Menu
Categories
Main FourSquare yuk ?
September 23, 2010 tentang TeKnoLoGi

Jangan marah atau Jangan pula mencoba membayangkan sebuah adegan erotis yang didapatkan kalo satu ketika satu dua teman Anda mengajak Check-in di FourSquare. Jangan pula membayangkan bentuk mainan persegi empat mirip Rubik’s Snake ketika seorang teman mencoba menawarkan hal yang sama pada Anda. Karena yang dimaksud dengan FourSquare saat ini adalah sebuah jejaring sosial layaknya FaceBook atau Twitter yang sudah dikenal publik lebih dahulu, dengan berbasiskan Lokasi.

FourSquare yang dibuat oleh Dennis Crowley dan Naveen Selvadurai ini memperkenalkan sebuah layanan pertemanan yang kelak bakalan memfamiliarkan istilah Check-in pada setiap penggunanya (konotasi yang terdengar buruk bagi sebagian besar PNS negeri ini) dan juga Shout. Istilah terakhir kurang lebih sama dengan istilah ‘Update Status’ milik FaceBook ataupun ‘Tweet’ milik si burung biru Twitter.

Sayangnya selama saya mencobanya dua minggu terakhir ini, yang namanya Shout tidak dapat dikomentari oleh teman yang dimiliki seperti halnya kedua istilah lain milik FaceBook dan Twitter. Kata senior saya Putu Adi Susanta, seorang Radiografer Rumah Sakit Sanglah sekaligus BLogger mantap, justeru inilah keunikan FourSquare, tidak ada fasilitas tukar menukar pesan antar teman. Jujur, keterbatasan ini lumayan membuat saya seperti mengalami Autis karena meskipun sudah merasa terhubung dengan jejaring sosial namun tidak ada tanggapan apapun. :p Tapi tunggu, mengingat basis FourSquare adalah update status di lokasi terkini, fitur ini dapat digunakan sebagai ajang ngumpul pengguna FourSquare yang secara kebetulan berada pada tempat dan waktu yang sama. Asyik bukan ?

FourSquare juga dapat digunakan untuk mencari tempat nongkrong apabila sedang berada di satu tempat yang baru pertama kali dikunjungi. Ketikkan saja alamat ataupun nama lokasi pada kolom ‘Check-in’ dan FourSquare akan memberikan beberapa tempat alternatif terdekat yang sudah didaftarkan lebih dulu oleh pengguna lainnya, ditambah sedikit tips gambaran terkait tempat tersebut. Jadi ya gak perlu susah-susah untuk mencari tahu.

Mencoba bermain FourSquare bukan berarti harus meninggalkan jejaring sosial yang selama ini dimiliki loh, karena dalam opsi Pengaturan-nya terdapat fasilitas untuk menghubungkan akun FourSquare dengan akun jejaring sosial lainnya seperti FaceBook dan Twitter. Hal inilah yang kemudian memungkinkan teman lain untuk ikut serta memberikan komentar atau tanggapan atas aktifitas ‘Check-in’ yang dilakukan sebelumnya.

Secara tampilan, FourSquare punya dua versi yang dapat diakses oleh setiap pengguna yaitu versi lengkap atau web (arahkan ke foursquare.com) dan versi mobile (m.foursquare.com atau foursquare.com/mobile). Untuk melakukan aktifitas Check-in dan Shout saya sarankan untuk mengakses yang versi mobile agar tidak membingungkan, sedangkan yang versi lengkap atau web untuk melakukan aktifitas yang lebih luas seperti meng-editing info dan peta lokasi (dikenal dengan istilah Venue), mencari dan menerima permintaan pertemanan serta pengaturan profil yang dipandang perlu.

Ketika bermain lebih jauh dengan FourSquare, pengguna akan mulai mengenal istilah Major yang akan diperoleh ketika pengguna melakukan aktifitas Check-in minimal dua kali di tempat yang sama. Untuk gambaran terkait istilah Major ini barangkali bisa dibaca lebih lanjut di radioGrafer.net milik blogger mantap sekaligus senior saya Putu Adi yang kiranya jauh lebih mendalam dan mudah dipahami.

Ada juga istilah Badge yang akan diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas di FourSquare selama waktu tertentu. Newbie diberikan pada saat pengguna melakukan Check-in pertama sebagai tanda keberhasilan atau kurang lebih menandakan tanggal dan lokasi bergabung seorang pengguna. Local diberikan ketika pengguna melakukan aktifitas check-in minimal tigal kali ditempat yang sama dalam waktu satu minggu. Super User diberikan bagi pengguna yang aktif melakukan check-in sebanyak minimal tiga puluh kali dalam satu bulan atau kurang. Explorer untuk pengguna yang melakukan aktifitas check-in di dua puluh lima tempat yang berbeda, dan masih banyak lagi. Sejumlah Poin akan diberikan pada pengguna setiap kali melakukan perpindahan tempat check-in, pendaftaran lokasi (venue) baru, kunjungan pada lokasi yang sudah terdaftar maupun kembali pada tempat yang sama.

Terkait lokasi, kabarnya pada saat peluncuran perdana di tahun 2009 lalu FourSquare hanya dapat digunakan dalam keterbatasan 100 (seratus) wilayah metro diseluruh dunia. Baru pada bulan Januari 2010 FourSquare mengubah model lokasi yang memungkinkan setiap pengguna melakukan aktifitas check-in dari lokasi manapun diseluruh dunia.

Sayangnya (lagi-lagi), untuk melakukan aktifitas check-in (yang akurat dan dapat dipercaya), FourSquare tidak dilengkapi dengan fitur kompas atau minimal peta yang terhubung dengan satelit untuk mencari tahu posisi pengguna berada secara realtime dan terkini. Hal ini sebenarnya dapat menutup kemungkinan bahwa seorang pengguna melakukan aktifitas check-in secara asal (baca:mengarang atau mengira-ngira) dengan harapan ‘ingin tetap terlihat eksis dimata teman lain’. Saya pribadi sempat mencobanya dengan melakukan check-in di satu tempat yang lokasinya berada jauh dari lokasi sebenarnya. Proses berjalan lancar walaupun seumpama apabila diusut secara jarak jangkauan dan waktu yang diperlukan, akan terlihat bahwa aktifitas check-in yang saya lakukan bakalan terlihat mustahil. Tapi ya siapa yang tahu ? toh FourSquare bukanlah satu hal yang patut ditanggapi secara Serius dan berlebihan, bukan ?

"32" Comments
Leave a Reply
*