Orang Bali yang sudah tak seperti dulu lagi

7

Category : tentang Opini

Saya pribadi bersyukur ketika sebuah media cetak mengabarkan bahwa kasus pencurian Pretima di seantero kota Denpasar dan Gianyar yang membuat gempar beberapa bulan lalu baik sudah mulai terkuak. Ditemukannya puluhan benda sakral dan magis di sebuah villa daerah Kuta Utara yang ironisnya ditempati seorang bule, merupakan satu awal yang dijarapkan dapat menyibak satu persatu siapa saja orang yang berada dibalik pencurian itu semua.

Adalah TuAJi, kira-kira demikian orang menyapanya, yang secara nama saya yakin merupakan orang yang dihormati dan disegani lingkungan sekitarnya di pulau Bali ini. Siapa sangka orang inilah yang kemudian ditenggarai terlibat dalam kasus pencurian Pretima.

Demikian pula saya amat sangat bersyukur ketika pada akhirnya Polisi menangkap pelaku sebuah tragedi di sebuah Pegadaian Singaraja yang pada akhirnya menyebabkan sang korban meninggal dunia. Tersangka Gede Mertayasa bahkan kabarnya sempat membenturkan kepala sang korban sebelum meninggalkan lokasi.

Yang tak kalah fenomenal adalah kasus pembunuhan Prabangsa, seorang wartawan media cetak Radar Bali yang rupanya dilakukan oleh sekomplotan manusia kelahiran Bali, tanah kelahiran kami tercinta. Nyoman Susrama dibantu beberapa anak buahnya, membantai secara sadis hanya karena pemberitaan dugaan kasus korupsi. Ironis.

Orang Bali (kini) sudah tak seperti dulu lagi…

Belasan tahun lalu, tamu domestik juga wisatawan manca negara selalu mengatakan bahwa Orang Bali itu ramah, Orang Bali itu ulet dalam bekerja, murah senyum yang kemudian menyebabkan mereka nyaman ketika berlibur ke Pulau Bali ini. Dimanakah mereka kini ?

Comments (7)

Dimanakah mereka kini?

Saya tidak menyembunyikan mereka…saya tidak menculik mereka 😀

[Reply]

pande Reply:

halah…

[Reply]

ternyata sudah ketahuan kedok oknum seperti itu bahwa materalism menurut mereka adalah segala-galanya…

[Reply]

pande Reply:

Sudah pengaruh jaman kali ya ?

[Reply]

Bali sudah jadi pulau yang penuh perikaian sejak zaman sekte dulu, jauh sebelum mpu kuturan tiba. Jadi memang ada garis kekerasan di pulau ini, bahkan terbuka lagi ketika peristiwa gestok.

Jadi ya menurut saya, Bali sing kenken, masih seperti dulu, penuh kekerasan dan pembunuhan. Walau tentunya ada banyak sisi baiknya :).

[Reply]

mari kita ikut menyebarkan benih2 kedamaian..

**sok bijak mode on

[Reply]

mereka sudah Hilang di Gerus oleh Waktu dan Jaman.

[Reply]

Post a comment

CommentLuv badge