Orang Bali yang sudah tak seperti dulu lagi

7

Category : tentang Opini

Saya pribadi bersyukur ketika sebuah media cetak mengabarkan bahwa kasus pencurian Pretima di seantero kota Denpasar dan Gianyar yang membuat gempar beberapa bulan lalu baik sudah mulai terkuak. Ditemukannya puluhan benda sakral dan magis di sebuah villa daerah Kuta Utara yang ironisnya ditempati seorang bule, merupakan satu awal yang dijarapkan dapat menyibak satu persatu siapa saja orang yang berada dibalik pencurian itu semua.

Adalah TuAJi, kira-kira demikian orang menyapanya, yang secara nama saya yakin merupakan orang yang dihormati dan disegani lingkungan sekitarnya di pulau Bali ini. Siapa sangka orang inilah yang kemudian ditenggarai terlibat dalam kasus pencurian Pretima.

Demikian pula saya amat sangat bersyukur ketika pada akhirnya Polisi menangkap pelaku sebuah tragedi di sebuah Pegadaian Singaraja yang pada akhirnya menyebabkan sang korban meninggal dunia. Tersangka Gede Mertayasa bahkan kabarnya sempat membenturkan kepala sang korban sebelum meninggalkan lokasi.

Yang tak kalah fenomenal adalah kasus pembunuhan Prabangsa, seorang wartawan media cetak Radar Bali yang rupanya dilakukan oleh sekomplotan manusia kelahiran Bali, tanah kelahiran kami tercinta. Nyoman Susrama dibantu beberapa anak buahnya, membantai secara sadis hanya karena pemberitaan dugaan kasus korupsi. Ironis.

Orang Bali (kini) sudah tak seperti dulu lagi…

Belasan tahun lalu, tamu domestik juga wisatawan manca negara selalu mengatakan bahwa Orang Bali itu ramah, Orang Bali itu ulet dalam bekerja, murah senyum yang kemudian menyebabkan mereka nyaman ketika berlibur ke Pulau Bali ini. Dimanakah mereka kini ?

Mengenal Punakawan dalam cerita Wayang Kulit

2

Category : tentang iLMu tamBahan

Menyambung tulisan Mari Mengenal Wayang Parwa sebelumnya, ada beberapa tokoh Punakawan yang dikenal sebagai para pembantu dan pengasuh setia Pandawa dalam cerita atau lakon pewayangan. Dalam wayang kulit, punakawan ini paling sering muncul dalam babak pertujukan yang berisi lelucon maupun wejangan.

Ada beberapa versi Punakawan yang dikenal berdasarkan daerah perkembangan wayang kulit. Untuk versi Jawa Tengah dan Jawa Timur dikenal nama-nama seperti Semar, Gareng, Petruk dan Bagong. Dalam versi Jawa barat dikenal nama  Semar, Cepot, Dawala dan Gareng. Sedang dalam versi daerah Bali dikenal nama Tualen, Merdah, Sangut dan Delem.

Tualen (tualèn) atau Malen merupakan salah satu tokoh punakawan (bahasa Bali par?kan) dalam tradisi pewayangan di Bali. Karakternya mirip dengan Semar dalam pewayangan Jawa. Dalam tradisi pewayangan Bali, Tualen digambarkan seperti orang tua berwajah jelek, kulitnya berwarna hitam, namun di balik penampilannya tersebut, hatinya mulia, prilakunya baik, tahu sopan santun, dan senang memberi petuah bijak. Dalam tradisi pewayangan Bali umumnya, puteranya berjumlah tiga orang, yaitu: Merdah, Delem, dan Sangut. Mereka berempat (termasuk Tualen) merupakan punakawan yang sangat terkenal di kalangan masyarakat Bali.

Merdah (mêrdah) atau Meredah (mêrêdah) menurut masyarakat Buleleng (Bali Utara), Merdah merupakan adik Tualen, namun menurut tradisi Bali Tengah dan tradisi masyarakat Bali umumnya, Merdah merupakan salah satu putera Tualen. Dalam pertunjukkan wayang, Merdah sering muncul bersama Tualen, melakukan dialog penuh lelucon namun penuh nasihat.

Sangut di dalam lakon pewayangan dilukiskan berbibir monyong dan berkulit kuning. Di antara para punakawan, tubuhnya yang paling kurus tapi perutnya besar. Dalam pertunjukkan wayang ia sering muncul bersama Delem dan melakukan dialog penuh lelucon namun terselip nasehat tentang hidup dan pergaulan.

Delem (lafal: dè-lêm) atau Melem (lafal: mè-lêm) digambarkan bermata juling, lehernya gondok, dan tubuhnya pendek. Dalam pewayangan kulitnya berwarna merah tua. Delem bersifat angkuh, sombong, licik, dan suka omong besar. Di hadapan para ksatria dan para raja ia selalu tunduk, namun kepada orang yang lebih muda darinya (demikian pula terhadap Sangut) ia bertingkah sombong. Penampilan kedua karakter ini merupakan penggambaran tokoh punakawan yang sifatnya jelek.

Mari Mengenal Wayang Parwa

6

Category : tentang iLMu tamBahan

Wayang merupakan seni tradisional bangsa Indonesia yang telah dikenal sejak masyarakatnya masih menganut paham kepercayaan animisme, pemujaan roh nenek moyang yang disebuh sebagai Hyang dalam bentuk arca atau gambar, berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Pertunjukan wayang saat ini telah diakui UNESCO tepatnya pada tanggal 7 November 2003 sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).

Ada dua versi wayang yang dikenal sejauh ini, versi wayang yang dimainkan oleh orang dengan memakai kostum dikenal sebagai wayang orang dan versi wayang berupa sekumpulan boneka yang dimainkan oleh dalang diantaranya berupa wayang kulit atau wayang kayu. Cerita yang dikisahkan dalam pagelaran wayang biasanya berasal dari Mahabharata dan Ramayana.

Di kalangan masyarakat Bali, Wayang kulit yang paling populer adalah Wayang Parwa yang ditenggarai terdapat diseluruh Bali. Wayang Parwa adalah Wayang kulit yang membawakan lakon – lakon yang bersumber dari wiracarita Mahabrata yang juga dikenal sebagai Astha Dasa Parwa. Wayang Parwa dipentaskan pada malam hari, dengan memakai kelir dan lampu blencong, diiringi dengan Gamelan Gender Wayang.

Wayang Parwa dipentaskan dalam kaitannya dengan berbagai jenis upacara adat dan agama walaupun pertunjukannya sendiri berfungsi sebagai hiburan yang bersifat sekuler. Dalam pertunjukannya, dalang Wayang Parwa bisa saja mengambil lakon dari cerita Bharata Yudha atau bagian lain dari cerita Mahabharata. Oleh sebab itu jumlah lakon Wayang Parwa adalah paling banyak.

Di antara lakon-lakon yang umum dipakai, yang diambil dari kisah perang Bharatayudha adalah Gugurnya Bisma, Gugurnya Drona, Gugurnya Abhimanyu, Gugurnya Karna, Gugurnya Salya dan Gugurnya Jayadrata. Sedangkan Lakon – lakon terkenal sebelum Bharatayudha misalnya Sayembara Dewi Amba, Pendawa -Korawa Aguru, Pendawa – Korawa Berjudi, Sayembara Drupadi, Lahirnya Gatotkaca, Aswameda Yadnya, Kresna Duta dan Matinya Supala

Wayang Parwa biasanya didukung oleh sekitar 7 orang yang terdiri dari 1 orang dalang, 2 orang pembantu dalang dan 4 orang penabuh gender wayang (yang memainkan sepasang pemade dan sepasang kantilan). Durasi pementasannya lebih panjang daripada Wayang lemah yakni berkisar antara 3 sampai 4 jam.

Pada perkembangannya bentuk bangun wayang mengalami perkembangan bahkan pergeseran dari yang tradisi menjadi kreasi baru. Tercatat Dalang I Wayan Nardayana atau yang dikenal dengan Wayang Cenk Blonk Belayu, merupakan salah satu penampilan wayang kulit inovatif yang paling dinanti di tanah Bali selama satu dasa warsa terakhir yang mengadopsi pergeseran tersebut. Beberapa bentuk seperti bale bali, pepohonan, binatang bahkan bebatuan tak luput dari kreasi sang dalang. Demikian pula dengan penambahan tokoh wayang, memperkenalkan karakter Cenk dan Blonk yang kerap ditampilkan beberapa saat sebelum penampilan berakhir. Beberapa Lakon yang telah diedarkan dalam bentuk kaset dan vcd inipun mengambil judul yang yeleneh seperti Diah Ratna Takeshi, Katundung Ngada, Suryawati Ilang, Tebu Sala atau Lata Mahosadhi.

Adalah Jero Dalang Gede Sudibya, seorang karyawan Rumah Sakit Sanglah yang secara kebetulan merupakan keluarga kami, merupakan penglingsir yang kemudian menginspirasi tulisan diatas. Penampilan Beliau pada Desember 2008 lalu dan 6 September 2010 kemarin mengusik pikiran untuk mengulik cerita tentang wayang dalam BLoG ini. Tujuannya masih tetap sama, hanya sebagai bahan pembelajaran bagi generasi muda yang barangkali sudah mulai melupakan wayang sebagai warisan budaya bangsa Indonesia.

Gagal Aktivasi Flexi Combo ? Update PRL RUIM Anda

Category : tentang TeKnoLoGi

FlexiCOMBO merupakan layanan yang memungkinkan pelanggan Flexi Classy atau Trendy untuk tetap dapat berkomunikasi (voice, SMS dan data) di berbagai kota menggunakan beberapa nomor temporer di kota yang bersangkutan dengan hanya satu kartu R-UIM. Adapun Area layanan FlexiCOMBO mencakup 152 area layanan TELKOMFlexi yang melingkupi lebih dari 200 kota secara nasional.

Untuk dapat mengaktifkan FlexiCombo ini dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu mengaktifkannya terlebih dahulu dari kota asal dengan mengirimkan sms berisikan kode kota tujuan dan cara yang kedua, mengaktifkannya langsung dari kota yang dituju dengan menekan kode tertentu. Informasi selengkapnya bisa dibaca di halaman resmi milik TelkomFlexi disini.

Sayangnya tidak selalu FlexiCombo berhasil dilakukan ketika melakoni perjalanan keluar kota. Saya pribadi pernah mengalaminya ketika pendidikan beberapa waktu lalu ke ibukota Jakarta. Tiga kali melawat kesana, tiga kali pula saya gagal mengaktifkan FlexiCombo melalui ponsel dual band Nokia 6275i CDMA yang dahulu pernah saya gunakan. Padahal ketika kami bertandang ke Malang dan Surabaya tahun lalu, FlexiCombo tidak pernah rewel dalam pengaktifannya. Jangankan menekan kode *777 yang merupakan kode aktivasi layanan FlexiCombo atau menghubungi 147, sinyalpun tidak ada terlihat dalam layar. Mengapa bisa begitu ?

Adalah Preferred Roaming List atau yang dikenal dengan singkatan PRL menurut Wikipedia merupakan sebuah daftar atau database database yang berada dalam perangkat CDMA nirkabel  seperti telepon genggam, berisi informasi yang digunakan selama proses seleksi sistem dan akuisisi. Tanpa PRL, perangkat tidak mungkin dapat menjelajah atau memperoleh pelayanan di luar area rumah. Pada banyak jaringan, secara teratur memperbarui PRL disarankan jika pelanggan sering menggunakan perangkat di luar area rumah, terutama jika mereka melakukannya dalam beberapa area yang berbeda.

Rupanya PRL inilah yang kemudian menjadi penyebab dari kegagalan yang saya alami tersebut. Setelah diperiksa oleh Customer Service Telkom Flexi beberapa waktu lalu, dinyatakan bahwa PRL kartu RUIM yang saya gunakan sudah jauh dibawah 300. Sebuah standar minimal dimana FlexiCombo mensyaratkan kartu RUIM agar bisa digunakan disejumlah area layanan diatas.

Penurunan PRL ini kabarnya terjadi karena faktor umur kartu yang digunakan. Makin tua usia kartu, makin menurun pula PRL-nya. Lantas, bagaimana caranya agar masyarakat awam dapat mengetahui PRL dari kartu RUIM CDMA yang digunakan tanpa perlu mengorbankan waktu untuk datang dan bertanya pada Customer Service Telkom Flexi ?

Untuk pemeriksaan PRL pada ponsel Nokia CDMA, dapat dilakukan dengan menekan kode *837#. Apabila PRL berada jauh dibawah 300, maka segeralah melakukan Update PRL agar kelak tidak menemui masalah atau kendala saat mengaktifkan fitur FlexiCombo dimanapun berada.

Untuk dapat melakukan Update PRL dapat menggunakan fitur Test Message atau yang lebih dikenal dengan SMS, ketikkan PRL lalu kirim ke nomor 7753. Tunggu korfirmasi keberhasilannya. Jika sudah, matikan ponsel dan hidupkan beberapa saat lagi. Periksa kembali PRL kartu RUIM.

Update PRL Kartu RUIM ini bisa menjadi satu alternatif cara bagi pelanggan operator TelkomFLexi dapat menikmati layanan FlexiCombo dengan baik seandainya dua cara aktivasi gagal dilakukan. Andaipun penjelasan diatas masih kurang jelas, silahkan kontak nomor 147 untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

Nokia siap bunuh Ponsel Lokal

1

Category : tentang TeKnoLoGi

Tak dipungkiri bahwa harga merupakan faktor utama yang dipertimbangkan oleh sebagian besar konsumen alat telekomunikasi pada pangsa pasar menengah ke bawah. Itu sebabnya beberapa vendor China dan lokal masih tetap setia merilis ponsel terbaru mereka dengan harga terjangkau, meski ada beberapa tipe yang dibuat secara khusus menyasar kaum menengah keatas.

Booming ponsel China dan lokal terjadi bisa jadi lantaran dari segi bentuk dan rupa hampir-hampir menyerupai beberapa ponsel kelas atas keluaran vendor ternama. Katakanlah BlackBerry Bold, Nokia E71 dan E72 bahkan iPhone. Selain itu didukung pula oleh beragam fitur yang dahulu barangkali hanya bisa didapatkan pada ponsel-ponsel tertentu saja. Memory Eksternal, koneksi internet hingga tv tuner dan dual sim card.

Harga yang murah, wajah yang keren ditambah beragam fitur terkini membuat ponsel China dan lokal begitu diburu ketimbang ponsel dari vendor ternama. Hal ini bahkan sempat membuat limbung vendor sebesar Sony Ericsson bahkan Motorola yang dalam satu kurun waktu tidak merilis seri ponsel mereka dengan harga bersaing.

Direbutnya sebagian pangsa pasar yang pernah dikuasai terdahulu membuat beberapa vendor ponsel mulai kegerahan. Demi mendapatkannya kembali LG dan Samsung memberanikan diri memulainya dengan merilis ponsel QWERTY dan layar sentuh mereka dengan harga dibawah 1,5 juta saja. Hasilnya bisa dikatakan lumayan, beberapa vendor China dan lokal yang dahulunya masih bertahan pada rentang harga 1 jutaan, mulai menurunkan harga jual mereka di kisaran 800ribuan.

Tidak ketinggalan Nokia selama dua bulan terakhir ini mulai ikut serta dalam ajang pertarungan, meski kalau boleh saya katakan agak terlambat. Adapun dua langkah mereka yaitu menurunkan harga ponsel QWERTY seri E63 ke rentang harga 1,5 juta dan mengisi kekosongan harga 1 jutaan dengan seri C3.

Nokia C3 seperti yang saya ulas beberapa waktu lalu, memberikan banyak kepuasan bagi penggunanya apabila dilihat dari sergi harga yang sangat terjangkau. Koneksi Internet yang didukung dengan Wifi, kamera 2 MP berfitur Timeline dan aplikasi Ovi Mail serta Ovi Market ditambah FaceBook yang dapat meng-upload foto layaknya ponsel kelas atas sudah cukup mewakili kebutuhan pengguna disamping akses menu dan pengoperasiannya yang gegas. Silahkan dibandingkan dengan pengoperasian ponsel China atau lokal.

Kehadiran Nokia C3 ini saya rasakan bakalan digunakan untuk membunuh keberadaan ponsel China dan lokal secara perlahan jika masih bertahan pada fitur yang dahulu pernah dibanggakan. Minimal menurunkan harga jual hingga kisaran 500ribuan. Apalagi kabarnya seri X5 yang pula memiliki desain QWERTY berkonsep sliding akan dirilis dengan harga dibawah 1,5 juta. Bentukan kotak kecil persegi bakalan mengingatkan kita pada desain ponsel China atau lokal (yang kebetulan juga meniru Nokia 7705).

Apakah Nokia mampu membunuh keberadaan ponsel China dan lokal ? kita tunggu saja.

Uji penggunaan Nokia C3 lewat SDK S40 6th Edition

4

Category : tentang TeKnoLoGi

Seperti yang pernah saya katakan dalam tulisan sebelumnya perihal Nokia C3 ponsel QWERTY murah yang tidak murahan, sistem operasi yang digunakan dalam ponsel tersebut adalah Symbian S40, yang artinya kurang lebih hanya mendukung aplikasi tambahan berbasis Java saja.

Bagi yang pernah memiliki ponsel Nokia versi jadul berbentuk candybar (baca: batangan), saya kira tidak akan merasakan banyak kesulitan dalam penggunaan ponsel Nokia C3 ini. Hanya perlu sedikit penyesuaian berkaitan dengan barisan keypad dan juga pemakaian simbol serta karakter tertentu. Namun apabila belum juga yakin dengan menu Symbian S40 ini, sebelum memutuskan untuk membeli, bisa mencobanya terlebih dahulu dengan mengunduh aplikasi Emulator SDK S40 6th Edition melalui Forum Nokia. Ukurannya kurang lebih sekitar 122 MB setelah di-extract.

Ada beberapa pembaharuan pengoperasian aplikasi apabila disandingkan dengan Emulator SDK 40 3rd Edition terdahulu (dimana untuk edisi 3rd  ini digunakan pada ponsel Nokia batangan rilis tahun 2008/2009 seperti 5300 atau 6275i), diantaranya yaitu akses layar sentuh pada layar ponsel emulator yang sedianya bakalan dirilis dalam versi resminya yaitu seri X3-02. Hal ini jauh lebih mengasyikkan ketimbang mengakses menu dengan menekan tombol navigasi (melalui perantara tombol kiri pada mouse).

Dibandingkan dengan Menu yang terdapat pada layar Nokia C3, Emulator SDK S40 6th Edition ini hanya menyajikan 8 (delapan) dari 12 (dua belas) icon yang tampil secara default dalam setiap ponsel C3. Adapun 4 (empat) icon yang berkurang mencakup Ovi Mail, Ovi Store, Communities dan Games. Ketika diakses melalui icon Applications/Extras, keempat icon tersebut tidak jua dapat ditemukan. Padahal dalam Menu aslinya (Nokia C3), keempatnya masih dapat diakses melalui jalur yang sama.

Meskipun masih berupa versi Beta Feature Pack 1, beberapa fitur yang terdapat dalam tampilan Menu aplikasi yang Emulator Nokia S40 6th Edition ini dapat dicoba dan dipergunakan sebagaimana mestinya. Termasuk fitur tetap seperti Calculator, Contact, Calendar dan lainnya. Jadi serasa memegang ponsel Nokia beneran.

Uniknya, fitur Web/Internet yang terdapat dalam tampilan Menu tersebut benar-benar dapat digunakan dengan baik. Ini jelas jauh berbeda dengan Emulator BlackBerry yang dahulu pernah saya coba gunakan. Namun berhasil tidaknya menampilkan halaman web, kembali mengandalkan koneksi Internet yang sedang digunakan.

Nokia C3 QWERTY Murah yang Tidak Murahan

7

Category : tentang TeKnoLoGi

Tampaknya Nokia sebagai salah satu vendor ponsel terkemuka di Indonesia mulai gerah dengan booming ponsel lokal berkeypad QWERTY yang sejatinya diprakarsai oleh vendor BlackBerry. Meski demikian, Nokia bukanlah pendatang baru untuk pangsa pasar ponsel QWERTY. Dibuktikan dengan perilisan Nokia E61 dan E61i beberapa tahun lalu, diikuti oleh seri E71, E63 dan E72 yang dikenal dengan tombol navigasi trackpad.

Sayangnya kelima seri tersebut tampaknya belum mampu menjangkau pasar konsumen Indonesia yang sudah kadung terbuai dengan harga nominal sejutaan. Nominal yang rendah plus fitur yang beragam seperti tv tuner, dual kamera atau bahkan eksternal memory card. Selain ponsel lokal dan China, kesempatan ini baru bisa dijangkau oleh vendor sekelas LG dan Samsung saja.

Maka itu, Nokia C3 sejatinya dirilis untuk masuk kedalam pangsa pasar sejutaan ini dengan konsekuensi pengurangan beberapa fitur yang pernah mengisi Nokia seri E terdahulu. Diantaranya sistem operasi Symbian 60 dan tentu saja jaringan koneksi 3G. Dilepas dalam kisaran harga 1,1 juta yang bahkan saat promo terdahulu Nokia hanya mematok harga 800ribuan untuk bisa menebus ponsel ini dibawa pulang. Meski demikian murahnya, Nokia C3 bukanlah sebuah ponsel murahan yang barangkali malah menurunkan gengsi pemakainya.

Ditilik dari dimensi, Nokia C3 tidak begitu jauh berbeda dengan ponsel batangan Nokia lainnya, hanya sedikit lebar saja. Dibandingkan dengan ponsel Motorola Q cdma yang saya review sebelumnya atau bahkan perangkat BlackBerry, Nokia C3 jelas lebih kompak dan masih nyaman untuk digenggam dengan satu tangan atau dimasukkan ke saku kemeja.

Ada sedikit kekhawatiran bagi yang memiliki tangan dan jari besar ketika melihat bentuknya yang mudah digenggam, yaitu kenyamanan akses keypad yang sangat rapat tanpa jeda sedikitpun. Maka bersyukurlah pada struktur keypad yang dibuat sedikit menonjol, sungguh jauh lebih memudahkan bagi mereka yang memiliki jari besar.

Untuk pengoperasiannya, Nokia C3 mengandalkan Symbian 40 yang artinya hanya dapat didukung dengan aplikasi berformat java saja. Untuk mengakses menu sedikit banyak memiliki kemiripan dengan akses menu Nokia QWERTY Seri E, jadi bagi yang sudah kadung familiar saya rasa tidak akan menemui banyak kendala dalam penggunaannya.

Yang menarik adalah fitur kamera yang disematkan pada punggung ponsel ini. Meski menggunakan resolusi standar ponsel masa kini, Nokia menyediakan beberapa pilihan efek (sephia, negative, grayscale), self timer hingga pilihan untuk menon-aktifkan suara shutter saat mengambil gambar. Yang artinya, kamera dapat digunakan untuk mengambil gambar secara diam-diam. *PapaRATzzi mode ON. :p Sayangnya tak satupun tombol yang tersedia di sisi samping ponsel dapat digunakan sebagai tombol shutter seperti halnya ponsel Nokia berkamera lainnya. Jadi pengguna tetap harus menggunakan tombol navigasi untuk mengeksekusi gambar. Tambahan lainnya dari Nokia adalah disediakannya Timeline, dimana foto-foto yang dihasilkan dapat dilihat berdasarkan tanggal pengambilan gambar. Ini jelas akan memudahkan pengguna untuk mengingat kapan dan dalam momen apa foto tersebut diambil.

Dalam paket penjualannya, Nokia C3 tidak disertai dengan kartu memori eksternal, ini sangat disayangkan karena puluhan ponsel lokal lainnya meski dengan harga 500ribuan sekalipun, masih berkenan memberikan bonus memory tambahan sebesar 1 GB. Namun kalau hanya untuk penggunaan normal, memory internal sebesar 55 MB saya rasa sudah cukup untuk menyimpan beberapa nada dering, tema dan gambar. Untuk mengakses kartu memory, pengguna tidak harus membuka batere ponsel, jelas itu akan sangat memudahkan.

Nokia C3, ponsel QWERTY murah yang tidak murahan. Sekali lagi ini saya tekankan kembali mengingat dua hal mengagumkan yang disematkan secara built oleh Nokia. Pertama terkait koneksi data yang tidak hanya mengandalkan GPRS dan Bluetooth saja tapi juga Wlan atau yang dikenal dengan Wifi. Kedua terkait aplikasi FaceBook dan Twitter yang terintegrasi dalam icon Communities. Adapun aplikasi tersebut bukanlah berfungsi hanya sebagai sebuah launcher atau shortcut menuju halaman jejaring sosial yang fenomenal seperti halnya ponsel lokal atau China bahkan beberapa vendor lainnya, namun benar-benar berfungsi sebagai sebuah aplikasi dalam arti sebenarnya. Bahkan didalamnya terdapat fitur upload foto yang dapat diambil melalui galeri (gambar yang sudah tersedia) dan kamera (mobile upload seperti halnya fitur dalam perangkat BlackBerry atau Android). Mengagumkan bukan ?

Jadi Perang gak niy ?

6

Category : tentang Opini

Ada Beragam tanggapan yang disampaikan pasca pidato Presiden Republik Indonesia terkait sikap bangsa Indonesia terhadap bangsa Malaysia, 1 September 2010 kemarin. Dari yang kecewa dengan apa yang disampaikan tidak sesuai harapan, ada yang mnganggapnya datar dan cenderung tidak peduli dan ada pula yang mengapresiasi.

Tampaknya konflik dengan negara tetangga ini memang sudah berlangsung sejak lama. Sejarah mencatat era Presiden Republik Indonesia Soekarno sempat mengumandangkan ‘Ganyang Malaysia’ pada tahun 1964 dahulu. Tak hanya gertak sambal, Presiden pula memerintahkan pada Militer agar melatih ribuan sukarelawan yang siap tempur bela negara. Demikian pula aksi penggalangan dana yang kabarnya mencapai angka 45 juta sebagai dana persiapan perang.

Berselang 46 tahun kemudian, Presiden bangsa ini dihadapkan pada masalah yang sama. Sayangnya sikap yang disampaikan cenderung melunak ketimbang tegas seperti halnya reaksi rakyat. Wacana perang pun digulirkan.

Yang terjadi kemudian adalah banyak pihak mencoba membandingkan kekuatan militer kedua pihak apabila benar perang itu terjadi. Secara kuantitas memang benar bangsa ini memiliki hampir dua kali lipat personel ketimbang negara tetangga. Namun secara kualitas siapa tahu ?

Bangsa ini bahkan sudah terbukti memiliki begitu banyak armada tempur namun sayangnya tidak diimbangi dengan kualitas layak pakainya. Kecelakaan pesawat yang terjadi beberapa waktu lalu telah membukakan mata kita semua. Sedikitnya anggaran yang diberikan dibandingkan dengan banyaknya peralatan dan infrastruktur yang seharusnya diperbaharui, berbanding terbalik dengan aanggaran negara tetangga jauh lebih besar namun dengan armada yang sedikit. Kira-kira pesan apa yang dapat diambil dari sana ?

Bisa jadi secara kecanggihan peralatan mereka (negara tetangga) malah jauh lebih baik ketimbang yang kita punya. Meskipun dahulu para pejuang masih mampu melawan dengan bambu runcing sekalipun.

Menjadi pemimpin pada masa-masa ini adalah hal yang tersulit untuk menentukan pilihan bagi saya pribadi. Seandainya sikap yang diputuskan adalah berdamai dengan diplomasi, akan banyak orang atau pihak yang berseberangan mencibir dan menggangkap tak jantan dalam menentukan kebijakan bangsa. Sebaliknya memutuskan untuk berperang, ada banyak hal yang barangkali harus dipikirkan secara matang.

Kehancuran adalah hal yang mutlak. Apakah kita siap dengan kehancuran budaya dan peninggalan masa lalu yang nantinya menjadi salah satu efek pertama dari sebuah aksi perang ? demikian pula dengan kematian banyak orang. dibandingkan mereka, negara ini memiliki jumlah masyarakat yang sangat banyak yang juga harus diperhitungkan saat perang dilakukan. Belum lagi dukungan negara tetangga lain yang ditenggarai bakalan memihak pada Malaysia, jadi tidak hanya kuantitas dan kualitas kekuatan Militer Malaysia saja yang patut diperhitungkan.

Ah, jadi banyak ngelantur yang gak jelas… ngomong-ngomong jadi gak ya perang dengan Malaysia ?

Dominasi Berita Media Cetak mulai terkikis Dunia Maya

2

Category : tentang Opini

Membaca berita di media cetak merupakan salah satu kewajiban yang dahulu kerap saya lakukan baik pagi sebelum ngantor maupun sore atau malam saat beristirahat. Dari Kompas, Surya, Bali Post, Denpos, Nusa hingga terakhir yang sampai hari ini masih menjadi santapan bersama kami dirumah, Jawa Pos.

Menikmati satu persatu kolom yang dihiasi dengan beragam iklan (apalagi yang bergambar) awalnya memang sempat menjadi hal yang menarik bagi kami walaupun kadang kalau halaman media yang terlalu banyak dihiasi iklan sempat membuat dongkol hati. Tidak hanya itu, bagian iklan lowongan pun pernah menjadi halaman wajib sekitar tahun 1999 sampai dengan 2003, masa-masa mencari kerja swasta ceritanya.

Sayangnya, dominasi pemberitaan di media cetak sudah mulai terkikis dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dua tahun terakhir ini. Salah satu tanda yang paling kentara adalah munculnya beragam portal penyedia kabar terkini didunia maya seperti DetikNews, VivaNews, Kompas Online bahkan sekelas stasiun televisi swastapun tampaknya mulai melebarkan sayapnya seperti MetroTVNews, TVone hingga tidak ketinggalan di jejaring sosial pertemanan FaceBook pun ada.

Untuk pembaharuan beritapun tak lagi dalam hitungan hari seperti halnya yang dilakukan media cetak selama ini. Ada yang setiap jam bahkan hitungan menitpun bisa.

Koran FaceBook misalnya. Halaman yang menjadi salah satu favorit saya ketika memeriksa kabar teman maupun hanya sekedar update status ini, tergolong rajin dalam memperbaharui berita terkini, baik yang terjadi di dalam negeri maupun luar. Ada juga versi history kilas balik beberapa tahun lalu, seperti yang pernah dilakukan oleh media Intisari.

Sisi positif dari maraknya penyedia portal berita di dunia maya adalah masyarakat yang melek dengan teknologi, dapat mengetahui lebih dulu perkembangan yang terjadi atas sebuah kasus atau kejadian tertentu tanpa menunggu hitungan jam (yang biasanya ditampilkan di layar televisi) atau hari (bagi media cetak). Apalagi didukung dengan kemudahan akses halaman dan dunia maya yang dapat dilakukan dari layar ponsel genggam sekalipun.

Terkikisnya pemberitaan media cetak oleh dunia maya ini tentu saja harus disikapi secara gegas kalau tidak ingin mati satu saat nanti. Bukan tidak mungkin bahwa turunnya pemberitaan oleh media cetak bisa dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore misalnya. Memang belum semua lapisan masyarakat dapat menjangkau yang namanya internet dan dunia maya, tapi tidak ada salahnya dicoba ketimbang tertinggal jaman.

Jangan sepelekan Gigitan AnJing

6

Category : tentang Opini

Hanya ada satu kata… Miris.

Membaca berita tewasnya anak 12 tahun lantaran menujukkan tanda-tanda rabies beberapa jam sebelum mendapat perawatan dan pada akhirnya tidak tertolong, I Made Putra demikian kalau tidak salah nama si anak menambah panjang daftar kematian akibat gigitan anjing. Padahal beberapa hari kemarin, seorang bocah balita juga dikabarkan mengalami hal yang sama. Bahkan si bocah sempat menggigit tangan sang paman, ayah serta ibunya.

Hanya karena berpikiran bahwa luka gigitan yang tak seberapa pihak keluarga lantas memutuskan untuk tidak memberikan suntikan VAR (Vaksin Anti Rabies) setelah vaksin tersebut dinyatakan habis baik di puskesmas maupun rumah sakit terdekat. Padahal tidak demikian adanya.

Selain harus dibersihkan dengan air yang mengalir, si korban gigitan anjing MUTLAK mendapatkan suntikan VAR, walaupun nantinya si anjing penggigit dinyataan tidak terindikasi rabies. Bukankah lebih baik berjaga-jaga akan segala kemungkinan ketimbang menyesal di kemudian hari ?

Sayapun sempat merasakan kekhawatiran yang sama saat Bapak digigit anjing Juni lalu. Namun bersyukur pihak rumah sakit Sanglah masih berkenan menerima kami dan memberikan 3 (tiga) kali suntikan VAR dalam rentang waktu tertentu.

Jangan sepelekan gigitan anjing. Apabila kelak mengalaminya, jangan pernah menyerah untuk mendapatkan suntikan VAR. Dua suntikan di lengan kanan dan kiri saat vaksin pertama, dan masing-masing satu kali suntikan saat vaksin kedua dan ketiga. Adapun pengalaman saya dapat dibaca pada tulisan Pengalaman (mengantar) Suntik VAR pasca gigitan AnJing.

Kalaupun nanti dinyatakan habis stok baik di puskesmas ataupun rumah sakit terdekat, lakukan pencarian di kabupaten lain bahkan jika perlu meluncur ke Kota Denpasar untuk mendapatkannya. Seperti yang dilakukan oleh beberapa ‘teman senasib’ saat saya mengantarkan Bapak vaksin di rumah sakit Sanglah beberapa waktu lalu.

Jikapun dirumah memiliki anjing peliharaan, segera vaksinasikan anjing tersebut secara terjadwal. Jangan tunggu sampai ada korban tergigit lagi.