Mengenal Motorola Q CDMA

Seperti yang pernah saya katakan dalam tulisan sebelumnya bahwa ponsel Motorola Q CDMA bukanlah ponsel baru keluaran terkini alias jadul. Rilisnya kurang lebih berawal pada tahun 2005 yang kalau disejajarkan dengan rilis ponsel Nokia, hampir bersamaan dengan seri 7610 dan 6630 yang diklaim sebagai ponsel pertama Nokia berkamera 1 MP, begitu pula dengan Nokia Communicator 9500 yang hanya beresolusi VGA.

Itu sebabnya untuk ukuran sebuah ponsel pintar (baca:smartphone), Motorola Q CDMA hanya menyematkan resolusi kamera yang sama dengan kemampuan ponsel berkamera saat itu yaitu sebesar 1,3 MP. Demikian pula dengan kemampuan koneksi nirkabelnya yang tidak mendukung Wifi secara built in kendati dapat ditambahkan secara opsional.

Sebagai sebuah ponsel pintar, Motorola Q CDMA sudah memenuhi satu syarat atau standar mutlak yaitu menggunakan sistem operasi sebagai basic pengoperasian ponsel. Adapun sistem operasi yang digunakan adalah Windows Mobile Smartphone 5.0. Penggunaan rilis sistem operasi tersebut makin menguatkan image bahwa ponsel Q series ini memang dirilis kisaran lima tahun lalu, karena untuk standar ponsel/pda bersistem operasi Windows Mobile rilis terkini minimal menggunakan seri 6.1 atau 6.5. Adapun kode yang digunakan, tidak lagi disebut Windows Mobile Smartphone Edition tapi Windows Mobile Standard Edition.

Sistem operasi Windows Mobile Smartphone 5.0 ini memiliki satu ciri yang dapat dikenal dengan mudah yaitu tidak mendukung layar sentuh. Pengoperasiannya murni mengandalkan keypad dan tombol navigasi. Ciri-ciri lainnya dapat dilihat secara kasat mata walaupun tanpa menyentuh langsung, yaitu dilihat dari tampilan homescreen atau layar utama yang tidak menampilkan jam pada list taskbar yang sejajar dengan simbol sinyal.

Secara bentuk dan desain, Motorola Q CDMA mengingatkan saya pada pda rilis lama seperti Audiovox Thera, 6700 ataupun O2 lama yang pernah saya miliki dahulu. Kotak tipis dan memiliki area bagian bawah yang mirip dengan desain khas Nokia tipe E71.

Kesan ponsel jadul dapat dilihat pula dari koneksi yang diselipkan pada ponsel Motorola Q CDMA, masih menggunakan infra red yang kini sudah mulai ditinggalkan. Demikian pula dengan jenis kartu memory eksternal, yang masih menggunakan tipe MiniSD. Yang lebih unik lagi, pada sisi kanan ponsel terdapat tombol navigasi yang dinamakan Jog Dial atau istilahnya TrackWheel pada ponsel BlackBerry. Tombol navigasi ini biasanya terdapat pada ponsel rilis tahun-tahun serupa seperti BlackBerry 8700 yang belum mengenal sistem navigasi TrackBall atau Sony Ericsson P series.

Menggunakan ponsel Motorola Q CDMA tidak jauh berbeda rasanya dengan penggunaan ponsel O2 XPhone iim yang secara kebetulan memiliki sistem operasi yang sama. Tidak banyak kesulitan yang saya alami dalam pengoperasiannya. Hanya saja jika disandingkan, ponsel Motorola Q CDMA memiliki kekurangan dan kelebihan terkait thumbboard QWERTY yang disandangkan. Kekurangannya tentu saja pengguna (dalam hal ini saya pribadi) diwajibkan mempelajari kembali lokasi tombol huruf dan angka yang kadang jujur saja agak membingungkan. Walaupun susunannya sama dengan keyboard pc, namun tetap saja terbentur ukuran dan fungsi shift. Sebaliknya menggunakan ponsel Motorola Q CDMA yang sudah mengadopsi thumbboard QWERTY seperti halnya ponsel Blackberry ataupun lokal yaitu, tidak ada waktu tunggu atau jeda yang diperlukan ketika memanfaatkan fitur Messaging-nya.

Terkait kapasitas phonebook yang tempo hari menjadi momok bagi saya sehingga memilih Motorola Q CDMA sebagai salah satu alternatif, rupanya bisa terjawab dengan memuaskan mengingat penggunaan sistem operasi (sebagai satu syarat mutlak sebuah ponsel pintar) yang memiliki satu kelebihan tanpa batas. Tergantung pada sisa memori internal yang ada.

Yang tak kalah menarik adalah persoalan daya tahan batere yang sempat diklaim hanya bertahan sekitar 3 jam oleh seorang Rekan. Setelah mengujinya sendiri, dengan pemakaian normal tentu saja, daya tahannya ternyata mampu mencapai tempo 2 hari. Itupun rata-rata daya yang tersisa masih sekitar 25%-nya. Tak lupa terkait harga yang tergolong murah apabila dibandingkan dengan ponsel dalam rentang harga serupa.

Artinya, untuk sebuah ponsel berjaringan CDMA, bolehlah saya merekomendasikan Motorola Q CDMA sebagai teman baru bagi yang berminat mengganti ponsel saat ini.

pande

hanyalah seorang Pegawai Negeri Sipil yang sangat biasa, mencoba hadir lewat tulisannya sebagai seorang blogger yang baik

11 thoughts on “Mengenal Motorola Q CDMA

  • August 27, 2010 at 5:55 am
    Permalink

    Ulasan yang menarik Bang.
    Tapi, saya rasa ada 2 jenis yang beredar.
    Dan kebanyakan yang memakai sistem inject.
    So, sekarang telkom khususnya flexi menerapkan sistem inject baru yang kemungkinan akan menyulitkan si MotoQ ini. Karena mereka meminta verifikasi digital. Sedangkan MotoQ sistem verifikasinya memang full analog. Banyak kok hal ini di bahas di forum dan tidak ditemukan titik temunya karena berkaitan dengan perkembangan teknologi yang diadopsi masing-masing operator. Sehingga banyak pengguna yang malah meninggalkan si MotoQ ini.
    🙂

  • August 27, 2010 at 7:36 am
    Permalink

    He… saya sendiri mengalaminya kok. Tapi syukur Flexy sendiri yang memberikan pemecahannya. memang agak berbeda dengan langkah Inject yang dahulu pernah saya lakukan pada Audiovox Thera, namun ternyata tetap bisa digunakan dengan baik. Jadi, jangan khawatir…

  • September 1, 2010 at 6:03 pm
    Permalink

    om pande… mau tanya donk…
    1. kalau WM 5 ini bisa diupgrade ke WM 6 atau WM 6.5 ga yah? saya mau ambil moto Q tapi khawatir WM 5 ndak diurus lagi buat upgrade2nya sama pihak windows mobile-nya (apalagi skrg ganti nama jadi windows phone), contohnya aplikasi office yang (mungkin) ga bisa diupgrade2 lagi.
    2. Seengganya aplikasi2 kaya YM dan flash lite bisa diinstal kan di moto Q? kebanyakan kan aplikasi itu buat symbian dan java.
    3. Qwerty-nya bisa co-pas teks kaya di no**a e71 ga?
    makasih yah om pande baik 😛

  • September 1, 2010 at 6:22 pm
    Permalink

    Halo Abay yang Bingung… Saya jawab semampunya ya…
    1. Sejauh kabar yang saya dengar, Microsoft memang tidak mau lagi menanggapi versi upgrade dari WM 5.0 dan 6.0 atau 6.1. namun kalaupun mau nekat, versi upgrade-nya bisa didapatkan di Forum XDA Developers kok…
    Kalo saya siy, males upgrade lantaran nomornya yang Inject. Kalo nekat Upgrade ya musti Inject lagi ke Telkom…
    Soal Office, saya sudah cukup puas sejauh bisa membaca file versi 2003 (sesuai dengan yang saya gunakan saat ini).
    2. Untuk aplikasi Chatting, saya milih menggunakan eBuddy (Java). Kalo Flash Lite bisa, ada kok yang untuk versi WM. Hunting di XDA DEv atau mobile9.com…
    3. Copas Teks ya ? bisa. Baca di Getting Started yang ada di ponselnya…
    Semoga Berguna…

  • September 1, 2010 at 7:49 pm
    Permalink

    makasih buat infonya.. saya baru aja liat2 di windows marketplace… jadi prihatin karena gada aplikasi resmi buat WM5 🙁
    (ngarep banget bisa install g-maps di motoQ) 😕

  • September 3, 2010 at 12:32 am
    Permalink

    barusan dr dukomsel mo beli motoQ, ternyata ga bisa inject nomer fren-ku 🙁 , jadi bener2 dipaksa pake nomer yang dah ke-inject di hape-nya… pas maksain malah nge-hang, hape apalagi yah yang qwerty dan punya operasi sistem buat CDMA?? mohon pencerahan 😉

  • September 3, 2010 at 6:21 am
    Permalink

    Kalo mau dan ada persediaan dana, monggo… ada BlackBerry Curve 8330, 8830 World Edition dan Tour 9630… Kalo ndak salah ketiganya bisa 2 nomor, GSM Ruim dan CDMA inject. tapi gak bisa aktif bersamaan, musti salah satu… :p

  • December 11, 2010 at 10:27 am
    Permalink

    met kenal bang pande yg baik, saya mo curhat dikit neeh masalah moto q cdma saya (bundling smart). saya pernah mencoba utk inject no flexi di moto q8 saya (info dari teman bahwa bisa inject 2 nomer walau tidak bisa aktif bersamaan) namun ditolak oleh plasa telkom kerena 2 alasan yaitu tidak punya settingnya dan dikarenakan bundling dgn operator smart sehingga mereka tidak berhak melakukan proses inject. 
    bisa bantu masalah saya bang?
    satu lg curhatnya neeh apakah bila di upgrade ke wm 6 atau yg lebih tinggi kita harus inject ulang no cdmanya? makasih ya bang pande, maaf banyak tanya coz masih newbie

  • December 11, 2010 at 3:52 pm
    Permalink

    Salam Kenal juga… Soal inject, saya pernah baca di Kaskus kalo gag salah. Dari situ infonya memang bisa dilakukan, bahkan ada yang nawarin jasa juga. Kalo ke Plasa Telkom ya jelas lah mereka gag mau, secara kode etik antar operator dan juga kerusakan yang dapat diakibatkan. Coba deh main ke KasKus untuk detailnya.
    Sedang untuk Upgrade, bisa kok. Cari infonya di XDA Developer. Cari di bagian Archives (untuk tipe ponsel”lama). Sayangnya, kalo mau nekat upgrade, ya inject musti diulang juga. soale inject itu kan ceritanya menanamkan kode, bukan dengan kartu ruim biasa ?
    Ada lagi ? Saya masih pake hingga hari ini loh…

  • January 28, 2011 at 3:17 pm
    Permalink

    hellu… met siang bang Pande melanjutkan beberapa pertanyaan saya mengenai moto Q8 diatas, saya ingin menanyakan apakah bila sudah berhasil diinject dengan 2 nomor harus memiliki aplikasi tertentu sebagai alat utk switch dari NAM 1 ke NAM 2, dikarenakan saya baru saja berhasil inject no yg ke 2.
    Namun tidak bisa pindah ke no di NAM 1 nya… tolong dikasih solusi nya bang Pande.
    makasih ya bang pande yang baik.

  • January 28, 2011 at 3:40 pm
    Permalink

    Waduh, kalo soal yang ini sih, jujur banged, saya ndak tau… wong Moto Q punya saya cuma ditanem nomor Flexy satu saja. hehehe… Mohon Maaf ya… coba hunting di KasKus, kemarin hari ada jua yang ngebahas soal suntik suntikan ini…

Comments are closed.