Menu
Categories
Jalan Panjang berangkat Kerja menuju PusPem Badung
September 14, 2010 tentang PLeSiran

Diperlukan waktu sekitar 25 sampai 35 menit setiap paginya untuk bisa mencapai kantor Puspem Badung di hari kerja dari rumah yang berlokasi seputaran pusat Kota Denpasar. Ini artinya apabila jam kerja dimulai sekitar pukul 7.30, saya dan istri maksimal harus sudah berangkat dari rumah sekitar pukul 7.00. Durasi ini jauh lebih panjang dibandingkan ketika kami masih berkantor di jalan Beliton, sebelah barat lapangan puputan Badung.

Untuk bisa mencapai kantor Puspem Badung ada tiga jalur alternatif yang kerap kami lalui setiap harinya. Dari perempatan Monumen Adipura meluncur kearah barat, melalui jalan Yudistira, Arjuna, Gatotkaca, Kartini, Maruti dan perempatan Cokroaminoto – Gatot Subroto. Dari sini ada dua jalur alternatif yang bisa diambil. Lurus ke utara, melewati jalur Ubung – Sempidi yang jaraknya kurang lebih kalo diakumulasikan sekitar 9,5 Km dari rumah. Sedangkan yang kearah barat melalui jalur Kebo Iwa memiliki jarak yang lebih panjang yaitu 10,5 Km. Jalur ketiga dari perempatan Monumen Adipura meluncur kearah timur, melalui jalan Patimura, Suli, Gatot Subroto, Ahmad Yani, Ken Arok tembus Sempidi memiliki jarak kurang lebih sama dengan jalur yang melewati jalan Kebo Iwa.

Ditinjau dari jarak tempuh sebenarnya jalur yang melalui ruas jalan Cokroaminoto Ubung merupakan track terpendek dibandingkan dengan dua jalur lainnya. Namun dengan tingkat kemacetan yang tinggi dan arus lalu lintas yang agak berbahaya. Terutama ketika kendaraan sudah mencapai terminal Ubung dan sekolah Taman Rama. Jalur yang melewati jalan Kebo Iwa secara jarak lebih panjang ketimbang melalui terminal Ubung, selain itu ada 5 (lima) traffic light yang harus dilalui, namun dari segi kemacetan bisa dikatakan sangat jarang terjadi. Demikian pula yang melalui jalur timur.

Waktu tempuh ternyata dipengaruhi juga oleh jam keberangkatan. Apabila berangkat tepat sekitar pukul 7.00 seperti rencana diatas, besar kemungkinan bersua kemacetan di beberapa titik meskipun tidak se-krodit yang kerap terjadi pada jam-jam sibuk Kota Denpasar. Sebaliknya apabila berangkat kantor sedikit lebih awal, kira-kira pukul 6.45 bisa dikatakan perjalanan jauh lebih nyaman dan lancar.

Meski demikian ternyata masih banyak hal lain yang mampu mempengaruhi proses perjalanan berangkat kerja menuju kantor Puspem Badung. Kemacetan dadakan akibat penutupan jalan saat pelaksanaan upacara beberapa waktu lalu termasuk faktor putra putri kita yang meminta diantar sekolah atau ditemani main dulu. Hehehe…

"9" Comments
  1. dulu saya suka jadi suporter bli… waktu smp kalo ga salah…

    [Reply]

    imsuryawan Reply:

    lho, salah komen… tolong dihapus komen di atas bli

    [Reply]

    pande Reply:

    hehehe… biarkan saja deh… :p

    [Reply]

  2. masih jauh saya bli, kerobokan nusa dua..

    [Reply]

    pande Reply:

    ha… iya ya ? pernah diukur gak berapa kilo tuh ?

    [Reply]

    imadewira Reply:

    27 KM bli, jadi tiap hari PP 54 km 🙂

    [Reply]

  3. Pingback: 20 to 40 | PanDe Baik

  4. saya jarak dari rumah pas 10 km, diukur pake spidometer avanza, waktu tempuh tercepat adl 7 mnt (rekor saya hehehe tapi pake motor)

    [Reply]

    pande Reply:

    Kalo diukur dengan spidometer mobil satunya lagi kira”jadi brapa menit Pak ? :p

    [Reply]

Leave a Reply
*