Waspadai SmS Mama dan SmS Bapak

12

Category : tentang TeKnoLoGi

Murahnya harga Starter Pack Perdana yang menjadi identitas pengguna ponsel serta gampangnya mengakali proses registrasi dengan identitas (ktp atau sim) palsu, merupakan dua faktor penting makin maraknya modus penipuan via sms. Setidaknya itu menurut analisa pribadi saya. Ditambah dengan faktor psikologi manusia yang mana ya berlaku kepentingan untung rugi saja, kalo kena ya syukur kalopun tidak ya gak apa-apa.

Jika dahulu modus penipuannya model menang undian (dan rupanya masih ada saja yang percaya), kini ada trend SmS Mama yang isinya kurang lebih permintaan dari Mama, sejumlah nominal pulsa ke nomor tertentu dengan alasan nomor yang lama sudah rusak atau bermasalah. Bahkan hari minggu kemarin saya mendapatkan sms serupa dan kali ini mengatasnamakan Bapak. Saya sebut saja SmS Bapak. Hehehe…

“Ini bpk lg pjam hp org.Tlong blkan plsa as 25rb dino bru bpak,Ini nox,085210625776 krn krtu lamabpk tblokir,dn pnx msalah.jgn tlp&sms nti bpk tlp.skrg”

Kurang lebih begitu isi sms yang saya terima dari nomor 083139063658.

Satu saran saya, tetap waspada dengan sms apapun yang datang ke ponsel yang Anda gunakan. Abaikan saja atau konfirmasikan terlebih dahulu ke nomor yang lama apabila perlu. Lagipula kenapa harus ditanggapi dengan serius apabila dalam kenyataannya, Mama ataupun Bapak apabila memerlukan pulsa tidak sampai mengirimkan SmS dengan bahasa gaul seperti diatas. :p

Ohya, nomor pengirim serta tujuan memang dengan SENGAJA saya publikasikan lantaran yang bersangkutan melakukan percobaan Penipuan. Jadi kalopun ada yang bermurah hati membantu saya untuk melakukan bomb SmS ke dua nomor tersebut, silahkan saja. Hehehe…

Pingu si Pinguin animasi Boneka Pertama MiRah GayatriDewi

2

Category : tentang Buah Hati

Menginjak usia satu bulan, MiRah GayatriDewi putri kecil kami diharuskan berpisah sementara dengan ibunya yang dinyatakan positif terjangkit Demam Berdarah. Kurang lebih selama 9 (sembilan) hari lamanya, kami harus menahan rindu terhadap buah hati yang baru saja mengisi hari-hari penuh tangis bayi. Untuk menebus rasa bersalah karena kami tinggalkan dan titipkan pada kakek neneknya, kami membelikan MiRah sebuah boneka kecil yang kebetulan dijual di Koperasi Kamadhuk RS Sanglah. Boneka itu kami beri nama Pingu.

Pingu si Pinguin, satu nama yang begitu saja terlintas di kepala ketika boneka ini kami putuskan untuk menjadi teman bobo MiRah yang akan menjaganya selama kami jauh. Bukan tanpa alasan nama itu kami berikan. Entah mengapa kami langsung teringat pada animasi Pingu yang dahulu pernah sesekali menghiasi layar televisi sebagai bagian dari sebuah iklan komersial air conditioner.

Animasi Pingu yang rupanya telah diproduksi sejak tahun 1986 untuk TV Switzerland ini mengisahkan tentang satu keluarga burung pinguin yang tinggal dalam sebuah Iglo di kutub selatan (sebenarnya Iglo berada di Antartika Kutub Utara) dan ceritanya difokuskan pada Pingu dan rekannya Robbie si anjing laut. Tidak lupa diceritakan pula tentang kehidupan keluarganya ditambah kehadiran Pinga si adik kecil. Dari pola cerita dan animasinya, Pingu mengingatkan saya pula dengan satu animasi anak Postman Pat, cerita tentang aktifitas seorang tukang pos dengan mobil kotak merah yang ditemani teman kecilnya, si kucing.

Sayangnya dibutuhkan kemampuan lebih untuk memahami cerita yang dikisahkan dalam masing-masing episodenya. Jelas-jelas tidak menggunakan bahasa universal atau bahasa negara manapun. Sehingga untuk bisa dinikmati oleh anak-anak usia balita, sangat diperlukan pendampingan orang tua untuk menjelaskan satu demi satu scene yang berjalan. Kabarnya bahasa yang dipergunakan dalam animasi ini disebut sebagai bahasa Pinguin.

Beberapa Video animasi Pingu saya temukan berkat jasa salah satu penyedia portal video terbesar YouTube disela Pelatihan terkait LPSE di Propinsi beberapa waktu lalu. Ada sekitar 42 episode yang saya unduh dari 105 yang diklaim dihasilkan selama masa produksi. Salah satu yang kemudian menjadi favorit MiRah adalah episode ‘Bedtime Shadow’ yang menceritakan kisah Pingu dan adiknya Pinga beradu kepintaran membuat bayangan dengan tangan didepan tembok sesaat sebelum tidur. Jika Pingu membuat kapal laut khas anak-anak, pinga jauh lebih pintar dan membuat bayangan kapal layar (walaupun sesungguhnya bayangan itu mustahil dilakukan dengan mengandalkan tangan). Demikian pula saat pingu membuat bayangannya Robbie si anjing laut, pinga mampu menyajikannya lebih mendetail. Puncaknya ketika Pingu membuat bayangan Bapak mereka, maka saat giliran Pinga muncullah bayangan sang Bapak lengkap dengan gaya marah-marahnya. Meski akhirnya menyadari bahwa itu adalah siluet sang Bapak, bukan hasil ‘karya’ Pinga, ending story dibuat begitu manis. Bapak, Pingu dan Pinga akhirnya tertidur dalam satu ranjang kecil yang sebenarnya merupakan ranjang milik Pingu…

Pingu si Pinguin bisa menjadi salah satu alternatif tambahan tontonan bagi si kecil, selain animasi Upin & Ipin yang mendidik ala negara tetangga Malaysia dan juga si beruang Bernard. Cobain deh…

Mengejar Traffic BLoG PanDe Baik dot com

13

Category : tentang DiRi SenDiri

Rasanya bohong kalo seorang BLoGGer mengatakan tidak peduli dengan kondisi BLoG yang dimiliki dan dikelolanya, kendatipun belum pernah menghasilkan sepeser uangpun alias non-profit. Minimal secara penampilan dan setelah itu secara content atau isi yang selalu berusaha diperbaharui secara periodik. *pengalaman pribadi

Rasanya bohong juga kalo seorang BLoGGer mengatakan tidak peduli dengan tingkat kunjungan dan respon yang diberikan oleh pengunjungnya atas setiap tulisan atau bahkan hanya sekelas unek-unek gak jelas. Bandingkan dengan update status pada jejaring sosial FaceBook, menulis pendek tanpa maknapun bisa mendapatkan belasan tanggapan dari teman lainnya. *lagi-lagi pengalaman pribadi :p

Tapi yah, ini hanya sekedar Opini loh jadi jangan tersinggung kalo seumpamanya apa yang saya katakan diatas tidak sesuai dengan Prinsip nge-BLoG Rekan semua. Saya katakan demikian karena rata-rata seorang BLoGGer merupakan orang yang ingin eksis dan tampil dalam bidang dan pengalaman yang digeluti sehingga akan sangat wajar ketika berharap akan kunjungan dari orang per orang atau sekedar tanggapan ringan terkait isi tulisan. Demikian halnya pula dengan PanDe Baik dot com (lafalnya beneran dot com bukan dot kom) :p

Bersyukur seandainya kemudian ada yang merasa senasib dengan saya selaku pemilik dan pengelola PanDe Baik dot com sejak awal mula memutuskan untuk menjadi seorang BLoGGer, karena bagaimanapun juga Pengunjunglah yang kemudian memberikan Spirit atau semangat untuk tetap menulis dan menulis. Kendati terkadang seperti tidak peduli dengan tema tulisan.

Mengejar Traffic BLoG pada akhirnya dialami juga demi sebuah cita-cita sederhana. Mendapatkan pendapatan tambahan dari halaman BLoG dan hobi menulis. Namun demikian dalam kenyataannya ya tak semudah membalikkan tangan meski sudah berpuluh buku dan halaman literatur dunia maya yang dipelajari, tak satupun mampu mendongkrak tinggi yang namanya Traffic.

Bagi yang belum paham soal Traffic kurang lebih pemahamannya adalah tingkat kepadatan atau jumlah kunjungan yang masuk ke alamat BLoG dan intensitas tersebut dapat dilihat dengan bantuan aplikasi tertentu, diantaranya FireStats yang dahulu pernah saya gunakan atau HiStats yang kini masih setia memantau halaman BLoG ini.

Bisa dikatakan selama 3 (tiga) bulan terakhir ini saya baru merasakan tingkat kunjungan BLoG yang menjangkau angka 10.000 page views dalam kisaran satu bulannya. Bisa jadi lantaran beberapa tulisan tentang Keris dan Dharma Kepandean, bisa juga hanya faktor keberuntungan saja. Meski demikian, sayapun sudah menyiapkan diri untuk memaklumi keadaan apabila satu saat ini angka-angka yang ditunjukkan dalam sebuah statistik akan menurun dengan pelan dan pasti.

Salah tiga yang dapat saya pahami menjadi penyebab penurunan kunjungan itu adalah pertama, Tema tulisan yang beragam (sangat tidak disarankan bagi seorang BLoGGer yang menginginkan lonjakan Traffic tiap bulannya), kedua, kejelasan maksud tulisan yang disampaikan apakah berupa Tips, ajakan atau sekedar ngalor ngidul seperti rata-rata tulisan pada BLoG ini dan ketiga, Kunjungan Balik yang biasanya merupakan satu aturan tak tertulis bagi BLoGGer yang sudah berkenan meluangkan waktunya berkunjung dan berkomentar. BLoG PanDe Baik dot com boleh dikatakan tidak memenuhi ketiga faktor tersebut.

Maka berbanggalah Rekan yang mampu memiliki serta mengelola BLoG pribadinya menjadi jauh lebih bermanfaat bagi orang lain (ditinjau dari tingginya tingkat kepadatan kunjungan/traffic) meskipun ada juga yang kemudian menyarankan agar jangan mengejar Traffic terlampau jauh, gak enak katanya dengan pihak Hosting, gak ada yang mau menampung nanti. Hehehe…