DownLoad sebagian via Torrent yuk ?

6

Category : tentang TeKnoLoGi

Pernah dengar kata ‘Torrent’ gak ? jujur, saya pribadi hingga akhir bulan lalu masih bingung dengan istilah ini, kendati sudah sejak lama ada satu aplikasi yang nangkring didalam laptop menggunakan kata tersebut. ‘BitTorrent’. Dalam benak saya, ada dua hal yang identik dengan kata ‘Torrent’ yaitu ilegal dan pornografi. Hal yang sama terlintas ketika saya mendengan kata ‘Crack’. Mengapa ? silahkan hunting di GooGLe dan lihat tampilan halaman yang menyajikan file atau informasi berkaitan Torrent.

Torrent secara gamblangnya merupakan sebuah metode alternatif untuk mengunduh (baca:download) file dengan cara yang berbeda dari metode yang lumrah diketahui. Umumnya untuk melakukan pengunduhan (selanjutnya saya gunakan kata DownLoad saja ya ?), pengguna tinggal menekan gambar atau tulisan/teks yang menerangkan bahwa file/aplikasi berada pada alamat tersebut. Aktifitas download akan berjalan secara otomatis (dan tidak ada pilihan/opsi lain) hingga selesai.

Ketika mendownload sebuah file/aplikasi dengan memanfaatkan Torrent, pengguna tidak serta merta mendapatkan file/aplikasi yang diinginkan saat menekan gambar atau tulisan teks menuju sebuah alamat atau link yang dimaksud, namun hanya mendapatkan satu buah file dengan ekstensi *.torrent. File Torrent ini merupakan file perantara yang didalamnya berisikan informasi terkait file/aplikasi yang diinginkan dan baru dapat diunduh dengan sempurna dengan memanfaatkan aplikasi tambahan. Salah satunya ya BitTorrent yang saya gunakan tersebut.

Lantas apa kelebihannya menggunakan Torrent ketimbang metode download yang lumrah diketahui ? dan apa maksud kata ‘sebagian’ pada judul diatas ?

Dengan Torrent, pengguna dapat memilih satu dua atau beberapa file atau juga semua yang terdapat didalam file Torrent tersebut dan mendownloadnya. Yang lain ? seumpama memang tidak diperlukan ya biarkan saja. Jadi disini pengguna dapat lebih menghemat waktu (untuk mendownload) dan biaya (jika koneksi yang digunakan mahal dan terbatas). Belum paham ?

Sebagai gambaran, katakanlah saya ingin mengunduh 3 (tiga) file audio/mp3 yang terdapat dalam sebuah album kompilasi lama ‘Live Woodstock 99’ yang ukuran totalnya mencapai 172 MB. Seumpama file tersebut diambil dengan menggunakan cara yang umum, barangkali akan memerlukan waktu hingga dua hingga tiga jam dan saya akan mendapatkan semua file audio/mp3 termasuk dari grup band yang tidak saya inginkan. Dengan bantuan Torrent, saya dapat memilih untuk mengambil 3 (tiga) file audio/mp3 dari grup band yang diinginkan saja dan meninggalkan yang lainnya. Sebagai informasi, bahwa untuk mendownload 3 (tiga) file tersebut yang hanya berukutan sebesar 13,8 MB, saya paling tidak membutuhkan waktu lima belas sampai dua puluh menit saja.

Sayangnya untuk kecepatan download-nya sendiri Torrent bisa dikatakan kalah cepat dibandingkan dengan menggunakan metode umum (yang biasanya saya alihkan pada aplikasi Internet DownLoad Manager). Dengan ukuran yang sama (13,8 MB), aplikasi IDM hanya membutuhkan waktu kurang lebih lima sampai sepuluh menit. Namun apabila dibandingkan dari segi ‘pilihan’-nya secara keseluruhan dalam ukuran yang lumayan besar, jelas Torrent lebih menguntungkan. Maka dari itu Torrent saya rekomendasikan sebagai metode Download alternatif, apabila pengguna lebih membutuhkan sebagian dari keseluruhan isi file/aplikasi yang akan di-download.

Ohya, setelah beberapa hari mencoba Torrent, ada juga satu kelebihan berburu lewat Torrent dibandingkan dengan hunting file dengan cara umum dan mendownloadnya. Yaitu mampu mencari file audio/mp3 rilis lama seperti ‘Live Woodstock 99’ tadi, ‘Live Woodstock 94’, soundtrack AirHeads, Batman Forever dan Terrorvision. Semua yang saya cari (dan akhirnya didapatkan melalui Torrent) tersebut adalah koleksi yang saya miliki dalam bentuk media kaset dan tidak jua saya temukan di 4shared sekalipun.

Comments (6)

Torent menggunakan layanan P2P, jadi wajar lebih lambat dari direct download. Tapi ada kok situs torrent yang hanya menyediakan konten legal, mininova.org misalnya, konten bajakan dilarang di sana, karena menjujung tinggi aspek berbagi dalam legalitas yang sehat.

[Reply]

pande Reply:

He… kalo Cahya yang bilang begitu siy, saya percaya kok. nantimau coba cari konten disitu ah…

[Reply]

Cahya Reply:

Hi hi…, saya juga pernah kok ngambil konten ilegal di via torrent, waktu itu karena waktu itu untuk mengerjakan sebuah tugas, perlu peranti lunak khusus, dan peranti lunak yang disediakan dengan lisensi kampus malah tidak kompatibel dengan Win Vista zaman itu. Akhirnya perlu versi terbaru, ya mau bagaimana lagi, demi tugas, sikat saja, pakai barang sebulan ketika perlu, habis itu dihapus lagi.

[Reply]

bli nde,

saya sudah baca …tapi tetep saja tidak mengerti bagaimana cara mendownload melalui torrent….bisa diajarkan secara private gak ya ?…:D

[Reply]

pande Reply:

Monggo, via PM ato ponsel juga boleh…

[Reply]

[…] tulisan terakhir saya yang menceritakan tentang aksi heboh http://www.pandebaik.com selama bergelut dengan Torrentz, Playboy Magazine hingga PentHouse. PentHouse […]

Post a comment

CommentLuv badge