseluruh dunia, KopRoL sendiri ditujukan hanya untuk kota-kota di Indonesia. Fungsi utamanya adalah memberitahukan lokasi sesama pengguna KopRoL serta menghubungkan penggunanya yang secara kebetulan berada ditempat yang sama. Yang perlu dicatat adalah KopRoL merupakan jejaring sosial ‘made in Indonesia’ asli loh.

Adalah Satya Witoelar, seorang sarjana Arsitektur lulusan Universitas Parahyangan Bandung angkatan 1999 yang ternyata menjadi aktor dibalik kelahiran KopRoL. Terhitung pada bulan Juli 2008, Satya bersama rekan-rekannya membuat sebuah proyek sampingan situs pertemanan dan meluncurkannya secara resmi pada Februari 2009 melalui PT SkyEight Indonesia. Ide KopRoL ini kabarnya diperoleh dari gabungan tiga konsep jejaring sosial, Twitter dengan lifestream model-nya, Plurk dengan sistem komentarnya dan Brightkite dengan sistem lokasinya.

Yang makin bikin kagum, pada 25 Mei 2010 lalu, Yahoo memutuskan untuk mengakusisi KopRoL dengan nilai yang tidak disebutkan jumlahnya. Salah satu alasannya adalah lantaran kecanggihan layanan berbasis lokasi yang diamini Yahoo! lebih baik ketimbang Foursquare. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan bagi pengguna yang memiliki akun email diluar Yahoo seperti Gmail, Rocket, Telkom hingga pandebaik.com pun :p masih tetap bisa mendaftar sebagai pengguna KopRoL.

Ngomong-ngomong soal ‘kecanggihan KopRoL dibandingkan FourSquare, saya rasa ada benarnya kok. Lihat saja opsi ‘update status’ yang disini dikenal dengan istilah Post. Selain bisa dikomentari seperti halnya Twitter dan juga FaceBook, disaat melakukan aktifitas Post tersebut, KopRoL memberikan opsi tambahan pada pengguna untuk memasukkan foto atau video yang dapat digunakan untuk menguatkan ‘status si pengguna sedang berada dimana. Kedua hal tersebut tentu saja tidak dapat dilakukan oleh FourSquare sejauh ini. Meski demikian, pengguna tetap bisa melakukan Virtual Check-in (meminjam istilah Mbak Anita), satu aktifitas fiktif yang mengatakan bahwa pengguna sedang melakukan check-in disatu tempat padahal yang sebenarnya sedang berada dirumah. Hal ini sama dengan opini saya terkait FourSquare tempo hari.

Ada kelebihan, tentu ada kekurangan dong ? Ada lah… tapi ini dalam pemahaman saya loh ya. Dibandingkan FourSquare, untuk melakukan opsi ‘add place’ dalam arti memasukkan lokasi baru, pengguna baru tidak serta merta mampu melakukan penambahan seperti halnya pengguna baru di akun FourSquare. Hal ini pula yang agak menyulitkan saya untuk melakukan Check-in di satu tempat yang spesifik (www.pandebaik.com) yang saya yakini belum ada dalam daftar. Kalaupun kemudian memaksakan masuk kedalam satu tempat yang barangkali masih seluas kabupaten (Denpasar, Badung dsb), rasanya kurang afdol. Hehehe… kabarnya opsi ‘add place’ ini bakalan muncul setelah pengguna melakukan aktifitas Check-in atau menggunakan Koprol dalam rentang waktu tertentu. Walah…

Sayangnya lagi, ketika melakukan pencarian atau memasukkan sebuah nama lokasi yang umum, hasil pencarian yang tampil pada halaman KopRoL ini terbagi atas beberapa halaman yang kadang sangat menyulitkan pengguna untuk memilih lokasi yang tepat. Apalagi jika koneksi yang digunakan saat itu sedang mengalami gangguan, selain butuh waktu untuk menanti, perpindahan halaman demi halaman pun akan terasa memberatkan. Hal ini jelas jauh berbeda dengan FourSquare yang menyajikan hasil pencarian dalam satu halaman memanjang.

Jika dalam FourSquare terdapat istilah Badge, Major, Venue dan Shout, di dalam penggunaan KopRoL ada dikenal istilah Followers (istilah untuk pengguna lain yang mengikuti perkembangan akun pengguna yang bersangkutan -pengikut), Following (istilah untuk pengguna lain yang dipilih oleh pengguna yang bersangkutan untuk diikuti perkembangannya -mengikuti), Entourage (istilah diantara pengguna yang dianggap sudah akrab dan dekat), Commented (istilah tulisan atau komentar yang diberikan oleh pengguna lain pada post pengguna yang bersangkutan) dan Mentioned (istilah tulisan atau post dari pengguna lain yang mengikutkan nama pengguna yang bersangkutan). Bagi mereka yang sudah kadung akrab dengan Twitter, saya rasa tidak akan menemukan banyak kesulitan dalam penggunaan KopRoL ini, lantaran sebagian besar istilah diatas mengadopsi istilah yang kerap digunakan pada jejaring sosial si burung biru ini.

Seperti halnya FourSquare, KopRoL agaknya belum mampu meninggalkan begitu saja peran jejaring sosial lainnya seperti FaceBook dan Twitter, dimana pengguna KopRoL dapat melakukan pengaturan terkait ‘apakah Post yang mereka tuliskan akan ditembuskan pada kedua jejaring sosial ini atau tidak. Sayangnya, saat mencoba memanfaatkan fitur ‘tembusan’ ini, akun saya sempat mengalami kesulitan dalam menghubungkan KopRoL dengan akun FaceBook yang saya miliki. Padahal pada saat yang sama, tidak terjadi masalah saat mencoba menghubungkannya dengan akun Twitter. Kesulitan ini baru terpecahkan beberapa hari kemudian, dimana pada akhirnya tombol yang digunakan untuk mengakses akun FaceBook bisa muncul juga pada tampilan layar.